Oct 21, 2012

Elegi Mengenal Jargon




Oleh Marsigit

Saya ucapkan selamat datang kepada jargon. Setelah saya mengucapkan selamat jalan untuk elegi, maka seakan persoalan-persoalan akan selesai, tetapi nyatanya tidak. Aku ternyata menemukan jargon. Ternyata jargon itu cukup besar, luas dan ada di mana-mana. Hal yang demikian telah membangkitkan kembali hasratku untuk menulis sekaligus untuk menjaga silaturakhim kepada handaitolan. Sekali lagi selamat datang wahai jargon.

Jargon:
Aku adalah jargon. Jargon itu bahasa kacau. Kacau itu tidak beraturan. Tidak beraturan itu bisa teratur. Diriku itu terdiri dari banyak macam: jargon politik, jargon pendidikan, jargon perdagangan, jargon pikiran, jargon program, jargon persaudaraan, jargon lembaga, jargon keluarga, jargon sekolah, jargon sifat-sifat, jargon subyek, jargon obyek, jargon berdoa, jargon belajar, jargon komitmen, jargon kewajiban, jargo hak, jargon cinta, jargon pendapat, jargon pertandingan, jargon tujuan, jargon sosial, jargon subyek, jargon obyek, jargon nyanyian, ..jargon kehidupan.

Subyek:
Wahai jargon, apakah manfaat memikirkanmu dan mengapa engkau mengenalkan diri kepadaku?

Jargon:
Wahai subyek. Jargon itu bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat. Jika engkau pikirkan jargon sebagi kacau, maka kacau itu tidaklah tidak kacau. Kacau itu tidak sesuai aturan. Kacau itu tidak sesuai prinsip. Kacau itu prinsip yang sempit untuk yang besar. Kacau itu prinsip subyektif untuk obyektif. Kacau itu prinsip sendiri untuk bersama. Kacau itu pendapat pribadi untuk umum. Kacau itu prinsip koheren untuk korespondensi. Kacau itu prinsip khusus untuk umum. Kacau itu tidak sesuai janji. Kacau itu tidak sesuai jadual. Kacau itu tidak sesuai ruang. Kacau itu tidak sesuai waktu. Kacau itu tidak seperti biasanya. Kacau itu tidak lazim. Kacau itu tidak sesuai rencana. Kacau itu tidak jelas. Kacau itu samar-samar. Kacau itu negative.

Subyek:
Wahai jargon, jika engkau itu negative, mengapa mesti aku perlu membicarakanmu?

Jargon:
Wahai subyek. Ini adalah permulaan pembicaraanku. Ketahuilah bahwa pembicaraanku itu masih panjang dan lebar. Bukankah engkau pernah membaca elegi perbincangan para banyak. Maka bacalah sekali lagi elegi itu dan elegi-elegi yang lainnya, agar engkau mampu memahami bagaimana orang-orang itu bisa memanfaatkan, memanipulasi, hidup dan subur, bahagia dengan jargon-jargon. Semakin hari semakin banyak orang, baik sadar maupun tidak sadar, memanfaatkan keadaan yang tidak sesuai aturan, keadaan yang tidak sesuai prinsip, keadaan dimana prinsip yang sempit untuk yang besar, keadaan dimana prinsip subyektif untuk obyektif, keadaan dimana prinsip sendiri untuk bersama, keadaan di mana pendapat pribadi untuk umum, keadaan di mana prinsip koheren untuk korespondensi, keadaan di mana prinsip khusus untuk umum, keadaan di mana tidak sesuai janji, keadaan di mana tidak sesuai jadual, keadaan di mana tidak sesuai ruang, keadaan di mana tidak sesuai waktu, keadaan di mana tidak seperti biasanya, keadaan dimana tidak lazim, keadaan di mana tidak sesuai rencana, keadaan di mana tidak jelas, keadaan di mana samar-samar, keadaan yang negative.

Subyek:
Apa saja contoh kongkritnya?

Jargon:
Wahai subyek, ketahuilah bahwa banyaknya jargon itu adalah sebanyak tidak jargon. Maka tidaklah adil jika dunia jargon pun tidak boleh tampil dalam panggung kehidupan ini. Maka berkenanlah, bahwa untuk periode-periode berikutnya, aku berniat akan selalu mengawali karya-karyaku dengan jargon. Sedangkan contoh kongkritnya adalah kekacauan memahami obyek yang bicara, kekacauan memahami subyek yang menjadi obyek, kekacauan memahami obyek yang menjadi subyek, kekacauan memahami kuasa yang dikuasai, kekacauan memahami yang ada dan yang mungkin ada, kekacauan memahami tetap yang berubah, kekacauan memahami berubah yang tetap, kekacauan memahami benar yang salah, kekacauan memahami salah yang benar, kekacauan memahami baik yang buruk, kekacauan memahami buruk yang baik, kekacauan memahami awal yang tidak berawal, kekacauan memahami akhir yang tidak berakhir, kekacauan memahami pertanyaan yang bukan pertanyaan, kekacauan memahami reduksi menuju kelengkapan, kekacauan memahami kelengkapan yang tereduksi, kekacauan memahami hidup yang mati, kekacauan memahami mati yang hidup, kekacauan memahami dunia di syurga, kekacauan memahami syurga di dunia, kekacauan memahami dunia di neraka, mengalami kekacauan memahami neraka di dunia, kekacauan memahami logosnya mitos, kekacauan memahami mitosnya logos, kekacauan memahami pikiran di hati, kekacauan memahami hati di pikiran, kekacauan memahami guru sebagai siswa, kekacauan memahami siswa sebagai guru, kekacauan memahami hakekat dibalik penampakan, kekacauan memahami elegi-elegi, kekacauan memahami merterjemahkan dan diterjemahkan, kekacauan memahami memperbincangkan segala yang ada dan yang mungkin ada, kekacauan memahami fatamorgana, kekacauan mengenali para mitos, dan kekacauan mengenali musuh-musuh hati. Kekacauan-kekacauan itu akan menghasilkan bahasa yang kacau. Itulah jargon.

44 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Jargon adalah bahasa kacau. Dari bahasa yang digunakan sendiri maka kacau itu identik dengna sesuatu yang tidak pada aturannya dan identik dengna hal yang negatif. Tetapi disebutkan pula bahwa suatu saat jargon dapat kurang bermanfaat, menjadi bermanfaat atau bahkan sangat bermanfaat. Maka mungkin bagaimana jargon itu menembpatkan diri sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  2. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016



    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Jargon sifatnya representasi dari subyek apa yang diwakili. Jargon bisa menjadi positif ata negatif tergantung pemakainya. Jargon akan menjadi buruk apabila terdapat kekacauan dalam memahaminya dan tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Jargon dapat dikatakan baik apabila sesuai dengan ruang dan waktunya, berguna dan bermanfaat. Oleh karena itu agar hidup harmonis, kita jangan termakan jargon dan harus tetap menjaga jargon positif ada dalam hidup kita. Dengan kita mempertahankan jargon baik kita, pasti hal tersebut akan selalu menjadi hal baik untuk diri kita.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  3. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Jargon merupakan kata-kata teknis yang digunakan secara terbatas dalam bidang ilmu, profesi atau kelompok tertentu.jargon memiliki sifat kacau. Sehingga bentunya pun tidak beraturan. Tetapi terkadang jargon itu bermanfaat, menjadi bermanfaat, dan sangat bermanfaat tergantung dari menempatkan jargon dalam ruang dan waktunya.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  4. Vety Triyana Kurniasari
    13301241027 / P. Matematika Internasional 2013

    Sebenarnya saya masih kurang memahami jargon dalam dunia nyata. Namun dari membaca elegi mengenal jargon di atas. Saya menangkap informasi bahwa jargon tidak lain adalah kacau. Kacau tidak selalu bernilai negatif namun dapat pula bernilai positif. Jargon itu fleksibel dan ada dimana mana. Jargon dapat menjadi bermanfaat atau tidak tergantung manusia dapat meletakkan jargon tersebut sesuai dengan ruang dan waktu.
    Mohon maaf dan terima kasih.

    ReplyDelete
  5. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Elegi mengenal jargon, jargon adalah kata kacau yang mungkin ada manfaat, mungkin juga tidak ada manfaatnya. Semua itu tergantung penggunaannya, sehingga jargon terikat oleh ruang dan waktu. Penggunaan jargon memiliki manfaat seperti sebagai kalimat yang rancu, yang tidak diketahui sekelompok orang, sehingga bisa digunakan sebagai sandi. namun jargon bisa sangat bermanfaat ketika jargon di letakkan pada ruang dan waktu yang baik dan benar.

    ReplyDelete
  6. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Jargon merupakan kata-kata teknis yang digunakan secara terbatas dalam bidang ilmu atau kelompok tertentu. Misal dalam kementerian pendidikan menggunakan ‘peserta didik’ dan ‘pendidik’ sebagai jargonnya siswa dan guru. Tapi itu hanya jargon yang berada ditepian. Belum sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Jargon dalam filsafat adalah kacaunya pikiran. Saat membaca hal-hal baru dalam blog Bapak, semua itu merupakan jargon bagi saya. Kacaunya pikiran saya saat mencoba memahami. Karena semua itu adalah calon ilmu yang akan berada didalam pikiran saya, saya menjadi kacau dalam pikiran. Tetapi karena sadar kita adalah manusia, maka yang dilakukan adalah ikhtiar dan doa serta ikhlas dalam hati untuk memberi ruang bakal calon ilmu untuk masuk kedalam pikiran.

    ReplyDelete
  7. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Jargon itu cukup besar, luas, dan ada dimana-mana. Jargon merupakan bahasa kacau atu mungkin seperti sebuah slogan. Manfaat kita mengenal jargon adalah kita dapat memaknai dari jargon-jargon tersebut untuk dijadikan motivasi dalam memperbaiki diri dan keadaan, sehingga nantinya akan dapat mengarah kepada kebaikan. Aamiin.

    ReplyDelete
  8. YUrizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016.

    Jargon menurut KBBI adalah istilah khusus yang dipergunakan di bidang kehidupan (lingkungan) tertentu. Jargon biasanya tidak dipahami oleh orang dari bidang kehidupan yang lain. Sedangkan dalam bahasa filsafat jargon sendiri merupakan kekacauan dari segala kekacauan. Jargon hanya bisa dipahami oleh sang pembuat jargon, dari pikirannya yang subyektif, jargon diumumkan menjadi sesatu yang obyektif. Dari hal tersebut, jargon bisa menjadi negative apabila jargon kita membuat seseorang berhenti dari logosnya dan menjadi mitos. Akan tetapi, jargon bisa menjadi positif apabila jargon kita tepat sesuai dengan fungsinya. Misalnya, kita punya teman yang kesusahan dan dia banting tulang sendiri, mungkin tanpa kita sadari, terkadang kita memberi penguatan positif dengan jargon bahwa dia merupakan sosok yang mandiri dan kuat. Sehingga, jargon bisa menjadi penguatan yang positif dan menghasikan respon yang positif atau sebaliknya.

    ReplyDelete
  9. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Jargon itu bahasa kacau. Kacau itu tidaklah tidak kacau. Kacau itu tidak beraturan. Kacau itu negatif. Tetapi ternyata jargon itu bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat. Maka ternyata yang kacau itu bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat. Ternyata yang negatif itu bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat. Oleh karena itulah kita tidak boleh memandang sesuatu dari satu sisi. Yang buruk belum tentu tidak bermanfaat jika kita bisa mengambil makna dibaliknya. Segala sesuatu yang ada dan mungkin ada pasti memiliki manfaat tergantung bagaimana kita mrlihatnya.

    ReplyDelete
  10. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Sebelum saya membaca elegi ini, definisi jargon dalam pikiran saya adalah sebuah kalimat yang dapat meningkatkan atau menimbulkan semangat untuk suatu aktivitas. Tetapi setelah membaca elegi ini, saya mengetahui bahwa jargon adalah bahasa kacau. Kacau itu tidak beraturan, dan tidak beraturan itu bisa teratur. Jargon dapat bermanfaat dan dapat kurang bermanfaat bahkan dapat menjadi sangat bermanfaat, semuanya tergantung bagaimana kita menempatkan jargon itu sesuai ruang dan waktu.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  11. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Jargon adalah bahasa kacau yang timbul dari kekacau-kecauan yang terjadi. Jargon itu bahasa kacau karena menempatkan prinsip yang tidak sesuai dengan prinsipnya. Jargon bisa benar, bisa juga tidak benar. Benar ketika pada ruang dan waktu yang tidak benar maka akan menjadi tidak benar, begitu juga sebaliknya tidak benar pada ruang dan waktu yang benar maka akan menjadi tidak benar. Itulah kekacauan yang terjadi.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  12. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs PM B

    Ketika pertama kali menemui istilah jargon dalam blog ini saya mencoba mengira-ngira apa yang disebut sebagai jargon. Sebelumnya saya mengenali jargon sebagai kata-kata di semarakkan oleh suatu tim dalam permainan atau oleh suatu organisasi untuk menggairahkan semangat anggota tim. Namun, sejak membaca elegy-elegi dalam blog ini, saya bertanya-tanya apa sebernanya jargon itu. Bahkan setelah membaca elegy mengenal jargon inipun saya masih bertanya-tanya apa sebenarnya jargon itu. Saya belum mengerti apa makna kekacauan dan bahasa kacau disini. Mungkin maksud dari bahasa kacau ialah karena jargon sulit untuk dipahami oleh subyek lain. Menurut elegi ini, jargon seringkali digunakan untuk hal-hal yang tidak baik, seperti dengan memanfaatkan, memanipulasi dan berbahagia dibalik jargon-jargon (kekacauan).

    ReplyDelete
  13. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Jargon adalah lambang dari kekacauan. Kekacauan terjadi karena kurangnya pengetahuan, persiapan atau karena kekurangan lainnya. Dalam belajar pun setiap peserta didik pasti pernah mengalami kekacauan dalam memahami materi pelajaran. Sesuai dengan paradigma pendidikan yang baru, bahwa pembelajaran di kelas bersifat student-center atau berpusat pada peserta didik, sehingga guru bertindak sebagai fasilitator, bukan guru yang mendominasi dalam kegiatan di kelas. Begitu juga dalam kehidupan, kita sebagai manusia membutuhkan panduan agar tidak terjadi kekacauan (jargon) dalam menghadapi hidup. Sebagai rakyat Indonesia, panduannya adalah Pancasila dan UU, sebagai makhluk beragama panduannya adalah Al-Qur'an dan hadits. Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang terhindar dari jargon dengan usaha mencari panduan dalam menjalani sesuatu.

    ReplyDelete
  14. Jargon adalah bahasa kacau yang timbul dari kekacau-kekacauan yang ada, yang bisa jadi kurang bermanfaat, bermanfaat atau bahkan sangat bermanfaat. Jargon memerlukan pemikiran yang mendalam yang bisa jadi kita seringkali salah mengartikan dan memahaminya, seperti kekacauan memahami tetap yang berubah, kekacauan memahami berubah yang tetap, kekacauan memahami benar yang salah, kekacauan memahami salah yang benar, kekacauan memahami baik yang buruk, kekacauan memahami buruk yang baik, kekacauan memahami awal yang tidak berawal, kekacauan memahami akhir yang tidak berakhir dan masih banyak lagi.Sehingga kita harus berusaha memahami jargon-jargon tersebut sesuai filsafat yang ada sehingga bermanfaat bagi kehidupan kita.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  15. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Berdasarkan elegi di atas jargon diartikan sebagai bahasa yang kacau dan tidak memiliki keteraturan. Namun demikian jargon bisa saja bermakna negatif atau pun bermakna positif sesuai dengan pemakainya. Jargon terdiri atas bermacam-macam bentuk antara lain: jargon politik, jargon pendidikan, jargon perdagangan, jargon pikiran, jargon program, jargon persaudaraan, jargon lembaga, jargon keluarga, jargon sekolah, dan sebagainya. Selain itu jargon juga dapat bermanfaat sesuai dengan penggunaannya. Oleh karena itu jargon juga terikat ruang dan waktu.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  16. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Jargon dapat dikatakan baik apabila sesuai dengan ruang dan waktunya, berguna dan bermanfaat. Jargon akan menjadi buruk apabila terdapat kekacauan dalam memahaminya dan tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Dalam belajar pun setiap peserta didik pasti pernah mengalami kekacauan dalam memahami materi pelajaran.

    ReplyDelete
  17. Jargon hanya bisa dipahami oleh sang pembuat jargon, dari pikirannya yang subyektif, Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    jargon diumumkan menjadi sesatu yang obyektif. Dari hal tersebut, jargon bisa menjadi negative apabila jargon kita membuat seseorang berhenti dari logosnya dan menjadi mitos. Akan tetapi, jargon bisa menjadi positif apabila jargon kita tepat sesuai dengan fungsinya.Sesuai dengan paradigma pendidikan yang ada di indonesia sekarang ini, bahwa pembelajaran di kelas bersifat student-center atau berpusat pada peserta didik, sehingga guru bertindak sebagai fasilitator, bukan guru yang mendominasi dalam kegiatan di kelas. akan tetapi jangan sampai hal ini kemudian dijadikan menjadi sebuah jargon. Jargon hanya bisa dipahami oleh sang pembuat jargon, dari pikirannya yang subyektif, jargon diumumkan menjadi sesatu yang obyektif. Dari hal tersebut, jargon bisa menjadi negative apabila jargon kita membuat seseorang berhenti dari logosnya dan menjadi mitos. Akan tetapi, jargon bisa menjadi positif apabila jargon kita tepat sesuai dengan fungsinya.

    ReplyDelete
  18. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Jargon adalah istilah khusus dalam sebuah bidang keilmuan tertentu.Jargon dapat bernilai positif ataupun negatif. Orang awam biasanya tidak akan mampu memahami apa sebenarnya maksud dari suatu pernyataan yang mengandung jargon khusus. Sehingga penggunaan jargon terkadang dapat membuat kesalahan persepsi si pendengar atau pembaca. Karena tak jarang dalam sebuah jargon yang benar-benar mengerti maknanya hanyalah si pembuat jargon sehingga menyebabkan banyak orang akan keliru ketika mencoba memahaminya.

    ReplyDelete
  19. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Yang dapat saya pahami ketika membaca elegi di atas, yakni jargon adalah buah atau hasil dari kontradiksi, dimana dalam elegi di atas dinyatakan dengan kata “kekacauan”. Jargon yang ada adalah hasil dari kekacauan menterjemahkan dan diterjemahkan. Maka, tidak semua jargon itu dapat kita percaya, kadang kala jargon pun butuh diterjemahkan dengan hati tidak hanya pikiran saja.

    ReplyDelete
  20. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Ketika ingin membuat catatan inipun saya seperti berada pada jargonku. Merasa kekacauan akan mencari ide apa yang harus ditulis. Contoh kongkritnya jargon adalah kekacauan memahami obyek yang bicara, kekacauan memahami subyek yang menjadi obyek, kekacauan memahami obyek yang menjadi subyek, kekacauan memahami kuasa yang dikuasai, kekacauan memahami yang ada dan yang mungkin ada, kekacauan memahami tetap yang berubah, kekacauan memahami berubah yang tetap, kekacauan memahami benar yang salah, kekacauan memahami salah yang benar.

    ReplyDelete
  21. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Sungguh keadaan saat ini, saya mendapati jargon-jargon yang bertebaran. Kekacauan akan apa yang mesti kita perbuat oleh semua orang. Buktinya keadaan yang terlihat sungguh sangat berbeda dari apa yang sebagian orang percayai. Sekolah, pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, politik, negara, orientasi, pikiran, pekerjaan, amanah, tanggung jawab, hak, kewajiban, semua yang ada semakin menambah jargon-jargon terhadap kehidupan ini.

    ReplyDelete
  22. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Jargon itu adalah bahasa kacau, kacau itu tidak beraturan. Yang perlu diingat adalah ruang dan waktu dalam mengeluarkan jargon, karena jargon itu bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat. Ketika ruang dan waktu tepat untuk mengeluarkan jargon, maka jargon itu akan menjadi sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  23. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Jargon merupakan bahasa yang kacau yang tidak beraturan. Ternyata, orang mengira bahwa jargon itu negatif. Namun pada kenyataannya jargon menjelaskan bahwa dirinya bisa bermanfaat, tidak bermanfaat dan sangat bermanfaat jika kita menggunakannya dengan ruang dan waktu yang tepat juga. Dari elegi ini saya belajar untuk tidak melihat sesuatu pada awalnya saja. Kita perlu mempelajari lebih dalam mengenai sesuatu tidak hanya awalnya saja.

    ReplyDelete
  24. Bismillah
    RatihKartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016



    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Jargon bisa jadi positif maupun negative tergantung dari yang memakainya. Jargon adalah identitas kita maka kita harus memiliki identitas yang baik sehingga jargon kita baik dan orang pun bisa mengerti jargon yang kita pakai.


    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  25. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Berdasarkan elegi di atas jargon merupakan bahasa kacau, tidak beraturan. Namun segala sesuatu yang tidak beraturan itu bisa di atur. Dan banyak orang yang bisa memanfaatkan, memanipulasi, meraih kebahagiaan dengan jargon-jargon. Memanfaatkan sesuatu yang kacau, yang tidak sesuai dengan aturan. Namun dunia itu adil dimana ada kekacauan pasti juga ada ketidak kacauan. Dimana ada jargon, ada juga tidak jargon.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  26. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Jargon adalah bahasa lain dari kacau. Secara umum kata kacau berarti bernilai negatif, akan tetapi jargon bisa saja bernilai postif atau bernilai negatif, semua itu tergantung pada ruang dan waktu dimana jargon itu muncul.

    ReplyDelete
  27. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Bahawa jargon itu sendiri seperti pedang bermata dua. Ia bisa menebas dengan dua arah. bisa menciptakan keteraturan atau menghasilkan ketidakaturan. Samalah dengan pedang. Bahwa pedang itu sendiri hakekatnya adalah mnciptakan kekacauan. Perang dimana-mana, dan konflik tiada henti. Begitulah jargon. Saat telah tercabut dari sarungnya maka bersiaplah menghadapi kekacauan, meskipun atas dasar kebaikan tetap saja pedang itu menghasilkan kekacauan.

    ReplyDelete
  28. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    There is a positive ego and negative ego, and perhaps an in-between ego where people do good deeds more for reputation and the need for others to believe they are good than just doing good ,turns out that the good can be just as good for those receiving you could call this the in-between positive ego.

    ReplyDelete
  29. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    jargon pada dasarnya tidak terstruktur namun memiliki bentuk sehingga pada hakekatnya jargon memberikan dampak terhadap orang yang memakai jargon tersebut, bisa negatif dan bisa juga positif tergantung dari sudut mana memaknai jargon tersebut dan kesesuain jargon tersebut dalam kehidupan kita, yang jelas jargon merupakan sugesti.

    ReplyDelete
  30. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Terdapat bermacam-macam jargon di kehidupan ini. Dari elegi mengenal jargon diatas dapat kita ketahui bahwa jargon itu bahasa kacau. Sebuah jargon akan bernilai negatif apabila jargon dibuat hanya untuk menutupi hal sebenarnya ataupun kamuflase dari permainan politik. Jargon yang bernilai positif akan dapat membangkitkan semangat. Jargon dengan keasliannya terkadang juga membuat hanya si pembuat jargon yang memahami makna sebenarnya dari jargon tersebut. Orang lain bisa saja terkadang salah menafsirkan makna dari jargon.

    ReplyDelete
  31. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Jargon itu bisa membawa kekacauan namun bisa juga membawa manfaat. Jargon itu semacam slogan atau semboyan yang biasa disematkan seseorang dalam kesehariannya. Minsalnya saya mempunya jargon berbunyi “ Sebenar-benar diriku yang dalam keadaan miskin ini ternyata masih ada yang lebih miskin dariku” jargon ini jika dikaji secara konseptual bisa membawa kekacauan bagi saya apabila digunakan untuk sekedar berdalih saja meninggikan diri dalam keterpurukan dengan berpatokan terhadap orang yang lebih terpuruk dari saya sehingga saya merasa fine aja seolah tidak terjadi apa-apa tidak ada usaha untuk memperbaiki keadaan. Namun jargon saya ini bisa menjadi hal yang sangat bermanfaat bila jargon ini saya jadikan sebagai motivasi untuk bangkit dari keterpurukan mulai merencanakan sebuah effort yang serius kedepan karena kalau tidak justru keterpurukan ini akan semakain parah.

    ReplyDelete
  32. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Jargon itu kacau. Kacau itu diperlukan saat kita belajar. Agar kita bisa mengembarakan diri dan berefleksi. Kekacauan pemahaman menjadikan pemahaman. Jika kita alokasikan dengan benar. Jika kita ekuivalenkan. Adakalanya yang benar itu adalah salah dan yang salah itu adalah benar.
    Wassalamu'alaikum wr wb.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  33. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Jargon merupakan suatu bentuk dari kekacauan akibat dari ketidakteraturan. Sesuatu yang kacau tidak selalu bersifat negatif, mereka juga dapat bersifat positif. Jargon bisa kurang bermanfaat, bisa bermanfaat, bisa sangat bermanfaat. Sifat dan kebermanfaatan jargon bergantung pada ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  34. Konstantinus Denny Pareira Meke
    NIM. 16709251020
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Jargon merupakan kata atau kalimat yang menjadi penyemangat ketika kita melakukan sesuatu tindakan. Jargon tidak hanya digunakan untuk itu tetapi juga digunakan dalam ilmu pengetahuan. Tak jarang hanya si pembuat jargon yang mengetahui makna dan maksud dari jargon tersebut. Bahkan, tidak sedikit yang keliru dalam memahaminya. JARGON adalah istilah khusus dalam sebuah bidang keilmuan tertentu. Sebuah jargon akan bernilai negatif apabila jargon dibuat hanya untuk menutupi hal sebenarnya ataupun kamuflase dari permainan politik. Jargon akan bernilai positif apabila dibuat untuk membangkitkan semangat. Sekarang, saya mendapat pengetahuan yang berbeda mengenai jargon.

    ReplyDelete
  35. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Saya kira setiap orang memiliki jargon masing-masing dan bebas mengekspresikan dan menyampaikan jargon yang dimilikinya. Dari elegi diatas dikatakan bahwa jargon dapat menjadikan pemahaman yang buruk terhadap baik dan sebaliknya, merubah pandangan terhadap obyek menjadi subyek dan sebaliknya, maka saya kira kita patut memilah-milih setiap jargon agar tidak memutarbalikkan aslinya.

    ReplyDelete
  36. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Jargon disini diibaratkan sebagai kekacauan yang tentu bersifat negatif. Kekacauan di sini dapat terjadi diberbagai aspek kehidupan seperti politik, pendidikan, program, perdagangan, persaudaraan, lembaga, keluarga, sifat, dan aspek lainnya dalam kehidupan. Kekacauan akan selalu ada, cuma yang penting di sini adalah bagaimana cara kita menyikapinya agar kita terhindar atau bahkan bisa memperbaiki kekecauan yang ada dengan segala daya dan upaya yang didasarkan pada pengetahuan, nilai dan norma masyarakat serta nilai spiritual yang berlaku.

    ReplyDelete
  37. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Jargon merupakan istilah khusus yang dipergunakan di bidang kehidupan atau lingkungan tertentu. Jargon biasanya tidak dipahami oleh orang dari bidang kehidupan yang lain. Orang yang memahami jargon mungkin adalah orang yang berada dalam ruang lingkup yang sama dengan orang yang memberi jargon. Jargon dalam ruang dan waktu yang tepat dapat memberi manfaat, tetapi sebaliknya jika penggunaan jargon tidak dilakukan sesuai dengan konsep ruang dan waktu maka jargon tidak akan mendatangkan manfaat melainkan mendatangkan kemudaratan kepada sesama.

    ReplyDelete
  38. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Jargon adalah slogan. Jargon dapat menimbulkan kekacauan namun juga dapat memberikan manfaat tergantung bagaimana kita membawanya dalam kehidupan. Jika kita menjadikan jargon sebagai motivasi hidup maka yakinlah kehidupan akan lebih baik. sebaliknya jika jargon dijadikan salah satu kesombongan, maka jargon tiadalah manfaatnya. Ia hanya akan memberikanmu kekacauan dan menyesatkan.

    ReplyDelete
  39. Sebenar-benar dunia adalah Jargon. Sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, bahwa manusia penuh dengan jargon. Dimanapun kita temui jargon dan diri sendiripun memiliki jargon. Banyak hal dalam bidang sosial, ekonomi dan politik selalu ditemui jargon yang memainkan peran dalam membingungkan masyarakat dengan pendapat yang seolah mewakili kebenaran mutlak.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  40. Dalam dunia politik, Jargon sering terdengar saat kampanye, di panggung legislatif, eksekutif dan yudikatif. Para Jargon mengumandangkan banyaknya mimpi kepada masyarakat yang berada di awang-awang. Rakyat diajak bermimpi yang tidak berujung batas. Sementara para Jargon bernyanyi diatas janji.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  41. Dalam kehidupan ekonomi, para Jargon menguasai harga pasar, mempermainkan harga sehingga petani menjual murah dan membeli mahal kebutuhan hidupnya. Sumber vital dikuasai jargon untuk kepentingan diri sendiri dan kelompok, sementara para pemilik tanah hanya mendapat sesaat. Para jargon menguasai sumber-sumber ekonomi untuk kelanggengan keuntungan.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP 2016 A
    16701261007

    ReplyDelete
  42. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Jargon itu berarti semangat yang mengandung arti luas. Disamping itu mengandung visi atau tujuan. Maka ketika membuat jargon, tidak hanya spontan, tetapi disesuaikan dengan apa visi dan tujuannya. Maka kita harus memahami betul apa maksud dari jargon itu sehingga semua kegiatan kita memiliki tujuan untuk mewujudkan visi tersebut. Ketika tidak dipahami secara mendalam, maka jargon itu malah menjadi tidak berguna, karena tetap saja tindakannya tidak ditujukan untuk mencapai visi dan tujuan itu.

    ReplyDelete
  43. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016



    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Jargon sifatnya representasi dari subyek apa yang diwakili.Jargon bisa menjadi positif ata negatif tergantung pemakainya. Jargon akan menjadi buruk apabila terdapat kekacauan dalam memahaminya dan tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Jargon dapat dikatakan baik apabila sesuai dengan ruang dan waktunya, berguna dan bermanfaat. Oleh karena itu agar hidup harmonis, kita jangan termakan jargon dan harus tetap menjaga jargon positif ada dalam hidup kita. Dengan kita mempertahankan jargon baik kita, pasti hal tersebut akan selalu menjadi hal baik untuk diri kita.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  44. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Kita harus dapat memahami apa yang kita pelajari sehingga ilmu kita akan bertambah. Dengan kita mempelajari sesuatu dengan sungguh-sungguh maka hasilnya akan bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Apabila kita menjumpai kesalahan-kesalahan dalam kita mempelajari sesuatu hal, janganlah kita mudah putus asa dan menyerah, dari kesalahan itulah yang menjadikan diri kita dapat mempelajari sesuatu untuk menjadi benr sesuai dengan kaidahnya. Oleh karena itu janganlah kita mudah terpengaruh oleh bisikan-bisikan dan jargon yang membuat kita menjadi semakin terpuruk. Sehingga kita harus selalu dapat berpikir dengan jernih dan ikhlas hati terhadap sesuatu yang akan kita kerjakan.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id