Oct 17, 2012

Elegi Cupumanik Astanala




Oleh Marsigit

Bagawat:
Whe la da lah. Semakin merajalela perbuatan si Ahilu. Kalau dibiarkan maka perbuatannya bisa merusak tatanan. Adalah kehendak para metafisik untuk menguji kemampuan ketiga perwira itu. Itu bukanlah porsi seorang Ahilu. Jika aku diamkan saja ini akan menjadi preseden buruk. Maka teraksa aku harus turun tangan.


Bagawat:
Aku melihat pertempuran antara ketiganya semakin seru dan hebat. Baik Ahilu, Stigmapangla maupun Pampilu tidak ada tanda-tanda siapa yang akan menang dan kalah. Jika aku biarakan maka juga hal ini bisa merusak lingkungan hidup. Wahai Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu...berhentilah...berentilah...dengarkanlah suaraku...dengarkanlah himbauanku.

Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu:
Wahai sang Bagawat, jangan engkau hentikan pertempuran ini, biar mereka mengetahui siapa diantar kita yang betul-betul jawara.

Bagawat:
Sebentar-sebentar, ...coba peratikanlah apakah yang aku pagang ini?

Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu:
Wa..ha..sungguh indah dan manarik, berkilau dan berwibawa, benda apakah yang engkau pegang itu sang Bagawat?

Bagawat:
Ketahuilah, sebenar-benar teka-teki adalah teka-tekiku. Sedang teka-teki yang dibuat oleh Ahilu itu bersifat semu. Maka sebenar-benar jawara diantara engkau bertiga adalah siapa yang berhasil membuka tutup benda ini. Benda ini disebut Cupu Manik Astanala. Jika engkau bisa membuka tutupnya maka engkau akan disebut sebagai seorang jawara sejati. Tetapi untuk itu sangat berat ketentuannya.

Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu:
Wahai sang Bagawat, segeralah sebutkan apa ketentuannya. Aku sudah tidak sabar lagi untuk memperoleh gelar sang jawara.

Bagawat:
Ketentuannya adalah engkau dihadapkan kepada 2 (dua) pilihan, jika engkau bisa membuka tutup cupu ini maka dengan serta merta engkau peroleh gelar itu yaitu sebagai seorang jawara tiada tandingnya di dunia ini. Tetapi jika engkau tidak bisa membukanya, maka seketika itu juga wujudmu akan berubah menjadi buruk rupa. Padahal buruk rupa yang menimpa dirimu itu bukan sekedar yang tampak pada wajahumu tetapi semua keburukan akan menimpa dirimu. Bagaimana apakah engkau berani mencobanya?

56 comments:

  1. Dalam elegi ini cupu manik asatanala menggambarkan suatu kisah hidup sebagai pilihan. Adanya pilihan keburukan, dan ada pilihan yang baik. Menjadi jawara atau pemenang sejati bila mampu membuka tutup cupu mempunyai makna mampu membuka hati dan menyadari akan kelemahan dan ketidakberdayaan, karena sstu-satunya kuasa tak lain tidak bukan hanyalah milik Tuhan. Sebaliknya, orang yang tak mampu membuka tutup cupu akan menjadi buruk rupa karena termakan oleh kesombongan diri sendiri. Sebaliknya, orang yang tidak mampu untuk membuka tutup 'cupu' akan jelek seperti yang dikonsumsi oleh kebanggaan Anda.

    Edi Wahyudi_15709251086
    PPS_PMat_B_2015

    ReplyDelete
  2. Dalam elegi disampaikan bahwa, pilihan hidup terkadang memang sulit untuk diputuskan. terkadang terdapat kontradiksi antara hati dan akal, sehingga pilihan hati menyuruh baik tetapi akal tak bisa menerimanya dan sebaliknya. Namun manusia harus tetap memilih salah satu dari setiap pilihan, sebab jika tak memilih berati manusia tersebut mati dari hati dan akalnya. Sehingga setiap pilihan walaupun beresiko tetap harus diambil dan tetap harus dipilih agar manusia tetap dapat bisa melanjutkan hidupnya dengan pilihan-pilihan yang telah di dipilihnya.

    Evie Dwy Wahyu Arista (15709251019/S2/PM.B)

    ReplyDelete
  3. Fitriani
    15709251067
    PPs Prodi Pendidikan Matematika A 2015
    Dari elegi ini menggambarkan bahwa stiap pilihan yang diambil haruslah diterima konsekuensinya. baik buruknya harus daihadapi karena itu telah menjadi pilihan kita. selama nasi belum menjadi bubur ubahlah pilihan yang telah diketahui bahwa itu memang salah namun haruslah dengan pertimbangan yang matang. setiap langkah yang diambil mempunyai tantangannya tersendiri. Semakin besar Tantangannya maka makin besar pula hasinya jika kita mampu meghadapinya.
    wassalamualaikum wr.wb

    ReplyDelete
  4. Asmin Lukman (15701251024)
    PEP B S-2
    As.wr.wb
    Hidup selalu dihadapkan dengan pilihan. Ilustrasi dari memilih yaitu bisa dalam bentuk memilih satu dari dua, memilih 1 dari tiga atau memilih dua dari tiga dan seterusnya. Terkadang memilih juga menjadi sesuatu yang sulit bagi yang menjalaninya. Misalnya memilih satu diantara dua hal yang terbaik. Dalam elegi ini mejelaskan tntang bagaimana memilih satu dari dua hal yang sudah diprediksikan akibatnya yaitu baik atau buruk. Pilhan ini seperti memilih antara jalan menuju surga atau neraka. Maka tentu kita harus memilih yang baik disertai dengan ikhlas dan ikhtiar.
    ws.wr.wb.

    ReplyDelete
  5. Lia Agustina
    PEP B
    15701251038

    Dalam elegi ini menyiratkan arti bahwa apapun yang ada didunia ini baik yang ada dan yang mungkin ada semuanya memiliki kontradiksi sendiri. Sekecil apapun hal itu pasti mempunyai kontradiksi, karena yang benar benar bersifat identitas atau tetap atau kekal hanyalah Allah swt. Oleh karena itu, hidup adalah pilihan dan setiap pilihan memiliki resiko, jika kita baik dan niatan kita pun baik maka allah akan menuntun kita untuk memilih hal yang baik pula. Amin

    ReplyDelete
  6. Pilihan adalah sesuatu yang semua manusia rasakan dalam kehidupan. Kehidupan manusia banyak dihadapkan pada sebuah pilihan yang memiliki kelebian dan keurangan pada setiap opsinya. Pilihan akan baik apabila kita mampu membuka hati nurani kita dalam setiap kesempatan dan tidak mengedepankan hawa nafsu seperti yang digambarkan dalam membuka cupu diatas. Manusia yang tidak mampu membuka hati nurani dan tidak menyadari setiap kelemahan yang dimiliki akan sia-sia dalam mengambil keputusan (pilihan), karena manusia tersebut tidak memikirkan ke depan dan kebaikan bersama seperti sebuah cupu yang tertutup.

    ReplyDelete
  7. Elegi ini menggambarkan kisah hidup sebagai sebuah pilihan. Yakni pilihan baik dan pilihan buruk. Kemampuan membuka tutup cupu berarti mampu membuka hati dan menyadari bahwa setiap makhluk memiliki kelemahan. Dan orang yang tidak mampu membuka tutup cupu akan menjadi buruk rupa karena termakan oleh kesombongan dirinya.

    ReplyDelete
  8. Arif Nur Fitriyanti
    12301241004
    Pendidikan Matematika 2012
    Filsafat Pendidikan Matematika

    Hidup memang penuh pilihan. Menurut saya, sesuatu yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Tuhan dan sesuatu yang tidak baik menurut kita belum tentu tidak baik menurut Tuhan. Tuhan lebih tahu apa yang terbaik dan apa yang kita butuhkan saat ini. Dari elegi ini, memang terdapat dua pilihan yaitu jika bisa membuka maka mendapat gelar, tetapi jika tidak bisa membuka maka akan buruk rupa dan ditimpa keburukan. Hal ini dapat diibaratkan dengan seseorang yang menuntut ilmu. Jika dia dapat membuka pikirannya untuk menerima suatu pengetahuan, maka ia akan memperoleh pengetahuan tersebut. Tetapi jika tidak bisa membuka pikirannya dan merasa sombong, maka ia akan tersesat. Terima kasih.

    ReplyDelete
  9. Dalam elegi ini dikatakan bahwa seorang pemenang dikatakan sebagai pemenang nyata jika dapat membuka diri dan mampu menyadari kesalahan dan kelemahan dirinya sendiri. Secara tidak langsung, seorang pemenang adalah seseorang yang mampu mengakui kekalahannya terhadap kelemahan diri sendiri. Begitu juga sebaliknya, seseorang dikatakan kalah jika dia terlalu menutup mata dan hati terhadap kekurangan dirinya sendiri. Tidak ada manusia yang sempurna, oleh karena itu kita wajib melakukan refleksi bahwa kita harus mau dan mampu membenahi kekurangan – kekurangan kita agar menjadi manusia yang lebih baik.

    Ricky Antonius Leohani
    15709251048
    Pps Pmat A

    ReplyDelete
  10. Membaca elegi ini mengingatkan saya pada sebuah cerita dalam kisah Ramayana, yaitu tentang cerita Cupu Manik Astagina menurut salah satu versi dari sebuah buku (Anak Bajang Menggiring Angin, Sindhunata).
    Cupu tersebut merupakan pemberian Dewa Surya kepada Dewi Windradi, yang kemudian diberikan kepada anak perempuannya yaitu Dewi Anjani.
    Sang ayah, Resi Gotama tidak mengetahui perihal cupu tersebut. Suatu ketika Sang Resi melihat Anjani bermain dengan cupu tersebut, kemudian bertanya siapa pemiliknya. Anjani memberitahu bahwa tadinya, cupu tersebut adalah milik ibunya, Dewi Windradi. Resi Gotama kemudian menanyakan kebenaran tersebut tetapi istrinya tetap diam, tidak mau menjawab. Resi yang merasa terhina kemudian marah dan mengutuk Dewi Windradi menjadi tugu dan melemparkan cupu tersebut. Yang menyedihkan adalah, ketiga anaknya malah berebut ingin lebih dulu menemukan cupu tersebut. Alhasil ketiga anak Dewi Windradi berubah menjadi kera.

    ReplyDelete
  11. Menurut beberapa sumber, Cupu tersebut adalah merupakan wasiat dari para dewa yang apabila berisikan keindahan luar biasa. Tetapi sayangnya, hal tersebut malah membuat anak-anak Dewi Windradi terkesima dan malah berebut karena ingin memiliki cupu tersebut bagaimanapun caranya. Mereka tidak mempunyai tujuan yang mulia perihal keinginan memiliki cupu tersebut, hanya rasa kompetisi, tergiur barang mewah dan tidak ada silih asih walaupun saudara.

    ReplyDelete
  12. Apabila dikaitkan dengan elegi di atas, Bagawat memberikan tantangan untuk membuka tutup Cupu Manik Astanala, dengan dua kemungkinan yaitu, apabila bisa si pembuka akan menjadi jawara dan apabila tidak, si pembuka akan berubah menjadi buruk rupa. Begawat ingin memberikan pelajaran bahwa kesombongan itu tidak ada manfaatnya, hanya bisa menjerumuskan ke dalam keburukan.

    ReplyDelete
  13. Dalam kehidupan, manusia terkadang dihadapkan dengan pilihan yang ekstrim dengan konsekuensi yang tidak kalah ekstrim pula. Pilihan-pilihan pun berdimensi, sesuai dengan tingkat berpikir manusia satu sama lain. Pengetahuan dan pengalaman yang luas dan mendalam merupakan bekal yang penting dalam mengambil keputusan-keputusan dalam setiap pilihan kehidupan tersebut. Sehingga setiap konsekuensi yang terjadi, manusia telah siap menghadapi dan mengantisipasinya.

    Anwaril Hamidy 15709251018

    ReplyDelete
  14. Hidup manusia selalu diwarnai dengan adanya suatu pilihan. Yang mana setiap pilihan terdapat kelebihan serta kekurangannya. Banyak pertimbangan yang manusia pikirkan dalam memutuskan pilihan tersebut. Dengan berbekal pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh dapat menjadi dasar dalam menentukan pilihan yang akan diputuskannya.

    Vincentia S.P
    15709251082 / PPs P.MAT B

    ReplyDelete
  15. Latifatul Karimah
    12301241007

    Hidup adalah sebuah pilihan. Banyak sekali saat ketika kita harus memilih antara dua jalan yang keduanya memang sulit untuk dilakukan. Akan ada konsekuensi di setiap pilihan yang kita ambil. Oleh karena itu, selalu turutilah kata hati ketika akan mengambil memilih sebuah keputusan, apakah kita sanggup menerima konsekuensinya atau tidak, dan jangan lupa untuk selalu berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  16. Menjalani kehidupan dan bertemu dengan pilihan-pilihan hidup adalah suatu keniscayaan, tetapi mengambil pilihan terbaik diantara beragam pilihan tersebut adalah sesuatu yang harus diupayakan. Setiap harinya pilihan-pilihan tersebut akan terus bersafari di panggung kehidupan kita. Kemanapun kaki ini dilangkahkan, sejauh apapun tubuh ini dilarikan, di balik apapun wajah ini disembunyikan, niscaya tidak akan mampu terhindar dari pilihan-pilihan tersebut.

    ReplyDelete
  17. Khiaroh atau pilihan sudah menjadi Sunnatullah, dimana setiap manusia yang tersebar dari berbagai keturunan dan peradaban memang harus menentukan pilihan yang terbaik.
    “Mereka adalah himpunan dari orang-orang pilihan dari berbagai kabilah. Berhimpun dalam Dzikrullah. Mereka memilih kalimat-kalimat terbaik sebagaimana orang-orang memilih kurma terbaik” (HR Thabrani)

    ReplyDelete
  18. Kisah-kisah terdahulu telah menceritakan pilihan-pilihan terbaik yang dipilih oleh generasi Rasulullah saw. Sebelum kota Mekah dibuka, banyak orang-orang yang menunda-nunda bahkan berpikir penuh keraguan tentang Dienul Islam.
    agama samawi ini telah disampaikan secara terang-terangan, hanya sedikit orang yang memilih beriman pada waktu itu. Sedikit orang itu, adalah orang-orang yang meneguhkan hatinya untuk memilih berjuang menegakkan kebenaran. Walaupun mereka terasing, dihina dan dicampakkan, namun itulah pilihan yang terbaik yang harus dipilih.
    Merekalah orang-orang yang tak pernah padam semangatnya untuk berjuang menegakkan Kalimatullah, bersama Rasulullah saw memerangi kekafiran dan kejahiliyahan. Dan janji Allah swt adalah janji yang benar. Orang-orang yang telah memilih lebih dulu itu mendapatkan kemuliaan pada akhirnya.
    Allah telah menjanjikan bahwa tidaklah sama antara mereka yang beriman sebelum dibukanya kota Mekah, dengan mereka yang beriman sesudahnya. Yang pertama menjadi lebih utama. Betapa tidak, orang yang lebih dulu itu telah memilih dengan susah payah, berjuang untuk menjadi muslim sejati hingga berdarah-darah pada saat yang lain ragu dan menunda-nunda pilihannya.

    ReplyDelete
  19. ebuah pilihan adalah awal dari cita-cita. Pilihan hidup laksana bibit dari sebatang pohon yang suatu hari akan kita petik buahnya, dimana akan lahir sebuah kebanggaan karena pilihan yang benar telah kita tetapkan, atau sebaliknya akan muncul pula sebuah penyesalan karena sesuatu yang kita pilih itu adalah sebuah kesalahan.
    Maka apapun pilihanmya, itu adalah jalan hidup kita selanjutnya. Setiap orang akan menemukan pilihan hidupnya. Pilihan itu mungkin antara dua perkara yang besar, namun saat-saat memilih itu mungkin hanya ditemukan dalam sekejap saja, sepanjang masa.
    Sungguh, sesaat itu begitu berarti, karena segalanya dapat berubah hanya karena hadirnya momentum yang singkat itu. Saat itu adalah ketika hati manusia telah menemukan hidayah-Nya. Saat dimana pintu hati terbuka hingga dapat merasakan manisnya iman. Saat dimana impian untuk berjumpa dengan Allah swt menjadi sebuah pilihan, apakah ia akan bertemu dengan Tuhannya dengan senyuman penuh rasa syukur, ataukah dengan ratap tangis penuh penyesalan.

    ReplyDelete

  20. Maka apapun pilihanmya, itu adalah jalan hidup kita selanjutnya. Setiap orang akan menemukan pilihan hidupnya. Pilihan itu mungkin antara dua perkara yang besar, namun saat-saat memilih itu mungkin hanya ditemukan dalam sekejap saja, sepanjang masa.
    Sungguh, sesaat itu begitu berarti, karena segalanya dapat berubah hanya karena hadirnya momentum yang singkat itu. Saat itu adalah ketika hati manusia telah menemukan hidayah-Nya. Saat dimana pintu hati terbuka hingga dapat merasakan manisnya iman. Saat dimana impian untuk berjumpa dengan Allah swt menjadi sebuah pilihan, apakah ia akan bertemu dengan Tuhannya dengan senyuman penuh rasa syukur, ataukah dengan ratap tangis penuh penyesalan.

    ReplyDelete
  21. Dengan membaca elegi di atas, saya memperoleh pesan bahwa setiap kita akan dihadapkan pada pilihan-pilihan, dan setiap pilihan tersebut pasti memiliki konsekuensi. Pilihan yang baik akan membuahkan hasil yang baik, dan pilihan yang buruk juga akan membawa hasil yang buruk. Sebelum kita mengambil sebuah keputusan, tentu ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, diantaranya adalah kemampuan kita dan risiko yang akan dihadapi. Dan menurut saya, tidak ada pilihan yang salah. Yang salah adalah ketika kita tidak mencoba.

    ReplyDelete
  22. Fitriani
    15709251067
    PPs Prodi Pendidikan Matematika A 2015
    Sebelum menentukan pilihan pertimbangkanlah baik burukya pilihanyang akan di ambil karena bagaimana pula kehidupan tetap berjalan apapun pilihany yang kita pilih. Oleh karena itu dalama setiap pilihan sertakan Tuhan di dalamnya dengan doa-doa agar kemudian tidak ada penyesalan yang terjadi atas pilihan yang diemban.
    wassalamualaikum wr.wb

    ReplyDelete
  23. Kholifatun Nur Rokhmah
    12301241039
    Pendidikan Matematika Sub 2012
    Filsafat Pendidikan Matematika

    Sebenarnya saya belum terlalu paham dengan makna elegi di atas, tetapi yang dapat saya tangkap tentunta, pertengakaran apapun itu apalagi untuk berbut kekuasaan adalah hal yang kurang baik dan dapat membawa keburukan tidak hanya untuk subyek yang berseteru saja tetapi juga untuk sekitanya. Dan tentang cupu manik, yang dapat saya pahami adalah bahwa suatu persoalan yang apabila berhasil membawa kedudukan namun jika gagal membawa keburukan.

    ReplyDelete
  24. Kartina Purnamasari
    12301241017
    Pendidikan Matematika A 2012
    Filsafat Pendidikan

    Hidup adalah pilihan, dalam setiap langkah kita pasti selalu harus memilih. Terkadang pilihan itu sama-sama pahit, tapi bagaimana pun kita harus memilih. Tentukan pilihan dan serahkan semua pada Tuhan karena pilihan apa pun yang kita pilih, akan ada resiko yang harus kita hadapi.

    ReplyDelete
  25. Idza Nudia Linnusky
    12301241008
    Pend. Matematika 2012

    Setelah membaca artikel ini, saya mengetahui bahwa yang dimaksud Cupu Manik Astanala adalah suatu teka-teki. Teka-teki tersebut dapat dipecahkan jika ahilu, stigmapangla, dan pampilu mampu membuka tutupnya. Jika tidak dapat membuka tutupnya, maka konsekuensinya adalah mereka akan terkena sifat buruk, tidak hanya secara rupa, tetapi buruk segala-galanya. Kisah ini memberikan kita pelajaran tentang pilihan. Dalam hidup, kita seringkali dihadapkan pada pilihan-pilihan. Pilihan tersebut ada yang baik dan ada yang buruk. Setiap pilihan ada konsekuensinya. Bagaimana kita memilihnya itu tergantung masing-masing orang.

    ReplyDelete
  26. Gelar jawara sebenar-benarnya tidak perlu diungkapkan atau diperlihatkan. Dengan mengantongi gelar tersebut seseorang akan bersikap sombong dan lalai bahwa ada hal yang lebih tnggi lebih jawara darinya. Hanyalah Allah yang dapat menentukan siapa yang menjadi jawara dalam menjalani kehidupan.

    ReplyDelete
  27. Isti Handayani
    12301241045
    Pend. Matematika 2012

    Hidup memang penuh dengan pilihan. Terkadang kita dihadapkan kepada dua pilihan yang sangat sulit seperti diibaratkan antara hidup dan mati. Dalam elegi diatas ketiga perwira dihadapkan pada pilihan Cupumanik Astanala. Jika salah satu perwira dapat membukanya maka dia akan menjadi pemenang namun jika tidak dapat membukanya maka akan berubah menjadi buruk rupa. Maka, disini kebijaksanaan dari ketiga perwira tersebut akan diuji. Bagaimana perwira akan menentukan pilihan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

    ReplyDelete
  28. Hidup adalah pilihan. Hidup adalah persimpangan yang harus kita tentukan arahnya mau ke mana kita. Setiap detik adalah pilihan. Setiap detik kita membuat pilihan. Memilih untuk hidup, memilih untuk bergerak atau diam, memilih berpikir atau diam, dan lain sebagainya. Hidup adalah susunan kemungkinan-kemungkinan. Dalam elegi ini juga para perwira dihadapkan pada dua pilihan, dimana jika mereka dapat melakukannya maka mereka akan menjadi jawara yang tidak tertandingi, sedangkan jika mereka mencoba dan gagal, maka mereka akan menjadi mahluk yang buruk rupa keseluruhannya.

    ReplyDelete
  29. Namun menurut saya, bagaimanapun hasil akhirnya kita tetap harus mencoba. Karena dengan tidak mencoba hanya karena takut gagal, itulah sebenar-benar kegagalan. Karena paling tidak jika kita mencoba kita masih punya kesempatan untuk berhasil, sedangkan ketika kita tidak mencoba maka kemungkinan kita berhasil adalah 0.

    ReplyDelete
  30. ahilu, Pampili dan stigmapangla terus saja memperebutkan jawara. Mereka saling berperang agar terlihat siapa yang paling berkuasa. MEreka ingin adanya pengakuan. Pengakuan akan diri yang hebat, pengakuan akan diri yang berkuasa. Padahal sebenarnya mereka sedang menjunjung kesombongan. Ketika akan ada sang jawara dalam peperangan ini, dia akan merasa bahwa hanya dirinyalah yang mampu melakukannya.

    ReplyDelete
  31. Sang bagawat memiliki suatu ide yang cukup baik. Dia menawarkan plihan yang sulit. Pilihan yang didalamnya tersirat suatu peringatan. Bahwa sejatinya manusia memiliki batas, kemampuan manusia itu berbatas. Tidak semua hal dapat dilakukan. Maka janganlah merasa bisa melakukan segala hal, tapi bisalah measa.

    ReplyDelete
  32. Manusia sering melampaui batas, merasa dirinya dapat melakukan apapun. Padahal yang dilakukan ini tidak terlepas dari kuasa Allah swt. Bahkan ketika ada pilihan yang sangat sulit dihadapkan pada kita, mintalah petunjuk dari Allah. Karena hanya Allah yang mengetahui apa yang terbaik untuk kita.

    ReplyDelete
  33. Arina Fauzia Ainani
    12301241037
    Pendidikan Matematika 2012

    Manusia memiliki rasa yang tidak pernah puas. Dalam elegi di atas kita tahu bahwa ketiga manusia itu sedang berkelahi untuk mendapatkan gelar "terhebat" dalam dunia. Ini menunjukkan bahwa manusia memiliki rasa haus kekuasaan dan haus jabatan.

    ReplyDelete
  34. Hal ini dikarenakan manusia memiliki hawa nafsu yang jika tak pintar dalam mengendalikannya akan menjadi bencana yang besar baik bagi dirinya maupun untuk orang lain. Perhatikan saja elegi di atas, mereka bersemangat sekali untuk mengetahui bagaimana ketentuan untuk membuka Cupumanik Astanala hanya untuk mendapatkan gelar jawara.

    ReplyDelete
  35. Padahal agama kita mengajarkan bahwa dunia hanya sementara, maka berarti sebuah jabatan juga bersifat sementara yang sewaktu-waktu akan diambil. Manusia yang memahami ini pasti akan memanfaatkan waktu dunianya untuk menyiapkan bekal di akhirat dengan memperkuat iman, bukan malah mencari kekuasaan semata.

    ReplyDelete
  36. Elegi ini bercerita tentang sang begawat yang akan menguji ahilu, papilu dan stigmapala. Makna dari elegy ini adalah kesombongan yang melekat pada diri kita akan menghancurkan diri kita sendiri karena dengan kesombongan itu, kita akan berusaha mencoba segala macam cara untuk membuktikan kehebatan dan kelebihan yang kita punya dan menganggap bahwa orang lain tidak akan mampu menyaingi kita.

    ReplyDelete
  37. Sifat merendahkan orang lain ini juga akan berbalik pada diri kita sendiri. Hendaklah kita selalu waspada dan mawas diri dari segala sifa-sifat sombong dan dengki karena kesobongan itu akan menghancurkan diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  38. Di dalam elegi ini dikatakan bahwa seorang pemenang dapat dikatakan demikian secara nyata jika dapat membuka diri dan mampu menyadari kesalahan dan kelemahan dirinya sendiri. Secara tidak langsung, seorang pemenang adalah seseorang yang mampu mengakui kekalahannya terhadap kelemahan diri sendiri. Begitu juga sebaliknya, seseorang dikatakan kalah jika dia terlalu menutup mata dan hati terhadap kekurangan dirinya sendiri. Tidak dipungkiri sebagaimana manusia lainnya paling mudah untuk mengkorek kelemahan orang lain tanpa melihat dirinya sendiri. Wallaahu a’lam bish shoab

    ReplyDelete
  39. Erni Kurnianingsih
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B
    15709251021

    Di dalam kehidupan manusia selalu dihadapkan dengan dua pilihan yang sangat berbeda. Ketika ia mampu memilih dengan tepat, maka ia akan menjalani kehidupan yang penuh dengan kebaikan. Begitu pula sebaliknya sekali ia memilih jalan yang salah, maka kehidupannya dipenuhi dengan keburukan dan akan sulit baginya unutk kembali ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  40. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Dari elegi cupumanik astanala diatas, kembali bercerita tentang mengenai hidup yang adalah sebuah pilihan. Adanya pilihan keburukan, dan ada pilihan yang baik. Menjadi jawara atau pemenang sejati bila mampu membuka tutup cupu mempunyai makna mampu membuka hati dan menyadari akan kelemahan dan ketidakberdayaan, karena sstu-satunya kuasa tak lain tidak bukan hanyalah milik Tuhan. Sebaliknya, orang yang tak mampu membuka tutup cupu akan menjadi buruk rupa karena termakan oleh kesombongan diri sendiri.

    ReplyDelete
  41. Pertengakaran apapun itu apalagi untuk berebut kekuasaan adalah hal yang tidak baik dan dapat membawa keburukan tidak hanya pada diri sendiri tetapi melainkan pada orang disekitarnya. Dan tentang cupu manik, yang dapat saya pahami adalah bahwa suatu persoalan yang apabila berhasil membawa kebaikan dan memperoleh nilai diri tetapi jika gagal akan berdampak membawa keburukan.

    ReplyDelete
  42. Dian Permatasari
    15709251070
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Elegi Cupumanik Astanala menurut pendapat saya adalah hakekat hidup yang sebenarnya adalah suatu pilihan. Dalam menjaalani hidup ini, kita mau tidak mau harus memilih, ada banyak pilihan dalam hidup ini, ada pilihan yang jahat/ buruk dan ada juga pilihan yang baik. Mereka yang mampu memilih dan bertanggung jaab dengan pilihannya tersebut dikatakan sebagai pemenang. Di dalam elegi ini dikatakan bahwa seorang pemenang dikatakan sebagai pemenang nayata jika dapat membuka diri dan mampu menyadari kesalahan dan kelemahan dirinya sendiri. Secara tidak langsung, seorang pemenang adalah seseorang yang mampu mengakui kekalahannya terhadap kelemahan diri sendiri. Begitu juha sebaliknya, seseorang dikatakan kalah jika dia terlalu menutup mata dan hati terhadap kekurangan dirinya sendiri. Tidak ada manusia yang sempurna, oleh karena itu kita wajib melakukan refleksi bahwa kita harus mau dan mampu membenahi kekurangan – kekurangan kita agar menjadi manusia yang lebih baik.

    ReplyDelete
  43. Christina Lusiana Hari
    PPS Pmat C (15709251073)

    Dari elegi ini, saya berpendapat bahwa hidup itu pilihan. Pilihan ini menentukan bagaimana dan seperti apa hidup kita selanjutnya. Dalam memilih, kita juga harus memberikan keputusan yang tepat agar nantinya tidak salah dalam memilih. Pilihan yang telah diputuskan bisa berakibat baik dan bisa juga berakibat kurang baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain. Oleh karena itu, pertimbangkan pilihan kita dengan hati yang tulus dan ikhlas. Janganlah kita beranggapan bahwa pilihan yang diambil semata-mata untuk menjadi jawara dalam hidup kita, tetapi hendaklah kita mengutamakan kehendak Allah dan berupaya melakukan hal-hal yang baik di hadapan Allah.

    ReplyDelete
  44. Ratna Widianti Utami
    NIM : 15709251010
    Kelas : Pmat-C
    Prodi : S2 P.Mat UNY

    Dalam elegi ini menyiratkan, dalam hidup pasti ada pilihan, karena dalam setiap permasalahn hidup kita harus mengambil keputusan. Pilihan yang kita ambil jangan sampai salah langkah, karena setiap keputusan yang kita ambil memiliki resiko ya masing-masing baik itu resiko yang baik ataupun yang buruk bagi perjalanan hidup kita.

    ReplyDelete
  45. Elegi ini menceritakan bahwa hidup adalah pilihan. Pilihan untuk menjadi pemenang atau menjadi yang kalah, menjadi yang terbaik atau yang terburuk. Untuk menjadi pemenang, syaratnya adalah mampu membuka tutup Cupu Manik Astanala. Membuka tutup cupu disini artinya kita mampu membuka diri, mengakui kekurangan dan juga kesalahan kita sehingga dapat dinyatakan sebagai pemenang yang sesungguhnya.

    Novita Indah Saputri
    15709251023
    PPs PMAT C

    ReplyDelete
  46. Dwi Muryanto
    15709251015

    Falsafah hidup berkaitan dengan interaksi dengan sesama
    Urip iku sejatine gawe urup.
    Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake
    Hidup itu bikin hidup
    Menyerang tanpa bala tentara, menjadi pemenang tanpa harus menghinakan

    ReplyDelete
  47. Dari elegi diatas yang bisa saya simpulkan adalah bahwa hidup adalah pilihan, cupumanik anstanala di elegi diatas bisa saja berarti hati dan pikiran, apabila kita bisa membuka hati dan pikiran kita maka kita akan bisa menjadi pemenang dalam artian bisa mengahdapi hidup dengan baik, tetapi apabila kita tidak bisa membuka hati dan pikiran kita maka keburukan akan siap-siap menimpa kita.

    ReplyDelete
  48. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  49. Hanifah Latifah Hadiat
    15709251074
    PMAT C PPS UNY 2015

    Cupu Manik Astanala hanyalah analogi atas segala tantangan. Tantangan apapun dalam hidup. Tantangan yang harus kita hadapi dan selesaikan agar hidup kita maju kedepan bukan mundur kebelakang. Tantangan yang membuat kita belajar lebih banyak lagi dan bekerja lebih keras lagi. Kita kita kalah menyerah sebelum berusaha menyelesaikan tantangan mungkin kita tidak bisa melihat kesempatan yang ada, dan tentu aka nada penyesalan. Oleh karena itu anggaplah tantangan itu sebagai bagian dari warna-warni kehidupan dan berusahalah untuk terus maju kedepan.

    ReplyDelete
  50. Ratna Widianti Utami
    NIM : 15709251010
    Kelas : Pmat-C
    Prodi : S2 P.Mat UNY

    Sebaik-baiknya pilihan yang kita ambil adalah pilihan yang memang terbaik bagi kita dan juga tidak merugikan orang lain. Pilihan hidup yang kita ambil dalam hal apapun harus konsekuen dengan resikonya. Jangan terburu-buru dalam mengambil setiap keputusan dan jangan pernah menyesal pilihan yang kita pilih.

    ReplyDelete
  51. Eki Rahmad
    NIM. 15709251049
    S2 P.Mat (KELAS C)
    http://eki-rahmad.blogspot.co.id/

    dalam elegy ini mengajarkan kepada kita bahwa pertempuran hanya akan memberikan kerusakan kepada lingkungan. Tentu saja jika lingkungan sudah rusak, maka musibah yang akan muncul dan musibah itu yang akan menerima adalah manusia, semua manusia akan ikut terkena, baik yang ikut maupun tidak ikut bertempur. Maka tidaklah baik saling mengedepankan ego masing-masing, apalagi sampai bertempur, saling sikut satu sama lain.

    ReplyDelete
  52. Eki Rahmad
    NIM. 15709251049
    S2 P.Mat (KELAS C)
    http://eki-rahmad.blogspot.co.id/

    Dalam elegy ini juga mengajarkan kepada kita, bahwa menentukan siapa yang terkuat bukan semata dengan pertikaian yang dapat merusak lingkungan. Tetapi dapat ditentukan dengan jalan intelektual atau adu kepintaran. Dalam hal ini, begawat menawarkan untuk menjawab teka-teki, artinya ini adu intelektualitas, adu siapa pikirannya yang terbuka dan mampu mengungkapkannya. Dan pemenang akan dinyatakan sebagai jawara.

    ReplyDelete
  53. Pika Merliza/15709251029/PPs.PMAT 2015/D
    Hidup selalu penuh dengan pilihan-pilhan yang selalu dibarengi dengan konsekuensinya.
    Misalnya ketika kita berfilsafat, maka kita diberikan pilihan sebagai kaum yang ingin menggapai mitos atau menggapai logos, jika kita memilih untuk menggapai mitos maka kita akan membiarkan pikiran kita jatuh terkungkung dalam pikiran mitos. Namun jika kita memilih untuk menggapai logos, maka knsekuensinya kita harus terus menerus belajar untuk berfilsafat sedalam-dalam dan seluas-luasnya, tidak mudah, memang bukankah untuk mencapai sesuatu yang besar dibutuhkan perjuangan yang besar pula. Begitulah hidup, semua penuh dengan pilihan dan hak kita untuk memilih apa.

    ReplyDelete
  54. Cupu manic diibaratkan sebagai hati atau pikiran. Jika kita bisa membuka pikiran kita maka kita bisa saja menjadi pemenang atau jawara, tetapi bila kita tidak dapat membuka, menggunakan pikiran maka kita akan dianggap sebodoh-bodohnya orang. Jika kita bisa membuka hati kita maka akan datanglah kebaikan kebaikan pada diri kita tetapi bila hati tertutup maka akan banyak keburukan hati yang akan memangsa kita. Itulah kalau bisa membuka hati dan pikiran maka akan diperoleh dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  55. Inilah hidup untuk dapat keluar dari sifat yang tidak baik diatas di katakan merusak lingkungan hidup. Seseorang masih tawar menawar akan adanya imbalan atau ingin mendapat yang terbaik ketika keluar dari sifat itu. Tapi terkadang tawaran yang ada itu sulit untuk dilakukan jika menginginkan yang terbaik dan mudah dilakukan untuk hal yang buruk.

    ReplyDelete
  56. Eka Hedayani
    15709259008
    PPS PMat P2TK 2015

    Cupu Manik Astanala hanyalah analogi atas hakekat hidup yang sebenarnya adalah suatu pilihan. Hidup selalu penuh dengan pilihan-pilhan yang pasti ada konsekuensinya. Jangan terburu-buru dalam mengambil setiap keputusan dan jangan pernah menyesal akan pilihan yang kita pilih. Hendaknya menentukan pilihan mengikuti kata hati (hati nurani) karena sebaik-baiknya pilihan yang kita ambil adalah pilihan yang berdasarkan kata hati.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com