Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 33: Doakulah yang tersisa




Oleh Marsigit

Kebiasaanku:
Bekerja, istirahat, beribadah, makan, minum, tidur, nonton tv, kuliah, naik motor, belanja, arisan, piknik, merapikan kamar tidur, mandi, ... itu kebiasanku. Tetapi aku ingin masih mencari kebiasaanku yang lain. Membaca buku, membaca koran, ngobrol dengan teman, membaca kitab, nginternet, ... itu juga kebiasaanku. Kayaknya masih ada. Membantu orang tua, kerjabakti, tidur..eh sudah, kuliah..eh sudah. Apa lagi ya kebiasaanku? Oh iya sekarang aku punya kebiasaan yaitu berfilsafat.

Pikiranku berfilsafat:
Karena aku sedang berfilsafat maka aku sekarang akan melakukan eksperimen yaitu akan aku borgol orang tua berambut putih agar tidak bisa lagi mendekatiku. Mengapa supaya aku bisa leluasa bertanya tanpa harus diganggu oleh kehadiran dia. Aku mulai bertanya. Untuk apa aku bekerja, untuk apa aku istirahat, untuk apa aku beribadah, untuk apa aku makan, untuk apa aku minum, untuk apa aku tidur, untuk apa aku nonton tv, untuk apa aku kuliah, untuk apa aku naik motor, untuk apa aku belanja, untuk apa aku arisan, untuk apa aku piknik, untuk apa aku merapikan kamar tidur, mandi, ... untuk apa aku itu kebiasanku. Untuk apa aku membaca buku, untuk apa aku piknik, untuk apa aku membaca koran, untuk apa aku ngobrol dengan teman, untuk apa aku membaca kitab, untuk apa aku nginternet..dst.

Pikiranku didatangi rasa khawatir?:
Ketika aku berfilsafat tiba-tiba muncul rasa khawatir. Yah itulah datang rasa khawatir. Setiap aku mulai berfilsafat datanglah rasa khawatir. Aneh, padahal orang tua berambut putih sudah bisa aku lumpuhkan. Tetapi mengapa sekarang muncul rasa khawatir. Wahai khawatir siapakah dirimu itu, dari manakah engkau, di mana tempat tinggalmu. Mengapa tiba-tiba engkau datang menghampiriku?

Khawatir:
Aku adalah rasa khawatirmu. Tempat tinggalku diantara batas hati dan pikiranmu. Maka aku bisa hadir baik dalam pikiran maupun hatimu.

Pikiranku:
Mengapa engkau tiba-tiba menghampiriku?

Khawatir:
Aku selalu hadir pada setiap keragu-raguanmu.

Pikiranku:
Apakah engkau mengetahui apakah sebenarnya keraguanku sekarang ini?

Khawatir:
Engkau betul-betul ragu-ragu karena engkau mulai memikirkan kebiasanmu. Sementara engkau masih teringat apa yang dikatakan orang tua berambut putih bahwa kebiasaan tanpa memikirkannya adalah mitosmu. Maka semakin banyak engkau mengingat-ingat kebiasaanmu maka semakin banyak pula mitos-mitosmu. Itulah sebenar-benari khawatirmu, yaitu bahwa engkau merasa khawatir dimangsa oleh mitos-mitosmu.

Pikiranku:
Benar juga apa yang engkau katakan. Lalu bagaimana solusinya menurutmu?

Khawatir:
Sesungguh-sungguh solusinya tergantung akan dirimu. Tetapi bagiku adalah di sini saja tempat yang paling nyaman. Aku tidak mau engkau bawa ke dalam pikiranmu, juga aku tidak mau engkau bawa ke dalam hatiku. Sesungguh-sungguh hakekat khawatir itu adalah diriku, yaitu batas antara pikiran dan hatimu.

Pikiranku:
Wahai khawatir. Betapa bodohnya engkau itu. Jawabanmu itulah sebenar-benar solusiku. Maka janganlah menolak perintahku. Maka engkau akan aku bawa jauh ke dalam pikiranku.

Khawatir:
Terserah engkau jualah. Tetapi jika engka ingin memaksaku, maka aku mempunyai permintaan kepadamu.

Pikiranku:
Apakah permintaanmu itu?

Khawatir:
Kemanapun aku engkau ajak pergi dalam pikiranmu, maka aku akan selalu muncul jikalau engkau tidak dapat menggunakan pikiranmu. Demikian juga, kemanapun engkau aku ajak pergi ke dalam hatimu, maka aku akan muncul ketika engkau tidak dapat membersihkan hatimu.

Pikiranku:
Baik syaratmu aku terima, maka marilah engkau masuk dalam-dalam ke dalam pikiranku.

Hatiku:
Wahai pikiran. Mengapa selama ini engkau abaikan diriku? Bukankah engkau telah berjanji bahwa diriku akan engkau selalu jadikan komandan kemanapun engkau pergi?

Pikiranku:
Wahai hatiku, bukankah engkau tahu dan menyaksikan sendiri betapa sibuknya aku sekarang ini. Pekerjaanku sangat banyak. Ditambah lagisekarang aku mempunyai penghuni baru dalam pikiranku. Dengan pikiranku ini aku harus menjaga dan selalu berpikir agar tidak muncul khawatir dalam pikiranku.

Hatiku:
Wahai pikiran, bukankah engkau tahu bahwa jika engkau biarkan terlalu lama hatiku tidak engkau hampiri maka sedikit-demi sedikit hatiku terkena debu dan menjadi kotor. Padahal aku baru saja mendengarkan permintaan khawatir, bahwa dia juga akan hadir dalam hatimu manakala hatimu kotor. Ketahuilah bahwa sesungguh-sungguhnya hatimu telah mulai kotor sekarang ini. Maka ketahuilah bahwa khawatir itu sebenarnya telah hadir dalam hatimu.

Pikiranku:
Lalu bagaimana. Kalau begitu aku ingin bertanya kepada orang tua berambut putih. Wahai orang tua berambut putih. Marilah engkau aku lepaskan borgolmu itu. Maafkanlah atas kesombonganku ini. Ketahuilah bahwa aku sekarang sedang mempunyai masalah besar. Khawatir telah muncul di mana-mana. Khawatir telah muncul baik dalam pikiranku maupun dalam hatiku. Bagaimanakah wahai orang tua berambut putih solusinya?

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar hakekat manusia. Tiadalah manusia dapat mencampuradukkan pikiran dan hatinya secara sembarangan. Sebenar-benar hati dan pikiran adalah berbeda. Itulah mengapa ada batas antara pikiranmu dan hatimu. Di dalam batas itulah khawatirmu berdomisili. Tetapi tiadalah manusia dapat mengetahui batas pikiran dan hatimu jika engkau menggunakan pikiranmu. Maka sebenar-benar batas antara pikiran dan hatimu itulah maka hatimu yang akan menunjukkanmu. Maka bertanyalah kepada hatimu untuk mengetahui batas pikiran dan hatimu.

Pikiranku:
Wahai hatiku. Dimanakah batas antara pikiranku dan hatiku?

Hatiku:
Aku bersedia menjawab jika aku telah engkau bersihkan dari segala kotoran yang ada dalam diriku.

Pikiranku:
Bagaimana aku bisa membersihkan engkau wahai hatiku?

Hatiku:
Tanyakanlah kepada orang tua berambut putih.

Pikiranku:
Wahai orang tua berambut putih. Bagaimanakah aku dapat membersihkan hatiku.

Orang tua berambut putih:
Tiadalah kuasa manusia itu untuk membersihkan hatinya sendiri. Berdoa dan berserah dirilah kepada Tuha YME agar berkenan membersihkan hatimu.

Pikiranku:
Wahai Tuhanku, ampunilah segala dosaku, ampunilah segala dosa-dosa leluhurku, ampunilah segala dosa-dosa pemimpinku, ampunilah segala dosa-dosa orang tuaku. Belas kasihanilah aku. Tolonglah aku. Bebaskanlah aku dari rasa khawatir baik dalam pikiranku maupun dalam hatiku.

Pikiranku:
Wahai orang tua berabut putih. Kenapa doaku belum juga terkabul?

Orang tua berambut putih:
Doamu belum terkabul itu disebabkan oleh karena kesombonganmu.

Pikiranku:
Mengapa aku yang telah melantunkan doa-doaku ini masih engkau anggap sombong?

Orang tua berambut putih:
Itulah sebenar-benar dirimu, yang tidak tahu diri. Bukanlah semestinya engkau melantunkan doa-doa. Doa-doa itu bukan bidang pekerjaanmu. Itulah sebenar-benar pekerjaan hatimu.

Pikiranku:
Oh ampunilah Tuhanku maka aku harus bagaimana?

Orang tua berambut putih:
Sekarang gantian. Giliran engkau yang akan aku borgol. Engkau akan aku borgol agar engkau tidak mengganggu aktivitas hatimu dalam melantunkan doa-doa.

Pikiranku:
Terus bagaimana nasib dan keadaanku nanti setelah engkau borgol diriku?

Orang tua berambut putih:
Jikalau engkau telah aku borgol, maka engkau akan terbebas dari khawatir. Ketahuilah bahwa terbebas dari khawatir ada dua cara dalam pikiranmu. Pertama, gunakan pikiranmu sebaik mungkin atau tidak engkau gunakan sama sekali.

Hatiku:
Terimakasih wahai orang tua berambut putih. Aku sekarang merasa ringan dan lega. Semoga aku akan bisa melantunkan doa-doaku dengan khusyuk dan tawadu’. Maka pergilah engkau dan tinggalkan aku sendiri di sini. Biarkan aku sendiri di sini tanpa siapapun, kecuali doa-doaku.

58 comments:

  1. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Pikiran harus dikendalikan oleh hati, ketika pikiran mengabaikan hati maka akan muncul kekhawatiran dalam hati. Dan ketika kekhawatiran dalam hati muncul maka tiadalah manusia yang mampu menghilangkannya maka sebaik-sebaiknya yang dapat dilakukan oleh manusia hanyalah berdoa mohon ampun dan berserah diri kepada Tuhan YME.

    ReplyDelete
  2. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Pikiran dan hati itu memiliki tugas masing-masing. Ketika kita meninggalkan hati maupun pikiran maka akan timbul rasa khawatir, yang terkadang kita abaikan. Hasilnya, salah satu antara hati atau pikiran akan terkekang sehingga kondisi diri sendiri tidak akan baik. Untuk mengembalikan kondisi agar baik kita harus memperbaiki diri dimulai dari hati. Selain itu, ilmu atau yang dilambangkan dengan orang tua berambut putih adalah bersifat tidak terbatas dan tak ada habisnya. Manusia yang dibekali oleh pikiran tentu berkaitan erat dengan ilmu. Manusia dianggap telah mati jika tidak berpikir, padahal manusia berpikir artinya memikirkan ilmu. Sehingga terlalu munafik dan sombong jika manusia merasa pikirannya sudah tidak perlu ilmu. Karena seharusnya manusia selalu menuntut ilmu dengan menggunakan pikirannya. Kesimpulan, manusia tidak boleh berhenti berikhtiar melalui hati dan pikiran, beroda dan mencari ilmu.

    ReplyDelete
  3. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Doa merupakan komunikasi yang bisa dilakukan oleh manusia dengan sang pencipta Allah Swt. Melalui doa kita mengucapkan syukur dan memohon ampun. Melalui doa seseorang akan mendapatkan keseimbangan antara ikhtiar dan pasrah. Doa adalah nafas hidup orang beriman. Melalui doa kita menjalin komunikasi aktif dengan pencipta dan menjaga hubungan. Menggapai ridho dengan doa yang ikhlas untuk menjaga kita tetap menjadi manusia ciptaan Tuhan seutuhnya.

    ReplyDelete
  4. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Di dalam Al Qur’an Allah sudah menunjukkan kebesaranNya. Allah yang Maha Adil dan juga Allah Yang Maha Penyayang. Sungguh allah sangat mencintai hambaNya yang senantiasa menjalankan perintahNya. Tidak pantaslah kita jika menyembah selain Allah. Jangan sekali-kali kita menyekutukan Allah. Tetaplah beristighfar, mohon ampunannya agar tetap selalu mendapat kasih sayangnya.

    ReplyDelete
  5. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Pikiran dan doa adalah dua hal yang seharusnya sejalan. Namun, terkadang pikiran dan hati bertentangan. Sehingga muncullah kekhawatiran. “Banyak yang mengatakan ikutilah kata hati kecilmu.” Ini ungkapan yang sering di dengar ketika kita bimbang dan khawatir. Sebagai manusia yang Allah ciptakan dengan pikiran dan hati, kita harus bersyukur karena Allah telah menciptakan kita dengan sebaik-baik bentuk. Kita mungkin dapat berpikir dengan baik dan logis dengan pikiran kita, tapi pikiran tidak akan pernah bisa menjadi hati. Dengan hati kita berdoa, dengan hati kita merasa, dengan hati kita menangis, dan dengan hati kita mengingat Allah, begitulah seharusnya. Berdoalah dengan hati bukan dengan pikiran. Berdoa dengan ikhlas kosongkan pikiran dan ingatlah Allah, mohon ampun dan berserah diri dengannya. Insyaallah tak ada yang harus dikhawatirkan. Namun jujur saja saya masih khawatir bagaimana saya meninggal nantinya, karena saya masih merasa penuh dengan dosa, saya khawatir jika akan mati besok.

    ReplyDelete
  6. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Menghilangkan khawatir ialah dengan membersihkan hati. Sedangkan yang bisa membersihkan hati ialah dengan berdoa dan berserah diri kepada-Nya. Menghilangkan khawatir juga bisa dengan menggunakan pikiran sebaik mungkin atau justru tidak menggunakan pikiran sama sekali. Maksudnya ialah ketika sedang berdoa, jangan biarkan pikiran mengembara. Dengan demikian, hati dapat memanjatkan doa dengan kusyu tanpa terhalang apapun bahkan oleh pikiran kita masing-masing.

    ReplyDelete
  7. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Pikiran dan hati kita tidak dapat dicampur sewenang-wenang. Hati adalah pengendali semua pikiran dan perasaan kita. Maka jika kita dalam keadaan menghadapi situasi yang membingungkan, sehingga sulit untuk menentukan apa yang harusnya dilakukan, maka, lakukanlah sesuai apa kata hati kita. Maka dari itu, jagalah hati kita dari apa pun yang mungkin membuatnya rusak. Kadang-kadang ketakutan atau kecemasan dapat terjadi pada diri kita karena hati kita kotor. Hanya dengan memohon pengampunan dari Allah untuk semua dosa-dosa yang telah kita lakukan yang mampu membersihkan hati kita dan menghilangkan khawatir, karena dengan hati yang bersih kita akan merasa tenang dan damai.

    ReplyDelete
  8. M A Kholiq Arfani
    13301241064
    PMI 2013

    Dalam bekerja atau dalam kehiduapan ini hati dan pikiran memiliki peran sentral dalam kehidupan sehari-hari. Setelah pikiran lelah memikirkan semuanya maka perasaan gelisah dan tidak tenang akan datang, dan disaat itu salah satu obat yang dapat mengembalikan ketenangan adalah berdoa, yaitu berkomunikasi dengan Allah melalui hati.

    ReplyDelete
  9. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP/B
    Our favorit hopies are different but they are managed in different ways. our always activities do not have the same values in our faces but we keep on doing them. the main point from the eleegi is that praying is not our activity but the activity of heart. we should not say that praying is our hoby, not it is our communication channel with God. the state of worrying comes when we hestate, worrying is between our thinking and our hearts, when we hestate, worrying directly takes place. when we do our daily activities, habits without engaging our thinking, this is called MITOS.

    ReplyDelete
  10. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Doa yang merupakan komunikasi kepada Sang Pencipta adalah cara terampuh untuk menenangkan diri ketika kita sudah merasa gelisah dan tidak tenang. Gelisah dan tidak tenang bisa ditimbulkan hati karena lelahnya pikiran yang merupakan pusat untuk memikirkan semuanya dalam kehidupan sehari-hari mulai dari masalah kecil sampai yang besar sekalipun.

    ReplyDelete
  11. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Khawatir ada di antara batas hati dan pikiran, ketika kita tidak sanggup menggunakan hati maupun pikiran maka perasaan ragu-ragu muncul sehingga kita merasa khawatir.
    Di dunia ini, sebagai muslim yang taat yang harusnya kita khawatirkan hanyalah kematian. Perjumpaan kita dnegan Rabb Pencipta Alam inilah yang harus betul-betul kita persiapkan. Dunia ini hanya jembatan, akhirat adalah tujuan. Maka setiap kali kau merasa khawatir tentang dunia, beristighfarlah. Dan jangan pernah lupa pada Allah, berdoalah hanya kepada-Nya agar akhir hidup kita kelak tidak perlu kita khawatirkan. Semoga kita makhluk yang diberi tempat terbaik di sisi-Nya kelak. Aamiin.

    ReplyDelete
  12. Doa adalah bentuk permintaan dan harapan hamba terhadap Tuhannya. Doa juga senjatanya orang mukmin dan Allah menjamin doa hambanya akan dikabulkan. Tapi doa akan dikabulkan asalkan hati kita yakin dan benar-benar berserah diri kepada-Nya. Doa pun juga dianggap sebagai ibadah yang utama bagi seorang mukmin. Doa akan menjadi pahala ketika belum dikabulkan oleh Allah. Perbanyaklah berdoa dan jangan pernah putus asa karena belum dikabulkan oleh Allah. Allah hanya memberikan apa yang kita butuhkan tapi bukan memberikan apa yang kita inginkan, karena Allah lebih tahu apa yang penting dan dibutuhkan oleh kita saat ini. Dengan hati yang bersih dan tanpa keraguan sedikit pun doa akan lebih sempurna dibanding doa yang hanya diucapkan dengan mulut tanpa dibarengi oleh hati yang turut berdoa.

    M. Saufi Rahman
    PEP S3 kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  13. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam menjalani kehidupan di dunia ini selalu terjadi kontradiksi antara hati dan pikiran kita sehingga muncul ke khawatiran di dalamnya, ke khawatiran menjadikan kita ragu-ragu dalam melakukan kegiatan tersebut sehingga kita akan berupaya untuk terus mengingat apa yang telah kita lakukan selama ini, apakah sudah terlaksana atau belum, dan dari ragu-ragu pula akan menjadikan diri kita ceroboh dalam berbagai hal. untuk itu kita perlu hilangkan kekhwatiran itu dengan berpikir secara kritis dan juga tidak berpikir sama sekali melainkan kita serahkan kepada hati kita untuk berdoa dan memohon ampun kepada ALLAH SWT atas apa yang telah kita lakukan selama ini.

    ReplyDelete
  14. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Urafa’ menyebut pemikiran dan ilham yang masuk ke dalam hati mereka sebagai waridat (kedatangan). Waridat ini kadang-kadang muncul dalam bentuk suasana “kontraksi” atau “ekspansi”, kebahagiaan atau kesedihan, dan kadang dalam bentuk kata-kata dan ucapan. Ini mereka sebut khawatir. Hal itu seakan seseorang di dalam dirinya sedang berbicara kepada arif.
    Urafa’ mempunyai banyak hal yang bisa dikatakan dalam pokok masalah khawatir. Mereka berkata bahwa khawatir itu bisa bersifat rahmani (yakni dari Allah), syaitani (yakni diilhami oleh setan) atau nafsani (renungan-renungan jiwa). Khawatir merupakan satu di antara bahaya-bahaya tarekat karena mungkin akibat dari beberapa penyimpangan atau kesalahan, setan bisa datang mendominasi manusia. Di dalam Alquran, “Sesungguhnya, syaitan-syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawan mereka ...,” (QS AL-An’am: 121)
    Mereka mengatakan, semakin ahli seorang arif seharusnya mampu melihat apakah khatirah itu berasal dari Tuhan atau dari setan. Kriteria fundamentalnya ialah melihat apakah khatirah tertentu memerintahkan atau melarang; jika perintah atau larangan khatirah itu bertentangan dengan keputusan syariat, berarti itu jelas syaitani. Alquran berkata, “Apakah akan aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa,” (QS Asy-Syu’ara: 221-222)

    ReplyDelete
  15. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Manusia yang dibekali oleh pikiran tentu berkaitan erat dengan ilmu. Manusia dianggap telah mati jika tidak berpikir, padahal manusia berpikir artinya memikirkan ilmu. Sehingga terlalu munafik dan sombong jika manusia merasa pikirannya sudah tidak perlu ilmu. Karena seharusnya manusia selalu menuntut ilmu dengan menggunakan pikirannya. Kesimpulan, manusia tidak boleh berhenti berikhtiar melalui hati dan pikiran, beroda dan mencari ilmu.

    ReplyDelete
  16. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Hati inilah yang mempengaruhi seluruh perbuatan dan tingkah laku manusia. Hati yang bersih disertai niat yang baik akan lebih dapat memfokuskan pikiran, sikap, maupun tindakan kita. Agar hati tetap bersih maka jagalah dengan cara berdoa dan mohon perlindungan dari Allah SWT agar terhindar dari segala godaan makhluk-makhlukNya.

    ReplyDelete
  17. 16701251016
    PEP B S2

    Hati dan fikiran tidak selamanya bersinergi, ada kalanya hanya hati saja tanpa menggunakan fikiran. Namun saya rasa tidak ada aktivitas manapun tanpa hati, yang hanya mengandalkan fikiran saja.
    Berdoa salah satunya, sejenak kita membelenggu fikiran, karena sebenar benarnya doa adalah dari hati, hati yabg bersih tanpa adanya fikiran. Karena jika terlintas dalam sebuah fikiran maka itu tidak ikhlas, tercampur dengan pertinbangan kemauan, kebutuhan dunia. Berbeda dengan hati, hati tenang, dan khusuk itulah yang utama.
    Dalam hal ini artinya hati selalu menjadi prioritas utama dalam aktivitas hidup, karena bisa saja hati ini akan kotor, tertutup debu, dan lama lama akan tercover, tertutup. Analogi lain jika hati jarang kita libatkan dalam berkehidupan, tanpa merujuk pada orientasi kebenaran maka bisa jadi hati ini akan kaku, hati ini akan lama kelamaan terturup, ter cover, atau dengan bahasa yang umun adalah kafir karena hatinya sudah tidak dapat berfungsi dengan sebagaimana mestinya.
    Munculnya orang tua berambut putih ini mampu menjadi sebagai kontrol, acuan pertama, dalam hal ini petunjuk hidup (dalam konteks skala yang besar). Jika dalam hal lain, di sekolah misalkan, maka bisa saja orang tua berambut putih ini adalah guru yang dalam artian adalah sebagai fasilitator, dan masih banyak lagi yang relevan dengan elegi ini untuk mencermati lingkungan sekitar

    ReplyDelete
  18. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Kekuatiran sering kali menghantui kita. Karena apa yang dipirkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, sehingga perasaan kuatir sering muncul dalam hidup. Kita hanya menggunakan logika tanpa menghiraukan apa yang menjadi rencana Tuhan. Kita tidak peduli dengan orang lain karena memandang segala sesuatu dengan kesombongan kita. Kita boleh saja kuatir akan hidup ini tetapi yang penting adalah kita harus selalu bersyukur dan mendekatkan diri dengan Tuhan agar segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan.

    ReplyDelete
  19. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Rasa khawatir memang akan selalu ada didalam pikiran dan hati manusia. Misal naik motor, khawatir akan jatuh. Tapi jika kita berdoa saat mengendarai motor, InsyaAllah akan selalu menjaga. Sehingga hanya doalah yang tersisa dari apa yang kita lakukan untuk mengatasi kekhawatiran itu dan juga berserah diri kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  20. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dari elegi ini dapat kita pelajari bahwa hati dan pikiran sama-sama penting. pikiran tidak bisa mendominasi begitu saja karena ada hal yang hanya bisa dilakukan hati dan ada pula hal yang hanya bisa dilakukan pikiran. selain itu orangtua berambut putih juga memberikan solusi bahwa untuk mengetasi kekawatiran ada dua hal yang bisa kita lakukan yaitu dengan menggunakan pikiran sebaik mungkin atau tidak berpikir sama sekali.

    ReplyDelete
  21. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    ada saatnya diman kita menggunakn pikiran ada saatnya kit menggunkan hati kita, inilah yang dimananya sopan satun dalam ruang dan waktu, mengathui kapan menggunakannya sesuai degan ruang dan waktunya.dalam berdoa bersihkan pikiran dari smsalah-msalh duniawi, dari pikiran-pikiran kootr dari pikiran pikiran-pikiran dosa sehingga hati dapat melakukan pekerjaannya dengan opimal untuk memohon doa.

    ReplyDelete
  22. Pembelajarannya adalah bahwa doa bukan ritual semata. Doa adalah pekerjaan hati. Inilah yang menjadi teramat penting bahwa setiap doa harus melibatkan peran hati. Doa seperti mengetuk pintu. Bila doa hanya ritual semata, ketukan pintu hanya sekali dua kali dan terdengar lemah (insya Allah seperti itu). Bila dilandasi dengan hati, ketukan itu menjadi kuat dan terus menerus.
    Artikel ini bagi saya penting sebagai bentuk penyadaran bahwa setiap doa harus dilandasi keikhlasan dari dalam hati.

    Nur Tjahjono Suharto
    S3 PEP (A)
    16701261007

    ReplyDelete
    Replies
    1. Martalia Ardiyaningrum
      16701269002
      PEP Kelas A PPs UNY

      Saya sangat setuju dengan yang disampaikan oleh Bapak Nur Tjahjono.

      Delete
  23. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sesungguhnya ketika kita berdoa dan doa kita sungguh-sungguh dari dalam hati, maka hal itulah yang dapat membawa kita pada ketenangan dan melepaskan diri dari keragu-raguan. Mengapa? Karena ketika kita telah berdoa dalam memulai aktivitas, maka kita telah mengikutkan Allah, sehingga kita yakin, bahwa apapun hasilnya nanti, maka itu adalah kehendak Allah, yang jelas kita telah berusaha semaksimal mungkin. Sehingga lepaslah kita dari keragu-raguan dan kekhawatiran.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  24. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sesungguhnya ketika kita memulai sesuatu hal dengan berdoa terlebih dahulu, maka itu adalah mengikutkan Allah SWT dalam setiap usaha kita. Bukankah berhasil atau tidaknya usaha kita adalah dari ridho Allah SWT, maka mencari ridho Allah adalah hal yang terpenting, bagaimana cara kita mendapatkan ridho Allah yakni dengan cara berdoa terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan kita.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Pikiran dan hati adalah dua hal yang dimiliki manusia saat ini dan keduanya harus berjalan beriringan akan tetapi kedua hal tersebut memiliki tujuan dan cara kerja yang berbeda. Kekhawatiran adalah sebuah batas dimana antara hati dan pikiran. Ketika terdapat perlawanan antara keduanya itulah yang dimaksud dengan khawatir. Ketika kita dalam keadaan khawatir hendaknya kita senantiasa berdoa dan berdzikir dengan ikhlas dan rendah hati. Hal ini adalah salah satu cara menghilangkan kekhawatiran yang sedang kita alami.

    ReplyDelete
  26. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Khawatir adalah perasaan yang terkadang datang karena ketidaktahuan kita akan sesuatu yang akan terjadi kelak, yaitu sesuatu yang mungkin datang dan tidak sesuai dengan yang kita harapkan atau bayangkan, juga sesuatu yang tidak sesuai dengan hati dan pikiran kita. Khawatir diciptakan oleh diri manusia itu sendiri, maka khawatir juga akan hilang oleh diri manusia itu sendiri. Kekhawatiran tersebut bergantung pada bagaimana kita me-manage pikiran dan hati untuk merasakan khawatir.

    ReplyDelete
  27. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Allah SWT yang mengatur kehidupan manusia, dengan sebaik dan sesuai dengan apa yang kita kerjakan. Serahkan semuanya pada allah, pasrahkan padaNya. Dengan itu, insyaallah kita akan terhindar dari rasa khawatir yang semakin merugikan kita. insyaallah. aamiin.

    ReplyDelete
  28. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Manusia tidak dapat mencampur aduk pikiran dan hatinya, karena pikiran dan hati itu ada batasnya. Namun sebaiknya pikiran dan hati itu berjalan seimbang. Rasa khawatir akan muncul ketika pikiran dan hati tidak sejalan. Agar rasa khawatir berkurang, bersihkan hati dan pikirankita dengan berdoa kepada Allah dengan ikhlas dan kerendahan hati.

    ReplyDelete
  29. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Khawatir berada di antara hati dan pikiran, khawatir ini muncul manakala kita memiliki keragu-raguan. Agar terbebas dari khawatir ini ada dua cara yang dapat kita lakukan yaitu dengan menggunakan pikiran dengan sebaik mengkin atau tidak kita gunakan sama sekali, gunakanlah hati. Berdoalah dengan khusyuk dan tawadu', berdoa dengan ikhlas maka kita akan merasa bahwa hidup yang kita jalani akan lebih ringan dan tenang.

    ReplyDelete
  30. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Ketika kita berdoa kepada Allah maka berdoalah dengan khusyuk dan ikhlas. Berdoalah dengan menggunakan hati yang bersih bukan dengan pikiran. Karena selayaknya berdoa memang tugasnya hati. Berdoa dengan hati yaitu berdoa dengan dilandasi niat yang tulus dan harapan terkabulnya doa pun besar. Berbeda halnya jika berdoa dengan pikiran, ia hanya zahirnya saja yang berdoa namun esensi dari doanya tersebut tidak ada sama sekali.

    ReplyDelete
  31. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Antara hati dan pikiran manusia terkadang tidak sejalan. Hati ingin begini, pikiran ingin begitu. Hati dalam hal ini adalah hati nurani. Manusia selalu ingin baik di mata orang lain sampai terkadang harus menggunakan topeng.
    Allah sekiranya begitu menyayangi hamba-Nya untuk itu diciptakanlah yang namanya perasaan khawatir dalam diri manusia untuk mencegahnya mengambil jalan yang salah dan dapat merugikan manusia tersebut dalam hidupnya.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  32. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Kebanyakan kita berdoa ketika berada dalam keadaan yang sulit. Padahal dalam Islam kita dianjurkan untuk selalu berdoa dalam keadaan sulit maupun dalam keadaan lapang. Doa semata-mata bukan karena kita ada maunya atau untuk memohon sesuatu, namun sebenar-benarnya makna doa lebih luas dari pada itu. Doa adalah bagian dari rasa syukur kita kepada Allah SWT akan segala nikmat yang diberikanNYA. Doa juga adalah pengakuan kita sebagai HambaNya akan adanya Allah SWT. Berdoalah dengan sepenuh hati dengan rasa ikhlas.

    ReplyDelete
  33. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Manusia pada hakekatnya tidak dapat mencampuradukkan pikiran dan hatinya secara sembarangan. Sebenar-benar hati dan pikiran adalah berbeda, maka dari itu terdapat batas antara hati dan pikiran. Di dalam batas itulah terdapat kekhawatiran. Jika hanya menggunakan pikiran maka batas antara pikiran dan hati tidak terlihat, maka bertanyalah kepada hati tentang batas pikiran dan hati. Pikiran hendaknya selalu disesuaikan dengan hati, jika tidak makaati akan kotor. Dan bagaimana kita membersihkan hati yang sudah kotor? Berdoa. Itulah satu-satunya cara untuk membuat hati kita kembali bersih.

    ReplyDelete
  34. Doa adalah cara terbaik untuk menghilangkan kekhawatiran. Kekhawatiran itu bersemayam diantara batas pikiran dan hati kita. Pikiran yang digunakan dengan baik dan hati yang bersih dari segala kotoran dan penyakit hati akan menghilangkan kekhawatiran, namun hanya dengan berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT semoga Allah berkenan membersihkan hati kita. Maka berdoalah agar dibebaskan dari rasa khawatir di pikiran dan hati kita. Karena sebagai manusia kita wajib berdoa dan memohon pertolongan Allah, sebab berdoa adalah aktifitas hati, dan hanya dengan berdoa kita dapat selalu menjaga kebersihan hati kita dari sifat tercela seperti sombong dan lainnya.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  35. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Anugerah besar yang diberikan Allah kepada setiap manusia adalah dengan dibekalinya setiap manusia dengan pikiran dan hati. Pikiran dan hati tersebut menjadi dua hal yang harus diperhatikan saat kita akan dan sedang melakukan segala sesuatu. Pikiran membimbing kita untuk selalu bertindak logis dan mengambil langkah yang cerdas dalam penyelesaian permasalahan kehidupan kita. Sementara hati membimbing kita untuk selalu mengingat Allah dan mencegah kita dari melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan orang lain. Jangan sampai segala kesenangan yang kita punya adalah hasil dari merampas hak-hak orang lain. Wallahua’lam..

    ReplyDelete
  36. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    1671251022
    S2 PEP B 2016

    Berdoa merupakan salah satu cara terbaik untuk berserah diri kepada Allah SWT dan untuk membersihkan diri dari hati pikiran dan hati yang kotor. Dalam melakukan doa yang terpenting tujuannya benar dan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Allah SWT yang akan menentukan yang terbaik dan waktu yang tepat untuk mengabulkan doa-doa hambaNya.

    ReplyDelete
  37. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Hati dan pikiran tidak bisa dicampuradukan sembarangan, sesuaikan dengan ruang dan waktunya. Contohnya adalah ketika kita berdoa, berdoa adalah hubungan bathin/hati manusia dengan Tuhannya. Berdoa tidak bisa menggunakan pikiran, karena pikiran kita terbatas dan tidak mampu menjunjung spiritual. Tuhan itu absolut, tidak usah diragukan lagi, hal ini berkaitan dengan keyakinan yang adanya di dalam hati yang senantiasa kita perkuat dengan ilmu agama.

    ReplyDelete
  38. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Mengutip pernyataan Ust. Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih yang menyampaikan bahwa Imam Hafizh Ibnu Hajar menuturkan: Syaikh Taqiyuddin Subki berkata: Yang dimaksud doa dalam ayat di atas adalah doa yang bersifat permohonan, dan ayat berikutnya ‘an ‘ibaadatiy menunjukkan bahwa berdoa lebih khusus daripada beribadah, artinya barangsiapa sombong tidak mau beribadah, maka pasti sombong tidak mau berdoa.
    Dengan demikian ancaman ditujukan kepada orang yang meninggalkan doa karena sombong dan barangsiapa melakukan perbuatan itu, maka dia telah kafir. Adapun orang yang tidak berdoa karena sesuatu alasan, maka tidak terkena ancaman tersebut.

    ReplyDelete
  39. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Walaupun demikian memperbanyak doa tetap lebih baik daripada meninggalkannya sebab dalil-dalil yang menganjurkan berdoa cukup banyak. Marilah kita memperbanyak doa disetiap langkah kaki kita. Selain merupakan ibadah, doa membawa hati kita menjadi lebih tenang. Dengan berdoa kita pun hati menjadi lebih dekat dengan Allah SWT dan lebih tenang…

    ReplyDelete
  40. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    begitu menakjubkannya manusia, hidup dibekali pikiran dan hati. Meskipun terkadang pikiran dan hati bertemu pada jalan yang sama, pikiran dan hati lebih sering mengundang rasa khawatir karena diantara keduanya tak sejalan. Hati digunakan untuk membangun komunikasi dalam diri terhadap spiritualnya, meyakini segala sesuatu yang sesungguhnya sesuatu tersebut ada didalam pikiran. Pikiran lebih luas menggapai, melihat sisi kehidupan, sedang hati yang mengolahnya,Dari sini bisa disimpulkan, bahwa realitas adalah hasil dari bentukan pikiran kita. Karena pikiran kita berubah seturut dengan pengamatan dan kesan, maka realitas hidup kita pun berubah. Hari ini, kita bahagia. Besok, mungkin ada masalah yang datang. Sedang Hati yang mengendalikan itu semua.

    ReplyDelete
  41. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Rasa khawatir dapat datang pada setiap manusia, baik dalam pikiran maupun hati.Hati dan pikiran manusia tidak dapat dicampur, karena hati dan pikiran itu berbeda.Kita dapat menghilangkan rasa khawatir dalam hati dengan berdoa dan berserah diri kepada Allah. Dan cara kita untuk menghilangkan rasa khawatir dalam pikiran yaitu menggunakan pikiran dengan baik atau tidak menggunakan pikiran tersebut. Jadi, kita harus menghilangkan rasa khawatir dalam hati dan pikiran, serta tidak mencampur urusan hati dan pikiran dalam kehidupan. Terima kasih.

    ReplyDelete
  42. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Tanpa kita sadari bahwa kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi mengundang pertanyaan dari diri kita sendiri. Mengapa saya melakukan ini? Sebenarnya apa sih yang saya cari? Apakah kebiasaan yang saya lakukan mendukung tujuan hidup saya? Ataukah hanya menghambat pencapaian hidup saya? Disitulah rasa khawatir muncul. Menurut saya, khawatir itu tidak selamanya buruk, karena kekhawatiran merupakan tanda kita berpikir tentang yang kita lakukan selama ini. Tapi apakah pikiran kita berdasar pada rasa khawatir?

    ReplyDelete
  43. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Seperti yang diuraikan oleh sang khawatir bahwa dia berada dalam batas hati dan pikiran. Kalau khawatir ada dalam pikiran, maka segala sesuatu kita akan mengedepankan rasio kita tanpa memperhatikan hati kita, begitu pula sebaliknya. Sehingga, yang bisa kita lakukan bersihkan pikiran dan hati kita dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT semoga apa yang kita lakukan selalui diberkahi. Aamiin

    ReplyDelete
  44. Rhomiy handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Doakulah yang tersisa, jika semua usaha dan upaya kita dalam menggapai sesuatu. Jika pikiran dan hati kita telah bersatu, maka suatu perasaan khawatir akan menjauh dari diri kita. Kita tidak akan khawatir dalam menjalani hidup ini. Kita harus yakin akan suatu hal yang hendak kita gapai bahwa kita bisa. Bawa pikiran kita untuk bisa menggapainya, kemudian tetapkan hati kita jika kita bisa. Dan jika hati dan pikiran telah menyatu dalam berusaha, maka hanya doa kepadaNya lah yang kita mohonkan.

    ReplyDelete
  45. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Pikiran dan hati adalah dua hal yang berbeda. Oleh karena itu, dua hal itu tidak dapat kita campuradukkan secara sembarangan. Di antara keduanya terdapat batas yang disana bersemayam rasa khawatir. Kita akan terbebas dari rasa khawatir jika kita mampu menggunakan pikiran kita sebaik mungkin atau tidak menggunakannya sama sekali, kemudian membersihkan hati dari segala macam kotoran. Dan untuk membersihkan hati adalah dengan berdoa secara khusyuk dan tawadu’.

    ReplyDelete
  46. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Karena aku sedang berfilsafat maka aku sekarang akan melakukan eksperimen yaitu akan aku borgol orang tua berambut putih agar tidak bisa lagi mendekatiku. Mengapa supaya aku bisa leluasa bertanya tanpa harus diganggu oleh kehadiran dia.”
    Berfilsafat adalah mengenal pikiran diri sendiri, maka meski ‘orang tua berambut putih’ telah ditahan untuk mendekati pikiranku akan tetapi bayangan dari pikiranku yang lampau tetap ada di dalam pikiranku. Oleh karena itu, berfilsafat tanpa memikirkannya atau berdasarkan kebiasaan saja adalah merupakan mitos.

    ReplyDelete
  47. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY


    “Kemanapun aku engkau ajak pergi dalam pikiranmu, maka aku akan selalu muncul jikalau engkau tidak dapat menggunakan pikiranmu. Demikian juga, kemanapun engkau aku ajak pergi ke dalam hatimu, maka aku akan muncul ketika engkau tidak dapat membersihkan hatimu.”
    Kutipan yang diutarakan oleh “khawatir” dalam elegi di atas, berarti bahwa khawatir akan selalu muncul saat kita tidak menggunakan pikiran dan kita tidak dapat membersihkan hati kita. Jika pikiran dan hati kita sejalan maka kekhawatiran ini akan dapat diminimalisir. Karena khawatir akan muncul saat hati dan pikiran tidak dalam 1 tujuan.

    ReplyDelete
  48. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Tiadalah kuasa manusia itu untuk membersihkan hatinya sendiri. Berdoa dan berserah dirilah kepada Tuha YME agar berkenan membersihkan hatimu.
    Semoga kita senantiasa mampu membersihkan hati kita, untuk dapat berserah diri kepada Tuhan YME, agar kekhawatiran-kekhawatiran itu tidak lagi datang menghampiri hati kita.

    ReplyDelete
  49. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Itulah sebenar-benar dirimu, yang tidak tahu diri. Bukanlah semestinya engkau melantunkan doa-doa. Doa-doa itu bukan bidang pekerjaanmu. Itulah sebenar-benar pekerjaan hatimu”
    Doa dilantunkan dari hati yang paling dalam dengan diiringi keikhlasan hanya untuk mendapat ridho Allah SWT. Karena dengan hati bersihlah, doa akan mudah berlari menuju jalan Ilahi.

    ReplyDelete
  50. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Bahwa rasa gundah dan khawatir adalah salh satu fitrah Allah. Tidaklah hal itu diberikan kepada kita jika tanpa maksud dan tujuan. Bahkan Rasulullah pun tidak luput dari rasa gundah, risau, dan khawatir ketika beliau diperintahkan untuk membawa ajaran Islam. Beliau berpikir bahwa beliau tak sanggup untuk menanggung beban berat yang ditumpukan kepadanya, namun hatinya juga mendorongnya untuk melakukan sesuatu terhadap kamnya. Sebagaimana yang tergambar dalam surah Abasa ayat 1-12. Wallahu a'laam.

    ReplyDelete
  51. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Seseorang yang mengerti urgensi doa, tentu lebih memilih untuk memenuhi syarat terkabulnya doa, katimbang ia harus bertelanjang dari doa. Karena meninggalkan hal yang haram itu lebih mudah dijalani daripada hidup tanpa menyandang senjata doa.

    ReplyDelete
  52. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Tanpa doa, keadaan seseorang lebih berat dari tentara yang tidak memiliki senjata, petani yang tidak memiliki cangkul, orang sakit yang tak mendapatkan obat, atau seseorang yang ingin membeli barang tanpa memiliki uang.

    ReplyDelete
  53. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Allah telah banyak mengisahkan dahsyatnya doa, yang menjadi solusi problem-problem besar dan menjadi sebab yang menyelamatkan dalam banyak peristiwa genting dari zaman ke zaman. Dan meski dengan variasi dan kadar yang berbeda, sebenarnya problem-problem yang di hadapi manusia dari zaman ke zaman memiliki karakter yang nyaris sama.

    ReplyDelete
  54. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Do’ a mampu menjadi solusi saat manusia angkat tangan untuk memberi solusi. Doa juga efektif menjadi jalan keluar ketika segala cara menemui jalan buntu. Doa juga mampu mencegah bahaya, yang dosisnya tidak mampu dibendung oleh kekuatan manusia.

    ReplyDelete
  55. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Semestinya doa bukan menjadi alternatif terakhir, atau ia baru diingat setelah ikhtiar tidak menghasilkan jalan keluar. Mestinya doa tetap mengiringi sebelum, di saat dan setelah ikhtiar ragawi dilakukan.

    ReplyDelete
  56. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Apa yang ingin kita lakukan biasanya menyebabkan hati dan pikiran itu bingung. Hati kita bisa lebih positif, tapi pikiran kita biasanya susah masih banyak ya atau tidak, masih terbelenggu pertanyaan ini itu. Hanya denganberdoa dan berserah diri kepada-Nya kita akan menemukan jalan keluar untuk masalah kita. Berdoa merupakan jalan yang terbaik untuk memohon petunjuk dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  57. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Menyadari akan segala kekurangan dan kelemahannya, dan bahwa manusia adalah makhluk yang kecil maka hanya doa dan pasrah sajayang harus dilakukan bila sudah menyangkut kepada pemahaman yang diluar dari fikir dan pengetahuan. Secara filsafat kehidupan memang memiliki tingkatan-tingkatan dimana ada tingkatan yang bersifat absolute dan mutlak yang hanya dimiliki oleh Hyang Maha Absolut yaitu Tuhan sendiri.Ikhtiar doa adalah bentuk kepasrahan dan kesadaran manusia bahwa pemahaman dan pengetahuan manusia memang terbatas….

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id