Sep 20, 2013

Elegi Pemberontakan Para Logos




Oleh Marsigit

Hati:
Aku sedang menyaksikan para logos mulai beraktivitas. Beberapa diantara mereka beraktivitas sesuai batas-batasnya, tetapi aku melihat sebagian diantara mereka mulai melampaui batas-batasnya. Aku ingin mengetahui apa sebetulnya yang terjadi pada logos-logos itu. Wahai para logos, apakah yang terjadi pada dirimu sehingga engkau kelihatan gelisah serta ada diantara engkau malah beraktivitas melampaui batas-batasmu.

Logos1:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah dirimu. Maka engkaulah, yaitu engkau hati, sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku merasa tertantang untuk mengetahui semua relung hatiku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti hatiku. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos2:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah irrasional. Maka irrasional adalah sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku merasa tertantang untuk mengetahui semua yang irrasional, walaupun aku tahu bahwa irrasional itu tidak rasional. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang irrasional. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos3:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah ghaib. Maka ghaib adalah sebenar-benar merupakan tantanganku. Ketika aku menginginkan bertemu dengan ghaib maka dia itu tidak mau memunculkan diri. Padahal aku ingin mengetahui semuanya tentang yang ghaib itu.Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti yang ghaib. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos4:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah mimpi. Maka engkaulah mimpi itulah sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku ingin mengetahui semua mimpi. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti mimpiku. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos5:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah awal. Maka awal sebenar-benar merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti awal. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos6:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah akhir. Maka akhir itulah sebenar-benar merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang akhir. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos7:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya jauh tak hingga. Maka jauh tak hingga merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang jauh tak hingga. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos8:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya dekat tak hingga. Maka dekat tak hingga merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti dekat tak hingga. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos9:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah diriku . Maka diriku merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang diriku sendiri. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos10:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah noumena . Maka noumena merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang noumena. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.
Logos11:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah dibalik penampakan. Maka dibalik penampakan merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang dibalik penampakan. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos 12:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah nasib. Maka nasib merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang nasib. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos13:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah arwah. Maka arwah merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang arwah. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Hati:
Cukup...cukup. Wahai para logos. Rupa-rupanya engkau semua telah lancang terhadapku. Engkau telah menyalah gunakan kepercayaanku terhadapmu. Bahkan sebagian darimu telah melakukan hal-hal di luar batas-batasmu. Maka sebenar-benar dirimu semua aku kutuk. Terkutuklah engkau semua. Engkau semua sebenar-benarnya bukanlah logos. Engkau semua adalah mitos-mitos. Ketahuilah bahwa hatiku selalu waspada mengamati gerak-gerikmu. Engkau semua telah menjelma menjadi mitos, dikarenakan kesombonganmu akan gelarmu selama ini sebagai logos. Aku benar-benar menyesal telah memanjakanmu semua. Maka sekali lagi, tidak adalah logos-logos itu di hadapanku. Yang ada di hadapanku semua itu adalah mitos.mitos. Dengarkanlah wahai semua mitos-mitos, lihatlah diriku. Aku sekarang ini sedang marah besar terhadapmu semua. Dan sekaranglah saatnya aku harus mengambil sikap tegas terhadapmu. Maka enyahlah semua dari hadapanku. Aku tidak sudi bergaul dan berkomunikasi denganmu. Enyahlah...enyahlah segera.

Para mitos (jelmaan logos):
Wahaha..haha. Ketahuilah engkau yang mengaku sebagai hatiku. Kuman disebarang lautan tampak, sedangkan gajah di pelupuk mata tidaklah tampak. Aku juga tidak lagi mempercayaimu. Ketahuilah bahwa engkau juga telah membuktikan di hadapanku, bahwa engkau itu sebenarnya bukanlah hatiku yang sebenarnya. Dengan kemarahanmu itu, maka telah masuklah ke dalam dirimu seekor syaitan. Maka tiadalah dirimu itu, kecuali sebuah hati yang telah berubah menjadi seekor syaitan. Maka dengarkanlah wahai syaitan. “Dengarkanlah wahai syaitan, lihatlah diriku. Aku sekarang ini sedang marah besar terhadapmu semua. Dan sekaranglah saatnya aku harus mengambil sikap tegas terhadapmu. Maka enyahlah engkau dari hadapanku. Aku tidak sudi bergaul dan berkomunikasi denganmu. Enyahlah...enyahlah segera”.
Wahaha..haha. Kenapa engkau kelihatan pucat pasi, padahal kalimatku yang terakhir itu hanya pura-pura. Aku sebetulnya hanya menirukan gayamu saja. Maka munafiklah engkau syaitan. Wahai syaitan, ketahuilah bahwa tidaklah pada tempatnya bahwa syaitan itu bermusuhan dengan mitos-mitos. Menurutku, antara syaitan dengan mitos itu pastilah harus bekerja sama. Maka renungkanlah. Renungkanlah kembali sebelum engkau menyesal dikemudian hari.

Syaitan (jelmaan hati):
Wah ..maafkan wahai para mitos. Aku tidak menyangka kalau telah bertemu dengan sahabat sejatiku. Engkau para mitos itu adalah sahabat sejatiku. Maka tiadalah aku akan bertindak semena-mena terhadap dirimu itu. Sekali lagi maafkanlah.

Akar rumput:
Aku sedang menyaksikan kejadian luar biasa. Ada orang tengah sombongnya berjalan di muka bumi. Setelah aku amati, ternyata dia adalah para mitos dan sahabatnya, syaitan. Ya Tuhan, ampunilah diriku. Ampunilah dosa-dosa orang yang telah berbuat dhalim di muka dunia ini. Tiadalah daya upayaku, kecuali hanyalah diri Mu yang mampu menghancurkan syaitan-syaitan itu.

Syaitan dan mitos:
Oauit...kenapa kakiku ini. Aneh pula kakiku ini. Tidak ada sebab, kenapa kakiku kemasukkan duri. Ak lihat jalannya lurus dan bersih. Oauit...terasa sakit sekali. Wahai mitos, kenapa kaki kita kemasukkan duri dan dari mana duri itu?

Mitos:
Maafkanlah syaitan, aku sekarang bukan menjadi logos lagi. Aku telah engkau kutuk menjadi mitos. Maka aku tidak lagi bisa berpikir kritis. Maka maafkanlah aku. Karena aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu. Aku merasa malu sekali mengapa hanya persoalan sepele seperti ini aku tidak bisa memikirkan. Kenapa aku tidak tahu asal usul duri ini. Padahal sebelum engkau kutuk aku telah sesumbar dan menantang dan memberontak terhadap hati bahwa aku ingin menantang semuanya yang ada dan yang mungkin ada sampai batas pikiranku. Sekali lagi maafkan aku. Aku tidak akan mengulangi perbuatanku lagi. Aku betul-betul menyesal telah berbuat dholim di muka bumi ini. Maka wahai hatiku maafkanlah diriku.

Hati (setelah syaitan menghilang):
Iba rasa hatiku wahai saudaraku. Wahai engkau logos-logosku. Aku telah menyaksikan engkau telah kembali menghampiriku. Ingin menitikkan air mata rasanya diriku itu melihat engkau semua telah menyadari kesalahan-kesalahanmu. Demikian pula aku. Mohon maafkanlah diriku, karena aku juga telah terbawa emosi sehingga aku sempat dihampiri syaitan. Aku juga menyesal telah mengutukmu. Maka sebetul-betulnya hatiku adalah doaku, sedangkan hatiku itu adalah teman bagi logos-logosku yang mengetahui batas-batasnya. Marilah kita kembali menetapkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan YME, dengan senantiasa selalu berdoa dan mohon ampun atas segala dosa-dosa kita. Semoga Tuhan mengabulkan semua doa-doa kami. Amien.

Orang tua berambut putih:
Aku telah menyaksikan semua kejadianmu itu. Aku ingin katakan bahwa aku tidak bisa berkata. Kalimat kontradiksiku itu merupakan lambang bagi kehadiranku, yaitu bahwa aku hadir walaupun tidak engkau panggil. Maka renungkanlah.

45 comments:

  1. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Hati, sudah lama disimbolkan sebagai sesuatu yang menunjukkan spiritualitas, emosi, moral, dan pada masa lalu, juga sebagai pusat kecerdasan manusia. Berpikir yang jernih dengan menggunakan hati itu sulit. Terkadang antara hati dan akal itu bertentangan. Ketika hati ingin bersih, namun terkadang akal memutar ke suatu hal-hal yang membuat hati kita tidak menjadi bersih. Nah, untuk itu kita harus bisa membimbing akal pikiran kita untuk selalu menjadikan hati kita bersih. Karena hati yang bersih itu yang bisa menjadikan manusia itu di kasihi leh Sang Pemilik Hati

    ReplyDelete
  2. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Elegy pemberontakan para logos ini merupakan suatu jebakan filsafat sehingga para logos ini tidak dapat mencapai tetap, sehingga kesombongan pun menghampirinya. Dengan kesombongan ini, maka ia tidak mau lagi untuk meluhat kekurangan dirinya sendiri, merasa telah berjasa serta merasa ingin diapresiasi. Jika hal ini sudah terjadi, maka logos pun akan kehilangan “tetap” nya sehingga berubahlah ia menjadi mitos.

    ReplyDelete
  3. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Yang saya peroleh dari elegi ini bahwa kita harus terus mencari ilmu, terus belajar. Belajar tidak selesai dengan kita menemukan sesuatu. Namun harus terus menerus, sehingga memperkaya kita dengan ilmu. Kemudian berbicara tentang hati, tentu hati sangat penting dalam kehidupan, bagaimana kita memakanai dan merasakan sesuatu. Begitu juga dengan ilmu, ilmu yang baik jika dikaitkan dengan hati tentu akan semakin baik. Intinya bagai mana kita dalam setiap keadaan kita bertindak menggunakan pikiran kita serta hati kita.

    ReplyDelete
  4. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Sungguh tidaklah pantas jika kita bertindak sombong, seakan-akan semua yang kita lakukan itu benar, dan meremehkan orang lain. Apa yang kita lakukan juga tidak sepantasnya melampaui batas. Saat kita melakukan sesuatu yang melampaui batas, hendaklah kita merefleksi diri, hati kita saat itu berkata jangan, tapi kadang kita mengabaikannya menuruti perkataan syaitan yang saat itu sedang merasuki hati kita. Jadi dari pemberontakan para logos yang ada pada elegi ini, jangan sampai kita angkuh dan melampaui batas.

    ReplyDelete
  5. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP B 2016

    Kita tidak boleh sombong, merasa mengetahui akan semua hal, kerena sesungguhnya puncak dari pengetahuan itu adalah kita menyadari bahwa kita tidak tahu apapun. Kita juga harus senantiasa bersabar agar tidak mudah terbawa emosi. Marilah kita mohon ampun atas segala dosa-dosa kita dan berdoa kepada Allah untuk selalu menjaga hati dan pikiran kita agar bersih dan terhindar dari sifat sombong.

    ReplyDelete
  6. Fauzul Muna Afani
    13301241010
    Pendidikan Matenatika A 2103

    Assalamu’alaikum
    Darin postingan ini saya menyimpulkan bahwa orang yang mempunyai banyak ilmu pengetahuan terkadang sombong dengan apa yang ia punya, karena merasa dirinya bisa berbuat apa saja. Kesombongan itu dapat dikendalikan oleh hati, jika hati seseorang kuat maka semakin banyak ilmunnya akan rendah hati dan menggunkan ilmuntya sesuai dengan tempatnya.
    Wassalamu’alaikum

    ReplyDelete
  7. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)

    Logos merasa telah banyak berjuang dan merasa pantas “memberontak”, namun hati merasa perlu mengingatkan bahwa beberapa logos telah melewati “batas”. Bahayanya adalah ketika logos berubah menjadi menjadi mitos. Mitos adalah temannya syaithan. Dan syaithan menjelma dari hati yang berubah dari baik. Maka janganlah sampai logos berubah menjadi mitos.
    Peran hati sama halnya dengan peran manusia terhadap orang lain, peran kita adalah saling mengingatkan dan terkadang hanya sebatas mengingatkan.Karena sejatinya, hati-pun ada pemilik yang membolak-balikkannya, yakni Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  8. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Belajar tidak selesai dengan kita menemukan sesuatu. Namun harus terus menerus, sehingga memperkaya kita dengan ilmu. Kemudian berbicara tentang hati, tentu hati sangat penting dalam kehidupan, bagaimana kita memakanai dan merasakan sesuatu. Saat kita melakukan sesuatu yang melampaui batas, hendaklah kita merefleksi diri, hati kita saat itu berkata jangan, tapi kadang kita mengabaikannya menuruti perkataan syaitan yang saat itu sedang merasuki hati kita.

    ReplyDelete
  9. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Kesombongan terkadang menjangkiti para logos,dia berpikir bahwa ilmu yang mereka miliki adalah sesuatu yang dapat digadang-gadang. seharusnya seorang logos harus lah rendah hati.karena sesungguhnya orang yang benar-benar berilmu adalah orang yang merasa belum cukup atas ilmu yang iya miliki.

    ReplyDelete
  10. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    S2 PEP B 2016

    Bismillahirrahmanirrahiim
    Assalamu Alaikum Warohmatullah wabarokatuh.

    Sering kita bertanya, apa yang salah pada pikiran dan hati yang sering tak harmonis. Saya mendapat sedikit pencerahan dari elegi ini. Betapa seringnya hati dan pikiran kita berkecamuk dan tak ingin mengalah satu sama lain. Hal yang harus di camkan bahwa pikiran haruslah memiliki batas dan hati haruslah bersih dari segala bentuk kesombongan. Sehingga jika pergolakan itu kembali terjadi ada rasa ikhlas yang akan muncul hingga kita akan bebas dari pengaruh keduanya.

    Terima kasih,
    Wassalamu Alaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    ReplyDelete
  11. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    S2 PEP B 2016

    Assalamu Alaikum Warohmatullah wabarokatuh.

    Hal yang tersulit adalah mengalahkan hawa nafsu diri sendiri. Untuk menggapai sebuah kesuksesan ada banyak tantangan yang kita harus lalui dan lewati. Namun justru tantangan yang datang dari diri sendiri itulah yang lebih sulit, tantangan mengalahkan mimpi, tantangan mengalahkan hawa nafsu. Hal-hal tersebutlah yang sering dimanfaatkan oleh syaitan untuk membawa para makhluk kedalam suatu kesombongan. Oleh karena itu selalulah berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT agar hati kita terhindar dari bisikan syaitan yang terkutuk. Amin.

    Terima kasih,
    Wassalamu Alaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    ReplyDelete
  12. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Setelah banyak berjuang dan telah berhasil melakukan banyak hal serta memiliki pengetahuan yang banyak, manusia menjadi merasa semakin kuat dan hebat sehingga tertantang untuk menakhlukan hal-hal yang diluar batasnya. Namun itu salah, karena sudah ada kesombongan di dalam dirinya sehingga dapat menyebabkan dirinya kehilangan apa yang telah dia miliki. Demikian hati yang telah terbawa emosi sehingga dengan kemarahan itu telah masuklah ke dalam hati seekor syaitan maka jadilah bukanlah hati yang sebenarnya. Dalam keadaan marah dapat menyebabkan manusia berbuat diluar kendali atau tidak pada tempatnya.

    ReplyDelete
  13. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Setiap sesuatu yang ada di dunia akan terjadi suatu hal kontradiksi. Hal itu merupakan sunatullah.
    Dalam elegi di atas, bisa kita ambil pelajaran bahwa kehidupan ini akan selalu ada kontradiksi. Maka sebaik-baik manusia adalah berusaha untuk berbuat yang sesuai dengan aturan. Kontradiktif tidak selalu bernilai negatif. Ada kalanya kontradiktif itu diaplikasikan dalam kehidupan sekarang, dimana kehidupan yang penuh tipu daya. Maka kita kontradiksi terhadap hal tersebut, dan berusaha untuk memperbaiki kondisi dan kekhilafan diri.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  14. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Syaitan (jelmaan hati):
    Wah ..maafkan wahai para mitos. Aku tidak menyangka kalau telah bertemu dengan sahabat sejatiku. Engkau para mitos itu adalah sahabat sejatiku. Maka tiadalah aku akan bertindak semena-mena terhadap dirimu itu. Sekali lagi maafkanlah.
    kutipan diatas menunjukkan mitos adala sahabat syautan yang maksudnya jika kita mempercayai begitu saja ucapan orang lain tanpa mengetahui ilmunya dari sumber yang jelas maka disitu syaitanlah yang berperan. oleh karena itu dalam menuntut ilmu kita harus mengetahui dari sumber yang jelas dan tidak mudah termakan pendapat-pendapat yang belum pasti kebenarannya.

    ReplyDelete
  15. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    dari postingan diatas, saya jadi mengetahui bahwa musuh para logos (pembelajara, mahasiswa, peneliti dan lain2) adalah mitos, dengan mitos-mitos yang membuat par alogos tidak mau berfikir, tdak mau kritis, tidak mau membaca, dst. sedangkan musuh hati adalah setan (kesombongan), kesombongan adalaha satu bentuk perwujudan setan yang sangat berbahaya, yang sangat merusak hati secara merambat ke yang lainnya, sehingga cegahlah kesombongan yang ada di dirikita, sedikit pun rasa sombong yang ada di dir kita kan memberikan damapak buruk.

    ReplyDelete
  16. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Pemaparan tentang elegi pemberontakan para logos seolah menyadarkan pada diri kita bahwa sering terjadi pada diri manusia antara pikiran dan hati yang tidak sejalan, saling tidak harmonis. Banyak dari kita lebih mengandalkan kemampuan otak atau akal semata, padahal sesungguhnya ada kekuatan yang lebih dasyat dari kekuatan otak, akal dan pikiran kita yaitu kekuatan hati yang positif dan jernih. Kekuatan ini yang akan mengantarkan manusia kepada kemuliaan hidup. Allah SWT melalui para Nabi dan kitab suci telah mengajarkan kepada manusia untuk senantiasa medengarkan suara hati nuraninya dan memelihara kejernihan hatinya. Jadikanlah hati nurani sebagai pembimbing dalam setiap langkah kehidupan

    ReplyDelete
  17. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Banyak godaan kehidupan jaman sekarang seringkali dapat mengotori kejernihan hati kita. Tanpa kita sadari sikap egoisme, mementingkan hawa nafsu, mengikuti ambisi meraih kesuksesan memempuh berbagai cara yang terkadang melanggar norma-norma dan hukum, menghalalkan segala cara dan melegalkan emosi negative seperti amarah, demdam, benci, kesombongan dan iri hati yang dapat mempengaruhi dan membelenggu kejernihan hati. Hati yang telah terbelenggu menyebabkan cahaya kejernihan tidak dapat memancar kepermukaan. Hal inilah yang menyebabkan kehidupan spiritual umat manusia melemah. Jika kita terus terbuai oleh pikiran kita yang terkadang telah melampaui batas, mengakibatkan kita semakin sulit mendengarkan bisikan hati kita, menyebabkan ketidakseimbangan antara kemampuan nalar dengan hati nurani, dan melahirkan berbagai masalah dalam kehidupan. Berusahalah menjaga kejernihan hati kita, agar rahmat Allah senantiasa mengalir dan memberikan yang terindah untuk hati dan diri kita.

    ReplyDelete
  18. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Hati dan pikiran merupakan dua hal yg saling terkait. Penyakit dari pikiran adalah ketika ia dengan kesombongan nya memikirkan hal-hal yg diluar batas kemampuannya. Sedangkan penyakit dari hati adalah emosi, saat itulah hati kita tidak dalam keadaan bersih. Oleh karena itu senantiasa kita selalu berdoa supaya kita tidak terjebak dengan kesombongan kita, sehingga hati dan pikiran kita akan tetap bersih.

    ReplyDelete
  19. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PENDIDIKAN MATEMATIKA A 2013

    Tuhan telah menganugrahi manusia dengan pikiran dan hati. Ilmu pengetahuan adalah suplemen atau makanan bagi pikiran. Ilmulah yang mendasari kehendak yang kemudian terwujudkan dalam tindakan. Karenanya, semakin banyak ilmu pengetahuan yang dimiliki seseorang semestinya membuat orang tersebut semakin bijak dan berakhlaq mulia, bukan justru membuatnya semakin sombong. Semakin banyak ilmu juga semestinya membuat seseorang semakin menyadari bahwa masih banyak yang belum diketahui. Orang yang berilmu dengan baik pasti akan memiliki sifat seperti ilmu padi, semakin menua akan semakin merunduk..

    Terimakasih Pak..

    ReplyDelete
  20. Retno Widyaningrum
    16701261004
    Memahami mitos dan logos, mitos dan logos itu bertentangan jadi mitos itu bukan logos dan logos bukan mitos.
    Asal tentang Mitos atau mite adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah masa lalu (masa lampau), yang mengandung penafsiran tentang alam semesta serta keberadaan makhluk di dalamnya, dan dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional (cerita kuno). Pada umumnya, mitos menceritakan kejadian alam semesta, dunia dan para makhluk penghuninya, bentuk topografi, kisah para mahkluk supranatural, dan sebagainya. Mitos bisa muncul dari catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan. Jadi bisa di simpulkan mitos itu adalah khayalan yang dibuat manusia untuk menceritakan sesuatu yang seakan-akan terjadi.

    ReplyDelete

  21. Sekitar abad ke-6 S.M. sudah mulai berkembang suatu pendekatan yang sama sekali berlainan. Sejak saat itu manusia mulai mencari jawaban-jawaban rasional tentang masalah-masalah yang diajukan oleh alam semesta. Logos (akal budi, rasio) mengganti mitos (mythos), dengan begitulah filsafat dilahirkan. Bisa dikatakan bahwa kata "logos" mempunyai arti yang lebih luas dibandingkan kata "rasio". Logos berarti baik kata (tuturan, bahasa) maupun juga rasio. Mereka sudah mulai berpikir sendiri. Di belakang kejadian-kejadian yang dapat diamati oleh umum, mereka mencari suatu keterangan yang memungkinkan untuk dapat mengerti tentang kejadian-kejadian itu. Maka dengan logos akan di buktikan kebenarnnya menggunakan akal budi dan rasio.

    ReplyDelete
  22. Retno Widyaningrum
    16701261004
    Kalau kita katakan bahwa filsafat lahir karena logos telah mengatakan mitos, berarti sekali lagi harus kita tekankan bahwa kata filsafat di sini meliputi filsafat maupun ilmu pengetahuan, sebagaimana keduanya sekarang dibedakan dalam terminologi modern. Bagi orang Yunani, filsafat merupakan suatu pandangan rasional tentang segala-galanya. Baru berangsur-angsur dalam sejarah kebudayaan, berbagai ilmu satu demi satu melepaskan diri dari filsafat, supaya memperoleh otonominya. Menurut Prof bahwa berfilsafat adalah dalam rangka mengada dari yang ada dan yang mengkin ada dalam ruang dan waktu. Meskipun filsafat itu pandangan rasional tentang segala-galanya tapi tetap dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  23. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Kita terus belajar karena ilmu itu luas dan tidak ada batasannya. Dan terus berpikir karena ada sesuatu yang dpikirkan. Tetapi ada suatu batasan dimana iman dan taqwa hadir dalam kehidupan kita terlepas dari terus mencari ilmu. Ada hal-hal yang tidak bisa kita pikirkan tapi rasakan dan percayai keberadaan-Nya. Maka untuk menggapai suatu ilmu, ada hal yang dipikirkan dan dirasakan.

    ReplyDelete
  24. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    ketika proses pemikiran kita telah jauh melampaui apa yang kita tahu tetapi kita tersu ingin mengetahuinya dengan memaksakan kehendak kita maka sebenar-benarnya kita telah terjebak oleh rayuan-rayuan syaitan yang terus menggoda kita untuk mengetahui segala sesuatunya itu. maka perlu kita tingkatkan ketakwaan kita kepada ALLAH SWT agar terhindar dari itu serta terus berpikir kritis dan membersihkan hati kita dari godaan-godaan yang dapat menjerumuskan kita terhadap suatu mitos.

    ReplyDelete
  25. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Hati merupakan sebuah organ yang sangat luar biasa perannya dalam kehidupan setiap insan. Ketika organ tersebut baik, maka baik juga setiap pikiran maupun perbuatan dari insan tersebut.

    ReplyDelete
  26. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Pepatah mengatakan dalamnya lautan dapat diukur tetapi dalamnya hati tiada tahu, itu merupakan sebuah kiasan bahawa hati memiliki sebuah kekuatan yang luar biasa. Nalar otak kita tidak mampu menembus nalar hati kita. Karena sejatinya dimensi berpikir otak kita tidak mampu menjangkau dimensi hati kita merasa, begitu pula sebaliknya. Mari kita selalu menjadi hamba yang bersyukur kepada-Nya.

    ReplyDelete
  27. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Semakin berilmu harusnya manusia menjadi semakin rendah hati dan memiliki kesadaran bahwa ia memiliki keterbatasan untuk mengetahui berbagai macam hal. Ketika ilmu itu tercampu dengan kesombongan maka hati kita akan menjadi tidak bersih lagi. Hati kit yang kotor itu karena kita menuruti godaan syaitan. Maka cara terbaik dalam menuntut ilmu adalah ikhlaskan hati dan hilangkan kesombongan.

    ReplyDelete
  28. Bicara mengenai hati, sebagaimana kita ketahui kekuatan hati itu dapat melebihi kekuatan pikiran. Hati adalah kunci hubungan manusia dengan Tuhannya dan disitulah tempatnya iman, hendaknya kita dapat menggunakan hati secara positif karena disitulah diri kita yang sesungguhnya. Dan sejatinya kita ini hanyalah partikel kecil diantara makhluk-makhluk ciptaan-Nya jadi tak sepantasnya berlaku sombong di bumi-Nya ini.


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  29. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Segala sesuatu yang kita lakukan karena dasar yang tidak jelas atau kita tidak mengetahui kebenarannya disebut dengan mitos. Terkadang tanpa kita sadari orang tua telah mengajarkan mitos kepada anaknya, bahkan manusia yang sudah mencapai tingkat dewasa dan bertambah logikanya masih sering menggunakan mitos yang diperolehnya ketika usia anak-anak. Sementara untuk mitos yang tidak disengaja contohnya adalah jika perilaku atau perkataan orang yang biasanya lebih tua atau menjadi panutan ditiru oleh orang yang lebih muda, padahal tidak ada ketentuan yang pasti tentang perilaku dan perkataan yang mereka lakukan. Bahkan , terkadang hal itu tidak sengaja dilakukan tapi sudah terlanjur ditiru dan yang meniru juga tidak mengetahui kenapa mereka ikut meniru perbuatan atau perkataan tersebut.
    Untuk itu, lahirlah logos (ilmu) untuk menghapus segala mitos yang ada, karena logos berasal dari sesuatu yang jelas kebenarannya. Proses manusia mengetahui bisa sangat pribadi tergantung subyek pemikiranya (kita) dan obyek untuk dipikirkan.Proses manusia untuk mengetahui dapat juga disebut proses berpikir. Proses berpikir akan mengubah mitos menjadi logos. Proses pemikiran manusia diciptakan begitu lembutnya tanpa perlu goncangan dan kegaduhan karena lembutnya itu adalah kuasa yang telah diciptakan Tuhan sebagai anugerah untuk manusia.

    ReplyDelete
  30. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Belajar untuk memahami diri sendiri. Itu hal yang saya dapat dari percakapan logos – logos, mitos bahkan setan di atas. Dengan adanya mitos – mitos yang mungkin ada dan setan yang selalu menggoda manusia, maka semoga kita selalu dapat berfikir jernih dan berpikir kritis terhadap apa yang telah terjadi, apa yang sedang terjadi, dan bahkan apa yang akan terjadi. Seseorang tak sadar jika ternyata ia sedang diluap emosi oleh setan. Amarah menjadi salah satu indikasinya. Semoga kita juga senantiasa diberi kesabaran dan keteguhan hati sehingga dapat terhindar dari emosi yang merugikan.

    ReplyDelete
  31. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Mencari ilmu tidak sebatas kita mengetahui saja tetapi dengan mengembangkan dan mengamalkan. Jika belajar telah merasa puas dan berhenti maka sebenar-benarnya ia terjebak dalam ruang dan waktu. Belajar adalah berkelanjutan, terus menerus sepenjang hayat, tidak pernah merasa puas dan terus ingin membangun pengetahuannya serta mencari informasi dari yang ada dan mungkin ada. Semakin banyak mencari ilmu maka semakin merasa tidak mengetahui apa-apa maka semakin kurang dalam mencari ilmu.

    ReplyDelete
  32. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sikap sombong para logos dalam berjuang untuk meraih harapan-harapannya. Sombong terhadap makhluk, bisa diartikan meremehkan dan merendahkannya. Hal ini muncul karena seseorang bangga dengan dirinya sendiri dan menganggap dirinya lebih mulia dari orang lain. Kebanggaaan terhadap diri sendiri membawanya sombong terhadap orang lain, meremehkan dan menghina mereka, serta merendahkan mereka baik dengan perbuatan maupun perkataan.

    ReplyDelete
  33. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Bentuk kesombongan terhadap manusia di antaranya adalah sombong dengan pangkat dan kedudukannya, sombong dengan harta, sombong dengan kekuatan dan kesehatan, sombong dengan ilmu dan kecerdasan, sombong dengan bentuk tubuh, dan kelebihan-kelebihan lainnya. Dia merasa lebih dibandingkan orang lain dengan kelebihan-kelebihan tersebut. Padahal kalau kita renungkan, siapa yang memberikan harta, kecerdasan, pangkat, kesehatan, bentuk tubuh yang indah.

    ReplyDelete
  34. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sombong adalah salah satu sifat yang dibenci oleh agama manapun. Sifat kesombongan juga dapat membuat kita di jauhi oleh orang-orang terdekat. Tidak ada orang yang menyukai orang yang sombong. Sifat sombong sering menganggap orang lain lebih rendah dari dirinya. Pentingnya pendidikan akhlak sejak dini dapat membuat keluarga terutama anak anda terhindar dari sifat sombong. Banyak sekali segi kehidupan kita yang bisa disisipi oleh sifat sombong. Memberitahukan sejak dini bahwa sifat sombong tidak diterima di dalam tatanan kemasyarakatan. Dalam agama sifat sombong merupakan sifat yang dilarang. Sifat ini bisa melukai hati siapa pun. Setelah diri anda mengetahui bahwa pernah melakukan kesombongan. Tidak ada kata terlambat untuk cara merubah kepribadian menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  35. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi di atas, hikmah yang bisa saya ambil adalah para logos itu harus terus mencari ilmu dan terus belajar. Ilmu itu tidak ada batasnya. Janganlah merasa puas jika sudah mempunyai banyak ilmu. Di sisi lain pasti masih banyak ilmu yang belum didapatkan. Untuk itu perlu terus menerus mencari ilmu dan teruslah dipelajari.

    ReplyDelete
  36. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    hakekat seorang manusia adalah selalu mencari tahu sesuatu yang baru yang belum pernah dijumpainya dan manusia selalu ingin menggapai hal itu, Pengetahuan adalah salah satunya. Ketika seorang manusia telah mendapatkan pengetahuan itu maka tindakan selanjutnya adalah bagaimana kita menjaga dan menjadikan pengetahuan sebagai dorongan pribadi untuk menjadi lebih baik di masa selanjutnya, bukan dengan kesombongan. karena kesombongan merupakan salah satu ciri-ciri dari syaitan yang kita tahu bersama bahwa syaitan itu selalu berdusta atas berbagai hal yang dilakukannya, apabila kita terjerumus kedalam pemikiran syaitan maka hal-hal buruklah yang akan kita dapatkan

    ReplyDelete
  37. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Elegipemberontakan para logos ini merupakan suatu jebakan filsafat sehingga para logos ini tidak dapat mencapai tetap, sehingga kesombongan pun menghampirinya. Dengan kesombongan ini, maka ia tidak mau lagi untuk melihat kekurangan dirinya sendiri, merasa telah berjasa serta merasa ingin diapresiasi. Jika hal ini sudah terjadi, maka logos pun akan kehilangan “tetap” nya sehingga berubahlah ia menjadi mitos.

    ReplyDelete
  38. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Yang saya peroleh dari elegi ini bahwa kita harus terus mencari ilmu, terus belajar. Belajar tidak selesai dengan kita menemukan sesuatu. Namun harus terus menerus, sehingga memperkaya kita dengan ilmu. Kemudian berbicara tentang hati, tentu hati sangat penting dalam kehidupan, bagaimana kita memakanai dan merasakan sesuatu. Begitu juga dengan ilmu, ilmu yang baik jika dikaitkan dengan hati tentu akan semakin baik. Intinya bagaimana kita dalam setiap keadaan kita bertindak menggunakan pikiran kita serta hati kita.

    ReplyDelete
  39. Logos yang berupa pengetahuan dan pemahaman yang baik akan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada seharusnya berjalan tanpa melewati batas raung dan waktu. Tapi adakalanya pikiran itu justru melewati batas ruang dan waktu yang dimiliki dengan melawan hati nurani. Mareka merasa mampu menguasai segalanya tapi kenapa hati malah memberi batasan-batasan tertentu terhadap pikiran yang akhirnya membuat mereka para logos melakukan protes dan perlawanan. Padahal sesungguhnya sebenar-benar dan setinggi-tingginya pengetahuan hanyalah milik Allah semata, maka jagalah hati untuk tetap tunduk akan kuasaNya karena banyak hal yang tidak terjangkau oleh pemikiran kita.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  40. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Perlu kita ketahui ilmu yang kita miliki harus tetap berda di hati kita atau masih berda pada lingkungan hati. Ilmu itu tidak boleh melebihi hati karena nanti bisa sombong. dan sombong itu perbuatan syetan. Kita juga jangan memandang kesalahan orang lain saja tetapi kita perlu mengoreksi dulu pada diri kita.

    ReplyDelete
  41. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Setelah saya baca elegi pemberontakan para logos ini saya jadi tahu bahwa untuk mencapai sesuatu yang diinginkan seringkali kita hanya menggunakan pemikiran kita saja tanpa mendengarkan bisikan hati. Bisikan hati itu sulit untuk didengar dan dipahami namun kita bisa mendengar suara hati kita sendiri yaitu dengan terus menerus berdoa. Sebaiknya hati selalu diikutsertakan dalam segala pemikiran. Karena hati yang bersihlah yang tahu akan mana yang benar dan mana yang salah. Pemikiran yang benar adalah yang telah dikaitkan dengan hati untuk selalu mencari ridho Ilahi.

    ReplyDelete
  42. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Hati yang bersih, penuh ikhlas, mempunyai iman, dan selalu bertaqwa pada-Nyalah yang bisa membantu menunjukkan jalan pada kita mana yang salah dan benar. Setelah pemikiran kita kacau maka kita minta tolong kepada hati kita untuk menunjukan mana yang benar dan salah. Logika dalam pemikiran tidak selalu benar, seringkali pemikiran kita membawa kita pada pikiran-pikiran yang negatif. Oleh karena itu, kita harus bisa menghindari pikiran yang negatif tersebut dengan selalu beristiqfar dalam hati.

    ReplyDelete
  43. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Selain itu, elegi pemberontakan logos ini menggambarkan tentang kondisi atau situasi dimana antara pikiran dan hati tidak sejalan. Seringkali pikiran kita berkata seperti ini namun hati kita berkata itu. Hal inilah yang menyebabkan kita dalam keadaan bingung.

    ReplyDelete
  44. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Inilah yang menjadi kesombongan ketika sudah menggapai logos tetapi tidak mengikutsertakan hati. Dengan hati yang tidak bersih maka tidak akan bisa menggapai logos yang sesungguhnya, bahkan logos akan menjadi mitos. Oleh karena itu, pikiran dan hati harus selaras agar terhindar dari kesombongan.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  45. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Musuh logos adalah mitos. Jika logos terlalu membanggakan dirinya sehingga melampaui batas maka menjelama lah ia sebagai mitos. Batas-batas logos adalah antara sikap tawadhu dan sombong. Jika logos sudah mulai sombong maka ketahuilah dia mulai menjadi mitos. Dan musuh hati adalah syaitan. Ketika hati mulai melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh hati maka sebenarnya dia telah menjadi syaitan. Maka dari itu kita tingkatkan amal ibadah kita dan ilmu pengetahuan kita agar terhindar dari mitos dan syaitan.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id