Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 18: Menggapai Hati Yang Jernih




Oleh Marsigit

Berikut saya nukilkan pertanyaan Sdr Dyah Wahyuningsih:

Ass.wrwb,

Bapak yang terhormat,dalam mempelajari filsafat kita memerlukan hati dan pikiran yang jernih.
Agar kita dapat memahami apa yang kita pelajari tersebut,lalu bagaimanakah agar hati dan pikiran kita tetap jernih?
Karena jika hati dan pikiran kita tidak jernih rasanya akan sulit memahami segala sesuatu.


Wass.wrwb

Jawaban saya (Marsigit):

Sekarang saya akan menjawab pertanyaan anda perihal hati yang jernih.

Untuk menjawab pertanyaan tentang hati maka aku juga akan menggunakan hatiku.

Yang aku maksud dengan hatiku adalah keyakinanku.

Keyakinanku adalah doaku.

Maka bagi diriku jernihnya hati adalah jika hati terbebas dari segala macam kotoran.

Hatika berbicara bahwa hanyalah ada 2 (dua) keadaan saja dari hatiku itu yaitu "bersih" atau "kotor".

Aku dapat mengatakan bahwa hati yang jernih adalah hati yang bersih adalah hati yang disitu duduk doa-doa ku.

Hatiku berbicara bahwa "hati bersih" itu adalah malaikat unsur-unsurnya.

Sedangkan "hati kotor" itu adalah syaitan atau iblis unsur-unsurnya.

Hatiku berbicara bahwa doa-doa ku beserta malikat. Amiin

Sedangkan aku harus selalu membersihkan hatiku yang kotor, yaitu hati yang tergoda oleh syaitan dan iblis dengan permohonan ampun kepada Allah SWT dan peromonan ridha dan perlindungan Nya. Amiin.

Maka bagiku "bersihnya hatiku" adalah "doaku"

Tetapi jika hatiku berkata bahwa itu adalah "doaku", ternyata aku masih menyebut "ku" di depan Tuhan ku.

Maka doa "ku" juga terancam oleh egoku yaitu kesombonganku.

Maka lebih baik hatiku mengatakan bahwa "Atas perkenan engkau ya Allah semoga doa-doamu menyertai hatiku"

Itulah "hati bersih" sesuai dengan kata hatikku, yaitu Rakhmat dan Hidayah Nya.

Amiin

56 comments:

  1. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    keadaan hati hanyalah ada 2, yaitu hati yang bersih dan hati yang kotor. Untuk menggapai hati yang jernih, perlu dengan hati yang mempunyai keyakinan. Karena setiap keyakinan itu adalah doa. Hati inilah yang mempengaruhi seluruh perbuatan dan tingkah laku manusia. Oleh karena itu, di dalam berdoa memohon ampunan, perlindungan, dan berkat dari Allah, kita tidak boleh sombong. Dihadapan Allah kita harus menyadari bahwa kita tidak berdaya tanpa adanya pertolongan dari Allah. Allah akan mencintai kita, dan setiap waktu, dimana pun kapan pun kita akan selalu merasa damai dan tenang, jadi kita harus menjaga hati kita agar tetap bersih.

    ReplyDelete
  2. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Untuk menggapai hati yang jernih, kembali kepada diri kita masing-masing. Karena untuk memahami dan menerjemahkan hati itu sulit. Untuk menggapainya, berdoalah kepada Allah SWT. Mohonlah ampunan kepada-Nya. Mohonlah dengan hati yang ikhlas dan bersungguh-sungguh. Karena dari kesungguhan akan menciptakan bahasa yang baik untuk berdoa kepada Allah SWT. Sesungguhnya berdoa kepada Allah untuk dijauhkan dari hati yang kotor merupakan salah satu cara untuk menggapai hati yang bersih.

    ReplyDelete
  3. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Hati merupakan bagian yang sangat penting dalam hidup kita. Menjaga kesuciannya pun membutuhkan banyak sekali cara yang ekstra hati-hati. Harus dijauhkan dari rasa iri, sombong, dan selalu disemaikan benih-benih kebaikan tetap indah bersama kebaikan. Bukan hanya hati, tetapi pikiran kita juga harus senantiasa disibukkan dengan mengingat Allah dan berpositif thinking dalam segala hal. Jadilah manusia yang senantiasa bersama kebaikan.

    ReplyDelete
  4. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    hati yang murni adalah hati yang selalu diisi dengan doa oleh pemilik. hati yang murni adalah hati yang selalu dihiasi dengan ketulusan dalam semua keadaan dan niat hanya untuk Allah SWT. hati yang murni adalah hati yang tidak pernah diisi pemilik dengan hal-hal yang tidak bermoral. hati yang murni adalah hati yang diterangi dengan cahaya sebagaimana pemiliknya terus membaca AL-Qur'an. Lebih dekatlah dengan allah, berpikir positif, berdoa, dan melakukan banyak hal yang baik untuk membersihkan hati kita dari segala hal yang buruk.

    ReplyDelete
  5. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Hati yang jernih adalah hati yang selalu dipenuhi dengan doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT. Hati yang kotor adalah hati yang dipenuhi dengan dosa-dosa dan pikiran buruk. Dengan kita selalu mendekatkan diri kepada Allah maka kita bisa mencapai hati yang bersih itu.

    ReplyDelete
  6. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Hati adalah kunci untuk melakukan segala aktivitas kehidupan. Hati yang bersih disertai niat yang baik akan lebih dapat memfokuskan pikiran, sikap, maupun tindakan kita. Agar hati tetap bersih maka jagalah dengan cara berdoa dan mohon perlindungan dari Allah SWT agar terhindar dari segala godaan makhluk-makhlukNya.

    ReplyDelete
  7. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Elegi ini mengingatkan saya pada sebuah Hadis yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari “Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ini terdapat segumpal darah. Apabila segumpal darah itu baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya. Dan apabila segumpal darah itu buruk, maka buruk pula seluruh anggota tubuhnya.” Maka dapat dikatakan baik tidaknya seseorang, lihatlah pada hatinya. Sejatinya sebenar-benar hati kita adalah doa yang kita panjatkan. Sehingga harusnya tak ada pertentangan dan keragu-raguan di dalamnya. Jika kita membiarkan adanya pertentangan dan keragu-raguan di hati kita maka syaitan akan dengan mudahnya menghuni hati kita. Maka berusaha lah untuk menjaga hati kita jangan sampai ada pertentangan. Dzikir adalah obat hati, penjernih hati, dan menghidupkan hati. Maka usahakan kita selalu mengingat Allah agar kita mampu menggapai hati yang jernih. Dan marilah kita terus berdoa dan mengusahakan agar hati kita diberikan keistiqamahan oleh Allah untuk tetap berada dijalanNYA. Wallahua’lam..

    ReplyDelete
  8. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Hati yang jernih, hati yang tanpa ego dan kesombongan di dalamnya.

    ReplyDelete
  9. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Setelah membaca elegi ini, saya merasa tertegun bahwa hati merupakan sesuatu yang sangat penting. Oleh karenanya banyak orang yang menilai seseorang dari hati. Baik atau buruknya hati pun menunjukkan karakternya. Hati pun tidak mudah cara mengaturnya. Hati bisa bolak balik karena Allah yang membolak balikan hati. Sehingga perlu adanya cara sehingga hati bisa dikendalikan secara sadar.

    ReplyDelete
  10. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Ada kondisi hati yaitu baik dan buruk atau bisa juga dikatakan dengan jernih dan kotor. Masing-masing kondisi hati dipengaruhi oleh unsur komponennya, yakni ketika hati baik (jernih) maka unsurnya adalah sifat2 kebaikan yang dipengaruhi oleh sifat2 "malaikat". Sedangkan hati yang kotor (buruk) ,unsurnya adalah sifat2 keburukan yang dipengaruhi oleh sifat2 syaitan. Maka dari itu, kita membutuhkan "penolak" agar hati tetap pada jalur kebaikan yang dipengaruhi oleh sifat2 malaikat. Penolak yang datangnya juga dari kita yang dibangun sebagai suatu permintaan terhadap Allah. Permintaan yang disebut sebagai do'a yang dipanjatkan untuk selalu dijaga hatinya dari sifat2 keburukan (kotor).

    ReplyDelete
  11. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam hati kita selalu terjadi kontradiksi dimana terkadang hati kita dapat bersifat bersih dengan doa-doa beserta para malaikat didalamnya dan terkadang pula hati kita dapat kotor akibat dari perbuatan-perbuatan kita sehari-harinya yang mungkin saja secara sengaja ataupun tidak sengaja telah melakukan suatu kesalahan sehingga hati kita di goda oleh syaitan-syaitan. maka untuk kembali menggapai hati yang jernih itu, yaitu dengan memperbanyak istighfar dan bertobat serta memohon ampun kepada ALLAH SWT untuk selalu menjaga hati kita dalam keadaan bersih dimana hanya terisi oleh Rahmat dan Hidayah-NYA.

    ReplyDelete
  12. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs PMat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Secara fitrah manusia mengetahui siapa dirinya. Bukanlah ego manusia yang terbentuk duluan, baru kemudian dia menjadi kesadaran diri. Lahirnya ego sama dengan lahirnya kesadaran diri. Pada saat itu, yang tahu dan yang diketahui setali tiga uang. Ego adalah realitas, dan realitas itu sendiri adalah mengenal diri.
    Pada tahap-tahap berikutnya, manakala manusia kurang lebih mengetahui hal-hal lain, dia mengetahui dirinya juga, seperti dia mengetahui hal-hal lain. Dnegan kata lain, dia membuat gambaran tentang dirinya di benaknya. Secara teknis, dia menjadi kenal dirinya lantaran pengetahuan yang diperolehnya. Akan tetapi, sebelum mengenal dirinya dengan cara seperti ini, dan bahkan sebelum mengenal hal lain, dia sudah mengenal dirinya melalui pengenalan diri yang bersifat fitri.
    Dalam kasus pengetahuan seperti ini, tidak ada persoalan keraguan ataupun pertanyaan, seperti “apakah aku ada? Jika aku ada, lantas siapa aku?” Keraguan timbul hanya dalam kasus ketika pengetahuan mengenai sesuatu berbeda dengan keberadaan aktual sesuatu itu. Namun, ketika pengetahuan, yang tahu dan yang diketahui adalah setali tiga uang, dan pengetahuan ini bersifat fitri, maka tidak dapat dibayangkan adanya keraguan. Dengan kata lain, mustahil adanya keraguan dalam kasus semacam itu.
    Di sinilah Descartes membuat kekeliruan yang mendasar. Dia tidak mengetahui bahwa “aku ada” tidak memunculkan keraguan sehingga tidak perlu meniadakannya dengan perkataan, “Aku berpikir, karena itu aku ada.”
    Sekalipun tahu diri yang bersifat fitri itu nyata adanya, tetapi pengetahuan semacam itu bukanlah pengetahuan yang diperoleh melalui ikhtiar. Seperti keberadaan ego, pengetahuan semacam itu merupakan sifat khas manusia yang bersifat mendasar. Sebab itu, mengenal diri yang bersifat fitri bukanlah pengetahuan tentang diri, suatu pengetahuan yang manusia senantiasa diseru untuk mempunyainya.
    Alquran menyebutkan berbagai tahap perkembangan janin dan rahim. Ketika menggambarkan tahap terakhirnya, Alquran mengatakan, “Sesudah itu Kami jadikan dia ciptaan yang berbeda.” Yang diacu ayat ini adalah kesadaran diri yang bersifat fitri itu, dan kesadaran diri ini berkembang akibat perubahan materi nonsadar menjadi substansi spiritual yang memiliki kesadaran diri.
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  13. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Hati inilah yang mempengaruhi seluruh perbuatan dan tingkah laku manusia. Hati yang bersih disertai niat yang baik akan lebih dapat memfokuskan pikiran, sikap, maupun tindakan kita. Agar hati tetap bersih maka jagalah dengan cara berdoa dan mohon perlindungan dari Allah SWT agar terhindar dari segala godaan makhluk-makhlukNya.

    ReplyDelete
  14. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Hati yang jernih adalah hati yang selalu dipenuhi dengan doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT. Ada kondisi hati yaitu baik dan buruk atau bisa juga dikatakan dengan jernih dan kotor. Masing-masing kondisi hati dipengaruhi oleh unsur komponennya, yakni ketika hati baik jernih maka unsurnya adalah sifat2 kebaikan. dalam hati kita selalu terjadi kontradiksi dimana terkadang hati kita dapat bersifat bersih dengan doa-doa beserta para malaikat didalamnya dan terkadang pula hati kita dapat kotor akibat dari perbuatan-perbuatan kita sehari-harinya.

    ReplyDelete
  15. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Hati yang jernih selalu dipenuhi dengan hal-hal positif. Selalu menyebarkan setiap kebaikan dalam hidup agar terhindar dari hal—hal negatif yang mempunyai daya tarik yang kuat. Oleh karena itu, semuanya harus berpulang pada hati kita, karena dari hati yang jernih akan terpancar kebaikan yang dapat dibagikan kepada semua orang.

    ReplyDelete
  16. Hati yang jernih ada unsur malaikat didalamnya...dalam hati yang kotor ada syaitan didalamnya. Siapapun kita dapat memiliki hati jernih maupun kotor, kapan dan dimana saja. Menggapai keihklasan hati bukan mudah namun bukan berarti tidak bisa. Sekecil apapun itu, pasti ada kebaikan didalamnya.

    Nur Tjahjono Suharto
    S3 PEP (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  17. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    yang dapat saya petik dari elegi ini adalah bahwa kita sebenarnya tidak ada yang menggapai hati yang bersih, melainkan masih dalam doa. namun waktu kita berdoa sekalipun ternyata hati kita masih kotor karenamengandung keegoisan didalamnya jadi bedoapun harus pandai-pandai memilih kata.

    ReplyDelete
  18. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Berprasangka buruk pada seseorang saja sudah bisa membuat hati kita tidak jernih. Maka itu kita diwajibkan shalat, karena shalat untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan manusia. Ketika shalat tidak alasan bagi tubuh untuk tidak menjernihkan hati dan pikiran. Orang yang emosi terhadap sesuatu hal untuk menjernihkannya dengan shalat. Beristighfarlah, karena hal itu dpaat menggugurkan dosa. Kemudian berdoa taawudz, agar syaitan pergi. Hadirkanlah Allah disetiap langkah atau aktivitas maka InsyaAllah hati kita akan jernih.

    ReplyDelete
  19. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    mungkin ini bisa jadi jawaban dari pertanyaan "mengapa kita harus berdoa sebelum belajar atau meakuak segala aktifitas?" jawaannya adalah agar hati dan pikiran kita bersih dan jernih dari segala kebrukan dan dose, ketika hati dan pikiran bersih dan jernih maka dalam melakuakn segal akan berjalan dengan fokus

    ReplyDelete
  20. Untuk melakukan sesuatu manusia selalu dihadapkan dengan dua pilihan untuk kearah yang baik atau yang buruk supaya terhindar dari yang buruk hendaklah kita selalu ingat dan menyerahkan srgala yang kita lakukan atas nama yang kuasa tanpa ada terserat sedikitpun pikiran lain kecuali ikhlas melakukan karena Allah dan semoga dengan demikian apa yang kita lakukan akan bermjalan lancar dan apa yang jadi tujuan kita akan terwujud dengan hati yang bersih tentunya.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  21. Setelah saya membaca postingan bapak Prof. Masigit saya sangat termotivasi dengan perihal ini, menjadi semakin paham, bahwa hati yang selalu terhubung dengan Allah SWT. Akan membuat hati kita jernih dan hati yang tidak terhubung dengan Allah SWT. Akan membuat hati kita kotor, dipenuhi rasa sedih dan gelisah. Sulit rasanya menggapai hati yang jernih karena didalam hati manusia pasti ada penyakit hati seperti, sombong, iri, dengki dan banyak lagi. Terkadang sesuatu yang kita miliki kita sombongkan dan lupa bahwa yang kita miliki hanyalah tiitpan dan ujian dari-Nya. Sehingga untuk menggapai hati yang jernih kita harus selalu mendekatkan diri kepada Allah. Semoga bisa menggapai hati yang jernih tersebut dengan ijin-Nya


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  22. Assalamualaikum, wr. wb.

    untuk menggapai hati yang jernih, sejak kecil saya mengenal dan menyanyikan syair berikut ini:
    Tombo ati iku limo perkarane
    Kaping pisan moco Qur’an lan maknane
    Kaping pindo sholat wengi lakonono
    Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
    Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
    Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe

    Salah sawijine sopo bisa ngelakoni
    Mugi-mugi gusti Allah nyembadani

    Semoga hati kita selalu jernih...

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  23. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Hati yang jernih merupakan suatu akibat dari sisi positif yang lebih terang dibanding sisi negatif. Hati yang bersih akan membentengi setan untuk meguasai hati . Dengan berdoa yang selalu menyertai hati kita maka insyaallah hati kita akan tetap terjaga kejernihannya.

    ReplyDelete
  24. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Seperti yang tersirat dalam Elegi di atas, Elegi Ritual Ikhlas 18 bahwa hati yang jernih adalah hati yang terbebas dari segala macam kotoran. Pada dasarnya hanya ada dua keadaan hati, bersih atau kotor. Hati yang bersih senantiasa selalu berdoa dan mengingat Allah SWT. Hati yang kotor adalah hati yang tergoda oleh syetan dan iblis. Maka kita harus membersihkan hati kita dengan selalu berdoa dengan kerendahan hati, dan selalu beristighfar dalam setiap waktunya, memohon ampunan kepada Yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  25. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    marilah kita selalul menjaga hati kita dan selalu memohon ampunan kepada Allah SWT. Sesungguhnya dosa-dosa kita itulah yang menghalangi ilmu yang kita pelajari. Menjaga hati juga persoalan yang tidak mudah karena banyaknya godaan di dunia ini. Oleh karena itu menjaga hati dengan selalu berdoa kepada-Nya agar kita selalu berada dalam naungan hidayah dan inayah-Nya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  26. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Hati yang jernih sangat diperlukan dalam berfilsafat karena dengan hati yang jernih maka cara kita mentafsirkan sesuatu dalam filsafat akan semakin membawa diri kita lebih dekat kepada Tuhan. Sedangkan jika hati kita sedang berkecamuk, maka kita dalam mentafsirkan sesuatu hal dalam filsafat maka tentunya akan lebih mengarah pada perbuatan yang sangat emosional, sehingga lebih mendekatkan pada pemikiran-pemikiran syaiton. Mari kita selalu berdoa agar dilindungi diri kita dari godaan syaiton.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  27. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Hati yang bersih dan jernih adalah seperti air. Jika sedikit saja terkotori maka semua akan menjadi kotor. Namun, manusia tidak ada yang benar-benar permanen bersih hatinya. Karena hampir setiap hari kita menyaksikan dan merasakan, bahkan mengalami berbagai kejadian yang tidak mengenakkan yang membuat hati juga pikiran menjadi berpikir yang tidak-tidak. Salah satu jalan membersihkan hati adalah selalu berdoa dan membaca Al Qur'an juga terjemahannya.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  28. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Dengan hati yang jernih tentu dalam menjalani kehidupan ini akan lebih ringan, termasuk dalam mempelajari sesuatu akan lebih mudah. Untuk membuat hati agar jernih hendaknya kita memohon ampun kepada Allah SWT, berserah diri kepadaNya, dan selalu berdoa dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  29. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Berdasarkan elegi diatas, dijelaskan bahwa keadaan hati itu ada yang bersih dan kotor, bersih karena hanya mengharapkan ridho Allah, bersih juga karena kehendak-Nya. Kotor, ketika ada penyakit hati yang bertentangan dengan kebaikan. Begitupun dengan mempelajari filsafat, apabila kita memulainya dengan berdoa terlebih dahulu dengan mengharapkan ilmu yang bermanfaat dan selalu tawadhu', maka pikiran akan terbuka dan ilmu pengetahuan dapat kita terima dengan mudah. Sebaliknya, jika mempelajari filsafat hanya untuk sombong, maka ilmunya akan sulit dipahami.

    ReplyDelete
  30. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Hati yang bersih adalah hati yang tidak sakit, hati yang terhindar dari penyakit hai. Penyakit hati itu ada banyak macamnya. Diantara tanda penyakit hati, pemiliknya condong kepada kehidupan dunia, merasa enjoy dan tenteram dengannya, tidak merasa bahwa sebenarnya dia adalah pengembara di kehidupan dunia, tidak mengharapkan kehidupan akhirat dan tidak berusaha mempersiapkan bekal untuk kehidupannya kelak disana.

    ReplyDelete
  31. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Hati yang bersih adalah hati yang selamat dari syirik, khianat, dendam, dengki, kikir, sombong, cinta dunia, dan kekuasaan, jika hati telah selamat dari semua itu, berarti ia selamat dari segala penyakit yang dapat menjauhkan hamba dari Allah, selamat dari segala perkara syubhat yang bertentangan dengan penjelasan- Nya, selamat dari syahwat yang menyalahi perintah-Nya, selamat dari setiap keinginan yang berlawanan dengan kehendak-Nya, dan juga selamat dari segala sesuatu yang dapat memutuskan hubungannya dengan-Nya. Hati bersih yang seperti ini berada dalam surga, baik di dunia, alam barzakh, maupun di akhirat.

    ReplyDelete
  32. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Kebersihan hati tidak akan sempurna secara mutlak, kecuali jika telah terbebas dari lima perkara: pertama, dari syirik yang merusak tauhid. Kedua, bid'ah yang menyimpang dari sunnah Nabi Saw. Ketiga, syahwat yang menyalahi perintah Allah. Keempat, lalai yang merusak dzikir. Kelima, hawa nafsu yang merusak kemurnian dan keikhlasan. Kelima perkara ini adalah hijab yang menjadi penghalang dari Allah. Masing-masing memiliki bentuk bermacam-macam yang terkandung dalam pribadi setiap orang.

    ReplyDelete
  33. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Oleh karena itu, seorang hamba sangat perlu untuk memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepada jalan yang benar. Tidak ada yang lebih diperlukan dan lebih berguna bagi seorang hamba kecuali permohonan itu. Sesungguhnya jalan yang benar itu mencakup ilmu pengetahuan, kehendak, dan amal perbuatan secara lahiriah maupun batiniah yang berlaku pada setiap hamba di setiap waktu.

    ReplyDelete
  34. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Hati yang bersih adalah hati yang selalu ikhlas dan terbebas dari segala penyakit hati. Untuk membebaskannya, kita harus memohon ampun kepada Allah SWT dan meminta semoga Allah SWT menjauhkan kita dari segala godaan syaitan terkutuk.

    ReplyDelete
  35. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Hati yang jernihadalah hati yang selalu berdoa kepada Allah. Berdoa memohon perlindungan dari hati yang kotor. Keadaan hati hanyalah dua, yaitu hati yang bersih dan hati yang kotor. Kita senantiasa selalu membersihkan hatikita dari segala perasaan-perasaan tidak baik, seperti iri, dengki, prasangka buruk, dan lain-lain. Selalu berdoa agar terhindar dari godaan syaiton dan iblis.

    ReplyDelete
  36. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Elegi di atas mengajarkan bahwa keyakinan dan doa adalah kunci untuk tetap menjernihkan hati dan pikiran. Marilah kita selalu berdoa kepada Allah SWT agar terhindar dari hati dan pikiran yang kotor. Dengan hati dan pikiran yang jernih kita akan mudah untuk meahami segala sesuatu dari berbagai sudut pandang serta hidupnya akan terasa tenang.

    ReplyDelete
  37. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Terdapat dua kondisi hati, yaitu hati yang bersih dan hati yang kotor. Bagaimana seseorang membuat hatinya kotor, adalah ketika ia tak menyadari telah melakukan kekeliruan dalam dirinya. Hati yang lupa akan Tuhan, hati yang tidak merasakan, hati yang mendahulukan keegoisan tanpa ada rasa belas kasih. Hati yang jernih aedalah hati yang diisi oleh doa, doa yang ditujukan kepada Tuhan. Meskipun terkadang keburukan hadir mengahampiri hati yang jernih, kekuatan doa dapat menggugurkan keburukan tersebut, untuk tetap menjaga kejernihan hati .

    ReplyDelete
  38. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    "Aku dapat mengatakan bahwa hati yang jernih adalah hati yang bersih adalah hati yang disitu duduk doa-doa ku." Doa disini saya artikan harapan akan sesuatu hal yang baik atas diri sendiri dan atas orang lain yang ditujukan untuk mendapatkan ridho dan mengharapkan dikabulkan dari Allah SWT. Doa-doapun diperlukan unsur keikhlasan di dalamnya. Ikhlas atas pengharapan segala sesuatu keinginan yang ditujukan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, untuk meningkatkan hati yang jernih maka perbanyak doa dan dzikir kepada ALlah SWT.

    ReplyDelete
  39. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    "Sedangkan 'hati kotor' itu adalah syaitan atau iblis unsur-unsurnya." Syaitan tidak jauh dari manusia, mereka tercipta memiliki sifat untuk menghasut manusia melakukan hal-hal yang dilarang oleh Agama dan menjauhi hal-hal yang dianjurkan oleh Agama. Hanya hati yang bersih yang dapat menghilangkan kotoran hati. Tidak dapat dipungkiri bahwa hati kita pun masih memiliki peluang untuk memunculkan kotoran-kotoran hati,seperti iri, dengki, curang, korupsi, nepotisme, dan masih banyak lagi. Siapa yang dapat menghilangkan kotoran hati? hati dan pikiran kita sendiri. Oleh karena itu, kita harus dapat mengendalikan hati dan pikiran kita untuk dapat menjaga kesucian yang telah diberikan oleh ALlah SWT. Banyak doa dan dzikir, merupakan cara bagi kita untuk selalu mengingat ALlah SWT.

    ReplyDelete
  40. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ikhlas dalam doa dapat membuat hati dan pikiran menjadi jernih. Ikhlas berasal dari hati dan pikiran jernih.Doa memerlukan hati dan pikiran yang jernih, maka doa harus ikhlas. Jadi, dengan berdoa dapat membuat pikiran dan hati menjadi jernih atau tenang. Terima kasih.

    ReplyDelete
  41. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Sebaik-baik manusia yang berdoa adalah ketika ia telah melepaskan sifat-sifat buruknya di hadapan sang Pencipta, ketika ia mengakui kekerdilannya, ketika ia telah dengan ikhlas memohon ampun atas segala kesalahannya dengan ikhlas, dan mengakui kebesaran Penciptanya. Inilah orang yang beruaha menjernihkan hatinya yang kemudian akan terbuka dalam menerima hidayah

    ReplyDelete
  42. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Adapun hati yang kotor adalah syaitan, iblis dan unsur-unsurnya. Hati yang kotor tidak akan mudah mendapatkan hidayah, meski hidayah adalah hak prerogatif Tuhan. Orang yang akan mendapatkan hidayah adalah yang telah ditunjukkan olehNya, dan orang yang tidak diperkenankan mendapatkan hidayah pasti juga tidak akan mendapatkannya.

    ReplyDelete
  43. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Setelah membaca elegi di atas saya menyimpulkan bahwa hati yang jernih adalah hati yang bersih, yang terbebas dari kotoran. Cara untuk membersihkan hati adalah dengan memohon ampun kepada Alloh dan memohon ridho serta perlindunganNya. Maka, dalam hati yang bersih akan selalu ada doa-doa yang duduk di dalamnya.

    ReplyDelete
  44. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Hati, ketika bersih organ tersebut maka bersih pula seluruh organ di tubuh kita, mulai dari pikiran, perbuatan, tingkah laku, sampai pada karakter. Tetapi ketika hati kita sudah keruh, maka pikiranpun akan rusuh.

    ReplyDelete
  45. Hati memiliki pengaruh yang besar dalam menentukan perilaku seseorang, jika hatinya baik, maka akan baik pula perilaku atau amalannya. ada beberapa penyakit hati seperti yaitu sombong, kikir, ujub, hasud, dan pamer.

    ReplyDelete
  46. Menurut Imam Ibnul Qoyim, ada 2 cara mengatasi dan menyembuhkan penyakit hati, yaitu :

    1. Menjaga kekuatan mental

    Ibnul Qoyim menjelaskan bahwa salah satu upaya yang harus di lakukan orang yang memiliki penyakit hati adalah menjaga kekuatan mentalnya, dengan ilmu yang bermanfaat dan melakukan berbagai ketaatan. Hatinya harus dipaksa untuk mendengarkan nasehat dan ilmu yang bersumber dari Al-Quran dan sunah, serta fisiknya dipaksa untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Karena ilmu dan amal, merupakan nutrisi bagi hati manusia.

    ReplyDelete
  47. 2. Menghindari hal-hal yang membuat penyakit lebih parah

    Ibnul Qoyim menyatakan, orang yang sakit hati harus menghindari segala yang bisa memperparah panyakit dalam hatinya, yaitu dengan menjauhi semua perbuatan dosa dan maksiat. Dia hindarkan dirinya dari segala bentuk penyimpangan. Karena dosa dan maksiat adalah sumber penyakit bagi hati.

    ReplyDelete
  48. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Hati yang jernih adalah hati yang dimana kita tidak memikirkan hal-hal yang tidak disenangi oleh Allah SWT. Untuk menggapai hati yang jernih, sebaiknya kita selalu berdoa dengan kepada Allah agar kita selalu ada dilindungannya. Dan kita selalu memohon ampun kepada Allah atas kesalahan apa yang telah kita lakukan selama kita hidup di dunia. Hati yang jernih itu adalah hati yang tak mengenal rasa sombong, yang selalu merendahkan hati di hadapan Allah. Kita bukan siapa-siapa dan tidak ada apa-apanya. Jika hati kita sudah jernih, maka rahmat dan hidayah dari Allah akan turun kepada kita. Insya Allah

    ReplyDelete
  49. Aku dapat mengatakan bahwa hati yang jernih adalah hati yang bersih adalah hati yang disitu duduk doa-doa ku.
    Dengan memanjatkan doa-doa maka kita memohon kerendahan Allah SWT untuk mengabulkan permohonan kita. Dengan memperbanyak dzikir, sholawat, menyebut asma-asma Allah secara berulang-ulang adalah doa-doaku.

    ReplyDelete
  50. Hatiku berbicara bahwa "hati bersih" itu adalah malaikat unsur-unsurnya. Hatiku berbicara bahwa doa-doa ku beserta malikat. Maka hanya karena Allah SWT yang selalu menyertai doa-doa kita panjatkankan keagungan -keaguanNya atas kebesaranNya kita mampu berdoa mampu mengada. Aamiin yaarobil'alamiin....

    ReplyDelete
  51. Maka bagiku "bersihnya hatiku" adalah "doaku", Tetapi jika hatiku berkata bahwa itu adalah "doaku", ternyata aku masih menyebut "ku" di depan Tuhan ku. Maka doa "ku" juga terancam oleh egoku yaitu kesombonganku. Maka lebih baik hatiku mengatakan bahwa "Atas perkenan engkau ya Allah semoga doa-doamu menyertai hatiku" Itulah "hati bersih" sesuai dengan kata hatikku, yaitu Rakhmat dan Hidayah Nya. Aamiin yaarobil'alamiin

    ReplyDelete
  52. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sungguh beruntung bagi siapapun yang mampu menata qolbunya menjadi bening, jernih, bersih, dan selamat. Sungguh berbahagia dan mengesankan bagi siapapun sekiranya memiliki qolbu yang tertata, terpelihara, dan terawat dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  53. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Orang yang hatinya tertata dengan baik, wajahnya akan jauh lebih jernih. Bagai embun menggelayut di ujung dedaunan di pagi hari yang cerah lalu terpancari sejuknya sinar mentari pagi; jernih, bersinar, sejuk, dan menyegarkan. Tidak berlebihan jika setiap orang akan merasa nikmat menatap pemilik wajah yang cerah, ceria, penuh sungging senyuman tulus seperti ini.

    ReplyDelete
  54. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Orang yang hatinya jernih ketika berkata, kata-katanya akan bersih dari melukai, jauh dari kata-kata yang menyombongkan diri, terlebih lagi ia terpelihara dari kata-kata riya, subhanallah. Setiap butir kata yang keluar dari lisannya yang telah tertata dengan baik ini, akan terasa sarat dengan hikmah, sarat dengan makna, dan sarat akan mamfaat. Tutur katanya bernas dan berharga. Inilah buah dari gelegak keinginan di lubuk hatinya yang paling dalam untuk senantiasa membahagiakan orang lain.

    ReplyDelete
  55. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Kesehatan tubuh pun terpancari pula oleh kebeningan hati, buah dari kemampuannya menata qolbu. Detak jantung menjadi terpelihara, tekanan darah terjaga, ketegangan berkurang,dan kondisi diri yang senantiasa diliputi kedamaian. Tak berlebihan jika tubuh pun menjadi lebih sehat, lebih segar, dan lebih fit. Tentu saja tubuh yang sehat dan segar seperti ini akan jauh lebih memungkinkan untuk berbuat banyak kepada umat.

    ReplyDelete
  56. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Orang yang bening hati, akal pikirannya pun akan jauh lebih jernih. Baginya tidak ada waktu untuk berpikir jelek sedetik pun jua. Apalagi berpikir untuk menzhalimi orang lain, sama sekali tidak terlintas dibenaknya. Waktu baginya sangat berharga. Mana mungkin sesuatu yang berharga digunakan untuk hal-hal yang tidak berharga. Sungguh suatu kebodohan yang tidak terkira. Karenanya dalam menjalani setiap detik yang dilaluinya ia pusatkan segala kemampuannya untuk menyelesaikan setiap tugas hidupnya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id