Oct 17, 2012

Elegi Mengintip Pesta Raya Black-hole Diraja (Lanjutan dari Elegi Bendungan Komte)




Oleh Marsigit

Black Hole Diraja

Haha ...hihi... huhu...hehe....aku adalah aku, engkau adalah engkau. Jika engkau belum menyadari, maka itulah pilihanmu. Haha ...hihi... huhu...hehe....aku adalah aku, engkau adalah engkau.


Sadar atau tidak sadar atau belum sadar dirimu itu, bagiku sama saja. Haha ...hihi... huhu...hehe....aku adalah aku, engkau adalah engkau. Aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-hole yang telah aku ciptakan bagi dirimu tanpa kecuali. Aku adalah aku...maka hidupku tidak memerlukan syaratmu. Engkau adalah engkau...maka hidupmu tergantung pada diriku. Aku adalah aku...maka semua kebenaran adalah diriku. Engkau adalah engkau...maka semua dirimu adalah kesalahanmu dan kesalahanku juga. Aku adalah aku...maka kesadaranku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kesadaranmu melampaui kesadaranku. Aku adalah aku...maka kuasaku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kuasa engkau itu di depan diriku. Haha ...hihi... huhu...hehe.... Jikalaulah engkau ingin mengaku-aku di depanku, maka hitung-hitunglah dulu dirimu dan juga diriku. Tetapi apalah artinya engkau menghitung dirimu sendiri, karena yang demikian tidaklah sebanding jika engkau menghitung diriku sedikit saja. Haha ...hihi... huhu...hehe....aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-holeku. Siapa yang selaras dengan diriku maka dia masuklah ke dalam unsur-unsurku. Siapa yang berusaha tidak selaras dengan diriku, maka dia terpaksa dan dipaksa harus menyelaraskan dengan diriku. Haha ...hihi... huhu...hehe....Wahai Black-hole Pragmatism, Utilitarianism, Materialism, dan Hedenism. Aku adalah Black-hole Diraja. Aku adalah rajamu.

Pragmatis:
Ha...ha...ha...ha...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Jika engkau belum menyadari, maka itulah pilihanmu. Ha...ha...ha...ha...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Sadar atau tidak sadar atau belum sadar dirimu itu, bagiku sama saja. Ha...ha...ha...ha...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-hole yang telah aku ciptakan bagi dirimu tanpa kecuali. Aku adalah aku...maka hidupku tidak memerlukan syaratmu. Engkau adalah engkau...maka hidupmu tergantung pada diriku. Aku adalah aku...maka semua kebenaran adalah diriku. Engkau adalah engkau...maka semua dirimu adalah kesalahanmu dan kesalahanku juga. Aku adalah aku...maka kesadaranku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kesadaranmu melampaui kesadaranku. Aku adalah aku...maka kuasaku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kuasa engkau itu di depan diriku. Ha...ha...ha...ha...Jikalaulah engkau ingin mengaku-aku di depanku, maka hitung-hitunglah dulu dirimu dan juga diriku. Tetapi apalah artinya engkau menghitung dirimu sendiri, karena yang demikian tidaklah sebanding jika engkau menghitung diriku sedikit saja. Ha...ha...ha...ha...aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-holeku. Siapa yang selaras dengan diriku maka dia masuklah ke dalam unsur-unsurku. Siapa yang berusaha tidak selaras dengan diriku, maka dia terpaksa dan dipaksa harus menyelaraskan dengan diriku.
Ha...ha...ha...ha...itulah aku Black-hole Pragmatisme.

Utilitarian:
Hihi...hihi...hihi...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Jika engkau belum menyadari, maka itulah pilihanmu. Hihi...hihi...hihi...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Sadar atau tidak sadar atau belum sadar dirimu itu, bagiku sama saja. Hihi...hihi...hihi...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-hole yang telah aku ciptakan bagi dirimu tanpa kecuali. Aku adalah aku...maka hidupku tidak memerlukan syaratmu. Engkau adalah engkau...maka hidupmu tergantung pada diriku. Aku adalah aku...maka semua kebenaran adalah diriku. Engkau adalah engkau...maka semua dirimu adalah kesalahanmu dan kesalahanku juga. Aku adalah aku...maka kesadaranku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kesadaranmu melampaui kesadaranku. Aku adalah aku...maka kuasaku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kuasa engkau itu di depan diriku. Hihi...hihi...hihi...Jikalaulah engkau ingin mengaku-aku di depanku, maka hitung-hitunglah dulu dirimu dan juga diriku. Tetapi apalah artinya engkau menghitung dirimu sendiri, karena yang demikian tidaklah sebanding jika engkau menghitung diriku sedikit saja. Hihi...hihi...hihi...aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-holeku. Siapa yang selaras dengan diriku maka dia masuklah ke dalam unsur-unsurku. Siapa yang berusaha tidak selaras dengan diriku, maka dia terpaksa dan dipaksa harus menyelaraskan dengan diriku. Hihi...hihi...hihi...itulah aku Black-hole Utilitarian

Materialisme:
Hu...hu...hu...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Jika engkau belum menyadari, maka itulah pilihanmu. Hu...hu...hu...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Sadar atau tidak sadar atau belum sadar dirimu itu, bagiku sama saja. Hu...hu...hu...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-hole yang telah aku ciptakan bagi dirimu tanpa kecuali. Aku adalah aku...maka hidupku tidak memerlukan syaratmu. Engkau adalah engkau...maka hidupmu tergantung pada diriku. Aku adalah aku...maka semua kebenaran adalah diriku. Engkau adalah engkau...maka semua dirimu adalah kesalahanmu dan kesalahanku juga. Aku adalah aku...maka kesadaranku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kesadaranmu melampaui kesadaranku. Aku adalah aku...maka kuasaku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kuasa engkau itu di depan diriku. Hu...hu...hu...Jikalaulah engkau ingin mengaku-aku di depanku, maka hitung-hitunglah dulu dirimu dan juga diriku. Tetapi apalah artinya engkau menghitung dirimu sendiri, karena yang demikian tidaklah sebanding jika engkau menghitung diriku sedikit saja. Hu...hu...hu...aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-holeku. Siapa yang selaras dengan diriku maka dia masuklah ke dalam unsur-unsurku. Siapa yang berusaha tidak selaras dengan diriku, maka dia terpaksa dan dipaksa harus menyelaraskan dengan diriku. Ha...ha...ha...ha...itulah aku Black-hole Meterialisme.

Hedonisme:

He...he...he...he...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Jika engkau belum menyadari, maka itulah pilihanmu. He...he...he...he...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Sadar atau tidak sadar atau belum sadar dirimu itu, bagiku sama saja. He...he...he...he...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar sub-black-hole yang telah aku ciptakan bagi dirimu tanpa kecuali. Aku adalah aku...maka hidupku tidak memerlukan syaratmu. Engkau adalah engkau...maka hidupmu tergantung pada diriku. Aku adalah aku...maka semua kebenaran adalah diriku. Engkau adalah engkau...maka semua dirimu adalah kesalahanmu dan kesalahanku juga. Aku adalah aku...maka kesadaranku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kesadaranmu melampaui kesadaranku. Aku adalah aku...maka kuasaku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kuasa engkau itu di depan diriku. He...he...he...he...Jikalaulah engkau ingin mengaku-aku di depanku, maka hitung-hitunglah dulu dirimu dan juga diriku. Tetapi apalah artinya engkau menghitung dirimu sendiri, karena yang demikian tidaklah sebanding jika engkau menghitung diriku sedikit saja. He...he...he...he...aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-holeku. Siapa yang selaras dengan diriku maka dia masuklah ke dalam unsur-unsurku. Siapa yang berusaha tidak selaras dengan diriku, maka dia terpaksa dan dipaksa harus menyelaraskan dengan diriku. He...he...he...he...itulah aku Black-hole Hedonisme.

Black-hole Diraja:
Whuss...wahai Pragmatisme, Utilitarian, Meteriisme dan Hedenisme! Lancang benar engkau dihadapanku! Beraninya engkau bicara black-hole di depanku. Berani pula engkau melantunkan tembang-tembangku di hadapanku. Apakah engkau sudah bosan hidup?

Pragmatisme, Utilitarian, Meteriisme dan Hedenisme:
Wahai sang Black-hole Diraja, janganlah salah paham. Tiadalah diriku semua itu jikalau tidak ada dirimu. Jika aku belum menyadari, maka itulah pilihanku. Sadar atau tidak sadar atau belum sadar diriku itu, bagimu sama saja. Itulah sebenar-benar black-hole yang telah engkau ciptakan bagi diriku tanpa kecuali. Maka hidupmu tidak memerlukan syaratku. Hidupku tergantung pada dirimu. Maka semua kebenaran adalah dirimu. Maka semua diriku adalah kesalahanku dan tiadalah kesalahan bagimu. Kesadaranmu meliputi semua diriku. Maka tiadalah kesadaranku melampaui kesadaranmu. Maka kuasamu meliputi semua kuasaku. Tiadalah kuasa diriku itu di depan dirimu. Jikalaulah aku ingin mengaku-aku di depanmu, maka tiadalah hitung-menghitung yang dapat aku lakukan. Tiadalah artinya aku menghitung diriku di depan dirimu, karena yang demikian tidaklah sebanding jika aku menghitung dirimu sedikit saja. Itulah sebenar-benar black-holeku, yaitu hanyalah unsur-unsur dari diri black-holemu. Diriku yang selaras dengan dirimu maka diriku akan masuklah ke dalam unsur-unsurmu. Diriku yang berusaha tidak selaras dengan dirimu, maka diriku terpaksa dan aku paksa harus menyelaraskan dengan dirimu.

Black-hole Diraja:
Haha ...hihi... huhu...hehe....nah begitu. Puas diriku mendengar semua tremimilmu. Begitulah seharusnya perilaku dan adabnya unsur-unsur. Sehingga, hal yang demikian telah menambah dan membuat Black-hole Diraja menjadi semakin besar, padat dan kuat. Haha ...hihi... huhu...hehe....wahai siapakah yang berani menampakkan diri di depanku, maka sebelum engkau mempunyai niatmu, maka sudah aku sedot dirimu ke dalam black-hole ku, untuk aku jadikan bahan bakarku. Haha ...hihi... huhu...hehe.... wahai Pragmatisme, Utilitarian, Meteriisme dan Hedenisme, silahkan laporkan kemajuan pencapaian program-programmu. Laporkan yang baik dan terbaik, sukses dan tersukses, ..aku hanya ingin mendengarkan yang itu saja. Yang tidak baik, yang gagal, yang bermasalah, ...campakkan saja ke kotak sampah.

Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme:
Wahai Sang Blac-hole Diraja...engkaulah sebenar-benar blakc-hole ku. Perkenankanlah aku menyampaikan perkembangan atau progress report program-programku. Visiku adalah hidup yang praktis. Ukuranku adalah asas manfaat, tindakan dan rasa ingin tahu dan pemanfaatan sumber alam. Bagiku yang benar adalah yang tampak dan yang nyata. yang benar adalah yang bermanfaat. Maka jikalau tiada manfaat maka tiada nilai benar disitu. Aku akan mengerahan secara besar-besaran segenap daya dan upayaku berupa laskar-laskar untuk mengusasai dunia. Akan aku arahkan dunia ke suatu tujuan tertentu, dan telah saya tunjuk pengendali laskar dan sangat patuh (patuh buta) terhadap komandoku. Tujuanku hanyalah tunggal yaitu menggenggam dunia. Oleh karena itu laskar-laskarku akan melakukan pergerakan masive secara linear ke depan, serta akan saya fokuskan kepada hal-hal yang di depan. Yang telah lalu biarlah berlalu. Aku akan mengeksploitasi segenap sumber daya, dengan kompetisi ketat. Siapa yang kalah berkompetisi denganku maka mereka harus menyingkir dan tertinggal. Mereka harus puas menjadi pecundang, sedangkan aku tentu harus memenangkan kompetisi. Maka aku yang menang itulah aku yang berjaya. Barang siapa yang menghalangi laju para laskarku maka akan aku lindas dan libas. Engkau para laskarku tidak perlu melihat persimpangan jalan dan tidak perlu melakukan refleksi. Ingatlah keberhasilanmu adalah untuk keseluruhan, dan keseluruhan bisa diwakili simbol. Tidak perlu tanya jawab ketika engkau sudah berangkat, engkau harus mengedepankan sifat kompetitif dari pada kooperatif. Tidak perlu kompromi terhadap laskar yang lain, dan laskar lain anggaplah kompetitormu. Lebih baik gunakan saja cara-cara yang telah aku berikan kepadamu dari pada ingin mengerti tetapi tidak pernah bisa. Tinggalkan saja residu-residumu. Tetapi ingatlah bahwa engkau memerlukan keseragaman gerak dan langkah, mempunyai pembagian tugas yang ketat, perlu mempunyai kontrol yang kuat. Jangan memikirkan skema untuk kembali. Ukuran keberhasilanmu bersifat kuantitatif dan formal dan engkau haruslah bersifat eksklusif. Ingat paradigmaku: kontrolah dan kuasailah dunia. Hidupmu bersifat real dan kongkret, mekanistis, terstruktur kuat, dan didominasi oleh komunikasi kekuasaanku.

Black-hole Diraja:
Haaha..haha..bagus-bagus. Aku sangat setuju dengan visi, misi dan program-programmu. Teruskanlah.

Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme:
Baik tuan saya teruskan. Carilah filsafat yang selaras denganmu. Engkau itu selaras dengan filsafat diterminism, filsafat vitalism, sejalan dengan paradigma salah benar, anti fallibism. Maknamu itu berada di luar pikiranmu. Engkau juga selaras dengan paradigma behaviorism, selaras dengan psikologi stimulus response. Jangan pikirkan thethek mbgengek psikologi hologram itu. Engkau itu bercirikan external evaluation (UN), bersifat monoculture, rigid, dan absolut. Engkau perlu menyelaraskan diri dengan filsafat realism. Engkau perlu mencari dukungan empiricism. Engkau merupakan tulang punggung utilitarian dan pragmatism. Engkau perlu menyelarasan dengan jargon investasi. Ketahuilah bahwa engkau harus menghasilkan hedonism dan bersifat materialism (dunia). Kebenaranmu saya ukur dari manfaatmu. Kebenaranmu saya ukur dengan kekuasaanku. Engkau harus mencari dukungan metode trial and error dan metode logico empirical hypotetiko. Janganlah tonjolkan jati diri atau identitas diri . Tetapi jati dirimu adalah tertutup oleh jati kelompok. Perangilah relativism. Jika perlu engkau boleh bersikap arogan terhadap alam karena memang engkau aku beri mandat untuk memanipulasikannya.

Black-hole Diraja:
Haaha..haha..bagus-bagus. Aku sangat setuju dengan visi, misi dan program-programmu. Teruskanlah.

Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme:
Baik tuan saya teruskan. Engkau harus menjadi pondamen laskar utilitarian, laskar pragmatism, dan laskar hedonism. Oleh karena itu engkau harus mencari dukungan laskar teknologi, dan laskar naturalis. Jangan memikirkan anak cucu. Masa depan adalah warisan orang tua dan bukanlah warisan cucu. Engkau harus membangun neo empiricism, neo pragmatism, dan pekerjakanlah para juragan dan pemodal. Engkau harus selaras dengan filsafat dan psichology reductionism dan penyederhanaan dan selaras dengan jargon karakter bangsa atau nation building. Jiwamu itu bersifat eksternal. Wadahmu aku pikirkan lebih dulu baru kemudian isimu. Social capital dan economy harus menjadi ukuran yang paling tinggi. Lakukan kontrol ekonomi dari atas. Sedangkan dari bawah anggaplah dia sebagai fakta saja. Engkau harus menyelaraskan diri dengan filsafat strukturalism dan perlu membangun masyarakat struktur kekuasaan- struktur ekonomi–struktur eksploitasi. Dan juga engkau perlu membangun struktur masyarakat kedudukan-kepemilikan-kekuasaan-pemilik modal-pekerja dan buruh. Hukummu adalah hukum sebab-akibat.

Black-hole Diraja:
Haaha..haha..bagus-bagus. Aku sangat setuju dengan visi, misi dan program-programmu. Teruskanlah.
Apakah masih ada?

Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme:
Baik tuan, masih ada. Akan saya teruskan. Engkau itu harus bekerjasama dengan kaum feudalis, masyarakat burgois. Tidak usah pikirkan kerusakan yang ditimbulkan oleh dirimu, karena kerusakan itu memang tidak bisa diperbaharui. Tak usah terlalu peduli dengan normatif, kalau perlu hadapilah para humaniora. Bagiku yang benar adalah yang nyata dan yang terukur. Lempar jauh-jauh apa itu hermeneutika hidup.Untuk spiritual, tempatkan saja pada tataran atau tahapan primitif. Sedangkan teknologi itu merupakan tahapanmu yang paling maju. Ingat bahwa temuan-temuan barumu adalah segala-galanya, dan tidak usah memikirkan akibat-akibatnya. Engkau aku bekali dengan pengetahuan ba posteriori, dengan ilmunya naturewissenschaften. Janganlah pikirkan geisteswissenschaften. Logikamu sangat sederhana yaitu sistem input-proses-output. Leluhurmu adalah Machiavelianism. Engkau bersumber pada filsafat positivism dari Auguste Comte dan St.-Simon. Engkau harus bersinergi dengan John Adam Smith. Bacalah buku Will to Power nya Nietze dan bangunlah enterpreneurship yang agung.Janganhiraukan sindiran Schopenhauer, tetapi perhatikanlah dan pelajarilah ajaran William James, Ranke, Croce, Max Weber, and Meinecke. Lawan saja Nihilismenya Paul Nietze dan Satre. Dan juga lawanlah spiritualism, idealism, dan socio-constructivist. Para tamumu adalah jargon atasan tetapi engkau mempunyai musuh yaitu jargon bawahan. Ingat selalu orientasimu adalah hasil dan standard. Aku tahu bahwa engkau akan ditentang oleh proses dan portfolio. Maka bekerjasamalah dengan penyeragaman dan jangan terlalu bernafsu akan keanekaragaman.

Black-hole Diraja:
Waha..haha. Bagus..bagus. aku sangat puas dengan kinerjamu semua. Itulah sebenar-benarnya diriku bahwa diriku dan dirimu merupakan laskar Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme. Aku telah berangatkan engkau semua sejak jaman modern untuk menguasai dunia. Sekarang kita sudah hampir sempurna menguasai dunia. Siaakah yang berani menentangku? Maka akan aku hancurkan dia sebelum dia sempat memikirkannya. Wahai para Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme yang sangat aku banggakan, marilah kita menyelenggarakan pesta kemenangan kita. Berdoalah untuk melanggengkan kekuasaan kita.

34 comments:

  1. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Black hole dan pragmatisme, utilitarian, meterialisme dan hedonisme mempunyai sifat yang sama yaitu keburukan. Sama-sama ingin menjadi penguasa dan serta memberikan keburukan bagi mereka yang ada didekatnya. Pengaruh dari kesemua itu buruk dan tersamarkan maka dari itu kita harus berhati-hati dalam memilah-milah atau menyaring yang baik dan yang buruk. Dan yang lebih tepatnya lagi untuk lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta.

    ReplyDelete
  2. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Elegi di atas menggambarkan dunia yang telah termakan oleh blackhole. Kesenangan duniawi merupakan godaan yang terbesar bagi manusia tanpa peduli bahwa kesenangan duniawi pada dasarnya memiliki keterbatasan ruang dan waktu. Manusia adalah makhluk yang tidak sempurna dan memiliki banyak kelemahan. Manusia selalu berorientasi untuk menutupi kelemahan dan mencari sesuatu yang dapat digunakan untuk mengesampingkan kelemahan tersebut. Dunia ini memiliki daya tarik/ pesona yang sangat besar, sehingga jangan pernah malu untuk menyangkal bahwa kita selalu membutuhkan hal-hal yang lebih baik, lebih hebat, lebih besar, dan lebih-lebih lainnya. Oleh karena itu kita dibekali ilmu spiritual, dimana kita diminta untuk memiliki kesadaran dan kemauan untuk bisa merima kekurangan dan kelemahan untuk dapat dikembangkan menjadi kelebihan.

    ReplyDelete
  3. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Elegi mengintip pesta raya black hole, menjadi penguasa adalah keinginan segelintir orang yang ingin menguasai manusia. Dengan menjadi penguasa, seseorang bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jika mereka memiliki niat yang jahat, maka amanah sebagai penguasa akan disalah gunakan. Dan jika dia memiliki niat yang baik, maka dia pun akan menjadi orang terpandang dan dicintai oleh rakyatnya. Namun, sebagai penguasa terkadang bisa menjadi black hole bagi bawahannya, karena godaan yang banyak yang menghampirinya. Jika tidak kuat spiritual, maka akan tergoda oleh tipu muslihat syaitan

    ReplyDelete
  4. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Dalam elegi ini dapat kita ketahui bahwa ciri-ciri anggota black hole diraja adalah pragatisme, utilitarianisme, matreslisme, dan hedonism. Tujuan mereka adalah untuk menguasai dunia dengan cara-cara mereka, yang tanpa keadilan, penuh penyederhanaan, dan dengan sadar maka lama kelamaan akan menjadikan dunia di bawah kekuasaannya. Sebagaimanayang telah kita ketahui bahwasanya di dalam hidup ini, sebaiknya senantiasa bersikap jujur, adil, melaksanakan kebaikan-kebaikan dan berusaha untuk menjauhi segala larangaNya. Sehingga nantinya kebaikan kebaikan inilah yang dengan sendirinya dapat bertahan dan dapat menghalang datangnya anggota black hole diraja yang mempunyai ciri pragatisme, utilitarianisme, matreslisme, dan hedonism.

    ReplyDelete
  5. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Secara harfiah, Lubang hitam atau Black Hole adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Black Hole diraja merupakan pemusatan massa dari unsur-unsur powernow yaitu Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme. Kita bisa keluar dari black hole apabila kita bisa menyesuaikan diri dalam ruang dan waktu dengan menggunakan ritual ikhlas.

    ReplyDelete
  6. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Sekarang kita hidup dalam kehidupan kontemporer, yaitu kehidupan pragmatis, utiliitarian, materialisme, hedonisme, dan lain sebagainya. Jika kita tidak bisa mengatur kehidupan kita dengan baik dalam dunia kontemporer ini, maka kita akan menjadi manusia yang tidak baik atau yang dalam elegi di atas kita terhisap dalam black hole.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  7. Nur Dwi Laili Kurnawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Saat ini kita hidup di dunia yang dikuasai black hole diraja. Black hole diraja telah menciptakan pragmatisme, utilitarian, materialisme, dan hedonisme yang saat ini meracuni dunia. Pragmatisme, utititarian, materialisme, dan hedonisme telah mengeksploitasi segenap sumber daya dengan kompetisi ketat. Mereka membuat manusia harus tunduk dengan kuasa mereka. Siapa yang tidak tunduk akan mereka lawan dan mereka hancurkan. Sebenar- benar lawan mereka adalah spiritualism, idealism, dan socio-constructivist. Maka untuk melawan mereka, tingkatkanlah spiritualism, dekatkan diri dengan Tuhan, bangunlah idelism yang kuat dalam diri.

    ReplyDelete
  8. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Disaat kita berorientasi hanya pada hasil dan standard, dan berusaha melakukan penyeragaman, maka sebenarnya kita telah masuk ke dalam unsur-unsur black hole Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedenisme, dan tanpa sadar kita akan terhisap masuk ke dalam Black-hole Diraja. Tentunya sebagai calon-calon pendidik masa depan kita harus berhati-hati dalam mengambil sikap karena kita sebagai subjek akan mempengaruhi siswa-siswa yang menjadi objek kita, jangan hanya menilai mereka dari hasil dan standart dan membuat siswa-siswa yang beraneka ragam karakter dan kemampuan menjadi seragam.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  9. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Pragmatisme, Utilitarianisme, Materialisme, dan Hedonisme dengan segala cara dan upaya telah berhasil menguasai pola kehidupan penghuni bumi. Sedangkan mereka Pragmatisme, Utilitarianisme, Materialisme, dan Hedonisme dikuasai oleh 'blackhole', yaitu tujuan utama dari sikap para powerNow. Mereka dapat menguasai dunia karena ilmu pengetahuan mereka, namun ilmu pengetahuan mereka hanyalah menggunakan pikiran saja, kalaupun tidak hanya pikiran, mereka memperoleh ilmu pengetahuan berdasarkan potensi, keterampilan, dan pengalaman mereka, namun mereka melupakan hati. Itulah mengapa mereka menguasai dunia dengan kekejaman, hanya karena kepentingan pribadi mereka.

    ReplyDelete
  10. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Dari membaca elegi di atas terlihat bagaimana upaya black-hole diraja ingin menguasai dunia dengan memanfaatkan pragmatism, ultitarian, materialism, dan hedonism.Apa yang ditawarkan oleh black-hole diraja adalah hal-hal yang bersifat kenikmatan dunia yang akan sangat mungkin bagi kita manusia untuk tergoda dan terjebak sebagai pengikut black-hole diraja, karena itu perlunya kita memiliki iman yang kuat kepada Tuhan YME agar kita tidak terpengaruh akan kehidupan dunia dan menyadari bahwa kenikmatan hidup yang sebenarnya adalah ketika kita mampu menjamin kehidupan yang bahagia di dunia akhirat.

    ReplyDelete
  11. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Manusia adalah makhluk yang tidak sempurna dan memiliki banyak kelemahan. Manusia selalu berorientasi untuk menutupi kelemahan dan mencari sesuatu yang dapat digunakan untuk mengesampingkan kelemahan tersebut. Saat ini kita hidup di dunia yang dikuasai black hole diraja. Black hole diraja telah menciptakan pragmatisme, utilitarian, materialisme, dan hedonisme yang saat ini meracuni dunia. Pragmatisme, utititarian, materialisme, dan hedonisme telah mengeksploitasi segenap sumber daya dengan kompetisi ketat.

    ReplyDelete
  12. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Sumber segala problematika yang menimpa kehidupan bangsa ini dari berbagai aspek kehidupan adalah kemunafikan para subyeknya. Baik itu subyek pendidikan, pemerintahan, atau lainnya.Jiwa ksatria jauh dari realitas para pelaku penggerak kehidupan bangsa.menjadi penguasa adalah keinginan segelintir orang yang ingin menguasai manusia. Dengan menjadi penguasa, seseorang bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jika mereka memiliki niat yang jahat, maka amanah sebagai penguasa akan disalah gunakan.

    ReplyDelete
  13. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Black Hole merupakan lubang hitam yang mempunyai gaya gravitasi yang sangat kuat yang mampu menarik benda-benda angkasa masuk ke dalamnya. Black hole dalam kehidupan khususnya kehidupan dunia yang kontemporer saat sekarang ini dapat dianalogikan sebagai kekuatan powernow untuk mempengaruhi masyarakat dunia agar termakan dan terjebak di dalamnya. Powernow menyimbolkan kekuatan yang cukup besar yang mempunyai tujuan untuk menguasai dunia ini. Salah satu cara negara-negara powernow menguasai dunia adalah dengan mengusai pemikiran orang-ornag melalui pengetahuan ataupun menjauhkan masyarakat suatu negara dari budaya dan agamanya. Power now menggunakan berbagai macam alat untuk mewujudkan tujuannya tersebut antara lain : kapitalisme, materialisme, liberalisme, pragmatisme, utilitarian, hedonisme yang kesemua itu tentunya didukung oleh perkembangan ICT.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  14. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme. Merupakan pandangan-pandangan pemikiran empirisme, berorientasi hasil dan standar, selalu melihat terhadap objektiftasnya. Segala galanya adalah seseuatu yang bisa dukur dan itulah kenyataannya. sebab akibat sebagai landasan keyakinan tidak menjadi perhatiannya. Kelompok ini semua adalah kelompok empirisme, bahwa kebenaran adalah keadaan yang nyata, dan itulah kebahagiaan mereka.

    ReplyDelete

  15. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Spiritualism, idealism, dan socio-constructivist. Merupakan kaum rasionalisme yang mengukur kebenaran berdsarkan hukum sebab dan akibat atas segala sesuatu. Kebenaran yang dibangun menggunakan objek pikirnya untuk menemukan hakikatnya sesuatu. Tidak selalu berorientasi hasil dan standar. Namun berorientasi pada proses berpikir untuk menemukan kebenaran.

    ReplyDelete
  16. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Kata yangs ering diulang-u;ang dalam elegi di atas adalah “Engkau adalah engkau”. Bicara filsafat, maka filsafat itu adalah dirimu sendiri (seperti yang diutarakan Bapak Prof. Dr. Marsigit, MA dalam perkuliahan filsafat pertama kali di kelas kami).

    Namun yang sangat kontradiksi bagi saya adalah mengapa Black Hole Diraja digambarkan dengan stigma negatif dalam dirinya yang merupakan laskar dari Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme. Na’udzubillah jika sampai hal-hal tersebut menguasai dunia.

    ReplyDelete
  17. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Sekarang, kita hidup di zaman modern. Seperti yang disampaikan pada elegi di atas bahwa pragmatisme, utilitarian, meterialisme dan hedonisme telah dikirim ke zaman modern untuk menguasai dunia. Secara tidak langsung ketika kita lebih mementingkan kehidupan di dunia, kita telah dipengeruhi oleh pragmatisme, utilitarian, meterialisme dan hedonisme. Oleh karena itu, kita harus terus menerus meningkatkan keimanan pada Allah SWT agar tidak mudah dipengaruhi.

    ReplyDelete
  18. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Seperti halnya black hole yang merupakan pusat masa yang menghasilkan gaya gravitasi yang besar, pada kehidupan sekarang ini, budaya pragmatis, utilitiaris, materialis, dan hedonis telah memikat banyak orang. Baik masyarakat, pemimpin, maupun para pemuka agama di negeri ini, kebanyakan telah merasa terhibur dan nyaman dengan budaya tersebut. Kita lebih memilih hidup praktis dan yang penting bermanfaat. Kejadian ini seperti halnya yang telah dicita-citakan oleh kehidupan kontemporer. Berbagai macam teknologi telah diciptakan untuk mempermudah kehidupan kita namun membuat kita lupa beribadah. Kita tidak dapat menghindari kejadian ini, tetapi kita masih dapat berupaya untuk lebih bijak dalam menghadapinya. Misalnya menggunakan teknologi tetapi untuk meningkatkan spiritual, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  19. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Black Hole, seperti di gambarkan pada elegi di atas merupakan sesuatu hal yang tidak baik, seperti halnya Blak hole yaitu Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme, merupakan satu kesatuan dari istilah back hole di atas, dan seperti sifat blach hole yaitu menyerap segala yang ada di sekitarnya, dan janganlah kita sampai seperti black hole diatas yang merupakan lambang keburukan dan kesombongan.

    ReplyDelete
  20. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Seorang penguasa yang mempunyai ambisi yang besar serta haus akan kekuasaan, selalu ingin menjadi yang paling berkuasa diantara yang lain yang menghalalkan segala cara untuk menggapainya digambarkan seperti Black – hole, sehingga disebut Black Hole Diraja. Adanya sosok manusia yang sombong dan angkuh semacam itu membuat kita bercermin bahwa diri kita sesungguhnya adalah black hole bagi golongan orang-orang yang di bawah kita. Bisa jadi kita sebagai mahasiswa adalah black hole bagi seorang anak kecil yang belum mempunyai pengetahuan setinggi kita. Melalui kesadaran dan kesediaan untuk menerima kekurangan, semoga manusia mampu untuk mulai mengubah dirinya menjadi lebih bijaksana lagi.

    ReplyDelete
  21. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Inilah gambaran dari krisis yang kita alami. Sadar tidak sadar kita akan terhisap oleh black-hole itu. Seperti yang telah aku sebutkan sebelumnya, bahwa sekeras apapun kita mengutuk hasil-hasil pemikiran Comte, kita sebenarnya sedang mengutuk diri kita sendiri. Sadar ataupun tidak sadar. Namun kita tidak boleh berputus asa dan berpangku tangan. Kita tetap harus berikhtiar dan berijtihad, seraya memohon perlindangan atas fitnah akhir zaman.

    ReplyDelete
  22. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Moral strength is the experience of excessive and idiosyncratic desires that are
    nevertheless resisted; the morally strong person knows the good and masters their desires
    accordingly. Like moral strength, moral weakness involves the experience of excessive
    and idiosyncratic desires, but unlike the morally strong the morally weak person gives in
    to these desires; the morally weak person knows the good but does what is wrong.
    Aristotle discusses various possible causes of moral weakness. One is the overpowering
    of reason by desire common among the young who lack habituation to virtue. Another
    cause is the effeminacy or softness characteristic of women and womanly men. I argue,
    however, that the most interesting cause of moral weakness in Aristotle‟s account is
    theoretical thinking or philosophy.

    ReplyDelete
  23. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Pola pikir pragmatis, utilitarian, amterialisme, dan hedonisme muncul setelah peradaban islam runtuh pada 03 Maret 1924 di Istambul, Turki yang dihancurkan oleh Musthafa Kemal Attaturk dengan cara propaganda2 destruktif yang terus diluncurkan kepada warga negara daulah islam. Musthafa kemal merupakan kaki tangan inggris, yang memang dari awal sangat membenci islam dan kaum muslim. Setelah runtuhnya peradaban islam, maka dunia mengalami kegoncangan, dan setelah itu kapitalisme menggantikan peradaban islam secara paksa oleh agen barat.

    Dari kapitalisme inilah, mulai muncul kerusakan-kerusakan dalam segala lini kehidupan. Kapitalisme itu merupakan sebuah ideologi yang berasal dari akal manusia yang lemah dan terbatas. Dari kapitalisme pula muncul pemikiran-pemikiran destruktif seperti Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme. Hal inilah yang menjadi permasalahan dunia sat ini, karena ideologi kapitalisme lah dunia kini berada dalam masa yang “gelap”. kapitalisme hanya bisa dilawan dengan ideologi tandingannya, yaitu islam. Karena itulah barat berusaha untuk meredam gejolak kebangkitan islam dengan menghembuskan pandangan yang destruktif kepada kaum muslim dan memberi “stempel” teroris kepada pejuang islam yang mengusik kepentingannya.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  24. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Banyak ilmuan sains yang memperdebatkan misteri yang ada dibalik blcak hole/lubang hitam dimana mereka memilki kecurigaan bahwa angkasa luar kita bolong yang katanya bisa nyedot semua zat dan segala sesuatu yang ada di sekitarnya namun di elegi ini kita dihadapkan dengan konteks black hole sebenar-benarnya yang patut kita curigai dan waspadai agar tidak terjadi dalam, diri kita karena dampaknya sangat berbahaya yaitu pragmatism,materialism,utilitariaism dan hedonism, kecurigaan ini melebihi isu para sains terkait black hole di galxy. Maka dari itu kita perlu merefleksi diri secara intensif dan ekstensif apakah dalam diri kita ada lubang hitam berupa pragmatism,materialism ,utilitariaism dan hedonism? Jika ada kita perlu menutup lubang itu dengan doa karena jika tidak lubang hitam ini akan membuat diri kita menjadi pribadi yang tidak beraturan dimna hati dan pikiran kita akan selalu bertabrakan satu sama lain sehingga bisa menimbulkan ketidakberaturan dalam menjalani hidup

    ReplyDelete
  25. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Pragmatisme, Utilitarian, Meteriisme dan Hedenisme hanyalah memikirkan apa yang akan kita dapat sekarang saja. Yang nanti urusan belakangan. Tidak sempat memikirkan dunia selanjutnya. Dunia adalah dunia yang sekarang yang penuh dengan paham-paham mereka. Menciptakan yang tidak biasa menjadi biasa. Yang benar menjadi salah. Mengubah kekontinuan dunia menjadi fokus pada dunia. Jangan sampai kita menjadi terjerumus. Naudzubillah.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  26. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Elegi di atas menggambarkan dunia yang telah termakan oleh blackhole. Kita sendiri sebagi manusia banyak yang tidak sadar dengan kehadirannya yang telah menenggelamkan kita. kesenangan duniawi adalah daya tarik terbesar. Sadarilah bahwa kita hidup di dunia dan kita tidak harus menyangkalnya. Mengakui bahwa kita adalah makhluk yang tidak sempurna dan manusia mendambakan kebesaran. Melalui kesadaran dan kesediaan untuk menerima kekurangan, kami mampu untuk mulai mengubah diri kita sendiri. Kesadaran yang akan mulai mengubah hidup kita untuk mulai naik merenovasi lubang dalam hidup kita dan mengajarkan kita untuk tidak lari dari masalah dan kekurangan.

    ReplyDelete
  27. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Black hole diraja mengibaratkan seorang penguasa yang memiliki sifat pragmatism, utilitarian, materialism, dan hedonism serta mengesampingkan sisi spiritualitas diri. Dimana sifat tersebut menjadikan ia sebagai penguasa yang diktator dengan tujuan satu-satunya adalah menguasai dunia. Segala cara ditempuh agar tujuannya tercapai, beberapa hal yang dilakukannya adalah dengan cara mengeksploitasi segenap sumber daya, menganggap kebenaran hanya dapat diukur dari kebermanfaatan dan kekuasaan, semena-mena terhadap orang lain dan lebih mementingkan diri sendiri. Setiap orang dapat menjadi blackhole jika dirinya tidak di landasi oleh spiritualitas diri sehingga dengan begitu ia tidak dapat mengontrol hawa nafsu dan munculah sifat-sifat determist tersebut. Maka agar dapat terhindar dari sifat-sifat black hole diraja tersebut, hendaknya membentengi diri dengan spiritualitas, keyakinan yang kuat terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan dapat mengontrol hawa nafsunya.

    ReplyDelete
  28. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum
    laskar Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme yang diturunkan dari filsafat positivism august compte telah memegang sebagian dari dunia saat ini seperti tidak ada yang berani menentang. Namun saya kira sebagaimana kisah Musa Alayhissalam yang hadir ditengah-tengah kaum fir’aun sendiri bahkan didalam singgasana fir’aun dan dengan izin tuhannya telah berhasil menumpahkan kekuasaan hitam fir’aun, ada seorang cendekiawan muslim berkta bahwa saat ini musa-musa sedang tumbuh dan berkembang ditengah-tengah kaum compte sendiri. Saya kira menjadi manusia yang taat akan tuhan adalah jalan terbaik menghadapi orang-ornag seperti laskarnya kaum compte tersebut.

    ReplyDelete
  29. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Hal-hal duniawi yang ditawarkan powernow seperti pragatisme, utilitarianisme, matreslisme, dan hedonism merupakan godaan terbesar bagi manusia. Manusia itu sifatnya tidak sempurna karena yang sempurna hanyalah Tuhan. Maka bisa ada bahkan besar kemungkinan manusia terjerumus dalam hal tersebut. Untuk tidak terjerumus pada hal-hal tersebut manusia harus senantiasa berpikir secara filsafat, menguatkan spiritual, bersikap jujur, adil, dan berusaha melaksanakan segala kebaikan-kebaikan.

    ReplyDelete
  30. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Ketika diri kita telah dikuasai oleh hawa nafsu, maka kita akan semakin menjauh dari Allah. Tindakan buruk yang kita lakukan terlihat baik di mata kita, hati menjadi tertutup sehingga tidak bisa lagi menerima nasihat dari orang lain yang ingin mengembalikan kita ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  31. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016



    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh

    Dunia memang memabukkan dan melenakan. Godaannya mampu membuat manusia lupa dan lalai. Elegi diatas menunjukkan keserakahan blackhole (pragmatism, utilitarian, materialism, hedonism) yang kini mulai menggerogoti pikiran manusia. Orientasi selalu kepada yang instan, materi dan memuaskan. Padahal kita tahu bahwa apapun hal di dunia itu tidak ada yang permanen. Kesenangan maupun kesedihan adalah hal yang sementara. Maka, kita harus bijak dalam mengambil sikap. Jangan sampai lalai dan tergoda oleh setan. Ini berbahaya. Semoga Allah membimbing kita semua untuk belajar dan mendekat padaNya sehingga kita terhindar dari godaan setan terkutuk. Aamiin.


    Terimakasih.

    ReplyDelete
  32. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Tidakkah kita pernah berkaca bahwa diri kita sesungguhnya adalah black hole bagi golongan orang-orang yang di bawah kita. Bisa jadi kita sebagai mahasiswa adalah black hole bagi seorang anak kecil yang belum mempunyai pengetahuan setinggi kita, dan sebagainya. Itulah gambaran diri kita yang belum mampu mengendalikan keadaan sombong layaknya black hole karena terkadang black hole menawarkan kenyamanan melalui kesesatan. Namun kembali lagi bahwa hidup ini pilihan dan hanya melalui doa kita mampu membuat hidup ini menjadi suatu pilihan yang positif.

    ReplyDelete
  33. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi di atas, yang dapat saya tangkap adalah saat ini kita hidup di zaman modern. Pragmatisme, utilitarian, meterialisme dan hedonisme telah dikirim ke zaman modern untuk menguasai dunia. Secara tidak langsung ketika kita lebih mementingkan kehidupan di dunia, kita telah dipengaruhi oleh pragmatisme, utilitarian, meterialisme dan hedonisme. Oleh karena itu, kita harus terus menerus meningkatkan keimanan pada Allah SWT agar tidak mudah dipengaruhi dan berusaha menghindari racun yang telah d sebar di lingkungan kehidupan agar tidak termakan.

    ReplyDelete
  34. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Pragmatisme, utilitarianisme, materialisme, dan hedonisme telah menguasai dunia, menguasai kehidupan masyarakat. Sebagai contoh pragmatisme dalam kehidupan pendidikan kita. Ketika melaksanakan UN, untuk mendapatkan nilai bagus siswa dapat saja membawa kunci jawaban. Tentu saja hal itu tidak sangat lah tidak baik. Kemudian utilitarianisme dalam kehidupan kita contohnya PT Freeport Indonesia perusahaan luar negeri yang berada di Papua. Perusahaan tersebut lebih membawa kentungan atau kebermanfaatan untuk pihak luar negeri, dibandingkan pihak kita Indonesia.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id