Oct 17, 2012

Elegi Cupumanik Astanala

Oleh Marsigit

Bagawat:
Whe la da lah. Semakin merajalela perbuatan si Ahilu. Kalau dibiarkan maka perbuatannya bisa merusak tatanan. Adalah kehendak para metafisik untuk menguji kemampuan ketiga perwira itu. Itu bukanlah porsi seorang Ahilu. Jika aku diamkan saja ini akan menjadi preseden buruk. Maka teraksa aku harus turun tangan.


Bagawat:
Aku melihat pertempuran antara ketiganya semakin seru dan hebat. Baik Ahilu, Stigmapangla maupun Pampilu tidak ada tanda-tanda siapa yang akan menang dan kalah. Jika aku biarakan maka juga hal ini bisa merusak lingkungan hidup. Wahai Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu...berhentilah...berentilah...dengarkanlah suaraku...dengarkanlah himbauanku.

Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu:
Wahai sang Bagawat, jangan engkau hentikan pertempuran ini, biar mereka mengetahui siapa diantar kita yang betul-betul jawara.

Bagawat:
Sebentar-sebentar, ...coba peratikanlah apakah yang aku pagang ini?

Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu:
Wa..ha..sungguh indah dan manarik, berkilau dan berwibawa, benda apakah yang engkau pegang itu sang Bagawat?

Bagawat:
Ketahuilah, sebenar-benar teka-teki adalah teka-tekiku. Sedang teka-teki yang dibuat oleh Ahilu itu bersifat semu. Maka sebenar-benar jawara diantara engkau bertiga adalah siapa yang berhasil membuka tutup benda ini. Benda ini disebut Cupu Manik Astanala. Jika engkau bisa membuka tutupnya maka engkau akan disebut sebagai seorang jawara sejati. Tetapi untuk itu sangat berat ketentuannya.

Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu:
Wahai sang Bagawat, segeralah sebutkan apa ketentuannya. Aku sudah tidak sabar lagi untuk memperoleh gelar sang jawara.

Bagawat:
Ketentuannya adalah engkau dihadapkan kepada 2 (dua) pilihan, jika engkau bisa membuka tutup cupu ini maka dengan serta merta engkau peroleh gelar itu yaitu sebagai seorang jawara tiada tandingnya di dunia ini. Tetapi jika engkau tidak bisa membukanya, maka seketika itu juga wujudmu akan berubah menjadi buruk rupa. Padahal buruk rupa yang menimpa dirimu itu bukan sekedar yang tampak pada wajahumu tetapi semua keburukan akan menimpa dirimu. Bagaimana apakah engkau berani mencobanya?

75 comments:

  1. Eka Sulistyawati 13709251025
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013 Kelas B

    Memang hidup itu penuh dengan pilihan. Dan untuk memilih itu dibutuhkan suatu proses untuk memutuskan mana yang akan dipilih. Ketika kita hendak memutuskan jalan mana yang akan kita pilih, hendaknya disertai dengan hati dan pikiran yang jernih. Jangan gegabah dalam memilih, karena dapat berakibat salah pilih yang akan berujung pada penyesalan. Selain itu kita juga perlu meminta pendapat atau penilaian orang lain terkait dengan apa yang akan kita pilih. Sehingga apa yang kita pilih nantinya merupakan suatu keputusan bersama yang baik untu kepentingan bersama. Hal ini didasarkan pada dasar negara kita UUD 1945 dimana negara kita meletakkan musyawarah adalah cara untuk mengambil keputusan bersama untuk kepentingan bersama. Dan yang terpenting lagi adalah selalu mohon petunjukNya agar kita tidak salah memilih atau salah mengambil keputusan.

    ReplyDelete
  2. Hanna Filen Sopia (13709251052)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas B

    Elegi cupumanik astanala menurut saya menggambarkan seorang manusia yang tamak. Ketamakkannya terlihat ketika saling memperebutkan gelar jawara sebagai predikat tertinggi bagi orang yang paling kuat. Kekuatan tertinggi dan paling absolut itu hanya dimiliki oleh Allah SWT. Maka jika terlalu mementingkan hal-hal yang bersifat duniawi demi kepentingan diri sendiri terkadang kita sebagai manusia terjebak dalam stigma dan pengaruh-pengaruh buruk lainnya yang membuat hati dan pikiran menjadi kotor sehingga menimbulkan kesombongan pada diri. Kekuatan sejati datang dari hati, walaupun kuat tapi tetap rendah hati dan menggunakan kekuatannya pada tempatnya serta diprioritaskan untuk menolong banyak orang. Kekuatan sejati tidak akan di jadikan tameng atau topeng untuk menutupi keburukkan diri sendiri, jika kekuatan itu didapat dengan cara yang tidak sehat atau bahkan didapat dengan niat yang tidak baik maka orang tersebut akan takut menanggung konsekuensi terburuk dari kekuatan tersebut karena nantinya akan membahayakan diri sendiri.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  3. St. Rahmah Sami Ahmad
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013
    13709251077 [Kelas D]

    Bismillah...

    Elegi di atas seperti penggambaran manusia dalam menggapai cita-cia. Dalam dunia nyata kita akan menghadapi kompetisi seperti ini, baik dalam kehidupan sekolah ataupun telah memasuki dunia kerja. Persaingan selalu ada, entah itu persaingan sehat maupun tak sehat. Jika dihadapkan pada pilihan seperti ini, mungkin saya pribadi tak sanggup untuk memilih keduanya. Satu sisi jika kita menang maka akan mendapatkan gelar yang diimpi-impikan dan satu sisi jika gagal maka jatuhnya juga akan sangat sakit, kemungkinannya 50% : 50%. Tapi jika kita mempunyai keinginan yang kuat sekali utuk mewujudkan cita-cita, maka Insya Allah manusia akan mampu menggunakan segenap kekuatannya walaupun manusia bepikir itu di luar batas kemampuannya. Orang-orang yang berhasil di masa kini adalah orang-orang yang dulunya tak takut untuk menghadapi resiko yang besar.

    ReplyDelete
  4. Melania Eva Wulanningtyas _PMat A_ 13709251007

    Elegi Cupumanik Astanala menurut pendapat saya adalah hakekat hidup yang sebenarnya adalah suatu pilihan. Dalam menjaalani hidup ini, kita mau tidak mau harus memilih, ada banyak pilihan dalam hidup ini, ada pilihan yang jahat/ buruk dan ada juga pilihan yang baik. Mereka yang mampu memilih dan bertanggung jaab dengan pilihannya tersebut dikatakan sebagai pemenang. Di dalam elegi ini dikatakan bahwa seorang pemenang dikatakan sebagai pemenang nayata jika dapat membuka diri dan mampu menyadari kesalahan dan kelemahan dirinya sendiri. Secara tidak langsung, seorang pemenang adalah seseorang yang mampu mengakui kekalahannya terhadap kelemahan diri sendiri. Begitu juha sebaliknya, seseorang dikatakan kalah jika dia terlalu menutup mata dan hati terhadap kekurangan dirinya sendiri. Tidak ada manusia yang sempurna, oleh karena itu kita wajib melakukan refleksi bahwa kita harus mau dan mampu membenahi kekurangan – kekurangan kita agar menjadi manusia yang lebih baik.

    ReplyDelete
  5. Uun Yuni Armita
    13709251005
    PPs UNY 2013 Pendidikan Matematika A

    Elegi Cupumanik Astanala

    Dalam elegi ini dapat kita ketahui bahwa begitu cerdasnya, kecerdasan yang dimiliki Sang Bagawat. Sang Bagawat menggunakan trik atau cara untuk menghentikan pertengkaran antara Ahilu, Stigmapangla, dan Pampili. Cara yang dilakukan Sang Bagawat adalah dengan menggunakan Cupumanik Astala. Barangsiapa di antara Ahilu, Stigmapangla, dan Pampilu yang jika dapat membuka tutup Cupuanik Astala maka dialah sang jawara sejati, namun jika di antara mereka tidak berhasil membuka tutup Cupumanik Astala maka seketika mereka akan dijadikan buruk rupa, baik dalam hal fisik dan buruk rupa dalam segala perbuatan akan menimpanya.

    Terimakasih.

    ReplyDelete
  6. Nevi Narendrati (13709251009)
    PPs UNY P.Mat A

    Setelah membaca Elegi Cupumanik Astala yang dapat saya petik adalah bahwa hidup itu pilihan. Dari berbagai dimensi dan aspek, kita harus memilih, antara iya dan tidak. Tidak mungkin kita dapat menjalani semua pilihan yang tersedia meliputi yang ada dan yang mungkin ada karena kita memiliki keterbatasan tertentu. Masing-masing pilihan ada konsekuensi yang harus ditanggung di kemudian hari. Namun apapun yang kita pilih kita harus siap. Baik atau buruknya pilihan kita, kita sendiri lah yang menentukan dan menjalani. Dan bagaimana menjalani pilihan tersebut dengan baik adalah berkaitan dengan keikhlasan hati kita.

    ReplyDelete
  7. Dedi Saputra
    13709251014
    PPs P.Mat A

    Setelah saya membaca elegi di atas saya memberikan komentar bahwa kita juga perlu meminta pendapat atau penilaian orang lain terkait dengan apa yang akan kita pilih. Sehingga apa yang kita pilih nantinya merupakan suatu keputusan bersama yang baik untu kepentingan bersama. jika terlalu mementingkan hal-hal yang bersifat duniawi demi kepentingan diri sendiri terkadang kita sebagai manusia terjebak dalam stigma dan pengaruh-pengaruh buruk lainnya yang membuat hati dan pikiran menjadi kotor sehingga menimbulkan kesombongan pada diri. Persaingan selalu ada, entah itu persaingan sehat maupun tak sehat. pemenang adalah seseorang yang mampu mengakui kekalahannya terhadap kelemahan diri sendiri. seseorang dikatakan kalah jika dia terlalu menutup mata dan hati terhadap kekurangan dirinya sendiri. Masing-masing pilihan ada konsekuensi yang harus ditanggung di kemudian hari
    .
    Terima Kasih

    ReplyDelete
  8. ا ﻠسلا م عليكم و ر حمة ﺍﷲ و بر كا ﺗﮫ

    Elegi Cupumanik Astanala ini dihadapkan kepada 2 (dua) pilihan, jika kita berhasil membuka cupumanik ini maka kita akan memperoleh gelar sebagai seorang jawara yang tiada tandingnya di dunia ini. Tetapi jika kita tidak bisa membukanya, maka seketika itu juga wujud kita akan berubah menjadi buruk rupa. Ketika buruk rupa yang menimpa diri kita itu bukan sekedar tampak pada wajahu kita tetapi semua keburukan akan menimpa diri kita sendiri juga.

    Wallahu a’lam bish-shawabi…

    ReplyDelete
  9. susanti_13709251080_pendmatD

    segala sesuatu yang berada di genggaman kita dan yang belum kita genggam adalah pilihan yang kita inginkan. segala sesuatu yang baik, buruk, menang ataukah kekalahan dan sebagainya adlah bagian dari sandiwara. ttetapi ketika manusia mampu menempatkan dirinya untuk berpegang pada Tuhannya maka sesuatu yang buruk pun dapat bernilai baik

    ReplyDelete
  10. Linda (13709251040)
    PPs Pendidikan Matematika Kelas B

    Menggapai suatu cita-cita dalam prosesnya pasti terdapat beberapa jalan, dari berbagai macam jalan menuju cita-cita tersebut tentu kita harus memilih. Dalam pilihan pasti memiliki konsekuensinya. Jika kita memilih jalan yang benar maka untuk meraih cita-cita tersebut akan mudah jika kita memilih jalan yang salah maka untuk menggapai cita-cita itu akan sedikit sulit menggapai cita-cita. Oleh karena itu, hidup ini memang pilihan, pilihlah dengan tepat dan harus siap dengan konsekuensinya.

    ReplyDelete
  11. Novferma (13709251042)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas B
    Asalamualaikum,wr.wb
    Manurut saya maksud elegi diatas adalah hidup merupakan suatu pilihan, banyak sekali pilihan yang kita jalani dalam hidup ini, pilihan untuk menjadi sukses maka jalan yang kita lakukan adalah belajar bisnis, selain pilihan hidup ini juga adalah persaian, kita sekolah adalah berusaha untuk mencari kerja, kuliah s2 adalah bercita-cita menjadi dosen dan memberikan pelajaran kepada anak bangsa yang semangat menuntut ilmu. Sedangkan seteleh selesai sekolah nanti persaingan dunia kerja akan di temui diluar, banyak sekali para pencari kerja di Indonesia. Sehingga kita sebgai seorang yang terdidik seharusnya kita menciptakan lapangan kerja guna mengurangi sarjana-sarjana perngangguran. Pilihan untuk membuka lapangan usaha adalah pilihan yang tepat karena telah banyak di wilayah Indonesia sarjana yang tidak mendapat pekerjaan.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  12. Janu Arlinwibowo (13709251004)
    P.Mat A PPs UNY

    Membaca elegi ini saya melihat aura keserakahan dari ahilu, stigmapangla dan papilu. Mereka semua berebut untuk mendapatkan pengakuan sebagai sang jawara. Nuansa riya’ pun sangat kental dalam elegi ini dimana mereka semua haus akan pujian dan pengakuan. Namun hidup itu adalah suatu pilihan, semakin besar keinginan maka semakin besar pula resiko untuk menggapainya.

    ReplyDelete
  13. Auni Shabrina (10301241002)
    Pendidikan Matematika 2010
    Yang dapat saya pahami dari elegi ini adalah, ketika seseorang memiliki tujuan dan berusaha untuk mencapainya maka orang tersebut pasti akan dihadapkan dengan berbagai pilihan yang akan menuntunnya mencapai tujuan atau sebaliknya. Begitu juga jika tujuannya yaitu untuk menjadi yang terbaik, maka pilihan yang dihadapkan akan semakin berat.

    ReplyDelete
  14. Zuli Nuraeni
    13709251059
    PPs UNY Pend. Matematika Kls D

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Elegi ini menggambarkan bahwa setiap manusia itu selalu dihadapkan pada dua pilihan. Pilihan mana yang akan kita pilih harus siap dengan konsekuensi yang akan diterimanya pula. Jika memilih untuk maju ya harus maju, dan untuk itu dibutuhkan kerjakeras serta kesungguhan niat dalam menjalankan pilihannya itu, jangan seperti sang ahilu yang serakah pada semua pilihan tetapi tidak bisa menjalaninya dengan baik.
    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  15. Harry Syafutera (13709251056)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas C

    Hidup adalah sebuah pilihan, bukan hanya proses yang akan dijalani tapi meliputi seluruh kehidupan itu adalah pilihan itu sendiri, baik buruk, menang kalah dan lainnya adalah salah satu bagian yang akan terus kita alami selama manusia masih hidup diatas bumi ini dan tentunya segala pilihan yang akan diambil akan memiliki konsekuensi sendiri2 dan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya sehingga sikap bijak dan tepat ruang dan waktu akan menentukan bagaimana seeorang akan mampu memilih kehidupan seperti apa yang akan dia jalani nantinya.

    ReplyDelete
  16. Nidya Ferry Wulandari (13709251072)
    Pend. Matematika PPs UNY Kelas C

    Dalam elegi ini cupu manik asatanala menggambarkan suatu kisah hidup sebagai pilihan. Adanya pilihan keburukan, dan ada pilihan yang baik. Menjadi jawara atau pemenang sejati bila mampu membuka tutup cupu mempunyai makna mampu membuka hati dan menyadari akan kelemahan dan ketidakberdayaan, karena sstu-satunya kuasa tak lain tidak bukan hanyalah milik Tuhan. Sebaliknya, orang yang tak mampu membuka tutup cupu akan menjadi buruk rupa karena termakan oleh kesombongan diri sendiri.

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. Raoda Ismail (13709251060)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas D

    Menurut saya, setiap manusia pasti selalu dihadapkan pada dua pilihan, entah itu baik atau buruk, kecil atau besar, mudah atau susah, dan lain-lain, tetapi dalam kasus ini pilihan yang diberikan adalah seperti memakan buah simalakama. Jika ia kalah dalam pertarungan tersebut, maka ia akan menjadi buruk rupa dan semua keburukan akan menimpanya, namun, jika ia memenangkan pertarungan tersebut, berarti ia telah menghancurkan teman-temannya. hal ini menunjukka bahwa keberhasilannya merupakan kekalahan orang lain, ataupun keberhasilan orang lain merupakan kekalahannya.

    ReplyDelete
  19. Siti Umi Rokhani / 13709251048
    PPs UNY Pend.Matematika Kelas D
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Dalam menjalani kehidupan pasti akan muncul saatnya datang suatu pilihan, dan mau tidak mau kita harus memilih salah satu di antara pilihan itu. Dan tentunya setiap pilihan akan mempunyai konsekuensi, bisa saja konsekuensi tersebut menjadikan kualitas hidup meningkat tetapi bisa juga malah menurunkan kualitas atau kedudukan kita. Hendaknya keputusan yang diambil telah dipikirkan dengan pikiran yang bersih dan hati yang ikhlas, sehingga keputusan yang diambil juga akan membawa manfaat dan kebaikan.
    Terima kasih.
    wassalamu'alaikum wr. wb

    ReplyDelete
  20. 13709251045 P.Mat. D
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Setelah membaca elegi ini, saya belum tahu apa sebenarnya cupumanik astanla itu. Namun, saya akan mencobanya.
    Pada elegy itu dikisahkan barang siapa yang bisa bisa membuka tutup cupu itu maka dengan serta merta ia peroleh gelar jawara yang tiada tandingnya di dunia ini. Tetapi jika ia tidak bisa membukanya, maka seketika itu juga wujudnya akan berubah menjadi buruk rupa. Padahal buruk rupa yang menimpa dirimu itu bukan sekedar yang tampak pada wajahumu tetapi semua keburukan akan menimpa dirimu.
    Jika kita mengandaikan bahwa tutup cupu itu adalah UN, maka barangsiapa yang lulus UN nya maka ia melajutkan studinya ke perguruan tinggi, namun jika ia tidak lulus, mungkin beberapa hal keburukan bisa terjadi pada si anak tersebut.
    Wallaahu a’lamu bishshawaabi.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  21. Tri Hidayati (13709251073)
    Pendidikan Matematika Kelas C
    PPS UNY 2013

    Dalam elegi ini, digambarkan bagaimana keserakahan manusia dan keangkuhannya. Sebagaimana yang seharusnya bahwa kesombongan dan ketamakan akan menjauhkan diri dari jiwa suci. Kekuatan yang dimiliki manusia dan kepintarannya, akan membawa pada kesucian jiwa jika manusia selalu rendah hati. Namun, akan membawa dalam kedurjanaan jika sombong dan angkuh.

    ReplyDelete
  22. Ely Syafitri 13709251065
    PPs UNY P. Mat Kelas C

    Assalamualaikum...
    Dalam menjaalani hidup ini, kita mau tidak mau harus memilih, ada banyak pilihan dalam hidup ini, ada pilihan yang jahat/ buruk dan ada juga pilihan yang baik. Mereka yang mampu memilih dan bertanggung jaab dengan pilihannya tersebut dikatakan sebagai pemenang. Di dalam elegi ini dikatakan bahwa seorang pemenang dikatakan sebagai pemenang nayata jika dapat membuka diri dan mampu menyadari kesalahan dan kelemahan dirinya sendiri. Secara tidak langsung, seorang pemenang adalah seseorang yang mampu mengakui kekalahannya terhadap kelemahan diri sendiri. Begitu juha sebaliknya, seseorang dikatakan kalah jika dia terlalu menutup mata dan hati terhadap kekurangan dirinya sendiri. Tidak ada manusia yang sempurna, oleh karena itu kita wajib melakukan refleksi bahwa kita harus mau dan mampu membenahi kekurangan – kekurangan kita agar menjadi manusia yang lebih baik.

    ReplyDelete
  23. PM A (13709251024)
    PPs UNY

    Bismillaahirrahmaanirrohiim,
    Dalam hidup ini selalu ada perbedaan dan pertentangan terhadap yang lainnya. Jika hal itu berlangsung dengan tanpa hati yang bersih, maka sudah pasti akan terjadi kerusakan terutama di lingkungansekitar mereka. Selain itu juga hidup adalah suatu pilihan. Dimana pilihan tersebut tidak bisa kita putuskan begitu saja, tentunya kita membutuhkan hati yang yakin atau matang untuk menyikapi pilihan yang akan diambil dengan baik.

    ReplyDelete
  24. 13709251051

    Elegi Cupumanik Astanala mengingatkan kita semua khusunya saya pribadi bahwa dalam mengarungi kehidupan ini tidak lepas dari memilih karena pada dasarnya hidup ini merupakan pilihan yang mau tidak mau kita harus memilih dengan segala konsekuensi yang termuat dari pilihan tersebut. makna dari semua ini adalah kita harus memilih dan jeli dalam memilih. ketika pilihan yang kita ambil salah maka konsekuensi yang diperoleh adalah akan menjadi buruk rupa dan duruk jiwa namun ketika pilihan yang diambil tepa, maka kita akan menjadi jawara sejati. berhati-hatilah dalam memilih.

    ReplyDelete
  25. Margaretha Madha Melissa
    13709251071
    Pend.Matematika PPs UNY Kelas C

    Setelah saya membaca elegy ini, yang dapat saya tangkap adalah adanya pertempuran antara 3 orang.Di dalam pertempuran pasti ada yang kalah dan ada yang menang.Kalah atau menang itu hal biasa. Tetapi diri kita pasti ingin berada di pihak yang menang, karena dengan menang maka harga diri kita akan naik, kita akan disanjung, mendapat pujian, bahkan mungkin mendapat hadiah. Dalam elegy ini, yang menang adalah yang mambu membuka dan menutup cupumanik astanala, sunggung unik sekali. Jika mampu membuka dan menutup cupu, maka akan menjadi jawara sejati. Namun jika sudah berani mencoba tetapi tidak bisa melakukannya, maka akan mendapatkan segala keburukan. Semua hal yang kita lakukan pasti menanggung resiko. Sehingga, kita harus memikirkan dengan matang tentang apa yang akan kita lakukan beserta resikonya.

    ReplyDelete
  26. Fauzia Rahmawati (13709251062)
    PPs UNY Pendidikan Matematika 2013 Kelas C

    Assalamualaikum wr.wb.

    Dalam elegi ini 'cupu asatanala' manik-manik merupakan kisah hidup sebagai pilihan. Ada pilihan kejahatan, dan ada pilihan yang baik. Seorang pemenang atau pemenang nyata jika dapat memiliki makna membuka tutup 'cupu' mampu membuka diri dan menyadari kelemahan dan ketidakberdayaan, karena tidak ada orang lain tidak kekuasaan hanya milik Alloh, dan sebaliknya

    Terima kasih

    ReplyDelete
  27. 13709251069
    PPS UNY P.Mat C

    Elegi cupumanik astanala menjelaskan bahwa sifat seorang yang selalu menginginkan segala sesuatu yang dapat membuat dirinya merasa lebih dari orang lain. Apapun tipe manusia akan selalu tergoda dengan hal-hal yang membuatnya merasa menang tanpa memikirkan akibatnya. Dalam elegi ini juga dijelaskan bahwa dalam kehidupan manusia selalu dihadapkan pada dua pilihan yang dapat membawanya kea rah yang baik maupun buruk.

    ReplyDelete
  28. Nita Dewi Rahmawati
    NIM: 10313244015
    Pend.Matematika (Internasional) 2010

    Elegi ini menggambarkan kisah hidup sebagai sebuah pilihan. Yakni pilihan baik dan pilihan buruk. Kemampuan membuka tutup cupu berarti mampu membuka hati dan menyadari bahwa setiap makhluk memiliki kelemahan. Dan orang yang tidak mampu membuka tutup cupu akan menjadi buruk rupa karena termakan oleh kesombongan dirinya.

    ReplyDelete
  29. Anastasia Shinta Wirasasmita (13709251001)
    Pend. Matematika PPs UNY 2013 Kelas A

    Elegi Cupumanik Astanala.
    Hidup merupakan suatu pilihan. Pilihan tersebut adalah pilihan yang baik atau pilihan yang buruk. Pilihan tersebut selalu ada dalam kehidupan kita. Bahkan ketika kita baru saja membuka mata kita di pagi hari, kita dapat memilih ingin segera bangun atau ingin melanjutkan tidur lagi. Manusia memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Dalam memilih juga terkadang dapat melakukan kesalahan. Tetapi ketika kita dapat menerima kritik dan saran dari orang lain, kita dapat menjadi orang yang lebih baik lagi, tetapi jika hal tersebut kita tanggapi hanya sebagai celaan maka kita akan stop di kondisi yang sekarang dan tidak dapat maju lagi untuk menjadi yang lebih baik.

    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  30. Assalamu'alaikum wr. wb.
    Okky Riswandha Imawan (13709251050), PPs UNY, P. Mat. 2013, Kelas D.
    Cupu adalah sesuatu yang sangat menggoda, apalagi bagi seseorang yang memiliki obsesi tinggi untuk menjadi yang terhebat. Sesungguhnya tutup dari cupu sangat sulit untuk dibuka, belum diketahui cara membukanya, atau mungkin memang tidak bisa dibuka, dan mungkin saja cupu adalah hukuman bagi orang-orang yang sudah keterlaluan. Jika seseorang gagal membeuka tutupnya maka ia akan mendapatkan keburukan di manapun ia berada, inilah hukuman bagi orang yang keterlaluan dalam bertindak/yang bertindak tidak sesuai dengan kapasitasnya. Selamat berjuang untuk rekan-rekan dalam melanjutkan usaha memerdekakan pikiran kita.

    ReplyDelete
  31. Edi Susanto (13709251078)
    PMat Kelas D PPs UNY 2013

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Pencapain suatu tujuan dalam hidup tentu melalui berbagai pilihan, banyak sifat yang dimiliki manusia yang mencerminkan keburukan. dalam mencapai tujuannya terkadang ada yang menggunakan berbagai cara tanpa memikirkan dampak yang telah dilakukannya baik lingkungan sekitar maupun orang lain. Jika manusia tidak diiringi dengan keimanan maka semua cara akan dilakukannya dalam mencapai tujuan yang ingin dicapainya.

    ReplyDelete
  32. uki suhendar
    pps UNY PM D
    13709251057
    Menjalani kehidupan ini kita pasti ingin menjadi yang terbaik, dan untuk mendapatkannya, maka kita selalu diberi pilihan, diantara pilihan itu sejatinya hanya ada dua kemungkinan, yakni baik atau buruk. Sehingga baik atau buruk itu adalah konsekuensi dari apa yang telah kita putuskan dalam memilih tersebut.

    ReplyDelete
  33. Sardin (13709251053)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas C

    dalam meraih suatu pilihan menuju kesuksesan maka banyak sekali cobaan-cobaan yang harus dihadapi, tinggal bagaimana seseorang tersebut menyikapi cobaan tersebut. ada kalahnya sesorang itu kalah sebelum berperang akhirnya menyerah, ada juga orang lain dengan penuh keyakinan akan pilihannya maka segala cobaan akan dilaluinya, menghadapi masa depan adalah teka teki yang harus dijawab dari sekarang, tidak akan bangun suatu gedung yang berlantai tinggi jika fondasinya tidak kokoh, maka menentukan pilihan kedepan harus meletakan fondasi yang kuat agar pilihan itu tdk mampu diruntuhkah.

    ReplyDelete
  34. Siti Rochana (13709251079)
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Assalammualaikum.Wr.Wb
    Hidup adalah pilihan. Dalam memilih kita harus bijaksana agar pilihan kita tepat. Tapi perlu diingat bahwa semua pilihan mengandung resiko dan jika kita sudah memilih maka kita harus siap menganggung resiko. Maka pilihlah dengan bijaksana dan selalu mohon petunjuk Alloh SWT

    ReplyDelete
  35. Baiq Rofina Arvy (13709251044)
    P. Matematika Kelas B PPs UNY

    Setiap pilihan yang diambil dan dilaksanakan maka akan selalu ada resiko di dalamnya, apakah itu resiko yang baik ataupun resiko yang buruk tentu harus diterima. Namun yang perlu dilakukan sebelum menentukan pilihan adalah menggunakan pikiran-pikiran yang kritis untuk menimbang pilihan mana yang harus diambil serta menggunakan hati yang ikhlas untuk menjalankan apapun yang menjadi pilihannya nanti.

    ReplyDelete
  36. 13709251046
    Pendidikan Matematika kelas B
    PPs UNY 2013
    Assalamualaikum wr...wb...
    Tujuan yang besar memiliki resiko-resiko yang sangat besar, bisa jadi ketika kita berhasil menggapainya akan terjadi hal baik, tetapi ketika kita tidak berhasil ada beberapa hal buruk yang terjadi. Tetapi, hidup adalah pilihan, menggapai tujuan, menjadi baik, atau menjadi buruk itu adalah pilihan yang hanya kita sendiri yang mengetahui sedalam-dalamnya. Maka, haruslah ketika ingin menggapai tujuan, harus sekuat-kuatnya dan dengan hati yang tulus, agar ketika tercapai tujuan tersebut kebaikan selalu mengantarkan kita. Terimakasih.
    Wassalamualaikum wr...wb...

    ReplyDelete
  37. Puput Wahyu Hidayat (13709251013)
    Pendidikan Matematika Kelas A PPs UNY 2013

    Assalammualaikum wr wb

    Sudah sering dijelaskan dalam elegi-elegi yang lainnya, bahwa hidup itu adalah pilihan. Semuanya itu tergantung kita, mau syurga atau mau neraka, mau jahat atau mau baik, mau bahagia atau mau sengsara, dan lain sebagainya yang dapat dipilih. Untuk itu, maka kita sebagai manusia yang memiliki akal dan pikiran, seharusnya kita bisa memilih mana yang baik buat kita. Agar bisa menjadi yang terbaik, maka perkuatlah spiritual kita dalam kehidupan ini.

    Wassalammualaikum wr wb

    ReplyDelete
  38. Rusnilawati PM D 13709251037
    Assalamu'alaikum wr. wb.

    Dari elegi tersebut saya melihat sebuah pertempuran antara ahilu, stigmapangla, dan pampilu yang saling mengadu kekuatan. Kemudian mereka dihadapkan kepada sebuah pilihan untuk menjadi sang jawara yaitu dengan membuka sebuah tutup cupu. Namun, dalam pilihan tersebut ada resiko yang cukup besar yaitu sebuah kegagalan. Yang dapat saya pahami dari elegi ini adalah, dalam kehidupan ada manusia yang ingin saling bersaing untuk menjadi yang paling baik dan paling berpengaruh. Kita sebaiknya selalu mengingat bahwa yang memiliki kedudukan paling baik dan paling tinggi sebenarnya adalah Allah SWT. Dan ketika kita dihadapkan kepada sebuah pilihan maka kita harus bersikap bijak dan memikirkan segala resiko yang ada.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  39. Ria Wijayanti 13709251008
    Pendidikan Matematika Kelas D

    Elegi ini menceritakan tentang hidup adalah pilihan. Pilihan hal yang baik atau buruk itu semua tergantung pribadi kita masing-masing. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Seseorang yang tidak mau membuka hati dan menyadari bahwa tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna akan menjadi buruk rupa karena dalam dirinya diliputi sifat sombong.

    ReplyDelete
  40. 13709251081

    Elegi ini menggambarkan jika kita berhasil membuka cupumanik ini maka kita akan memperoleh gelar sebagai seorang jawara yang tiada tandingnya di dunia ini. Tetapi jika kita tidak bisa membukanya, maka seketika itu juga wujud kita akan berubah menjadi buruk rupa.

    ReplyDelete
  41. Meita Fitrianawati
    13709251017
    PPs P.Matematika A

    Setelah membaca Elegi Cupumanik Astanala, Hal yang dapat saya petik adalah bahwa hidup adalah sebuah pilihan dan piliihan itu ada resiko dibalik itu semua. seperti pada elegi ini disebutkan bahwa ia dihadapkan kepada 2 (dua) pilihan, jika engkau bisa membuka tutup cupu ini maka dengan serta merta engkau peroleh gelar itu yaitu sebagai seorang jawara tiada tandingnya di dunia ini. Tetapi jika engkau tidak bisa membukanya, maka seketika itu juga wujudmu akan berubah menjadi buruk rupa. Padahal buruk rupa yang menimpa dirimu itu bukan sekedar yang tampak pada wajahmu tetapi semua keburukan akan menimpa dirimu. hal yang dapat saya petik dari kalimat itu adalah etika kita diberi pilihan baik dan buruk jika kita memilihnya tepat maka jika pilhan itu akan berdampak tak hanya yang terlihat saja akan tetapi yang tak terlihat pun juga akan menerima resikonya. Terima Kasih

    ReplyDelete
  42. Berta Apriza (13709251023)
    PPs UNY Pendidikan Matematika Kelas A (2013)

    Assalamu'alaikum, Wr, Wb,,,
    Bahasan dalam postinganini mengenai Cupu manik Astanala. Dari elegi diatas dapat saya simpulkan bahwa sebenar-benar seseorang itu menjadi jawara apabila ia berhasil untuk memulai percobaan dan mengakhirinya dengan baik (percobaan yang dimulai dengan niat, keikhlasan dalam menjalaninya dan mengamalkannya hingga terbatas dalam ruang dan waktu). Dikatan pula jika telah berhasil dalam melaksanakannya, maka patutlah ia disebut sebagai seorang jawara yang sejati. Namundijelaskan jika seseorang itu telah memulai tapi ditengah percobaan berhenti dan salah kaprah dalam percobaanya (tidak sesuai/sejalan) maka halitu menjadi buruk (buruk dari luar dan juga semua keburukan akan menimpanya). Mungkin demikian,, Terimakasih,,, :-)
    Wassalamu'alaikum, Wr, Wb,,,

    ReplyDelete
  43. ANDRIANI SUZANA (13709251003)
    PENDIDIKAN MATEMATIKA KELAS A
    PPS UNY 2013

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Elegi Cupumanik Astanala menggambarkan seseorang yang sedang diberi dua pilihan dan ia harus memilihnya salah satu. Pilihan pertama adalah tentang kebaikan. Dimana jika kita ingin menjadi pemenang dalam hidup maka kita harus mampu berjuang dan berusaha semaksimal mungkin agar tujuan kita tercapai. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita mampu berjuang dan berusaha melakukan suatu perbuatan tersebut sesuai dengan koridor ruang dan waktu yang tepat. Jangan sampai karena kita berambisi untuk menjadi pemenang, maka kita rela melakukan perbuatan apapun meskipun perbuatan tersebut berada pada dimensi ruang dan waktu yang salah. Dan itulah sebenar-benar orang yang tamak, sombong, dan rakus yang selalu ingin menjadi pemenang tetapi tidak melihat kondisi diri sendiri. Sedang pilihan kedua adalah kita menyerah pada keadaan. Maksudnya tidak ada usaha sedikitpun dari diri kita untuk menjadi seorang pemenang. Ia selalu pasrah dengan keadaan tanpa didukung suatu kontribusi yang nyata. Itulah sebenar-benar sifat yang tidak boleh kita tiru, kalah sebelum bertanding dan menyerah sebelum berusaha. Semoga kita bisa belajar dan mengambil hikmah dari elegi ini.

    Terimakasih ^_^
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  44. Bismillahirrahmanirrahim.

    Elegi cupumanik astanala memebriakn gambaran tentang pilihan dan konsekuansi dari sebuah pilihan. Itulah jalan hidup yang ada di dunia ini, jika salah pilih maka tidak akan ada yang kedua kalinya. Seperti yang saya baca pada elegi sebelumnya bahwa setiap pilihan memiliki konsekuansi masing-masing. Menjadi pemimpin bagi diri sendiri akan menentukan jalan hidup kita sebagai makhluk ciptaan-Nya. Apakah kita akan menuju pilihan yang penuh dengan kebahagian yang sebanrnya atau menuju kesengsaraan dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  45. Mardiana
    13709251019
    Pend Mat D

    Elegi cupumanik merupakan hal tentang pembukaan kebenaran sessuatu...
    Jika kebenaran dapat terungkap dengan bersih, makan akan diperolehlah kemenangan dan jawaranya...
    Namun jika kalah, maka akan diakui kekalahannya, ketidak becusannya... tak hanya itu... jika terbukti dan buktinya nampak,maka sesuatu yang selama ni ditutup- tutupi akan terbongkar semuanya...
    Ini tepat untuk para koruptor yang sedang tertangkap oleh KPU. Maka saat dia disuruh membuka tabir korupsi seseorang, maka ssesungguhnya dia membuka kebusukannya pula....

    ReplyDelete
  46. Dewi Nasiroh/10301241037
    Pendidikan Matematika 2010

    Di dalam kehidupan manusia selalu dihadapkan dengan dua pilihan yang sangat berbeda. Ketika ia mampu memilih dengan tepat, maka ia akan menjalani kehidupan yang penuh dengan kebaikan. Begitu pula sebaliknya sekali ia memilih jalan yang salah, maka kehidupannya dipenuhi dengan keburukan dan akan sulit baginya unutk kembali ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  47. NIM: 13709251016
    PPs UNY P-Mat.A

    Dalam hidup ini kita tidak boleh mengambil sikap musuh hanya karena perbedaan. Baik itu berbeda ideologi pemikiran, agama, suku, dan lain sebagainya. Bagi kita yang menjadi musuh kita ada dua hal, yaitu hawa nafsu kita dan orang-orang yang berbuat zolim. Hawa nafsu ini yaitu hawa nafsu kebinatangan, misalnya iri, dengki, sombong, riya’, aniaya, hasut, adu domba, haus kekuasan, dan lain sebagainya. Sementara orang yang zolim meliputi pencuri, perampok, koruptor, perusak tatanan sosial, pengedar narkoba, gembong judi dan lain sebgainya. Janganlah kalian mengambil sikap musuh kecuali kepada yang berbuat zolim.

    ReplyDelete
  48. Anisah (13709251006)
    PPs UNY P.Mat A

    Dalam elegi ini diilustrasikan bahwa Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu dihadapkan dengan dua pilihan sebelum mereka memperoleh gelar sang jawara. Pilihan pertama jika mereka bisa membuka tutup cupu ini maka dengan serta merta mereka memperoleh gelar itu yaitu sebagai seorang jawara tiada tandingnya di dunia ini. Tetapi jika engkau tidak bisa membukanya, maka seketika itu juga wujudmu akan berubah menjadi buruk rupa. Padahal buruk rupa yang menimpa mereka itu bukan sekedar yang tampak pada wajah mereka tetapi semua keburukan akan menimpa mereka. Dua pilihan tersebut, mengingatkan kita sebagai manusia akan pilihan hidup yang diberikan Allah SWT. Dua pilihan tersebut adalah Surga dan Neraka. Jika kita mampu bisa masuk surga, maka segala kebaikan dan apapun keinginan baik berupa kemewahan, kemegahan,kenikmatan dan kesenangan akan diberikan oleh Allah SWT. Namun sebaliknya jika kita tak bisa masuk surga berarti masuk neraka. Sungguh seburuk-beruknya manusia adalah yang masuk neraka. Naudzubillahhiminzalik.

    ReplyDelete
  49. Mega Eriska R.P.(13709251064)
    PPS Pend Mat, Kelas C

    Dalam elegi ini cupu manik asatanala menggambarkan suatu kisah hidup sebagai pilihan. Adanya pilihan keburukan, dan ada pilihan yang baik. Mereka yang menjadi jawara atau pemenang sejati adalah yang mampu membuka tutup cupu yakni mampu membuka hati dan menyadari akan kelemahan dan ketidakberdayaan, karena sstu-satunya kuasa tak lain tidak bukan hanyalah milik Tuhan. Sebaliknya, orang yang tak mampu membuka tutup cupu akan menjadi buruk rupa karena termakan oleh kesombongan diri sendiri. Tidak ada manusia yang sempurna, oleh karena itu kita wajib melakukan refleksi bahwa kita harus mau dan mampu membenahi kekurangan – kekurangan kita agar menjadi manusia yang lebih baik.

    ReplyDelete
  50. Dhanar Dwi Hary J. (13709251076)
    PPs PM Kelas C

    Hidup seperti selalu berada dalam persimpangan. Jalan lurus itulah jalan-Nya. Namun jalan yang kita tempuh tak selamanya lurus dan mulus. Jika lurus pasti akan ada batu kerikil yang menganggu atau jika mampu bisa diubah menjadi warna perjalanan kita. Ketika jalan mulus namun banyak persimpangan-persimpangan yang harus dipilih. Jalan hidup tak selalu mulus, namun rintangan dan pilihan itu yang menentukan posisi kita selanjutnya dan yang menyempurnakan hidup.

    ReplyDelete
  51. Anas Hermawan 09313244024
    P Math Inter

    hidup memang tak bisa lepas dari pilihan pilihan. Banyak persimpangan jalan yang harus dipilih. Banyak kebimbangan yang harus dihadapi. Banyak hal yang harus diperjuangkan dan banyak pula yang harus dikorbankan.

    ReplyDelete
  52. Susanah Wati (NIM. 13709251070)
    PPs. P.Mat D

    Hidup ini adalah pilihan.Ada pilihan yang baik dan ada pilihan yang buruk. Setiap pilihan pasti ada resikonya. Dan pilihan apa yang akan kita ambil adalah yang akan menentukan masa depan kita. Pilihan baik walaupun beresiko lebih besar tidak ada salahnya kita coba. Karena kita tidak akan pernah tahu kita berhasil atau gagal jika kita belum pernah mencoba sama sekali.Seandainya kita gagal, anggap itu sebagai ujian untuk kita bangkit lebih semangat lagi, tetapi jika kita berhasil, maka itu menjadi berkah yang luar biasa.

    ReplyDelete
  53. Wita Ratna Puspita 13709251021
    PPs UNY Pend. Matematika Kelas A

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Elegi ini memberikan makna dalam menentukan pilihan hidup. Menentukan pilihan hidup sangatlah penting. Karena pilihan menentukan jalan kehidupan yang akan ditempuh. Untuk memperkuat alasan dalam memilih, milikilah argumentasi yang realisitis. Selalu mengedepankan nilai-nilai postif. Baik itu pikiran maupun perasaan.

    ReplyDelete
  54. Fitri Nurhayati
    PPs UNY Pendidikan Matematika
    13709251020
    Elegi cupumanik astala menggambarkan bahwa hidup adalah pilihan. Dalam kehidupan kita selalu dihadapkan dengan pilihan, bahkan ketika kita sudah memilih, dihadapkan lagi dengan pilihan. Begitu seterusnya. Kita harus siap dengan segala konsekuensi yang akan diterimanya pula. Seorang dapat dikatakan pemenang nyata jika dapat membuka diri dan mampu menyadari kesalahan dan kelemahan dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  55. Dewi Mardhiyana (13709251043)
    PPs UNY Pendidikan Matematika kelas B

    Hidup adalah sebuah pilihan, yaitu pilihan baik dan pilihan buruk. Kemampuan orang yang dapat membuka tutup cupu berarti dia mampu membuka hati dan menyadari bahwa setiap makhluk memiliki kelemahan dan ketidaksempurnaan, karena kesempurnaan hanyalah miliki Allah. Sedangkan orang yang tidak mampu membuka tutup cupu akan menjadi buruk rupa karena termakan oleh kesombongan dirinya, sehingga dia telah terjebak dengan mitosnya sendiri. Dalam kehidupan ini, kita sering dihadapkan pada sebuah pilihan. Kita memang tidak bisa untuk memilih semua pilihan yang ada. Oleh karena itu, kita harus lebih banyak bertawakal kepada Allah untuk menentukan pilihan mana yang terbaik untuk diri kita sendiri. Mudah-mudahan segala pilihan kita selalu mendapat ridha dari Allah. Amin.

    ReplyDelete
  56. Muhammad Rizal Fahlevi (13709251011)
    Pendidikan Matematika A PPs UNY 2013

    Dalam elegi ini 'cupu asatanala' manik-manik merupakan kisah hidup sebagai pilihan. Ada pilihan kejahatan, dan ada pilihan yang baik. Seorang pemenang atau pemenang nyata jika dapat memiliki makna membuka tutup 'cupu' mampu membuka diri dan menyadari kelemahan dan ketidakberdayaan, karena tidak ada orang lain tidak kekuasaan hanya milik Allah. Sebaliknya, orang yang tidak mampu untuk membuka tutup 'cupu' akan jelek sebagai dikonsumsi oleh kebanggaan Anda.

    ReplyDelete
  57. Tri Purwanto (13709251084)
    PPs UNY pendidikan Matematika 2013 kelas C
    Assalamualaikum Wr Wb
    Elegi Cupumanik Astanala menurut pendapat saya adalah hakekat hidup yang sebenarnya adalah suatu pilihan, manusia hidup tak bisa lepas dari yang namanya pilihan, pilihan itu baik bisa saja buruk, namun konsekuensi dari pilihan itu adalah bijak karena kita yang berani mengambil keputusan, bukan karena ikut-ikutn, seperti ada yang korupsi maka kita ikut-ikutan itu merupakan suatu pilihan namun tidak bijak, pilihan yang baik adalah pilihan yang berdasaran nurani, karena nurani tak bisa bohong.

    ReplyDelete
  58. Lilik Fauziah
    13709251028 (PM D)

    Elegi Cupumanik Astanala
    berdasarkan elegi tersebut menggambarkan bahwa hidup ini adalah pilihan, apapun yang kita lakukan itu merupakan pilihan. jadi setiap apa yang akan lakukan sebaiknya kita pertimbangkan dengan baik, difikirkan dan dengarkan kata hati. jangan hanya menuruti nafsu belaka.

    ReplyDelete
  59. Pasttita Ayu Laksmiwati
    13709251038
    PPs Pendidikan Matematika 2013 Kelas B

    Dari elegi ini saya belajar mengenai pilihan. Pilihan yang dihadapi adalah bagian dari kehidupan yang tidak akan terpisahkan dari hidup kita. Belajar dari pilihan, belajar dari kesalahan itu juga merupakan salah satu pilihan yang manusia miliki dalam kehidupan. Seperti kata motivasi yang sering saya dengar. Jangan biarkan orang lain mempengaruhi ide dan keputusan Anda. Dalam lima tahun ke depan, Anda lah – bukan mereka – yang harus hidup dengan pilihan yang Anda buat (Sarah Brklacich). Allah juga selalu memberikan kita kesempatan untuk memilih. Allah SWT mengilhamkan kepada jiwa manusia dua jalan, kejahatan dan ketakwaan. ''Dan (demi) jiwa dan penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.'' (QS Asy-Syams [91]: 7-10). Kita diberi pilihan memilih jalan yang mana. Kita diberi akal untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Kita juga diberi ujian sebagai pembuktian keimanan, apakah dengan ujian itu, tetap pada keimanan atau berpaling dan melakukan yang salah. Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan, `Kami telah beriman,' sedangkan mereka tidak diuji lagi (QS. Al Ankabuut : 2) Kita dikaruniai akal pikiran untuk memilih jalan ketakwaan atau kefasikan.

    ReplyDelete
  60. Anisya Septiana 13709251063
    PPS PMAT C UNY 2013

    Tidak ada pilihan yang terbaik dalam hidup ini, yang ada adalah jalani hidup ini sebaik-baiknya dengan menjadi baik. Baik kepada sesama manusia maupun di hadapan Tuhan. Jadi sebenarnya, apapun pilihan jalan hidup kita yang terbaik adalah menjadi orang baik bagi sesama dan melakukan hal yang baik yang berkenan bagi Tuhan.

    ReplyDelete
  61. Veny Sri Astuti (13709251029)
    Pend. Matematika Kelas B

    AssaLamu’aLaykum Wr. Wb.

    Elegi cupumanik astanala memebriakn gambaran tentang pilihan dan konsekuansi dari sebuah pilihan. Itulah jalan hidup yang ada di dunia ini, jika salah pilih maka tidak akan ada yang kedua kalinya.Dalam elegi ini diilustrasikan bahwa Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu dihadapkan dengan dua pilihan sebelum mereka memperoleh gelar sang jawara. Pilihan pertama jika mereka bisa membuka tutup cupu ini maka dengan serta merta mereka memperoleh gelar itu yaitu sebagai seorang jawara tiada tandingnya di dunia ini. Tetapi jika engkau tidak bisa membukanya, maka seketika itu juga wujudmu akan berubah menjadi buruk rupa. Padahal buruk rupa yang menimpa mereka itu bukan sekedar yang tampak pada wajah mereka tetapi semua keburukan akan menimpa mereka.

    ReplyDelete
  62. 13709251068
    P. Mat C

    Menurut pendapat saya berdasarkan Elegi Cupumanik Astanala di atas adalah tidak setiap masalah harus diselesaikan dengan perkelahian karna otak lebih baik daripada otot. Perkelahian hanya akan membuat kita sakit dan babak belur apalagi hanya untuk memperebutkan gelar jawara. Menang jadi abu kalah jadi arang, jadi sama-sama tidak menguntungkan. Jawara adalah orang yang ditakuti bukan disegani, lebih baik kita disegani oleh orang lain daripada ditakuti karna jika kita disegani kita mempunyai bnyak teman tetapi jika kita ditakuti kita dijauhi orang lain.

    ReplyDelete
  63. Nadya Armintia 13709251067
    PPs Pendidikan Matematika Kelas D

    Ass. Wr. Wb.
    Hidup ini selalu dihadapkan dengan resiko. Untuk mendapatkan sesuatu yang besar, resiko yang harus dihadapi besar pula. Merupakan pilihan pribadi masing-masing untuk mencoba mengambil resiko yang ada atua hanya berdiam diri dan tidak mengalami kemajuan apa pun.

    ReplyDelete
  64. Dalam elegi ini cupu manik asatanala menggambarkan suatu kisah hidup sebagai pilihan. Adanya pilihan keburukan, dan ada pilihan yang baik. Menjadi jawara atau pemenang sejati bila mampu membuka tutup cupu mempunyai makna mampu membuka hati dan menyadari akan kelemahan dan ketidakberdayaan, karena sstu-satunya kuasa tak lain tidak bukan hanyalah milik Tuhan. Sebaliknya, orang yang tak mampu membuka tutup cupu akan menjadi buruk rupa karena termakan oleh kesombongan diri sendiri.

    ReplyDelete
  65. Milah Nurkamilah
    NIM 13709251083
    PPs UNY Pendidikan Matematika kelas B 2013

    Untuk mendapatkan sesuatu maka perlu usaha, ikhtiar dengan sebaik mungkin. Jika seseorang berusaha dengan sebaik mungkin, apa yang ia dapatkan akan setimpal dengan apa yang ia usahakan. Namun, jika seserorang menginginkan dan mengambil apa yang bukan menjasi haknya maka itu akan berdampak negatif pada dirinya sendiri. yang terbaik menurut manusia, belum tentu baik menurut Allah. Oleh karena itu, berusaha sebaik mungkin dalam mengerjakan segala hal.

    ReplyDelete
  66. Khikayah / NIM 13709259005
    PPs P.MAT P2TK 2013
    Assalamu'alaikum Wr Wb
    Cupumanik bisa diartikan sebagai pusaka yang didalamnya mengandung rahasia kehidupan alam nyata dan alam kesuragaan. Dengan membuka Cupumanik kita akan dapat melihat dengan nyata dan jelas gambaran surga yang serba polos, suci dan penuh kenikmatan. Sebenar-benar juara adalah yang mampu menjalani kehidupan dengan baik, tidak berbuat jahat dan bisa meluruskan tujuan hidupnya untuk menggapai syurga yang indah.
    Wassalamu'alaikum Wr Wb

    ReplyDelete
  67. Dessi Kristiyani
    PPs PM P2TK 2013_NIM 13709259010

    Assalamu'alaikum..

    Dengan membaca elegi ini, maka satu yang bisa kita petik, yaitu dalam menjalani kehidupan kita harus selalu berpikir kritis dan dalam pikiran yang murni sehingga akan mampu meraih kehidupan yang lebih baik dan meriah kebahagiaan serta keselamatan dunia dan akhirat tentu saja semua itu akan terwujud asalkan kita mampu menghilangkan segala ego, kesombongan dan ke aku an, dengan demikian kalau dalam elegi ini kita akan mampu membuka cupu tersebut. Tapi apabila kita tidak mampu mengendalikan ego, kesombongan dan ke aku an maka yang ada adalah kita tersesat dan terjebak dalam ruang gelap, dan akhirnya nerakalah yang akan kita dapat.

    Wassalamu'alaikum..

    ReplyDelete
  68. I Ketut Loka Santi / 13709259008
    PPs PMat P2TK 2013

    Salam Sejahtera,

    Makna yang bisa saya petik dari elegi ini bahwa hidup selalu dihadaapkan pada dua pilihan, pada dua sisi yang berbeda. Baik-buruk,atas-bawah,kanan-kiri dll, karena dua sisi inilaah alam semesta berada pada keseimbangan. Pada elegi di atas juga dihadapkan pada dua pilihan, belum diketahui apakah hasilnya nanti baik atau buruk. Membuka tutup cupu manik itu, sebelum berbuat hendaaknya dipikirkan baik-baik, manfaat dan tujuannya apa, serta apakah kemampuan kita sudah cukup untuk bisa membuka itu? Disini kita diajarkan bercermin pada diri sendir, introspeksi dan jangan terlalu mengikuti hawa nafsu untuk menjadi yang terhebat. Karena yang terhebat adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Terima kasih

    ReplyDelete
  69. FARIDAH HERNAWATI
    PPs PENDIDIKAN MATEMATIKA P2TK 2013
    NIM. 13709259009

    Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    pilihan hidup antara menjadikan manusia itu yang baik ataukah menjadikan manusia itu yang buruk baik sifat karakter yang dimiliki. untuk mencapai tujuan menjadi "jawara" tersebut kita harus melihat kemampuan diri sendiri, jangan terlalu dipaksakan karena akan menjadi efek buruk ke depannya,
    Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    ReplyDelete
  70. ABDUL KHAMID
    PPS UNY- PMat P2Tk 2013
    NIM. 1370 925 9003

    Dalam mengomentari elegi ini menurut saya ada dua pilihan dalam hidup ini yaitu Surga dan Neraka,,seorang yang menginginkan surga maka harus menjalankan segala perintahNya,,dan meninggalkan segala laranganNya.
    maka persiapkanlah diri kita dengan belajar yang keras, mencari ilmu, berdo'a minta perlindungan kepada Allah agar kita bisa menjadi "jawara" yaitu manusia yang bisa mengalahkan godaan-godaan syetan.

    ReplyDelete
  71. Kristinawati
    13709259013
    Pend. Matematika P2TK 2013

    Saya belum paham benar dengan cupumanik astanala ini. namun sepertinya ada kemiripan dengan cupumanik Astagina yang diperebutkan anjani, subali dan sugriwa. Cupu Manik Astagina itu dimiliki oleh Retna Anjani, anak Resi Gotama. Dalam penglihatan Resi Gotama, isi Cupu tersebut adalah segala isi jagad raya yang indah sekali. Melihat dari sifatnya sepertinya ini adalah ilmu filsafat, jika kita bisa memahaminya tanpa tersesat maka kita akan menjadi jawara sejati, namun jika kita berusaha memahaminya dan tersesat maka kita akan jdi buruk rupa dalam tabiatnya, seperti melupakan ajaran agama dll.

    ReplyDelete
  72. Esti Rahayu (13709259004)
    Pendidikan Matematika P2TK 2013

    cupu manik astanala dalam elegi ini digambarkan sebagai sesuatu yang indah, berkilau,sehingga membuat siapa saja yang melihat tergoda untuk memilikinya. menurut saya, cupu manik astanala ini adalah tak ubahnya kehidupan duniawi yang begitu penuh dengan godaan, sesuatu yang kelihatanya indah, nikmat, dan menyenangkan sehingga kadang membuat manusia menjadi terlena oleh karena orang yang tak mampu mengendalikan nafsunya akan terperosoklah ia kedalam jurang kesesatan dan sebaliknya orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya maka beruntunglah ia karena telah menjadi pemenang dalam mengalahkan hawa nafsunya.

    ReplyDelete
  73. Maprokhi
    PPs PMat P2TK 2013 13709259014

    Dunia dengan segala keindahannya memang memang menggoda manusia untuk menguasainya. Menurut saya semua yang ada di dunia ini adalah ilmu Alloh SWT, nah siapa saja yang berhasil mengungkap makna dibalik dari ilmu-ilmu Alloh tersebut dialah jawara sejati. Apalagi jika ilmu yang dikuasai dapat bermanfaat bagi manusia lainnya maka itulah sebenar-benarnya jawara.

    ReplyDelete
  74. HESTI SETIANINGSIH
    PEND. MATEMATIKA P2TK 2013
    NIM 13709259015

    Menurut saya elegi ini tentang usaha seseorang untuk mencapai tujuan atau cita-cita yang dihadapkan dengan kemewahan dan indahnya dunia. Untuk mencapainya hanya ada dua pilihan yaitu mencoba atau tidak. Apabila pilihannnya mencoba maka ada kemungkinan sukses atau gagal. Tetapi jika pilihannya tidak mencoba maka jelas gagal, karena menyerah tanpa perlawanan.

    ReplyDelete
  75. Harna Yulistiyarini_(NIM 13709259011)_PPs PMAT P2TK UNY 2013

    Setiap kita melangkah kita akan dihadapkan pada pilihan pilihan. Manusia bisa memilih jalah fujuraha atau watqwaha. Fujura (buruk) dan taqwa (jalan baik). Jika kita berhasil mengelola hawa nafsu, menahan godaan syaitan, dan sebagainya maka kita akan menuju jalan kebaikan dan surga. Namun jika jika tak mampu maka kita akan tergerak pada jalan keburukan menuju neraka.

    ReplyDelete