Oct 10, 2012

Elegi Menggapai "Ontology of Teaching"




By Marsigit

This article means just for experienced teachers and not for the novice and also not for the pupils; however this will be useful for the students who are studying philosophy of eduation.



The ontology of teaching lies behind the scene of teaching. Behind the scene of teaching means somethings that can not be seen and can not be observed directly through our sensory.

Thus ontology of teaching is only thought by our minds. So, it is in your mind.

In order to understand the Ontology of Teaching need to unover the meaning of the following terms:

Concept, structure, superserve, subserve, intuition, apodictic, idea, sense, empirical, judgment, analytic, synthetic, abstraction, idealization, architectonic, isomorphic, analog, critical, value, ontological, epistemological, internal, external, transcendent, constructive, a prior, a posteriori, school, faculty, limit, beyond, subjective, objective, omnijective, characters, empty, determinism, subject, object, predicate, right, wrong, coherent, corespondent, absolute, relative, fallibism, monism, dualism, pluralism, formal, material, normative, actual, potential, teleology, amphibol, ambivalent, contradiction, anomaly, induction, deduction, hermeneutics, phenomenology, noumena, develop, hologram, autonomy, parallogicism, idealism, realism, naturalism, rationalism, analog, teleology, accident, dynamic, category, judgment,absolutism,relativism,principle, axiology, world, cosmology, spirit, soul, fourth dimension, time, space, proposition, quality, quantity, awareness, meaning, definition, orientation, contradictory, anomaly, change, foundation, consistent, coherence, metaphysic, epoche, fatalism, progressive, utility, pragmatism, idol, esse est percipi, perception, ground, intrinsic, extrinsic, systemic, minds, thinking, paradox, schema, antinomi, univocal, equivocal, reflective, effort, power, directed, guided, common sense, humanism, spiritualism, assumption, pre-assumption, formalism, logicism, positivism, comtemporary, modern, posmodern, renaisanse, neo platonism, platovism, platonic cave, ethic, aesthetic, experience, dream, finite, infinite, infinite regress, beginning, lasting, quality, single, rigor, validity, sustainability, two oneness intuition, twin, exploit, create, extacy, meditation, soul, critical, scepticism, pure reason, impure reason, duty, expose, purpose, naturalism, instantly, instrumentalism, hedonism, nihilism, substance, existensialism, to be, being, being qua being, being qua having,anti, content, frame, material approach, formal approach, brain storming,cyclic, the principle of identity, competent, conformity, simplicity, architectonic, logos, myth, symbolic, example, perfectly, convergent, divergent, belong to, clarity, vogue, distract, temptation, given, holistic, history, harmony, gegenwishensaften, das sein, das sollen, naturwissensaften, prima causa, forma, bulying, premis, conclusion, author, in between, socio-constructivist, idle inside, moving inside, idle outside, moving outside, pseudo, message, discreet, continue, boundary, limit, material, genesis, definition, conjencture, context, artefact, genious, theory, practical, stream, grand, narration, stage, life after life, create, axiomatic, commensurable, transform, power, enculture, imbeded, ground, search, missing link, connected, refer, ready, related, break down, consecutive, exchange, burden, obliged, initiate, follow, nuance, atmosphere, enthusiastic, behave, skill, experience, knowledge, anecdote, syllogism, general, universal, example, model, hero, ethnic, ethnographic, extend, dark room, shadow, light, candle, ladder, zone, proximal, role, dominate, passion, prima facie, unique, pass, pass away, long life, paradigm, communicate, sink, single, multiple, chronology, time line, dependent, independent, effect, indiscriminate, in purpose, actualization, esteem, proud, competition, collaborate, global, pole, direct, dream, vision, freedom, attach, append, ambiguous, just, wisdom, proportion, position, willingness, indirect, leisure, convince, struggle, trust, committed, open, closed, ending

Think them intensively and extensively.

23 comments:

  1. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Dalam elegi menggapai "ontology of teaching" ini, menjelaskan tentang ontology dari kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran, terkadang guru tidak dapat melihat secara langsung apa yang dilakukan oleh siswa melalui panca indra. Sehingga, ontology mengajar adalah apa yang ada dalam pikiran guru tersebut. Dalam mengajar, guru harus memahami banyak hal yang harus dilakukan, agar menjadi seorang guru yang professional. Guru tidak hanya sekedar transfer of knowledge, namun guru harus mampu membangun semua yang ada pada diri siswa, sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih bermakna.

    ReplyDelete
  2. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Ontologi mengajar hanya bisa dipikirkan oleh pikiran kita bukan oleh indera sensorik kita semata. Hal tersebut bisa kita pelajari dengan mengenal istilah istilah yang berkaitan dengan ontology mengajar contohnya adalah struktur, orientasi, systemic. Bahwa mengajar membutuhkan struktur dan persiapan, bahwa mengajar membutuhkan tujuan yang akan dicapai dan harus dilakukan secara sistematis sejak pra, proses dan pasca mengajar. Maka mengajar adalah salah satu tugas setiap manusia. Tugas mulia.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  3. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B
    Ontologi membahas tentang yang ada, yang tidak terikat oleh satu perwujudan tertentu. membahas pula tentang yang ada yang universal, menampilkan pemikiran yang ada dan yang mungkin ada. Ontologi berupaya mencari inti yang termuat dalam setiap kenyataan. Dalam rumusan Lorens Bagus; menjelaskan yang ada yang meliputi semua realitas dalam semua bentuknya. Objek telaah ontologi adalah yang ada. Studi tentang yang ada, Ontologi banyak digunakan ketika kita membahas yang ada didalam konteks filsafat ilmu.

    ReplyDelete
  4. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Fungsi ontologi dalam pengajaran tidak lepas dari konteks aslinya, yaitu makna yang terkandung di dalamnya. Pengajaran sebagai suatu aktifitas dimaknai sebagai keadaan. Ontologi dalam pengajaran memberikan makna bahwa kenyataan dalam trasnformasi pengajaran mengedepankan fungsi universal kemampuan pendidik untuk mencapai tujuan dalam pengejarannya, sehingga sangat diperhatikan kebenaran dan aplikasinya.

    ReplyDelete
  5. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Ontologi dalam sisi menurut objek formal ontologi, pada hakikatnya adalah seluruh realitas. Terhadap pendekatan kuantitatif, realitas berperan sebagai kuantitasnya atau jumlahnya. Abstraksi dalam ontologi, menjelaskan tentang: abstraksi fisik, abstraksi bentuk, dan abstraksi metaphisik. Abstraksi fisik menampilkan keseluruhan sifat khas sesuatu objek; sedangkan abstraksi bentuk mendeskripsikan sifat umum yang menjadi cirri semua sesuatu yang sejenis.

    ReplyDelete
  6. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Ontologi merupakan bagian filsafat yang mempelajari masalah hakekat: hakekat dunia, hakekat manusia, termasuk di dalamnya hakekat anak/peserta didik. Ontologi secara praktis akan menjadi persoalan utama dalam pendidikan. Karena anak bergaul dengan dunia sekitarnya, maka ia memiliki dorongan yang kuat untuk memahami tentang segala sesuatu yang ada. Seorang guru seharusnya mengetahui hakekat manusia, khususnya hakekat peserta didik. Hakekat manusia adalah makhluk jasmani, rohani, individual, bebas, dan menyejarah. Sehingga dalam PBM matematika harus juga diterapkan unsur pendidikan karakter yang dapat membentuk karakter anak/peserta didik sebagai individu yang berkepribadian baik.

    ReplyDelete
  7. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Ontologi dari pembelajaran berada di belakang tempat dari pengajaran. Di belakang tempat dari pembelajaran berarti sesuatu yang tidak dapat dilihat yang tidak dapat diobservasi secara langsung melewati alat indera kita.

    Jadi, ontologi pembelajaran bersifat abstrak. Karena ontologi adalah apa yang guru pikirkan terhadap sebuah pembelajaran. Tentang bagaimana guru membuat rancangan pembelajaran, memikirkan cara untuk mencapai tujuan belajar, bagaimana cara guru bisa menjadi ‘role model’ bagi siswa, bagaimana guru menanamkan akidah dalam diri siswa, dan bagaimana agar siswa dapat menguasai IPTEK. Tentu hal ini merupakan tugas yang tidak ringan bagi guru. Namun, seyogyanya guru akan berusaha merealisasikan perannya agar ia mampu untuk membimbing siswa seperti apa yang sudah dicita-citakan.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  8. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Pengajaran merupakan kegiatan yang sangat penting dan berpengaruh besar terhadap dunia pendidikan, tanpa pengajaran proses belajar mengajarpun tidak akan terlaksana karna proses belajar mengajar berinduk pada pengajaran yang didalamnya terdapat system metode dan cara penyampaian ilmu kepada si anak didik supaya apa yang disampaikan dapat diserap dan dapat diperaktekan kedalam dunia nyata.

    ReplyDelete
  9. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    dalam pengajaran pada dasrnya adalah membantu siswa dalam belajar dan mengkonstruk pengetahuan mereka dengan berpikir secara sintetik a priori. Ki Hadjar Dewantara berpendapat bahwa Pendidikan harus dimulai dari persamaan persepsi pemangku pendidikan tentang mendidik itu sendiri.

    ReplyDelete
  10. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Abstraksi matematika juga berkaitan dengan generalisasi ( proses penarikan kesimpulan dimulai dengan memeriksa keadaan khusus menuju kesimpulan umum ). Dengan abstraksi dan generalisasi maka munculah matematika formal seperti yang kita kenal selama ini. Keuntungan abstraksi yaitu menunjukkan hubungan yang mendalam antara berbagai bidang matematika, hasil abstraksi yang diperoleh dalam suatu bidang dapat menjadi prediksi untuk hasil di bidang yang lain, dapat dijadikan tehnik bukti untuk bidang yang terkait. Kerugian utama abstraksi adalah terkadang suatu konsep menjadi lebih sulit untuk dipahami ketika berupa pemahaman abstrak, sehingga diperlukan pengalaman dan pemahaman yang mendalam dalam hal matematika untuk memahami abstraksi tersebut.

    ReplyDelete
  11. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Mengajar adalah kegiatan belajar mengajar yang terjadi interaksi antara pendidik dengan peserta didik. Ontologi mengajar bukanlah pelakasanaan kegiatan mengajar yang bisa kita amati langsung melalui panca indera kita. Untuk dapat menggapai ontologi dalam mengajar, kita perlu membuka dan menambah wawasan kita dengan membaca sumber-sumber yang relevan. Karena ontologi mengajar hanya yang apa yang kita pikirkan, apa yang ada di pikiran kita. Kita harus memantapkan hati dan pikiran dan mengikhlaskan segala sesuatu untuk dapat menggapai ontology of teaching.

    ReplyDelete
  12. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Ontologi mengajar adalah hakikat dari mengajar. Hakikat mengajar meliputi banyak hal yaitu konsep, pengetahuan, a priori, a posteriori, dan masih banyak lagi. Seorang guru yang mengetahui hakikat mengajar diharapkan mampu mengajarkan materi dengan baik dan memberi manfaat bagi muridnya. Tanpa menyadari hakikat mengajar, maka pengajaran tersebut belum tepat secara ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  13. 16701251016
    PEP B S2

    Ontologi berfikir adalah terletak difikiran yang tidak bisa diamati dengan indera. Ontologi pembelajaran adalah skema proses belajar dan mengajar yang bilamana terjadi proses kognisi, maka proses kognisi yang terjadi inilah yang tidak bisa diamati.
    Perlunya memahami makna dalam proses pembelajaran agar secara langsung kegiatan pembelajaran menjadi bermakna, dan bisa teramati dalam bentuk output dati hasil pemikirannya

    ReplyDelete
  14. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Ontologi mengajar yaitu hakekat mengajar. Mengajar merupakan proses yang komplek, tidak sekedar menyampaikan informasi dari guru kepada siswa, banyak kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan, terutama bila diinginkan hasil belajar yang lebih baik pada siswa. Mengajar pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Atau dapat pula dikatakan bahwa mengajar merupakan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran sehingga menimbulkan terjadinya proses belajar pada diri siswa.

    ReplyDelete
  15. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Ontologi mengajar ada di balik adegan mengajar. Di balik adegan mengajar berarti sesuatu yang tidak dapat dilihat dan tidak dapat diamati secara langsung melalui indera kita. Ontologi mengajar matematika ada di balik proses mengajar matematika dan tidak terlihat. Artinya hakekat mengajar matematika adalah guru matematika menyediakan segala kebutuhan siswa. Guru matematika sebagai fasilitator dan pengarah pembelajaran matematika.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  16. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP
    The teaching and learning of ontology and epistemology is an important element of political science, as it helps students to appraise, differentiate and choose between competing philosophies, theories and analytical traditions. Thus, it encourages reflexive learning through the strategies of inquiry, role taking and benign disruption. However, we argue that there are aspects within the most prominent introductory material on these meta-theoretical issues which may undermine these processes. In particular, definitional inaccuracies and a lack of sustained reflection on the contested nature of the directional relationship between ontology and epistemology tend towards a prescriptive ‘path dependency’ and curtail the possibility of reflexive learning.

    ReplyDelete
  17. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP
    The teaching and learning of ontology and epistemology is an important element of political science, as it helps students to appraise, differentiate and choose between competing philosophies, theories and analytical traditions. Thus, it encourages reflexive learning through the strategies of inquiry, role taking and benign disruption. However, we argue that there are aspects within the most prominent introductory material on these meta-theoretical issues which may undermine these processes. In particular, definitional inaccuracies and a lack of sustained reflection on the contested nature of the directional relationship between ontology and epistemology tend towards a prescriptive ‘path dependency’ and curtail the possibility of reflexive learning.

    ReplyDelete
  18. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Ontologi ilmu meliputi apa hakikat ilmu, apa hakikat kebenaran dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan ilmiah. Pembelajaran atau mengajar adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku siswa. Hal ini disebabkan karena pembelajaran adalah upaya guru untuk supaya siswa mau belajar. Sedangkan belajar adalah perubahan tingkah laku siswa. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa mengajar bukan upaya guru untuk menyampaikan bahan, tetapi bagaimana siswa dapat mempelajari bahan sesuai dengan tujuan.

    ReplyDelete
  19. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Ontologi mengajar adalah behind the scene mengajar. Behind the scene mengajar berarti sesuatu yang tidak bisa dilihat dan tidak dapat diamati secara langsung melalui indera kita. Maka, Guru dapat diartikan sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan siswa dengan mengupayakan perkembangan seluruh potensi siswa.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  20. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Hakikat dari ontologi mengajar berada dalam pikiran kita masing-masing dan hanya dapat dipikirkan oleh individu itu sendiri. Sebuah dasar untuk kita dapat mengajar dengan baik ketika kita mengetahui apa sajakah hal yang terkandung dalam ontologi mengajar. Beberapa hal yang ada dalam ontologi mengajar seperti konsep, skema, struktur, intuisi, analisis, konstruktif, a posteriori, subjek, objek, fenomenologi, kausalitas, kuantitas, dll harus kita pahami dengan benar dan mendalam agar terciptalah generasi pendidik bangsa yang sadar akan ruang dan waktu serta memiliki kemampuan yang dapat memberikan manfaat.

    ReplyDelete
  21. Miftahir Rizqa
    167012610127
    PEP Kelas A

    Ontology teaching merupakan kajian tentang apa hakekat dari mengajar itu. Hakekat mengajar bukan hanya memaknai apa pengertian mengajar, tetapi lebih dalam lagi memaknai konsep-konsep apa saja yang berkaitan dengan mengajar itu sendiri.

    ReplyDelete
  22. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Di dalam ontologi mengajar ini bagaiamana hakekat seorang guru seharusnya mengetahui hakekat manusia, khususnya hakekat peserta didik. Karena di sini guru harus mempunyai beberapa hakekat dalam mengajar misalnya konsep, struktur, mengabdi, intuisi, ide, akal, empiris, penilaian, analisis, sintetis, abstraksi, idealisasi, kritis, nilai dan lain-lain. Hakekat ini lah yang harus diterapkan dalam setiap pembelajaran yaitu bagaimana mengajar, mendidik, membuat rancangan, mengetahui perkembangan peserta didiknya dan sebagainya.

    ReplyDelete
  23. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Kurikulum apapun yang mencoba membangun generasi yang proaktif dan optimis tidak akan pernah efektif mencapai tujuannya apabila system hukuman fisik masih diimplementasikan dalam dunia pendidikan sekolah. Untuk itu ada solusi yang akan ditawarkan. Yakni adanya reposisi orang tua dalam mendidik anak dalam keluarga dan guru dalam mendidik murid di sekolah. Selain itu juga perubahan untuk mulai menempatkan guru ataupun orang tua dalan posisi setara dengan pribadi seorang anak. Dengan membiarkan anak melakukan ekspresi dan melakukan keunikan-keunikannya sendiri maka akan membentuk mental yang bagus dan tidak apatis, keunikan anak disini tidak harus dipahami sebagai suatu kesalahan, melainkan suatu perkembangan anak itu sendiri. Kesadaran anak juga harus dibangun dengan sering mengajak berdialog dan menciptakan komunikasi yang hangat, dan bukan memberikan perintah-perintah dan larangan. Yang terpenting adalah membangun kepribadian untuk sering berpendapat dan mendengarkan pendapat-pendapat mereka.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id