Sep 20, 2013

Elegi Purusa Arkitektonia




Oleh Marsigit

Ampara:
Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa kini aku Ampara memperoleh mandat untuk berada dan mengada. Maka akulah setinggi-tinggi kuasa di Purusa Arkitektonia ini. Atau aku dapat mengatakan bahwa diriku itulah sebenar-benar subyek di sini. Tetapi keperluanku tidak hanya berada saja; aku juga perlu mengada. Agar aku bisa mengada maka aku akan melakukan pemetaan ke dalam diriku sendiri. Pemetaan ini aku sebut sebagai pemetaan isomorphisma. Daerah hasil aku sebut sebagai Dhampara. Aku tetapkan sifat-sifat Dhampara sesuai dengan kehendakku. Dia adalah reduksi dari diriku. Namun semua sifatku harus tetap terjaga padanya. Tiadalah ada sifat-sifatnya melebihi dari sifat-sifatku. Dhampara aku ciptakan semata-mata sesuai dengan peruntukanku. Wahai Dhampara kesinilah.
Apa rencanamu mengadamu setelah keberadaanmu aku jamin?

Dhampara:
Terimakasih atas perkenanmu, aku telah engkau beradakan. Mulanya aku merasakan kesepian karena saya pikir aku sendirian. Tetapi setelah aku menoleh kanan kiri ternyata aku menemukanmu sedang berada disitu dan sedang mengadakan diriku. Maka aku bisa mendengar, bertanya dan siap melaksanakan amanahmu.

Ampara:
Bagaimana perasaanmu setelah engkau mendengar pertanyaanku dan perintahku? Ceritakan ilmu dan pengalamanmu kepadaku.

Dhampara:
Pertama aku merasa heran. Ketika aku melihat keluar aku hanya melihat dirimu. Tetapi ketika aku berusaha melihat ke dalam diriku sendiri, aku menemukan banyak hal. Mulanya aku kira diriku itu satu, ternyata diriku itu beratus-ratus. Mulanya aku kira diriku itu sempit dan di sini saja, ternyata diriku itu luas dan di mana-mana. Aku tidak mampu melihat batas diriku, tetapi dikejauhan aku melihat bahwa batas diriku itu sama dengan batas dirimu. Tubuhku terdiri dari sepuluh bagian utama dimana setiap bagian mempunyai puluhan sub bagian-sub bagian yang lebih kecil. Sub bagian dari bagian dari diriku ternyata mempunyai puluhan hingga ratusan anggota. Setelah saya selidiki ternyata setiap anggota tubuhku itu mempunyai berjuta-juta anggota lagi. Wah sungguh dasyat dan mengerikan diriku itu jika aku melihat dari dalam diriku sendiri. Jika engkau berkenan, apa sebetulnya makna dibalik ini semua?

Ampara:
Itu hanyalah sebagian kecil dari apa yang aku sebut sebagai Purusa Arkitektonia. Ketahuilah bahwa aku dan engkau itu hanyalah sebagian kecil dari Purusa Arkitektonia. Tetapi diriku telah diberi mandat untuk menjaga agar Purusa Arkitektonia itu selalu berada dan mengada. Mengapa? Karena Purusa Arkitektonia itu merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta angotanya yang juga memerlukan berada dan mengada. Itulah tugas yang maha berat yang di amanahkan kepada diriku dan diriku. Aku dan engkau tidak bisa melakukan tugas-tugas itu secara langsung, karena jika hal demikian aku lakukan maka itu tidak memenuhi syarat perlu dan cukup bagi kelangsungan berada dan mengaranya Purusa Arkitektonia.
Untung ada Parasda. Dia itu telah aku beri mandat untuk membuat program dan melakukan segala kegiatan agar dapat menjamin bahw Purusa Arkitektonia itu tetap berada dan mengada.

Parasda:
Wahai Ampara dan Dhampara, atas perkenanmu aku telah membentuk tim yang mewakili semua anggota Purusa Arkitektonia. Atas petunjukmu aku siap melaksanakan tugas-tugas dan melaporkan hasil-hasil yang aku capai sehingga Purusa Arkitektonia tetap berada dan mengada lengkap beserta para anggota-anggotanya.

Ampara dan Dhampara:
Baiklah kalau begitu, aku beri engkau waktu dan ruang secukupnya untuk melaksanakan tugas-tugasmu, dan engkau bertanggung jawab langsung kepada diriku. Jika engkau mengalami masalah atau kesulitan-kesulitan, engkau bisa berkonsultasi kepada Dhampara. Wahai Dhampara, silahkan bekerja sama yang baik dengan Parasda agar dia mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya.

49 comments:

  1. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Purusa adalah sang penyebab adanya sesuatu, yang menghapus kekosongan, mewujudkan sesuatu, atau menghapus ketidaktahuan. Purusa dapat dipahami sebagaimana brahma, yaitu pencipta semesta, atau yang menjadi sebab adanya semesta. Itu hanyalah sebagian kecil dari apa yang aku sebut sebagai Purusa Arkitektonia. Ketahuilah bahwa aku dan engkau itu hanyalah sebagian kecil dari Purusa Arkitektonia. Tetapi diriku telah diberi mandat untuk menjaga agar Purusa Arkitektonia itu selalu berada dan mengada. Mengapa? Karena Purusa Arkitektonia itu merupakan tempat tinggal dari beratus-ratus juta angotanya yang juga memerlukan berada dan mengada. Itulah tugas yang maha berat yang di amanahkan kepada diriku dan diriku. Aku dan engkau tidak bisa melakukan tugas-tugas itu secara langsung, karena jika hal demikian aku lakukan maka itu tidak memenuhi syarat perlu dan cukup bagi kelangsungan berada dan mengaranya Purusa Arkitektonia.
    Untung ada Parasda. Dia itu telah aku beri mandat untuk membuat program dan melakukan segala kegiatan agar dapat menjamin bahw Purusa Arkitektonia itu tetap berada dan mengada.

    ReplyDelete
  2. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Dari elegi tersebut, saya menyimpulkan bahwa ampara, dhampara, dan parasda itu merupakan sesuatu yang saling berkaitan satu sama lain agar dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Setiap dari mereka memiliki tugas-tugas sendiri dan syarat cukup serta batas-batas masing masing. Dan jika salah satu dari mereka memiliki kesulitan, maka mereka dapat saling membantu satu sama lain untuk melaksanakan amanah mereka.

    ReplyDelete
  3. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Purusa arkitektonia diibaratkan sebagai manusia yang dilengkapi dengan dhampara, ampara, dan parasda. Pikiran manusia diibaratkan dhampara, hati diibaratkan ampara dan perbuatan diibaratkan sebagai parasda. Perbuatan, hati dan pikiran merupakan bagian manusia yang masing-masing memiliki amanah terhadap tugas dan tanggung jawabnya dalam hidup. Maka haruslah perbuatan, hati dan pikiran harus selalu berjalan harmoni. Salah satu contohnya perbuatan harus dipikirkan dan dipertimbangkan dengan perasaan sebelum dilakukan.

    ReplyDelete
  4. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)

    Penggalan kalimat yang menarik dalam elegi di atas adalah: ketika kita hanya melihat keluar, maka tidak banyak yang dapat kita temukan. Seringkali sesuatu justru kita dapatkan ketika kita melihat ke dalam diri kita sendiri. Seringkali kita mencari-cari jawaban padahal jawaban itu ada dalam diri kita sendiri. Dalam hati dna pikiran kita sendiri.
    Namun ada yang menjadi pertanyaan yang tidak saya temukan jawabannya meski sudah berkali-kali membacanya: Siapa atau apa Purusa Arkitektonia, itu?
    Ampara menciptkan dhampara. Dan ampara berhak mengada dan berada di Purusa Arkitektonia. Apakah purusa arkitektonia adalah ruang? Atau merupakan dewa dari ampara dan dhampara?

    ReplyDelete
  5. PEP B S2
    yang tahu akan batasan diri kuta, hanyalah diri kita sendiri. Jika di cermati, diri kita adalah sekumpulan sistem yang komplek, dari bagian tersebasaf, sub, anggotanya, semuanya bersinergi, untuk satu kehidupan. Perbanyaj bersyukur atas karunia adalah utama dan selalu di lakukan, karena satu sub bagian saja terindikasi rusak maka rusaklah seluruh sistem yang ada.
    Begitu kiranya jika d tinjau dari aspek kehidupan, jika ada 1 perbuatan tidak terpuji, maka dadi yabg 1 ini akan mempengaruhi seribu yang lain.

    ReplyDelete
  6. Purusa adalah sang penyebab adanya sesuatu, yang menghapus kekosongan, mewujudkan sesuatu, atau menghapus ketidaktahuan. Purusa Arkitektonia itu selalu berada dan mengada.Setiap dari mereka memiliki tugas-tugas sendiri dan syarat cukup serta batas-batas masing masing.jika kita bisa memahami purusa maka kita akan mendapatkan hikmah yang sangat baik.

    ReplyDelete
  7. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Purusa adalah sang penyebab adanya sesuatu, yang menghapus kekosongan, mewujudkan sesuatu, atau menghapus ketidaktahuan. Purusa Arkitektonia itu selalu berada dan mengada.Setiap dari mereka memiliki tugas-tugas sendiri dan syarat cukup serta batas-batas masing masing.jika kita bisa memahami purusa maka kita akan mendapatkan hikmah yang sangat baik.

    ReplyDelete
  8. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Dialog-dialog antara Dhampara dan Ampara yang dipaparkan dalam elegi ini menyelipkan pesan betapa pentingnya mengenal diri sendiri jauh lebih dalam untuk memaksimalkan potensi diri. Memahami karakter dan sifat, mengidentifikasi bakat apa yang kita miliki, bidang apa yang kita minati dan kemampuan apa yang telah kita kuasai. Sungguh, kesemuanya itu jika dimaksimalkan dan diarahkan kejalan yang baik kita akan menjadi kekuatan yang besar bagi kita untuk menentukan arah jalan kehidupan. Jadi, kenali potensi diri dan maksimalkan melalui karya.
    Kita ADA untuk MENGADA, kita MENGADA karena kita ADA. Saya yakin sebaik-baik ADA dan MENGADA adalah memberikan nilai kebermanfaatan tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain.
    “Tidak ada orang yang paling menderita, melebihi orang yang tumbuh tidak menjadi dirinya sendiri, tumbuh tidak menjadi jasadnya sendiri, dan tidak menjadi pikirannya sediri,” (Aidh Al Qarni).

    Sekian, Terima Kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    ReplyDelete
  9. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Dalam elegi ini, tergambar sosok Ampara yang dalam dialognya melontarkan perihal sifat amanah. Masing-masing kita sebenarnya telah memikul yang namanya amanah bahkan sejak kita keluar dari Rahim Ibu. Amanah terhadap sang pencipta, amanah terhadap orang lain, dan amanah terhadap diri sendiri. Kian hari seiring bertambahnya usia, amanah yang kita pikul pun semakin banyak bak rambut yang terus menerus tumbuh meski telah dipotong. Hal yang perlu digaris bawahi adalah sejauh mana kita bertanggung jawab atas setiap amanah yang kita pikul dan menghindari khianat.
    Sekian, Terima Kasih.

    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    ReplyDelete
  10. Dari elegi tersebut PURUSA ARKITEKTONIA di ibaratkan dunia tempat kita berada, saya berpikir bahwa kita hidup di dunia sebagai hamba yang mengikiuti perintah Sang Penguasa. Kita hidup dengan bimbingannya. Semua yang ada di dunia selalu berhubungan dan membutuhkan satu sama lain. Bagaimana cara kita menemukan hakikat kita sebagai manusia yang digambarkan dalam elegi tersebut

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  11. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Purusa diciptakan untuk menjamin bahwa Purusa Arkitektonia itu tetap berada dan mengada. Hal ini menunjukkan bahwa berada dan mengada penting untuk selalu dilakukan. Di sana ditinggali berjuta anggotanya yang nemerlukan berada dan mengada

    ReplyDelete
  12. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Setelah saya membaca elegi tersebut, menurut saya Purusa Arkitektonia bagaikan dunia, dunia sendiri ada dalam pikiran kita. Pikiran kita dianalogikan dengan Ampara, yang selalu berada dan mengada. Di dalam pikiran kita terdapat obyek filsafat yaitu yang ada dan yang mungkin ada. Diri seseorang mempunyai banyak sekali sifat, akan tetapi karena keterbatasan manusia maka perlu adanya reduksi sifat-sifat yang kita tampilkan yang dalam elegi tersebut disebut Dhampara. Jika kita melihat ke dalam diri kita, di dalam pikiran kita ada banyak sekali hal-hal dan sifat-sifat yang kita pikirkan yang kita tidak akan mampu menjelaskan dengan kata-kata.

    ReplyDelete
  13. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kita hanyalah bagian kecil dari ciptaan Tuhan. Di dalam diri kita tersusun atas berjuta-juta bagian yang kita sendiri tak dapat menyadari seluruhnya. Oleh sebab itu kita harus bersyukur dan tidak boleh sombong, sebab kita hanya mengetahui bagian kecil saja dari apa yang Tuhan ciptakan.

    ReplyDelete
  14. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Purusa arkitektonia menggambarkan manusia. purusa sebagaimana manusia yang dilengkapi dengan dhampara, ampara, dan parasda. dhampara menyimbolka pikiran, ampara menyimbolkan hati dan parasda perbuatan. ketiga hal tersebut merupakan hal yang sangat penting dalam keberadaan manusia maka dari itu ketig hal tersebut harus bekerjasama dengan baik agar manusia tersebuut bisa menjadi manusia seutuhnya.

    ReplyDelete
  15. Nuha Fazussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    Dari postigan dia ats, saya mendapatkan pesan tenatng bagaiaman seorng guru harus bisa memberikan/mengajak siswa agar bisa ada dan mengada, agar selalu senang masuk ke dalam kelas dan bisa akbif belajar, senang melalakuakn aktifitas dalam memperoleh ilmu pengetahuan, senang bereksplorasi sebagai tanda bahsa siswa senang dalam proses mengada.

    ReplyDelete
  16. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PENDIDIKAN MATEMATIKA A 2013

    terimakasih Pak atas ilmu-ilmu barunya...
    Setelah membaca elegi di atas, saya mengartikan Purusa Arkitektonia sebagai alam semesta. Ampara, Dhampara, dan Parasda adalah manusia-manusia yang Alah ciptakan. Manusia yang sangat kecil, Allah beri amanah untuk menjaga dan mengelola Purusa Arkitektonia atau alam semesta yang begitu besar. Mandat berat sebagai khalifah tersebut kelak akan dipertanggungjawabkan masing-masing manusia dihadapan pentitahnya.

    ReplyDelete
  17. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ketika kita sudah memiliki rasa bertanggung jawab atas amanah yang telah diberikan maka kita akan melaksanakan amanah tersebut dengan baik. Semua hal yang diadakan memiliki tujuan tertentu sesuai dengan apa yang sudah diamanahkan. Kesadaran atas diri pribadi untuk mempertanggungjawabkan hal yang telah dilakukan akan selalu menuntun kita menuju kebaikan dan jalan menuju tercapainya tujuan. Ketika mendapat masalah dalam menjalankan amanah, maka tempat yang paling tepat untuk mengadu yaitu kepada pemberi amanah. Agar mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya maka perlu bekerja sama dengan baik.

    ReplyDelete
  18. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Purusan Arkitektonia merupakan suatu hal yang selalu berada dan mengada. Dalam proses berada dan mengadanya ia membutuhkan Ampara, Dhampara, dan Parasda yang berarti pikiran, hati dan perbuatan. Dan untuk melakukan tersebut maka antara pikiran, hati dan perbuatan harus saling bekerja sama untuk dapat memaksimalkan apa yang dituju.

    ReplyDelete
  19. Amphara dan Dhampara merupakan sebuah bagian yang kecil, yang belum terhitung jika belum mengada. Mereka belum memiliki satuan dan mudah terpecah-belah. Dhampara dengan kekuatannya dan Amphara pun demikian. Namun Amphara dengan kerendahan hatinya mengatakan bahwa, "aku dan engkau itu hanyalah sebagian kecil dari Purusa Arkitektonia".
    Kekuatan Purusa Arkitektonia juga adalah gambaran besar dari semesta yang luasnya mahadahsyat. Dengan kekuatan Purusa Arkitektonia pun perlu mengada dan berada dalam satu orbitan baik yang ia ciptakan sendiri maupun bagian dari tiap-tiap semesta lainnya.
    Elegi ini menyiratkan makna filsafat paling tinggi dan di dalamnya menaruh elegi lagi yang perlu dipelajari melalui pelbagai makna makin dalam, dan mendalam.
    Terimakasih Prof., atas keilmuan yang mendalam dan bisa dirasakan dengan hati keindahan pula.

    Memet Sudaryanto
    di bawah mendung Kota Solo
    S3 PEP kelas A
    16701261005

    ReplyDelete
  20. Apa sebab paling fatal jika proses mengada itu gagal?
    Bagaimana manusia merencanakan proses mengada agar sampai pada titik finish dengan lancar?
    Menilik mengada sebagai proses yang valid dan reliabel, bagaimana uji sampling dan populasinya?

    Memet Sudaryanto
    di bawah mendung Kota Solo
    S3 PEP kelas A
    16701261005

    ReplyDelete
  21. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Purusa adalah sang penyebab adanya sesuatu, yang menghapus kekosongan, mewujudkan sesuatu, atau menghapus ketidaktahuan. Purusa dapat dipahami sebagaimana brahma, yaitu pencipta semesta, atau yang menjadi sebab adanya semesta

    ReplyDelete
  22. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Contoh Purusa dalam sistem keluarga, purusa adalah kepala keluarga atau orang yang memiliki pengetahuan spiritual paling tinggi, menjadikan keluarga dapat bertahan dengan damai, melangsungkan kehidupan keluarga dan hal lain yang berkaitan dengan hubungan sebagai keluarga.

    ReplyDelete
  23. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dalam sistem manusia, purusa adalah jiwa yang diperoleh melalui proses belajar dan menjadikan seseorang mengetahui sesuatu. Purusa ini menjadikan seseorang bahagia.

    ReplyDelete
  24. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    hal yang dekat dengan kita misalnya dalam sistem pengajaran, purusa adalah guru. Guru adalah orang yang terfokus untuk memberikan ilmu kepada sang murid. Guru memiliki kesenangan jiwa yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan kehidupannya dengan jalan yang baik di luar hubungannya sebagai seorang guru dengan seorang murid. Guru memiliki kenetralan sifat sebagaimana matahari.

    ReplyDelete
  25. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Purusa adalah sang penyebab adanya sesuatu dalam kehidupan ini, purusa adalah sesuatu yang menghapus kekosongan, atau bahkan mewujudkan sesuatu, atau menghapus ketidaktahuan. Purusa dapat dipahami sebagaimana brahma, yaitu pencipta semesta, atau yang menjadi sebab adanya semesta menurut kaum hindu. Manusia bagian dari pengada dan mengada.

    ReplyDelete
  26. Budi Yanto
    1709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Manusia diciptakan adalah untuk mengemban amanah dari Tuhan yaitu mengelola bumi dan seisinya, diberikan akal untuk membangun pengetahuanya. Tidak berhenti pada ruang dan waktu tetapi terus berjalan didalam ruang dan waktu untuk menjalankan aturan-aturan, tugas-tugas yang ada untuk menunjukan eksistensinya sebagai manusia dengan mengada dan menjadi pengada serta berusaha mencapai kebijaksanaan.

    ReplyDelete
  27. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Ampara, dhampara, dan pamida merupakan tiga hal yang slaing berkaitan. tiga hal tersebut berada di dalam diri kita. bagaimana kita melihat dan mengenali diri kita sendiri. ketika kta dapat mengenali diri kita maka hal itu akan membawa manfaat bagi kita. dan jga kita harus bertanggungjawab atas apa yang telah diri kita lakukan.

    ReplyDelete
  28. 16701251016
    PEP B S2

    Perlunya melihat diri sendiri adalah bentuk muhasabah bagi diri, intropeksi diri. Bahwa dalam diri kita ini banyak sifat sifat yang khas. Dalam aspek sosial terkadang kita mengabaikan peran diri, bahkan menuntun peran orang lain mampu seperti apa yang kita harapkan. Menyerukan kenaikan, namun sejatinya dalam diri belum bisa melaksanakan yang diserukan. Akan lebih indah, jika segala sesuatu yang keluar dalam mempengaruhi kehidupan sosial adalah berawal dari diri kita, yang akan dilihat melalui sikap dan tindakan, tanpa perlu berteriak menyerukan. Dari diri kita, untuk masyarakat, hingga dalam lingkungan sosial yang komplek

    ReplyDelete
  29. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sejumlah tugas besar dan penting tak dapat dikerjakan sendirian tanpa bantuan siapa pun. Sebaliknya, bila terdapat sejumlah orang yang siap membantu, niscaya tugas yang sama dapat dikerjakan dengan ringan. Bila seseorang tetap bekerja sendirian, niscaya ia tak akan mampu dan bakal menemui kegagalan dalam mengerjakan berbagai tugas sekaligus. Jarang terjadi, seseorang sendirian saja membangun dan menjalankan sebuah organisasi sosial. Seorang individu tak akan mampu mengurus rumah sakit, sekolah, masjid, panti asuhan, perpustakaan, dan sebagainya tanpa meminta bantuan selainnya. Kenyataannya, seseorang tak mampu sendirian mengelola administrasi dari organisasi apapun.

    ReplyDelete
  30. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Keinginan menjalin hubungan persaudaraan dengan manusia lain merupakan sifat mulia yang tertanam dalam fitrah setiap individu. Namun, hanya melalui pembinaan yang tepat saja, sifat semacam ini dapat dijelmakan. Adakalanya terjadi, sifat yang sangat agung ini sama sekali lenyap dalam diri beberapa orang. Ini tak ubahnya dengan pelbagai naluri yang melekat dalam diri seluruh manusia yang benih-benihnya mulai muncul sepanjang awal masa kanak-kanak, yang bila tidak dipelihara dengan layak, akan terbengkalai atau sama sekali lenyap dari jiwa seseorang.

    ReplyDelete
  31. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sudah menjadi tanggung jawab orang tua untuk menjadikan anak-anaknya bersikap ramah dan bermurah hati kepada sesamanya. Jika orang tua sendiri bermurah hati kepada selainnya, yang terpantul dalam kata-kata dan tindakannya, niscaya anak-anak mereka secara alamiah akan meneladaninya.

    ReplyDelete
  32. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Saat seseorang diberikan tugas-tugas maka dia akan diberikan waktu dan ruang secukupnya. Orang itu juga punya tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas-tigas tersebut sampai tuntas. Jika mengalami kesulitan dan masalah saat proses pelaksanaannya, maka bertanyalah dan berkonsultasi dengan orang yang lebih mampu. Hal tersebut akan membantu kita dalam menyelesaikan tugas. Jangan sampai saat ada kesulitan dan masalah, kita malah menghindarinya justru kita harus siap untuk menghadapinya.

    ReplyDelete
  33. Elegi purusa arkitektonia menggambarkan tiga komponen yang membentuk satu sistem dan saling bekerja sama serta saling berkaitan satu sama lain. Jika diibaratkan diri kita maka ketiga komponen tersebut adalah hati, pikiran dan tubuh kita. Untuk bisa bertindak dan menggerakkan anggota tubuh kita diperlukan satu sistem yang saling mendukung, hati dan pikiran harus selaras. Oleh karena itu, penting sekali mengenali diri sendiri, introspeksi dan menggali potensi. Karena hanya dengan keselarasan antara pikiran dan hati kita bisa mewujudkan pengetahuan dalam perbuatan yang nyata melalui gerak aggota tubuh.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  34. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Dari elegi tersebut, saya menyimpulkan bahwa ampara, dhampara, dan parasda itu merupakan sesuatu yang saling berkaitan satu sama lain agar dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Setiap dari mereka memiliki tugas-tugas sendiri dan syarat cukup serta batas-batas masing masing. Dan jika salah satu dari mereka memiliki kesulitan, maka mereka dapat saling membantu satu sama lain untuk melaksanakan amanah mereka.

    ReplyDelete
  35. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Purusa arkitektonia diibaratkan sebagai manusia yang dilengkapi dengan dhampara, ampara, dan parasda. Pikiran manusia diibaratkan dhampara, hati diibaratkan ampara dan perbuatan diibaratkan sebagai parasda. Perbuatan, hati dan pikiran merupakan bagian manusia yang masing-masing memiliki amanah terhadap tugas dan tanggung jawabnya dalam hidup. Maka haruslah perbuatan, hati dan pikiran harus selalu berjalan harmoni. Salah satu contohnya perbuatan harus dipikirkan dan dipertimbangkan dengan perasaan sebelum dilakukan.

    ReplyDelete
  36. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Hidup ini akan berfaedah saat kita dapat bermanfaat bagi orang lain. Hidup ini juga akan berarti. Kita terdiri dari berjuta-juta sel tubuh yang setiap selnya mempunyai potensi untuk mengembangkan diri. Sayang sekali jika waktu kita yang 24 jam tidak digunakan semaksimal mungkin. Dan ada baiknya kita saling melengkapi kekurangan yang kita temui di kehidupan sehari-hari.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  37. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menurut saya, dalam elegi ini mengajarkan kepada kita akan pentingnya arti kerjasama. Kerjasama dalam mencapai satu tujuan sangat perlu untuk dilakukan agar dapat mencapai hasil yang maksimal. Gunakanlah ruang dan waktu sebaik-baiknya untuk mencapai hasil yang diharapkan.

    ReplyDelete
  38. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Selain itu, elegi ini juga mengandung makna tentang suatu amanah dan tanggung jawab. Amanah dan tanggung jawab yang diberikan kepada kita tentunya harus kita jalankan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan Allah SWT. Semoga kita mampu hidup mengemban amanah dengan baik, baik sebagai individu, makhluk sosial, maupun sebagai hamba Allah SWT yang senantiasa berserah diri pada-Nya.

    ReplyDelete
  39. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Manusia mempunyai kemampuan untuk melakukan mengada dan pengada. Termasuk potensi yang ada pada diri kita sendiri. Kita harus berusaha untuk memaksimalkan potensi yang ada, dan jangan menganggap diri kita tidak bisa melakukan apa-apa. Kita harus bisa membuktikan kepada orang lain dan dunia luar bahwa kita bisa melakukan sesuatu yang luar biasa, yang sebelumnya belum pernah mereka bayangkan.

    ReplyDelete
  40. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Purusa Arkitektonia bisa diartikan dengan pemegang amanah. Purusa Arkitektonia terdiri dari ampara yang merupakan subyek dari pemegang amanah yang lain untuk berada dan mengada, dhampara yang merupakan daerah hasil dari ampara atau bagian dari ampara, dan ada juga parasda yang bertugas membuat program dan melakukan segala kegiatan agar dapat menjamin Purusa Arkitektonia itu tetap berada dan mengada. Sebagai contoh, guru adalah purusa arkitektonia bagi siswanya, guru mengemban amanah untuk berada dan mengada memberikan ilmu kepada siswanya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  41. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Parasda diberikan amanah oleh Ampara dan Dhampara untuk melakukan tugas-tugasnya dengan tanggung jawab yang tinggi. Jika kita diberikan amanah oleh orang lain maka laksanakanlah amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Orang yang memberikan amanah kepada kita mengindikasikan bahwa orang tersebut percaya kepada kita. Maka jagalah kepercayaan tersebut.

    ReplyDelete
  42. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Purusa Arkitektonia adalah tempat tinggal dari beratus-ratus juta angotanya yang juga memerlukan berada dan mengada. Tugas-tuga itu begiru berat dan terdapat ruang dan waktu dalam pelaksanaannya. Untuk melakukannya diperlukan kerjasama dan konsultasi dengan Dhampara agar bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  43. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013
    Elegi Purusa Arkitektonia merupakan elegy yang sangat menarik. Dari elegy ini, saya belajar bahwa setiap orang memiliki banyak potensi. Kadang kita sering merasa bodoh dan tidak memiliki kemampuan apa-apa. Padahal di dalam diri kita tersimpan potensi yang sangat banyak. Kita hanya tinggal mengenali diri kita sendiri, introspeksi diri, dan mengembangkan Potensi yang ada pada diri kita.

    ReplyDelete
  44. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013
    Siswa sangat beranekaragam. Siswa memiliki sifat dan kemampuan yang berbeda. Percayalah setiap siswa memiliki potensi-potensi yang sangat banyak dan beragam. Sebagai guru maupun orang tua kita hanya perlu mengembangkan potensi yang ada dalam masing-masing siswa. Untuk menggembangkannya, guru harus memfasilitasi siswa agar siswa dapat mengolah semua potensinya. Dengan pembelajaran yang bervariasi merupakan salah satu fasilitas yangdapat diberikan oleh guru kepada anak didiknya.

    ReplyDelete
  45. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Arsitektonik atau architectonic memiliki pengertian struktur logis yang diberikan oleh akal. Adanya penyebab sesuatu tersebut yang diproses di akal, sehingga kita terkadang melihat segala hal yang ada diluar, padahal kunci utamanya adalah apa yang kita pikirkan, apa yang kita lakukan dari pengalaman kita, kemudian kita yang membuat struktur itu sendiri terhadap hidup untuk menjadi ada, mengada dan pengada.

    ReplyDelete
  46. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dari Wikipedia, Purusa adalah sang penyebab adanya sesuatu, yang menghapus kekosongan, mewujudkan sesuatu, atau menghapus ketidaktahuan. Purusa dapat dipahami sebagaimana brahma, yaitu pencipta semesta, atau yang menjadi sebab adanya semesta. Contoh: dalam sistem keluarga, purusa adalah kepala keluarga atau orang yang memiliki pengetahuan spiritual paling tinggi, menjadikan keluarga dapat bertahan dengan damai, melangsungkan kehidupan keluarga dan hal lain yang berkaitan dengan hubungan sebagai keluarga.
    Jika saya gabungkan dengan pengertian architectonic yang disampaiakan Mbak AmyBaidi di komentar sebelumnya, maka Purusa Arkitektonia adalah sang penyebab adanya struktur logis yang diberikan oleh akal.

    ReplyDelete
  47. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dalam skala kecil, Purusa Arkitektonia itu dapat berupa diri kita sendiri. Diri kita menjadi pemimpin untuk anggota bagian tubuh, untuk sifat fisik dan non fisik kita. Diri kita sendiri yang mewujudkan keberadaan sifat yang melekat pada diri sendiri.

    ReplyDelete
  48. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    "Ketika aku melihat keluar aku hanya melihat dirimu. Tetapi ketika aku berusaha melihat ke dalam diriku sendiri, aku menemukan banyak hal. Mulanya aku kira diriku itu satu, ternyata diriku itu beratus-ratus." Ini juga dapat kita sebut sebagai refleksi diri atau intropeksi diri. Secara tidak tersirat, elegi ini meminta kita melakukan refleksi diri untuk melihat apa saja yang ada pada diri kita. Tidak hanya melihat di luar diri kita.

    ReplyDelete
  49. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sebagai Purusa Arkitektonia, memiliki tugas yang banyak dan berat. Purusa Arkitektonia itu akan hilang jika hanya berdiam diri. Agar Purusa Arkitektonia itu tetap ADA, maka dia harus MENGADA dan sekaligus menjadi PENGADA.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id