Nov 17, 2014

Elegi Sang Matadara Berusaha Menaklukan Raja-Raja Lokal Dunia Selatan




Oleh Marsigit

Powernow:

Uheh..engkau sang Matadara..sudah menghadap ke haribaanku. Laporkan bagaimana engkau dan prajuritmu memerangi raja-raja lokal dunia selatan!

Matadara:
Ampun tuan dirajaku. Ternyata tidak semudah yang diperkirakan. Saya tidak dapat menggunakan senjata pamungkas yang tercanggih yang telah kita miliki.

Powernow:

Lho kenapa? Lha apa gunanya saya membuat senjata canggih yang begitu modern dan mahal.

Matadara:
Menggunakan senjata pamungkas itu soal mudah, tetapi dampak yang ditimbulkan akan sangat dasyat dan mengerikan. Saya tidak tega melakukannya. Oleh karena itu saya mohon petunjuk tuan diraja?

Powernow:
Hemmm...iya.. Begini ...Matadara..kalau belum bisa menggunakan okol...ya gunakan akal. Gunakan segala macam cara akalmu untuk mengacaukan negeri-negeri selatan. Adu domba antara pemimpin , rakyat, ulama dan umarohnya. Buat berbagai macam hiburan dan fatamorgana yang menarik tetapi membingungkan dan bertujuan. Ciptakan dan tebarkanlah anomali-anomali serta kebingungan-kebingungan baik kepada pemimpinnya maupun kepada wakil-wakil rakyatnya. Manfaatkan keunggulan teknologi untuk mengembangkan teknik dan siasat licikmu. Manfaatkan orang-orang lokal dan gajilah dengan bayaran tinggi. Buat proyek transinternasional hulu hilir agar orang-orang berpotensi di sana merasa hidup dan dihidupi. Dangkalkan spiritual, filsafat dan pedoman hidup. Dampingi dan beri supervisi para pemimpinnya, sehingga para pemimpin mereka tidak cerdas-cerdas amat, tetapi juga tidak culun-culun amat. Yang aku butuhkan dari pemimpin mereka adalah yang serba sedang, agar mampu dan enak di ajak diskusi sekaligus kalau perlu dan sampai saatnya juga bisa ditipu; gitu loh.

Matadara:
Baik tuanku..apakah masih ada cara-cara yang lainnya?

Powernow:

Buat program beasiswa-beasiswa yang kelihatannya netral tetapi mengandung misi yang jelas. Lemahkan potensi-potensi nya. Buatlah program-program training atau pelatihan untuk sosialisasi spiritual, filsafat dan pedoman hidup kita; tetapi mengandung tujuan melemahkan dan menghilangkan spiritual, filsafat dan pedoman hidup mereka. Suaplah para pemimpin-pemimpin yang sekiranya dapat disuap. Rekrutlah para Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani setempat yang tidak terlalu pandai, tidak terlalu kritis, tetapi punya rasa hormat, segan dan kalau perlu punya rasa takut kepadaku. Didiklah mereka hanya mengerti ilmu-ilmu bidang, dan jangan biarkan mereka mempelajari filsafat atau ilmu lain yang hanya akan
mengerti kelemahanku.

Matadara:

Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:

Buatlah MOU-MOU tetapi yang menguntungkan kita. Buatlah kecenderungan hidup berstandar internasional, tetapkan kelayakan dan kepantasan hidup berstandar internasional, permalukan dan eliminasi gaya-gaya hidup lokal. Jika tabiat hidup mereka sudah mulai berubah meniru pola hidup kita, maka ciptakan program atau proyek transinternasional yang mampu menyedot potensi sumber alam mereka. Gunakan segala macam teknologi TV, Radio, Koran, Internet, HP untuk sosialisasi tokoh-tokoh kita, bintang film kita, budaya kita, sehingga menjadi idola mereka. Ciptakan program-program komputer, internet dan teknologi informasi untuk mendominasi tampilan kehidupan kita di tengah-tengah kehidupannya. Jika setiap pagi, siang, sore, malam dan setiap waktu yang mereka lihat adalah budayaku maka lama-kelamaan yang mereka pikir, yang mereka tahu dan yang mereka rasakan seakan yang ada hanyalah budayaku. Buat supaya mereka lupa dan merasa aneh, merasa risih, merasa keki dengan budayanya sendiri. Jika terpaksa maka engkau bisa gunakan kekerasan, tetapi jangan langsung melainkan
menggunakan para pemimpinnya.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:

Ciptakan ketergantungan semua aspek kehidupan mereka terhadap kita. Buat para pemimpinnya berhutang budi dengan kita, setelah itu kondisikan agar orang-orang kritis yang waspada disingkirkan. Beri fasilitas penuh kepada para pemimpinnya. Jika para penentang akhirnya mengerti, waspada dan bahkan melawan, jangan ragu-ragu persenjatai para pemimpinnya dan buatlah kalau perlu para pemimpinnya bertempur melawan rakyatnya. Jika para pemimpinnya belum ada dorongan untuk memperhatikan kepentingan kita,sadarkan dengan teknologi, sadarkan tentang teknologi, dan sadarkan tentang adanya senjata pamungkasku yang dapat melumatkan negaranya dalam sekejap.

Matadara:

Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Kacaukan dan lemahkan sistem-sistem lokal yang ada. Kenalkan sistem-sistem kita secara persuasif dan dukunglah dengan kajian teori. Pelan tetapi pasti rayulah dan kalau perlu pada akhirnya paksalah untuk mengadopsi sistemku. Janganlah terlalu iba terhadap penduduk atau warga lokal. Ciptakan agar mereka bisa menjadi bagian dari unit produksi kita. Lebih merasa ibalah terhadap kepentingan kita. Kirim Bagawat-bagawat mereka untuk belajar di negeriku, dengan syarat-syarat yang kita tetapkan misalnya sanggup bekerjasama, sanggup menjadi jubirku, sanggup menjadi dutaku untuk negaranya, dst. Lemahkan sistem dan ketatanegaraannya. Kacaukan sidang DPR nya. Tebarkan anomali kesemuanya mulai pemimpin, spiritual, bagawat dan rakyatnya. Jangan lupa ciptakan jejaring data untuk mencatat dan mengolah semua informasi tentang potensinya. Jauhkan yang muda dari yang tua. Komentari dan beri hadiah hal-hal yang selaras dengan hidup kita saja. Berikan dia jatahnya sesuai dengan keperluannya saja. Gunakan iming-iming transfer of teknologi, tetapi berikan sedikit saja. Jangan biarkan mereka melakukanhal-hal atau kegiatan yang cenderung membanggakan potensi lokal.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Pelan tetapi pasti buatlah program-program agar rakyat Dunia Selatan semakin lama semakin berkarakter seperti Belalang di ladang mereka sendiri. Seperti halnya Belalang, buatlah agar mereka tidak mampu berpikir, tidak mampu menyadari, tidak mampu melihat jauh, tidak mampu mendengar; tetapi hanya mampu memakan makanan yang kita beri. Jika mereka sudah menjelma menjadi Belalang-belalang maka tangkap mereka dan jadikanlah lauk-pauk bagi dirimu, sehingga engkau tidak perlu lagi membawa bekal dari sini. Gunakan teknologi seperti komputer, hp, internet, makana cepat saji, budaya, kesenian, untuk mendukung program-programmu. Jika setiap pagi, sore, malam hingga pagi lagi yang mereka buka halaman Yahoo sebagai halaman rumahnya maka saya semakin yakin pikiran dan tabiat mereka makin hari makin seperti Belalang bahkan menjadi Belalang. Ahaaaa...untuk yang ini jangan keras-keras, jika bisa juga buat para pemimpinnya menjadi Belalang Pemimpin, Logosnya menjadi Belalang Logos, Dewanya menjadi Belalang Dewa, Orang Tua Berambut Putihnya menjadi Belalang Berambut Putih, Spiritualnya Belalang Spiritual, dst. Saya yakin seyakin-yakinnya itu semua dapat diwujudkan karena kita telah menguasai ladang, halaman rumah, dan jalan-jalan mereka.


Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Tumbuh dan kembangkan hedonisme dan budaya instant. Buat masyarakatnya menjadi konsumerisme, hidup bersenang-senang, malas bekerja tetapi berharap dapat banyak, beri lamunan kosong, malas belajar tetapi berharap cepat lulus dengan nilai tinggi, belum punya duit tetapi ingin punya mobil, belum ditatar gurunya tetapi harapannya nilai unas tinggi dan lulus semua, buatlah semua kegiatan dengan sistem proyek yang mudah dimanipulasi dan dikorupsi, terus kembangkan budaya kolusi-nepotisme-dan korupsi, dst. Rusaklah semua tatanan etik dan estetika; kenalkan budaya nabi Luth, buat laki-lakinya menyukai laki-laki, buat wanitanya menyukai wanita, lakukan perkawinan sesama jenis, buat yang muda berani dengan yang muda, buat yang haram jadi halal dan yang halal jadi haram, buat anak-anak segera menjadi tua, buat yang tua tetap seperti anak kecil, buat mantra-mantra dan doa-doa palsu, buat yang laki-laki berperilaku wanita dan yang wanita berperilaku laki-laki, kembangkan kecemburuan sosial, tumbuhkan ego pribadi dan sektoral, buat politisinya saling berkelahi, tawarkan korupsi bagi umaroh, tawarkan korupsi bagi ulama, ganggu ibadahnya dengan barang mewah, tebarkan kemunafikan, buat yang satu menjajah yang lain, dan buat yang besar menjajah yang kecil.

Matadara:
Baiklah tuanku apakah masih ada yang lainnya?

Powernow:
Kalau yang ini jangan keras-keras. Runtuhkan semua kabaikan-kebaikan. Pengaruhi segala macam menara-menara gading kebaikan dan kemuliaannya. Matadara ! Tahukah engkau yang aku maksud?

Matadara:
Maaf tuan, saya tidak begitu mengerti.

Powernow:
O lah dalah dasar anak kemarin sore. Gunakan segala macam cara misalnya minuman keras, narkoba, pesta sabu-sabu untuk meruntuhkan nilai dan sistem nilai kebajikannya; agar masyarakat tidak lagi memunyai pedoman dan tidak memunyai panutan. Kalau perlu bawalah sabu-sabu ke kampus atau pondhok pesantren. Jika profesornya atau kiyainye sudah kliyeng-kliyeng, maka mahasiswanya atau santrinya kleyang-kleyang; maka semua rakyatnya juga akan kloyong-kloyong. Kemudian palsukan semua dokumen termasuk KTP juga kalau perlu dibuat dan dikendalikan dari sini. Nah kalau sudah begitu, tinggal ruemet...met, kuompres...pres, puintir...tir, cuabut...but, dhuongkel...kel, suedhot...dhot, juajah...jah, tuendhang...dhang, ...dst. Kalau seluruh negeri, dari pimpinan sampai rakyatnya sudah muabuk...., itulah sebenar kita sudah menguasainya. Maka desa demi desa, kecamatan demi kecamatan,  akhirnya negeri mereka dapat kita rebut. Ada pertanyaan?

Matadara:
Wah agak sulit, karena masih terlalu banyak para transenden yang idealis dan tidak mempan dengan bujuk rayuanku; khususnya yang berada di menara gading pendidikan dan spiritualis.

Powernow:
Waha..tak usah khawatir. Aku sendiri yang akan mengurusnya. Aku akan tetapkan standar internasional sesuai dengan motifku untuk semua pendidikannya. Dari negeri barat inilah akau akan mengendalikan sistem pendidikannya, bahkan kalau perlu juga sistem kependudukannya.

Powernow:
Kalau yang ini sangat penting, sangat mendasar dan memerlukan kecerdasan. Sanggup?

Matadara:
Wah apa tuan?

Powernow:
Matikan tuhannya !

Matadara:
Apa..? Gila engkau...!  Masya'..saya disuruh membunuh tuhan.

Powernow:
Duasar guoblog. Membunuh tuhan dunia selatan artinya kecilka arti atau singkirkan spiritualitas mereka. Anggap spiritualitas mereka tidak penting, tidak relevan, tidak sesuai dengan tuntutan jaman karena tidak realistis dan tidak dapat dinalar. Bukankah pahlawan kita tuan Auguste Compte (1842) sudah mengenalkan tuhan baru yaitu tuhan Positivisme atau tuhan saintifik, dengan kata-katanya "Agama tidak dapat digunakan untuk membangun peradaban sebuah bangsa, karena Agama bersifat irrasional. Yang dapat digunakan untuk membangun peradaban adalah metode positive atau metode saintifik". Jika dunia selatan percaya akan hal ini, maka matilah tuhan mereka. Nah, jika sekarang dunia selatan sudah mengembangkan kurikulum wajib menggunakan menggunakan metode saintifik untuk semua mapel dan semua ilmu dan semua kebutuhan, itu artinya kita sudah mulai bisa membunuh tuhan mereka. Mengapa, kalau aku sih...hehe...bodhoh amat si dunia selatan itu, masya' mau menikah saja pakai metode saintifik, mau beribadah pakai metode saintifik, mau jadian sama pacar juga menggunakan metode saintifik. Uhh ha ha ha. Aku telah berhasil, karena demikian jika, semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia selatan sudah di metode saintifikan maka lenyaplah hati nurani mereka, maka hilanglah spiritual mereka. Itulah sebenar-benar yang terjadi bahwa salah satu tuhan yang aku berikan kepada dunia selatan adalah Metode Saintifik itu.

Matadara:
Wuah hebuat...lagi-lagi tuan, saya kok jadi tertarik sekali apakah masih ada bagaimana cara membunuh tuhan dunia selatan.

Powernow:
Masih ada. Kelanjutan dari dipakai dan dikembangkannya metode saintifik tanpa batas didunia selatan adalah mereka juga akan bersikap saintifik tanpa batas; artinya mereka akan bersikap dan menerapkan metode saintifik tanpa batas etik, etika, norma, adat, dan agama. Nah...itu ada maksudnya bagi saya..tahu? Pahlawan kita, Charles Darwin, sudah memelopori dan merintis teori bahwa manusia bukan ciptaan dari tuhannya mereka; melainkan bahwa manusia adalah hasil evolusi atau anak cucu Monyet. Ini saja, jika semua masyarakat dunia selatan percaya absolut, maka matilah tuhan mereka itu.

Matadara: 
Wah baru tahu saya, terus?

Powernow:
 Pahlawan kita sekaligus tuhan kita yang lain, Stephen Hawking, sudah merintis dan menunjukkan kehebatan dalam dunia fisika dan alam semesta; dengan mitos kehebatan berpikir menggunakan metode saintifik yang tiada tanding, maka Stephen Hawking sudah berhasil merintis bahwa penciptaan dunia dan alam semesta itu tidak ada urusan dengan tuhan mereka; artinya alam semesta, dunia dan isinya itu terjadi dengan sendirinya. Berbagai metode saintifik digunakan oleh dewa-dewa kita untuk menunjukkan bahwa tuhan-tuhan dunia selatan itu tidak lah ada; proyek megaraksasa di Eropah dengan membuat terowongan raksasa berratus-ratus kilometer untuk menguji tumbukan dua netron dan proton untuk membuktikan penciptaan alam semesta. Dan ternyata dewa-dewa kita sudah berhasil menunjukkan kepada dunia selatan bahwa tidak ada zat tuhan itu. Dari Stephen Hawking dan dewa-dewa kita ini, jika mereka percaya maka matilah tuhan-tuhan mereka. Saya sangat menghargai kecerdasan sekaligus kekurangajaran Stephen Hawking yang pada akhirnya mengatakan : "Universe can create itself out of nothing; the Universe appeared spontaneously from nothing; the Universe appeared without a cause; so God is no longer necessary"

Matadara:
Ngeri, masih ada?

Powernow:
Dengan kemampuan menggunakan metode saintifik, maka dewa kita yang lain yaitu Dhurkeim (1921) telah berhasil menciptakan teori bahwa agama itu bukan dari langit; tetapi dari pinggir dan muara sungai. Untuk itu Dhurkeim mendukung teorinya dengan menggunakan penelitian agama pada suku-suku aborigin Australia yang berada di tepian dan muara sungai pedalaman. Saya sangat memuji usaha-usaha Dhurkeim, karena dalam bukunya berjudul "The Elementary Form of Religion Life" dia berusaha keras bagaimana mengeliminir dan menghilangkan tuhan dunia selatan, dengan kata-katanya misalnya :"that religion's influence would decrease as society modernizes; and their concept of “God” to be on the verge of extinction; and that scientific thinking would likely replace religious thinking, with people giving only minimal attention to rituals and ceremonies".  Jika dunia selatan percaya akan hal ini, maka matilah tuhan mereka. 

Matadara:
Wah semakin seru. Huebat betul engkau tuanku. Masih ada?

Powernow:
Kita memerlukan orang-orang gila, orang-orang tak bernurani dan orang-orang tak beragama serta orang-orang paling kurangajar di dunia ini untuk menghancurkan dunia selatan. Contoh berikutnya yang dilakukan oleh dewa kita Prof. Hiromitsu Nakauchi; dengan kemampuan saintifiknya yang hebat dia berusaha menciptakan teori bahwa sebenar-benar manusia itu adalah dari hewan, adalah hewan dan menuju hewan. Manusia masa depan yang dia pikirkan adalah manusia cerdas yang sekaligus dapat dikonsumsi, yah seperti babi cerdas begitulah. Baginya manusia masa depan adalah manusia pasca hedonisme yaitu manusia pemangsa segalanya: nasi, tumbuhan, daging, duit, minyak, aspal, tanah dan juga memakan manusia. Saling tamaknya manusia seperti itu maka perut mengembung, telinga dan hidung  mengembang, dan pada akhirnya tidak dapat berdiri; seperti berikut gambarnya:


Maka sebenar-benar yang terjadi adalah dengan perilaku kehidupan hedonisme dan neohedonisme, masyarakat dunia selatan sekarang sudah mulai disorientasi moral, disorientasi sosial, disorientasi politik, disorientasi pendidikan, disorientasi tujuan bernegara, dan yang paling penting adalah disorientasi spiritual. Hancurnya dunia selatan sudah ada di depan mata saya; maka era manis penjajahan di waktu dulu segera dapat kita mulai kembali.


Matadara:
Wah hah ...huebat.

Powernow:
Terakhir...khir. Jika dunia selatan dikarenakan kesibukan urusan dunia yang hedonis bikinan kita, yang instant, yang material, yang palsu, ...dst; kemudian mereka lupa atau enggan berdoa, maka itulah sebenar-benarnya yang aku maksud sebagai kematian tuhannya. 

Powernow:
Heh...heh...hem...hem...

Matadara:
Kenapa engkau tertawa tuanku?

Powernow:
Aku mendengar sudah mulai ada berita, bahwa prajurit-prajurit dunia selatan sudah mulai kerasukan hedonisme; sehingga mereka melupakan tugas pokok melindungi negara dari serangan musuh tetapi malah berebut pundi-pundi kapitalisme dan hedonisme; sehingga mereka saling berkelahi sendiri. Dikarenakan pengaruh hedonisme, kapitalisme, liberalisme, pragmatisme, utilitarianisme, saya juga mendengar kabar bahwa sudah mulai terjadi tawuran di mana-mana: tawuran antar mahasiswa, tawuran antar warga, tawuran antar mahasiswa dan warga, tawuran antar anggota dpr, bahkan tawuran antara polisi dan tentara. Itulah sebenar-benar yang aku harapkan.

Matadara:
Saking hebatnya engkau, sampai saya tidak dapat bicara lagi.

Powernow:
Jika tuhan dunia selatan sudah mati, lagi tinggal ruemet...met, kuompres...pres, puintir...tir, cuabut...but, dhuongkel...kel, suedhot...dhot, juajah...jah, tuendhang...dhang, ...dst. Rekrut dan angkat orang-orang lokal dunia selatan yang seratus persen sudah menjelma menjadi Powernow untuk dijadikan panglima-panglima yang memunyai sifat lebih bengis dan lebih kejam dari diriku; mereka bisa saja pejabat, ketua projek, projek kerjasama, projek bantuan, bisa dari lsm, atau tokoh etik, tokoh etika dan tokoh spiritualitas; untuk membuka kantor cabang Powernow di dunia selatan.


Matadara:
Oh..tuanku sang Powernow..betapa bodohnya diriku. Aku mohon doa restumu untuk kembali berangkat sekarang untuk menaklukkan raja-raja dunia selatan, sesuai dengan petunjuk-petunjukmu. Mohon doa restumu.

Powernow:
Doa restuku selalu menyertaimu. Silahkan berangkat. Engkau dapat menggunakan satu atau lebih kendaraan-kendaraan yang aku buat: (Neo) Kapitalisme, (Neo) Liberalisme, (Neo) Hedonisme, (Neo) Pragmatisme, (Neo) Utilitarianisme, (Neo) Materialisme, (Neo) Positivisme, Budaya Instant, dst.

82 comments:

  1. Ika Dewi Fitria Maharani
    PPs UNY P.Mat B
    16709251027

    Disini kita bisa menyadari bahwa dunia semakin dikuasai oleh "powernow" dan sekarang apa yang dikatakannya terjadi. Hedonisme, teknologi, dan segala sesuatu yang instan telah menjauhkan manusia dari Tuhannya, seolah-olah mematikan Tuhan. Namun, banyak manusia yang masih belum sadar dan malah menikmati terbuai oleh kenikmatan sesaat. Di sisi lain, manusia juga malah mengidolakan para dewa-dewa tersebut, mulai dari Auguste Compte sampai Charles Darwin. Betapa besarnya tipu daya di dunia dan tak lain dunia adalah tempat yang sementara.

    ReplyDelete
  2. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Elegi di atas telah menyadarkan saya bahwa saat sekarang ini impian dari powernow sudah mulai terwujud. Terasa sekali kehidupan di Indonesia satu dekade terakhir ini berubah drastis. Teknologi yang berkembang sangat pesat menjadikan hubungan sosial masyarakat menjadi berkurang karena semua sibuk dengan “cupumanik” mereka masing-masing. Di restoran, pasar, taman, bahkan tempat ibadah masih sibuk dengan “cupumaik”. Masjid menjadi sepi namun konser sangat membeludak. Seolah-olah agama dipelajari hanya untuk kalangan jurusan agama saja. Jurusan di luar jurusan agama, jurusan pendidikan matematika misalkan, agama menjadi asing. Padahal agama diturunkan untuk semua manusia tanpa terkecuali. Mari kita kembali kepada Allah dan berdoa memohon ampun atas segala dosa yang telah kita perbuat.

    ReplyDelete
  3. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Elegi sang matadara berusaha menaklukan raja-raja lokal dunia selatan ini berisi percakapan yang sangat menarik. Tentang bagaimana untuk menghancurkan ideologi sebuah negara dari segala sisi mulai dari spiritual, moral, pendidikan, teknologi dan masih banyak sisi lainnya. Sehingga dari elegi ini kita dapat menarik solusi yang setidaknya akan dapat mencegah penjajahan terhadap sebuah negara, seperti kita harus mempertahakan nilai moral-moral yang diajarkan agama, ideologi pancasila serta para leluhur. Dalam konteks pendidikan kita juga harus membuang jauh-jauh budaya instant yang hanya menginginkan hasil akhir bukan dari proses untuk mencapai sebuah hasil tersebut.

    ReplyDelete
  4. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    elegi di atas sungguh memberikan penjelasan kepada kita bahwa sebenarnya dunia kita sudah dirasuki dan sudah mengalami masalah yang komplit yang disebabkan sang "powernow", maka dari penjelasan di atas sangatlah nyata seperti apa yang terjai saat ini, maka mari kita jadikan elegi di atas sebagia refleksi kita yang merupakan calon raja-raja dunia selatan, karena sebenar-benar berfilsafat adalah refleksi diri. yang paling berbahaya dari strategi untuk menghancurkan dunia selatan adalah merusak spiritual yang dimiliki, jika spiritual sudah rusak maka apapun akan dilakukan, karena sebenar-benar pertahan yang paling kuat adalah spiritual yang kita miliki. Terimakasih Prof Marsigit atas penjelasannya, sekarang saya lebih mengerti dan menyadari bahwa diri saya dan seluruh lingkungan yang ada di sekeliling kita telah mengalami yang namanya pengaruh dari sang "powernow", maka elegi di atas memberikan saya kesadaran dan saya berusa untuk memperbaiki hati, pikiran dan spiritual yang saya miliki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puspita Sari
      13301241003
      Pend.Matematika A 2013

      Saya setuju dengan pendapat Saudari Syahril Siregar, bahwa dunia ini akan hancur jika spiritual yang ada dihancurkan, karena benar pendapat saudari Syahril bahwa sejatinya pertahan yang paling kuatadalah spiritual yang kita miliki.

      Delete
  5. soviyana munawaroh syidhi
    13301244020
    S1 Pendidikan matematika C 2013

    Elegi Matadara dengan misinya menakhlukkan negara selatan benar- benar membuat saya tersadar betapa kita sebenarnya sedang dijajah secara halus. penjajahan yang dilakukan oleh negara "powernow" dengan cara merusak ideologi dari sebuah negara, merusak moral sebuah negara, merusak sistem pendidikan dan bahkan menyangkut aspek spiritual. persenjataan yang disiapkan oleh "powernow" untuk menghancurkan negara selatan dapat dijadikan sebagai kekuatan untuk negara selatan jika kita dapat memanfaatkannya dengan baik, mengambil sisi positif dari teknologi canggih yang mereka sebarkan, bukan justru terbuai dan mengikuti arus yang memang mereka inginkan. perlu adanya benteng pertahanan yang cukup kuat untuk tidak terpedaya dengan teknologi nan canggih yang mereka ciptakan yaitu dengan menumbuhkan rasa cinta akan budaya lokal dan senantiasa melestarikannya, mempertahankan nilai- nilai moral yang telah tertanam sejak dulu, meningkatkan keimanan kepada Tuhan dan mempertahankan nilai- nilai pancasila yang telah menjadi dasar negara

    ReplyDelete
  6. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Betapa perkasanya gunung-gunung powernow dengan matadaranya sekarang ini mampu mencengkeram beberapa gunung yang lain untuk mengikuti kemauannya. Sekarang cupuk manik yang dulu dibuang oleh sang resi Gutawa ke danau kini banyak bermunculan cupuk manik gaya baru yang membuat masyarakat menjadi seperti patung dalam kehidupannya seperti konsumerisme, bermalas-malasan, banyak yang memanipulasi data untuk dikorupsi, kolusi-nepotisme-dan korupsi.
    Auguste Compte dengan pemikirannya sudah mengenalkan tuhan baru yaitu tuhan Positivisme atau tuhan saintifik.
    Maupun Charles Darwin, sudah memelopori dan merintis teori bahwa manusia bukan ciptaan dari tuhannya mereka; melainkan bahwa manusia adalah hasil evolusi atau anak cucu Monyet.
    Stephen Hawking sudah berhasil merintis bahwa penciptaan dunia dan alam semesta itu tidak ada urusan dengan tuhan mereka.

    ReplyDelete
  7. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)

    Elegi ini sangat menarik, berdasarkan yang saya pahami bahwa ada beberapa “powernow” yang ada di dunia ini sekarang seperti: pemikiran saintifik, teknologi, budaya instan dan hedonisme. Manusia saat ini seolah dididik seperti “belalang”. Belalang maksudnya tidak mampu berpikir, tidak mampu menyadari, tidak mampu melihat jauh, tidak mampu mendengar; tetapi hanya mampu memakan makanan yang kita beri”. Kata “kita” ini adalah powernow yang ada sekatang.

    Dan satu hal yang menarik ada kalimat bahwa “Didiklah mereka hanya mengerti ilmu-ilmu bidang, dan jangan biarkan mereka mempelajari filsafat atau ilmu lain yang hanya akan mengerti kelemahanku”. Disini saya menyadari bahwa, tujuan lain dari filsafat adalah untuk menyadari bahwa setiap hal bahkan ilmu tetap mempunyai kelemahan.

    Di bahian akhir elegi ini, menekankan pada sisi spiritualitas. Agama menjadi hal penting untuk menjaga manusia tetap berada pada jalur yang benar bukan pada jalur yang terlihat benar karena diagung-agungkan oleh duniawi saja.

    ReplyDelete
  8. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    elegi di atas sungguh memberikan penjelasan kepada kita bahwa sebenarnya dunia kita sudah dirasuki dan sudah mengalami masalah yang komplit yang disebabkan sang powernow. Tentang bagaimana untuk menghancurkan ideologi sebuah negara dari segala sisi mulai dari spiritual, moral, pendidikan, teknologi dan masih banyak sisi lainnya.

    ReplyDelete
  9. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Sehingga dari elegi ini kita dapat menarik solusi yang setidaknya akan dapat mencegah penjajahan terhadap sebuah negara, seperti kita harus mempertahakan nilai moral-moral yang diajarkan agama, ideologi pancasila serta para leluhur. Dalam konteks pendidikan kita juga harus membuang jauh-jauh budaya instant yang hanya menginginkan hasil akhir bukan dari proses untuk mencapai sebuah hasil tersebut.

    ReplyDelete
  10. Nuha FAzlussalam
    13301244023
    pendidikan matematika C 2013

    dari postingan diatas, saya menyadari bahwa pengarh kemajuan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi yang membuat manusia kehilangan fitrahnya sebagai manusia. manusia menjadi sombong dan kehilangan hati nuraninya. karena mungkin kehilanan prinsip yang dipegangnya, sebaik-baik prinsip adalah prinsip ketuhnaan. ketika ketuhana hilang maka hilanglah semua. menurut saya seperti itu terimakasi pak.

    ReplyDelete
  11. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Elegi yang menarik. Power Now yang berusaha menguasai negara-negara dengan berbagai cara. Bukan dengan cara kekerasan melainkan menghancurkan dari dalam, dari orang-orangnya, dari pemimpin-pemimpinnya, bahkan dari kebiasaan dan pikiran masyarakatnya. Hal ini sudah terjadi di negara kita sendiri, Indonesia, power now telah merubah kita semua menjadi ketergantungan dengan teknologi atau "cupu manik" bahkan idola dan budaya pun mengarah ke negara-negara power now. Banyak masyarakat yang malu dengan apa yang dimiliki bangsanya sendiri.
    Jangan kita biarkan power now ini menghancurkan kita, apalagi sampai membunuh tuhan kita.

    ReplyDelete
  12. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Elegi matadara dan powernow ini sangat menarik. Isinya sangat membuka mata kita dengan apa yang kita alami saat ini. Dari kutipan "Maka sebenar-benar yang terjadi adalah dengan perilaku kehidupan hedonisme dan neohedonisme, masyarakat dunia selatan sekarang sudah mulai disorientasi moral, disorientasi sosial, disorientasi politik, disorientasi pendidikan, disorientasi tujuan bernegara, dan yang paling penting adalah disorientasi spiritual" kita tau dan sadar bahwa kita juga sudah banyak mengalami disorientasi layaknya elegi ini. seharusnya kita segera sadar, bahwa negara kita sudah diracuni negara lain sehingga kita kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang luhur dan segera melakukan perubahan mulai dari diri sendiri.

    ReplyDelete
  13. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Ada satu hal yang menarik dari cerita elegi ini, bahwasannya "kalau kita tidak bisa menaklukkan suatu hal dengan okol, maka kita lakukan dengan akal", akal yang cerdas pastinya ya. Sama halnya dengan melawan ketergantungan kita terhadap teknologi, harusnya kita gunakan akal kita untuk memanfaatkan perkembangan teknologi untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat.

    ReplyDelete
  14. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  15. Teduh Sukma Wijaya
    13301241073
    Pendidikan Matematika C 2013

    Menghancurkan ideologi sebuah negara dari segala sisi mulai dari spiritual, moral, pendidikan, teknologi dan masih banyak sisi lainnya. Sehingga dari elegi ini kita dapat menarik solusi yang setidaknya akan dapat mencegah penjajahan terhadap sebuah negara, seperti kita harus mempertahakan nilai moral-moral yang diajarkan agama, ideologi pancasila serta para leluhur.

    ReplyDelete
  16. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Elegi ini termasuk elegi favorit ku, karena di dalamnya banyak hal manfaat yang dapat menjadi penyadar dan renungan bagi banyak pihak. Dari elegi ini, kita jadi tau apa saja rencana power now untuk menaklukan dunia selatan. Sebelum semua rencana power now terlaksana, sebelum dunia selatan lebih porak poranda, sebelum manusianya berubah menjadi belalang dan babi cerdas, sebelum tuhan dunia selatan mati (spiritualitas nya menghiang), kita harus mulai berbenah dan mencegahnya. Mulai dari diri sendiri untuk sedikit demi sedikit meninggalkan (kapitaliesme, hedonisme, budaya instan, pragmatisme, dan kawan kawannya) dan mulai mendekat kepada Allah dengan meningkatkan spiritualitas kita.

    ReplyDelete
  17. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Elegi ini sangat menarik, menyadarkan kita bahwa kini dunia ini sudah dikuasai oleh “powernow”. Jika kita tidak mempunyai pondasi, terutama pondasi agama yang kuat, maka kita akan semakin mudah terbawa arus.

    ReplyDelete
  18. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Di dunia ini lambat laun terjadi kejadian yang digambarkan dalam elegi di atas. Banyak sekali kejadian-kejadian yang zhalim yang mengusik hati, akal, dan nurani kita. Pnerapan pendidikan saintifik menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi yang diinginkan oleh auguste compte dimana generasi yang lambat laun kehilangan identitasnya sebagai seorang muslim.

    Hal ini diperparah pula dengan sistem yang diberlakukan sekarang yaitu sistem kapitalis-sekuler yang telah membuat agama jauh dari kehidupan kita.
    Maka solusi yang ditawarkan adalah menerapkan syariat islam secara kaffah (sempurna) baik dalam ranah individu, masyarakat maupun negara. Karena islam bukan hanya sekedar agama, tetapi juga ideologi. Karena salah satu ciri ideologi adalah memiliki aturan dan solusi dalam memecahkan seluruh permasalahan hidup manusia.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  19. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Sebenarnya apa yang dikatakan powernow benar sekali sekarang kita telah terjajah hal-hal (Neo) Kapitalisme, (Neo) Liberalisme, (Neo) Hedonisme, (Neo) Pragmatisme, (Neo) Utilitarianisme, (Neo) Materialisme, (Neo) Positivisme, Budaya Instant, dsb ..... bagaimana kita mengatasi ini ... itulah PR besar kita pelaku-pelaku pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  20. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Elegi sang matadara berusaha menggambarkan kondisi kita saat ini, dimana kita mudah untuk diadu domba, dipecah belah orang orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Bagaimana untuk mencapai tujuannya, segara cara digunakan, tidak peduli apakah itu melanggar norma, hukum maupun agama. Gaya penjajahan model “PowerNow” tanpa disadari sudah mulai merasuki disegala segi kehidupan kita. Kita sebagai pendidik harus sadar dan menyadarkan yang lain, bahwa dengan pendidikan dan agama yang kuat kita dapat melawan model penjajahan powernow. Seperti pesan yang disampaikan powernow jikadunia selatan dikarenakan kesibukan urusan dunia yang hedonis bikinan power now, yang instan, yang material, yang palsu dst, kemudian kita sudah lupa dan enggan berdoa, maka itulah sebenar-benar tujuan dari powernow.

    ReplyDelete
  21. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Cara-cara sang matadara berusaha menaklukan raja-raja lokal didunia selatan yang disampaikan Prof. Marsigit, membuka mata kita terhadap model penjajahan masa kini. Jika dulu kita perang dengan mengangkat senjata, sekarang musuh yang kita hadapi sulit kita kenali. Kita tidak menyadari orang yang kita anggap teman, bisa menjadi musuh dalam selimut. Bagaimana pemerintah mudahnya menerima bantuan dari Negara lain, namun sebenarnya kita telah memasukkan musuh kedalam rumah kita. Penjajah-penjajah masa kini seperti narkoba, korupsi, seks bebas, tindak kriminal dan penyalahgunaan teknologi dapat kita cegah dan lawan dengan iman, taqwa dan akal sehat manusia

    ReplyDelete
  22. LINA
    16701261022
    PPs PEP-A/2016


    Elegi ini membuka pikiran kita, bahwa racun sesat Power Now telah sampai ke dunia kita. Tidak perlu mencari jauh-jauh serangan Power Now ke luar, karena secara pelan tapi pasti, fenomena ini telah merasuk dalam diri kita masing-masing. Secara mikro, fenomena ini telah merasuk pada tiap individu. Hal ini bisa dilihat dari melemahnya spiritual, menguatnya hedonisme, kapitalisme, utilitarianisme, materialisme, dan isme-isme yang lain yang menjadi musuh spiritualisme. Penyakit ini telah menjangkiti seluruh golongan manusia; baik miskin maupun kaya, masyarakat desa atau kota, dari kalangan berpendidikan maupun tidak, pemimpin sampai rakyat.

    ReplyDelete
  23. LINA
    16701261022
    PPs PEP-A/2016


    Kita tidak bisa memungkiri bahwa serangan Power Now telah merajalela dan mengenai semua orang. Kekuatannya sangat dahsyat, dan serangannya tidak bisa dilihat oleh mata. Meskipun demikian, kita tidak boleh pesimis dan berputus asa bahwa Power Now akan mengalahkan kita. Dengan memupuk kembali spiritualitas kita, maka kita akan mampu, setidaknya menangkis, jika belum bisa mengalahkan serangannya.

    ReplyDelete
  24. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Maematika Internasional 2013

    Terima kasih telah membagi ilmu Anda dengan mahasiswa, Prof. Elegi tentang matadara berusaha menaklukkan dunia selatan ini mengingatkan saya kepada keadaan Indonesia saat ini. Power Now yang Anda kisahkan pada elegi ini mengingatkan saya kepada negara adidaya di dunia, Amerika Serikat, sedangkan raja-raja lokal dunia selatan mengingatkan saya akan Indonesia. Sekarang ini Indonesia tengah disusupi oleh banyak paham dunia barat, di antaranya adalah yang Bapak sebutkan di dalam elegi ini, yaitu hedonisme, kapitalisme, bahkan dengan metode saintifik yang kini tengah digunakan di Indonesia. Semua hal yang bukan merupakan budaya Indonesia akan menjadi berbahaya bagi keberlanjutan negeri ini jika tidak dibersamai dan diimbangi dengan kepercayaan akan Tuhan. Itulah komentar saya mengenai posting ini. Terima kasih.

    ReplyDelete
  25. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Astaghfirullohaladziim, ternyata tanpa kita sadari bangsa kita Indonesia yang menurut saya adalah seperti yang digambarkan dalam postingan ini sebagai negara selatan telah dijajah oleh bangsa lain yang lebih berkuasa melalui Power Now secara perlahan namun pasti. Jawaban-jawaban dari sosok Power Now dalam elegi ini benar-benar menyadarkan saya bahwa selama ini kita telah banyak mengalami kejadian-kejadian yang tergolong sebagai disorientasi moral, disorientasi sosial, disorientasi politik, disorientasi pendidikan, disorientasi tujuan bernegara, dan yang paling berbahaya adalah disorientasi spiritual. Terimakasih banyak kepada Pak Prof.Marsigit yang telah memposting elegi ini, semoga semakin banyak orang yang membaca agar mereka juga tersadarkan dan kami dapat bersama-sama merubah pola pikir kita menjadi lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  26. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Kedigdayaan power now menjadi sebuah ancaman dalam rimba modern, karena esuai dengan diktum-diktum rimba, yang kuat akan menjadi penguasa dan yang lemah menjadi hambanya.
    Negeri selatan menjadi lemah karena bercerai berai, dan sekarang lebih tak berdaya karena sihir dan tipu daya si power now yang sangat kuat.
    Jika ingin membagun kekuatan negeri selatan kita harus terjaga dan segera bangkit dari pengaruh sihir dan tipu daya tersebut, kemudian membangun persatuan melalui kerjasama negeri-negeri selatan di bidang politik, sosial, ekonomi, budaya, pertahanan, dan teknologi.
    Kesadaran ini mesti muncul dari level para dewa, mereka jangan tergoda oleh kepentingan sesaat, kepentingan kelompok yang sengaja diciptakan oleh si power now untuk melemahkan kita. Berpikir dan bertindak kebangsaan mutlak dibutuhkan untuk membangun kesadaran ini.

    ReplyDelete
  27. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Power Now kini semakin menggerus kita. Dengan berbagai gelombang diantaranya hedonisme, pragmatisme, kapitalisme, dan lain-lainnya. Power Now juga telah menembus disegala bidang seperti politik, sosial, spiritual, ekonomi, teknologi, dan lain-lain. Kita seperti ikan kecil di lautan yang terjebak dalam gelombang. Terima kasih

    ReplyDelete
  28. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Metode Saintifik kini sedang gencar diterapkan di Indonesia. Dan pada awalnya pencetus dari Santifik adalah Auguste Compte (1842) dimana percaya bahwa "Agama tidak dapat digunakan untuk membangun peradaban sebuah bangsa, karena Agama bersifat irrasional. Yang dapat digunakan untuk membangun peradaban adalah metode positive atau metode saintifik". Ini sangat bertentangan dengan Indonesia dimana spiritual menjadi dasar kehidupan. Trima kasih

    ReplyDelete
  29. Selamat Siang, Pro.
    Perkembangan zaman tiada diikuti pada kesadaran bersosial dan membagi tiap komponen pendidikan dengan berimbang. Generasi pada era dewasa ini, banyak yang menikmati barang dan jasa yang makin lama makin semu yang dihasilkan dari sumberdaya alam. Padahal setiap insan memiliki kewajiban moral untuk menyisakan kembali (reuniverse) sumberdaya alam tersebut untuk generasi mendatang. Kewajiban moral tersebut mencakup tidak mendominasi pemakaian sumberdaya alam yang merusak lingkungan sehingga menghilangkan kesempatan bagi generasi yang akan datang untuk menikmati dan mengeksplorasi layanan yang sama. Kedua, menyangkut alasan ekologi-kultur.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    PPs PEP-A/2016

    ReplyDelete
  30. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Fisikawan Inggris Stephen Hawking yakin bahwa keberadaan manusia dan alam semesta bukan hasil ciptaan Tuhan, melainkan muncul dengan sendirinya. Sebab ada hukum gravitasi, alam semesta bisa menciptakan dirinya sendiri. Sebelumnya, pada buku A Brief History of Time, Prof Hawking tidak menafikkan kemungkinan turut campurnya Tuhan dalam penciptan dunia. Dia menulis di bukunya tahun 1988, “Jika kita menemukan sebuah teori yang lengkap, maka hal tersebut menjadi kemenangan nalar manusia. Oleh sebab itu, kita akan mengenal Tuhan.”

    ReplyDelete
  31. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B


    Orang yang dianggap “pahlawan” dalam artikel di atas karena pendapat inilah yang semakin menjauhkan manusia dari keyakinannya kepada Allah SWT pemilik alam semesta. Perilaku yang semakin menjauh dari ajaran-Nya juga kian banyak muncul dan manusia semakin rusak.

    ReplyDelete
  32. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Elegi di atas menggambarkan bahwa Sang Matadara di pengaruhi oleh kejahatan powernow yang ingin menaklukan dunia selatan. Dengan kekuasaannya powernow merasuki manusia agar terbelenggu dengan kehidupan dunia, agar manusia tidak dapat berpikir secara kritis, meninggalkan spritualnya, meninggalkan pendidikan. Jadi dengan begitu kita mudah terpengaruh oleh powernow. Padahal hal yang dilakukan oleh powernow itu dapat merusak bangsa serta menjadikan sebuah kehancuran di muka bumi. Mari kita harus bertindak dengan cepat agar dapat menangkis sikap powernow tersebut. Terutama dalam meningkatkan spiritual kita.

    ReplyDelete
  33. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Melihat realita yang ada sekarang di Indonesia, telah terlihat dan terasa bahwa saat sekarang ini impian dari powernow sudah mulai terwujud. Setidaknya seperti contoh kecil yang ada, yaitu hampir semua ilmu yang tidak berhubungan dengan agama terasa sangat jauh dari ajaran agama. Agama dan ilmu lain seperti ada sekat pemisah, yang mana seharusnya dapat berjalan beriringan.

    ReplyDelete
  34. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Elegi diatas menyadarkan saya betapa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mengubah kehidupan dengan sangat signifikan. Semuanya berubah menjadi serba instan dan menjauhkan manusia dari Tuhannya. Dan bahwa perusakan spiritual yang merupakan powernow adalah yang sangat dasar dan senjata yang ampuh untuk menguasai dunia. Hal inilah yang semoga dapat kita hindari dan tidak terjerumus didalamnya.

    ReplyDelete
  35. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dengan membaca elegi ini juga dapat dijadikan sebagai bahan refleksi kita sudah sejauh mana kita sudah terperangkap oleh misi-misi pihak-pihak tertentu yang ingin menjatuhkan ideologi, budaya dan moral kita. Masyarakat kita dan saya sendiri harus dapat belajar untuk dapat memfilter mana yang sesuai dengan budaya dan ideologi kita dan mana yang tidak sesuai, jadi bersikap dewasa dan cerdas dalam memfilter itu penting agar kita dapat menjaga nilai-nilai yang sudah kita bangun.

    ReplyDelete
  36. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Elegi yang sangat bagus dan bermanfaat untuk menjadi renungan dan refleksi untuk kita bahwa untuk menjajah dan menghancurkan suatu negara tidak hanya dilakukan pemerasan fisik namun dilakukan dari dalam dan merusak pondasi negara tersebut. Maka dari itu, pendidikan dan agama yang kuat adalah penting. Terimakasih.

    ReplyDelete
  37. Elegi di atas sungguh memberikan penjelasan kepada kita bahwa dunia semakin di kuasai oleh ‘Powernow’ yang dapat merusak ideologi dari sebuah negara,moral,sistem pendidikan dan aspek spritual. Yang sangat berbahaya jika spritual sudah rusak maka akan berubah arah karena pertahanan yang kuat adalah spritual yang kita miliki. Jangan sampai kita mnjadi lemah dengan zaman yang semakin canggih jadi pertahankan moral-moral,tingkatkan keimanan kepada tuhan dan pertahankan nilai-nilai pancasila.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  38. Elegi di atas sungguh memberikan penjelasan kepada kita bahwa dunia semakin di kuasai oleh ‘Powernow’ yang dapat merusak ideologi dari sebuah negara,moral,sistem pendidikan dan aspek spritual. Yang sangat berbahaya jika spritual sudah rusak maka akan berubah arah karena pertahanan yang kuat adalah spritual yang kita miliki. Jangan sampai kita mnjadi lemah dengan zaman yang semakin canggih jadi pertahankan moral-moral,tingkatkan keimanan kepada tuhan dan pertahankan nilai-nilai pancasila.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  39. assalamualaikum wr. wb.

    "power now" mempengaruhi kita dalam segala aspek kehidupan tanpa kita sadari. ini sungguh ancaman yang nyata bagi kehidupan berbangsa kita...Indonesia haruslah segera bangkit dan memotivasi diri sendiri agar tidak terjajah kembali dengan "power now" yang semakin gencar menyusupi segala lini kehidupan...mari terus beribadah, berusaha mandiri, dan selalu tawakal atas segala perbuatan kita. semoga benteng keimanan dan ketakwaaan serta semangat kebangsaan yang telah diwariskan oleh pejuang-pejuang bangsa kita dapat membebaskan bangsa ini dari seegala bentuk penjajahan modern saat ini. Aamiin alahumma amiin

    ReplyDelete
  40. Setelah membaca Tulisan prof. diatas saya semakin sadar dan yakin bahwa antara Dewa dan Daksa sama-sama belum ramah terhadap ruang dan waktu, karena sebenar-benarnya pemimpin adalah pemimpin yang ramah terhadap ruang dan waktu dan sebenar-benarnya daksa adalah daksa yang ramah terhadapruang dan waktu

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
    Replies
    1. Martalia Ardiyaningrum
      16701269002
      PEP Kelas A PPs UNY

      Ramah terhadap ruang dan waktu merupakan tuntutan bagi setiap individu, baik itu pimpinan, aparat, maupun daksa.

      Delete
  41. Oleh karena ketidak sopanan dan ramah terhadap ruang dan waktu itu maka negara-negara super pawer (powernow) selalu melakukan penjajahan-penjajahan modern terhadap para daksanya dengan cara membuat ketergantungan daksa terhadap dewanya, sehingga tidak menyadari lagi bahwa daksa yang selalu bergantung pada dewa (powernow)itu adalah juga dewa bagi para daksa-daksa yang lain.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
    Replies
    1. Martalia Ardiyaningrum
      16701269002
      PEP Kelas A PPs UNY

      Dan yang lebih mengkhawatirkan adalah pimpinan dan rakyat yang dijajah tidak menyadari bahwa mereka sedang dijajah.
      Semoga Allah SWT selalu melindungi bumi Selatan, amiiiin...

      Delete
    2. Martalia Ardiyaningrum
      16701269002
      PEP Kelas A PPs UNY

      Dan yang lebih mengkhawatirkan adalah pimpinan dan rakyat yang dijajah tidak menyadari bahwa mereka sedang dijajah.
      Semoga Allah SWT selalu melindungi bumi Selatan, amiiiin...

      Delete
  42. Manusia hidup harus berpegang pada iman dan ilmu supaya tidak tergilas globalisasi yang semakin gila (powernow) sehingga kita dapat membentengi diri mana yang baik untuk kehidupan dan masa depan kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Martalia Ardiyaningrum
      16701269002
      PEP Kelas A PPs UNY

      Amiiiiin...smg kita bs membentengi diri dengan memperkuat iman dan taqwa kita.

      Delete
  43. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Kita tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal dengan budaya kesopanan. Selain itu, Indonesi memiliki berbagai macam budaya, suku, dan bahasa. Namun dengan adanya power now, budaya ketimuran (kesopanan) mulai bergeser. Dapat dilihat di sekeliling kita, semakin banyak orang yang hidup hedonisme dan konsumtif, serta cenderung instan. Media, gadget, dan teknologi lainnya telah merubah budaya yang telah ada sebelumnya.

    ReplyDelete
  44. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Dimana dalam elegi ini mengkontekstualkan keadaan zaman yang terjadi dengan dunia selatan saat ini. Kekuatan neokapital dan powernow yang menguasai dunia mempunyai suatu dimensi yang lebih tinggi karena mereka menngunakan suatu bahasa dan strategi yang sulit dipahami. Salah satunya dengan memberi hak menggali dari mereka semua kebutuhan dan keperluan kepada dunia selatan sehingga secara tidak langsung kaum tribal ini mengikuti segala norma-norma yang ada oleh powernow dan neokapital.

    ReplyDelete
  45. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Sang Power Now atau Post Modern menguasai segala aspek dan sendi kehidupan kontemporer dengan 4 ujung tombak: Kapitalisme, Pragmatisme, Utiltarianisme dan Hedonisme. Power Now menampilkan sosok struktur dunia yang lebih lengkap, lebih canggih, dan lebih mampu merangkum semua persoalan dunia. Kejayaan Power Now inilah, komunitas spiritual diliputi kecanggungan dan kegamangan dalam bayang-bayang Reduksionisme.

    ReplyDelete
  46. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pedidikan Matematika A 2013

    Jika dibawa ke dunia nyata, elegi ini menceritakan bagaimana negara-negara barat berusaha untuk menghancurkan negara timur. Senjata dan kekerasan tidak memberikan efek apapun. Lalu mereka merubahnya dengan cara halus. Menghancurkan ideologi negara dengan menghancurkan cara berpikir rakyatnya.

    ReplyDelete
  47. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pedidikan Matematika A 2013
    Seiring berjalannya waktu, negara barat menghancurkan cara berpikir masyarakat dengan teknologi. Gadget-gadget yang terus menerus berkembang menuntut masyarakat untuk mengikutinya. Mereka dibodohkan dengan tayangan-tayangan baik di televisi atau internet yang sifatnya tidak mendidik. Rakyat yang pandai ditarik ke negara mereka dengan memberikan beasiswa sekolah, mengeksploitasi kemampuan mereka untuk menciptakan inovasi yang justru menghancurkan
    negaranya sendiri.

    ReplyDelete
  48. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pedidikan Matematika A 2013
    Maka sebaik-baik kita sebagai bangsa timur adalah introspeksi. Tingkatkan rasa cinta tanah air. Mampu memilah antara pengaruh yang baik dan pengaruh yang buruk dari adanya globalisasi. Dengan begitu, kita ikut andil dalam menghambat negara barat menghancurkan negara timur.

    ReplyDelete
  49. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Powernow sangat licik dan merencanakan hal-hal yang sangat tidak baik. Powernow menginginkan kejahatan tumbuh di Dunia Selatan. Namun setelah membaca elegy tersebut ternyata menyadarkan bahwa negeri kita sudah ditaklukan oleh Sang Matadara meski tak sepenuhnya. Kewajiban bagi kita untuk membentengi diri dengan spiritual dan pendidikan yang tinggi agar tidak terpengaruh oleh Sang Matadara agar negeri ini tidak dikuasai oleh para Powernow yang kejam.

    ReplyDelete
  50. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Seketika tersadar ketika membaca dan menganalisa elegi ini. Saat dimana kekuatan powernow mencoba untuk memengaruhi dunia selatan agar takhluk dan tunduk padanya. Bukan dengan kekuatan dan senjata modern, melainkan dengan cara yang lembut dan tanpa kita sadari. Sebagai generasi muda penerus bangsa alangkah baiknya jika kita mulai coba untuk menyadarkan lingkungan terdekat kita untuk mendekatkan diri lagi satu sama lain.

    ReplyDelete
  51. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Setelah saya membaca postingan mengenai elegi powernow ini, sya menjadi lebih mengetahui keburukan-keburukan yang disebabkan oleh powernow. tidak bisa dipungkiri bahwa sekarang ini teknologi sudah menguasai berbagai bidang kehidupan. Sistem pendidikan Indonesia saat ini juga semuanya menggunakan teknologi. Budaya instan seperti adanya internet menyebabkan anak-anak lebih suka bermalas-malasan membuka internet daripada pergi ke perpustakaan untuk membaca buku. tidak dipungkiri juga sampai di perguruan tinggi pun semuanya harus memakai internet. Disamping keburukan-keburukan yang ditimbulkan oleh powernow, tetap tidak bisa dipungkiri juga bahwa kita tetap menggunakannya. yang terpenting adalah menerima segala kebaikan yang ditimbulkan dari powernow, tetapi juga pintar memilih mana yang memang benar-benar baik dan tidak. Sebagai seorang manusia yang tidak mau dibodohi oleh kemajuan teknologi, cara yang paling ampuh adalah mengingat seberapa kecil kita dibanding yang menciptakan alam semesta ini.

    ReplyDelete
  52. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.


    Sungguh kekuatan Power Now saat ini tidaklah dapat dibendung lagi. Dimana-mana cengkraman mereka terhadap kita selalu ada, sehingga untuk menghindarinya sangatlah sulit. Ketergantungan tekhnologi yang utama, misalnya saja blok-blok minyak yang ada sungguh kita belum mampu mengelolanya jika kita hanya menggunakan tekhnologi kita sendiri untuk mengeksplorasinya. Kita masih membutuhkan tekhnologi dari Cevron ataupun dari Exxon mobil untu bisa berekplorasi. Oleh karena itu sungguh permasalahan berupa gelombang Power Now ini sangatlah bergitu kompleks dan bersifat komprehensif untuk bisa membendungnya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  53. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Untuk menanggulangi dahsyatnya pengaruh dari Power Now sangatlah sulit, karena doktrin-doktrin mereka telah masuk ke sendi-sendi kehidupan secara general dan juga komprehensif. Inilah tantangan kita kedepannya, janganlah kita sampai menjadi belalang dikebun kita sendiri. Mari kita mulai membangun tekhnologi kita sedikit demi sedikit, tekhnologi sangatlah penting untuk dapat lepas dari pengaruh power Now. Kemandirian tekhnologi yang diterapkan Oleh negara Islam Iran mampu melepaskan mereka sedikit demi sedikit dari pengaruh power Now. Maka saya raa hal itu sangatlah patut untuk dicontoh bangsa ini.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  54. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sungguh jebakan yang dilakukan oleh Power Now sangatlah mengandung kemunafikan terhadap kita. Seolah-olah mereka membantu tetapi pada ujungnya kita juga akan menjadi makanan dari sang Power Now. Sikap mereka seperti halnya iblis yang menggoda mereka dari segala arah. Bahkan ada orang yang digoda iblis dengan sangat halus, yakni orang itu dibiarkan oleh iblis hingga terlalu alim, karena terlalu alim maka orang tersebut akhirnya menjadi ektrimis dan hingga menambah-menambah sesuatu yang tidak ada dalilnya. Sungguh sangat halus jebakan-jebakan yang dilakukan oleh power now. Pada mulanya mereka seakan-akan menjunjung kita setinggi langit, namun pada akhirnya mereka menjatuhkan kita dari tempat yang sangat tinggi tersebut, sehingga semakin tinggi langit kita, maka jatuhnya akan semakin sakit pula.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  55. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Elegi ini menjadi bahan renungan kita. Begitu banyak cara yang bahkan tak kita sadari dari suatu komplotan untuk menjatuhkan bangsa kita dengan iming-iming teknologi yang sejatinya sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Rencana yang disusunnya sangat tersusun rapi sistematis. Kita harus membekali diri kita dengan benteng keimanan, dan karakter yang baik agar bisa memfilter segala yang baik.

    ReplyDelete
  56. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Ketidaksiapan bangsa kita dalam menghadapi globalisasi menyebabkan disorientasi epoleksosbud yang menyebabkan timbulnya anomali paradigma kehidupan berpengaruh besar terhadap krisis moral bangsa. Bangsa kita secara nyata sedang mengalami penjajahan yang dilakukan power now. Tapi mengapa tidak ada perang? Tidak ada pemberontakan? Karena penjajahan yang dilakukan oleh power now ini menggunakan taktik yang sangat halus. Mereka menyerang dari dalam sendi-sendi kehidupan kita, sehingga kita tidak menyadarinya. Bukan menyerang, mereka malah memberikan kemewahan, kemudahan, dan segala fasilitas serta teori-teori mendukung untuk membuat kita ketergantungan pada mereka. Sehingga tidak heran hedonisme dan budaya instan saat ini menjamur. Spiritualisme digerogoti oleh duniawi. Maka yang bisa kita lakukan untuk menghindar dari penjajahan secara tidak langsung ini adalah dengan meningkatkan spiritualitas dan pengetahuan kita, selalu berpikir kritis dan berhati bersih serta memohon perlindungan dari Allah SWT.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  57. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Dewasa ini hampir segala lini kehidupan telah dipengaruhi oleh power now. Banyak dampak negatif yang muncul karenanya. Dampak negatif yang kemudian merajalela akibat Powernow antara lain yaitu kapitalisme, pragmatisme, utilitarian, dan hedonisme. Adanya kekuatan Sang Powernow tersebut telah menjadikan orang-orang bersaing sikut kanan-kiri depan-belakang untuk berlomba-lomba saling mengalahkan. Siapa yang kuat maka dialah yang akan menjadi pemenang dan berhak berkuasa menjadi pemimpin. Dengan demikian, sang pemenang tersebut dengan mudahnya menguasai dan mengendalikan yang lemah. Seperti halnya Amerika yang maju di bidang ekonomi, perindustrian, teknologi, dan politiknya tentu saja membuat Amerika dengan mudahnya berkuasa, mempengaruhi, dan mengendalikan bangsa lain. Bahkan seperti kita tahu sekarang ini perekonomian dunia ada di bawah kendali Amerika. Powernow begitu sangat halus dalam melancarkan misinya. Dunia dibuat terlena dan kemudian mereka beraksi. Maka sejatinya sebagai generasi bangsa ada baiknya kita bijak dalam menghadapi segala teknologi dan apapun itu yang dapat membawa kita pada arus hedonisme jika kita tidak bijak menyikapinya.

    ReplyDelete
  58. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    sebagai negara yang pernah merasakan jajahan dari negara-negara lain, kita harus dapat merefleksikan apa yang pernah kita alami tersebut bahwa ternyata negara-negara power now itu menjajah bukan hanya menjajah dari segi menempati suatu negara melainkan dari banyak segi-segi lain semisal spiritual, moral, pendidikan, teknologi dan lain sebagainya. untuk itu kita harus terus waspada akan apa saja yang mereka keluarkan yang dapat berpotensi merusak bangsa kita.

    ReplyDelete
  59. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Dunia Selatan sudah terpengaruh oleh adanya aliran kontemporer si powernow yaitu kapitalisme, paragmatisme, materialisme, utilitarianisme, liberalisme dan hedonisme. Masyarakat dunia selatan sekarang sudah mulai disorientasi moral, disorientasi sosial, disorientasi politik, disorientasi pendidikan, disorientasi tujuan bernegara, sampai yang paling parah adalah disorientasi spiritual. Sekarang ini kita hidup dalam dunia kontemporer, seperti seekor ikan kecil di laut selatan, yang merasakan air laut mana yang masih bersih dan mana yang sudah tercemar. Maka kita harus bisa mengetahui mana yang baik untuk kita dan mana yang buruk untuk kita.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  60. Assalamualaikum wr. wb. Prof.
    Semoga Indonesia berjaya dan mandiri demi kemuliaan bangsa ini.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
    Replies
    1. Martalia Ardiyaningrum
      16701269002
      PEP Kelas A PPs UNY

      Amiiiin..amiiiin...ya Robbal'alamin..

      Delete
  61. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  62. Praneswari Kusuma Dewi
    13301241033
    Pendidikan Matematika A 2013

    Elegi ini mengingatkan kita bahwa dunia sekarang sedang dikuasai oleh Power Now. Bahkan Negara kita sekarang sedang dalam incaran dan pengawasan Power Now. Power Now menginginkan kehancuran moral, karakter atau jati diri, spiritualitas, pendidikan, ekonomi, dan hampir di semua bidang kehidupan musuh yang diincarnya. Oleh karenanya, kita harus senantiasa sadar, waspada akan hal ini. Kita perlu memperkuat benteng pertahanan bangsa melalui kecerdasan pola pikir dan emosi, kekayaan spiritual, karakter diri yang kokoh sebagai bangsa Indonesia dengan kekayaan alam, budaya, dan SDMnya, serta menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme. Kita perlu kritis dan peka dalam menyikapi dunia yang serba modern dengan segala teknologi canggihnya yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter diri bangsa Indonesia. Begitu juga ketika kita dalam bergaul dalam ranah internasional utamanya.

    ReplyDelete
  63. Bangsa Indonesia perlu memperbaiki kualitas kader-kader bangsa melalui pendidikan berkarakter, yang berisi nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, sehingga mampu melahirkan para pemimpin yang cerdas, adil, bijaksana, dan kuat dalam menangani segala macam gejolak negeri. Pemimpin-pemimpin dan masyarakat yang solid serta kompak dalam persatuan Indonesia, yang menjunjung tinggi nilai-nilai spiritualitas dan menempatkan pada posisi pertama dalam tatanan kehidupannya akan menjadi benteng pertahanan yang kuat sehingga tidak mudah diadu domba dan dihancurkan. Maka untuk mewujudkannya bangsa Indonesia harus memulai dari para pemuda-pemudanya, dengan memberikan kesempatan untuk menimba ilmu setinggi-tingginya. Pemuda-pemuda bangsa itu sendiri juga perlu memiliki kesadaran penuh tentang kondisi bangsanya. Sehingga belajar dan terus belajar adalah langkah utama para pemuda bangsa untuk mempersiapkan diri dalam membangun bangsa yang benar-benar merdeka.

    ReplyDelete
  64. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    "Kalau belum bisa menggunakan okol...ya gunakan akal. Gunakan segala macam cara akalmu untuk mengacaukan negeri-negeri selatan."
    Siasat dengan akal justru lebih mengerikan dari pada siasat perang dengan okol. Siasat perang dengan akal dapat menimbulkan perang antara pemimpin dan rakyatnya, menimbulkan perang antar saudara suku, menimbulkan petang antar sesama muslim. Kewaspadaan dan kehati-hatian yang diperlukan oleh rakyat dunia selatan dalam setiap langkah dan komunikasi, dengan berpegang teguh pada petunjuk yang telah diberikan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  65. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Yang lebih mengkhawatirkan adalah pimpinan dan rakyat yang dijajah tidak menyadari bahwa mereka sedang dijajah.
    Semoga Allah SWT selalu melindungi bumi Selatan, amiiiin...

    ReplyDelete
  66. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Setelah membaca postingan di atas, memperjelas bahwa negara kita mulai dikuasi dengan Power Now. Tanda-tanda kekuasaan power now sudah sangat jelas antara lain: meluruhnya kebudayaan Indonesia sendiri dan meningkatnya kebudayaan dar luar. Contohnya, dahulu sesorang yang makan dengan erdiri dianggap menyalahi aturan dan tidak sopan hal terseut juga dilarang dalam agama, namun sekarang banyak sekali orang makan sambil berdiri terutama dalam pesta-psta atau perayaan. Hal tersebut semakin lama akan menghilangkan jati diri negara ini.

    ReplyDelete
  67. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Power now mulai menguasai sistempendidikan diIndonesia. Padahalpendidikan merupakan fondasi dari suatau negara, sebab melalui pendidikan terbentuklahgenerasi penerus bangsa. Sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia sekarang ini terlihat bahwa kurang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia melainkan karena ikut-ikutan sistem pendidikan negara lain.

    ReplyDelete
  68. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Berdasarkan elegi diatas menggambarkan powernow yang mengajarkan matadara bagaimana untuk meracuni atau menghancurkan suatu negara. Powernow mengajarkan dengan cara-cara yang penuh dengan tipu muslihat yang awalnya seperti memberikan harapan yang tinggi tetapi pada akhirnya hanya ingin menjatuhkan dan menguasainya. Hal seperti ini juga sedang terjadi di negara Indonesia yang termasuk negara berkembang, negara-negara adidaya seakan-akan mau memberikan bantuan atau mengajari negara Indonesia agar menjadi negara maju, padahal pada intinya negara adidaya tersebut ingin mempengaruhi dan menguasai segala yang di miliki negara Indonesia demi kepentingan mereka.

    ReplyDelete
  69. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Yang dapat saya simpulkan dari elegi ini adalah penggambaran suatu bentuk penjajahan modern dengan cara halus yang terjadi saat ini. Berusaha untuk menghancurkan dengan cara mengacaukan budayanya maupun kehidupannya dengan teknologi dan kebudayaan baru. Tanpa kita sadari budaya barat masuk ke dalam kehidupan sehari-hari kita melalui informasi, teknologi, tontonan, hiburan, bahkan makanan yang sering kita jumpai di zaman modern ini. Itulah kekuatan Sang Power Now. Adanya kekuatan Sang Power Now tersebut telah menjadikan orang-orang bersaing sikut kanan-kiri depan-belakang untuk berlomba-lomba saling mengalahkan.

    ReplyDelete
  70. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Elegi di atas memamparkan secara jelas tujuan utama yang sebenarnya dari negara yang memiliki kekuatan Power Now yakni menghilangkan sifat mengEsakan Tuhan dari keyakinan setiap masyarakat dari setiap bangsa terutama dunia selatan. Karena bagi Power Now sebuah bangsa akan menjadi budaknya secara absolute (tetap) ketika sebuah bangsa itu sudah kehilangan jati dirinya terutama dalam hal keyakinan mengangungkan keEsaan Tuhan. Maka dari untuk mencapai titik itu, secara perlahan Power Now Menggrogoti Tubuh setiap bangsa mulai dari Kaki,Persendian hingga menuju Otak tempat dimana pusat keyakinan itu bersemayam.Semoga keyakinan kita akan KeEsaan Allah SWT selalu tetap dalam perubahan mengingat di zaman sekarang ini budaya asing, ilmu perkembangan serta teknolgi begitu bebasnya masuk ke bangsa kita.


    ReplyDelete
  71. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Banyak hal menarik yang dapat diambil dari elegi di atas, seperti; adalah dunia ini memerlukan orang-orang gila, orang-orang tak bernurani dan orang-orang tak beragama serta orang-orang paling kurangajar di dunia ini untuk menghancurkan dunia itu sendiri. Maka, semog kita yang “berpendidikan” tidak termasuk dalam empat kategori tersebut.

    ReplyDelete
  72. SHALEH
    PEP/PPs/2016/A

    Ketika berenang di arus power now yang sangat deras, kita tdk bisa berenang melawan deras arus akan tetapi harus dg strategi menyelam mengikuti alirannya tetapi tdk boleh larut di dalamnya.

    ReplyDelete
  73. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016
    Elegi sang matadara berusaha menaklukan raja-raja lokal dunia selatan ini menunjukkan betapa kekuatan power now saat ini tengah mendominasi ditengah kehidupan bangsa ini. Negara seolah dijajah dengan teknologi dan paham yang dihembuskan oleh power now. Kembali bahwa negeri ini harus memahami bahwa jati diri harus selalu ditanamkan dalam diri setiap warga Negara agar tidak goyah dan hanya ikut-ikutan tanpa mempunyai identitas yang pasti.

    ReplyDelete
  74. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    ketika sudah tampak kelelahan dari tubuh kita dan memang tidak sanggup lagi menyerang, sementara tenaga juga sudah tidak ada, maka serangan balik lebih kuat dahsyat dilancarkan, sementara pertahanan kita sudah sangat lemah dikarenakan tenaga sudah habis. Maka selalu waspada terhadap keadaan yang dapat mengancam

    ReplyDelete
  75. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Elegi-elegi antara matadara dengan power Now, adalah refleksi. Seperti tim kesebelasan sepakbola. Ketika saatnya turnamen dilakukan, maka saat itu juga taktik dan trik dipersiapkan. Saat permainan dimulai, pertahanan demi pertahanan dikuatkan dan serangan dilancarkan, padahal lawan sedang membuat strategi, agar kita senagaja meniggalkan kandang dan merasa bisa.

    ReplyDelete
  76. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Strategi, pengetahuan dan pengalaman yang kurang, merupakan kelemahan, tingkatkan pengetahuan meskipun pengalaman kurang, bisa jadi pengalaman sedikit tapi pengetahuan sedikit, kurang namun strategi banyak dan mampu memberikan perlawanan, dibandingkan pengalaman banyak dan ilmu banyak tetapi strategi tdak ada. Berhati-hatilah terhadap peperangan abstarak yang lebih menghancurkan dari pada fisik.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id