Oct 11, 2013

Elegi Menggapai Hati Kesatu




Oleh Marsigit

Logos Muda:
Wahai Logos Tua, aku ingin memberitakan kepadamu bahwa aku baru saja mengikuti pemberontakan para logos. Kemudian aku ingin bertanya kepada dirimu. Bagaimanakah komentarmu tentang Elegi Pemberontakan Para Logos. Apakah engkau juga ikut memberontak?
Apa pula sebenarnya yang dimaksud dengan pemberontakan para logos itu?



Logos Tua:
Wahai Logos Muda, ketahuilah bahwa aku juga terlibat dalam pemberontakan itu. Berdasar pengamatanku, maka semua logos tanpa kecuali terlibat di sana.

Logos Muda:
Apa alasanmu dan apa alasan mereka mengadakan pemberontakan para logos?

Logos Tua:
Menurutku, aku mempunyai alasan yang berbeda dengan dirimu. Aku juga menemukan bahwa setiap logos mempunyai alasan yang berbeda. Ternyata tidak hanya itu. Aku juga menemukan bahwa setiap logos juga mempunyai sasaran pemberontakan yang berbeda.

Logos Muda:
Bolehkah aku mengetahui alasan apa sehingga engkau melakukan pemberontakan?

Logos Tua:
Aku memberontak karena aku merasa selalu dikejar-kejar oleh mitos? Alasan yang lain adalah karena aku juga merasa dikejar-kejar oleh ruang gelap dan waktu tiada. Ketahuilah bahwa setiap aku membangun logosku maka seketika itu pula muncul mitosku. Maka dalam rangka mengusir mitos-mitosku itulah aku melakukan pemberontakan.

Logos Muda:
Lalu apa yang engkau maksud dengan ruang gelap.

Logos Tua:
Ketahuilah, yang aku maksud sebagai ruang gelap adalah ruang dimana aku telah merasa nyaman untuk tinggal di situ sehingga aku enggan untuk melanjutkan perjalananku. Padalah aku menyadari bahwa tiadalah aku itu dalam keadaan berhenti. Maka sebenar-benar ruang gelap itu adalah keadaan dimana saya mengalami kontradiksi.

Logos Muda:
Lalau apa yang engkau maksud dengan waktu tiada?

Logos Tua:
Waktu tiada adalah saat dimana aku tidak dapat memutuskan segala sesuatu. Aku merasa di waktu tiada, ketika aku tidak dapat memilih baik dari yang buruk, manfaat dari yang merugi, dan benar dari yang salah. Itulah sebenar-benar keadaan dimana saya paling merasa takut untuk menjalaninya.

Logos Muda:
Wahai orang tua. Aku telah mendapatkan bahwa engkau itu ternyata telah mengalami keadaan kontradiksi dalam kontradiksi.

Logos Tua:
Mengapa engkau katakan demikian?

Logos Muda:
Bukankah engkau selalu katakan bahwa sebenar-benar hidupmu adalah kontradiktif. Tetapi mengapa engkau merasa ketakutan berada di ruang gelap yang menyebabkan engkau bersifat kontradiktif?

Logos Tua:
Oh terimakasih, ternyata engkau adalah Logos Muda yang cerdas. Setelah engkau deskripsikan keadaanku yang demikian, sekarang aku juga mengakui dan merasakan bahwa aku dalam keadaan kontradiktif dalam kontradiktif.

Logos Muda:
Tunggu dulu Logos Tua, aku belum selesai. Ternyata aku juga telah menemukan kontradiktif mu dalam kontradiktifmu yang lain?

Logos Tua:
Lho mengapa?

Logos Muda:
Bukankah engkau telah mengatakan bahwa engkau merasa ketakutan tidak dapat memilih baik dari yang buruk, manfaat dari yang merugi, dan benar dari yang salah; yang engkau sebut sebagai waktu tiada? Bukankah dengan pernyataanmu itu engkau telah menunjukkan bahwa engkau telah memutuskan untuk mendeskripsikan dirimu sebagai keadaan dimana menurutmu engkau tidak dapat memutuskan. Bukankah itu juga keputusanmu yang menyatakan bahwa engkau tidak dapat memutuskan?

Logos Tua:
Subhanallah. Terimakasih Logos Muda. Engkau memang betul-betul cerdas. Engkau telah mengingatkan ku kembali bahwa ternyata hidupku itu telah dipenuhi oleh kontradiksi di atas kontradiksi yang lain? Lalu bagaimana tentang dirimu?

Logos Muda:
Lho jangan tanyakan beberapa hal kepada diriku. Karena sebetul-betulnya yang terjadi adalah bahwa saya hanya mampu bertanya. Maka semua itu hanyalah pertanyaanku. Sedangkan jawabannya aku tidak mengetahui atau mungkin masih saya pikirkan.

Wahai Logos Muda yang Centhil:
Boleh aku tersenyum sedikit?

Logos Muda:
Lho kenapa?

Logos Tua:
Aku bangga mempunyai teman Logos Muda sepertimu. Tidaklah penting bagi diriku seberapa pengetahuanmu itu. Tetapi yang labih penting adalah engkau telah memahami ruang dan waktu. Kita telah saling memahami ruang dan waktu kita masing-masing.

Logos Muda:
Lho jangan ngledhek begitu Logos Tua.

Logos Tua:
Bukan ngeledhek karena aku juga ingin mengatakan bahwa aku juga telah menemukan kontradiktif dalam dirimu.

Logos Muda:
Lho kontradiktif yang mana?

Logos Tua:
Bukankah engkau telah mengaku hanya bisa bertanya. Tetapi kenapa engkau buat pengakuanmu itu di dahapanku. Bukankah itu juga keputusanmu bahwa engkau telah mendeskripsikan dirimu sebagai orang yang hanya bisa bertanya. Maka aku ternyata juga telah menemukan bahwa engkaupun bersifat kontradiktif.

Logos Muda:
Oh maaf..oh terimakasih Logos Tua. Benar katamu, ternyata aku juga telah mengalami kontradiktif.

Logos Tua:
Ntar dulu..aku belum selesai. Aku juga telah menemukan kontradiktifmu yang lain atas di atas kontradiktifmu.

Logos Muda:
Apa itu Logos Tua?

Logos Tua:
Engkau kelihatannya sangat menikmati pujianku sebagai Logos Muda yang Chentil, yang pandai yang kreatif. Artinya engkau telah merasa bangga dengan predikat yang telah aku berikan sebagai Logos Hebat. Bukankah hal yang demikian adalah juga bahwa engkau akan terancam oleh mitosku dan juga oleh mitosmu?

Logos Muda:
Oh ampunilah..maksudku aku mohon maaf atas keadaanku yang demikian itu.

Logos Tua:
Permohonan maafmu itu telah menunjukkan bahwa engkau telah bersifat kontradiktif kembali atas kontradiktifmu yang lain.

Logos Muda:
Wah...wahai Logos Tua. jangan engkau mentang-mentang lebih tua dari diriku. Bicara seenaknya saja. Begini salah, begitu salah. Lantas saya harus bagaimana? Aku ini sudah mulai emosional dan sebentar lagi bisa marah kepadamu.

Logos Tua:
Emosi dan amarahmu itu menunjukkan dimensimu.

Logos Muda:
Wah whe lah dhalah..apakah engkau sudah merasa bisa menjunjung langit? Apakah engkau sudah merasa bisa memadamkan api neraka? Apakah engkau sudah bisa membakar surga?

Orang Tua Berambut Putih datang:
Stop..stop..jangan melampaui batas. Wahai para logos janganlah lanjutkan pemberontakanmu itu? Karena hal yang demikian tidak akan membawa keuntungan apapun.

Logos Tua dan Logos Muda menjawab bersama:
Wahai Orang Tua Berambut putih, untuk kali ini juga kami telah menemukan bahwa engkau telah berlaku kontradiktif. Bukankah pemberontakan para logos itu merupakan sifat hakiki para logos. Jika tiadalah pemberontakan maka itu berarti bukan logos namanya.

Orang Tua Berambut Putih:
Ooh maafkan aku, aku telah keliru menilai keadaan. Tetapi aku juga telah menemukan bahwa kedua dirimu itu juga berlaku konradiktif. Kelihatannya engkau menyalahkan diriku telah berlaku kontradiktif. Bukankah engkau tahu bahwa sebenar-benar diri kita semua, selama masih berada di dunia ini, maka kita itu selalu bersifat kontradiktif?

Orang Tua Berambut Putih dan Para Logos berkompromi:
Marilah kita konsultasikan persoalan ini kepada para hati.

.... Elegi ini belum selesai...dan insyaallah dilanjutkan dengan ...Elegi menggapai Hati Kedua.

Amii.

65 comments:

  1. Lilik Waziratul Muflihah
    13301244025
    Pend. Mat c 2013

    Dari postingan elegi ini dapat dilihat bahwa manusia yang berilmu tidak akan mengatakan bahwa dia berilmu. Karena apabila manusia membanggakan atas kemampuan yang dimilikinya maka manusia tersebut akam dianggap tidak memiliki kemampuan oleh orang lain.
    Dari postingan ini juga dapa dijelaskan bahwa manusia jangan cepat puas terhadap yang dia raih, terus menjadi manusia pembelajar yang yang haus akan sebuah pengetahuan. Selanjutnya manusia pembelajar akan terus mencoba dan tidak hanya berada dalam batas nyamannnya saja, karena batas nyaman akan membuat manusia tidak berkembang dan tumbuh.

    ReplyDelete
  2. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Hidup itu ternyata penuh dengan kontradiksi, bahkan terjadi kontradiksi dalam kontradiksi. Tetapi terkadang manusia tidak menyadari adanya kontradiksi itu. Mereka tidak menyadari bahwa yang dia lakukan itu kontradiksi dalam suatu kontradiksi. Yang mengingatkan keberadaan kita saat itu biasanya malah orang lain yang ada di sekitar kita.

    ReplyDelete
  3. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dari elegi, tampak bahwa tidak selamanya yang tua lebih berilmu dari yang muda dan sebaliknya yang muda lebih tidak berilmu dari yang tua. Nampak dari logos muda yang lebih cerdas dibanding dengan logos tua. Namun walapun kita sudah mempunya ilmu yang lebih tinggi tingkatannya kita juga ttidak boleh bersifat sombong atas ilmu yang kita miliki. Dari kedua logos dan orantua beramut putih dapat diketahui bahwa hidup ini penuh dengan kontradiksi bahkan kontradiksi di atas kontradiksi dan seterusnya.

    ReplyDelete
  4. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Ilmu yang ibaratkan sebagai logos ada tingkatannya, bisa tinggi, rendah, maupun di antaranya. Namun setinggi-tingginya ilmu yang kita miliki janganlah berlaku sombong tetapi jagalah hati, tetaplah rendah hati, agar menjadi insan yang lebih dapat bersyukur terhadap ilmu, memanfaatkan ilmu untuk kebaikan, dan berbagi ilmu tersebut kepada sesama.

    ReplyDelete
  5. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    P.Mat A 2013

    menurut saya waktu tiada adalah sebuah kontradikis bagi saya, apabila saya bisa melakukan apa yang saya inginkan maka saya kehilangan apa yang seharusnya saya lakukan.

    ReplyDelete
  6. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)

    Yang sangat menarik bagi saya dari elegi ini adalah kalimat “Ketahuilah, yang aku maksud sebagai ruang gelap adalah ruang dimana aku telah merasa nyaman untuk tinggal di situ sehingga aku enggan untuk melanjutkan perjalananku. Padalah aku menyadari bahwa tiadalah aku itu dalam keadaan berhenti. Maka sebenar-benar ruang gelap itu adalah keadaan dimana saya mengalami kontradiksi.”
    Manusia itu perlu konsisten, konsisten dalam hal baik yang membaikkan. Namun kadang kala, konsisten terhadap rasa nyaman membuat seseorang sulit “naik” menjadi lebih baik. Maka, untuk menggapai apa yang diinginkan pikiran, seringkali hati kita mengalami kontradiksi.

    ReplyDelete
  7. Harsiti Indrawati
    13301241021
    Pendidikan Matematika A 2013

    Kehidupan memang serba kontradiksi. Sadar atau tidak sadar kita berada dalam kontradiksi. Dan seringkali juga kita melakukan hal yang kontradiktif.Dengan demikian, perlu kita sadari bahwa kita bukanlah yang sempurna. Absolut dan kesempurnaan adalah hanya milik yang maha kuasa

    ReplyDelete
  8. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Semua kehidupan manusia ternyata adalah kontradiksi, kontradiksi yang berarti berlawanan ataupun berkebalikan.Setiap orang pasti mengalami kontradiksi pada dirinya sendiri baik disadari ataupun tidak.Menuntut dan menggapai ilmu juga berkaitan dengan kontradiksi, kontradiksi tersebut harus dapat dikendalikan dengan sikap tenang, introspeksi diri, dan tidak mudah puas dengan segala sesuatu.Jadi, jaga hati untuk melalui kehidupan yang kontradiksi.
    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  9. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    yang aku maksud sebagai ruang gelap adalah ruang dimana telah merasa nyaman untuk tinggal di situ sehingga enggan untuk melanjutkan perjalanan. Padalah di sadadari bahwa tiadalah dalam keadaan berhenti. Maka sebenar-benar ruang gelap itu adalah keadaan dimana saya mengalami kontradiksi.Maka sebenar-benar ruang gelap itu adalah keadaan dimana saya mengalami kontradiksi.

    ReplyDelete
  10. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Dalam elegi ini membahas tentang topik yang menarik. Nampak dari logos muda yang lebih cerdas dibanding dengan logos tua. Namun walapun kita sudah mempunya ilmu yang lebih tinggi tingkatannya kita juga ttidak boleh bersifat sombong atas ilmu yang kita miliki. Dari kedua logos dan orantua beramut putih dapat diketahui bahwa hidup ini penuh dengan kontradiksi bahkan kontradiksi di atas kontradiksi dan seterusnya.

    ReplyDelete
  11. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Ruang gelap adalah kontradiksi, karena kita tidak benar-benar berhenti. Merasa puas dengan apa yang diketahui juga kontradiksi, karena masih banyak di luar sana yang belum diketahui.

    ReplyDelete
  12. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kita juga mengalami waktu tiada saat kita bertanya saya harus bagaimana. Padahal selalu ada pilihan untuk kemudian memutuskan. Tetapi seringnya berpikir tidak ada pilihan lain lagi. Selama hidup memang selalu ada sifat kontradiktif..

    ReplyDelete
  13. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs PEP B 2016

    Bismillahirrahmaanirrahim.
    Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    Elegi diatas kembali menyadarkan saya bahwa setiap kita punya comfort zone alias zona nyaman masing-masing. Ruang yang membuat kita tenang dan nyaman berada disitu sehingga sering terlena oleh waktu dan melupakan hal lain yang ingin kita lakukan. Semakin kita nyaman, semakin sulit kita keluar dan semakin menjauhkan kita dari terangnya dunia luar. Semakin membuat kita malas menemukan hal lain diluar batas ruang tersebut. Sehingga tak jarang meskipun kita sadar, kaki sudah tak ingin melangkah karena terlalu ketakutan kita menghadapi tantangan-tantangan di luar sana.
    Saat ingin mencoba keluar dari ruang gelap ini, ketakutan menjadi hal wajar. Seringnya kekhawatiran kita tentang berbagai hal di luar sana membuat kita semakin takut untuk melangkah. Menimbang segala sesuatu dari sudut pandang berbeda malah menjadikan kita semakin sulit melihat. Sehingga dari hal itu terjadilah waktu tiada dimana terlalu banyaknya sudut pandang sehingga dalam menilai keadaan pun yang benar bisa menjadi salah dan yang salah bisa menjadi benar. Antara benar dan salah terciptalah tembok pemisah yang sangat bias dikarenakan banyaknya sudut pandang dalam menilai sesuatu.
    Maka di sini kita sangat membutuhkan hati. Percayalah hati akan menuntun kita, terlebih jika hati telah terolah dengan baik.

    Sekian, terima kasih
    Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

    ReplyDelete
  14. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs PEP B 2016

    Bismillahirrahmaanirrahim.
    Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    Dari dialog di atas baik logos muda maupun logos tua harus mengetahui dasar atas segala tindakan yang dilakukan agar tidak terancam kembali menjadi mitos. Sehingga dalam menyelami keilmuan tidak hanya asal-asalan, tetapi mempunyai dasar teorinya. Dialog para logos ini juga menyadarkan saya bahwa setiap kita berada dalam kontradiktif terhadap kontradiktif yang kontradiktif lainnya di dunia ini. Kontradiktif sangat wajar terjadi selama kita terikat oleh ruang dan waktu. Menyalahkan satu sama lain tidak akan ada gunanya. Menerima adalah kuncinya.

    Sekian, terima kasih
    Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

    ReplyDelete
  15. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Setiap manusia melakukan keadaan kontradiktif bahkan kontradiktif dalam kontradiktif. Tetapi terkadang manusia tidak menyadari bahwa telah melakukan kontradiksi. Ketika dirimu tidak mampu mengetahui bahwa dirinya telah melakukan kontradiksi maka yang menyadari bahwa dirimu melakukan kontradiksi adalah orang-orang yang ada disekitarmu. Namun itu wajar jika kita masih melakukan kontradiktif karena sebenar-benar diri kita semua, selama masih berada di dunia ini maka kita itu selalu bersifat kontradiktif.

    ReplyDelete
  16. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Memang hidup kita penuh dengan kontradiksi dan kebenaran yang hakiki hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  17. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    setelah membaca blog ini, saya jadi merasakan bahwa memang benar bahawa manusia adalah tempat salah dan lupa, sleama manusia hidup dalam kenyatan, kehidupan yang kongkrit, manusia tidak lepasa dari kontradiksi, bahkan apa yang kita anggap benar apa yng kita lakuakn saja sudah kontradiksi,

    ReplyDelete
  18. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Selama kita ada di dunia maka akan selalu berlaku sifat kontradiksi dan itu tidak bisa dihindari. Seperti Immanuel Kant yang menyatakan bahwa di dunia hanya ada dua prinsip yaitu identitas dan kontradiksi.

    ReplyDelete
  19. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Sebenar-benar hidup kita adalah sebuah kontradiksi. kontradiksi akan selalu ada. terkadang manusia merasa mangerti sepenuhnya tentang diri nya dan dunianya, padahal sebenar-benar manusia tidak pernah bisa mengetahui semuanya. setiap manusia mengalami kontradiksi nya masing-masing. tidak ada yang salah dengan kontradiksi, jadikanlah kontradiksi tersebut sebagai bahan untuk merefleksi diri, untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  20. Manusia tidak ada yang sempurna, ada salah dan lupanya. Manusia adalah seorang hamba yang tugasanya mengabdi kepada sang pencipta. Karena manusia memiliki keterbatasan, selalu kontradiktif. Tidak akan pernah mencapai kesempurnaannya
    Miftahir Rizqa
    Pep 2016
    16701261027

    ReplyDelete
  21. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dunia kita adalah dunia yang kontradiksi. Kehidupan kita juga kehidupan yang kontradiksi. Disadari atau tidak, apa yang kita lakukan adalah suatu kontradiksi. Maka langkah terbaik yang dapat kita lakukan adalah senantiasa introspeksi diri, bercermin, dan melakukan perbaikan pada diri kita. Serta yang terpenting adalah senantiasa pasrah dan tawakal kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  22. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dunia kita adalah dunia yang kontradiksi. Kehidupan kita juga kehidupan yang kontradiksi. Disadari atau tidak, apa yang kita lakukan adalah suatu kontradiksi. Maka langkah terbaik yang dapat kita lakukan adalah senantiasa introspeksi diri, bercermin, dan melakukan perbaikan pada diri kita. Serta yang terpenting adalah senantiasa pasrah dan tawakal kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  23. assalamualaikum wr. wb.

    eksistensi manusia berdasarkan motivasi dan kemauannya dalam mengarungi samudera kehidupan. Setiap manusia pasti memiliki motif dalam menjalani kehidupan oleh karenanya kontradiksi-kontradiksi yang ada dalam kehidupan manusia menjadi salah satu cara untuk menggapai keridhoan Nya. Manusia memiliki kebebasan dalam menentukan eksistensinya namun kita harus yakin bahwa hidup ini adalah anugerah olehkarenanya kita harus bertanggung jawab atas segala perbuatan kita dan siap mempertanggungjawabkannya nanti di hari akhir karena tujuan eksistensi hidup ini haruslah bertujuan sebagai bekal kehidupan kita di hari akhir.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP kelas A

    ReplyDelete
  24. Assalamualaikum, wr. wb.

    Pendapat lain mengenai eksistensi disampaikan oleh Sartre yang terkenal dengan filosofinya "Ada dan Tiada" kesadaran manusia akan eksistensinya adalah menyadari bahwa setiap manusia memiliki kesadarann untuk membebaskan dirinya. Kesadaran manusia dalam hidup harus yakin bahwa hidup ini anugerah dan oleh karenanya Sartre ingin menekankan bahwa keberadaan manusia di dunia memiliki berbagai kemungkinan untuk mencapai kepenuhan eksistensinya. Kelebihan manusia dari makhluk lain adalah manusia selalu memiliki pilihan dan berkemampuan untuk memilih. Manusia tidak diarahkan oleh sesuatu di luar dirinya. Manusia sendirilah yang menggerakkan dirinya, menentukan apa yang akan diperbuatnya dan mempertanggungjawabkan apa yang sudah diperbuatnya.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  25. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Memang, tidak bisa dipungkiri, baik logos tua maupun logos muda harus mengetahui dasar atas segala tindakan yang dilakukan agar tidak terancam kembali menjadi mitos. Sehingga dalam melakukan tindakan tidak hanya mengikuti kebiasaan, tetapi harus mempunyai dasar teori mengenai hal tersebut. Pemberontakan para logos merupakan kontradiktif atas sifat logos itu sendiri, tetapi dalam hal ini kontradiktif wajar saja terjadi selama kita masih terikat oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  26. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Sebagai orang tua tidak selalu lebih tinggi ilmunya tapi orang yang lebih muda juga memiliki ilmu bahkan bisa lebih tinggi atau lebih banyak. Untuk itu kita ambil kesimpulannya bahwa baik tua maupun muda dalam menimba ilmu tidak ada yang lebih tinggi yang sebenar-benarnya manusia itu penuh ikhtiar, ikhlas, dan berdoa.

    ReplyDelete
  27. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Sebagai manusia makhluk Allah baik tua maupun muda sifat sombong harus dihindari, sehingga diantara nya bisa bekerja sama untuk mendapatkan kesuksesan. karena kesombongan akan menjauhkan dari teman dan rezeky.

    ReplyDelete
  28. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    Sebenar-benarnya kehidupan itu penuh dengan kontradiksi, dan kita juga mengetahui kontradiksi tersebut, bagaiman kita mampu menempatlkan kontradiksi tersebut pada tempat kontradiksi yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  29. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Hidup penuh dengan kontradiksi. Bukan hal yang mudah bagi kita untuk menerima kontradiksi tersebut. Yang perlu kita lakukan adalah terus bergerak untuk mengembangkan diri karena diam adalah mitos, dan mitos berarti 'mati.' Supaya kita tetap menjadi logos, maka kita harus tetap menghadapi kontradiksi dalam hidup, bukan menghindari dan mengelaknya.

    ReplyDelete
  30. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016


    Pemberontakan para logos menjadi kunci berkembangnya ilmu, karena logos muncul saat mitos mengejarnya. Logos melakukan pemberontakan untuk mengusir para mitos. Logos melakukan pemberontakan untuk menghindarkan diri dari ruang gelap dan waktu tiada. Ruang gelap menjadikan logos tidak berkembang, waktu yang tiada menyebabkan keberadaan logos tidak berfungsi dengan baik karena tidak bisa memilih baik dari yang buruk, benar dari yang salah, manfaat dari merugi, benar dari salah.

    ReplyDelete
  31. Logos saling mengernyitkan pendapat!
    Setiap logos yang berkembang menjadi indikasi bahwa logos masih logos, jika suatu nanti logos terhenti berpikir maka ia terlah sebenar-benarnya menjadi mitos yang tiada mampu berubah, berontak, pada akhirnya semua logos menjadi mitos. Jika mitos sudah menguasai bumi, maka saat yang paling tepat untuk menghancurkan dunia dengan para dajjal-dajjal kecil, yang nantinya akan dikirim dajjal besar untuk menghancurkan logos yang besar. Karena pada saatnya nanti, para logos akan bertengkar sendiri-sendiri. JIka logos sudah tak mampu saling percaya, saling memberi, saling mengasihi, maka mitos saat itu pula akan berkuasa.
    Ada perselisihan yang dahsyat antarlogos yang menyebabkan si orangtua berambut putih ikut berkomentar tanpa dipanggil. Biasanya, orangtua berambut putih akan datang di saat dipanggil, keajaiban ini muncul ketika melihat para logos bertengkar.
    Ini membuktikan bahwa pertengkaran ini bukan pertengkaran biasa antarlogos. Perlu dipahami persepsi logos dari masing-masingnya, atau orang berambut putih sengaja keluar di akhir untuk menunjukkan kekuatannya dan menunggu puncak perselisihan?

    Ananda Memet Sudaryanto
    Di tengah rumitnya Kota Yogya
    Di antara maghrib setengah gulita
    16701261005
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  32. Saya kasihan pada logos muda,
    Ia dipojokkan si logos tua agar terlihat dimensinya. Logos tua menggiring persepsi logos muda untuk menyuarakan kontradiktifnya. Di awal, logos muda tetap bertahan pada egonya dan diam serta selalu bertanya. Ia menjaga dirinya agar tidak terbantahkan pada prinsip yang ia genggam teguh. Logos muda sudah berusaha sekuat tenaga meski pada akhirnya ia terkalahkan oleh upaya logos tua dalam menyusutkan persepsinya.
    How pity you are, Logos.
    get well soon.

    Setiap orang di dalam dirinya ada kontradiksi kan prof? Prof. juga menyampaikan tentang aku adalah aku, kadang aku bukan aku. Di dalam aku ada aku kanan dan aku kiri. Aku kiri ada aku kiri atas ada aku kiri bawah. Pada aku kiri bawah, ada aku kiri bawah kiri, ada aku kiri bawah kanan.
    Bagaimana tidak berkontradiksi?
    Jika sesederhana itu pun manusia bisa berkontradiksi sesuai persepsinya sendiri-sendiri, tentu istilah perpecahan akan gempar di tahun ini. Karena setiap manusia mencoba menguatkan egonya masing-masing. Ini menunjukkan bahwa kekuatan manusia menahan egonya selama ini sudah sangat kuat, sayangnya provokasi membentuk persepsi itu menjadi pecah dan belah.

    Ananda Memet Sudaryanto
    Di tengah rumitnya Kota Yogya
    Di antara maghrib setengah gulita
    16701261005
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  33. Logos mohon selalu bergerak dalam ruang dan waktu agar kau selalu menjadi logos.


    Ananda Memet Sudaryanto
    Di tengah rumitnya Kota Logos
    16701261005
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete

  34. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Manusia menciptakan logos atas dasar pembuktian mitos. Tak ada sebenar benarnya logos adalah sesuatu yang absolut tepat, itu semua masih ada kontradiksi yang muncul atas mitos mitos lainnya. Hanya Tuhan sajalah yang memiliki sifat Identitas itu. Logos pun selalu berubah ubah melalui berjalannya ruang dan waktu, setelah disisi lain terdapat mitos dan logos baru yang mematahkannya.

    ReplyDelete
  35. Ika Dewi Fitria Maharani
    16709251027
    PPs UNY P.Mat B 2016

    Sesungguhnya manusia selama dia berada di dunia maka dia akan berlaku kontradiktif. Seperti halnya saat kita mencari ilmu, sebenarnya kita tak akan pernah benar-benar berilmu, yang ada adalah kita berusaha berilmu. Kemudian dengan ilmu itu kita tau bahwa kita tak bole malas untuk mencari ilmu namun sisi kita yang lain tetap ingin melakukan kemalasan. Sama halnya ketika kita tau mana yang buruk dan baik namun kita masih kesuitan untuk memilih, padahal kita tau sebenarnya mana yang harus kita pilih.

    ReplyDelete
  36. Belajar dari logos dan mitos yang bisa berseteru, alangkah assyiknya hidup dalam keindahan harmoni bermasyarakat.
    Tidak perlu menjadi sosok yang selalu benar, karena salah juga menyenangkan.

    Memet Sudaryanto
    S-3 PEP - A 2016
    16701261005

    ReplyDelete
  37. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Hakikatnya, manusia hidup di dunia ini penuh kontradiktif. Terkadang apa yang kita lakukan ini tidak sesuai dengan keinginan kita maupun kondisi yang ada. Namun perlu kita ketahui bahwa kontradiksi itu merupakan hal yang membuat kita lebih mengerti arti hidup. Bnayak pengalaman yang tidak sesuai dengan keinginnan kita, namun rencana Tuhan itu pasti lebih baik atau indah.

    ReplyDelete
  38. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Sebenar-benar diri kita semua, selama masih berada di dunia ini, maka kita itu selalu bersifat kontradiktif. Ada keadaan dimana kita akan mengalami kontradiksi dalam pikiran kita. Namun kontradiksi bisa benar dan bisa salah tergantung pada ruang dan waktunya masing-masing. Maka dengan meningkatkan dimensi kita, kita bisa mereduksi kontradiksi yang ada di dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  39. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Hidup itu penuh kontradiksi, ada yang yang pergi karena dipanggil yang Kuasa, ada juga yang datang kedunia menambah kebahagiaan yang menanti, senang dan sedih, tipis sekali batasnya….

    ReplyDelete
  40. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Saat seseorang yang sudah bergelimang harta dan kemewahan ternyata selalu merasa kurang dan tak mampu mencapai kepuasan. Di sisi lain, orang yang hidup sederhana, bahkan sangat sederhana merasa sangat bahagia, dan hidup dalam ketenangan. Kontradiksi kehidupan sering kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari, tetapi sering kita gagal mengambil pelajaran dan melepaskan keinginan, nafsu dan perasaan kita. Kita tahu tapi kita tidak mampu untuk memahaminya, entah mengapa ?

    ReplyDelete
  41. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Dalam kehidupan didunia segala sesuatu pasti ada kontradiksinya Dalam filsafat kita mengenal ada logos yang merupakan kotradiksi dari mitos. Sebenar-benarnya hidupmu adalah kontradikstif, tergantung ruang dan waktu. Hal yang terlihat samapun ternyata merupakan dua hal yang berbeda, jika kita perhatikan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  42. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Logos tua maupun muda sama-sama tidak dalam rasa kesyukuran dari apa yang telah dimiliki sehingga keduanya sama jadi pemberontak karena rasa serakahnya. Terkadang apa yang diucapakan manusia dalam bertindak kontradiksi dengan perbuatan yang merupakan sifat tidak konsisten dari manusia tersebut. Sesorang yang tidak konsisten menjadi identias untuk motif tertentu sehingga seringkali motif tersebut bisa menjerumuskan seseorang untuk berbuat tidak sesuai hati nuraninya demi untuk kepentingan tertentu.

    ReplyDelete
  43. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sejatinya ilmu manusia ibarat setetes air dilautan bila di bandingkan dengan kuasa Tuhan. Maka dari itu kita tidak boleh merasa lebih pintar dan menganggap yang disekitar kita lebih bodoh sehingga kita terperdaya oleh kesombongan kita. Tetapi kita harus terus mengelola segala potensi kita milki untuk terus bersyukur dari apa yang kita telah miliki.

    ReplyDelete
  44. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam diri manusia selalu terjadi kontradiksi, baik itu kontradiksi antara ucapan dan ucapan ataupun ucapan dan perlakuan, dan lain sebagainya. Begitu pula dalam menggapai ilmu yang ada di dunia, sering terjadi kontradiksi dalam menggapainya. Dan yang terkadang pula membelenggu kita adalah merasa nyaman dan puas akan apa yang telah kita capai sekarang sehingga kita akan terjebak dalam ruang yang gelap dikarenakan kita telah berhenti mencari ilmu.

    ReplyDelete
  45. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016

    Hidup adalah berjalan dan bergerak. Ketika berhenti dan tidak bergerak berarti terjebak didalam riang gelap. Ruang gelap adalah ruang dimana telah merasa nyaman untuk tinggal di situ sehingga enggan untuk melanjutkan perjalanan. Waktu tiada adalah waktu dimana tidak dapat memutuskan segala sesuatu, ketika aku tidak dapat memilih baik dari yang buruk, manfaat dari yang merugi, dan benar dari yang salah. Ruang gelap adalah mitos. Waktu tiada adalah mitos. Maka untuk menghancurkan mitos aadalah logos. Maka untuk menghancurkan mitos dengan logos adalah mitos. Maka untuk menghancurkan waktu tiada adalah logos. Maka untuk menghancurkan waktu tiada dengan logos adalah mitos. Maka sebenar-benarnya logos adalah berusaha untuk menghancurkan dan mengusir mitos dan waktu tiada. Maka untuk membangun logos adalah dengan ikhlas dalam hati berusaha, berikhtiar dan berdoa kepada Allah agar diberi petunjuk.

    ReplyDelete
  46. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Dalam kehidupan manusia, pasti mengalami yang namanya kontradiksi. Kontradiksi bisa banyak bentuknya. Hal itu bukanlah untuk dihindari tapi haruslah dihadapi. Kita harus tenang dan ihklas dalam menghadapinya. Jika kita bisa berjuang dalam menghadapinya maka kita akan hidup dalam kedamaian.

    ReplyDelete
  47. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Agar dapat keluar dari mitos menuju logos memang kita harus keluar dari zona nyaman. Kita harus berani melakukan hal-hal baru dan mencoba mencari bukti kebenaran dari apa yang ada di sekitar kita. Mungkin kita akan menemukan kontadiksi-kontrasiksi dari apa yang kita lakukan, akan tetapi memang wajar sebab hidup adalah kontradiksi.

    ReplyDelete
  48. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Di dalam setiap aspek kehidupan selalu mengandung unsur kontradiksi. Namun dengan kontradiksi inilah kita dijadikan dewasa dalam hidup. Melalui kontradiksi inilah kita menjadi lebih memikirkan apa sesungguhnya hidup ini. Kita harus memakai hati kita apabila terjadi kontradiksi dalam hidup, agar tidak ada celah sedikitpun untuk syaitan masuk dalam hidup kita.

    ReplyDelete
  49. Selama masih bernafas, manusia akan selalu bersifat kontradiktif. Disinilah muncul peran hati. Untuk memilah dan memilih perilaku yang sebaiknya ditunjukkan. William James mengatakan, “Penelitian terbesar dari generasi saya adalah bahwa manusia dapat mengubah hidupnya dengan mengubah sikapnya.” Intinya sikap adalah hal kecil yang dimulai dari hati, yang dapat membuat perubahan besar dalam kehidupan seseorang.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  50. Dari dialog diatas kita dapat melihat bahwa usia tidak mengurangi kebijaksanaan dan kebijaksanaan tidak tergantung dari pada usia.. dan dalam tiap kehidupan ada terjadi kondratiktif yang disadari maupun tidak.


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  51. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Elegi menggapai hati kesatu meruakan elegi yang menarik. Dalam kehidupan sering terjadi kontradiksi. Dan pada akhirnya hanya hati masing-masing orang yang dapat memilih dan memilah

    ReplyDelete
  52. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Kehidupan tidak pernah terlepas dari kontradiktif. Kontradiktif ketika hati, pikiran, dan kenyataan sudah tidak selaras. Ketika kita melakukan sesuatu tetapi tidak ingin melakukannya. Ketika kita melihat sesuatau tetapi tidak ingin melihatnya. Ketika kita mendengar sesuatu tetapi tidak ingin mendengarnya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  53. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Berdasarkan elegi diatas saya menarik kesimpulan bahwa ilmu tiada batasnya, sehingga jangan sampai kita memiliki rasa tinggi hati atas ilmu yang kita miliki, setinggi-tingginya ilmu seseorang akan ada orang yang memiliki ilmu lebih tinggi dari orang tersebut. diatas langit pasti ada langit. tidak ada yang dapat menggapai satu kecuali yang satu Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  54. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Manusia hakikatnya seperti logos tua dan logos muda. Bahkan manusia yang tinggi ilmunya seperti manusia berambut putih juga bisa terjebak dengan logosnya. Manusia terkadang tidak menyadari kesalahan dirinya sendiri, akan tetapi sangat jelas melihat kesalahan orang lain dan menganggap dirinya sendiri yang paling benar. Sebenarnya yang demikian adalah kontradiksi. Selama manusia masih memiliki akal pikiran, maka hatinya tidak akan terlepas dari kontradiksi logosnya.

    ReplyDelete
  55. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Ruang Gelap merupakan sebuah zona nyaman.. sehingga ketika seseorang berada pada zona tersebut seakan-akan waktu berjalan terhenti. Hingga akhirnya zona nyaman itu membuat pata penghuninya mengalami kejenuhan. Sesuatu hal bisa dianggap benar ataupun salah tergantung dari sudut mana kita memandang. Sehingga dari hal itu terjadilah waktu tiada dimana terlalu banyaknya sudut pandang sehingga dalam menilai keadaan pun yang benar bisa menjadi salah dan yang salah bisa menjadi benar. Antara benar dan salah terciptalah tembok pemisah yang sangat bias dikarenakan banyaknya sudut pandang dalam menilai sesuatu. Sehingga tidak ada kebenaran yang hakiki. Maka disini kita sangat membutuhkan olah hati. Mampukah kita mengolah hati kita agar dapat kembali fitrahnya?

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  56. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Dalam hal ini, baik logos muda maupun logos tua harus mengetahui dasar atas segala tindakan yang dilakukan agar tidak terancam kembali menjadi mitos. Sehingga dalam menyelami keilmuan tidak berasal dari taklid buta semata, tetapi mempunyai dasar teori dalam melakukan suatu hal. Pemberontakan para logos merupakan kontradiktif atas sifat logos itu sendiri, tetapi dalam hal ini kontradiktif wajar saja terjadi selama kita masih terikat oleh ruang dan waktu.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  57. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Terkadang kita tidak sadar apa yang sudah kita lakukan benar atau salah karena pandangan tiap orang itu berbeda-beda. Sebagai orang yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri, maka kita harus mengevaluasi diri kita masing-masing. Karena adanya sifat kontradiktif dalam diri kita. walaupun tak luput dari kesalahan, kita sebagai manusia bisa terus berdoa dan berusaha untuk menghindari kesalahan sehingga terciptanya hidup yang damai. Jika lingkungannya positif, maka baik juga untuk tubuh dan kehidupan kita.

    ReplyDelete
  58. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Hidup memerlukan sebuah perjuangan. Adapun perjuangan dilakukan untuk kehidupan diri kita maupun orang lain. Sehingga hal tersebut tidak menimbulkan perasaan yang cukup dalam sebuah perjuangan terhadap apa yang telah kita peroleh. Kehidupan dunia yang penuh kontradiktif, menuntun kita untuk senantiasa belajar hingga ilmu yang kita peroleh dapat bermanfaat bagi masyarakat. Hanya ada satu pemisah antara kita dengan aktivitas menuntut ilmu, yaitu kematian.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  59. Praneswari Kusuma Dewi
    13301241033
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pesan yang dapat saya tangap dari elegi di atas adalah :

    1. Hidup manusia di dunia itu penuh dengan kontradiktif dan terkadang kita tidak menyadarinya.
    2. Manusia perlu bangun dan sadar terhadap dirinya sendiri, bahwa pertama, kita tidak boleh membiarkan begitu saja mitos bersarang dalam diri kita. Caranya melalui belajar, dan memperdalam ilmu. Kedua, manusia harus senantiasa melanjutkan perjalannan hidupnya atau keluar dari zona nyaman. Meskipun terkadang hal tersebut begitu susah, tetapi kita harus tetap mengusahakannya karena hidup itu selalu bergerak dan berubah membawa beraneka ragam kebutuhan dan permasalahan. Ketiga, manusia harus menyadari dimana letak kebodohannya, kekurangannya, kelemahannya, sehingga ia bisa mengusahakan perubahan, perbaikan, dan peningkatan terhadap dirinya dengan usaha terbaiknya agar tidak terjebak oleh ruang dan waktu, melainkan supaya dirinya bisa bersikap sesuai ruang dan waktu.
    3. Tidak selamanya orang yang lebih tua memiliki ilmu melebihi orang yang lebih muda. Letak ketinggian ilmu itu ada pada cara berperilakunya, berlisannya, dan kerendahan hatinya. Karena ilmu itu tidak dibatasi oleh usia dan ilmu itu tidak hanya ditangkap dengan akal pikiran tetapi juga dengan hati yang kusuk, ikhlas, sabar, dan tenang.

    ReplyDelete
  60. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Hidup itu penuh kontradiksi. Apa yang kita lakukan tak lepas dari tindakan kontradiktif tanpa kita sadari. Kita selalu termakan oleh mitos sehingga pikiran kita memutuskan sesuatu yang dapat menimbulkan kontradiksi.

    ReplyDelete
  61. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Sebenar-benar hidup adalah hidup dalam kontradiktif, orang yang kontradiktif menunjukkan adanya ketidakseimbangan atau tidak balance dalam dirinya sehingga mengalami yang namanya split personality. Dan dalam diri manusia ada yang namanya present self dan future self, present self merupakan diri kita saat ini/sekarang sedangkan future self yakni diri kita dimasa mendatang/bayangan tentang diri kita dimasa mendatang.

    ReplyDelete
  62. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Satu sisi future selft itu sifatnya abstrak sedangkan present selft itu sifatnya tidak tahan godaan maka dari itu kontradiktif terjadi karena faktanya meskpun dalam future self orang menginginkan kebaikan namun yang mengambil keputusan atas perbuatan kita sehari-hari adalah present self. Contoh sederhananya orang berkeinginan mau sehat tapi implentasinya dalah present self orang tersebut tidak mau olah raga teratur, makan semaunya, istirahat kurat dll maka terjadilah kontradiktif.
    Agar tidak menjadi orang yang kontradiktif, kita harus mengelola present self, punya komitmen, melakukan kreasi mental, dan men-decleare keinginan kita kepada orang lain (ada ada yang memonitor). Hindari pula melakukan pembenaran, rasionalisasi atau justifikasi terhadap apa yang kita lakukan (yang kontradiktif).

    ReplyDelete
  63. SHALEH
    PPs/PEP/A/2016

    Pemberontakan atas "kenyamanan" diperlukan untuk mendorong dunia menjadi dinamis, berkembang, dan maju.

    ReplyDelete
  64. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Manusia itu sifat, karena memiliki hati, hati kesatu disini menggambarkan perasaan yang bertentangan dalam diri manusia, kontradiksi. Ketika senang, kita memikirkan kapan kita sedih, ketika sedih kita memikirkan kapan kita senang. Kadang perasaan seperti itu membuat hati kita gundah. Maka dalam memikirkan segala sesuatu, haruslah kita dasari dengan rasa ikhlas sehingga bagaimana pun keadaannya kita akan tetap bersyukur dan menerima apa yang diberikan Tuhan kepada kita, karena kita percaya bahwa Tuhan sudah merencanakan apa yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete
  65. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Dua keadaan diri dimana sedang terjebak oleh mitos adalah ketika diri kita berhenti, tidak mau lagi belajar, dan sudah merasa puas terhadap apa yang sudah dimiliki. Keadaan kedua adalah ketika kita melampaui batasan kita dengan merasa mampu memikirkan hal-hal yang berada di luar kemampuan kita, maka kita juga sedang terjebak mitos. Untuk mampu menggapai hati kesatu, maka lepaskan diri kita dari belenggu pujian yang menyesatkan. Kembalikan hati kita ke dalam sebenar-benar hati yang bersih.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id