Mar 7, 2011

Elegi Wawancara Imaginer Dengan Direktur Pabrik Manusia Inhuman




Oleh Marsigit

Wartawan Lepas:
Selamat siang Bapak. Perkenankanlah saya wartawan lepas, mohon perkenan Bapak apakah saya boleh melakukan wawancara. Apa sebetulnya pekerjaan pokok Bapak?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Hemm..inilah memang sudah ditakdirkan. Aku ditakdirkan untuk mengelola pabrikku untuk memproduksi manusia inhuman.

Wartawan Lepas:

Sejak kapan Bapak mengelola Pabrik Manusia Inhuman ?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Sejak jaman awal hingga akhir jaman.

Wartawan Lepas:
Seberapa besar pabrik itu dan dia berlokasi di mana saja?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Pabrik itu ada yang besar ada pula yang kecil. Adapun lokasinya ada di mana-mana?

Wartawan Lepas:
Saya kurang begitu paham? Bolehkan Bapak menjelaskan lebih lanjut?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Pabrik Manusia Inhuman itu ada yang kongkrit, ada yang abstrak, ada yang besar, ada yang kecil, ada yang di luar, ada yang di dalam, ada yang mandiri, dan ada yang sistemik, ada yang berada di dalam hati, dan ada pula yang berada di dalam pikiran.

Wartawan Lepas:
Supaya saya bisa mengenali pabrik itu labih lanjut, apakah kira-kira ciri-ciri umumnya?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Ciri-ciri umum Pabrik Manusia Inhuman adalah memproduksi manusia inhuman. Tetapi dia juga bisa berupa manusia inhuman itu sendiri.

Wartawan Lepas:
Apakah sebenarnya yang disebut manusia inhuman?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:

Manusia inhuman adalah manusia yang akan menuju, atau sedang dalam proses awal, atau sedang dalam proses tengah, atau sedang dalam proses akhir , atau sudah jelas pasti kehilangan nuraninya.

Wartawan Lepas:
Bagaimana anda mendefinisikan “kehilangan nuraninya” dan apa ciri-cirinya.

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Kehilangan nurani bisa terjadi pada seseorang, bisa terjadi pada keluarga, bisa terjadi di kantor, bisa terjadi pada kelompok orang, bisa terjadi pada bangsa-bangsa, bisa terjadi pada waktu lampau, bisa terjadi pada waktu sekarang, bisa terjadi pada waktu yang akan datang, atau bahkan bisa terjadi pada seluruh manusia pada jamannya. Kehilangan hati nurani bisa bersifat implisit bisa bersifat eksplisit, bisa bersifat langsung bisa bersifat tak langsung. Kehilangan hati nurani bisa disadari, bisa tidak disadari, bisa simtomatik, bisa hanya gejala, bisa tidak teratur, bisa teratur, bisa sementara, bisa permanen, bisa ketagihan, bisa tidak berdampak, bisa hanya berdampak pribadi, bisa berdampak kepada orang lain, bisa berdampak secara sistemik, bisa berdampak hanya urusan dunia, tetapi bisa berdampak sampai urusan akhirat.

Wartawan Lepas:
Kenapa anda musti harus membuat pabrik?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Manusia inhuman itu bisa diproduksi oleh diri sendiri atau dari faktor internal, tetapi yang lebih banyak lagi adalah mereka diproduksi oleh unsur-unsur dari luar. Maka semuanya itulah bangunan pabrikku.

Wartawan Lepas:
Bilamana manusia inhuman diprodusksi oleh diri sendiri dan bilamana diproduksi dari unsur luar?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Manusia inhuman diproduksi oleh diri sendiri jika subyek diri sekaligus menjadi obyek diri. Maksudnya adalah bahwa seseorang bisa menjadi inhuman disebabkan oleh karena potensinya, kesadarannya, pikirannya, hatinya, keinginnannya, tabiatnya, perkataannya, kemampuannya, pekerjaannya, pergaulannya, kedudukannya, jabatannya, tugas-tugasnya, atau ikhtiarnya. Manusia yang demikian aku sebut sebagai Manusia Inhuman Primer. Manusia inhuman diproduksi oleh unsur luar jika subyek atau obyek luar berpengaruh terhadap subyek atau obyek individu sehingga terciptalah Manusia Inhuman Primer. Maka manusia inhuman yang diproduksi oleh unsur luar saya sebut sebagai Manusia Inhuman Sekunder.

Wartawan Lepas:
Apakah ciri-ciri manusia yang telah kehilangan nuraninya?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Manusia yang telah kehilangan hati nuraninya adalah manusia yang mengalami disorientasi atau disharmoni nurani. Istilah lain dari disorientasi nurani adalah kacaunya hati, kacaunya pikiran, kacaunya badan, kacaunya subyek, kacaunya obyek, kacaunya kegiatan, kacaunya konsep, kacaunya istilah, kacaunya jargon, kacaunya petunjuk, kacaunya perintah, kacaunya harapan, kacaunya cita-cita, kacaunya ibadah, kacaunya doa, kacaunya laporan, kacaunya jadwal, kacaunya hubungan, kacaunya komunikasi, kacaunya tanda, kacaunya etika, kacaunya estetika, kacaunya logika, kacaunya organisasi, kacaunya peraturan, kacaunya undang-undang, kacaunya struktur, kacaunya tata-tertib, kacaunya kata-kata, kacaunya bahasa, kacaunya tata-krama, kacaunya penglihatan, kacaunya identitas, kacaunya cerita, kacaunya pola, kacaunya landasan, kacaunya sifat-sifat, kacaunya subyak, kacaunya obyek, kacaunya predikat, kacaunya tujuan, kacaunya ketentuan, kacaunya kriteria, kacaunya keadilan, kacaunya sejahtera, kacaunya pendengaran, kacaunya lembaga, kacaunya institusi, kacaunya pemerintahan, kacaunya kabinet, kacaunya bangsa, kacaunya negara, kacaunya generasi, kacaunya jaman, kacaunya ruang dan kacaunya wakt, kacaunya diri, kacaunya material, kacaunya formal, kacaunya spiritual dan kacaunya nurani.

Wartawan Lepas:
Bolehkan saya mewancarai anggota-anggota Bapak?

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Boleh. Wahai para Pabrik Manusia Inhuman dan Para Manusia Inhuman, khususnya yang besar-besar kesinilah. Kepada wartawan ini, jelaskan identitasmu dan uraikan apa tugas dan fungsimu.

Syaetan:
Kenalkanlah aku adalah syaetan. Aku telah memohon kepada Allah SWT agar mengijinkanku mendirikan pabrik untuk menghasilkan manusia-manusia durhaka. Tujuanku adalah untuk membalas sakit hatiku kepada Adam dan keturunannya, karena gara-gara dia aku menjadi terkutuk selamanya. Maka fungsi dari pabrikku adalah menggoda anak cucu Adam agar ingkar kepada Tuhan. Ketahuilah bahwa diantara yang besar-besar maka pabrikku itulah yang paling besar.

Wartawan Lepas:
Wahai syaetan, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah inhuman sekaligus pemroduksi Pabrik Manusia Inhuman.

Qabil:
Aku sangatlah marah karena Allah SWT hanya menerima kurban dari saudaraku Habil. Aku telah memohon kepada Allah SWT agar mengijinkanku mendirikan pabrik untuk membunuh Habil. Tujuan dari pabrikku adalah untuk membalas demdam terhadap saudaraku dan membunuhnya. Maka fungsi dari pabrikku adalah untuk menampung orang-orang sesudahku yang menginginkan menirukan jejakku

Wartawan Lepas:
Wahai Qabil, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Umat Nabi Nuh A.S. Ingkar:
Kenalkan aku adalah para umatnya Nabi Nuh A.S. Aku telah mengajak umat Nabi Nuh A.S agar mengingkari perintah dan petunjuknya. Sloganku berbunyi “ Hai Nuh! Sesungguhnya engkau telah mengajak berdebat dengan kami. Banyak benar debatanmu itu. Cobalah engkau datangkan kepada kami siksaan yang engkau janjikan pada kami itu, jika sekiranya engkau orang yang benar”.

Wartawan Lepas:
Wahai umat Nabi Nuh A.S. yang ingkar, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah umat Nabi Nuh yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Umat Nabi Hud Ingkar:
Hai Hud! Tiada engkau mendatangkan kepada kami suatu keterangan, sebab itu kami tidak suka meninggalkan tuhan kami dengan semata-mata perkataan engkau itu saja, dan tiadalah kami percaya kepada engkau.

Wartawan Lepas:
Wahai umat Nabi Hud yang ingkar, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah umat Nabi Hud yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Umat Nabi Luth Ingkar:
Aku adalah kaum homo, maka tantanganku kepada Nabi Luth “Datangkanlah siksaan Allah itu hai Luth, jika sekiranya engkau orang yang benar”. Maka telah aku bangun pabrik untuk menampung pengikutku.

Wartawan Lepas:
Wahai umat Nabi Luth yang ingkar, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah umat Nabi Luth yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Abu Lahab:

Apakah ini gunanya engkau himpunkan kemi kesini? Celaka engkau Muhammad, jahat sungguh perbuatan dan perkataanmu itu.

Wartawan Lepas:
Wahai Abu Lahab, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Zpinoza-Syeikh Siti Jenar:
Jika rajamu ingin memanggil aku, minta ijin dulu kepada tuhan, karena aku adalah tuhanmu. Jika engkau ingin minta ijin kepada tuhan, permisilah dahulu kepadaku, kerena tuhanmu adalah aku.

Wartawan Lepas:
Wahai Zpinoza-Syeikh Siti Jenar, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Neo Pragmatis dan Neo Kapitalis:
Aku tak peduli apa itu nurani. Yang aku peduli adalah yang nyata , yang tampak, yang bermanfaat, yang praktis, yang produktif, yang ekonomis, yang efektif , yang efisien, yang kontemporer , yang kekinian serta yang untuk keperluan mendatang.

Wartawan Lepas:
Wahai Neo Pragmatis dan Neo kapitalis, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Dajal:
Wahai ciptaan tuhan semuanya tanpa aku pilih-pilih. Engkau sadar atau tidak sadar tidaklah penting bagi diriku. Bagi diriku maka yang penting adalah kenyang perutku. Setiap saat aku harus mampu memangsa sebanyak-banyaknya dirimu. Diriku adalah seekor dajal. Definisiku adalah makhluk yang penting berbeda dengan dirimu. Aku harus beda dengan dirimu agar aku tetap menjadi dajal. Tetapi anehnya aku harus memaksamu supaya sama dengan diriku agar aku bisa memangsa dan menelanmu. Maka jika engkau telah sama dengan diriku maka hanya dirikulah yang berhak ada, sedangkan dirimu tidak aku perbolehkan untuk ada. Setelah itu maka hanya dirikulah yang ada di dunia ini. Tetapi anehnya aku harus memerlukan yang berbeda dengan diriku agar aku bisa tetap makan. Maka sebenar-benar diriku adalah jelmaan syaetan yang telah mampu menciptakan kemunafikan dalam hati dan menciptakan sistem yang harus memangsa sistem-sistem yang lain.

Wartawan Lepas:
Wahai Dajal, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pabrik Manusia Inhuman Kecil dan Para Inhuman Kecil Protes:
Wahai Bapak Direktur janganlah engkau bertindak aniaya terhadap kami. Walaupun kami relatif kecil, tetapi kami juga bisa mempunyai dampak yang besar. Maka saya ingin agar engkau memberi waktu pula kepada kami untuk mengenalkan diri kami dan menyampaikan keadaan kami.

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Oh silahkan.

Pemerintah Kehilangan Jati Diri:

Aku memang agak sulit menemukan pola kehidupan masyarakat bangsaku dan masyarakat dunia. Fenomena begitu cepatnya datang dan pergi silih berganti. Kehidupan masyarakat menjadi semakin rumit saja, sementara berbagai macam tuntutan begitu banyak menggunung. Dari pada pusing-pusing memikirkan ideal lebih baik menangani dan mengembangkan program-program yang praktis. Kalau perlu buat saja program populis yang bisa menghibur rakyat sementara. Sementara diriku didera persoalan-persoalan politik dan isu-isu yang menggoyang. Maka apapun yang terjadi, prioritas diriku adalah menyelamatkan pemerintahanku. Aku mengakui bahwa memang ada korupsi, kolusi dan nepotisme. Tetapi itu semua sulit diberantas karena sifat dari jamannya. Tentang pergaulan dengan negara-negara lain aku memilih “tidak bebas dan tidak aktif” agar selamat.

Wartawan Lepas:
Wahai Pemerintah yang kehilangan jati diri, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah pemerintah yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pemimpin Kehilangan Jati Diri:
Wahai aku adalah pemimpin. Terserahlah anda sebut aku sebagai pemimpin lembaga, institusi, sekolah, universitas, pabrik atau apalah. Tetapi kedudukanku sebagai pemimpin itulah yang menyebabkan aku sering disebut sebagai pabrik manusia. Aku menginginkan lembaga atau institusiku berjalan sempurna dan selalu memperoleh prestasi gemilang. Saking gemilangnya pencapaian sehingga kepemimpinanku seakan telah merasuk ke lubuk semua unsur yang aku pimpin. Dikarenakan tuntutan dan kompetisi yang semakain ketat maka aku menerapkan standard kinerja yang terbaik dan yang the best lah yang ada. Kalau perlu semua unsur-unsurku harus menyurahkan kepada lembagaku yang aku pimpin dengan segenap tenaga dan pikirannya setinggi-tingginya, sebesar-besarnya, semaksimumnya, sedalam-dalamnya, sehebat-hebatnya, tidak aku batasi. Aku tidaklah terlalu peduli dengan keluarga para pegawaiku. Kalau perlu semua mereka juga mengerahkan segenap daya dan tenaganya untuk kejayaan lembaga yang aku pimpin. Oh lembagaku..lembagaku..engkau telah menjadi miliku.

Wartawan Lepas:
Wahai Pemimpin yang kehilangan jati diri, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pendidikan Kehilangan Orientasi:
Wahai aku adalah pendidikan kehilangan orientasi. Sebagai sistem pendidikan aku berusaha realistis terhadap keadaan dan berpikir praktis, langsung, cepat kalu perlu instant. Sloganku adalah laskar, maka dengan slogan laskar pendidikan tanpa batas aku berusaha mengerahkan segenap unsur-unsur semua tanpa kecuali harus berpikiran yang sama dengan diriku untuk menyambut kedatangan para neokapitalisme, neopragmatisme, neomaterialisme dan neohedenisme. Karena aku berpikir praktis maka aku menyadari tidaklah kita mampu membendung atau melawan neo-neo itu. Oleh karena itu dari pada kita mati terlindas lebih baik kita kompromi saja. Kalau perlu apa salahnya kita membuka cabang atau bahkan menjadi seperti mereka. Jika kita juga bisa menjadi neokapital, neopragmatis dan neohedonism di negara sendiri, maka keuntungan sudah di depan mata. Maka semua pendidikan harus memikirkan kompetisi global, harus link-and–match dengan pabrik tanpa kecuali. Maka semua sekolah, dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, akan saya transformasikan menjadi SMK. Semua nilai lokal harus berstandar internasional. Semua aspek seni budaya jangan sok nyeni dan mbudaya, kemaslah dirimu semua dalam wadah neokapitalisme. Tiadalah artinya seni dan budaya itu kalau tidak laku jual. Gunakan jargon-jargon yang menarik pasar global. Gunakan istilah "teknik" didepan apapun, teknik menyani, teknik menari, teknik memasak, teknik seni, teknik rupa, teknik lahir, teknik mati, tekni..apapun. Semua orang, semua warga, baik yang hidup, mati, bernyawa, atau bahkan para arwah harus waspada terhadap persaingan global. Yang belum lahir pun perlu diwarning. Kita akan siapkan Un bagi para bayi yang baru lahir, agar dapat mengetahui kriteria bayi bertaraf internasional. Kalau perlu anak yang masih dalam kandunganpun aku suruh untuk melatihnya dan di drill agar kelak kalau lahir mampu mengerjakan UN.

Wartawan Lepas:
Wahai pendidikan yang kehilangan orientasi, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah pendidikan yang inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Guru Kehilangan Orientasi:
Aku adalah guru kehilangan orientasi. Bagiku ngajar itu gampang sekali kok. Aku telah mengajar puluhan tahun, maka aku sudah apal, tak perlu catatan, tak perlu rpp, tak perlu alat bantu tak perlu yang macam-macam. Tetapi aku harus menyesuaikan dengan pemerintah yang kehilangan orientasi. Aku harus mempersiapkan siswa-siswaku menempuh UN. Maka sejak kelas satu, dua, dan tiga setiap hari aku hanya latihan UN saja, kalau perlu aku menyewa tentor bimbel. Ngapain muluk-muluk mengembangkan metode pbm dan inovasi pbm, ah itu hanya omong kosong, malah menghabis-habiskan energi, pemborosan dan bertele-tele. Malah aku sekarang sedang berpikir sengan segala cara bagaimana ya agar semua siswa-siswaku dapat lulus semua. Itulah setinggi-tinggi dharma bhaktiku kepada Sekolah, masyarakat dan negara yaitu menghantarkan semua siswaku lulus UN. Perkara caranya siap tahu?

Wartawan Lepas:
Wahai guru kehilangan orientasi, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pekerja:
Aku adalah seorang pekerja. Gajiku tidaklah begitu besar. Maka agar ekonomi keluargaku dapat dipenuhi, saya selalu kerja lembur, kalau perlu kerja jauh sampai berhari-hari. Kadang-kadang aku sampai melupakan keluargaku. jangankan keluargaku, sedang diriku sendiri saja kadang-kadang sampai jatuh sakit. Tetapi aku tidak mempunyai pilihan. Maka semua itu aku lakukan demi penghasilan keluargaku.

Wartawan Lepas:
Wahai pekerja, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Pengangguran:
Aku adalah seorang pengangguran. Aku tidak mempunyai pekerjaan tetap. Tetapi bahwa setiap hari aku harus makan itu pasti. Maka kadang-kadang aku harus melakukan pekerjaan yang haram, bahkan kadang-kadang juga kriminal. Tetapi aku tidak mempunai alternatif lain. Aku harus melakukannya.

Wartawan Lepas:
Wahai pengangguran, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Semuanya:
Wahai wartawan, sekarang aku juga ingin bertanya siapa sebenarnya dirimu itu.

Wartawan Lepas:
Aku adalah wartawan lepas. Pekerjaanku memburu berita. Jika ada berita baik dan laku dijual, kemanapun aku kejar. Aku tidak menghitung waktu dan biaya. Yang penting aku mendapat berita besar. Kalau perlu aku juga harus melupakan keluargaku.

Semuanya:
Wahai wartawan, kalau begitu, maka sebenar-benar dirimu adalah manusia inhuman sekaligus Pabrik Manusia Inhuman.

Wartawan Lepas:
Oh..oh ba..Bapak Direktur..mengapa aku ternyata juga telah menjadi manusia inhuman.

Direktur Pabrik Manusia Inhuman:
Oh.hoh.hoh...wartawan..wartawan...maka janganlah sok suci engkau itu. Gayamu sok meneliti dan mewawancarai. Padahal dirimu juga ternyata terbukti adalah manusia inhuman. Maka sebanyak-banyak bahkan jika semua wargaku engkau wawancarai maka kesimpulannya mereka semua adalah manusia inhuman. Itulah manusia pada jaman sekarang dimana aku tengarai mereka semua telah pasti menuju menjadi manusia inhuman. Oleh karena itu maka tepatlah kiranya langkahku ini untuk mengantisipasi apa kiranya yang terjadi. Sebelum orang lain menyadarinya, maka aku telah mengangkat diriku sendiri sebagai Direktur Pabrik Manusia Inhuman. Itulah sebenar-benar diriku, tidak perlu engkau wawancara, aku sudah jelas-jelas direkturnya para Pabrik Manusia Inhuman dan para Manusia Inhuman. Dan tentulah maka aku dengan sendirinya haruslah Inhuman. Baru tahu elo...inilah perjuangan panjangku menipu dan memperdaya anak cucu Adam..ihih..hih...hampir berhasil aku...

27 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Manusia inhuman adalah manusia yang kehilangan hati nuraninya untuk berkasih sayang, bertoleransi, berempati, takut dengan Tuhan. Manusia-manusia seperti itulah yang sekarang sudah terjadi, manusia indivdualis yang membanggakan kemodernitas di atas segala-galanya. Mereka menganggap bahwa berdoa, beribadah, bersedekah adalah gayanya kaum tribal. Merka menganggap berbuat baik tidak ada gunanya karena dunia ini kejam. Padahal jika mereka percaya Tuhan, maka mereka menyadari bahwa manusia di dunia ini dapat hidup berpasangan, berdampingan, selaras, dan damai karena kasih sayang, empati, rasa takut akan murka Tuhan, dan rasa terimakasih atas karunianya.

    ReplyDelete
  2. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Manusia inhuman yang dimaksudkan dalam elegi ini merupakan seseorang yang bersifat tidak manusiawi atau sudah kehilangan hati nuraninya. Maksudnya yaitu seseorang tesebut telah mengalami kekacauan dalam pikiran, hati maupun spiritualnya. Hal tersebut tidak lain dan tidak bukan dikarenakan para syaitan sedang bercokol dalam hati dan pikiran seseorang tersebut. Sudah tugasnya syaitan untuk menggoda dan menghasut seseorang yang memiliki pikiran dan hati yang kacau, tujuannya yaitu agar seseorang tersebut melakukan hal-hal yang buruk dan negatif. Oleh karena itu, hendaklah kita senantiasa mengingat Allah dengan beristigfar dan memohon ampun serta berdoa dengan hati yang ikhlas agar terhindar dari godaan syaitan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  3. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Pada jaman sekarang sudah mulai banyak manusia inhuman. Banyak yang telah kehilangan hati nurani. Hal ini disebabkan karena kita jauh dari rasa syukur dan terlalu sombong untuk intropeksi diri, sehingga merajalela lah manusia inhuman pada era sekarang. Satu yang dapat menghentikan manusia inhuman, kesadaran dari hati yang paling dalam untuk mengingat tujuan kita hidup di dunia ini, untuk apa dan kepada siapa semua ini dipertanggungjawabkan.

    ReplyDelete
  4. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Elegi diatas menjelaskan bahwa manusia inhuman adalah manusia yang telah kehilangan kesadarannya, hati nuraninya dan memiliki 'penyakit' dalam hatinya, pikirannya, ibadahnya, aktivitas tubuhnya, dan sebagainya. Perkembangan teknologi yang semakin memudahkan aktivitas manusia menyebabkan manusia seringkali berpikir instan dan cepat dan tidak sabaran, sehingga perlahan sifat alami manusia terkikis dan kehilangan orientasi akan wadah dan isinya. Setan, iblis dan kawan-kawannya pun tak pernah berhenti menggoda manusia agar menjadi manusia inhuman. Maka langkah kongkret yang dapat kita lakukan untuk menghindari menjadi manusia inhuman adalah dengan memohon ampun atas kesalahan yg telah kita lakukan dan memohon perlindungan Tuhan dari godaan syetan, serta selalu berusaha meningkatkan dimensi hidup kita.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum Wr. Wb
    Manusia inhuman adalah yang sedang menuju, dalam proses awal atau sedang dalam proses tengah atau sedang dalam proses akhir atau sudah jelas kehilangn hati nuraninya. Yang dimaksud kehilangan hati nurani adalah sudah tidak terjadina keharmonisan atau disharmoni nurani. Setiap manusia terancam menjadi manusia inhuman, karena menjadi manusia inhuman itu dipengaruhi oleh diri sendiri dan pengaruh besarnya dipengaruhi oleh unsure-unsur luar. Oleh karena itu agar kita tidak menjadi manusia inhuman maka senantiasalah berdo’a dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  6. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Saat ini banyak sekali kita melihat manusia- manusia inhuman. Yaitu orang- orang sedang menuju, dalam proses awal atau sedang dalam proses tengah atau sedang dalam proses akhir atau sudah jelas kehilangn hati nuraninya. Manusia inhuman disebabkan karena ada syaitan pada dirinya sehingga ia kehilangan hati nuraninya. Karena itulah agar tidak menjadi manusia inhuman kita harus senantiasa membersihkan hati kita dari penyakit- penyakit hati dan senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  7. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Astagfirullohaladzim, ternyata dunia ini penuh dengan manusia inhuman. Semakin maju suatu zaman, godaan dari syaitan, dkk semakin meraja lela. Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Tuhan untuk dihindarkan dari penyakit hati. Selain itu, kita perlu menjaga sikap dan panca indera kita untuk selalu berbuat sesuai dengan aqidah Islam. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita dimanapun kita berada. Amin.

    ReplyDelete
  8. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Manusia inhuman yaitu manusia yang telah kehilangan hati nuraninya. Manusisa tersebut sudah terjebak oleh godaan syaitan yang terus menerus menggodanya. Misalnya di zaman nabi, banyak umat nabi yang melanggar perintah nabinya. Dan mereka tersiksa akibat perbuatan mereka sendri. Zaman yang semakin modern membuat kita akan lupa dalam mengingat Allah sehingga kita terjebak dalam godaan syaitan. Jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang lain dan jangan menjadi seperti manusia inhuman.

    ReplyDelete
  9. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Berdasarkan elegi di atas yang dapat saya maknai tentang manusia inhuman adalah manusia yang telah kehilangan hati nuraninya, hal ini karena sifat kesombongan dan egois manusia yang tak dapat dikendalikan sehingga menganggap bahwa ia dapat mencapai segala-galanya dengan mengandalkan kekuatannya. Manusia inhuman dapat dibentuk dari dalam diri dan luar diri kita, sehingga menjadi manusia inhuman adalah sebuah pilihan. Biarlah kiranya kita mempunyai iman dan percaya sungguh kepada Tuhan YME agar kita menjaga kejernihan hati kita dan tidak diproduksi sebagai manusia inhuman

    ReplyDelete
  10. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dalam elegi ini, manusia yang sudah kehilangan hati nuraninya disebut dengan manusia inhumam. Manusia inhuman ini dapat dibentuk dari dalam maupun dari luar. Bahwa seseorang dapat bisa menjadi inhuman disebabkan oleh karena potensinya, kesadarannya, pikirannnya, hatinya, keinginannya, tabiatnya, perkataannya, kemampuannya, pekerjaannya, pergaulannya, kedudukannya, jabatannya, tugas-tugasnya, atau ikhtiarnya. Jika kita tidak ingin menjadi manusia inhumam, maka hendaknya selalu memperkuat iman dan taqwa, serta membekali diri dengan ilmu yang bermanfaat.

    ReplyDelete
  11. ERFIANA NUR LAILA
    13301244009
    Pendidikan Matematika C 2013

    Manusia adalah makhluk yang memiliki keterbatasan, begitu pula dengan pikirannya, meskipun pikiran manusia begitu luar biasaa saat ia bekerja, namun pikiran manusia juga butuh istirahat dan membutuhkan asupan agar kinerjanya maksimal. Kita sebagai manusia yang menyadari akan hal tersebut, harus bisa merawat dan menjaga pikiran kita agar tidak kelelahan karena memikirkan hal-hal yang berat, ataupun juga jangan sampai berhenti berpikir, kita harus mampu membuatnya seimbang.

    ReplyDelete
  12. Vety Triyana K
    13301241027
    P. Matematika Int 2013

    Manusia Inhuman adalah istilah bagi manusia yang dikatakan lagi bukan manusia karena manusia yang memiliki tipe seperti ini adalah manusia hasil cetakan dari standarisasi yang sangat tinggi sehingga tidak memperhatikan aspek-aspek kemanusiaan. Dengan senantiasa meningkatkan iman dan takwa saya rasa hal tersebut dapat melindungi diri kita untuk terkontaminasi dari manusia inhuman itu sendiri.

    ReplyDelete
  13. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Manurut pemahaaman saya, apa yang didefiniskan oleh Prof.Marsigit tentang manusia inhuman sebagai manusia yang akan menuju, atau sedang dalam proses awal, atau sedang dalam proses tengah, atau sedang dalam proses akhir , atau sudah jelas pasti kehilangan nuraninya, adalah bentuk lain dari manusia yang kehilangan pegangan dan keyakinan.

    ReplyDelete
  14. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Ketika manusia telah kehilangan keyakinan, maka segala hal yang ada dalam hati, pikiran, dan tindakannya adalah manifestasi dari kekacauan yang terjadi dalam keseluruhan entitas dirinya. Manusia adalah kontradiksi yang selalu berada dalam pertarungan dua alam, hati dan pikiran, ditenga2 antara keduanya ada fitrah manusia yang disebut nafsu. Nafsu ini bisa baik bisa buruk, tergantung apakah manusia mampu memgang keyakinannya atau tidak. Manusia yang telah kehilangan keyakinan, maka kecenderungannya akan mengikuti nafsu buruknya. Ketika manusia mengikuti nafsu buruknya, maka sebenar-benar dirinya adalah manusia yang inhuman dan juga bahkan bisa memiliki potensi untuk menjadi pabrik-pabrik manusia inhuman.

    ReplyDelete
  15. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Contoh-contoh yang diberikan oleh Prof.Marsigit di atas mengenai manusia-manusia inhuman dan pabrik manusia inhuman pada dasarnya ada di sekitar kita, bahkan bisa jadi diri kita juga bisa menjadi bagian dari mereka yang dicontohkaan tersebut. Sebut saa perilaku korupsi para politis. Dalam banyak kasus yang bisa kita saksikan di berbagai media, tidak pernah ada pelaku tunggal dalam kasus korupsi, selau dilakukan oleh beberapa orang atau sekelompok orang yang memiliki kepentingan yang sama. Tentu tidak secara serta merta sekelompok orang ini memiliki niat yang sama di waktu dan tempat yang sama. Selalu ada aktor intelektual atas perbuatan korupsi tersebut. Aktor intelektual inilah yang kemudian dalam artikel ini disebut sebagai manusia inhuman dan pabrik manusia inhuman. Dia, selain sudah menjadi bagian dari keburukan sekaligus menebarkan keburukan dengan mengajak kolega-koleganya untukmelakukan keburukan tersebut. inilah sebenar-benarnya pabrik manusia inhuman.

    ReplyDelete
  16. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Arus informasi yang masuk begitu deras juga dapat menjadi sarana dan katalisator untuk menumbuhkembangkan pabrik manusia inhuman. Postingan-postingan dengan berbagaitema dapat kita buka kapan saja dan dimana saja, video-video asusiala dapat ditonton tanpa ada penghalang, fitnah dan asutan-asutan juga dapat disebarkan dengan mudah dan mampu mengubah opini publik dalam tempo yang begitu singkat.
    Manusia-manusia yang sudah kehilangan pegangan dan keyakinan, dan manusia yang selalu mengabaikan hati nurani, akan dengan mudah terbawa oleh arus pabrik manusia inhuman (informasi) tersebut, jadilah mereka manusia inhuman yang sangat berpotensi untuk menjadi pabrik manusia inhuman.
    Oleh karena itu, filter diri berupa keyakinan pada nilai-nilai spiritual harus tetap dijaga dalam hati agar kita mampu melakukan filter terhdap ajakan-ajakan pabrik manusia inhuman yang terkadang nyata dan kadang juga tidaknyata tetapi jelas merasuk ke dalam hati setiap manusia berupa bisikan-bisikan syaetan. Semoga kita menajdi manusia-manusia yang terhaga, amin...

    ReplyDelete
  17. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Dari elegi diatas terkiat InHuman adalah orang yang sudah kehilangan jati diri yang sebenarnya yang disebabkan karena hati nurani yang sudah terkontaminasi oleh hawa nafsu keinginan untuk memiliki segalanya dan kemajuan zaman eperti sekarang ini bisa dikatakan sangat rentan untuk mencetak manusia inhuman yang sebanyak-banyaknya maka dari itu diperlukan kekuatan iman yang kuat untuk menangkal problema seperti ini.

    ReplyDelete
  18. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Elegi di atas menceritakan tentang manusia inhuman yang ada sekarang. manusia inhuman merupakan manusia yang telah kehilangan hati nuraninya, memiliki kekacauan hati pikiran, kenyataan. Manusia inhuman disebabkan karena dirinya sendiri yang mengingikannya atau karena pengaruh dari luar. Godaan setan sangat berperan dalam menciptakan manusia inhuman. Semoga kita dilindungi dari sifat pada manusia inhuman, aminn.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  19. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Hidup adalah sebuah pilihan,jalan yang benar atau salah, kita sendirilan yang akan mempertanggungjawabkan semuanya. Kita harus ingat, bahwa Tuhan telah memberikan pada setiap dari diri kita sebuah pusaka dan radar kebenaran yang bernama Hati Nurani. Bila setiap langkah kehidupan yang kita pilih, selalu menggunakan hati nurani sebagai patokan, maka tiada kesalahan yang akan terjadi. Karena hati nurani adalah juga sebagai tuntunan dari Ilahi menuju kepada kebenaran yang sejati.

    ReplyDelete
  20. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Setan akan terus melakukan segala macam cara untuk mencapai tujuan mereka untuk menggoda umat manusia hingga akhir zaman. Setiap waktu mereka perjuangkan untuk merealisasikan rencana mereka. Bagi mereka waktu sangat berharga untuk membuat manusia sesat walau dalam sesaat. Karena sedikit saja bahkan sedetik saja kita ingkar kepada Tuhan lalu pada saat itu nyawa kita dicabut maka kita akan menjadi teman iblis di neraka.

    ReplyDelete
  21. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Manusia inhuman dalam elegi ini menunjukkan sosok manusia yang tidak memiliki hati nurani yang tidak lagi memikirkan sisi-sisi kemanusiaan dalam dirinya. Ia hanya berpikir bagaimana memberikan keuntungan paa kepentinga pribadi dan selalu berupaya menjatuhkan orang lain. Dewasa ini begiutu banyak manusia menjelma menjadi manusia inhuman yang selalu bangga dengan kesombongannya dan menganggap rendah orang lain. Kondisi ini menjadikan manusia individualis dan sangat jauh dari Tuhannya.

    ReplyDelete
  22. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Manusia inhuman adalah manusia yang akan menuju atau sedang mengalami proses kehilangan nuraninya. Kehilangan nurani yang dimaksud adalah ketika tidak dapat berfikir baik atau buruk tentang sesuatu, atau dapat berfikir baik tetapi tidak menjalankan yang baik, atau dapat berfikir yang buruk tetapi tetap menjalankan yang buruk atau tidak mengetahui yang baik atau yang buruk lagi dan hanya mengikuti hawa nafsunya saja baik itu diterima masyarakat maupun tidak. Kehilangan nurani dapat disebabkan oleh karena potensinya, kesadaranya, hatinya, jabatannya, perkataannya dan ikhtiarnya, kesombongannya, individualis, kapitalisme, hedonism, liberalisme, sekulerisme dan lain sebagainya. Oleh karena itu, berdoa dan berjalanlah sesuai dengan perintah Allah dan Rasulnya agar kembali kejalan yang lurus.

    ReplyDelete
  23. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Manusia inhuman dalam elegi ini ialah manusia yang kehilangan hati nuraninya. Kehilangan hati nurani ini dalam arti seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Maka dapat dikatakan bahwa semua manusia, organisasi, instansi dan seluruh sistem kehidupan pada kehidupan kontemporer ini telah menuju atau menjadi manusia inhuman. Hilangnya hati nurani tersebut dapat disebabkan oleh diri sendiri maupun pengaruh dari luar. Kebanyakan hilang nurani disebabkan oleh diri kita yang tidak mampu mengendalikan pengaruh dari luar. Salah satu pengaruh terbesar ialah pengaruh dari setan. Setan tidak akan pernah berhenti untuk memproduksi produk-produk inhuman. Dalam elegi disebutkan bahwa kehilangan nurani dapat bersifat sementara, maka kita masih memiliki kesempatan untuk dapat mengembalikan nurani kita, yaitu hanya dengan pertolongan Allah SWT.

    ReplyDelete
  24. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Manusia inhuman diproduksi oleh diri sendiri jika subyek diri, sekaligus menjadi obyek diri.maksudnya adalah bahwa seseorang dapat bisa menjadi inhuman disebabkanoleh karena potensinya, kesadarannya, pikirannnya, hatinya, keinginannya, tabiatnya, perkataannya, kemampuannya, pekerjaannya, pergaulannya, kedudukannya, jabatannya, tugas-tugasnya, atau ikhtiarnya.Manusia yang demikian disebutmanusiainhuman primer. Menjadi seorang yang inhuman adalah sebuah pilihan maka dengan memperkuat iman dan taqwa serta mencari ilmu yang bermanfaat bagi seluruh ummat manusia adalah cara yang bisa menjauhkan kita dari inhuman yang terbentuk dari dalam diri dan menjauhi unsure-unsur pembentuk inhuman dari luar dengan menjadi manusia yang berilmu dan bertaqwa maka akan melindungi kita dari hal-hal yang menyebabkan kita menjadi seorang inhuman.

    ReplyDelete
  25. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Pertama saya ingin mengatakan bahwa tidak ada manusia yang sempurna, kedua adalah manusia adalah temapatnya dosa. Maka dalam hal ini untuk menjadi sempurna dimata orang lain adalah hal yang mustahil dilakukan, bahakan saya pun secara tidak sadar telah menjadi manusia inhuman. Namun itu semua wajar-wajar saja karena nantinya semua orang akan mendapatkan balasan atas apa yang dilakukannya, jadi seberapa inhumannya manusia tersebut nantinya tetap akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  26. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Oleh karena itu yang paling penting dilakukan oleh para manusia inhuman seperti kita adalah berdoa dn ikhtiar dalam setiap pekerjaan sehingga akan mendapatkan hasil dan takdir yang maksimal. Berkaitan dengan tidak sempurnanya hasil pekerjaan atau proses pekerjaan kita biarlah Allah yang menilai.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  27. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Manusia inhuman adalah manusia yang tidak memenuhi kodratnya sebagai manusia. Mengingkari Tuhan dan selalu ingin merusak tatanan. Ya Allah semoga saya dan orang-orang di lingkungan saya selalu terlindung dari marabahaya dn kejahatan-kejahatan yang mungkin dilakukan oleh para perusak tatanan. Amin ya robbal 'alamin..
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id