Mar 7, 2011

Elegi Mengeledhek Kaum Tribal Dengan Sebotol Sofdrink Kosong




Oleh Marsigit

Powernow:
Siapkan pesawat dan semua peralatan penginderaan jarak jauh, termasuk kamera, teleskop, komputer, handphone, dan kebutuhan akomodasi lainnya.

Neokapital:
Baik tuan. Kalau boleh tahu, tuan mau ke mana? Apa pula tujuannya?

Powernow:
Engkau sudah hebat tetapi kurang cerdas. Bukankah kita sudah menjadi penguasa dunia. Maka nikmatilah hidup ini. Kekuasanku meliputi unsur-unsurku dan unsur-unsurmu dan unsur-unsur mereka. Maka aku berhak menggali dari mereka semua kebutuhan dan keperluanku. Aku sekarang ingin bersenang-senang. Maka salah satu yang dapat menghibur diriku adalah bagaimana aku bisa menyaksikan perilaku para tribal, sesuai dengan norma-normaku.


Neokapital:

Apa tugasku tuan?

Powernow:
Tugasmu adalah merekam semua peristiwa atau kejadian yang ada. Tetapi janganlah engkau berlaku bodhoh. Sebetul-betulnya hiburan bagiku adalah jika dia itu mampu menghasilkan keuntungan bagiku. Maka kemaslah semuanya sehingga hasil dari kegiatan kita nanti akan laku jual. Ikutilah semua petunjukku dan jangan terlalu banyak bertanya. Marilah berangkat.

Neokapital:
Baik tuan. Kita terbang ke mana?


Powernow:

Arahkan pesawatnya di atas kehidupan para tribal. Semakin ditemukan para tribal semakin baik. Wah..pemandangannya sangat indah. Engkau pandai juga menerbangkan pesawat ini. Mana botol sofdrik ku? Naik pesawat di atas gurun dan rimba sambil minum Softdrink, betapa segarnya. Maka botol softdrink ku yang sudah kosong ini akan aku lempar ke bawah di dekat kerumunan para tribal itu. Aku lihat para tribal belum mengenal pakaian. Aku melihat para tribal mengira pesawatku ini sebagai para Dewa yang terbang di atasnya. Inilah sebenar-benar ilmuku yang telah menguasainya. Betul kata Francis Bacon "Knowledge is Power". Ini dia botol softdrink kosong ku, aku lemparkan kepada dirimu wahai para tribal. Ambillah. Mana kameranya akan aku abadikan perilaku para tribal itu.

Tribal Kepala:
Oh terimakasih Dewa..Engkau telah mengirimkan sebuah benda ajaib. Baru kali ini aku melihat benda seperti ini. Apa nama benda ini dan apa gunanaya. Jangan-jangan benda ini bisa menggigit. Wah halus dan mengkilap. Tetapi keras juga. Semua masyarakatku dan nenek moyangku belum pernah mendapatkan kiriman benda ajaib seperti ini. Ini berarti para Dewa mengasihaniku. Maka benda ini akan aku beri nama Bajaib. Wahai wargaku semua lihatlah aku mempunyai benda ajaib dan ku beri nama Bajaib. Kemarilah akan aku tunjukkan kepadamu.

Tribal Warga:
Aku takut. Jangan gunakan benda itu untuk membunuhku. Aku melihat dari jauh saja. Wah luar biasa pemimpinku. Dia telah mendapatkan wahyu dari para Dewa. Syukurlah.

Tribal Kepala:
Ini ternyata bajaib bisa digunakan untuk memukul batu. Prash..pecah batu ini. Dapat saya pakai untuk memukul buah yang keras. Prash..pecah pula. Jika aku tiup lubangnya maka dengarkanlah maka dia bisa bersuara. Itu adalah suara para Dewa. Siapa merasa haus? Maka Bajaib ini juga bisa aku pakai untuk menampung air. Jika dipukul benda ini juga bisa berbunyi seperti musik..thang thing thing thing. Indah bukan? Anda boleh melihat dan memegangnya. Jika mau, boleh juga menggunakannya.Kalau perlu dapat pula engkau jadikan sembahanmu yang baru. Hormatlah sebelum memegangnya. Maka aku telah melihat bahwa Bajaib ini adalah masa depanmu yang baru. Kalau perlu lupakan tradisi-tradisimu. Ubahlah hidupmu sesuai dengan sifat-sifat Bajaib ini. Itulah titahku, yaitu titah seorang pemimpin yang telah mendapatkan wahyu Bajaib. Maka dengar dan laksanakanlah.


Tribal Warga:

Aku pinjam. Aku ingin mematahkan kayu. Aku pinjam aku ingin memukul batu. Aku pinjam aku ingin mengisinya dengan air. Aku pinjam aku ingin sekedar melihatnya saja.


Tribal Kepala:

Hai..hai jangan berebut.

Tribal Warga:
Aku pinjam aku ingin mendengar suara para Dewa. Aku pinjam, aku ingin menggunakannya untuk bercermin. Aku pinjam, aku ingin memecah isi buah. Aku pinjam aku sekedar ingin mejeng saja.

Tribal Kepala:
Hai..hai jangan berebut. Gantian, karena Bajaib itu memang hanya satu.


Tribal Warga:

Lho nggak boleh. Aku pukul engkau. Aku rebut Bajaib itu. Prash..prok..grubyak. Terimalah pukulanku ini. Whuait..wadhuh..Biar hancur sekalian. Ayo mana si Bajaib itu? Aku sudah keranjingan..tidak akan ada yang bisa mencegahku memperoleh Bajaib.


Tribal Kepala:

Hai..hai jangan berkelahi.

Tribal Warga:
Tak peduli. Siapa takut. Hayo siapa berani. Aku harus memilikinya walaupun aku harus mati sekalipun.Aku merasa berwibawa setelah memiliki Bajaib. Ternyata Bajaib telah menjadi previlage dan idolaku. Tiadalah artinya hidup ini jika tidak bersama Bajaib. Maka serahkan Bajaib itu. Kalau perlu aku bersedia lakukan apa saja, menyuap, kong kalingkong, kolusi, nepotisme, atau apa sajalah. Setelah akau berurusan dengan Bajaib maka inilah yang lebih nyata dan langsung. Itulah sebenar-benar hidup, yaitu yang tampak dan kongkrit. Buat apa memikirkan yang khayal dan tak tampak. Bawalah ke sini bajaib itu.


Tribal Kepala:

Wah..wah..kejadian apa yang menempuh bangsaku ini. Oh para Dewa apa maksudmu engkau mengirim Bajaib itu kepadaku, sehingga menjadikan bangsaku mengalami malapetaka. Belum pernah bangsaku mengalami peristiwa seperti ini. Belum pernah wargaku mengabaikan perintah seperti ini. Belum pernah orang muda berani kepada orang tua seperti ini. Belum pernah para isteri senekat ini. Belum pernah para suami sebejat ini. Belum pernah para pejabat sekorup ini. Belum pernah hukum dipermainkan seperti ini. Belum pernah wargaku se individu ini. Belum pernah wargaku senekat ini menghalalkan segala cara. Belum pernah wargaku hidup dengan cara-cara instant seperti ini. Belum pernah masyarakatku separah ini. Dimana-mana terjadi tawuran. Bahkan para mahasiswa saja tawuran. Masjid dan tempat ibadah menjadi kurang bergaung lagi. Untuk mencari kebaikan, tidak segan memperolehnya dengan keburukan. Bahkan para ahli moral saja tidak malu-malu lagi melakukan korupsi. Kenapa Bajaib menyebabkan wargaku lebih mementingkan materi dunia dari pada akhirat dan berdoa. Materi telah menjadi segala-galanya bagi wargaku. Belum pernah nurani mereka sekacau ini. Oh apakah ini yang namanya dajal? Apakah ini yang namanya neraka dunia?


Tribal Warga:

Wahai yang mengaku Sang Pemimpin, janganlah engkau berlaku munafik. Gara-gara Bajaib itu aku juga melihat dirimu belum pernah se egois ini. Dirimu belum pernah sekejam itu. Dirimu belum pernah selicik ini. Dirimu belum pernah selalim ini. Dirimu belum pernah seingkar ini. Selama ini aku tertipu oleh halusnya kata-katamu. Engkau berlagak santun tetapi ternyata korup juga. Engkau juga telah selewengkan ajaran-ajaran nenek moyang kita untuk mengelabuhiku. Tetapi aku juga jadi mengerti dirimu yang sebenarnya, gara-gara si Bajaib itu. Aku juga belum pernah engkau betul-betul mendewa-dewakan benda Bajaib seperti ini. Jikalau perilakumu, mental dan pikiranmu saja tidak karuan jangan berharap engkau bisa membangun tribalmu. Janganlah pula munafik engkau menuduhku mempermainkan hukum. Sedangkan akupun melihat bahwa engkau itu lebih pandai memainkan hukum. Yang nyogok trilyunan rupiah masih bebas berkeliaran. Sedangkan yang ngambil sebuah semangka engkau hukum berat. Engkau ternyata tidak bisa menegakkan hukum, karena engkau sendiri terjerat hukum. Jangankan memikirkan pendidikan. Apalah yang engkau ketahui tentang membangun bangsa dan pendidikan itu? Maka berikanlah Bajaib itu kepadaku, karena akan aku gunakan pula untuk memukulmu. Kalau tidak boleh maka aku akan galang demo besar-besaran.

Tribal Kepala:
Whuss..lancang benar engkau itu. Sehebat-hebat engkau, engkau itu tetaplah wargaku. Artinya, aku ini penguasamu. Maka jika engkau semua tidak bisa aku kendalikan, maka aku akan gunakan kekuasaanku. Kalau perlu aku akan bikin perpu, permen, undang-uandang atau dekrit agar engkau semua bisa aku kendalikan. Wahai rakyatku hati-hati dan waspadalah, karena demo-demo yang akan mereka selenggarakan itu bermuatan politis, waspadalah.

Powernow:
Haha..hihi..hehe..hoho...hai..hai..hai.. Wahai Neokapital, lihatlah...persis seperti yang aku skenariokan. Puas..puas...puuuwaasss. Itulah yang aku kehendaki. Dasar tribal yang tetap harus tribal. Jangan biarkan dia menyadari keberadanku dan keberadanmu apalagi niatku dan niatmu. Apa haknya tribal itu hidup di sana? Apa haknya mereka mengaku menguasai tanah dan wilayah itu. Jangan biarkan dia mengetahui dan menyadari dirinya pula. Hai...Neokapital...di ajak ngomong malah diam saja.


Neokapital:

Aku tertegun dengan kecerdasanmu untuk menguasai dunia. Engkau perlakukan para tribal itu layaknya semut saja. Tetapi itu bagus. Bagus untuk kamu dan juga bagus untuk aku. Terimakasih tuan

Powernow:
Adalah tindakan bodhoh kenapa untuk menguasainya pakai kontak langsung dengan mereka. Kembangkan skenario, rencanakan program dan jangan pedulikan mereka. Taruh para tribal itu sebagai unsur-unsurmu dan unsur-unsurku. Gunakan mereka sebagai unsur-unsur penunjang. Kondisikan agar mereka terhibur dengan botol Softdrink kosong itu. Kondisikan agar sifat-sifat botol Softdrink itu menjadi budayanya. Jauhkan mereka dari spritualnya. Kondisikan mereka agar aku sang Powernow bisa menjadi dewanya. Kemuadian kuasai dan kalau perlu hancurkan bagai mereka yang mulai menyadarinya. Jangan biarkan mereka menyadari bahwa aku Powernow adalah jelmaan dari si Blackhole Diraja. Maka jika aku mau, aku bisa berupa apa saja, bahkan berujud botol Softdrink kosong sekalipun. Jadikan saja para tribal itu bagaikan anak ayam si penunggu lumbung padinya. Jika kita kurang kenyang dan kurang enak memakan padi-padi itu, maka si ayam itu bisa kita goreng sekaligus untuk menjadi lauknya. Begitu kan? Maka sebenar-benar warisan dunia adalah bagi orang-orang yang mampu menguasainya.Maka sesungguhnya kaum tribal itu adalah milik dan warisanku.

Huh..hah..heh..heh..heh.

31 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Elegi ini seperti mencerminkan keadaan dunia sekarang dimana banyak sekali beredar teori konspirasi buami itu datar lah, alien itu adalah, atau banyak hal lainnya. Semua berita heboh tersebut dimunculkan oleh negara kuasa untuk kepentingan-kepentingan terselubung mereka. Namun sebaik-baiknya orang adalah yang meneliti dari dua sudut pandang dan terus mencari kebenarannya sembari berdoa dan memohon dibukakan petunjuk. Karena yang memiliki hati, pikiran, jiwa, dan raga kita adalah Allah SWT. Sehingga tunggulah akan ada waktu dimana Allah menjawab semua fenomena yang ada.

    ReplyDelete
  2. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Inilah elegi yang tanpa kita sadari sedang kita alami. Elegi ini menggambarkan situasi bagaimana bangsa kita saat ini. Dampak globalisasi di Indonesia (seperti teknologi) pertama kali kita akan kagum dengan kecanggihannya, kemudian berlomba untuk mendapatkannya hingga tanpa disadari kita terlalu terlena sampai mengabaikan nilai-nilai spiritual dan norma-norma yang ada. Tentunya hal ini menyebabkan masalah di berbagai bidang, baik di masyarakat hingga lingkungan pemerintahan. Inilah bentuk penjajahan secara tidak langsung yang dilakukan oleh power now. Power now yg memiliki pengetahuan lebih dengan mudahnya menguasai kaum tribal. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan sangatlah penting untuk dapat meningkatkan derajat kita.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  3. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Filsafat orang timur sebagian besar mengedepankan dimensi spiritual, hal ini sangat berbeda dengan pandangan Powernow. Penyampaian tersirat dan tidak langsung dilakukan powernow untuk menjauhkan kita dari sisi spiritualitas, karena mereka berpendapat filsafat dapaat dilakukan dengan meletakkan sisi spiritualas di tataran paling bawah dan positivism atau saintifiklah yang berada pada tataran yang teratas. Sehingga dengan berfilsafat kita selayaknya harus selalu mengingat Allah agar tidak mengembara terlalu jauh dan akhirnya tersesat.

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum Wr. Wb
    Sikap powernow ini menggambarkan seorang pemimpin yang merasa telah menguasai duni ini, baik dengan cara yang tidak benar yaitu dengan menngadu domba antara manusia satu dengan yang lain, membodohi orang-orang secara tidak langsung sehingga orang-orang tidak menyadarinya bhawa mereka telah dibohongi. Oleh karena itu, betapa pentingnya untuk mencari dan menuntut ilmu setinggi-tingginya agar terhindar dari tipu daya serta kebohongan oleh orang lain.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  5. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Elegi ini mengajarkan kita untuk memiliki pikiran yang kritis untuk menyaring setiap hal baru yang masuk ke dalam kehidupan kita. Sebaik-baiknya ilmu adalah sintetik a priori yang mengkombinasikan pengetahuan dan pengalaman untuk menjalani hidup sesuai ridho-Nya.

    ReplyDelete
  6. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Kehidupan yang sudah di kuasai oleh para penguasa, hendaklah kita selalu berhati-hati dan jangan terjebak oleh kata-kata dan rayuan mereka yang bisa membahayakan diri. Kita harus punya tameng yang kuat serta kokoh agar mampu melawan sang penguasa tersebut dengan menuntut ilmu dan berpikir kirits sehingga dengan pengalaman juga akan membuat semakin kuat.

    ReplyDelete
  7. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Elegi ini menggambarkan kondisi masyarakat saat ini. Botol softdrink kosong ibarat teknologi yang hadir di tengah kita. Akibat kecanggihan teknologi saat ini masyarakat menjadi kurang peka terhadap sekitarnya. Bahkan satu keluarga terkadang jarang berkomunikasi secara langsung dan justru sibuk melihat smartphone masing- masing. Karena itulah ditengah gempuran teknologi kita harus memiliki tameng yang kuat agar tidak mudah digoyahkan. Dan sebaik- baik tameng ialah iman dan taqwa. Karena itulah kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  8. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Kekuasaan telah membuat manusia lupa akan hakekat dirinya diciptakan yaitu sebagai manusia yang dapat memanusiakan manusia lain. Kekuasaan mampu menggoda manusia untuk menjadi seorang yang serakah, yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Manusia menjadi lupa akan adanya hak-hak orang lain yang yang harus dijunjung dan dihormati. Ketika kita berpikir dan bertindak seperti itu maka secara tidak sadar kita telah bertransformasi menjadi powernow karena sebenar-benarnya powernow adalah dirimu sendiri. Sehingga biarlah kiranya kita sebagai manusia selalu mendekatkan diri kepada Tuhan YME agar dijauhkan dari sifat ke-aku-an.

    ReplyDelete
  9. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Jika saya cari contoh konkritnya, lingkungan saya sedang gemar sekali membeli makanan fast food yang beberapa Negara menyebutnya sebagai junk food, namun justru mereka merasa bangga dan berwibawa ketika memakannya, padahal bagi orang tahu, makanan itu adalah makanan yang justru tidak baik bahkan memdapat julukan junk food.

    ReplyDelete
  10. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Elegi ini membuat saya membayangkan keadaan negeri kita sekarang ini. Betapa sesuatu hal baru yang muncul dianggap sebagai “kekinian” oleh warga kita. Padahal sesuatu itu adalah sebuah alat dari powernow untuk mengkacaukan negeri kita. Itulah gunanya pendidikan yang memanusiakan manusia, betapa orang yang menguasai ilmu akan menguasai dunia karena dia tahu banyak hal dan tidak mudah dibodohi.

    ReplyDelete
  11. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Yang dimaksud dengan sebotol softdrink kosong yaitu globalisasi. Sisi positif dari globalisasi adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat kita rasakan seperti saat ini. Tetapi ada sisi negatif dari globalisasi yaitu dapat menyebabkan kerusakan moral. Banyak kekuasaan disalahgunakan untuk korupsi, hukum dipermainkan, manusia bukan makhluk sosial tetapi menjadi makhluk yang individualis, segala cara dihalalkan untuk mendapatkan apa yang diinginkan, tawuran di mana-mana, bahkan agama menjadi salah satu alat untuk mengadu domba masyarakat sehingga terjadi perpecahan.

    ReplyDelete
  12. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Elegi ini mencerminkan kehidupan saat ini. Orang yang terpandang adalah orang yang memiliki kekuasaan, harta, mengusai teknologi canggih. Namun ada hal yang perlu diperbaiki, yaitu moral mereka. Memiliki kekuasaan yang tinggi tetapi semena-mena, tak punya hati, dan suka menjajah kaum bawah. Oleh karena itu, kita perlu hati-hati dalam bertindak, apapun kekuasaan kita pasti akan dipertanggungjawabkan kelak.

    ReplyDelete
  13. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Dari elegi di atas menggambarkan bagaimana kita setiapa hari-harinya selalu mendewa-dewa serta memuja teknologi yang sudah bisa dibilang telah menjadi kebutuhan primer manusia padahal sejatinya itu semua adalah jalan cepat kita menuju kemunduran dan kehancuran jati diri yang sudah diskenarionkan oleh powernow.

    ReplyDelete
  14. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Powernow menguasai dunia dengan cara yang cerdik. Yaitu menggunakan teknologi. Siapa yang tidak menyukai teknologi sekarang ini? Teknologi telah membuat kehidupan menjadi serba praktis. Tentu saja kaum tribal terlena dengan teknologi yang dibuat powernow. Powernow disini adalah dunia barat utara yang telah mengembangkan berbagai macam teknologi, kita diumpamkana sebagai kaum tribal hanya tinggal menikmatinya.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  15. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Dari beberapa elegi, ini yang paling menarik menurut saya, karena teringat akan sebuah film keluarga. Film itu adalah The Gods Must Be Crazy film itu memperlihatkan bagaimana budaya local seringkali harus menghadapi perbenturan saat berhadapan dengan budaya modern.
    Berikut aku nukilkan review dari Ray.Little d stu kaskus:

    Suatu hari kehidupan sederhana yang mereka jalani terganggu dengan kehadiran sebuah botol minuman Coca Cola. Seorang pilot pesawat yang melintas di daerah itu menjatuhkan botol Coca Cola di wilayah suku gurun Xi. Dengan kesederhanaan pemikirannya, mereka menemukan banyak kegunaan dari sebuah botol Coca Cola, benda yang dianggap dikirim oleh Tuhan. Namun masalah muncul karena hanya ada satu botol, padahal hampir semua anggota suku menginginkannya. Tidak berapa lama, mereka harus menghadapi kondisi yang tidak pernah mereka alami sebelumnya: permusuhan, kebencian, bahkan kekerasan.

    Dengan segera pandangan mereka terhadap botol Coca Cola berubah, dari sebuah benda kiriman Tuhan menjadi ’sesuatu yang jahat’ dan harus dibuang di ujung dunia. Xi dengan sukarela mengajukan diri untuk mengerjakan tugas itu. Akibatnya, Xi harus melakukan perjalanan jauh, yang ternyata bukan hanya menjadi perjalanan fisik tapi juga perjalanan budaya dan mental. Mulailah ia berkenalan dengan peradaban Barat. Film ini secara menarik memperlihatkan interpretasi menyangkut peradaban (barat) yang disajikan melalui kaca mata Xi.

    ReplyDelete
  16. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Jadi apakah yang dapat kita tarik dari sini? Itu adalah empati kepada perbedaan. Perkembangan teknologi tidak selalu memberikan manfaat dan efektif dalam mempermudah kehidupan. Akan menjadi suatu masalah besar bagi kaum tribal, masalah dalam interaksi sosial dan lingkungan mereka. Sehingga perlulah kita untuk menghilangkan mitos-mitos itu dengan kekuatan dari pengetahuan.

    ReplyDelete
  17. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Kaum tribal dalam elegi ini dapat diekstensifkan dan intensifkan, kaum tribal tidak hanya berarti kaum yang hidup didaerah terpencil, tetapi kaum tribal dapat diartikan sebagai diri kita jika kita tidak mampu berpikir kritis dan menggunakan pengetahuan dalam hidup. Apabila kita tidak mampu berpikir kritis akan dengan mudah terbuai oleh teknologi canggih. Tanpa kita sadari, hiburan yang bersifat duniawi membuat kita lupa dengan budaya kita, saling berselisih demi mencapai kepentingan pribadi hingga melupakan spiritualitas kita. Hal ini merupakan fenomena yang sedang terjadi dalam kehidupan sekarang ini. Kehidupan kontemporer dimana masyarakat dan pemimpin bangsa sama-sama mengalami multidimensi. Dengan demikian, ilmu pengetahuan, pikiran yang kritis, serta hati yang bersih menjadi hal yang penting dalam hidup ini, ketiganya akan menjaga kita dari tipu daya duniawi.

    ReplyDelete
  18. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Era powernow sekarang negara-negara berlomba-lomba dalam menguasai negara lain baik dalam budaya, social, politik, ekonomi, pengetahuan dan teknologi. Maka untuk menguasai dunia atau negara lain tidak perlu langsung pakai kontak lagsung seperti pada jaman dahulu ketika menguasai dunia harus dengan menjajah negara tersebut dengan peperanga melainkan dengan ilmu dan teknologi. Dengan ilmu dan teknologi dalam mengembangkan kapitalisme, hedonisme, sekularisme dan lain-lainnya. Menciptakan monopoli ekonomi dan teknologi demi menghancurkan budaya, social, politik, ekonomi negara lain.

    ReplyDelete
  19. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Setelah saya membaca artikel di atas, saya jadi teringat oleh film yang judulnya “God Must be Crazy” dimana suku pedalaman di afrika yang pertama kali melihat botol dan akhirnya botol itu menjadi rebutan warga kampung. Namun disisi lain adalah pengaruh Power Now yang sangat kuat dalam menguasai dunia melalui tekhnologi yang dimilikinya menyebabkan ketergantungan negara-negara di negara berkembang, misalnya saja untuk meluncurkan satelit komunikasi Indonesia harus selalu membutuhkan bantuan USA untuk mengorbitkan satelit tersebut. Jadi penguasaan tekhnologi menjadi kunci bagi mereka untuk menguasai dunia.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  20. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sekarang betul-betul negara kita telah digerogoti kekuatan Power Now. Salah satu faktanya adalah keputusan pemerintah untuk mereklamasi pantai di Jakarta kini mengindikasikan adanya kendali Power Now untuk memiliki wilayah Indonesia dengan membelinya hasil reklamasi tersebut. Terbukti bahwa Pulau hasil REKLAMASI sudah resmi dipasarkan di negara CINA. Wilayah indonesia sudah resmi di pasarkan untuk di jual, setelah sumber daya alam kita di keruk dan dieksploitasi, SDM kita hanya dijadikan buruh, kini lihatlah. Apakah masyarakat kita yang menikmati hasilnya? Tidak. Kemudian apakah berlebihan jika dikatakan bahwa indonesia sedang proses di jual kepada pihak asing? Tidak, buktinya adalah iklan penawaran wilayah reklamasi Jakarta yang sudah di tayangkan LEGAL di tv CHINA.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  21. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Dari elegi ini dan fakta yang terjadi sekarang. Satu hal kecil yang InshaAllah memberikan dampak yang akan luar biasa jika dilakukan secara massive, adalah berdoa. Terus bermunajat kepada Sang Pemilik Kekuasaan Absolut, Allah SWT agar NKRI ini tetap terjaga, terlindungi dari perpecahan dan kekuasan power now. Karena sungguh tiada daya dan kekuatan melainkan hanya milik-Nya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  22. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Elegi mengeledhek kaum tribal dengan sebotol sofdrink kosong ini memperlihatkan bagaimana kondisi bangsa Indonesia saat ini. Bagaimana power now telah mendominasi melalui ilmu pegnetahuan dan teknologi yang dimilikinya dan menjajah bangsa-bangsa tribal tanpa disadari oleh bangsa yang dijajah. Seperti halnya penggunaan teknologi seperti gadget yang kini menjadi sesuatu yang menjadi gaya hidup dimana keadaan seperti ini bahkan telah menggeser nilai-nilai spiritualitas dalam diri.

    ReplyDelete
  23. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Seseorang yang memiliki ilmu yang lebih banyak dengan begitu mudahnya memainkan skenario di dunia kaum tribal. Dengan begitu tradisionalnya pemikiran kaum tradisional dapat dengan mudah terporak-porandakan oleh adanya sebuah botol softdrink. Jadi, penting bagi kita untuk selalu meningkatkan pengetahuan kita dan selalu berdoa, yakin dan dekat kepada Allah, karena sekarang powernow telah melanda kita. Semoga kita selalu mendapatkan Ridho dan selalu dalam lindungan Allah ta'ala. Aamiin

    ReplyDelete
  24. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamualaikum wr wb.
    Bajaib itu ujian dari Allah berbentuk kesenangan dan gemerlapan dunia. Pertama tersembunyi, lama-kelamaan akan membuat penasaran. Menguak sedikit demi sedikit. Seperti internet. Internet dulu tidak semaju sekarang. Ibarat kata, dulu adem ayem saja. Karena diperlihatkan sisi lain dunia gemerlap, kita akan terus dan terus ingin memilikinya. Untuk memiliki, membutuhkan biaya. Akhirnya membuang hati manusia dan saling menghancurkan. Padahal nyata-nyata itu melawan hukum. Namun keadilan sudah hilang. Semoga bangsa kita selalu dalam lindungan Allah. Sehingga tidak ada lagi orang-orang yang berbuat tidak adil.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  25. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Power now adalah simbol kekuasaan yang besar yang bertujuan untuk menguasai dunia. Berbagai cara yang dilakukan oleh negara-negara yang memiliki power now untuk menguasai negara lain. Seperti pada elegi di atas digambarkan Sebotol softdrink yang dilemparkan power now menjadi ibarat suatu hal baru bagi negara-negara yang dibawa kekuasaannya yang membawa banyak manfaat sehingga dijadikan sebagai fokus. Misalnya saja teknologi yang mutakhir masuk ke negara-negara berkembang seperti misalnya Indonesia dan menjadikan teknologi itu seperti suatu hal yang sangat positif di segala bidang yang dapat membantu mempermudah segalanya, namun tanpa disadari bahwa ternyata hal tersebut merupakan cara si power now untuk menguasai Indonesia secara perlahan. Membuat seluruh masyarakat semakin sibuk dengan dan lama kelamaan akan jauh dari nilai-nilai spritual yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia. Oleh karena itu, sebagai bangsa Indonesia kita harus menuntut ilmu agar tidak mudah dipengaruhi oleh negara-negara yang berkuasa agar sebagai bangsa Indonesia kita tidak kehilangan jati diri dan juga harus tetap menjaga nilai-nilai spritual kita agar selalu dekat dengan Allah SWT. Agar menjadi manusia yang berilmu dan berhati sehingga mampu memanfaatkan ilmu kita di jalan yang benar.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  26. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Elegi ini menceritakan bagaimana masyarakat tribal di permainkan oleh powernow. Disini digambarkan bahwa masyarakat tribal adalah mereka yang enggan untuk menggunakan logosnya, mengurung dirinya dan terjebak pada mitos-mitos sehingga mendewakan powernow. Seseorang yang mulai menjauh dari spiritualitasnya, terjebak pada kesombongan logos, sehingga mudah terjebak mitos dan pada akhirnya malah terlena dan menikmati diperbudak oleh powernow.

    ReplyDelete
  27. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Dari elegi di atas dapat kita ambil pelajaran bahwa betapa pentingnya mencari ilmu untuk meningkatkan derajat kita. Dengan ilmu yang kita miliki terkadang kita diberi kesempatan mengemban amanat atau kekuasaan. Namun berhati-hatilah dengan amanat yang kita emban jangan sampai menjadikan kita sebagai pemimpin licik, mengadu domba atau bahkan dengan cara yang sehalus-halusnya ingin mendapatkan keuntungan dengan membodohi orang-orang sehingga dilihat secara kasat mata tidak seperti merebut hak atau tanah orang lain tetapi terlihat manfaatkan tanah, padahal dibalik itu mereka mengambil keuntungan untuk diri mereka sendiri tanpa peduli dengan kehidupan yang ada disekitar kita.

    ReplyDelete
  28. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Jangan sampai kita membiarkan bangsa tribal tetap bodoh agar mereka mampu menguasai harta mereka karena hal ini terjadi dibeberapa tempat penduduk asli dibiarkan bodoh agar penguasa dapat memanfaatkan sumber alam mereka. Oleh karena itu sangat diperlukan agar kita memperhatikan pendidikan atau ilmu untuk kebaikan dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  29. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Power now selalu berusaha menguasai dunia dengan banyak cara. Mereka akan membuat semua yang mereka kuasai jauh dari pengetahuan, jauh dari keyakinan mereka. Dalam elegi di atas, kaum yang telah dikuasai oleh Power Now dilambangkan sebagai kaum tribal. Ibaratnya kaum ini bila diberi suatu barang, di luar pengetahuan mereka akan membuat mereka lupa segalanya, seperti kita yang telah dibutakan dengan teknologi. Setiap hari memegang smartphone kadang hingga melupakan kewajiban kita.

    ReplyDelete
  30. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Kaum tribal memang pihak yang menjadi obyek dari kekuatan Power Now. Kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi inilah yang menjadi suatu strategi kaum powernow dan neokapital supaya dapat memiliki dimensi yang lebih tinggi dibanding kaum tribal. melalui strategi ini mereka memanfaatkan segala yang mereka miliki dan memperhatikan seluk beluk kehidupan kaum tribal yang dipandang memiliki dimensi lebih rendah dibangding mereka. Kekuatan para dewa kaum Power Now dan neokapital yang mempengaruhi pemimpin kaum tribal yang bersifat dewa bagi warga rakyat kaum tribal.

    ReplyDelete
  31. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id