Mar 8, 2011

Elegi Menggapai Belajar dan Mengajar




Oleh Marsigit

Guru:
Wahai murid1, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid1:
Aku menginginkan pelajaranmu itu menyenangkan. Aku juga menginginkan agar pelajaranmu itu dapat memberi semangat kepadaku. Aku juga ingin teman-temanku semua menyenangi pelajaran mu itu. Aku juga ingin pelajaranmu itu bermanfaat bagiku. Aku juga ingin bahwa pelajaranmu itu ada yang mudah, ada yang sedang dan kalau bisa jangan terlalu sukar. Dalam mengikuti pelajaranmu, aku harap engkau juga menghargai pengetahuan lamaku. Aku ingin juga bahwa pelajaranmu juga mempunyai nilai-nilai etik, estetika dan nilai religius. Aku mohon agar aku diberi kesempatan untuk berdoa sebelum pelajaranmu dimulai. Aku ingin agar persoalanku sehari-hari dapat digunakan dalam belajar. Ketahuilah wahai guruku bahwa rasa senang itu juga milikku, walaupun engkau juga berhak mempunyai rasa senang. Tetapi menurutku, rasa senang itu tidaklah engkau berikan kepadaku, melainkan harus muncul dari dalam diriku sendiri. Oleh karena itu maka janganlah selalu engkau merasa dapat memberikan rasa senang atau motivasi kepadaku. Tetapi aku harap agar pelajaranmu itu engkau persiapakn sebaik-baiknya agar aku dapat melakukan berbagai aktivitas. Aku juga memohon agar engkau bersikap adil, tidak pilih kasih. Menurutku, belajar itu adalah hak dari setiap murid-muridmu ini. Maka janganlah engkau hanya berbicara kepada seseorang saja, tetapi juga berbicara dengan yang lainnya. Aku juga memohon agar engkau tidak bersikap otoriter. Tetapi aku mohon agar engkau dapat bersikap demokratis. Oleh karena itu, aku mohon agar engkau jangan terlalu banyak bicara apalagi terkesan mengguruiku atau teman-temanku ini. Karena jika engkau terlalu banyak bercerita dan mengguruiku maka sebenar-benar diriku merasa tersinggung. Aku juga mohon agar engkau tidak hanya bercerita, tetapi hendaknya memberikanku kesempatan untuk beraktivitas. Aku ingin agar engkau guruku, dapat membuat atau menyiapkan LKS agar aku bisa berlatih di situ, sekaligus aku akan mempunyai catatan dan informasi-informasi. Aku mohon juga agar engkau jangan menilai aku hanya dari test saja, tetapi tolonglah agar penilaianmu terhadap diriku itu bersifat komprehensif, lengkap meliputi proses kegiatanku dan juga hasil-hasilku. Aku juga menginginkan dapat menampilkan karya-karyaku. Wahai guruku, ketahuilah bahwa aku juga ingin menunjukkan kepada teman-temanku bahwa aku juga dapat menarik kesimpulan dari tugas-tugasmu. Ketahuilah wahai guruku bahwa kesimpulan-kesimpulan dari tugas-tugasmu itu sebenarnya adalah milikku. Aku juga mohon agar engkau menggunakan berbagai variasi metode mengajar, variasi penilaian, variasi pemanfaatan sumber belajar. Aku juga menginginkan agar engkau mampu menggunakan teknologi canggih seperti website dalam pembelajaranmu. Aku juga menginginkan agar engkau dapat menasehatiku bagaiman bersikap dan berperilaku sebagai siswamu agar aku dapat meraih cita-citaku. Aku ingin engkau menunjukkiku di mana sumber-sumber belajar yang baik. Aku juga akan merasa bangga jika engkau sebagai guruku mampu membuat modulmodul pembelajaran, apalagi jika engkau dapat pula membuat buku-buku teks pelajaran untukku. Aku juga menginginkan engkau dapat memberi kesempatan kepadaku untuk memperoleh keterampilanku. Aku ingin agar ilmuku bermanfaat tidak hanya untuk diriku tetapi juga untuk orang lain. Syukur-syukur jika engkau dapat membimbingku agar aku memperoleh prestasi secara nasional atau internasional. Aku juga menginginkan masih tetap bisa berkonsultasi dengan mu di luar jam pelajaran.


Guru:
Wahai murid2, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid2:
Aku setuju dengan apa yang telah disampaikan oleh murid1. Disamping itu aku akan menambah permintaanku kepadamu. Ketahuilah wahai guruku, bahwa diriku itu adalah diriku. Tiadalah seseorang di muka bumi ini selain diriku sama dengan diriku. Oleh karena itu dalam pelajaranmu nanti aku berharap agar engkau dapat mengenalku dan mengerti siapa diriku. Tetapi aku juga mengetahui bahwa diriku yang lain juga saling berbeda satu dengan yang lain. Maka sesungguh-sungguhnya dirimu sebagai guru akan menghadapi murid-muridmu sebanyak empat puluh ini, juga sebanyak empat puluh macam yang berbeda-beda. Oleh karena itu aku memohon agar engkau jangan menggunakan metode tunggal dalam mengajarmu. Menurutku, untuk melayani sebanyak empat puluh siswa-siswa yang berbeda-beda ini, maka tidaklah bisa kalau engkau hanya menggunakan metode mengajar tradisional. Ketahuilah wahai guruku, menurut bacaanku metode tradisional adalah metode ceramah. Di dalam metode tradisional, biasanya guru setelah menerangkan, guru kemudian membuat contoh, setelah itu kemudian guru memberi tugas, setelah itu kemudian guru memberi PR. Hal demikian diulang-ulang sepanjang mengajarnya. Menurut bacaanku, maka untuk dapat melayani diriku yuang beraneka ragam ini, engkau perlu mengembangkan RPP yang flesibel, perlu membuat LKS dan yang penting lagi adalah engkau sebagai guruku harus percaya bahwa aku mampu belajar. Mungkin engkau perlu membuat bermacam-macam LKS sesuai dengan banyaknya persoalan atau banyaknya kelompok belajar. Itulah yang aku ketahui bahwa engkau harus lebih berpihak kepada kami. Keberpihakan engkau kepada kami itulah yang disebut sebagai student center. Maka jikalau engkau mempunyai alat peraga, maka biarkan aku dapat menggunakannya dan jangan hanya engkau taruh di depan saja.

Guru:
Wahai murid3, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid3:
Aku setuju dengan apa yang telah disampaikan oleh murid1 dan murid2. Disamping itu aku akan menambah permintaanku kepadamu. Ketahuilah bahwa disamping sebagai makhluk individu saya juga sebagai makhluk sosial. Aku tidak dapat hidup menyendiri. Aku belajar dari teman-temanku. Aka sangat menikmati pergaulanku. Aku bahkan dapat belajar lebih efektif jika belajar bersama-sama dengan teman-temanku. Oleh karena itu wahai guruku, maka dalam pelajaranmu nanti berikan kami kesempatan untk belajar bersama-sama. Terserahlah engkau, apakah aku akan belajar berpasang-pasangan berdua-berdua, atau akan belajar dalam kelompok belajar. Terserang engkau pula bagaimana dan dengan siapa aku bekerja dan diskusi dalam kelompok. Oleh karena itu aku memohon agar metode mengajarmu dapat memberikan aku dapat belajar dalam kelompok. Aku juga mohon agar engkau membuat LKS. Menurut bacaanku ternyata belajar kelompok itu sangat banyak variasinya. Ada jigsaw, ada STAD. Maka aku selalau bersemangat jika guruku menggunakan metode kooperatif learning. Aku juga mohon agar engkau memberikan kesempatan kepada diriku untuk membangun konsepku dan pengertianku sendiri. Ketahuilah wahai guruku, bahwa temuanku itu sebenar-benarnya akan bersifat lebih awet dan langgeng dari pada hal demikian hanya sekedar pemberianmu. Oleh karena itu aku selalu bersemangat jika engkau menggunakan pendekatan konstructivis.

Guru:
Wahai murid4, sekiranya aku ditugaskan untuk menjadi gurumu, maka apakah permintaanmu itu?

Murid4:
Aku setuju dengan apa yang telah disampaikan oleh murid1 dan murid2 dan murid3. Disamping itu aku akan menambah permintaanku kepadamu. Ketahuilah wahai guruku. Aku adalah muridmu yang hidup di masyarakat. Aku berasal dari keluargaku. Aku mempunyai pengalaman dengan lingkunganku. Aku mempunyai pengalaman pergi jauh. Sebenar-benar ilmu bagiku adalah jika hal tersebut sesuai dengan pengalamanku. Aku juga menyadari bahwa teman-temanku yang lain juga mempunyai latar belakang dan pengalamannya masing-masing. Kita bahkan menggunakan bahasa daerah kita masing-masing. Maka aku memohon kepadamu wahai guruku, janganlah aku engkau berikan ilmu yang sangat asing bagi kami. Aku mohon engkau menggunakan langkah-langkah secara bertahap sesuai dengan pengalaman hidup kita masing-masing. Syukur kalau aku dapat mempelajari ilmumu menggunakan pengalamanku. Oleh karena itu aku sangat gembira jikalau engkau dapat menggunakan pendekatan contekstual dalam mengajarnya. Aku akan menggunakan pengalaman belanja di Mall, bepergian dengan Kereta API, Naik Pesawat, naik Kapal laut dsb. Temanku yang berasal dari desa juga ingin menggunakan pengalamannya bercocok tanam untuk bisa mempelajari ilmu-ilmumu.

Guru:
Wahai murid-muridku. Aku merasa terharu mendengar semua permintaanmu itu. Setelah mendengar semua permintaanmu, aku menjadi merasa ingin bertanya kembali kepada dosenku.

Guru:
Wahai dosen1, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu?

Dosen1:
Sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh murid-muridmu adalah obyek dan metodenya. Obyek ilmunya adalah pengertian, kesepakatan, lambang-lambang, aksioma, dalil, bukti, sifat-sifat, ruang lingkup, kasus-kasus, contoh-contoh dan penerapannya. Sedangkan metodenya adalah langsung, tidak langsung, pengamatan, berpikir kritis, pengumpulan data, analisis, deduksi, induksi, mengurutkan, membedakan, mengelompokkan, mengenal pola, mengenal hubungan, tesis, antitesis, hipotesis, dan sintesis.

Guru:
Wahai dosen2, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu

Dosen2:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah untuk memecahkan persoalan-persoalan. Maka kembangkanlah kemampuan memecahkan masalah sehari-hari bagi murid-muridmu itu. Agar memahami bagaimana dapat memecahkan masalah maka berilah kesempatan mereka mengenali dan mempelajari sifat-sifat ilmu-ilmu dan obyek-obyek. Kenalkanlah beberapa prosedur pemacahan masalah. Berikan contoh. Kembangkan contoh. Beri kesempatan menemukan masalah. Beri kesempatan membuat model pemecahan masalah.

Guru:
Wahai dosen3, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu.

Dosen3:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1dan dosen2. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah menuju kegiatan penelitian. Maka tiadalah ada gunanya jika mereka tidak diberi kesempatan untuk mengadakan penelitian. Hendaknya engkau memahami bahwa penelitian yang dimaksud adalah dalam arti seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Esensi kegiatan penelitian adalah rasa ingin tahu atau curiosity. Maka dalam pelajaranmu itu berikan kesempatan pada murid-muridmu agar mereka selalu mempunyai rasa ingin tahu, kenalkan berbagai macam metode menyelidiki sesuatu, hingga ke kegiatan penelitian sederhana.

Guru:
Wahai dosen4, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu.

Dosen4:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1, dosen2 dan dosen3. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah komunikasi. Tiadalah suatu ilmu yang tidak dapat dikomunikasikan. Ilmu adalah komunikasi. Oleh karena itu dalam pelajaranmu, berikenlah kesempatan siswa-siswamu untki berkomunikasi satu dengan yang lain. Komunikasi juga dapat dilakukan antar guru dan siswa, siswa dan siswa, dan siswa dan guru. Berikan pula agar mereka mampu mengkomunikasikan temuan-temuan belajarnya. Berilah pula pengalaman untuk membuat arsip-arsip agar lebih mampu melakukan komunikasi.


Guru:
Wahai dosen5, bolehkah aku ingin menambah ilmuku. Aku ingin bertanya, apakah sebenar-benar ilmu yang perlu dipelajari oleh para siswaku itu.


Dosen4:
Aku setuju dengan apa yang telah diuraikan oleh dosen1, dosen2 , dosen3 dan dosen4. Tetapi aku akan menambah.
Sebenar-benar ilmu bagi murid-muridmu adalah doa, niat, semangat dan motivasi. Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga sikap, perilaku, perbuatan, etika dan estetikanya.
Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga pengetahuannya, bacaannya, dan referensinya.
Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga keterampilannya dan kemampuan menerapkannya.
Sebenar-benar ilmu bagi mereka adalah juga pengalaman-pengalamannya.

Guru:
Terimakasih murid-muridku. Terimakasih dosen-dosenku. Doakanlah sebentar lagi aku akan mempunyai tugas mengajar di kelas. Semoga sukses. Amien.

47 comments:

  1. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Dalam proses belajar mengajar, guru harus bisa memilih metode belajar yang tepat dan menyenangkan sehingga siswa dapat termotivasi untuk belajar. Guru membuat suatu persoalan yang akan dipecahkan oleh siswa agar kemampuan pemecahan masalah siswa dapat meningkat. Guru memberikan kesempatan siswa untuk belajar mandiri dan belajar meneliti agar siswa dapat berkembang, memberikan siswa kesempatan untuk mengkomunikasikan hasil penelitiannya agar siswa dapat meningkatkan komunikasinya dalam belajar. Guru mengajar dengan memberikan contoh secara kontekstual agar siswa lebih mudah dalam memahami suatu masalah.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  2. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Dalam elegi ini menceritakan keinginan siswa terhadap gurunya. Siswa menginginkan guru untuk mengajar dengan mtode yang bervariasi, adil, demokratis, kontekstual, dan kooperatif. Dalam pembelajaran, siswa seharusnya tidak derlakukan sebagai obyek, melainkan sebagai subyeknya, dan guru bertindak sebagai fasilitator. Sehingga siswa mendapat kebebasaan untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dan dapat mencari referensi dimana saja. Sehingga siswa harus berusaha menemukan dan menggunakan metode belajar yang tepat dan sesuai dengan dirinya sendiri, dan guru harus berusaha menemukan dan menggunakan metode mengajar yang paling tepat untuk siswa-siswanya.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  3. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Pembelajaran yang masih terpusat pada guru dan siswa hanya sebagai pendengar merupakan paradigma yang harus dirubah. Berbgai inovasi dalam pendidikan harus lebih dikembangkan agar siswa dan guru sama-sama berperan secara aktif. Penerapan kurikulum 2013 sudah bagus dlam beberapa sekolah, akan tetapi masih juga belum berfungsi dengan baik dei beberpaa sekolah, seperti sekolah yang cenderung di pedesaan. Langkah baru dalam mebuat pengajar dan pebelajar sama-sama aktif diperlukan agar pembelajaran tidak terpusat pada guru dan terkesan tradisional..

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum Wr. Wb
    Dalam proses belajar mengajar bukanlah hanya sebagai proses untuk mentarnsfer ilmu yang dimiliki guru kepada siswa, tidak hanya menjadikan siswa sebagai subjek, membuat siswa pasif dalam pembelajaran. Akan tetapi proses belajar mengajar adalah proses dimana guru bisa memenuhi kebutuhan para siswa, siswa dijadikan sebagai pusat pembelajaran sehingga siswa akan aktif dalam pembelajaran. Sehingga diharapkan pembelajaran akan lebih bermakna dan siswa dalam memahami materi akan lebih mudah.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete


  5. Sebagai calon guru sangat penting membaca elegi diatas. Selama proses belajar berlangusng kita harus terus memantau perkembangan karateristik siswa dan lingkungannya karena dari jaman ke jaman kebutuhan siswa akan selalu berbeda. Sehingga dalam pembelajran guru tidak idealis dengan rencana pembelajarannya namun juga memahami maksud dan pikiran siswa.

    ReplyDelete
  6. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Guru tidak hanya mengajar siswa, tetapi juga mendidik siswanya sehingga mereka tidak hanya cerdas ilmunya tetapi juga cerdas sikap dan tingkah lakunya baik kepada guru itu sendiri, orang tua maupun serta teman sebaya. Proses belajar yang dilakukan guru juga harus bisa menyenangkan bagi siswa serta tidak membuatnya bosan sehingga proses penerimaan materinya lebih mudah diserap. Perlunya sebuah inovasi dan kreatif yang dilakukan guru untuk merancang pembelajaran yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  7. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pada elegi menggapai belajar dan mengajar ini dipaparkan keinginan sesungguhnya dari murid-murid dimanapun dan apapun jenjangnya baik SD, SMP, maupun SMA. Dengan paparan pada elegi ini seharusnya menjadi panduan atau acuan dalam mengajar siswa agar siswa yang kita ajarkan mendapatkan pengetahuan yang mereka inginkan dan yang kita ajarkan.

    ReplyDelete
  8. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Begitu senangnya jika dalam pembelajaran di kelas guru dapat mendengar apa yang diinginkan siswa selama pembelajaran, ilmu seperti apa yang dibutuhkan siswa, sehingga guru dapat menentukan metode yang tepat untuk proses pembelajaran. Karena sebenar- benar guru harus berusaha menciptakan suasanya pembelajaran yang menyenangkan, memfasilitasi siswa untuk membangun pengetahuannya, memfasilitasi siswa agar dapat belajar kapanpun dan dimanapun, serta menggunakan ilmunya dalam memecahkan berbagai permasalahan yang ada di sekitarnya. Oleh karena itulah guru harus memberi kesempatan kepada siswa untuk meneliti, mengeksplorasi sedalam- dalamnya dan seluas- luasnya kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk meyampaikan temuan- temuannya. Dan yang terpenting adalah bagaimana proses pembelajaran dapat membentuk karakter siswa.

    ReplyDelete
  9. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Guru merupakan sebuah pekerjaan yang sangat luar biasa hebatnya. Seorang guru membangun pengetahuan dan karakter peserta didik untuk memiliki pengetahuan dan masa depan yang mapan. Seorang guru dituntut untuk memiliki kompetensi yang profesional dalam mengajar untuk memberikan ilmu pada siswa. Saya setuju bahwa sebenar-benar ilmu itu tergantung pada niat, doa, motivasi.Belajar tidak hanya mengandalkan aspek kognitif saja namun juga sikap, perilaku, perbuatan, etika dan estetikanya.Belajar adalah mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman.

    ReplyDelete
  10. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013


    Elegi di atas juga menggambarkan dosen yang memberi pengarahan kepada kita. Hal ini menggambarkan kepada kita bahwa untuk berkembang kita tidak dapat berjalan sendiri, batuan dari sesama aktivis pendidikan dan kerjasama yang kuat menjadi salah satu faktor penting untuk menyukseskan pembelajaran yang dilaksanakan.

    ReplyDelete
  11. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013


    Elegi diatas memberikan pesan yang penting bagi kita terutama calon guru-guru. Melalui elegi ini kita menjadi tahu apa saja sebenarnya yang dibutuhkan oleh para murid, namun tidak sampai disini saja, selama proses yang berlangusng kita harus terus memantau perkembangan karateristik siswa dan lingkungannya karena dari jaman ke jaman kebutuhan siswa akan selalu berbeda.

    ReplyDelete
  12. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Tidak ada cara Belajar dan mengajar yang paling baik dan sempurna. Tetapi sebagai seorang guru, kita harus berusaha untuk mencari cara belajar dan mengajar yang paling tepat, yang sesuai dengan karakter siswa tentunya. Guru hendaknya mengajar dengan menggunakan metode yang bervariasi dan harus memberi kebebasan pada siswa untuk mengkontruksi atau membangun pengetahuannya sendiri. Guru bukan satu-satunya sumber belajar, guru hanya sebagai fasilitator dan siswa dapat mencari referensi dimana saja. Jadi siswa juga harus berusaha untuk mendapatkan cara belajar yang paling tepat dan sesuai dengan dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  13. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Sulit memang untuk menjadi guru yang ideal yang dapat memenuhi semua kebutuhan siswa. Tapi yang terpenting adalah bagaimana seorang guru mampu menjadikan siswa sebagai pusat belajar dengan berusaha mengenali dan memahami sifat dan kemampuan masing-masing siswa sehingga guru dapat membangun fasilitas belajar yang sesuai.. Guru juga diharapkan mampu mengajar dengan menggunakan berbagai macam metode yang disesuaikan dengan tingkat kesukaran materi dan kemampuan pemahaman siswa agar siswa dapat lebih mudah untuk memahami dan mengerti tentang kebermaknaan materi yang diajarkan

    ReplyDelete
  14. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Tulisan BApak di atas dapat menginspirasi bagi guru, terutama calon guru. Bahwa siswa itu bukan obyek belajar saja, namun juga obyek belajar. Alangkah baik jika guru mengajarkan ilmu melalui pengalaman-pengalaman yang dialami murid. Bukan mengajarkan secara langsung, seperti memberikan rumus secara langsung dalam matematika.

    ReplyDelete
  15. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa, yaitu siswa sebagai subjek belajar. Siswa diberi kesempatan untuk membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas pembelajaran yang dirancang oleh guru. Sehingga pengetahuan itu akan lebih lama ada di benak siswa karena siswa beraktivitas, bukan hanya mendengarkan.

    ReplyDelete
  16. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Selain itu, jika guru masih menggunakan metode ceramah layaknya mengisi wadah yang kosong berarti guru membatasi kreativitas siswa. Siswa berhak untuk belajar mandiri sehingga terbentuk karakter2 yang baik seperti mandiri, tanggung jawab, percaya diri, saling menghargai pendapat teman saat diskusi dan lain-lain.

    ReplyDelete
  17. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    sekarang saya tahu bagaimana menjadi seorang guru profesional yang mampu mengajar murid-muridnya sesuai dengan keinginannya. Kalau saja semua guru bisa mengerti semua keinginan masing-masing salah seorang siswa di kelas belajar maka guru akan dapat melakukan pembelajaran yang benar-benar profesional.

    ReplyDelete
  18. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Jadi saya dapat menyimpulkan bahwa untuk menjadi guru diperlukan studi pelajaran atau penelitian tindakan kelas untuk siswa dalam rangka menciptakan profesional pembelajaran yang baik. Oleh karena itu diperlukan inovasi guru dan sistem pembelajaran guru tidak hanya memberikan konten pelajaran aspek yang lebih maju dari kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik yang diwujudkan dalam proses dan aplikasi.

    ReplyDelete
  19. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Jika saya memposisikan diri sebagai siswa maka saya belum tentu memiliki jawaban yang seperti halnya murid 1 sampai dengan murid 4. Murid yang hebat andai saja ada murid yang seperti itu. Guru akan bangga memiliki murid yang mengungkapkan keinginan masing-masing siswanya. Menjadi guru memang tidaklah mudah, harus mengetahui karakteristik siswanya dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda.

    ReplyDelete
  20. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Diperlukan LKS dalam pembelajaran agar dapat memfasilitasi siswa yang berisi langkah-langkah bagaimana siswa menemukan konsep. Dalam pembelajaran mateatika diperlukan pula alat peraga yang akan membantu siswa mempermudah. Apalagi dalam mempelajari geometri, tentu akan lebih mudah jika siswa mempraktikkan daripada membayangkan. Adakalanya juga guru perlu menggunakan software yang membantu siswa mempermudah dalam menjelaskan kepada siswa.

    ReplyDelete
  21. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Guru adalah mata tombak dalam pendidikan, keberhasilan pendidikan paling besar tergantung oleh bagaimana guru menyampaikan materi dikelas. Setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda. Guru harus kreatif dalam menggunakan beragai macam metode pembelajaram untuk dapat menfasilitasi siswa yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Sebaiknya guru tidak hanya menggunakan satu metode secara terus menerus hal ini bertujuan agar siswa yang memiliki karakter yang berbeda dapat terfasilitasi dengan digunakannya berbagai macam metode pengajaran yang digunakan oleh guru.

    ReplyDelete
  22. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    jawaban-jawaban dari siswa-siswa tersebut menambah ilmu saya untuk dapat menjadi seorang guru yang baik. Dijelaskan dalam jawaban siswa bahwa mereka ingin guru tidak pilih kasih terhadapa siswanya. Terkdanag tanpa disadari seorang guru berlaku pilih kasih kepada siswanya. Guru lebih sering memuji siswa yang bisa mengerjakan soal dari pada murid yang bertanya. Hal ini terlihat sepele tapi sangat berpengaruh terhadap siswa. Siswa yang merasa dirinya tidak dianggap akan cenderung rendah diri terhadapa materi yang diberikan. Salah satu tindakan guru yang sepele tetapi sangat berpengaruh adalah memberi label bahwa siswa bodoh, terkadang ketika siswa salah mengerjakan soal guru akan marah hal ini akan membuat siswa semakin membenci materi yang diberikan.

    ReplyDelete
  23. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Siswa itu sifat, banyak karakter, tidak ada yang sama. Maka kenapa kita sebagai guru hanya menggunakan metode pembelajaran itu-itu saja. Padahal seharusnya kita bisa memfasilitasi siswa yang berbeda-beda karakternya tersebut supaya mereka dapat belajar dengan lebih baik. Manusia itu tidak akan pernah bisa adil, tetapi hanya berusaha untuk bisa adil. Lalu kenapa tidak kita lakukan?

    ReplyDelete
  24. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Tugas seorang guru adalah mengajar siswa-siswinya. Memberikan motivasi, semangat, memberi ilmu pengetahuan. Maka untuk membelajarkan siswa dibutuhkan strategi-strategi yang tepat agar materi yang dipelajari bermakna bagi siswa. Sehingga nantinya ilmu pengetahuan yang dperoleh siswa dapat membentuk skap, perilaku, etika siswa itu sendiri. Ilmu pengetahuan itu dapat memberikanketerampilan dan kemampuan kepada siswa untuk menerapkannya. Imu pengtehaun tersebut dapat menjadi bekal bermanfaat untuk masa depannya kelak.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  25. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Setelah membaca elegi ini, saya menjadi mengerti bagaimana seharusnya seorang guru dalam menjalankan profesinya sebagai guru profesional. Memang tidak mudah mengajar kelas yang tentunya banyak siswa di dalamnya. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru hendaknya tidak lagi berpusat pada guru, akan tetapi berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  26. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Menurut saya, sebagai calon guru kita perlu memahami elegi ini. Selama melaksanakan pembelajaran, kita perlu memperhatikan keadaan siswa beserta lingkungannya. Dalam satu kelas, tentu karakteristik dari masing-masing siswa berbeda. Oleh karena itu, kita harus memenuh kebutuhan semua siswa dengan tanpa memandang rendah salah satu atau minoritas dari siswa tersebut. Hal ini berhubungan juga dengan rencana pembelajaran yang dibuat guru.

    ReplyDelete
  27. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Elegi belajar dan mengajar ini sungguh sangat membantu guru dalam merencanakan pembelajaran yang akan dilakukan. Elegi ini berisi keinginan siswa dalam mengikuti pembelajaran dan juga berisi tentang bagaimana seharusnya guru bersikap dan memfasilitasi siswanya. Elegi ini dapat menjadi pedoman untuk guru dalam mengajar sehingga siswa akan senang mendapatkan informasi atau fasilitas pembelajaran sesuai yang mereka inginkan.

    ReplyDelete
  28. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Seorang guru membimbing siswa untuk dapat memahami pelajaran dan juga mendidik siswa agar mempunyai sifat dan karakter yang baik. Untuk menjadi seorang guru yang profesional tentu memerlukan usaha yang lebih. Guru harus menyiapkan materi dengan matang, fasilitas pembelajaran sepeeti lembar kerja siswa (LKS), alat peraga untuk membantu menjelaskan pada siswa, serta fasilitas lainnya. Satu hal yang tidak boleh lupa yaitu niat tulus untuk mencerdaskan siswa siswinya.

    ReplyDelete
  29. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Untuk mencapai kegiatan belajar dan mengajar yang optimal, guru sebaiknya mengetahui pembelajaran apa yang dinginkan oleh siswanya. Dari elegi di atas, masih banyak sekali hal yang perlu saya pelajari dan saya persiapkan untuk menjadi guru yang tidak hanya mentransfer ilmu tetapi juga mengajarkan nilai moral kepada siswanya. Sehingga siswa kelak menjadi ilmuwan yang bermoral dan berkarakter.

    ReplyDelete
  30. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Ingatlah sebuah kisah yang pernah dituturkan, seorang Kiai yang menghapus mitos. Ia mengajar dengan mencerahkan. dalam kisah tersebut, ketika ia telah kembali dalam menuntut ilmu dan diminta untuk meneruskan pekerjaan ayahnya yaitu mengajarkan ilmu melalui pengajian. Ketika telah masuk waktunya untuk melakukan pengajian, murid-muridnya belum ada yang datang. Namun Ia tetap menunggu untuk menjalankan amanahnya. Ketika murid-muridnya datang dan ingin memulai pengajian, sang Kiai lantas bertanya "Ayo, kalian mau 'ngaji' apa?", sehingga kagetlah murid-muridnya dan bertanya, "Loh, mohon maaf Kiai, biasanya pengajian itu, Kiainya yang menetukan". Sang Kiai menjelaskan, "Kalaulah seperti itu, maka yang pintar hanyalah gurunya, muridnya hanya mengikuti, maka mulailah kalian dengan bertanya". Ya, Itulah spenggal kisah dari Kiai Dahlan.

    ReplyDelete
  31. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Jadi apakah yang bisa kita renungkan dari ini, bahwa kawan-kawan mahasiswa dan kawan-kawan guru sekalian, mengajar itu adalah kemuliaan. Namun kemuliaan itu sendiri tidak serta merta membuat dirimu mulia. Namun kemuliaan itu diraih dengan memuliakan murid-murid atau mahasiswa kita. Jadi apakah yang bisa kita renungkan dari ini, bahwa kawan-kawan mahasiswa dan kawan-kawan guru sekalian, belajar itu adalah kemuliaan. Namun kemuliaan itu sendiri tidak serta merta membuat dirimu mulia. Namun kemuliaan itu diraih dengan memuliakan guru-guru atau dosen kita.

    ReplyDelete
  32. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Guru sebagai tenaga profesional bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembinaan dan pelatihan , melakukan penelitian, membanu pengembangan dan pengelolaan program sekoilah serta mengembangkan profesionalitasnya.Fungsi guru adalah sebagai pendidik,pengajar, pembimbing, pelatih, pengembang program, pengeloloa program, dan tenaga profesional.Tugas dan fungsi guru tersebut adalah menggambarkan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru yang profesional agar siswa dapat menggapai aktualisi dirinya secara optimal.

    ReplyDelete
  33. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Para guru harus mempunyai bekal yang memadai agar dapat menguasai sejumlah kompetensi yang diharapkan siswa seperti pada elegi di atas baik melalui preservise maupun intervise training. Salah satu bentuk preservise training bagi seorang guru adalah melalui pembentukan kemampuan dasar mengajar (teaching skill) baik secara teoritis maupun praktis. Karena mengajar adalah memberi pelajaran kepada siswa yang sedang belajar. Dalam hal ini pengajar dan pembelajar memberdayakan diri sendiri sehingga proses pembejaran dapat berlangsung. Pembelajar diposisikan sebagai subjek belajar, diharapkan memiliki kompetensi yang telah ditentukan. Sedangkan Guru membelajarkan dan memberdayakan pembelajar hingga pembelajar memilki kompetensi tertentu.

    ReplyDelete
  34. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Guru adalah ujung tombak pendidikan. Oleh karena itu inovasi dan metode yang tepat dalam belajar mengajar merupakan hal penting yang harus diperhatikan dan diperbaiki. Guru hendaknya memanusiakan siswanya bukan membuat siswanya menjadi robot. Maksudnya adalah guru memberikan kesempatan seluas-luasnya agar guru sebagai fasilitator yang memfasilitasi siswa agar dapat melaksanakan proses belajar dan dapat membangun pengetahuannya sendiri, bukan seperti robot yang guru sebagai pengendali tidak memberikan kesempatan siswa untuk beraktifitas belajarnya sendiri dalam hal ini pendidikan berpusat kepada gurunya.

    ReplyDelete
  35. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Dari elegi menggapai belajar dan mengajar ini hendaknya guru belajar mengenai segala hal yang menjadi kebutuhan siswa. Guru harus melihat keragaman yang dimiliki siswa dengan terus berusaha memahami dan menyadari kemampuan siswa dalam belajar dan berpikir. Hal ini bertujuan agar dalam belajar dan mengajar para siswa dapat luwes dalam menerima materi dan dalam proses pembelajaran itu sendiri.

    ReplyDelete
  36. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sebagai guru sebaiknya dalam mengajar di kelas tidak hanya mengajarkan sisi kognitifnya saja, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai moral dan spiritual. Terjadinya banyak kenakalan remaja saat ini karena siswa mendapatkan pesan moral hanya pada saat pembelajaran agama saja. Diluar itu mereka kering akan siraman rohani sehingga dalam hal ini peran semua guru sangat diperlukan. Dalam menyampaikan pesan moral, spiritual, etik dan estetika jangan hanya dibebankan kepada guru agama saja, kalau bisa dalam apersepsi semua guru pelajaran harus menyempaikan kata-kata motivasi yang menyengkut moral dan spiritual.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  37. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Sebelum dapat melaksanakan proses belajar dan mengajar, penting bagi guru untuk mengetahui hakekat belajar dan mengajar. Diantaranya ialah seperti yang telah diungkapkan di dalam elegi ini. Salah satu hakekat yang penting adalah dalam belajar dan mengajar, subyek yang belajar ialah siswa sehingga guru bukan mentransfer ilmu pengetahuan pada siswa, tetapi guru menjadi fasilitator bagi siswa dalam membangun pengetahuannya. Dengan demikian, guru harus kreatif dan mau mencari cara belajar dan mengajar yang sesuai dengan karakteristik siswa di kelas. Tidak ada satu cara belajar mengajar yang paling baik, yang paling baik ialah yang sesuai dengan ruang dan waktunya. Maka penting pula bagi guru untuk selalu melakukan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan tantangan perubahan zaman dan kebutuhan siswa.

    ReplyDelete
  38. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Elegi di atas mengilustrasikan tentang permintaan murid kepada gurunya yang menghendaki bahwa proses belajar mengajar yang terjadi di kelas semestinya adalah pembelajaran yang inovatif. Guru harus mengenal karakteristik masing-masing siswa dengan segala kekurangan dan kelebihannya dan seorang guru harus mampu menyikapinya. Itulah ilustrasi pembelajaran ideal yang harus dipenuhi oleh guru sebagai pendidik. Pembelajaran tradisional yang umumnya terjadi saat sekarang ini, cenderung hanya membuat siswa pasif dan yang terjadi hanyalah komunikasi satu arah dari guru ke siswa. Keadaan ini seolah-olah menggambarkan bahwa siswa hanyalah seperti tong kosong yang perlu diisi. Ini dapat berakibat mematikan intuisi siswa. Potensi-potensi yang ada dalam diri siswa menjadi tidak muncul dan berkembang. Pembelajaran sekarang ini seharusnya merupakan pembelajaran yang inovatif di mana guru tidak hanya bertindak sebagai pendidik juga bertindak sebagai fasilitator, sedangkan siswa menjadi subjek dalam pembelajaran. Di mana siswa akan membangun dan menemukan pengetahuannya sendiri.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  39. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Para siswa berharap guru mereka dapat mengajar mereka dengan metode yang baik. Mereka ingin guru mereka memahami karakter mereka yang berbeda, menerapkan pembelajaran dalam kelompok-kelompok, menyiapkan lembar kerja, dan selalu bersedia untuk membimbing mereka di luar jam sekolah.
    Hal-hal yang akan diajarkan oleh guru kecuali materi pelajaran adalah pembentukan karakter siswa, pemecahan masalah, menggunakan pendekatan kontekstual dan mendorong siswa untuk melakukan penelitian. Jadi, guru harus dapat memahami apa yang diinginkan oleh siswa mereka yang berkaitan dengan belajar menyenangkan. Siswa akan merasa nyaman belajar di kelas jika guru memiliki terbuka, bersedia menerima pendapat dari siswa mereka, dan tidak dalam keadaan tertekan. Tugas dari guru di kelas tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik siswa, memotivasi, menanamkan nilai-nilai karakter, dll Karena siswa akan merasa lebih antusias di sela-sela saat proses belajar guru memotivasi cerita dalam bentuk seseorang yang layak untuk ditiru.

    ReplyDelete
  40. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Belajar dan mengajar adalah suatu proses pengembangan diri. Interaksi guru dan siswa sebagai makna utama proses pengajaran memegang peranan penting untuk mencapai tujuan pengajaran yang efektif. Mengingat kedudukan siswa sebagai subjek dan sekaligus juga sebagai objek dalam pengajaran maka inti proses pengajaran tidak lain adalah kegiatan belajar siswa dalam mencapai suatu tujuan pengajaran.

    ReplyDelete
  41. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Menurut Erman Suherman (2003:7), pembelajaran meliputi dua kegiatan utama yaitu belajar dan mengajar. Proses belajar bersifat internal dan unik dalam diri individu siswa, sedang proses pembelajaran bersifat eksternal yang sengaja direncanakan dan bersifat rekayasa perilaku. Guru harus memahami jika setiap peserta didik itu unik, guru harus memberikan pembelajaran yang didalamnya menyediakan kesempatan yang sama bagi peserta didik unuk berkembang, menyediakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, mudah dimengerti oleh peserta didik. Salah satu aplikasinya, pembelajaran yang berpusat pada siswa dapat berupa diskusi kelompok. Melalui kegiatan diskusi tersebut, siswa diberikan kesempatan untuk memecahkan masalah bersama, bertukar pikiran, bagaimana cara bekerja sama yang baik, dan mereka pun belajar mengkoordinasikan ide banyak orang. Guru harus bisa membuat siswa belajar. Belajar adalah perubahan pada diri manusia sebagai hasil dari interaksi diri dengan pengetahuan dan lingkungan. Perubahan yang terjadi berupa perkembangan dengan pencapaian suatu kompetensi, sehingga pencapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar siswa di sekolah dan lingkungan sekitarnya.

    ReplyDelete
  42. Nauqi Aprilia Putri
    13301240123
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam mengajar, guru harus memenuhi kebutuhan siswanya. Kebutuhan siswa sangat beragam, mengingat bahwa karakter siswa satu dengan lainnya berbeda. Namun, dengan demikian, kita hendak memahami karakter siswa – siswa tersebut agar pembelajaran dapat diterima dengan baik guna meningkatkan hasil belajar. Sebagai guru yang baik, maka seperti yang dipaparkan di atas, hendaknya menjadikan pembelajaran yang menyenangkan. Dengan demikian, siswa antusias dalam menerima pelajaran. Tak heran bahwa terkadang ada siswa yang tidak memperhatikan pembelajaran, asik main sendiri, mengobrol dengan temannya, melamun, bahkan mengantuk dan tertidur. Hal tersebut dapat terjadi karena siswa tidak antusias dan tertarik oleh pembelajaran oleh guru. Oleh karena itu, maka sangat penting menjadikan pembelajaran menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  43. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pemberian materi pelajaran, semangat dan antusias guru harus diberikan dan ditularkan pada siswa sehingga mereka juga memiliki semangat untuk mengikuti pembelajaran. Semangat yang diberikan oleh guru misalkan dengan memberikan penerapan suatu materi terkait dengan kehidupan sehari – hari, sehingga siswa akan berpikir bahwa materi yang akan dipelajari merupakan materi yang penting dan berguna. Dengan demikian, siswa akan menyenangi atau bahkan memiliki hrasa ingin tahu yang lebih terhadap pembelajaran oleh guru. Untuk memberikan pembelajaran, tentunya tak bisa lepas dari pengetahuan yang sebelumnya. Oleh karenanya, sangat penting bagi guru untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan siswa yang sebelumnya. Tak jarang, mereka lupa akan pengetahuan tersebut, atau bahkan masih keliru. Hendaknya guru mengingatkan, bersabar dan menghargai hal itu.

    ReplyDelete
  44. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Tak hanya pengetahuan yang disampaikan dan diberikan oleh guru, namun juga memberikan contoh dan secara implicit memberikan contoh nilai – nilai etik, estetika dan nilai religious, seperti berdoa pada sebelum dan selesai pembelajaran. Guru juga memiliki kewajiban untuk memberi tahu dan menasehati siswa dalam bertindak, berucap, dan lainnya. Perlakuan guru terhadap siswa juga mempengaruhi siswa dalam belajar. Tak jarang, guru lebih sering berinteraksi dengan siswa yang pandai dalam kelas, dan mengabaikan siswa yang belum paham. Hendaknya, tak demikian, karena sebenarnya siswa membutuhkan bantuan dalam mengkonstruksi konsep dan pemahamannya. Guru dapat dengan melakukan berbagai cara untuk meningkatkan pemahamannya. Dengan begitu, guru harus tidak pilih kasih dan membedakan perlakuan terhadap siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang maupun rendah. Atau bahkan, guru meminta pada siswa yang memiliki kemampuan tinggi untuk mengajari temannya. Oleh karenanya, komunikasi itu sangat penting, yaitu komunikasi antara siswa dan guru.

    ReplyDelete
  45. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sebelum memberikan pelajaran, guru harus menyiapkan seperangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran dapat berupa RPP, LKS, media, alat untuk menguji bahkan alat peraga jika ada. Pembelajaran yang dilakukan hendaknya dengan metode belajar yang bervariasi atau mengurangi menggunakan metode pembelajaran tradisional. Kaena siswa berhak untuk mencari pengetahuannya sendiri dengan berkreasi. Memanfaatkan sumber belajar dan referensi yang beragam juga penting untuk pembelajaran. Media yang digunakan dapat bermacam – macam disesuaikan dengan materi yang akan diberikan. Untuk meningkatkan keaktifannya dalam belajar, guru juga hendaknya bersedia untuk ditanyai mengenai materi pembelajaran di luar jam pelajaran. Semoga kita senantiasa belajar dan terus belajar lagi. Amin.

    ReplyDelete
  46. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Belajar dan mengajar adalah interaksi dua arah antara peserta didik dan guru. Kesemua itu terangkum dalam suatu proses pendidikan. Siswa belajar agar dirinya dapat mengembangkan diri dan memiliki serangkaian keterampilan yang kelak dibutuhkannya untuk membangun diri, menjadikannya insan yang bernilai dan bermanfaat dalam pergaulan dalam lingkungan sosialnya. Sedangkan guru adalah memfasilitasi kegiatan belajar siswa. Membuat siswa memahami ilmu dan metodenya, memfasilitasi kegiatan komunikasi siswa, membangunkemampuan unuk memecahkan masalah, menemukan dan membangun ilmu pengetahuannya. Maka dalam proses mengajar guru tidak boleh memandang siswa secara parsial, akan tetapi sebagai diri yang utuh yang harus dibangun baik itu kemampuan kognisi, afeksi dan psikomotor siswa.

    ReplyDelete
  47. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Sebagai calon guru, elegi ini sangat berguna bagi saya, sebagai masukan bagaimana menjadi seorang pendidik yang baik, berkualitas dan berdedikasi tinggi dalam tanggung jawab saya sebagai calon guru. Kami harus melihat kondisi dan apa materi akan diberikan kemudian harus kita menggunakan metode atau bahan ajar atau media yang tepat agar siswa dapat lebih memahami konsep-konsep yang. Dan hal yang paling penting adalah untuk tidak pernah lelah untuk memberikan yang terbaik kepada siswa.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id