Oct 14, 2011

Elegi Menangkap Anomali




Oleh Marsigit

Dilema:

Pilih mana ya? Diriku atau mereka? Tenaga atau pikiranku? Perasaanku atau faktanya? Hak atau kewajibanku? Terlambat atau hasil yang baik? Tepat waktu tetapi hasil kurang baik? Diam atau bermasalah? Bicara atau juga bermasalah? Tua atau mengaku muda? Muda atau mengaku tua? Punya atau mengaku tidak punya? Tidak punya atau mengaku punya? Berbohong sedikit tetapi selamat? Jujur tetapi beresiko? Benar tetapi kurang baik atau baik tetapi kurang benar? Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Ambivalen:
Ingin mendengar malah terpaksa harus melihat. Ingin melihat malah terpaksa harus mendengar. Ingin menulis malah terpaksa harus membaca. Ingin membaca malah terpaksa harus berbicara. Ingin berbicara malah terpaksa harus mendengar. Ingin memprotes malah diprotes. Ingin mendidik malah dikritik. Ingin membangun malah dikatakan merusak. Ingin menyudahi malah terpaksa harus memulai. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Kontradiksi:
Ingin mempunyai dan tidak mempunyai. Ingin melangkah dan tidak melangkah. Ingin diam dan tidak diam. Ingin bicara dan tidak bicara. Ingin menulis dan tidak menulis. Ingin tidur dan tidak tidur. Ingin protes dan tidak protes. Ingin cepat dan tidak cepat. Ingin ngono dan tidak ngono. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Munafik:
Ingin jujur tetapi terpaksa harus memfitnah. Ingin konsisten tetapi terpaksa harus melanggar. Ingin ikhlas tetapi terpaksa harus mengumpat. Ingin terhormat tetapi terpaksa harus nista. Ingin mengajak kebaikan kepada orang lain tetapi terpaksa dengan cara yang kurang baik. Ingin memberi tetapi terpaksa harus meminta. Ingin membangun tetapi terpaksa harus merusak. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Komplikasi:
Gula ini adalah obat bagi penyakitku tetapi gula ini menyebabkan diriku sakit. Aku harus bergerak agar aku sembuh dari penyakitku, tetapi gerakanku akan menyebabkan kematianku. Aku harus bicara tetapi bicaraku menyebabkan diriku harus terdiam. Lampu harus dinyalakan tetapi akan menyebabkan kematiannya. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Paralogis:
Dewa ngeja wantah. Anggota yang bukan anggota. Teman sekaligus lawan. Konsisten yang tak konsisten. Penuh yang tak penuh. Menjumlah untuk mengurangi. Mengalikan untuk membagi. Menabung untuk meminjam. Mundur untuk maju. Paradoks sebagai ilmu. Mitos sebagai logos. Logos sebagai mitos. Pintar yang bodoh. Bodoh yang pintar. Ketentuan untuk dilanggar. Larangan untuk dilaksanakan. Penampakan yang bukan penampakan. Atas yang bawah. Bawah yang atas. Depan yang belakang. Belakang yang depan. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Antinomi:
Awal ini sekaligus akhir. Awal ini ada dan tidak ada. Awal yang bukan awal. Waktu itu diskret dan kontinu. Akhir ini ada dan tidak ada. Akhir yang bukan akhir. Pikiranku rasional dan empiris. Penampakan yang tidak tampak. Diriku yang bukan diriku. Ruang tiada ruang. Waktu tiada waktu. Kosong tiada kosong. Ada tiada ada. Dalam yang dangkal. Dangkal yang dalam. Luas yang sempit. Sempit yang luas. Sebentar yang lama. Lama yang sebentar. Lazim yang aneh. Aneh yang lazim. Besar yang salah. salah yang benar. Baik yang buruk. Buruk yang baik. Mengerti yang tak mengerti. Tak mengerti yang mengerti. Pasti yang relatif. Relatif yang pasti. Besar yang kecil. Kecil yang besar. Kuat yang lemah. Lemah yang kuat. Terang yang gelap. Gelap yang terang. Basah yang kering. Kering yang basah. Satu yang banyak. Banyak yang satu. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

Anomali:
Memberantas korupsi dengan korupsi. Membangun dengan merusak. Bersedekah untuk memperoleh keuntungan. Kestabilan yang goyang. Masyarakat yang sehat tetapi sakit. Inflasi yang berdeflasi. Harga murah tetapi mahal. Anti nepotisme dengan nepotisme. Anti kolusi dengan kolusi. Reformasi dengan anti reformasi. Inovasi dengan status quo. Desentralisasi yang tersentralisasi. Halal yang haram. Asli yang palsu. Terdakwa yang mendakwa. Hakim yang disidang. Guru yang cabul. Mahasiswa yang tawuran. Penegak hukum si pelanggar hukum. Kejujuran yang bohong. Kebaikan yang buruk. Kaya yang miskin. Senyuman sang penangis. Kokoh yang rapuh. Kompak yang berantakan. Penjaga yang merampok. Pembersih yang mengotori. Petunjuk yang mengacaukan. Pahlawan yang kesiangan. Wah hidup kelihatannya bertambah rumit.

25 comments:

  1. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Ketika semua yang benar dan salah menjadi satu. Tidak ada jejak yang bertentangan mana yang benar dan mana yang salah. Perkataan yang tidak sesuai dengan perbuatan, atau sebaliknya. Ketika yang salah diberikan solusi dengan yang salah. Masyarakat kita yang dibodohi oleh orang-orang yang pintar. Suatu isu ditutupi dengan isu lain. Benar-benar manusia dalam kerugian di dalam kehidupannya. Kita harus memaknai setiap peristiwa sebagai makna spiritual. Sehingga kita tidak berada dalam kebingungan, tidak anomali, tidak mati hatinya, tidak miskin jiwanya. Karena pada dasarnya, orang yang dengan tenang dapat melakukan hal tersebut, adalah miskin jiwa dan mati hati nuraninya.

    ReplyDelete
  2. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Anomali adalah penyimpangan dari keadaan lingkungan yang biasa atau normal. Misalnya anomali dalam bidang politik. Korupsi seakan hal yang sudah menjadi biasa di negara kita. Memberantas korupsi dengan korupsi, yang memberantas korupsi juga korupsi. Anomali di sini adalah perilaku para pejabat pemerintah yang menyimpang dari fungsi-fungsi pemerintahan.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  3. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Dilema, ambivalen, munafik, komplikasi, paralogis, antinomi, dan anomali adalah lawan dari identitas, yamg merupakan suatu ketidaksesuaian atau penyimpangan. Semakin tinggi ilmu, status, dan kekuasaan yang kita miliki, menyebabkan kita akan dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang bisa mengakibatkan dilema, ambivalen, kontradiksi, munafik, komplikasi, paralogis, antinomy ataupun anomali. Oleh karena itu dalam memilih pilihan kita harus menggunakan akal, pikiran dan hati nurani serta memohon kepada Allah SWT agar ditunjukkan jalan yang benar dan yang diridhoi oleh Allah SWT.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  4. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Setiap dikehidupan manusia selalu terbayangi oleh dilema, ambivalen, kontradiksi, munafik, komplikasi, paralogis, antinomy dan anomali. Kehidupan di dunia ini tidaklah selamanya seperti apa yang kita lihat. Sesungguhnya banyak sekali hal yang sebenarnya tidak seperti apa yang kita lihat. Banyak penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri tanpa mereka sadari padahal itu sangat merugikan diri sendiri dan bahkan orang lain. Maka dari itulah kita selalu memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  5. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    sebenar-benar hidup adalah pilihan, manusia akan menjadi apapun tergantug pada pilihan masing-masing. hidup ibarat rel kereta, rel bisa melintasi apa saja, kadang sawah,gunung, jalan raya, kota, desa, dll, manusia ingin melihat pemandangan hidup dari posisimana dan melalui jendela mana pun tergantung pada diri. maka segala hal yang dialami dan dilalui, susah senang, baik buruk, tinggi rendah, jujur bohong, juga dalah pilihan manusiaitu sendiri. maka sebenar-benar manusia adalah yang tidak menuduh dan menimpakan kesalahan pada takdir atas apa yang telah ia lalui, karena semua itu adalah pilihan dalam hidup yang penuh kontradiksi.

    ReplyDelete
  6. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Korupsi merupakan sebuah penyakit yangn dapat mengancam kelangsungan negara. Diibaratkan korupsi adalah air keruh yang akan mengalir dan mengotori lingkungan di sekitarnya. Jadi yang harus dilakukan, jadilah pribadi yang bersih jika diri kita memiliki hati yangn sebersih air bening mengalir lingkungan kita juga akan jernih.

    ReplyDelete
  7. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Seperti pagar makan tanaman, diminta menjaga tetapi dirusak. Dipilih jadi pemimpin untuk mengadili tetapi justru diadili karena kepemimpinannya. Kepemimpinan yang anomali.

    Hidup memilki elemen Baik dan Buruk. Elemen Benar dan Salah. Perbuatan yang Baik disikapi dengan Benar hasilnya akan Positif. Perbuatan Baik jika disikapi dengan Salah hasilnya akan menjadi Negatif. Dan perbuatan yang Buruk disikapi dengan Benar hasilnya akan Positif. Perbuatan Buruk jika disikapi dengan Salah hasilnya akan menjadi Negatif-Negatif. Kerananya sangat penting memahami apa yang Baik dan Buruk, serta Benar dan Salah. Hidup seseorang tidak mampu menghilangkan elemen kehidupan, tetapi seseorang mampu bersikap terhadap kehidupannya.

    ReplyDelete
  8. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Bangsa ini tengah dilanda anomali. Dimana- mana kita dapat melihat anomali. Banyak politisi yang bilang akan memberantas korupsi tetapi ketika sudah menjabat justru korupsi. Ingin membangun kawasan mewah tetapi justru merusak pantai- pantai yang ada. Masyarakat yang sehat tetapi sakit nuraninya. Banyak juga fenomena di sekotar kita guru yang harusnya mendidik siswa malah cabul. Mahasiswa yang seharusnya membuat perubahan justru tawuran. Para penegak hukum yang justru melanggar hukum. Kaya harta tetapi miskin nurani, miskin ilmu. Dan masih banyak anomali- anomali yang kita lihat di sekitar kita.

    ReplyDelete
  9. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Anomali adalah penyimpangan dari keadaan yang normal. Dilema, ambivalen, kontradiksi, munafik, komplikasi, paralogis, dan antinomi adalah jalan menuju anomali yang berupa penyimpangan dari keadaan normal, atau keadaan yang benar. Anomali yang dipaparkan pada elegi ini seperti sebuah gambaran yang telah terjadi di Indonesia, keadaan yang menyimpang dari fungsi sesungguhnya, semoga dengan ini menjadi teguran keras bagi bangsa Indonesia untuk memperbaiki diri.

    ReplyDelete
  10. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Menurut Imanuel Kant, satu diantara prinsip di dunia ini adalah kontradiksi. Sebab itu, kontradiksi tidak bisa dihindari di kehidupan kita sehari-hari sehingga munculnya dilema, ambivalen, munafik, komplikasi, paralogis, antinomi, dan anomali pun tak bisa dihindari. Sebagai contoh sifat manusia yang biasa dijumpai yaitu menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah. Hidup adalah tentang memilih. Untuk itu, pilihlah segala sesuatu dalam hidup dengan bijak agar tidak merugi.

    ReplyDelete
  11. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Korupsi, Kolusi, Suap, Pungli, sungguh rumit sekali. Padahal jika kita lihat banyak sekali masyarakat yang melakukan korupsi. Bukan korupsi uang namun korupsi waktu, korupsi hal-hal kecil lainnya. Jika kita lihat, kehidupan ini adalah kontradiksi, anomali yang tidak bisa dihindari. Kembali lagi pada pribadi masing-masing untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan untuk menghindarkan perilaku kita pada anomali dan kontradiktif.

    ReplyDelete
  12. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dalam kehidupan, kita selalu menjumpai adanya kontradiksi. Dilema, ambivalen, munafik, komplikasi, paralogis, antinomi dan anomali selalu muncul dalam kehidupan yang penuh dengan pilihan. Semakin tinggi ilmu yang kita miliki, maka semakin banyak pilihan yang bisa kita pilih, semakin rumit pula tuntutan bahkan semakin komplikasi masalah yang kita temui namun ada yang harus selalu dijaga yaitu hati. Semakin tinggi ilmu jangan sampai hati juga semakin tinggi sehingga mampu bersikap munafik tidak jujur menjalani hidup.

    ReplyDelete
  13. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Hidup itu memang rumit, elegi diatas ini menggambarkan betapa rumitnya hidup. Seseorang ingin berbuat baik, tetapi harus dengan cara yang kurang baik. Itulah yang dimaksud bahwa hidup ini penuh dengan kontradiksi. Satu-satunya jalan adalah semua manusia harus selalu mendekatkan diri kepadan penciptanya agar dapat membangun dunia yang humanis.

    ReplyDelete
  14. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Elegi di atas mencerminkan kehidupan saat ini. Banyak sekali kontradiksi, anomali, kemunafikan yang ada. Sulit membedakan mana yang sebenar-benarnya baik dan yang sebenar-benarnya buruk, yang fakta dan yang pura-pura, seoalh-olah hidup ini sandiwara.
    Intinya, sebaiknya manusia itu kembali intropeksi diri bahwa setiap manusia yang diciptakan di dunia ini merupakan khalifah. Menentramkan bumi(dan seisinya) bukan merusak, mengamankan bumi (dan seisinya) bukan membahayakan.

    ReplyDelete
  15. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Sebenar-benarnya hidup adalah kompleks sehingga situasi-situasi seperti dilema, ambivalen,munafik, komplikasi, anomali, dst.sering kita jumpai entah berdasarkan pengalaman yang berasal dari diri sendiri atau berdasarkan pengamatan pada orang lain. Anomali adalah suatu keganjilan, keanehan atau penyimpangan dari keadaan biasa/normal. Di Negara kita sedang dilanda berbagai anomali misalnya dengan begitu banyak pemimpin yang melakukan perilaku menyimpang dengan memanfaatkan kekuasaannya untuk mengambil keuntungan lebih misalnya dengan melakukan korupsi,kolusi, dan nepotisme.Oleh karena itu diperlukan kesadaran bersama dari setiap elemen bangsa untuk bersama-sama membangun Negara kita kea rah yang lebih baik

    ReplyDelete
  16. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Di dunia ini tidak ada yang tetap, di dunia ini pula tidak ada yang berubah. Sebenar-benar diriku tidak akan pernah bisa menyebutkan semua perbedaan antara aku dan yang lain. Karena orang itu sifat, sifat selalu berubah. Aku yang tadi berbeda dengan aku yang sekarang. Bahkan berbeda pula dengan aku yang nanti. Demikian juga orang lain pun begitu. Dulu jelas beda dengan sekarang. Dulu baik, sekarang buruk, mungkin saja. Dulu jahat sekarang baik, juga mungkin. Kadang juga kontradiksi perubahan yang terjadi, maka agar perubahan yang terjadi selalu positif, maka perlu kita meneguhkan hati dan pikiran agar selalu pada jalan yang benar. Maka dalam mencari ilmu itu juga begitu, perlu adanya keikhlasan hati dan pikiran dalam menuntut ilmu agar kita tidak terjerumus pada kehidupan yang semakin rumit dan kejam.

    ReplyDelete
  17. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Salah satu anomali yang terjadi di dunia pendidikan saat ini adalah ingin mencerdaskan kehidupan bangsa tetapi menggunakan cara yang tidaklah sesuai. Seperi halnya dengan memberlakukan Ujian Nasional. Tujuan dari pembelajaran seharusnya agar siswa mengerti konsep dari materi yang mereka pelajari, namun dengan adanya UN siswa menjadi hanya mengejar nilai UN dnegan cara instant tanpa mengetahui konsep dasar dari apa yang mereka pelajari.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  18. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Sejatinya, pemimpin tertinggi bangsa ini telah meniatkan semua programnya untuk kebaikan semua warga bangsa. Namun, dalam implementasi, para pembantu presiden, nampaknya -akibat situasi di lapangan yang sudah carut marut sejak lama- sulit mengimplementasikan. Akibatnya, program yang baik dan belum diwujudkan, justru berbalik menjadi amunisi para penggeruk untuk menyedot kekayaan bangsa ini.
    "Indonesia aneh? Boleh jadi. Anomali? “Bangsa ini sebuah paradoks, kejanggalan, anomali, suatu gejala yang tidak masuk akal. Bangsa yang kaya raya dan punya sumber alam yang luar biasa, tetapi rakyatnya miskin,” ~ Prabowo Subianto

    ReplyDelete
  19. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Manusia hidup sejatinya dalam anomali, karena anomali ini adalah sejatinya juga merupakan kodrat manusia itu sendiri yaitu manusia yang tidak akan pernah lepas yang namanya kontradiksi. Maka anomali itu juga sejatinya kontradiksinya manusia. Lebih lanjut lagi bisa dikatakan bahwa kontradiksi itu adalah mencirikan sebenar-benarnya manusia sehingga manusia tanpa kontradiksi itu bukanlah manusia. Maka karena manusia itu dinekali hati dan pikiran sehingga dengan bekal ini manusia dalam menjalani kehidupan yang rentan dengan anomali/kontradiksi diharapkan mampu untuk berfikir kritis dalam bersintesis agar bisa menggapai kehidupan yang normal layaknya kurva normal. Karena keharmonisan hidup itu tidak semata ke kanan terus, atau ke kiri terus dll melainkan keseimbangan antara kanan dan kiri.

    ReplyDelete
  20. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Anomali dapat dimaknai sebagai sesuatu yang tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Berbagai macam anomali dalam hidup membuat hidup terasa lebih rumit. Anomali tersebut menghalangi kita untuk bertindak sebagaimana mestinya sesuai aturan Tuhan. Jika apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan aturan Tuhan, maka kita sendiri lah yang akan merasa hidup kita begitu rumit. Padahal Tuhan telah menyediakan pilihan, menjadi ta'at atau memilih melakukan anomali. Namun terkadang karena kesenangan sesaat di dunia, kita lebih memilih melakukan anomali, tanpa memikirkan akibatnya. Dengan demikian, sesungguhnya kita sendiri lah yang membuat kerumitan tersebut karena kita tidak patuh pada tuntunan Tuhan.

    ReplyDelete
  21. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Kehidupan merupakan hal yang kompleks. Didalam kehidupan manusia memiliki banyak pertanyaan, pernyataan, perbuatan, pilihan-pilihan dan lain sebagainya sehingga banyak menimbulkan kerumitan. Dilema, ambivalen, kontradiksi, munafik, komplikasi, paralogis, antinomi, anomali adalah bagian dari kerumitan kehidupan dari dunia nyata yang merupakan bayangan-bayangan dari prinsip dunia idea. Oleh karena itu diperlukan pedoman dalam menjalani kehidupan dunia nyata ini yaitu jalan yang lurus yang di ridhoi Allah. Maka gunakanlah hati yang ikhlas dan bersih untuk kejalan yang lurus tersebut.

    ReplyDelete
  22. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Hidup adalah sebuah pilihan yang terangkai terus menerus. Beratnya pilihan dan belum jelasnya masa depan, kerapkali kita berada dalam kepesimisan dan kebimbangan. Dalam hidup kita akan bertemu dengan dilema, ambivalen, kontradiksi, munafik, komplikasi, paralogis, antinomy dan anomali. Namun, tidak perlu khawatir, kita tidak perlu risau dengan masa depan kita, yang terpenting adalah kita harus selalu berdoa dan berikhtiar untuk membuat pilihan yang terbaik tanpa merugikan orang lain.

    ReplyDelete
  23. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Dalam hidup manusia pastinya selalu ada yang pro dan kontra. Itu yang selalu menjadi pertentangan di kalangan manusia. Hal ini juga yang membuat dilema, kontradiksi, dan anomali. Oleh karena itu kita harus dapat memahami kehidupan dengan bijak. Harus menggunakan pikiran yang jernih dan hati yang ikhlas apabila akan menentukan sesuatu hal agar kelak mencapai hasil yang maksimal dan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Namun terkadang karena kesenangan sesaat di dunia, kita lebih memilih melakukan anomali, tanpa memikirkan akibat yang harus ditanggung. Dengan demikian, sesungguhnya kita sendiri lah yang membuat kerumitan tersebut. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berdoa dan meminta pertolongan dari Allah SWT agar kita dapat terhindar dan tidak terjebak dari segala anomali yang ada di dalam kehidupan kita. Kita harus selalu ikhlas dan bersyukur kepada Allah SWT agar hidup kita menjadi nyaman dan tenteram.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  24. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Segala sesuatu ketika masih terikat ruang dan waktu tentunya pasti akan bertemu dengan sikap anomali, kontradiksi, antimoni dan sebagainya. Mengapa demikian, karena hidup ini kita hanya berikhtiar, namun takdir tetap Allah yang menentukan. Namun ada yang perlu diingat, yakni barang siap yang menanam kebaikan, maka nantinya pasti akan tumbuh kebaikan, dan barang siapa yang menanam keburukan maka nantinya akan mendapatkan keburukan pula. Setelah itu maka setiap makhluk akan mendapatkan balasannya masing-masing meskipun seberat dzarrah.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Anomali adalah keadaan di atas normal. Keadaan di luar normal. Keadaan di bawah normal. Namun tidak bisa dibilang keadaan di dalam normal. Karena di dalam normal berarti dia masih dalam ruang lingkup.
    Kehidupan ini kadang kita ingin di dalam normal namun tidak bisa terus seperti itu. Banyak yang harus kita pikirkan demi hidup kita. Banyak kontradiksi dan ketidakpastian. Hidup ini penuh dengan ambigu dan ketidakpastian akan sesuatu.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id