Mar 8, 2011

Elegi Memahami Sang Konveyor




Oleh Marsigit

Bagawat:

Aku sedang memikirkan bagaimana agar para Cantraka mampu memahami tentang Konveyor. Sungguh sangat berat perjuanganku. Tetapi aku juga sangat menaruh iba kepada mereka, mengapa? Jika mereka hanya berada pada dimensinya masing-masing sekarang ini, sulitlah mereka bisa memahami apa itu Konveyor. Untuk dapat memahami Konveyor diperlukan ruang dan waktu dinamis yang tidak hanya memerlukan nurani, cendekia dan mandiri, tetapi diperlukan ruang dan waktu dinamis berdimensi ultima yang merangkum semua pengetahuan dan jejaring universal dalam rentang waktu lampau, sekarang dan yang akan datang. Dalam waktu relatifku,aku belum menemukan kandidat-kandidat baru bagi sang jawara menjunjung langit ini.Padahal, seperti yang berkali-kali aku katakan, bahwa perlombaan Menjunjung Langit itu tiadalah ada kata akhir.Oh para mitos, engkau betul-betul musuhnya para logos.Bahkan Cantraka dan Rakata yang baru saja aku wisuda memenangkan perlombaan ini tidak kuasa menghadapimu.Mereka semua sudah tidak tampak lagi batang hidungnya,artinya mereka juga pada akhirnya mati jatuh tidak kuat mengangkat langit, disebabkan oleh karena ulah mitos-mitosnya. Padahal hanya melalui perlombaan berikutnya lah mereka akan mampu memahami apa itu Konveyor. Hemm..kepada lagi siapa aku berbicara sekarang ini?

Orang Tua Berambut Putih:

Wahai sang Bagawat..perkenankan aku datang menghampirimu. Seperti selalu aku janjikan, bahwa aku akan selalu hadir pada setiap pertanyaan, siapapun yang bertanya tentang apapun. Aku juga telah mengetahui segala apa yang engkau pikirkan dan engkau risaukan. Tidaklah sepantasnya engkau menuntut dan mengharapkan sesuatu itu melebihi kodratnya. Jika engkau paksakan semua itu pada para Cantraka, para Rakata dan para Cemani maka justru engkau sendirilah yang terjebak oleh mitos-mitosmu. Itulah sebenar-benar ancaman bagi dirimu dan juga diriku, yaitu aku dan engkau akan terancam
kehancuran. Tetapi bahwa kehancuran diriku dan dirimu itu sebetulnya adalah proses membangun kembali. Itulah kontradiksi dirimu dan diriku, yang hanya bisa diketahui oleh diri kita saja, paling tidak untuk sementara.

Bagawat:
Wahai Orang Tua Berambut Putih..terimakasih anda telah bersedia menemuiku kembali. Menurutmu bagaimana solusinya perihal keadaan terakhir? Menurutku, semua Cantraka, Rakata dan Cemani sudah saatnya mengetahui perihal Konveyor. Dengan semakin kecilnya bumi ini, maka mengerti itu lebih baik dari pada tidak mengerti.

Orang Tua Berambut Putih:
Biarkan mereka memahami secara alami saja. Yang penting kita mencari dan mendengarkan langsung saja kesaksian para pelaku Konveyor. Mari kita dengarkan dan saksikan kehebatan dan kedahsyatan mereka.

Gunung Sepajang Masa:
Wahai bumi seberapakah kebutuhanmu akan air itu, maka jika engkau masih kekurangan air, aku akan selalu menumpahkan berjuta-juta galon air-air itu melalui letusan-letusanku. Inilah letusan-letusanku itu. Glarrrr...glerrr...glurrrr...byur....

Bumi:
Wahai Gunung Sepanjang Masa, terimakasih atas budi baikmu. Sebesar-besar dan sebanyak-banyak air yang engkau berikan kepadaku, tetapi tetap saja aku masih merasa kurang. Maka silahkan meletuslah sepanjang masa agar aku mempunyai semakin banyak air untuk mencukupi hidup semua penghuniku.

Meteor Sepanjang Masa:

Wahai bumi seberapakah kebutuhanmu akan air itu, maka jika engkau masih kekurangan air, aku akan selalu menumpahkan berjuta-juta galon air-air itu melalui benturan meteor-meteorku terhadap dirimu. Inilah benturan-benturanku itu. larrrr... glerrr ...glurrrr...byur....

Bumi:
Wahai Gunung Sepanjang Masa dan Meteor Sepanjang Masa, terimakasih atas budi baikmu. Sebesar-besar dan sebanyak-banyak air yang engkau berikan kepadaku, itulah kecukupan yang aku dambakan.Dikarenakan kemurahan hatimulah aku sudah mempunyai air yang melimpah, sehingga aku merasa mampu untuk mencukupi hidup semua penghuniku. Tetapi aneh, kenapa penghuniku masih saja tertidur.Kenapa mereka belum memanfaatkan air melimpah yang aku sediakan. Oh Matahari, tolonglah kenapa dengan air yang melimpah ini aku belum juga mampu menghidupi penghuni-penghuniku?

Matahari:
Wahai Bumi, selama engkau belum mampu Menjunjung Langit maka jangan harap engkau mampu menghidupi penghunimu. Namun sebuah pertanyaanmu itu adalah awal dari ilmumu. Maka sebuah pertanyaanmu itulah awal dari hidupmu. Pertanyaanmu itu sungguh telah menggoda hatiku. Maka aku sambut dengan suka cita pertanyaanmu itu. Dengan pertanyaanmu itulah maka marilah kita telah ciptakan ruang dan waktu interaktif diantara kita. Sediakanlah semua airmu itu, kemudian terimalah semua panasku itu. Aku betul-betul telah jatuh cinta kepada dirimu.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:
Hemm..luar biasa kejadiannya. Kita telah menyaksikan bagaimana Bumi dan Matahari itu sungguh berinteraksi. Bumi menyediakan airnya, sedangkan Matahari memberikan panasnya. Itulah sebenar-benar Konveyor, yaitu produk dari interaksi antara Bumi dan Matahari melalui ruang air lautan dan panas matahari sepanjang jamanmu. Oh Tuhan ampunilah segala lancang dalam pikiranku. Heemm..inilah penyebab dari sulitnya mengapa para Cantraka, Rakata dan Cemani sangat sulit memahaminya. Mari kita teruskan mendengarkan dialog-dialog mereka. Wahai Bumi dan Matahari, agar para muridku mampu memahami apa itu Konveyor, tolong agar Konveyor mampu menceritakan segala aktivitasnya.

Bumi dan Matahari:
Wahai Konveyor anakku...segeralah bekerja agar para penghuniku mampu menghidupi dirinya di atas atau di bawah permukaan Bumi ini atau di atas atau di dalam samudra. Apakah syarat-syaratmu agar mampu menghidupinya? Terangkan bagaimana aktivitasmu? Kemudian, sesuai dengan permintaan Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih, maka ceritakan pula segala aktivitasmu, dan jawablah semua pertanyaan dari mereka.

Konveyor:
Wahai Bumi dan Matahari...sebagai dharmabhaktiku kepadamu maka akan aku persembahkan segala hidupku kepadamu. Tiadalah ada artinya diriku itu jika tanpa kuasamu. Aku memilih bertempat tinggal di dalam Samodra, tetapi ketahuilah bahwa dalam Samodra itu meliputi semua air baik yang ada di lautan maupun yang ada di darat maupun yang ada di udara.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Konveyor..bagaimana engkau bekerja dan bagaimana engkau berperan bagi kehidupan maklhuk hidup di bumi?

Konveyor:
Aku adalah segala air yang ada, maka sebanyak-banyak diriku itu bertempat tinggal di lautan. Pertama, aku tangkap sebagian panas dari sinar Matahari untuk memanaskan diriku. Kombinasi antara diriku sebagai air panas, beragam posisiku dan perputaran Matahari telah menyebabkan diriku mampu untuk bergerak ke seluruh penjuru dunia. Garakanku itu dipercepat dengan perbedaan suhu antara diriku yang berada di khatulistiwa dengan diriku yang berada di kutub. Gerakan diriku di seluruh penjuru dunia itulah yang menghantarkan plankton si pembawa oksigen itu mampu menghidupkan semua binatang laut baik yang besar maupun yang kecil.Itulah sebenar-benar diriku yaitu si panghasil oksigen bagi semua makhluk di muka bumi ini. Tanpa kegiatanku yang demikian maka tiadalah kehidupan itu dimuka bumi ini.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:
Wahai Konveyor...bukanah hal yang demikian itu biasa-biasa saja. Itu sudah menjadi kodrat dan takdirmu sesuai dengan hukum alam. Kenapa mesti engkau ungkapkan hal yang demikian itu kepadaku. Apakah ada peristiwa dimana engkau tidak beraktivitas?

Konveyor:

Wahai Bagawat dan Orang Tua Brambut Putih...ini adalah persoalan waktu. Hanya orang-orang yang mempunyai kemampuan memahami rentang waktu dan durasi waktu yang sangat lama, yang bisa memahami tentang diriku itu. Bukankah jika engka menggunakan segenap pengetahuanmu dan menggunakan segenap peralatanmu maka engkau bisa menemukan saat dimana aku menyatakan berhenti bekerja.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:

Kapan itu?

Konveyor:
Sebelum manusia menghuni Bumi ini, maka aku pernah menyatakan berhenti. Ketika aku tidak beraktivitas maka yang terjadi adalah tidak ada produksi oksigen di muka Bumi ini. Sebaliknya, telah berkembang semua bakteri di bawah permukaan laut penghasil Hidro Sulfat. Setelah melalui siklus perputaran panas dan hujan maka racun Hidro Sulfat itu telah memusnahkan semua tumbuh-tumbuhan dan binatang Dinosaurus yang ada di muka bumi ini. Itulah salah satu skenario Tuhan memelihara alam ini.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:

Apakah hal yang demikian bisa terjadi di waktu sekarang atau yang akan datang?

Konveyor:

Gejalanya ada.Kecenderungannyapun ada. Dengan semakin banyak manusia mengeksploitasi alam dan memproduksi Karbon Dioksida, maka dampak langsung adalah matinya Terumbu Karang. Jika Terumbu Karang mati, maka planton juga akan mati. Jika plankton mati, maka ikan kecil juga akan mati, jika ikan kecil mati maka ikan besar jiga mati. Artinya laut itu kemudian akan mati,tidak ada pergerakan dan tidak ada kehidupan. Maka lautpun tidak akan memproduksi oksigen.Padahal laut itu selama ini memproduksi oksigens sebesar lima puluh persen.Jika laut tidak lagi memproduksi oksigen maka ancaman nyata bagi kelangsungan hidup manusia sudah di depan mata. Maka lautpun seperti manusia, dia bisa hidup tetapi juga bisa mati.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:

Wahai Konveyor, aku merasa gembira bahwasanya engkau telah mampu menguraikan keadaan dirimu. Mudah-mudahan hal yang demikian itu akan memberikan pencerahan bagi semua murid-muridku, para Cantraka, Rakata dan Cemani. Tetapi ketahuilah hukumnya bahwa barang siapa berdialog dengan diriku maka serta merat dia akan menjelma menjadi muridku. Maka ketahuilah Konveyor, jika engkau tidak mau mengaku sebagai muridku maka mitosmu akan segera memangsamu. Jika engkau termangsa oleh mitosmu maka berakhirlah tugas dan fungsimu sebagai Konveyor. Tidak hanya itu maka namamu juga akan sekalian lenyap tertelan bumi dan matahari.

Konveyor:
Wahai Sang Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih, ampunilah diriku. Tugas apa lagi yang harus aku emban untuk menyempurnakan diriku sebagai muridmu.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:
Penjelasanmu itu baru separuh jalan. Jika engkau berhenti sampai di situ maka banyak diantara muridku akan tersesat. Aku mengetahui masih ada hal mendasar yang engkau sembunyikan. Lanjutkanlah.

Konveyor:
Ampun guruku, sebetul-betul Konveyor yang sudah aku jelaskan adalah Konveyor yang berada di luar diri manusia. Itulah makrokosmis. Walaupun dia yang sangat besar, sangat luas tetapi bagian-bagiannya masih bersifat kasat mata. Sedangkan yang aku masih sembunyikan adalah Konveyor yang berada dalam diri kita masing-masing. Itulah mikrokosmis. Dia itu sangat lembut dan tidak kasat mata. Jika aku telah tunjukkan Konveyor air laut yang hidup atau air laut yang mati, maka manusiapun seperti laut bisa hidup dalam kehidupan dan hidup dalam kematian. Sungguh Tuhan telah menciptakan isomorphisme di antara ciptaan-ciptaannya. Maka sebetul-betul Konveyor itu ada pada diri setiap ciptaan Tuhan. Itulah yang dapat engkau pikirkan.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:
Apakah engkau bermaksud mengatakan bahwa Konveyor dalam diri manusia itu
adalah arwah atau ruh?

Konveyor:
Oh bukan samasekali. Jangan engkau berbicara sampai arwah atau ruh. Karena arwah atau ruh itu adalah hati dan keyakinanku, maka tiadalah pikiranku itu mampu memahaminya, kecuali hanya hatiku yang meyakininya.

Bagawat dan Orang Tua Berambut Putih:
Lantas apa itu Konveyor dalam diri manusia?

Konveyor:
Konveyor dalam diri manusia adalah isomorphisma aliran potensi dalam ruang dan waktu interaksi dinamis dalam dan ke seluruh tubuh manusia sampai melebihi dirinya sehingga terjadi kesadaran, pemahaman, gerak dan interaksi manusia dengan sesamanya dalam rangka menganyam dunianya melalui lintasan potensi-potensi dan vitalitas-vitalitasnya. Letusan-letusan gunung adalah komitmen potensi untuk menggapai vitalitasnya, sedangkan tubrukan-tubrukan meteor adalah interaksi dengan potensi dan vitalitas di luar dirinya. Plankton-planton itu adalah sel-sel darahmu. Air itu adalah aliran darahmu. Oksigen adalah bebaikan-kebaikanmu. Racun Hidro Sulfat adalah keburukan-keburukanmu. Maka sebetul-betul Konveyor dalam dirimu adalah sistem isomorphis daya hidupmu yang dapat engkau pikirkan sebagai arkitektonik hidupmu. Sedangkan hatiku berkata bahwa Tuhan YME itu sebenar-benar berkuasa atas ciptaannya. Dia mampu melenyapkan kehidupan ini dengan berbagai cara. Demikian juga Dia mampu memelihara kehidupan ini dengan berbagai macam cara pula.Aku,Konveyor,seperti halnya dirimu adalah hanya salah satu unsur-unsur ciptaan Tuhan yang patuh terhadap hukum-hukumnya. Amiin.

22 comments:

  1. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Kehidupan itu bagaimana kita bisa mengendalikan sifat-sifat yang ada dalam diri kita, bagaimana kita sadar akan potensi yang kita miliki, dan bagaimana cara kita berinteraksi dengan sesama. Kehidupan itu tidak tetap dan tidak berubah. Kehidupan itu berdinamika dan bagaimana cara kita bisa membangun kehidupan kita ke dimensi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, manusia hanya bisa berikhtiar dan bertawakal untuk menggapai tujuan hidupnya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  2. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Konveyor dapat diartikan sebagai pembawa. Konveyor dalam diri manusia adalah isomorphisma. Dalam diri manusia ada potensi ruang dan waktu yang selalu berinteraksi dinamis dalam dan ke seluruh tubuh manusia, menyebabkan kesadaran, pemahaman, gerakan dan interaksi manusia dengan satu sama lain dalam rangka membangun dunia melalui lintasan potensi dan vitalitasnya. Potensi berasal dari Allah dan harus selalu dikembangkan dalam rangka mematuhi perintah-perintah-Nya.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  3. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Kewajiban kita sebagai manusia terhadap alam semesta adalah menjaga dan melestarikannya dari berbagai kerusakan. Cara untuk menjaga dan melestarikan alam dapat dilakukan dari hal yang paling kecil, seperti menanam pohon, membuang sampah pada tempatnya, mengadakan reboisasai dan masih banyak yang dapat dilakukan. Sehingga jangan sampai kita lalai dalam menjaga dan melindungi alam kita, karena yang terjadi sekarang lebih banyak yang mengadakan kerusakan di muka bumi untuk dieksploitasi agar kepentingan pribadi terpenuhi. Kesadarn dari diri masaing-masing diperlukan untuk menjaga alam tetap lestari.

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum Wr. Wb
    Konveyor merupakan apa yang ada dan yang mungkin ada pada diri manusia. Sehingga sebenar-benar konveyor dalam diri manusia adalah system isomorphis daya hidupmu yang dapat dipikirkan sebagai arkitektonik hidup. Konveyor merupakan unsure pembentuk kehidupan yang akan membentuk system, sehingga akan menghasilkan suatu kebaikan-kebaikan.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  5. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Dari elegi di atas konveyor diibartkan sebagai apa yang ada di dalam diri dan pikiran manusia. Bagaimana sikap kita dalam dalam proses diri ini bisa membuat sadar untuk selalu menjaga silaturahim antar sesama. Dengan kesadaran ini mampu membuat apa yang kita pikirkan menjadi sebuah landasan dalam membangun diri yang lebih kuat dan baik.

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Konveyor itu ada yang berada di luar diri manusia, ada yang berada di dalam diri manusia. Konveyor dalam diri manusia adalah potensi yang ada dalam diri manusia yang kita sadari sehingga adanya pemahaman, gerak, dan interaksi manusia dengan sesamanya dalam rangka menganyam dunianya melalui lintasan potensi- potensi tersebut. Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang di beri potensi tentu seudah seharusnya mengembangkan potensi- potensi yang dimilikinya untuk membangun peradaban. Potensi- potensi yang kita miliki ini harus kita jadikan oksigen yang bermanfaat dan bukannya hidro sulfat yang mejadi racun.

    ReplyDelete
  8. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Seorang konveyor adalah makhluk ciptaan Tuhan yang senantiasa hidup dan mematuhi hukum-hukum Tuhan. Untuk menggapai konveyor, manusia perlu memiliki kesadaran, pemahaman untuk membangun dunia. Namun prof, saya belum paham apa itu isomorphis ? mungkin nanti bisa dijelaskan lebih lanjut saat perkuliahan.

    ReplyDelete
  9. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Tujuan konveyor ini sesungguhnya adalah terjadinya kesadaran, pemahaman, gerak dan interaksi manusia dengan sesamanya dalam rangka menganyam dunianya melalui lintasan potensi-potensi dan vitalitas-vitalitasnya. Konveyor ini seperti sebuah stimulus berupa motivasi atau pelajaran atau bahkan halangan untuk seorang menjadi sadar serta paham akan potensi-potensi yang ada pada dirinya.

    ReplyDelete
  10. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Konveyor ada dalam diri manusia yang adalah isomorphisma atau aliran potensi dalam ruang dan waktu yang berlangsung secara dinamis sampai ke seluruh tubuh manusia sehingga manusia dapat bergerak dan berinteraksi. Kiranya setiap gerakan dan interaksi yang dilakukan oleh kita manusia dapat selalu berisi kebaikan-kebaikan agar mampu menjaga hubungan dengan sesama dan dengan Tuhan YME sehingga Tuhan YME akan selalu menjaga dan memlihara kehidupan kita di dunia ini.

    ReplyDelete
  11. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013


    Manusia adalah makhluk sosial yang penuh interaksi antar sesama. Konveyor ini juga teramsuk salahsatunya. Interaksi yang terjadi antar potensi diri dengan subyek-subyek di sekitar kita yang menghasilkan sumber kehidupan, tidak hanya sumber alam tetapi juga berupa pemikiran-pemikiran dari potensi yang ada.

    ReplyDelete
  12. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013


    Sebagai manusia penduduk bumi seharusnya dapat menyadari bahwa kekayaan sumber alam yang dipunya sangatlah tidak terbatas. Dari situ seharusnya pula manusia dapat memanfaatkannya dengan baik untuk penghidupan selanjutnya. Namun, yang terjadi banyak sekali manusia yang berleha-leha seakan hidup itu sangatlah instan, apa apa sudah ada. Pantas saja Bumi berkata, penghuniku masih saja tertidur.

    ReplyDelete
  13. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Konveyor dalam diri manusia adalah sebuah isomorfisme. Di dalam diri manusia ada potensi ruang dan waktu yang selalu berinteraksi dinamis di dalam dan ke seluruh tubuh manusia sampai melebihi dirinya sehingga terjadi kesadaran, pemahaman, gerak dan interaksi manusia dengan sesamanya dalam rangka membangun dunianya melalui lintasan potensi-potensi dan vitalitas-vitalitasnya. Potensi yang ada tersebut berasal dari ciptaan Tuhan dan merupakan kelebihan diri yang harus dikembangkan.

    ReplyDelete
  14. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Saya baru mendengar istilah konveyor dari tulisan Bapak. Saya dapat menyimpulkan bahwa konveyor dalam diri manusia tidak lain adalah sistem isomorphis daya hidup manusia yang dapat dipikirkan sebagai arkitektonik hidup mereka. Air sebagai aliran darah, oksigen sebagai kebaikan, dan racun tubuh sebagai keburukan yang perlu untuk dikeluarkan.

    ReplyDelete
  15. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Tuhan menciptakan seseorang dengan kelebihan dan kekurangan yang ada. Seseorang juga memiliki berbagai macam potensi di dalam dirinya. Potensi-potensi itu dapat dikembangkan untuk menjadi diri yang lebih baik lagi. Potensi dapat dikembangkan dengan cara belajar, belajar yang giat sehingga potensi yang ada di dalam diri kita menjadi optimal. Semoga kita diberi kemudahan dalam mengembangkan dan mengoptimalkan potensi di dalam diri.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  16. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Sebagaimana fungsi konveyor sebagai sebuah alat pembwa. Maka saya menganalogikan koneyor dalam elegi sebagai sebuah sistem untuk menyadarkan manusia bahwa kita adalah bagian dari unsur ciptaan Allah SWT dimana potensi yang kita jalani itu adalah isomorfis dengan proses kehidupan. Jadi isomorfis yang saya pahami adalah proses/pergerakan potensi di dalam diri itu adalah sama dengan proses kehidupan. Bisa dikatakan kita adalah kehidupan dan kehidupan adalah kita. Jika kita mati maka kehidupan juga mati bagi kita begitupun sebaliknya.

    ReplyDelete
  17. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Konveyor diartikan sebagai sesuatu yang berada didalam diri dan diluar diri manusia. Konveyor adalah potensi. Potensi itu dapat berasal dari dalam diri dan luar diri manusia. Oleh karena ini sebagai manusia diharuskan untuk menggunakan daya kritisnya memahami konveyor atau potensi yang ada didalam dan diluar diri manusia. Baik potensi yang baik maupun potensi yang buruk. Seberapa mengenal potensi yang baik maka akan terus mengembangkan potensi yang baik itu pula dan menghindari dari potensi yang buruk atau mengubah potensi yang buruh menjadi kearah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  18. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Konveyor dalam diri manusia merupakan isomorphisma aliran potensi dalam ruang dan waktu interaksi dinamis dalam dan ke seluruh tubuh manusia sampai melebihi dirinya sehingga terjadi kesadaran, pemahaman, gerak dan interaksi manusia dengan sesama. Tetapi hal yang tak boleh dilupakan adalah bahwa Tuhan YME sebenar-benar berkuasa atas ciptaanNya yang mampu melenyapkan kehidupan ini dengan berbagai cara dan yang mampu memelihara kehidupan ini dengan berbagai cara pula.

    ReplyDelete
  19. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Untuk memahami konveyor saya merasa kesulitan karena tingginya tingkat bahasa yang digunakan, hingga memahami makna kata selanjutnya saya merasa kesulitan. Kehidupan di dunia ini merupakan suatu siklus, dimana siklus itu berlaku hukum kekekalan energi, yakni energi tidak dapat dimusnahkan tetapi hanya berubah bentuk dari energi yang satu ke energi yang lain. Dapat kita katakan juga bahwa segala sesuatu akan berjalan dengan dinamis, bila ada yang tidak sesuai dengan kodratnya maka alam akan menyesuaikan diri dengan sendirinya, itulah hukum alam yakni pada akhirnya semuanya akan kembali pada hukum kekekalan energi yaitu kehidupan yang dinamis.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  20. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Konveyor dapat direfleksikan secara intensif dan ekstensif. Dalam diri manusia, konveyor merupakan sistem isomorfis dari interaksi dinamis antara potensi dan vitalitasnya dalam ruang dan waktu. Manusia seharusnya berkomitmen untuk berikhtiar dengan menggunakan potensinya. Dengan demikian terjadi interaksi antara potensi dan ikhtiarnya sehingga dapat senantiasa melakukan kebaikan-kebaikan bagi sesama maupun seluruh alam, seperti halnya dengan lautan yang selalu memproduksi oksigen yang bermanfaat untuk seluruh alam. Selain itu, dengan potensinya, manusia juga perlu berinteraksi dengan sesamanya untuk dapat membangun dunia. Sementara itu, potensi yang dimiliki manusia merupakan kuasa dan ciptaan Allah SWT, maka sebagai mahkluk-Nya manusia harus berikhtiar sesuai dengan perintah-Nya.

    ReplyDelete
  21. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Konveyor dapat diartikan sebagai pembawa. Konveyor ada dalam manusia yang lembut dan tak terlihat (mikrokosmos) dan di luar manusia yang terlihat (makrokosmos). Dalam artikel di atas konveyor yang luar manusia adalah semua air yang ada. Ini menggabungkan diri dengan matahari sehingga membawa atau menghasilkan oksigen untuk seluruh kehidupan manusia. Konveyor dasarnya ada untuk setiap ciptaan Allah. Konveyor pada manusia adalah isomorfisme. Isomorfisma adalah hubungan satu-satu antara unsur-unsur operasi sistem di satu sisi dengan sistem operasi dan elemen lain di sisi lain. Dalam diri manusia ada ruang potensial dan waktu yang interaksi selalu dinamis dalam dan ke seluruh tubuh manusia, menyebabkan dia melebihi kesadaran, pemahaman, gerakan dan interaksi manusia dengan satu sama lain dalam rangka membangun dunia melalui potensi jalan-vitalitas dan daya hidup. Potensi berasal dari ciptaan Allah dan kelebihan diri harus dikembangkan. Kita harus mampu mempertahankan hidup yang Tuhan berikan kepada kita untuk selalu mematuhi perintah-perintah-Nya.

    ReplyDelete
  22. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Konveyor pada manusia dapat diartikan sebagai isomorfisma. Isomorfisma adalah hubungan satu-satu antara unsur-unsur dari pengoperasian sistem di satu sisi dengan sistem operasi dan elemen lain di sisi lain. Konveyor pada diri manusia merupakan perkembangan potensi-potensi yang ada pada diri manusia yang saling terkait satu sama lain. Potensi-potensi itu jika dikembangkan ke arah yang baik, maka akan memunculkan kebaikan. Kebaikan-kebaikan itu akan mempermudah kehidupan manusia. Namun, jika potensi-potensi tersebut dikembangkan ke arah yang tidak baik, maka akan memunculkan keburukan-keburukan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, bahkan lingkungan sekitar.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id