Sep 20, 2013

Jargon Kebaikan dan Keburukan




Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Hemm indah betul dunia itu. Semakin diungkap semakin banyak pula yang tidak aku tahu. Kenapa aku tidak bisa istirahat? Ancamannya adalah mitos. Tetapi diperbatasan sana aku telah menemukan bahwa mitos itu logos, dan logos itu mitos, tidak itu iya dan iya itu tidak, awal itu akhir dan akhir itu awal, berubah itu tetap dan tetap itu berubah. Tetapi aku sekarang sedang melihat para jargon telah menguasai dunia. Maka aku sedang menyaksikan bahwa dunia itu jargon dan jargon itu dunia. Samar-samar aku melihat di kejauhan ada pertengkaran antara jargon keburukan dan jargon kebaikan. Wahai jargon keburukan dan jargon kebaikan dengarlah diriku sebentar. Mengapa engkau kelihatannya sedang berselisih. Jargon keburukan kelihatan sangat ganas dan kejam, sedangkan jargon kebaikan kelihatan sedang bersedih dan rendah diri. Bolehkah aku mengetahui pokok persoalannya?

Jargon keburukan:
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah aku adalah jargon keburukan. Sebenar-benar jargon itu adalah milikku. Maka tiadalah selain diriku dapat mengaku-aku memiliki jargon. Barang siapa selain diriku mengaku-aku memiliki jargon, maka akan aku binasakan mereka itu. Maka saksikanlah wahai orang tua berambut putih, dengan lantang dan dengan penuh hikmat dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya aku proklamasikan bahwa jargon itu tidak lain tidak bukan adalah diriku. Jargon itu adalah kuasaku, jargon itu adalah jiwaku. Jika tidak ada jargon pada diriku maka tiadalah diriku itu. Maka beritahukanlah kepada kebaikan agar jangan sekali-kali mengklaim memiliki jargon. Jika para kebaikan tetap teguh pendirian maka dengan bengisnya aku akan hadapi mereka semua.

Jargon kebaikan:
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah aku adalah jargon kebaikan. Saya menyadari bahwa jargon para keburukan itu begitu kuat dan mengerikan bagiku. Tetapi ketahuilah bahwa sebenarnya diriku juga berhak mempunyai jargon. Maka perkenankanlah bahwa diriku juga memiliki jargon. Maka saksikanlah wahai orang tua berambut putih, serendah-rendah dan sekecil-kecil diriku, maka aku itu sebetulnya adalah jargon juga. Jargon itu pelindungku. Jargon itu jiwaku. Jika tidak ada jargon pada diriku maka tiadalah diriku itu. Maka beritahukanlah kepada keburukan agar menyadari bahwa diluar dirinya itu sebetulnya terdapat jargon diriku. Itulah sebenar-benar dan sebesar-besar ancaman bagi diriku, yaitu jargon para keburukan.

Orang tua berambut putih:
Wahai jargon keburukan. Supaya aku lebih mengerti tentang dirimu, maka ceriterakanlah tentang dirimu itu kepadaku. Siapakah dirimu, bagaimana dirimu, macam-macam dirimu, tujuan dirimu, dst.

Jargon keburukan:
Terimakasih orang tua berambut putih. Aku adalah jargon keburukan. Jikalau emosiku sudah terkendali maka aku dapat bercerita banyak tentang diriku kepadamu. Sebetul-betul yang terjadi tadi adalah aku telah sedikit berbohong kepadamu. Aku sebetulnya mengetahui bahwa jargon itu bukan hanya milikku, tetapi kebaikan pun mempunyai jargon. Tetapi ini off the record, jangan sampaikan kepada kebaikan. Mengapa? Karena jika engkau katakan hal ini kepada kebaikan maka kedudukanku sebagai keburukan akan terancam. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi tujuanku adalah menjadi keburukan yang kuat, yaitu sebenar-benar keburukan. Dalam rangka untuk mencapai tujuanku sebagai keburukan sejati maka aku harus mengelola semua kebaikan sedemikian rupa sehingga semua kebaikanku itu terkendali dan dapat sepenuhnya aku kuasai. Maka aku melakukan segala daya dan upaya termasuk menggunakan jargonku agar kebaikan selalu dapat aku kuasai. Sebenar-benar ancaman bagi diriku di dunia ini adalah jargon-jargon para kebaikan. Maka aku sangat sensitif terhadap jargon para kebaikan. Dari pada jargon kebaikan menimbulkan masalah bagi diriku, maka lebih baik aku binasakan saja sebelum mereka lahir ke bumi.

Orang tua berambut putih:
Maaf jargon keburukan, saya belum begitu jelas dengan uaraian-uraianmu itu. Dapatkah engkau memberikan contoh konkritnya. Jika perlu silahkan para mu menyampaikan kepadaku.

Jargon keburukan :
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah saya adalah jargon keburukan. Mulanya biasa saja bagi diriku, ketika aku sebagai kebaikan. Tetapi kemudian tidak biasa bagi diriku ketika aku, entah kenapa, di tetapkan sebagai keburukan. Ketika aku menjadi keburukan maka aku merasakan seluruh tubuhku bergetar dan bergemuruh mengalami perubahan jargon. Tadinya aku sangat menyayangi jargon-jargon ku sebagai kebaikan. Maka setelah aku menjadi keburukan aku mulai kehilangan jargon kebaikan, dan kemudian mulailah aku di dominasi oleh jargon keburukan. Ketahuilah bahwa dalam rangka untuk mempertahankan diriku sebagai keburukan, maka aku telah mengembangkan banyak tak berhingga jargon-jargon. Kekuasaanku sebagai keburukan itu mengalir melalui jargon-jargonku. Maka demi menjaga statusku sebagai keburukan terpaksa aku harus menggunakan jargon topeng, yaitu topeng kepribadian. Sebenar-benar jargon topeng adalah menutupi segala kelemahanku dan dosa-dosaku di hadapan para kebaikan. Kalau bisa apakah jargon topengku itu dapat menyembunyikan diriku dari Tuhan? Oh orang tua berambut putih, janganlah engkau teruskan pertanyaanmu itu, dan janganlah rongrong kewibawaanku sebagai keburukan. Itulah diriku, yaitu sebenar-benar jargon keburukan. Maka aku sangat menyukai semua kesempatan di mana aku bisa memproduksi semua jargon-jargon keburukan, agar dapat mengendalikan jargon-jargon kebaikan.

Orang tua berambut putih:
Wahai jargon kebaikan. Supaya aku lebih mengerti tentang dirimu, maka ceriterakanlah tentang dirimu itu kepadaku. Siapakah dirimu, bagaimana dirimu, macam-macam dirimu, tujuan dirimu, dst.

Jargon kebaikan:
Terimakasih orang tua berambut putih. Aku adalah jargon kebaikan. Jikalau aku terbebas dari segala tekanan maka aku dapat bercerita banyak tentang diriku kepadamu. Sebetul-betul yang terjadi tadi adalah aku telah menyampaikan apa adanya kepadamu. Aku sebetulnya tidak merdeka dan merasa takut oleh aktivitas para keburukan. Tetapi ini off the record, jangan sampaikan kepada keburukan. Mengapa? Karena jika engkau katakan hal ini kepada keburukan maka jiwaku bisa terancam. Padahal segenap jiwa ragaku itu ingin terbebas sepenuhnya dari jargon-jargon keburukan. Ketahuilah bahwa setinggi-tinggi tujuanku adalah terbebas dari segala ancaman dan tekanan para keburukan. Dalam rangka untuk mencapai tujuanku sebagai kebaikan sejati maka aku harus memproduksi jargon-jargonku. Maka aku melakukan segala daya dan upaya termasuk menggunakan jargonku agar dapat terhindar dari perbuatan sewenang-wenang para keburukan. Sebenar-benar ancaman bagi diriku di dunia ini adalah jargon-jargon para keburukan. Maka aku sangat sensitif terhadap jargon para keburukan. Tetapi apalah dayaku sebagai kebaikan. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap ingin terbebas dari para jargon keburukan.

Orang tua berambut putih:
Maaf jargon kebaikan, saya belum begitu jelas dengan uaraian-uraianmu itu. Dapatkah engkau memberikan contoh konkritnya. Jika perlu silahkan para mu menyampaikan kepadaku.

Jargon kebaikan :
Wahai orang tua berambut putih. Kenalkanlah saya adalah jargon kebaikan. Mulanya biasa saja bagi diriku, ketika aku sebagai kebaikan. Tetapi kemudian tidak biasa bagi diriku ketika aku bertemu dengan jargon keburukan. Ketika aku bertemu denganjargon keburukan, aku merasakan seluruh tubuhku bergetar dan bergemuruh mengalami perubahan jargon. Tadinya aku sangat menyayangi jargon-jargon ku sebagai kebaikan. Maka setelah aku bertemu dengan jargon keburukan aku mulai kehilangan jargon kebaikan, dan kemudian mulailah aku merasa akan di dominasi oleh jargon keburukan. Ketahuilah bahwa dalam rangka untuk mempertahankan diriku sebagai yang kebaikan hakiki, maka aku telah mengembangkan banyak tak berhingga jargon-jargon. Begitu aku menemukan diriku tidak sesuai dengan jargonku maka aku segera mohon ampun kepada Tuhan ku. Sementara kekuasaan jargon keburukan itu mengalir melalui jargon-jargon nya. Maka demi menjaga statusku sebagai kebaikan sejati terpaksa aku harus menggunakan jargon topeng, yaitu topeng kepribadian. Sebenar-benar jargon topeng adalah menutupi segala kelemahanku dan dosa-dosaku di hadapan para keburukan, agar aku selamat dari cengkeraman para jargon keburukan. Kalau bisa apakah jargon topengku itu dapat menyembunyikan diriku dari Tuhan? Oh orang tua berambut putih, janganlah engkau teruskan pertanyaanmu itu, dan janganlah rongrong kedudukanku sebagai kebaikan. Itulah diriku, yaitu sebenar-benar jargon kebaikan . Maka aku sangat menyukai semua kesempatan di mana aku bisa memproduksi semua jargon-jargon kebaikan , agar aku bisa berlindung dari ancaman jargon para keburukan.

Orang tua berambut putih:
Sudah jelas duduk perkaranya. Ternyata semuanya memerlukan jargon. Keburukan memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukannya sebagai keburukan, sedangkan kebaikan memerlukan jargon untuk melindungi dirimya. Ketahuilah bahwa Tuhan itu maha bijaksana. Tuhan telah menciptakan segalanya termasuk suasana di mana keburukan itu merupakan ujian bagi kebaikan. Maka solusi yang terbaik adalah menterjemahkan dan diterjemahkan. Wahai para kebaikan, menterjemahkan dan diterjemahkanlah agar engkau mampu mengenali jargon-jargon keburukan. Aku ingin memperingatkan para keburukan, bolehlah engkau menggoda dan mengganggu para kebaikan, tetapi jangan sekali-sekali dan berani-berani engkau menggoda para kebaikan yang selalu ingat dan beriman kepada Tuhan YME. Aku juga ingin mengingatkan para kebaikan agar ta’aruf dan tawadu’ dalam menegakkan kebaikan. Maka semua jargon keburukan niscaya akan hilang lenyap dikarenakan oleh keikhlasan para kebaikan. Amien.

51 comments:

  1. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pada dasarnya kebaikan dan keburukan selalu ada dalam hati dan pikiran manusia. Tugas kita adalah mengendalikan dimana agar keburukan tidak lebih menguasai dibandingkan kebaikan karena keburukan adalah ujian dari kebaikan. Agar kebaikan tetap kokoh tidak mudah tergoyak maka diperlukan banyak-banyak beribadan dan berlindung kepadaNya.

    ReplyDelete
  2. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Tuhan menciptakan segala didunia ini berpasang-pasangan. Termasuk didalamnya adalah kebaikan dan keburukan. Kebaikan dan keburukan merupakan dua hal yang memilki kedudukan masing-masing namun berhubungan. Layaknya dua sisi mata uang logam yang saling bertolak belakang namun merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

    ReplyDelete
  3. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Kebaikan dan keburukan bisa datang begitu saja dalam hidup kita. Oleh karena itu, seperti pada postingan diatas, kita perlu beriman dan menggunakan akal pikiran kitta agar kita dapat menghindari keburukan dan senantiasa berbuat kebaikan.

    ReplyDelete
  4. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Jadi, semua itu membutuhkan jargon. Semua jargon keburukan boleh menggoda jargon kebaikan kecuali jargon kebaikan yang selalu mengingat Tuhan YME. Intinya, sebuah keburukan itu pasti bisa mempengaruhi kebaikan tetapi kebaikan yang selalu mengingat akan kekuasaan Tuhan tidak akan pernah bisa diganggu oleh keburukan.

    ReplyDelete
  5. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Kebaikan dan keburukan adalah suatu pasangan kata yang memilki makna yang berlawanan. Dan sesorang akan memiliki keduanya, kebaikan dan juga keburukan. Sehingga sebagai manusia alangka lebih baiknya untuk memperbanyak kebaikan kita dan mengurangi keburukan kita meskipun keburukan itu pasti ada di dalam diri kita.

    ReplyDelete
  6. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Dalam kehidupan kita terus melakukan hermenitika, terjemah dan menerjemahkan. Kebaikan dan keburukan pun begitu pula, saling menerjemahkan. Tidak ada kategori baik kalau tidak ada pembanding yang buruk. Begitu pula sebaliknya, tidak ada kategori buruk bila tidak ada pembanding yang baik. Keburukan biasanya menjadi sebuah ujian bagi kebaikan. Elegi ini juga mengingatkan kita agar selalu ingat dan beriman kepada Tuhan YME, ta’aruf dan tawadu’ dalam menegakkan kebaikan.

    ReplyDelete
  7. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Menurut saya, kebaikan dan keburukan di dunia itu tidak kasat mata, kecuali untuk hal-hal yang telah dituliskan di kitab suci. Bisa saja orang yang kelihatannya baik, tapi sebenarnya tidak, dan sebaliknya. Yang dapat menilai baik atau buruk seseorang secara adil hanyalah Tuhan, di akhir zaman nanti. Sebagai manusia, harus berusaha membangun benteng kokoh dan tinggi antara kebaikan dan keburukan.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  8. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Tuhan menciptakan segala hal berpasangan, termasuk kebaikan dan keburukan. Sebagai manusia tugas kita adalah mengendalikan keburukan supaya tidak menguasai kebaikan karena keburukan adalah ujian dari kebaikan. Elegi ini juga berpesan kepada kita untuk ta’aruf dan tawadu’ dalam menegakkan kebaikan.

    ReplyDelete
  9. Fauzul Muna Afani
    13301241010
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dari artikel ini saya mendapatkan point bahwa setiap orang mempunyai sisi kebaikan dan sisi keburukan. Tergantung setiap individu untk dapat mengatur dirinya supaya tetap dijalan kebaikan. Apabila selalu mengingat Tuhan YME maka keburukan tidak akan mudah menghampirinya.

    ReplyDelete
  10. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016
    Pada dasarnya kebaikan dan keburukan selalu ada dalam hati dan pikiran manusia. Agar kebaikan tetap kokoh tidak mudah tergoyak maka diperlukan banyak-banyak beribadan dan berlindung kepadaNya. Kebaikan dan keburukan merupakan dua hal yang memilki kedudukan masing-masing namun berhubungan. Di ibaratkan seperti dua sisi uang logam saling bertolak belakang namun merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

    ReplyDelete
  11. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016
    Sebagai manusia tugas kita adalah mengendalikan keburukan supaya tidak menguasai kebaikan karena keburukan adalah ujian dari kebaikan.Begitu pula sebaliknya, tidak ada kategori buruk bila tidak ada pembanding yang baik.Sehingga sebagai manusia alangka lebih baiknya untuk memperbanyak kebaikan kita dan mengurangi keburukan kita meskipun keburukan itu pasti ada di dalam diri kita.

    ReplyDelete
  12. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kebaikan dan keburukan merupakan dua hal yang ada dalam diri kita. Keburukan merupakan ujian bagi kebaikan. Oleh karena itu sebagai manusia kita harus senantiasa berbuat kebaikan dan menjauhi keburukan. Mendekatkan diri pada Allah merupakan cara terbaik yang dapat kita lakukan.

    ReplyDelete
  13. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dalam kehidupan selalu diciptakan berpasang-pasangan, termasuk kebaikan dan keburukan. Manusia pun memilikinya dalam dirinya. Hanya seberapa besar keburukan dan kebaikan dalam diri masing-masing orang itulah yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  14. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Keburukan yang ada merupakan ujian bagi kebaikan. Apakah dengan godaan keburukan itu kita mampu mempertahankan kebaikan. Tinggal menghadapinya dengan ikhlas, dan berusaha yang terbaik, serta berserah diri kepada Tuhan YME. Sehingga keburukan dan kebaikan memiliki perannya masing-masing.

    ReplyDelete
  15. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dalam elegi ini dinyatakan bahwa kebaikan dan keburukan memiliki jargonnya masing-masing, keburukan ada untuk menguji dan menggoda kebaikan sehingga para kebaikan diharapkan dapat saling menerjemahkan satu sama lain sehingga apabila semua kebaikan sudah saling mengenal maka keburukan akan hilang dengan sendirinya.

    ReplyDelete
  16. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    potingan di atas para kebaikan dan keburukan memiliki jargonnya masing-masing, kebaikan karena menutupi salahnya dengan topeng sehinga keburukannya tidak terlihat, keburukan tiadk bisa menutupi keburuakannya. ya memang manusia tidak lepas dari kesalahan, bagaiaman manusi bisa membawa keburukannya kedalam kebaikan, jangan sebaliknya.

    ReplyDelete
  17. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dari beberapa elegi tentang jargon yang sudah saya baca, saya menyimpulkan bahwa segala sesuatu itu memiliki lawan atau kontranya masing-masing. Standar dan proses, tradisional dan inovatif, serta kebaikan dan keburukan. Masing-masing dari mereka memiliki jargon yang digunakan untuk memantapkan kedudukan maupun melindungi dirinya.
    Dari elegi di atas, saya sangat terkesan dengan pernyataan keburukan itu merupakan ujian bagi kebaikan. Oleh karenanya, alangkah pentingnya bagi kita untuk meminta kekuatan dan perlindungan agar senantiasa diistiqomahkan dalam kebaikan. Jika kita berbuat baik, maka kebaikan itu akan kembali pada kita.. dan sebaliknya..


    ReplyDelete
  18. Keburukan dan kebaikan adalah suatu pasangan yang memiliki makna berlawanan. Dan setiap manusia akan memiliki sifat keduanya itu. Sehingga setiap manusia akan berhati-hati berperilaku atas sifatnya. Dan setidaknya manusia harus memberbanyak perbuatan kebaikan dari pada keburukan kalau bisa manusia harus mengurangi perbuatan keburukan meskipun sifat akan keburukan itu tetap ada di dalam diri manusia. manusia mempunyai sifat ingin diketahui ekstensinya dalam lingkungan, jargon kebaikan harus menjadi yg dominan dalam jiwa manusia walaupum jargon keburukan ingin selalu diliat ekstensinya,

    M. Saufi Rahman
    PEP S3 Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  19. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Di kehidupan ini ada jargon kebaikan dan jargon keburukan. Tuhan tentu maha bijaksana mengapa Dia menciptakan jargon keburukan dalam kehidupan kita. Ketika dilahirkan semua manusia pada dasarnya memiliki kebaikan pada dirinya, akan tetapi agar kita dapat 'naik kelas' maka kita perlu melalui ujian salah satunya dengan jargon keburukan. Hati kita akan diuji akankah hati kita teguh memegang prinsip-prinsip kebaikan atau justru akan termakan oleh jargon keburukan. Cara agar kita terhindar dari godaan jargon keburukan yaitu dengan selalu beriman kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah akan mengetahui segala perbuatan kita.

    ReplyDelete
  20. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Sejatinya, dunia memang indah. Diciptakan kebaikan dan keburukan juga merupakan ukuran keindahannya. Seseorang diberi kesempatan memilih menjadi “baik” atau “buruk” atas kehendak pikiran dan hatinya. Sebagai umat beragama yang memiliki pedoman dan batas jelas antara perbedaan kebaikan dan keburukan serta keyakinan bahwa adanya balasan di akhirat kelak maka hendaklah kita menjadi baik. Tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain.

    Ketika seorang manusia berhenti memahami ilmu, maka ancamannya adalah mitos. Keburukan dan kebenaran itu jelas garis pemisahnya asalkan kita berikhtiar mempelajarinya. Jangan menjadi manusia tanpa ilmu, karena tanpa ilmu sulit keburukan bisa tampak menjadi kebaikan dan kebaikan bisa tampak menjadi keburukan.

    ReplyDelete
  21. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam menjalani kehidupan didunia kita tidak dapat lepas dari keburukan dan kebaikan yang terjadi di sekitar kita ataupun mungkin itu terjadi pada kita sendiri. Kedua hal tersebut merupakan paket yang dapat kita rasakan, akana tetapi ketika ketika kita dapat mengendalikannya maka semua akan berjalan dengan lancar. misalnya seperti keburukkan yang diidentikan dengan sifat emosi, emosi dapat saja menjadi suatu hal yang membaawa kita ke arah yang salah akan tetapi ketika kita dapat mengendalikan emosi kita, dan terus bersabar serta bertawakal dan berserah diri kepada ALLAH SWT maka emosi yang tadinya adalah jargon dari keburukan akan hilang selamanya dan yang ada hanyalah kebaikan

    ReplyDelete
  22. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Kebaikan dan keburukan, merupakan dua hal yang saling bertolak belakang. Masing-masing memiliki jargon yang berfungsi untuk mengokohkan kedudukannya. Tuhan itu Maha Bijaksana, menciptakan sifat yag beraneka ragam untuk mengajak manusia berfikir. Tuhan menciptakan keburukan supaya manusia mampu membedakannya dari kebaikan. Begitu pula kebaikan diciptakan supaya manusia bisa membedakannya dari keburukan.

    ReplyDelete
  23. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Tuhan menciptakan kebaikan dan keburukan dengan sifatnya masing-masing. Keburukan diciptakan untuk menguji apakah kebaikan yang ada itu sudah hakiki, ataukah masih semu. Apakah kebaikan yang ada sudah terbebas dari jargon-jargon keburukan. Apakah yang terlihat baik itu sudah benar-benar baik atau masih terselip keburukan di dalamnya. Para Kebaikan yang sudah ada perlu menerjemahkan keburukan supaya bisa terhindar dari jargonnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ferida Dwi Prasetyoningrum
      13301241052
      Pendidikan Matematika A 2013

      kebaikan dan keburukan itu tergantung pada nilai yang berlaku di masyarakat

      Delete
  24. Pada cuplikan, "Wahai jargon keburukan. Supaya aku lebih mengerti tentang dirimu, maka ceriterakanlah tentang dirimu itu kepadaku. Siapakah dirimu, bagaimana dirimu, macam-macam dirimu, tujuan dirimu"
    cuplikan tersebut manyatakan bahwa orangtua berambut putih sebagai ilmu pengetahuan mestinya mengetahui dan diketahui, namun dalam konteks ini ternyata ia tak memahami sosok jargon keburukan. Pengetahuan si ilmu pengetahuan pun ternyata terbatas. Semua berbatas ketika manusia menciptakan batas sebagai bentuk nyata dimensi yang mereka anggap sebagai penghubung perbedaan.
    Manusia saling tidak memahami dalam ketiadaaan, namun saling mengira paham dalam memahami orang lain sebatas tulang dan ototnya saja.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP-A/2016

    ReplyDelete
  25. Kebaikan dan keburukan merupakan satu paket komplet, seperti T dan E yang digunakan untuk mengestimasi X. Meskipun hanya untuk mengestimasikan nilai X namun keduanya berkolaborasi dalam satu manfaat yang sama.
    Kebaikkan merupakan gambaranan pengananan manusia yang berdiri tegak membuncah para catatan yang tembus pada titik hati kebih banyak. Belum tentu keburukkan harus dihindari, untuk mengetahui baik kita perlu mengetahui hal buruk. Dengan begitu keseimbangan manusia dalam berkoordinasi dengan kebaikkannya dan keburukannya membaur dalam harmoni dan diorama.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP-A/2016

    ReplyDelete
  26. Pendidikan sebagai aspek penting pengentalan nilai kebaikan manusia berada di titik kanan, harus mengetahui dengan baik apa yang berdiri kokoh di sisi kiri dan membentuk barisannya dalam kekuatannya masing-masing.
    Pendidikan juga berperan untuk mengenalkan kebaikkan dan keburukkan secara bersama-sama untuk menggali logos dan mitos manusia agar selalu berada di proses mengada dan berada di waktu dan ruang yang sudah digambarkan sebagai harmonisasi akhlak menuju pembentukkan karakter manusia yang dari hakiki sampai implemental.

    Manusia mampu mengembangkan pemikirannya menjadi perspektif yang diinginkan sesuai apa yang mereka butuhkan. Aspek kebutuhan tersebut berkembang dan menoleransi pada titik kumpul. Belum tentu manusia memerlukan kebaikan secara terus-menerus, namun kadang kala perlu keburukkan untuk belajar.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP-A/2016

    ReplyDelete
  27. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Jargon baik dan jargon buruk merupakan dua hal yang saling berkaitan, karena itu adalah sifat. Sudah hal yang lumrah manusia hidup dengan jargonnya masing-masing. Manusia sempurna karena dua sifatnya. Jargon buruk dari manusia biasa tertutupi dengan adanya jargon baik yang memiliki andil cukup besar jika manusia itu bisa mengontrol jargon buruknya. Sehingga banyaklah istighfar untuk tidak mengeluarkan jargon buruknya. Karena sebenarnya manusia punya potensi keduanya, bisa buruk dan baik.

    ReplyDelete
  28. Budi Yanto
    1709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Kebaikan dan keburukan selalu terkait, tiadalah kebaikan tanpa adanya keburukan dan tiadalah keburukan tanpa adanya kebaikan. Tolak ukur kebaikan adalah berlawanan dari keburukan dan tolak ukur kebaikan adalah berlawanan dari kebaikan. Tuhan menciptakan kebaikan sebagai anugrah dan menciptakan keburukan sebagai cobaan atau ujian. Maka diperlukan untuk berfikir tentang hal yang buruk dan hal yang baik. Misalnya dengan adanya cobaan maka kita sebagai manusia untuk belajar bersabar dan ikhlas. Dengan ujian kita berusaha untuk menggapai suatu kebaikan yaitu kesabaran dan keikhlasan.

    ReplyDelete
  29. Individu dengan jargon keburukan adalah adalah suatu pikiran pada diri seseorang tentang hal-hal keburukan, setiap orang pasti memiliki jargon ini tetapi tinggal individu itu sendiri apakah akan diteruskan menjadi suatu tindakan atau hanya pikiran saja. Sebenarnya mempunyai pikiran keburukan itu merupakan hal yang tidak baik apalagi sampai di lakukaknnya dalam tindakan. Apabila kita memiliki pikiran apalagi telah melakukannya maka segeralah bertobat mohon apmun kepadaNya dan tidak akan mengulangi lagi. Sebenar-benarnya keburukan harus kita hilangkan baik dari pikiran maupun perbuatan.

    ReplyDelete
  30. Retno Widyaningrum
    16701261004
    aik dalam pikiran maupun perbuatan
    Individu dengan jargon keburukan adalah suatu pikiran pada diri seseorang tentang hal-hal kebaikan, hal ini sifat dan pikiran sesorang yang baik-baik, dari kata baik berarti individu tersebut sudah mempunyai pikiran baik apalagi bila di teruskan sampai ketindakan akan menjadi keaikan juga. tentunya akan bermanfaat bagi diri sendiri maupun untuk orang lain. Oleh sebab itu Kebaikan inilah yang harus ditanamkan dalam diri seseorang. Sebenar-benarnya kebaikan adalah yang harus ada dalam pikiran dan perbuatan kita.

    ReplyDelete
  31. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Kebaikan dan Keburukan itu selalu ada dalam diri seseorang, namun bagaimana kita mampu menyikapi menghindari keburukan dan melakukan kebaikan adalah tugas kita. Kalau sesorang mengetahui hal tersebut buruk berarti memiliki pikiran bahwa hal itu buruk, hal buruk harus dihindari. Oleh sebab itu kekuatan iman sangatlah diperlukan agar kita terhindar dari hal keburukan dan selalu dalam hal kebaikan.

    ReplyDelete
  32. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Pada hakikatnya hidup dan mati manusia adalah ujian. Dunia adalah musim untuk menanam dan akhirat adalah musim untuk memanen. Dunia adalah negeri untuk beramal dan akhirat adalah negeri untuk memetik hasilnya. Barang siapa yang ketika hidup di dunia banyak beramal baik, maka surga menjadi tempat baginya di akhirat kelak. Bagitu juga sebaliknya, barang siapa yang ketika hidup di dunia banyak beramal jelek, maka tidak ada pembalasan melainkan seimbang dengan apa yang telah ia perbuat.

    ReplyDelete
  33. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Dan setiap keburukan ada kebaikan yang setara dengannya, jadi tidaklah setiap keburukan itu akan terhapuskan dengan sembarang kebaikan, apabila kejelekan itu besar maka tidak dapat dihapus kecuali dengan kebaikan yang besar pula, sebab tiap-tiap kejelekan mempunyai sesuatu yang setara dengannya dari kebaikan-kebaikan.

    ReplyDelete
  34. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Tuhan itu maha adil. Tuhan menciptakan segala sesuatu nya berpasang-pasangan. Seperti halnya kebaikan yang berpasangan dengan keburukan. Tidak akan ada kebaikan jika tidak ada keburukan, begitu pula sebaliknya. Tetapi bukan berarti sesuatu yang buruk itu menjadi benar. Kita harus mampu memilah-milah antara mana yang baik dan mana yang buruk. Dan juga keburukan akan terhapus dengan kebaikan. Oleh karena itu senantiasa kita selalu berbuat kebaikan dengan ikhlas sembari berdoa agar selalu diberi keyakinan dalam kebaikan.

    ReplyDelete
  35. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Keburukan tidak selalu menjadi keburukan. karena keburukan dan kebaikan adalah sesuatu yang jika dipandang lebih jauh lagi dapat membuat kebahagian pada diri manusia. manusia dapat belajar banyak dari keburukan untuk mencari kebaikan, namun bukan berarti manuisa dapat mencari kebaikan melalui keburukan. Kebaikan bertanggung jawab agar manusia menjauhi keburukan, meskipun sekuat apapun manusia mencoba , manusia selalu dekat dengan keburukan itu namun bukan berarti manusia boleh mendekati keburukan itu. manusia adalah tempatmya salah, yang absolut benar adalah Tuhan. Maka dari itu manusia perlu berfikir bagaimana menjauhi keburukan yang mendekat untuk mendekat dengan kebaikan yang menjauh jika terus diabaikan.

    ReplyDelete
  36. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Antara keburukan dan kebaikan memang seringkali berdampingan. Sesuatu bisa dibilang keburukan apabila disitu ada kebaikan, begitu juga sebaliknya sesuatu bisa nampak kebaikan apabila ada keburukan. Keduanya juga memiliki jargonnya masing-masing. Keburukan mmenggunakan jargon untuk tetap memposisikan kedudukannya sebagai keburukan, sedangkan kebaikan menggunakan jargon untuk melindungi dirinya.

    ReplyDelete
  37. Kebaikan dan keburukan adalah dua hal yang selalu bertentangan dalam hidup ini. Keduanya selalu bersaing untuk mengalahkan satu sama lain. Keburukan selalu berusaha untuk mempenagruhi kebaikan agar mengikutinya dan meninggalkan kebaikan, sementara kebaikan berusaha sekuat mungkin untuk menjaga diri dari keburukan. Keburukan diciptakan untuk menguji kebaikan, sehingga kebaikan bisa membuktikan dirinya bahwa kebaikan tidak terkalahkan jika dia tawadu' dan menjaga keikhlasannya.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  38. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Para keburukan, boleh saja menggoda dan mengganggu para kebaikan, tetapi tidak akan sanggup menggoda para kebaikan yang selalu ingat dan beriman kepada Tuhan YME. Jika para kebaikan yang ta’aruf dan tawadu’ dalam menegakkan kebaikan. Maka semua jargon keburukan niscaya akan hilang lenyap dikarenakan oleh keikhlasan para kebaikan. Amin

    ReplyDelete
  39. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Ternyata semuanya memerlukan jargon. Keburukan memerlukan jargon untuk memantapkan kedudukannya sebagai keburukan, sedangkan kebaikan memerlukan jargon untuk melindungi dirimya. Ketahuilah bahwa Tuhan itu maha bijaksana. Tuhan telah menciptakan segalanya termasuk suasana di mana keburukan itu merupakan ujian bagi kebaikan.

    ReplyDelete
  40. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Kebaikan dan keburukan itu selalu ada dalam Hidup ini.Sebagai seorang manusia kita harus berusaha untuk berbuat kebaikan dan menjauhi keburukan karena keburukan itu merupakan perbuatan syaitan. Kita harus bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon perlindungan agar terhindar dari godaan syaitan.

    ReplyDelete
  41. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Kebaikan dan keburukan adalah dua hal yang saling berdampingan. Di dalam hidup, kita dapat menemukan kebaikan maupun keburukan dan kita sebagai manusia bagaimana cara kita selalu melakukan kebaikan dan menghindari keburukan. Keburukan dapat kita hindari dengan selalu beribadah kepada Allah S.W.T.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  42. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Jargon Kebaikan dan keburukan, setelah saya membaca tulisan dari professor, saya dapat memetik sedikit hal tentang kebaikan dan keburukan. Menurut saya, kebaikan yang ada pada diri kita itu seharusnya sebaiknya jangan sekali-sekali dipamerkan kepada oranglain. Biarlah oranglain itu sendiri yang menilainya. Percuma saja jika kita melakukan kebaikan, namun kita dengan bangga menyebutkan kalau diri kita itu orang baik. Maka jika kita melakukan hal yang seperti itu, dimata yang Maha Kuasa dan Maha melihat, kita itu adalah orang yang buruk. Dan seandainya kita di posisi seperti itu, cepatlah memohon ampun kepada Allah Sang pemberi maaf. Untuk itu, sebagai makhluk yang diciptakan olehNya, kita tidak akan lepas ke[ada hal-hal yang baik dan yang buruk. Maka, seharusnya kita berusaha untuk melakukan hal-hal yang baik, agar hidup kita selamat dunia dan akhirat. Amiin

    ReplyDelete
  43. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Dari bacaan ini maka saya dapat menyimpulkan bahwa setiap kebaikan dan keburukan memerlukan jargon. Dan yang terbaik adalah saling menterjemahkan dan diterjemahkan. Keburukan mempunyai batas dalam menggoda manusia, ia tidak bisa menggoda manusia yang beriman dan selalu ingat kepada Tuhan YME. Maka dari itu jadilah kita pribadi yang beriman dan selalu ingat kepada Tuhan YME agar keburukan itu tidak bisa menggoda kita. Begitupun kebaikan, ia sangat rawan dihinggapi sikap sombong atau merasa lebih baik daripada orang lain, maka tetaplah kita menjadi pribadi yang tawadhu atau rendah diri. Sebenar-benar kita adalah berusaha menjadi orang baik, bukan sudah menjadi orang baik.

    ReplyDelete
  44. Baik dan buruknya suatu hal itu relatif ruang dan waktu. Standar kebaikan dan keburukan sulit didefinisikan dengan jelas, kita hanya bisa membuat pola umum baik dan buruknya sesuatu. Apa yang kita anggap baik belum tentu baik di mata orang lain. Begitu juga sebaliknya. Baik dan buruk selalu berdampingan. Sesuatu dianggap buruk karena adanya patokan baik. Allah telah memberikan dua jalan kepada kita, tinggal kita yang memilih jalan mana yang kita tempuh. Disinilah peranan akal dan hati, untuk memilah dan memilih yang paling baik. Sehingga kita bisa menjadi hamba yang selalu beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  45. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Setiap hal pasti memiliki sisi negatif dan sisi positif. Negatif dan positifnya sesuatu bergantung pada ruang dan waktu. Sifat baik dan buruk ini sangat bertentangan. Sebaiknya kita dapat memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian kita dapat mengerjakan yang baik dan menjauhi semua yang buruk.

    ReplyDelete
  46. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Segala sesuatu diciptakan oleh ALLAH SWT secara berpasang-pasangan, ada baik dan ada buruk, ada hitam dan ada putih, dan sebagainya. Segalanya kembali lagi kepada pegangan hidup dan dasar-dasar yang dimiliki oleh seseorang. Seperti yang terdapat pada dialog orang tua berambut putih, yang mengatakan bahwa ingin mengingatkan pada kebaikan agar tetap ta'aruf dan tawadu’ dalam menegakkan kebaikkan. artinya harus tetap pada pendirian dan jangan sampai melakukan hal-hal buruk yang dapat merusak dasar kebaikan yang telah ia miliki. keburukan dapat berubah jadi kebaikan jika ia mengetahui jargon yang sebenar-benarnya dan dapat menghargai ruang dan waktu yang diberikan kepadanya.

    ReplyDelete
  47. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Ketika seorang manusia berhenti memahami ilmu, maka ancamannya adalah mitos. Keburukan dan kebenaran itu jelas garis pemisahnya asalkan kita berikhtiar mempelajarinya. Jangan menjadi manusia tanpa ilmu, karena tanpa ilmu sulit keburukan bisa tampak menjadi kebaikan dan kebaikan bisa tampak menjadi keburukan.

    ReplyDelete
  48. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Kebaikan dan keburukan menjadi sebuah keniscayaan yang akan terus ada selama dunia masih berputar pada porosnya. Keburukan ada sebagai penggoda kebaikan. Apabila kita tergoda olehnya maka sebenarnya kita sedang menghancurkan kebaikan kita. Maka sebaik-baik kita adalah menyandarkan segalanya kepadaNya untuk ditetapkan dalam kebaikan dan dihindarkan dari segala keburukan.

    ReplyDelete
  49. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    dalam kehidupan kita, akan ada dua hal yang kontradiksi. Adapun dalam elegi ini adalah kebaikan yang kontradiksi dengan keburukan. Setiap keburukan akan terjadi ketika kita tidak mencegahnya. Keburukan akan ada selama tidak ada usaha dalam menegakkan sebuah kebaikan. Maka berdakwah dalam menyampaikan kebaikan islam adalah penghilang dari segala keburukan yang selama ini hinggap dalam diri kita, masyarakat maupun negara.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    ReplyDelete
  50. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Setiap perubahan yang terjadi pada suatu aspek kehidupan akan menimbulkan perubahan pada aspek lainnya pula. Misalnya perkembangan pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi akan menimbulkan perubahan dalam bidang lain seperti ekonomi dan bidang sosial budaya. Demikian pula perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan akan berpengaruh pada guru sebagai pemeran utama dalam menentukan keberhasilan pendidikan.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id