Mar 7, 2011

Elegi Memahami Jejaring Sistemik




Oleh Marsigit

Transenden Spiritual:
Mohon ampun Tuhanku...aku melihat muridku Transenden Dunia Selatan datang menghampiriku. Wahai Transenden Dunia Selatan, tiadalah engkau seperti biasanya? Kenapa engkau datang kepadaku tidak bersama-sama Transenden Logikamu? Sedang Transenden Hatimu kelihatan kacau balau? Engkau dari mana saja? Engkau kelihatan sangat capai bahkan sepertinya sedang sakit? Bukankah engkau itu mempunyai tanggungjawab yang sangat berat, sangat besar, sangat mulia, dan menguasai seperempat dunia? Engkau itu isi sekaligus wadahnya Dunia Selatan. Engkau itu hampir awal dan hampir akhirnya Dunia Selatan. Engkau itu adalah Transenden dari setiap wargamu. Kemanapun wargamu palingkan wajahnya maka mereka hampir selalu melihat dirimu. Engkau tidak hanya cair tetapi udara bagi setiap wargamu. Engkau itu dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Hanyalah diriku yang mampu mengenal setiap sisi-sisimu. Maka...katakanlah apa yang telah terjadi!

Transenden Dunia Selatan:
Mohon ampun Transenden Spiritual...itulah yang terjadi. Yaitu jika aku terpaksa atau tidak terpaksa menghadapmu maka dengan serta merta aku tinggalkan Transenden Logikaku. Sungguh tiadalah ada kemampuan Transenden Logikaku untuk menggapai tempatmu yang mulia ini. Hanyalah Transenden Hatiku yang mampu menghantarkan diriku hingga kehadapanmu. Terimalah salam hormat saya keharibaanmu beserta permohonan maaf saya jika kedatanganku tidak santun terhadap ruang dan waktumu. Namun itulah sebenar-benar kontradiksi yang menimpa diriku yaitu bahwa tiadalah aku mampu menjawab pertanyaan-pertanyaanmu itu tanpa bantuan Transenden Logikaku. Padahal selama aku masih menggunakan logikaku maka tiadalah aku sebenar-benar mampu menghampiri dirimu. Maka aku telah menemukan bahwa selama aku masih mampu menjawab pertanyanmu dengan kata-kataku, itu pertanda bahwa aku masih berjarak terhadap dirimu. Itulah kesimpulanku bahwa hatiku mengatakan bahwa dirimu itu sebenarnya telah mengetahui apa yang terjadi pada diriku walaupun aku tidak mengatakannya sekalipun.

Transenden Spiritual:
O..ooo..aku panjatkan puji syukur ke hadhirat Allah SWT bahwasanya engkau masih mampu memegang adab-adabmu ketika menghadap diriku. Engkau harus tinggalkan logikamu ketika menghadapku. Hanya hati dan amal perbuatanmu saja yang menemanimu. Jika kemudian telah memenuhi syarat dan rukunnya, maka kemudian berlakulah hukumnya bahwa kemampuanku itu mengalirlah kedalam jiwa ragamu. Seperti halnya diriku maka sebetulnya engkau itu mampu memahami semua aspek kehidupan dalam duniamu yaitu Dunia Selatan. Jika engkau intensif dan ekstensifkan maka lebih dari itu. Itulah sebetulnya dirimu bertugas untuk mengawal dunia seluruhnya. Jika kemampuanmu telah optimal maka sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa engkau itu harus meliputi seluruhh dunia: Dunia Barat, Dunia Utara, Dunia Timur, Dunia Barat Utara Timur, dan Dunia Selatan.

Transenden Dunia Selatan:
Mohon ampun guruku... tiadalah keraguan sedikitpun di dalam hatiku perihal titah-titahmu itu. Hanya saja, godaan logikaku begitu besarnya sehingga terkadang mampu mengalahkan hatiku. Namun bukan pula semata-mata kesalahan logikaku. Karena logikaku juga mendapat godaan yang luar biasa dari hukum-hukum alam beserta fakta-faktanya. Ohh...guru...apakah masih ada ampunan bagi diriku yang dianggap telah melakukan bunuh diri. Aku telah diangap melakukan bunuh diri oleh para Transenden Dunia Barat, Transenden Dunia Utara dan Transenden Dunia Timur Barat Utara.

Transenden Spiritual:
O..ooo..rupanya engkau telah bertempur habis-habisan menggunakan logikamu, menggunakan sumber dayamu, dan memanfaatkan semua wargamu untuk melawan para Transenden selain dirimu? Hemmm...walaupun aku mulai menggunakan logikaku, aku tetap pertahankan spiritualku. Maka aku juga amanatkan dirimu, walaupun engkau mulai menggunakan logikamu kembali maka tetapkan spiritualmu sebagai komandanmu. Mudah-mudahan dialog logika kita akan tetapterjaga oleh spiritual kita.

Transenden Logika Dunia Selatan:
Perkenankanlah aku mewakili Transenden Dunia Selatan ingin mengajukan pertanyaan kepada dirimu. Cukup panggil aku sebagai Logika Dunia. Mengapa Dunia Selatan tidak berdaya menghadapi Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara. Bahkan Dunia Selatan telah menyatakan menyerah tanpa syarat kepada mereka semua?

Transenden Logika Spiritual:
Perkenankan juga aku mewakili Transenden Spiritual untuk menjawab pertanyan-pertanyanmu itu. Cukup panggil saja aku sebagai Logika Spiritual. Perihal pertanyaanmu itu maka jawabannya adalah perihal rakhmat, hidayah, ikhtiar dan takdir.

Logika Dunia:
Apa yang engkau maksud dengan rakhmat, hidayah, ikhtiar dan takdir. Serta apa hubungannya dengan kemenangan Dunia barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat dan Utara?

Logika Spiritual:
Allah tidaklah menghendaki berIangsungnya segala sesuatu kecuali dengan sebab-sebabnya. Maka hukum sebab-akibat itu berlaku adanya bagi manusia dan dunianya. Ketahuilah bahwa berbagai dunia Dunia Barat, Dunia Utara, Dunia Timur dan Dunia Selatan itu mempunyai ruang yang berbeda. Jikalaupun mereka dalam waktu yang sama, maka tentulah mereka pada ruang yang berbeda. Dunia Timur dan Dunia Selatan itu berada di Ruang Tengah, sedang Dunia barat dan Dunia Utara itu berada di Ruang Utara dan Ruang Selatan. Letak geografis inilah sebagai sebab dari segala akibat dinamika hidup didunianya masing-masing. Tuhan telah berkenan memberikan rakhmat dan hidayah bagi umat pada dunianya masing-masing. Alam dengan empat musim dan sumber daya yang terbatas, telah mendorong manusia di Dunia Barat dan Dunia Utara untuk hidup dinamis dengan mengandalkan ikhtiarnya untuk menggapai takdirnya. Alam dengan dua musim dengan sumber alamnya yang melimpah telah menyebabkan hidup enak dan manja bagi manusia yang berada di Dunia Timur dan Dunia Selatan.

Logika Dunia:
Apa hubungannya dengan kemenangan dunia?

Logika Spiritual:
Kemenangan dunia adalah kemenangan sumber daya manusia. Sumber daya manusia akan berkembang subur ketika manusia mengalami kesulitan-kesulitan dan berusaha untuk mencari solusinya dengan segenap akal, pikiran dan tenaganya. Keadaan demikian akan menghasilkan apa yang disebut sebagai etos kerja dan kinerja.

Logika Dunia:
Sebentar...kurang apa etos kerja dan kinerja para Pakar dan para Bagawat dari Dunia Selatan? Bukankah mereka cukup hebat dan pantas dibanggakan?

Logika Spiritual:
Yang kurang adalah Jejaring Sistemik nya.

Logika Dunia:
Apa itu Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Serendah-rendah etos kerja dan kinerja Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani, jika mereka hanya bekerja dan mencari ilmu untuk dirinya sendiri. Padahal demikianlah yang dilakukan oleh semua Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani dari Dunia Selatan.

Logika Dunia:
Lho...adakah tingkatan yang lebih tinggi?

Logika Spiritual:
Tingkatan yang lebih tinggi adalah jika etos kerja dan kinerja memperoleh pengetahuan juga digunakan dan bermanfaat bagi orang lain.

Logika Dunia:
Lhoo...apakah etos kerja dan kinerja Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani dari Dunia Selatan tidak demikian? Bukankah mereka juga memberikan pengetahuan bagi sesamanya?

Logika Spiritual:
Mulanya memang demikian. Tetapi kemudian tergoda untuk memperkaya dan memperpandai diri sendiri.

Logika Dunia:
Apa ada tingkatan yang lebih tinggi?

Logika Spiritual:
Setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika dia mencari dan mengamalkan ilmu dalam Jejaring Sistemik.

Logika Dunia:
Apa itu Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Itulah yang tidak dan belum dipunyai Dunia Selatan. Jejaring Sistemik adalah saling terkait. Jejaring Sistemik adalah saling terhubung. Jejaring Sistemik adalah saling tergantung. Jejaring Sistemik adalah sistem. Jejaring Sistemik bersifat universal. Jejaring Sistemik menjangkau semua aspek. Jejaring Sistemik adalah dunia. Jejaring Sistemik adalah hidup. Jejaring Sistemik itu berstrata atau berlapis. Jejaring Sistemik adalah organisasi. Jejaring Sistemik adalah pembagian tugas. Jejaring Sistemik adalah manajemen. Jejaring Sistemik adalah konstruksi atau bangunan. Jejaring Sistemik itu berpondasi. Jejaring Sistemik adalah Jejaring Sistemik itu bertujuan. Jejaring Sistemik adalah input, proses dan output. Jejaring Sistemik adalah ontologis dan epistemologis. Jejaring Sistemik ada di mana-mana. Jejaring Sistemik adalah isi dan wadah. Jejaring Sistemik adalah kendaraan. Jejaring Sistemik adalah multifacet. Jejaring Sistemik adalah aksiologi. Jejaring Sistemik adalah hermenitika. Jejaring Sistemik adalah phenomenologi. Jejaring Sistemik adalah transenden. Jejaring Sistemik adalah powernow.

Logika Dunia:
O..ooo..lha kalau begitu...kurang apa Dunia Selatan itu. Bukankah Dunia Selatan telah mempunyai Jejaring Sistemik itu semua.

Logika Spiritual:
Jejaring Sistemik di Dunia Selatan itu bersifat: kurang lengkap, kurang berisi, kurang dalam, kurang luas, kurang tebal, kurang berat, kurang lama, kurang panjang, kurang sering, kurang padat, kurang teruji, kurang pengalaman, kurang sistemik, kurang konsisten, kurang fleksibel, kurang innovatif, kurang kesadaran, kurang komprehensif, kurang universal, kurang intensif, kurang ekstensif, kurang dukungan politis, kurang sabar, kurang logis, kurang ilmiah, kurang up to dated, kurang spesifik, kurang sophisticated, kurang profesional, kurang terukur, kurang variatif, kurang homogen, kurang ontologis, kurang epistemologis, dan kurang aksiologis. Karena banyak kurangnya maka katakan saja Dunia Selatan itu belum mempunyai Jejaring Sistemik.

Logika Dunia:
Apa bedanya bekerja dengan atau tanpa Jejaring Sistemik. Bisakah diberikan contohnya.

Logika Spiritual:
Berbeda sekali proses dan hasilnya. Ambil contoh pendidikan. Sistem Pendidikan di Dunia Selatan itu tidak bersifat Jejaring Sistemik. Kenapa? Karena ternyata kebijakan pendidikan yang ada bersifat parsial dan berorientasi jangka pendek. Bahkan kebijakan pendidikan yang satu bertentangan dengan kebijakan yang lain. Kebijakan pendidikan yang diambil belum berdasarkan refleksi hasil survey atau penelitian secara ilmiah. Malah keputusan kebijhakan pendidikanyang paling penting seperti UN itu diputuskan secara voting atau melalui pengadilan. Maka sistem pendidikan di Dunia Selatan itu adalah sistem pendidikan kompromistis irasional. Dengan sistem pendidikan yang demikian maka jangan harap bisa bertanding dengan Sistem Pendidikan dari Dunia Barat dan Dunia Utara yang ber Jejaring Sistemik secara konsisten dan solid.

Logika Dunia:
Apa ada contoh yang lain?

Logika Spiritual:
Contoh yang lain adalah kasus Profesor Plagiat. Kenapa sampai terjadi ada seorang Profesor dari Dunia Selatan melakukan plagiat? Itu disebabkan karena para Profesor di Dunia Selatan tidak bekerja dalam Jejaring Sistemik?

Logika Dunia:
Lho..memangnya kenapa?

Logika Spiritual:
Wahai Logika Dunia... Profesor itu menempati kedudukan istimewa? Karena tidak ¬mudah untuk memperoleh kedudukan dan status sebagai seorang Profesor itu. Profesor itu adalah perjuangan panjang. Profesor itu adalah akumulasi pengalaman dan hidup. Profesor adalah amanah pengemban ilmu tinggi. Profesor adalah tanggung jawab dan previlage. Profesor adalah nilai moral. Profesor adalah hak prerogatif. Profesor adalah ikhtiar prima dan ultima. Profesor adalah ketentuan dan takdir. Profesor adalah penentu nasib. Profesor adalah merah hijaunya masyarakat dan bangsanya. Profesor adalah etik dan estetika. Profesor adalah konsistensi dan komitmen. Profesor adalah panutan dan pembimbing. Profesor itu formal yang normatif. Profesor itu normatif yang formal. Profesor itu doa dan harapan. Profesor itu mandiri dan sistemik. Profesor itu hidup dan menghidupkan. Profesor itu metafisik. Profesor itu filsafat. Profesor itu mengatasi Ilmu Bidang. Profesor itu Orang Tua Berambut Putih. Profesor itu logos. Profesor itu phenomenologi. Profesor itu hermenitika. Profesor itu tidak hanya kualitas primer, tetapi kualitas sekunder, tertier, kuarter, dst. Profesor itu tidak hanya dimensi satu, tetapi dimensi dua, dimensi tiga dan dimensi empat. Profesor itu tidak hanya pengalaman tetapi para logos. Profesor tidak hanya bertanya tetapi memutuskan. Profesor tidak hanya sintetik tetapi analitik. Profesor tidak hanya a posteriori tetapi juga a priori. Profesor tidak hanya intrinsik, tetapi juga ekstrinsik dan sistemik. Profesor tidak hanya dulu, sekarang dan yang akan datang, tetapi Profesor itu adalah dulu yang sekarang, sekarang yang akan datang, dan yang akan datang sekarang. Profesor tidak hanya local genious tetapi means of global. Profesor tidak hanya diam tetapi action. Profesor tidak hanya action tetapi diam. Profesor tidak hanya mencari tetapi memberi. Profesor tidak hanya praktek tetapi berterori. Profesor tidak hanya berteori tetapi praktek. Profesor tidak hanya internal tetapi eksternal. Profesor tidak hanya potensi tetapi faktual. Profesor tidak hanya wacana tetapi fungsi kontrol. Profesor tidak hanya yang ada tetapi yang mungkin ada. Profesor tidak hanya yang terbatas tetapi yang tak terbatas.

Logika Dunia:
Hemm...lalu apa hubungannya kerja Profesor itu dengan Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Dengan sifat dan karakteristik Profesor yang saya sebutkan itu, jelas bahwa untuk dapat melakukan kegiatan, kinerja dan produksinya...mereka sangat memerlukan Jejaring Sistemik. Lebih dari itu, akan lebih baik jika dia mempunyai dan mampu membangun jejaring Sistemik. Padahal tidaklah demikian Profesor pada Dunia Selatan. Sebagian besar Profesor di Dunia selatan tidak bekerja dalam Jejaring Sistemik. Sebagian besar dari mereka bekerja di dalam kediriannya masing-masing. Itulah bedanya dengan Profesor di Dunia Barat dan Dunia Utara. Sebagian Profesor di Dunia barat dan Dunia Utara bekerja di dalam Jejaring Sistemik. Bahkan di Dunia Barat dan Dunia Utara, aku dapat mendifinisikan Profesor itu sebagai Jejaring Sistemik itu sendiri.

Logika Dunia:
Lho..apa pedulinya?

Logika Spiritual:
Kinerja seorang Profesor Terisolasi Sendiri dengan Profesor Jejaring Sistemik itu sangat nyata bedanya. Profesor Plagiat adalah Profesor Terisolasi Sendiri yang ingin menampilkan kinerjanya seakan-akan seperti seorang Profesor Jejaring Sistemik. Ketika godaan untuk menulis karya ilmiah bertaraf internasional itu muncul, maka seorang Profesor Terisolasi Sendiri itu membutuhkan Data Bertaraf Internasional. Padahal data bertaraf internasional itu hanya terdapat di dalam Jejaring Sistemik Internasional. Ketika godaan semakin memuncak karena berkaitan dengan aktualisasi diri, maka terjadilah perbuatan tak terpuji dengan cara mencoba berspekulasi mengambil tanpa ijin Data Jejaring Sistemik dari Profesor Dunia Barat atau Dunia Utara. Dan...datanglah AIB itu.

Logika Dunia:
Lho..apa bedanya dengan karya ilmiah Profesor Jejaring Sistemik dari Dunia barat dan Dunia Utara?

Logika Spiritual:
Sangat berbeda. Sebuah karya ilmiah bertaraf internasional apapun, betapapun, bagaimanapun, dimanapun, kapanpun, tentang apapun...itu merupakan CERMIN atau bayangan dari diri sang Profesor Jejaring Sistemik. Artinya aku dapat mendefinisikan bahwa Profesor jejaring Sistemik itu tidak lain tidak bukan adalah si Karya Ilmiah Bertaraf Internasional itu sendiri.

Logika Dunia:
O..ooo aku mengerti sekarang pokok persoalannya. Tetapi mengapa Profesor-profesor pada Dunia Selatan tidak mau mengembangkan, tidak mampu atau tidak mau menjadi Profesor Jejaring Sistemik?

Logika Spiritual:
Bukannya tidak mau, tetapi sesuai dengan sifat-sifat Jejaring Sistemik yang saya sebutkan tadi, maka dalam banyak hal Jejaring Sistemik itu berada di luar diri kemampuan dan kewenangan para Profesor Dunia Selatan. Itulah yang pernah saya katakan sebagai tanggung jawab pemimpin Bangsa, tanggung jawab Menteri Bangsa, tanggung jawab pemimpin lembaga yang telah mengabaikan dan menyia-nyiakan kesempatan dalam perjalanan ruang dan waktu. Itulah kesadaran atau political will yang tidak pernah muncul dikarenakan belum sampainya dimensi dari para pemimpin negara Dunia Selatan. Dan itulah sumber dari segala krisis yang ada. Itulah yang pernah aku sebutkan bahwa untuk mengatasi persoalan ini perlu pemimpin yang mampu melihat Bangsa ini 200 tahun ke depan.

Logika Dunia:
O..ooo.oh...ampunilah para Profesorku. Hiduplah Profesorku. Aku merasa iba kepada Profesorku. Lho kok aneh ...siapakah diriku itu? Ternyata aku juga masih terkena anomali. Begitulah dirimu dan juga diri yang lainnya di Dunia Selatan. Sekarang aku telah mengerti mengapa negeriku mengalami krisis multi dimensi? Sekarang aku mengerti mengapa Transenden negeriku TELAH MENYATAKAN MENYERAH TANPA SYARAT kepada Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara? Sekarang aku juga mengerti mengapa terjadi sampai ada Profesor Plagiat? Sekarang aku mengerti mengapa gencar dilakukan program recharging? Sekarang aku juga mengerti mengapa para guru memalsukan PAK? Sekarang aku juga mengerti mengapa UN dipertahankan mati-matian. Oh..ternyata para Dajal dari Dunia barat dan Dunia Utara telah merajalela menguasai negeriku. Cukup..cukup.... Dengan dua contoh saja cukup bagiku untuk memahami mengapa bangsaku terkena anomali, yaitu keadaan kacau balaunya aturan, prinsip dan hukum-hukum unsur-unsur bangsaku. Ini memang keadaan yang dikehendaki oleh para Dajal itu. Oh Tuhan ampunilah daku, ampunilah segala dosa Pemimpinku, semoga engkau tetapi berikan bimbinganmu sehingga Bangsaku itu terbebas dari segala macam goda dan rencana sang Dajal Jejaring Sistemik Transinternasional. Amiin.

Transenden Spiritual:
Wahai Transenden Dunia Selatan...saatnya kita tanggalkan logika kita. Marilah kita gunakan hati kita untuk memanjatkan doa. Akun yang melantunkan doa, sementara engkau mengamininya:
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta. Amiiin..amiiin..amiiin.

22 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Jejaring sistemik di dunia ini adalah unsur-unsur di dalamnya yang saing berhubungan, ketergantungan, terkait, dan saling meguntungkan. Namun kebanyakan manusia belum mempunyai jejaring sistemik yang kuat. Seperti siswa SMA yang kesulitan mengerjakan persamaan kuadrat padahal dasar-dasar persamaan kuadrat telah diajarkan di SMP, itu mengindikasikan bahwa jejaring sistemik matematika di dalam diri siswa tersebt tidak terbangun secara sempurna. Ketidaksempurnaan, kurang lengkap, atau kurang berisi, kurang luas, kurang dalam dan kurang kurang lainnya ini akan mengakibatkan rusaknya tindakan, aksi, atau apapun yang tampak di luar jejaring sistemik. Seperti siswa tadi, rusaklah konsepnya yang membuat dia kesulitan memahami persamaan kuadrat. Untuk itu, pembangunan jejaring sistemik yang kokoh, dalam, luas, dsb harus diusahakan terus menerus.

    ReplyDelete
  2. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Hakekat jejaring sistemik adalah kumpulan komponen yang berinteraksi dengan tujuan tertentu, yg hubungnnya saling terkait dan saling tergantung. Hubungan dari segala yang ada dan yang mungkin ada dalam hidup. Hubungan yang ada tentunya disertai dengan hubungan transenden yang selalu diikuti oleh spiritual. Setinggi-tingginya logika yang kita gunakan maka tetap jadikan hati sebagai pemimpin dari perjalanan kita didunia, mengharmonikan antara setiap komponen dalam jejaring sistematik. Karena itu setinggi-tingginya ilmu yang kita dapatkan adalah ilmu yang dapat bermanfaat bagi orang lain dan sekitar kita.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  3. Assalamualaikum Wr. Wb
    Setinggi-tinggi orang yang mencari ilmu adalah ketika ilmu tersebut bisa bermanfaat bagi orang lain. Diperlukan hati yang ikhlas dan janganlah mempunyai sikap sombong dalam menuntut atau mencari ilmu, karena dengan kesombongan ilmu kita tidak akan bermanfaat bagi orang lain.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  4. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Setinggi-tinggi derajat orang mencari ilmu adalah jika dia mencari dan mengamalkan ilmu dalam Jejaring Sistemik. Maka jika kita hanya mencari ilmu untuk diri sendiri itulah serendah- rendahnya derajat orang mencari ilmu. Oleh karena itu setelah mencari ilmu kita harus mengamalkannya, agar ilmu yang kita peroleh dapat bermanfaat dan justru menjadi ladang pahala bagi kita. Meskipun mengamalkan ilmu dalam jaringan sistemik tidaklah mudah karena harus terhubung, terkait dengan berbagai hal, berbagai objek. Seorang guru dalam mengamalkan ilmunya harus terhubung dengan siswa, dengan sekolah, dengan guru- guru lainnya, dengan orang tua murid, dalam sistem pendidikan formal.

    ReplyDelete
  5. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016




    Sejatinya, manusia harus memiliki jejaringan sistemik dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dengan didasarkan pada ruang dan waktu. Saya belajar untuk menigkatkan jejarik sistemik dalam kehidupan dengan saling berhubungan, ketergantungan, terkait, dan saling meguntungkan dengan Tuhan, orang lain, alam, lingkungan, dan dengan dunia sekitarku yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  6. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Perlunya sebuah jejaring sistemik untuk bisa saling berhubungan dengan makhuk hidup yang lain. Serta tak lupa juga dengan Allah SWT. Dengan jejaring sistemik kita akan memperoleh manfaat yang sangat besar karena diantaranya itu saling berkaitan dengan yang lain baik dengan teman, keluarga, makhluk hidup, dan sebagainya. Tetaplah untuk mempertahankan jejaring sistemik ini dengan baik kepada siapappun.

    ReplyDelete
  7. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Jejaring sistemik adalah hubungan dari segala yang ada dan yang mungkin ada dalam hidup di dunia ini. Semua yang terjadi di dunia ini dapat kita hubungkan membentuk sebuah sistem yang saling terkait yang dinamakan jejaring sistemik.Tak dapat dihindari bahwa dalam kehidupan kita di dunia seringkali kita tidak bisa mengendalikan sifat keakuan(sombong) dengan lebih mengutamakan dan mendewakan logika berpikir diatas segala-segalanya dengan mengabaikan sisi spiritual dan jejaring sistemik. Maka perlunya kesadaran dalam diri manusia karena setinggi-tingginya ilmu yang didapatkan adalah ilmu yang dapat bermanfaat bagi orang lain yang didapatkan dari jejaring sistemik yang benar-benar sesuai tanpa ada manipulatif.

    ReplyDelete
  8. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Sumber daya alam yang melimpah namun dengna sumber daya manusia yang kurang membuat dunia selatan menyerah tanpa syarat. Karena mereka tidak dapat mengolah hasil buminya, sedangkan belahan dunia lain mampu menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengolahnya. Maka terjajahlah dunia selatan tanpa mereka sadari.

    ReplyDelete
  9. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pentingnya jejaring sistemik salah satunya di bidang pendidikan untuk mewujudkan sistem yang konsisten dan solid. Harapan dari sistem pendidikan yang konsiisten dan solid adalah terciptanya generasi bangsa yang mantap akan keyakinan dalam hidup, dengan konsisten maka setiap orang dapat menjalankan setiap langkah hidupnya dengan yakin dan tidak ada yang dapat menggoyahkan.

    ReplyDelete
  10. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Suatu jaringan dapat dikatakan jejaring apabila bersifat sebagai sistem yang universal, saling terkait, saling terhubung satu sama lain. Jejaring sistemik dibutuhkan dalam semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Namun tidak semua manusia di dunia menyadarinya. Manusia tanpa kesadarannya dapat terjerumus pada suatu keadaan di mana tidak masuk dalam jejaring sistemik. Keadaan seperti itu dapat kita jumpai di negara kita sendiri terutama di bidang pendidikan. Plagiasi adalah masalah utama di bidang pendidikan. Masalah ini sangat memprihatinkan karena menurunkan kualitas sumber daya manusia dan pendidikan di mata dunia internasional.

    ReplyDelete
  11. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Dari elegi di atas yang saya pahami terkait jejaring sistemik adalah link and match dimana segala esuatu itu tertama ilmu harus dapat saling memberikan azas kebermanfaat terhadap diri sendiri dan orang lain dalam artian bahwa apa yang kita memiliki/dapatkan seyogyanya memberikan manfaat juga kepada orang lain begitu halnya dengan yang lainnya juga memberikan manfaat kepada diri kita sendiri sehingga dengan begitu dapat menciptkan keselaran keharmonisan

    ReplyDelete
  12. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Zaman modern atau fenomena kontemporer telah ‘menguasai’ masyarakat kita. Dikatakan di elegi di atas bahwa negeri kita telah menyatakan menyerah tanpa syarat. Hal ini dibuktkan dengan berbagai fenomena dalam negeri yang membuat kacau aturan, prinsip, hukum-hukum yang ada. Untuk itu selalu mohon ampun kepada Allah, bahwa kita juga telah terseret kedalam kefanaan dunia modern. Selalu berdoa memohon keselamatan di dunia maupun akhirat.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  13. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Kembali lagi pada kondisi dunia selatan saat ini, khususnya bangsa yang sedang kita dduduki. Apa yang kurang atau tidak ada dari bangsa kita adalah sistem yang baik. Para pemimpin tidak pernah mencoba untuk membangun sistem yang baik. Akhirnya setiap manusia dalam bangsa kita bersikap anarki dengan membuat sistem sendiri kerena mereka tidak puas akan sistem yang yang dibangun. Akhirnya apa? Semua isi dari bangsa kita menjadi sistem yang aburadul, tidak solid, dan tidak berwibawa. Adalah konyol, jika manusianya hanya berkoar kepada manusia bertopeng, karena manusia itu sendiri akan dianggap sebagai anjing menggonggong.

    ReplyDelete
  14. Bismillah
    RatihKartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016



    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Bahwa di dalam dunia ini jarring sistemik adalah menandakan adanya kesesuaian antar system. Dalam hal kecil hingga besar. Termasuk dalam pendidikan.Di butuhkan jarring sistemik yang baik baik dari guru, siswa, sekolah maupun orangtua sehingga link and match concepts bisa berjalan dengan baik pula.


    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  15. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Mario teguh pernah mengatakan bahwa, kesuksesan anda dimasa yang akan datang ditentukan oleh hubungan-hubungan anda di masa kini. Kata-kata tersebut sangat erat kaitannya dengan jejaring sistemik, dimana kita mulai sejak awal harus membangun yang namanya jejaring sistemik, dalam bahasa kerennya jaman sekarang adalah membangun LINK. Seseorang yang mempunyai Link yang banyak maka inshaAllah akan mempunyai kemudahan yang lebih baik dalam menghadapi permasalahan.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete

  16. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Bahkan dalam islam sendiri, kita diwajibkan untuk terus membangun dan menjalin silaturrahim antar sesama, bahkan Allah menjanjikan akan memanjangkan umur seseorang yang senantiasa membangun dan menjalin silaturrahim.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  17. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Elegi ini sama dengan elegi sebelumnya mengenai pemahaman tentang jejaring sistemik tentang setiap kejadian yang terjadi di dunia adalah berdasarkan persetujuan dan kehendakNya. Bahkan daun yang jatuh ke permukaan tanah pun jatuh atas izinnya. Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang melimpah pun juga atas izinnya, hanya saja sangat disayangkan membuat masyarakat Indonesia terlena dengan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia hingga berakibat pada kurangnya motivasi untuk mengeksplor sumber daya manusia.

    ReplyDelete
  18. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Hakekat jejaring sistemik adalah suatu sistem yaitu kumpulan komponen yang saling berinteraksi untuk tujuan tertentu. Jejaring sistemik adalah hubungan dari segala yang ada dan yang mungkin ada dalam hidup, dari yang menyangkut ontology sampai yang menyangkut aksiologi termasuk di dalamnya adalah epistemologinya. Hubungan yang ada tentunya disertai dengan hubungan transenden yang selalu diikuti oleh spiritual. Setinggi-tingginya logika yang kita gunakan maka hati tetap sebagai pemimpin dari perjalanan kita di dunia.

    ReplyDelete
  19. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Sebenar-benarnya menyerah tanpa syarat itu mitos. Kita tidak pernah dijajah bangsa lain dengan doktrin-doktrin itu. Kita lah yang dengan sukarela memanfaatkannya.
    Sebenar-benar menyerah tanpa syarat itu mitos. Kita masih mempunyai Allah. Allah Engkaulah yang kami maksud. Yang kami harapkan ridho darimu. Dunia dan akhirat.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  20. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Jejaring sistemik merupakan korelasi atau hubungan yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini. Hubungan tersebut dapat juga berarti hubungan antara makhluk yang satu dengan makhluk yang lainnya di dunia ini. Sebagai mana yang kita tahu bahwa manusia diciptakan salah satu kodratnya adalah sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Selain itu hubungan yang dimaksud dapat juga berupa hubungan pengalaman-pengalaman sebelumnya dengan pengalaman sekarang yang menjadikan kita menjadi pribadi lebih baik.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  21. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Salah satu hal yang menjadi pembeda antara dunia selatan dengan lannya adalah bahwa dunia selatan belum memiliki jejaring sistemik. Serendah-rendah kita adalah kita yang belajar hanya untuk diri kita sendiri dan tidak membangun sistem yang jelas di dalamnya. Sedangkan kemenangan dunia adalah kemenangan sumber daya manusia. Dalam elegi di atas disebutlah bahwa sumber daya manusia akan berkembang subur ketika manusia mengalami kesulitan-kesulitan dan berusaha untuk mencari solusinya dengan segenap akal, pikiran dan tenaganya. Keadaan demikian akan menghasilkan apa yang disebut sebagai etos kerja dan kinerja.

    ReplyDelete
  22. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Hakekat jejaring sistemik adalah suatu sistem yaitu kumpulan komponen segala yang ada dan yang mungkin ada dalam hidup yang saling berinteraksi untuk tujuan tertentu. Dari yang menyangkut ontologi sampai yang menyangkut aksiologi termasuk didalamnya adalah epistemologinya. Metode jejaring sistem adalah saling terkait, saling mempengaruhi,saling terhubung, saling tergantung.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id