Sep 20, 2013

Elegi Menggapai Ada




Oleh Marsigit

Ada:
Wahai orang tua berambut putih, aku ingin bertanya kepadamu siapakah diriku itu. Kenapa aku disebut ADA. Bilamana aku itu disebut ada.

Orang tua berambut putih:
Ada banyak sifatmu itu. Tetapi aku dapat menyatakan bahwa ADA adalah kenyataan. Aku dapat menyebut engkau sebagai ada jika engkau itu nyata.

Ada:
Bagaimana aku atau orang lain selain diriku mengetahui bahwa aku itu nyata? Jika aku memang ada, maka aku itu berada di mana?

Orang tua berambut putih:
Engkau nyata jika aku dapat menunjuk satu atau beberapa sifatmu. Sedangkan keberadaanmu itu ada 2 (dua) macam. Pertama, engkau itu berada di dalam pikiranku; atau kedua, engkau berada di luar pikiranku.

Ada:
Apakah sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau mengerti keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau ada jika engkau nyata. Engkau nyata jika aku dapat menunjuk jumlahmu. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “satu” maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “dua” maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “tiga” maka engkau itu ada. Dst... Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu sedikit, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunuk engkau sebagai banyak, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu sedang-sedang saja, maka engkau itu ada. Engkau itu juga nyata jika aku dapat membedakan engkau dari yang lainnya. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau itu lebih kecil, lebih besar, lebih baik, lebih indah, lebih penting, lebih produktif, lebih luas, lebih berat, lebih....dst, atau kurang....dst, ...dari yang lainnya, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau sama dengan yang lainnya, maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk bahwa engkau berbeda dengan yang lainnya, maka engkau itu ada.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk anggotamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk unsur-unsurmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk isimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk wadahmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk manfaatmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kehebatanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk relasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pikiranmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keraguanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kata-katamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keputusanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk nilai-nilaimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk tanggungjawabmu. Engkau juga ada jika aku dapat membaca tulisanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk bahasamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk karyamu. Engkau juga ada jika aku dapat mendengar doa-doamu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat mendengar nyanyianmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk hukum-hukummu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk Tuhan mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk mimpi-mimpimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keraguanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pengalamanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keunikanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk perubahanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk rumahmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kreativitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk keterbatasanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk logikamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk komunikasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kemandirianmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk penampakanmu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk prestasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk riwayat hidupmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kebutuhanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kesederhanaanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kompleksitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk potensimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk motivasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk kestabilanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk aktivitasmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk perlengkapanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk nasibmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk netralitasmu.

Ada:
Apakah masih ada sifat-sifatku yang lainnya, sehingga engkau dapat menentukan keberadaanku?

Orang tua berambut putih:
Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dis/harmonimu.Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk strukturmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk amal perbuatanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dosa-dosamu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk sakit/sehatmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk awal/akhirmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk prosesmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk dimensi ruang/waktu mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk obyek/subyek mu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk pilihanmu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk moral/etika mu.
Demikian seterusnya, maka aku mempunyai banyak cara untuk mengetahui tentang keberadaanmu.

Ada:
Apakah bedanya aku yang berada di dalam pikiranmu dan aku yang berada di luar pikiranmu?

Orang tua berambut putih:
Jika engkau berada di luar pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat memahamimu. Padahal aku tahu bahwa terdapat jarak antara aku dan dirimu. Maka sebetul-betulnya yang terjadi adalah bahwa aku tidak akan pernah bisa memahamimu. Yang benar adalah bahwa aku berusaha memahamimu. Sedangkan jika engkau berada di dalam pikiranku, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana aku dapat menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain. Semua kata dan kalimatku tidak akan pernah cukup untuk menjelaskan dirimu yang ada di dalam pikiranku. Maka aku tak pernah bisa menjelaskan dirimu itu kepada orang lain. Yang benar adalah aku berusaha menjelaskan keberadaan dirimu kepada orang lain.

Orang tua berambut putih:
Wahai ada, apakah masih ada lagi pertanyaanmu?

Ada:
Masih. Bagaimana jika aku tidak ada dalam pikiranmu?

Orang tua berambut putih:
Jika aku dapat menyebut bahwa engkau itu tidak ada dalam pikiranku, maka engkau itu pun ada.

Ada:
Bilamana aku dikatakan tidak ada?

Orang tua berambut putih:
Jika aku tidak dapat menyebut bahwa engkau itu ada atau tidak ada.

71 comments:

  1. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Sesuatu itu dianggap ada jika menunjukkan sifat-sifatnya. Sesuatu yang dianggap ada ialah sesuatu yang ada didalam pikiran kita dan di luar pikiran kita. Jika sesuatu itu ada di luar pikiran kita maka akan ada jika kita dapat berusaha memahaminya, tetapi jika diluar pikiran kita maka akan ada jika kita dapat berusaha menjelaskannya kepada orang lain.

    ReplyDelete
  2. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Segala sesuatu yang dapat kita ketahui dengan panca indra kita, sudah pasti ada. Akan tetapi segala sesuatu yang tidak dapat kita ketahui dengan panca indra kita, bukan berarti tidak ada. Panca indra kita sangatlah terbatas. Keterbatasan kita itu yang akan selalu mengingatkan kita agar tidak sombong. Di atas orang pandai masih ada yang lebih pandai. Di atas orang kaya masih ada yang lebih kaya. Di atas orang yang terhormat masih ada yang lebih terhormat. Di atas orang cantik /tampan masih ada yang lebih cantik/tampan. Segala sesuatu menjadi ada jika kita meyakini bahwa itu ada.

    ReplyDelete
  3. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sebelum membca elegi ada di atas, sepengetahuan saya ada itu hanya bersifat fisik seperti benda yang dapat dilihat disentuh dan mempunyai ciri-ciri fisik tertentu, namun setelah membaca elegi di atas menambah pengetahuan saya ternayata masih banyak sekali definisi-definisi dari ada itu sendiri dan ditambah dengan ada yang bersifat dalm pikiran dan di luar pikiran.

    ReplyDelete
  4. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Kita dapat menyatakan sesuatu itu ada karena keyakinan kita. Ketika kita menyebut ada, karena kita dapat melihatnya nyata, menghitungnya, dan menyebutkan banyak sifat yang lainnya. Sesuatu itu disebut ada jika berada di dua macam tempat, yaitu di pikiran kita dan di luar pikiran kita. Dan sesutu itu dikatakan tidak ada saat kita tidak dapat menentukan sesuatu itu ada atau tidak ada.

    ReplyDelete
  5. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Yang ada dan yang mungkin ada adalah objek filsafat. Sesuatu dikatakan ada, jika ada dipikiran kita, baik yang sedang kita pikirkan maupun yang sedang kita usahakan untuk memikirkannya. Sesuatu yang mungkin ada ini bersifat relatif. Jika ia masuk dipikiran kita, maka ia menjadi ada. Jika tidak ada sedikitpun terbesit dipikiran sama sekali maka ia menjadi ‘tidak ada.’
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  6. Fauzul Muna Afani
    13301241010
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamu’alaikum
    Sesuatu yang kita sebut ada dan tidak ada sebenarnya hal itu ada, karena hal tersebut ada di dalam pikiran kita. Ketidak adaan sesuatu sebenarnya merupakan bagaimana kita menjelaskan kebeadaan hal tersebut. Contoh objek filsafat itu ada karena kita bisa menyebutkan objek filsafat itu sedikit atau banyak, bisa menjelaskan apa saja yang termasuk objek filsafat dll.
    Wassalamu’alaikum

    ReplyDelete
  7. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)

    Ada adalah kenyataan, sesuatu yang nyata. Sesuatu dikatakan ada, jika ada di dalam pikiran kita, sedangkan sesuatu yag kita anggap tidak ada adalah sesuatu di luar pikiran kita.
    Sesuatu yang kita katakan tidak ada, maka sebenarnya adalah sesuatau yang ada. Sesutau dikatakan tidak ada apabila kita tidak mampu menyebut apakah sesuatu itu ada atau tidak ada. Maka, semuanya kembali lagi bergantung pada pikiran kita.

    ReplyDelete
  8. Harsiti Indrawati
    13301241021
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ada adalah ketika kau mampu menghitung jumlah, ciri-ciri dan lain sebagainya. Tidak ada manusia yang paling menegerti orang lain selain dirinya sendiri. Tanyakan pada diri sendiri terlebih dahulu seperti apa dirimu, bagaimana dirimu, baru menanyakan kepada orang lain. Karena sesungguhnya seblum orang lain tahu sepertiapa dirimu, sesungguhnya dirimu sudah mengertinya.

    ReplyDelete
  9. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    "Ada", menyatakan suatu keberadaan sesuatu.Untuk menentukan keberadaan sesuatu, kita dapat mengungkapkan, menyebutkan, menjelaskan, atau menunjukan bahwa sesuatu itu ada.Selama kita bisa mengungkapkan, maka dapat dikatakan "ada". Sesuatu bisa dikatakan tidak ada, jika tidak dapat diungkapkan bahwa sesuatu itu ada atau tidak ada.

    ReplyDelete
  10. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sesuatu dapat dikatakan kita katakan ada melalui panca indera kita dan dapat kita ketahui bahwa sesuatu tersebut itu memang benar-benar ada. Sedangkan sesuatu dikatakan tidak ada bisa karena memang kita meyakini hal tersebut tidak ada atau sebatas pikiran kita mengatakan tidak ada. Ada dan tidak ada tergantung dari pikiran kita, kita dapat mengatakan ada dan kita dapat pula mengatakannya tidak ada. sebenar-benarnya ada dan tidak ada dapat dipelajari melalui filsafat.

    ReplyDelete
  11. SUPIANTO
    16701261001, S3 PEP 2016

    Sumber dari segala sumber yang ada adalah yang Maha Ada. Jika kita berpikir bahwa kita ada, maka dimanakah yang Maha ada itu? Namun jika kita berpikir bahwa kita tiada dan yang ada hanya yang Maha Ada, lalu dimana dan siapakah diriku?

    ReplyDelete
  12. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Ketika kita menyebut ada, karena kita dapat melihatnya nyata, menghitungnya, dan menyebutkan banyak sifat yang lainnya. Sesuatu itu disebut ada jika berada di dua macam tempat, yaitu di pikiran kita dan di luar pikiran kita. Sesuatu yang kita katakan tidak ada, maka sebenarnya adalah sesuatau yang ada. Sesutau dikatakan tidak ada apabila kita tidak mampu menyebut apakah sesuatu itu ada atau tidak ada. Maka, semuanya kembali lagi bergantung pada pikiran kita.

    ReplyDelete
  13. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Sesuatu dikatakan ada, jika ada dipikiran kita, baik yang sedang kita pikirkan maupun yang sedang kita usahakan untuk memikirkannya. Sesuatu yang mungkin ada ini bersifat relatif. Jika ia masuk dipikiran kita, maka ia menjadi ada.banyak sekali definisi-definisi dari ada itu sendiri dan ditambah dengan ada yang bersifat dalm pikiran dan di luar pikiran.

    ReplyDelete
  14. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs PEP B 2016

    Bismillahirrohmaanirrohiim.
    Assalamulaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ADA adalah sesuatu yang bersifat kompleks yang memerlukan tidak hanya indera tetapi juga akal dan hati (melalui pengalaman dan olah fikir) untuk memahaminya secara menyeluruh. ADA adalah sesuatu ditangkap oleh indera-akal-hati dengan caranya masing-masing. Pada lapisan terluar, ADA ditangkap oleh Indera, kemudian Akal menangkap ADA pada lapisan pertengahan sedang pada lapisan terdalam Hati menangkap esensi ADA. Sebagai contoh saat menonton berita yang mengungkapkan berbagai peristiwa, tentunya kita tidak hanya menangkap ADA yang bersifat fisik semata tetapi kita juga akan berusaha mengolah akal untuk melogikakannya dan menggunakan hati untuk mencoba memahami esensinya.

    Terima kasih,
    Wassalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  15. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs PEP B 2016

    Bismillahirrohmaanirrohiim.
    Assalamulaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Cogito ergo sum adalah sebuah ungkapan yang di utaran oleh Rene Descartes, sang filsuf ternama asal Perancis yang artinya “aku berpikir maka aku ada.” Sehingga dalam konteks ini jika kita ingin disebut ada maka berpikirlah. Dengan berpikir tentu kita merasakan keberadaan diri kita. Namun, untuk membuat orang lain merasakan keberadaan diri kita, tidak cukup dengan bepikir tetapi juga berkarya. Berkaryalah dan orang-orang akan melihat hasil karya kita sehingga kita akan tetap ada dan abadi meskipun jasad kita telah lebur dalam tanah.

    Terima kasih,
    Wassalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  16. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs PEP B 2016

    Bismillahirrohmaanirrohiim.
    Assalamulaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    TIDAK ADA. Ketiadaan itu menjadi ada saat kita tidak dapat mengklasifikasikan keberadaanya. Tidak dapat mengidentifikasi keberadaanya dan tidak dapat menunjukkan letaknya. Selama ketiadaan suatu benda masih dalam pikiran kita maka sesungguhnya benda itu ada.

    Terima kasih,
    Wassalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  17. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Ada adalah jika kita bisa menunjuk satu saja dari semua sifat yang dimiliki, dan sifat seseorang itu ada bermilyar milyar banyaknya. Tak harus ada di dalam atau di luar pikiran, selama masih bisa menyebutkan ada atau tidak ada pun itu adalah ada

    ReplyDelete
  18. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kita tidak bisa benar-benar memahami orang lain, karena hal tersebut berada di luar pikiran, sedangkan di luar pikiran itu ada jarak antara yang satu dengan yang lain untuk bisa memahami. Tetapi kita tetap bisa berusaha untuk memahami, dan bisa berusaha yang terbaik untuk memahami orang lain

    ReplyDelete
  19. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sesuatu hal itu tersusun atas bermilyar-milyar sifat. Jika kita dapat menyebutkan satu saja sifat yang dimiliki oleh suatu hal tersebut, artinya ia ada.

    ReplyDelete
  20. YUNDA VICTORINA TOBONDO
    16709251015
    P.MAT A 2016

    Setelah membaca elegi ini, bagi saya “ada” adalah suatu keadaan yang nyata. Sesuatu itu dikatakan ada apabila sesuatu itu nyata. Dan apa yang ada dalam dunia ini merupakan bayangan dari pikiran kita. Bayangan pikiran kitalah yang menjadikan sesuatu itu ada. Hal ini juga akan berlaku terhadap iman kita. Wujud iman kita dapat dilihat dari setiap tindakan kita, dimana itu semuanya adalah hasil dari bayangan iman kita. Setiap tindakan yang kita lakukan mencerminkan sikap spiritual kita.

    ReplyDelete
  21. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Segala sesuatu yang ada di bumi ini merupakan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada bisa di dalam pikiran bisa di luar pikiran. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana kita memahami sesuatu yang ada di luar pikiran dan bagaimana kita menjelaskan sesuatu yang ada di dalam pikiran. sebenar-benar kita tidak akan mampu memahami apa yang ada di luar pikiran, tetapi kita sedang berusaha untuk memahaminya. Sedangkan, kita juga tidak dapat menjelaskan apa yang ada di dalam pikiran, tetapi kita sedang berusaha untuk menjelaskannya. Jadi selama ini maksud dari menjelaskan dan memahami sesuatu adalah persamaan persepsi pada level yang sama.

    ReplyDelete
  22. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    apa yang dapat saya simpulkan dari elegi ini adalah selagi sesuatu bisa dipikirkan atau dijelaskan, berari itu ada. sesuatu yang dianggap tidak ada adalah yang sudah tidak bisa didefinisikan keberadaannya, sudah tidak bisa diputuskan bahwa ia ada atau tidak ada.

    ReplyDelete
  23. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    dia ada karena dia nyata, dia nyata karena memiliki wadah dan isi, nyata karena memiliki sifat objek dan predikat, dai bisa menjadi wadah, dia bisa menjadi isi, dia bisa menjadi subjek, dia bisa menjadi predikat.

    ReplyDelete
  24. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Objek filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Sesuatu dikatakan ada, jika ada dipikiran kita, baik yang sedang kita pikirkan maupun yang sedang kita usahakan untuk memikirkannya. Sesuatu yang mungkin ada ini bersifat relatif. Jika ia masuk dipikiran kita, maka ia menjadi ada. Jika tidak ada sedikitpun terbesit dipikiran sama sekali maka ia menjadi mungkin ada

    ReplyDelete
  25. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Ada menunjukkan keberadaan suatu hal dan ada mempunyai sifat yang banyak. Ada dapat pula kita ketahui melalui panca indera kita, kita dapat melihat bentuknya atau meraba teksturnya atau mencium baunya atau merasakannya atau menyentuhnya. Dengan mendeskripsikan berbagai sifat-sifat ada maka dapat diketahui keberadaan ada. Dalam diri kita, ada sifat yang berjumlah, baik yang dapat terlihat oleh mata maupun tidak. Adanya sifat-sifat yang tampak secara fisik dapat kita lihat namun tidak semua dapat kita lihat dan adanya sifat-sifat yang tidak tampak seperti jantung, hati, otak, dan lainnya itu ada, namun kita tidak dapat melihatnya. Jadi, apa yang ada dalam diri kita belum tentu kita dapat memahami sepenuhnya diri kita. Kita mencoba untuk memahami diri kita.

    ReplyDelete
  26. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A 2013

    Segala yang ada dalam pikiran kita adalah ada. Segala yang nampak dalam indera kita pun ada. Segala yang diluar pikiran juga ada. Ketika kita meyakini suatu hal, meski tidak nampak dan tidak dapat dirasionalkan, berarti hal tersebut ada. Karena dikatakan ada bukan karena wujudnya melainkan lebih pada sifat-sifatnya yang dapat kita sebutkan.

    ReplyDelete
  27. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Benar sekali, yang ada ialah nyata, hadir dikenyataan ataupun perasaan. Dan semua yang diyakini keberadaannya di dalam hati maupun pikiran, baik yang telihat atau yang tidak terlihat, itu semua ada. Seperti halnya iman akan Tuhan, semua itu diibaratkan listrik, memang tidak dapat dilihat wujud dan rupanya, tapi saat tersentuh terasa menyengat, itu yang menyatakan ia ada.

    ReplyDelete
  28. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Ada banyak sifatmu itu. Tetapi aku dapat menyatakan bahwa ADA adalah kenyataan. Aku dapat menyebut engkau sebagai ada jika engkau itu nyata. Nyata berarti mampu menunukkan bahwa itu ada. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk prestasimu. Engkau juga ada jika aku dapat menunjuk riwayat hidupmu., dan selanjutnya dan selanjutnya. Sehingga berbagai macam yang ditunjukkan berarti ada. Sehingga dikatakan ada jika kita mampu menunjukkan sesuatu dari dirinya.

    ReplyDelete
  29. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Ada bisa di dalam pikran dan bisa di luar pikiran. Ada bila berada dalam pikiran berarti kita mampu menyampaikan keberadaannya pada orang lain. Sedangkan Ada berda di luar pikiranku berati kita hanya bisa berusaha untuk mengatakan keberadaannya. Jelasnya, Dikatakan ada bila kita mampu menyampaikan keredaannya. Dikatakan tidak ada bila dalam pikiran kita bisa ada bisa juga tidak ada.

    ReplyDelete
  30. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Ada juga bisa kita rasakan dengan 5 pancaindra, jika kita merasakan asin, manis, pedas, gurih, pahit ... maka sesuatu itu ada. Bila kita mencium bau wangi, harum, apek, busuk,.... maka sesuatu itu ada. Bila sesuatu itu berwarna merah, putih, kuning, merah muda,.... maka sesuatu tersebut ada, bila kita mendengan halilintar, berarti halilintar itu ada, bila kita merasakan halus, kasar, berarti sesuatu itu ada,....dan sebagainya dan sebagainya.

    ReplyDelete
  31. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016


    Objek filsafat salah satunya adalah yang ada. Yang ada memiliki sifat yang jumlahnya tidak terhitung. Sesuatu dikatakan ada jika kita telah mengenal satu saja dari sifat yang tak terhitung tersebut. Jika tak satupun sifat yang ada itu kita ketahui, maka pasti kita tidak bisa memikirkannya, karena ia tiada.

    ReplyDelete
  32. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016


    Sesuatu yang ada, yang telah bisa kita ketahui salah satu sifatnya, bisa terletak di dalam dan di luar pikiran kita. Sesuatu yang ada di luar pikiran, itulah yang kita usahakan untuk kita pahami, meski sebenarnya kita tidak bisa benar-benar memahaminya karena ada jarak antara pikiran dan yang ada di luar pikiran. Sesuatu yang ada di dalam pikiran kita, itulah yang berusaha kita jelaskan meskipun sebenarnya kalimat yang kita pakai untuk menjelaskan tidak cukup bisa menjelaskan keberadaannya.

    ReplyDelete
  33. Prof. Igit,
    selamat siang dan salam sejahtera selalu, saya menyukai satu cuplikan dari elegi di atas!
    "Engkau ada jika engkau nyata. Engkau nyata jika aku dapat menunjuk jumlahmu. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “satu” maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “dua” maka engkau itu ada. Jika aku dapat menunjuk engkau itu sebagai “tiga” maka engkau itu ada."
    Cuplikan di atas saya imajinasikan seperti eksistensi sebuah ilmu dan pengetahuan di ranah pembelajaran di kelas. Seperti halnya eksistensi siswa dan mahasiswa dalam perkuliahan. Guru dan dosen dapat menunjuk satu karena mereka tahu keberadaan mahasiswa sebagai "ada" dan mengadakan mahasiswa di kelas tersebut. Pembelajaran jadi lebih menyenangkan dan saling menginterpretasikan ilmu mereka. Masalah eksistensi dan komunikasi menjadi viral dan penting untuk dipahami oleh setiap subjek kelas

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP-A/2016

    ReplyDelete
  34. Semua hal yang ada di dunia ini merupakan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada.
    Ada membuat manusia akhirnya mengada. Pengada menjadikan manusia berasumsi bahwa pengadanya benar-benar berfungsi. Akhirnya manusia seperti berlomba-lomba menunjukkan diri yang ada dan yang mungkin ada. Konsep ini menjadikan manusia lupa pada perspektif, sehingga terburu-buru menunjukkan eksisteinsinya dengan berbagai cara. Setelah mendapatkan gelar ada, mereka sembunyi agar terlihat mengada.
    Manusia yang kadang berhalusinasi untuk ada kadang kehilangan harkatnya dalam proses panjang tersebut. Elemen paling berharga dari manusia adalagh ketika mereka ada, dan diakui sebagai ada. Siswa lebih puas jika keberadaannya menjadi ada.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP-A/2016

    ReplyDelete
  35. Aku berusaha memahamimu, dalam tiap aljabar yang kutulis dalam statistika. Aku memahamimu elegimu melalui cerita-cerita belalang dan logos-mitosnya, aku memahamimu seperti datangnya orang tua berambut putih, Aku mengkaji elemenmu, seperti menatap hati di relung paru-paru. Jika belum kusiratkan kata, mereka bilang aku tiada. Jika Kau anggap aku ada, aku belum tentu ada. Prof. bagaimana menjadikan yang tiada menjadi ada dalam bait cerita prolog?
    Ataukah prolog adalah epilog, dan epilog mengakhiri cerita sajak terakhir.
    Jika begitu, bagaimana bisa tiap elemen dalam cerita dibuat bersambung, setiap yang ada adalah yang mungkin ada?
    Manusia saling mengada di cerita ynag ia buat sendiri, bagaimana pertanggungjawabannya?

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP-A/2016

    ReplyDelete
  36. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Kita ada jika karena kita ada raga yang terlihat, ada karena ada yang dipikirkan didalam pikiran. Jika dalam perkuliahan filsafat ilmu, kita ada kalau kita terlihat akan komen-komen yang sudah dilakukan dengan kata-kata sehingga ada yang membacanya. Dikatakan ada pada sesama manusia, jika kita melakukan perbuatan yang baik sehingga terlihat apa yang kita lakukan. Dalam spiritual, kita ada jika kita berdoa. Bahkan suatu ketiadaan kita adalah ada, karena terkadang apa yang tidak terlihat bukan berarti tidak ada.

    ReplyDelete
  37. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    ada adalah suatu kenyataan dimana tersusun dari nyata-nyata yang ada. Kita ada sebagai manusia di dunia ini karena berasal dari ada sebelumnya yaitu orang tua kita. Sehingga kita dapat menjelaskan kepada orang lain perihal mengenai yang ada, akan tetapi kita tidak dapat memahami secara keseluruhan dikarenakan itu berada di luar pikiran kita, karena yang di luar pikiran itu sifatnya kontradiksi. sedangkan apabila ada dalam pikiran kita maka kita dapat memahaminya secara menyeluruh karena yang di dalam pikiran itu sifatnya adalah identitas.

    ReplyDelete
  38. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Sesuatu itu dikatakan ada jika ada dalam pikiran seseorang dan yang benar benar tampak. JAdi sesuatu itu ada jika seseorang memikrkannya. Seperti: saya memikirkan kota Paris, maka kota Paris itu ada karena kita mampu memikirkannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ida Siti Mahsunah
      13301244004
      Pendidikan Matematika I 2013
      Sesuatu itu ada juga jika sesuatu itu nyata dan bisa disebutkan sifat-sifatnya walaupun tak semua.

      Delete
  39. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Bahasa yang cukup berat untuk dipahami, kemungkinan apa yang akan disampaikan ini berada di dalam pikiran orang tua berambut putih, dan di luar pikiranku. Sehingga aku berusaha untuk memahaminya, dan orang tua berambut putih mencoba untuk menyampaikannya kepadaku. Jika sesuatu hal yang ingin kia pahami itu jauh dari kita maka ada jarak yang memisahkan diantara kita. Jadi kita sulit untuk memahami semuanya.

    ReplyDelete
  40. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dalamnya laut kita masih dapat menyelam unuk mengetahui semua isinya, tetapi dalamnya hati kita tidak akan pernah tau apa yang ada di dalamnya kecuali hanya sebagian saja. Jangan pernah menjadi orang yang merasa paling benar, paling pintar, karena di luar sana masih banyak hal-hal yang belum kita ketahui dan itu bisa kita ketahui ketika kita menyadari bahwa sesuatu itu ada.

    ReplyDelete
  41. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Sangat menarik. Ada itu jika ia nyata. Keberadaannya ada dua macam yaitu di dalam pikiran dan di luar pikiran. Sifat-sifat Ada itu sangat banyak, bahkan 1000 pangkat 1000 pun aku tak sanggup menuliskannya. Bahkan ketidakberadaan itupun ada. Ia menjadi tidak ada ketika kita tidak tahu dia ada atau tidak.

    Masalah kita terkait ada yaitu bagaimana kita memahaminya di dalam pikiran kita, dan sebenar-benar diri kita hanya berusaha memahaminya. Kemudian bagaimana kita menjelaskan apa yang ada di dalam pikiran kita, dan sebenar-benar diri kita adalah berusaha untuk menjelaskan.

    ReplyDelete
  42. Ada adalah sesuatu yang ada dan tidak ada yang terucap, terungkap, terdengar, terlihat, tersentuh, terasa, terkhayalkan tak peduli kebenarannya/keberadaannya bisa dibuktikan atau tidak, yang jelas sesuatu itu ada walaupun tidak ada, seperti halnya UFO, de javu dan masih bnyak hal yang nyata dan misteri lainnya. Seperti inilah pemahaman saya tentang elegi menggapai ada. Tak peduli benar/tidaknya pemahaman saya yang jelas saya ADA.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  43. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Dunia ini membelah sesuatu menjadi bagian dari sesuatu yang ada dan tidak ada. Semua keadaan tersebut tergantung keberadaannya pada pikiran manusia, bagaimana dan apa yang bisa dan tidak bisa dipikirkan oleh manusia dan apa yang ada dan di luar pikiran manusia itu sendiri. Yang ada adalah apa yang ada dipikiran manusia, tetapi sesungguhnya ia tak bisa menjelaskan apa yang ada dalam pikirannya secara jelas kepada yang lainnya. Dan yang tidak ada adalah sesuatu yang berada diluar pikiran, yang tidak dapat disebutkan, yang tidak berelasi dengan pikiran dan diri manusia itu sehingga ia tak dapat mendefiniskan apakah yang tidak ada berada pada pikiran atau diluar pikirannya.

    ReplyDelete
  44. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Yang mungkin ada, posisi ontologis mungkin ada masih statusnya masih menjadi mungkin ada, ada tidaknya tergantung keadaan nanti terserah, bisa dikarenakan mengadanya orang lain, mengadanya maha pengada, maha ada, maha pengada dan maha mengada tuhan yang maha esa.

    ReplyDelete
  45. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Kalo ada keinginan besar ada kemungkinan untuk menjadi ada, perbedaan status antara masih mungkin dengan status sudah ada. Ketika suatu obyek mungkin ada dan sudah menjadi ada, ketika sudah ada dalam pikiran seseorang.

    ReplyDelete
  46. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Ada itu berstruktur diantaranya ontologis tetapi tidak sebatas ontologisnya saja. Seorang dalang mampu mentrasformasikan gunung, merubah gunung, memanipulasi gunung. Ada gunung merbabu, gunung himalaya dengan narasinya walapun satu menit atau dua menit untuk bisa mengada ilmu.

    ReplyDelete
  47. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Sesuatu yang bisa kita pikirkan, rasakan, dan kita lihat maka itu disebut ada. Akan tetapi sesuatu yang belum kita pikirkan, belum dirasakan dan belum dilihat maka itu belum tentu tidak ada. Seperti yang pernah bapak Marsigit sampaikan di awal-awal pertemuan perkuliahan bahwa filsafat adalah memahami apa yang ada dan mungkin ada.

    ReplyDelete
  48. Ida Siti Mahsunah
    13301244004
    Pendidikan Matematika I 2013

    Keberadaan sesuatu bisa terjadi di dalam maupun di luar pikiran. Jika sesuatu berada di luar pikiran akan menyebabkan kesusahan dalam memahami sesuatu tersebut. Jika sesuatu berada di dalam pikiran akan menyebabkan kesulitan dalam menjelaskan sesuatu tersebut.

    ReplyDelete
  49. Assalamualaikum wr wb

    Antara ada dan tiada merupakan pertanyaan filsafat yang paling lama dipermasalahkan oleh filusuf di dunia. Dalam elegi ini Prof. Marsigit mencoba kembali menilik sesuatu yang ada oleh karena ada itu sendiri akan ada apabila dipikirkan dan bisa jadi belum terpikirkan. Sesuatu ada berdasarkan ruang dan waktu oleh karenanya kita berusaha mengadakan apapun sehingga dapat berwujud namun kita yakini semua yang ada di dunia karena sang Maha Pencipta, oleh karenanya sesuatu yang ada ini memiliki kewajiban terhadap penciptanya.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  50. Assalamualaikum wr wb

    Antara ada dan tiada merupakan pertanyaan filsafat yang paling lama dipermasalahkan oleh filusuf di dunia. Dalam elegi ini Prof. Marsigit mencoba kembali menilik sesuatu yang ada oleh karena ada itu sendiri akan ada apabila dipikirkan dan bisa jadi belum terpikirkan. Sesuatu ada berdasarkan ruang dan waktu oleh karenanya kita berusaha mengadakan apapun sehingga dapat berwujud namun kita yakini semua yang ada di dunia karena sang Maha Pencipta, oleh karenanya sesuatu yang ada ini memiliki kewajiban terhadap penciptanya.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  51. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Obyek fillsafat adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Sesuatu dikatakan ada ketika sesuatu itu nyata, sesuatu itu ada di dalam pikiran kita dan dapat menyebutkan sifat-sifat dari sesuatu yang ada itu. Tetapi lita tidak bisa menyebutkan semua sifat-sifatnya, kita hanya berusaha untuk menyebutkannya. Menyebutkan sifatnya yang ada atau tidak ada, artinya sesuatu itu tetap ada karena kita masih bisa berusaha untuk menyebutkan sifatnya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  52. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Sesuatu itu dikatakan ada jika sesuatu tersebut dapat dikatakan, memiliki sifat-sifat yang ada pada diri sesuatu tersebut. Maka jika sesuatu tersebut tidak bisa kita tentukan ada atau tidak ada maka sesuatu tersebut tidak ada. Tapi bukankah saya menyebut “sesuatu” itu berarti ada?

    ReplyDelete
  53. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Jika kita dapat menyebutkan sifat-sifat dari sesuatu itu artinya sesuatu itu ada di dalam pikiran dan di luar pikiran kita. Apakah hal ini berlaku pula untuk kontradiksinya? Yaitu jika sesuatu tidak ada berarti kita tidak dapat menyebutkan sifat-sifatnya? Dan apakah kita dapat mengatakan sesuatu itu tidak ada karena kita tidak dapat menyebutkan sifat-sifatnya?

    ReplyDelete
  54. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sebenar-benar ada adalah di dalam pikiran dan di luar pikiran. Tidak hanya di dalam pikiran saja atau di luar pikiran saja. Ada itu harus di dalam pikiran supaya dapat memahaminya dan menyebutkan sifat-sifatnya. Ada juga harus di luar pikiran supaya dapat menjelaskan keberadaannya ada kepada orang lain. Karena manusia tidak bisa menjelaskan semua yang ada di pikirannya.

    Terima kasih

    ReplyDelete
  55. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Suatu benda dikatakan ada jika dapat merasakannya dengan panca indra. Seperti dapat dilihat, dapat dicium, dapat dirasakan , dapat dipegang. Benda dapat dikatakan ada jika kita dapat menyebutkan sifatnya.

    ReplyDelete
  56. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Elegi menggapai ada dimana sesuatu dianggap ada jika menunjukkan sifat-sifatnya. Sesuatu yang dianggap ada ialah sesuatu yang ada didalam pikiran kita bahkan ada di luar pikiran kita. Jika sesuatu itu ada di luar pikiran kita maka akan ada jika kita dapat berusaha memahaminya, berusaha menggapai ada tersebut tetapi jika diluar pikiran kita maka akan ada jika kita dapat berusaha menjelaskannya kepada orang lain, tanpa sadar bahwa ada yang sebenarnya dekat dengan kita.

    ReplyDelete
  57. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Ada merupakan sesuatu sistem yang komprehensif di alam semesta ini. Baik yang telah bersifat materil maupun yang masih bersifat konsep. Sehingga sesuatu yang merupakan bagian-bagian dari yang komprehensif itu pun merupakan “ada”. “ada” nya sesuatu bisa saja disebabkan oleh ketiadaannya sesuatu pula, misalnya adanya siang disebabkan oleh ketiadaannya malam. Sehingga disini “ada” merupakan sesuatu yang sangat komprehensif dengan seluruh bagian-bagiannya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  58. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Berdasarkan yang dikatakan oleh rene Deschartes, bahwa aku berpikir maka aku ada. Sehingga dalam hal ini jika kita masih ingin disebut ada maka berpikirlah. Namun jangan hanya sampai disitu saja, setelah berpikir maka berkaryalah sehingga orang-orang akan melihat hasil karyamu, ketika orang-orang melihat hasil karya kita, maka kita akan tetap ada meskipun jasad kita telah tiada.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  59. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Suatu benda dikatakan ada jika terdapat pada pikiran. Kita dapat dipikiran karena kita merasakannya dengan panca indra. Dan benda itu ada dipikiran kita. Seperti dapat dilihat, dapat dicium, dapat dirasakan , dapat dipegang. Benda dapat dikatakan ada jika kita dapat menyebutkan sifatnya dan nyata.

    ReplyDelete
  60. Sesuatu disebut ada jika sesuatu itu nyata. Maksud nyata disini ialah bisa dinyatakan melalui sifat yang dapat diidentifikasi. Sifat-sifat inilah yang menentukan keberadaan. Disebut ada ketika kita mengenalnya, karena tanpa mengenalnya maka kita tidak akan mampu menyatakan apapun. Baik keberadaan di dalam pikiran ataupun keberadaan di luar pikiran.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  61. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan fatamorgana yang penuh tipuan dan kepalsuan. Kehidupan dunia hanya kehidupan sementara , dibatasi waktu yang amat singkat. Jika datang saat ajal semuanya akan lenyap dan musnah. Allah SWT telah mengingatkan agar kita berlomba lomba menuju ampunan Allah dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang yang beriman pada Allah dan RasulNya. Itulah kehidupan yang sebenarnya kehidupan yang kekal dan abadi di kampung akhirat.

    ReplyDelete
  62. Praneswari Kusuma Dewi
    13301241033
    Pendidikan Matematika A 2013

    Berdasarkan elegi di atas saya dapat menyimpulkan bahwa sesuatu dapat dikatakan ada jika ia nyata. Nyata jika kita bisa menyebutkan sifat-sifatnya. Ada memiliki letak di dalam dan di luar pikiran. Jika ia di dalam pikiran maka kita perlu menjelaskan keberadaan dan sifat-sifatnya sebagaimana yang ada di dalam pikiran kita. Jika ia di luar pikiran maka tugas kita untuk mengetahui bahwa hal itu ada yaitu dengan memahami keberadaannya.

    ReplyDelete
  63. Praneswari Kusuma Dewi
    13301241033
    Pendidikan Matematika A 2013

    Allah SWT menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi ini sebagai sesuatu yang ada dan nyata untuk dipikirkan, dan dipahami oleh manusia apa fungsinya, manfaatnya, bagaimana memperlakukannya, meletakkannya, dsb. Manusia juga dikatakan ada, karena ia nyata, bergerak, beraktivitas, berpikir, berkarya, dsb. Maka di antara banyak ADA ini diciptakan oleh-Nya untuk saling melengkapi dengan sifat-sifatnya masing-masing. Karena kita ada, maka kita harus sadar dan bangun untuk segera menata dan memperbaiki hidup yang singkat. Boleh terjatuh, gagal, asalkan setelah itu tetap ada semangat untuk bangkit, untuk selalu menjadi lebih baik, karena hal itu sudah menjadi sifatnya di antara sekian banyak sifat dari ADA.

    ReplyDelete
  64. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Ada merupakan suatu kondisi dimana dapat dirasakan dengan panca indra atau berada dalam ruang lingkup pikiran. Ada berarti dapat dijelaskan atau dapat dikhayalkan. Sehingga saat sesuatu dianggap ada berarti sesuatu terditeksi oleh pikiran dan panca indra. Namun Ada bisa dirakasan oleh semua orang atau hanya sesorang saja yang merasakannya jika sesuatu itu berada dalam fikiran. Dari elegi ini saya menyimpulkan bahwa ketika kita ingin dianggap ada atau dapat dirasakan dan dipikirkan tentang keberadaan kita, maka kita harus menyebar kebermanfaatan kita sebagai keeksistensian keberadaan kita, sehingga dengan begitu barulah kita dianggap ada.

    ReplyDelete
  65. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Elegi menggapai ada mempunyai makna yang tersirat yaitu tentang keberadaan yang ada dalam diri kita adalah suata hal yang harus terpenuhi atau merupakan kebutuhan primer dan bersifat kekal karena ada itu adalah keyakinan pada diri kita yang menjadikan kita sebagai mahluk yang beradab dan berbudi luhur dalam menjalani hidup ini, sehingga meskipun bersifat abstrak tapi keberadaan ada adalah nyata.

    ReplyDelete
  66. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Ada yang merupakan sebuah perwakilan dari gambaran diri seseorang, seperti halnya ketika seseorang mengatakan sikap tentang diri kita itulah sebenarnya bahwa sikap kita itu ada, dan ketika seseorang berusaha memikirkan kita, itulah sebuah gambaran bahwa wujud kita ada di dalam benak orang lain, karena yang ada itulah sebenarnya bukti yang sebelumnya pengada menjadi ada.

    ReplyDelete
  67. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Ada itu karena ada pengada, sehingga ada itu adalah hasil ciptaan, sesuatu bisa ada karena ada yang mengada. Maka ada disini adalah sesuatu yang nyata. Objek filsafat itu mencakup yang ada dan yang mungkin ada. yang ada itu berati yang nyata, sedangkan yang mungkin ada adalah belum nyata, contohnya adalah pikiran. Saat ini berkembang paham bahwa orang belum bisa percaya ketika tidak nyata, maka tulisan adalah bentuk nyata dari pemikiran, walaupun kadang bentuk nyata dari pemikiran itu belum tentu bisa mewakili dari pikiran itu.

    ReplyDelete
  68. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Dalam hidup, ada dapat berada di dalam pikiran atau di luar pikiran kita. Sesuatu yang ada di luar pikiran adalah sesuatu yang kita baru sekedar berusaha memahaminya dan kemudian hal tersebut dapat menjadi ada. Akan tetapi, apabila ada itu berada dalam pikiran kita, mak untuk menjadikannya ada kita harus mampu menjelaskannya kepada orang lain.

    ReplyDelete
  69. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dalam elegi tersebut, menurut saya sesuatu disebut ada ketika dia ada dalam dan di luar pikiran kita. Sesuatu ada di dalam pikiran dengan sifat-sifat yang terkandung di dalamnya. Ada ketika kita mampu untuk memahaminya dan menyadari kehadirannya ada dalam kehidupan kita ketika kita mampu menunjuk siapa Tuhan kita, mimpi-mimpi kita, relasi pikiran, keraguan, dll. adapun sesuatu yang berada di luar pikiran maka sesuatu tersebut memahami sesuatu, walaupun sebenarnya kita belum mampu untuk memahami, namun berusaha untuk memahami dan menjelaskan sesuatu tersebut kepada orang lain.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    ReplyDelete
  70. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Ada memiliki banyak sifat yang menunjukkan keberadaannya tergantung ruang dan waktu. Jika ada berada di luar pikiran maka aku berusaha memahami “ada”, jika ada berada di dalam pikiran maka aku berusaha menjelaskan keberadaan “ada” kepada orang lain.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id