Mar 8, 2011

Elegi Kuda Lumping Bangsaku




Oleh Marsigit

Penonton:

Wah asyiknya menonton pertunjukkan Kuda Lumping. Gerakannya yang lincah dan dinamis disertai musik tinthilan, kempul dan kendhang. Lihat tu..wow..wow..sudah mulai kesurupan. Wahai pengamat, asyik bukan? Inilah yang aku tunggu-tunggu, saatnya para pemain kesurupan.
Itu..tu dia mengejar penonton.

Pengamat:
Wahai penonton, diantara sekian banyak adegan pertunjukkan Kuda Lumping itu, manakah yang anda paling tertarik?

Penonton:
Lho..pertanyaanmu kok aneh ta? Ya jelas ketika para pemain kesurupan.

Pengamat:
Mengapa?

Penonton:
Aneh lagi pertanyaanmu itu. Lho kalau kesurupan itu kan jadinya ramai sekali, heboh dan menggemparkan. Lha ..kalau anda apanya yang menarik dari pertunjukkan ini?

Pengamat:
Kalau saya..yang menarik dari pertunjukan Kuda Lumping ini adalah penontonnya.

Penonton:

Lho kok aneh... Engkau itu bukan penonton apa? Kalau begitu engkau itu tertarik padaku?

Pengamat:
Enggak.. aku juga tidak tertarik dengan penonton seperti engkau.

Penonton:
Lho kenapa?

Pengamat:
Aku lebih tertarik dengan penonton seperti diriku.

Penonton:
Ah..bodhoh amat. Sudah..sudah..jangan ganggu saya saya mau konsentrasi melihat pemain kesurupan. Tetapi mengapa ya para pemain itu bisa kesurupan? Wahai pengamat, kelihatannya engkau senang berkomentar yang tidak-tidak? Aku ada pertanyaan nih. Mengapa para pemain Kuda Lumping itu bisa kesurupan?

Pengamat:
Nah..baru..Sekarang aku tertarik dengan engkau. Sebetulnya aku tertarik dengan penonton yang bertanya tentang tontonan dari pada penonton yang hanya menikmatinya.

Penonton:

Wah..sekarang aku jadi tertarik dengan komentarmu. Aku jadi kurang tertarik dengan pertunjukkan itu. Bolehkah aku bertanya lagi? Kenapa engkau menjadikan dirimu menjadi pengamat dan bukan menjadi penonton yang kafah seperti diriku?

Pengamat:
Ketika aku melihat pertunjukan Kuda Lumping, maka serta merta datanglah kesedihanku.

Penonton:
Lho kok aneh..bukankah pertunjukkan itu dimaksudkan untuk menghibur penonton? Tetapi bolehkah engkau jelaskan mengapa engkau sedih jika menonton pertunjukkan Kuda Lumping?

Pengamat:
Aku melihat kehidupan bangsaku, persoalan bangsaku, pikiran bangsaku, perasaan bangsaku, semakin lama kok semakin mirip dengan pertunjukkan Kuda Lumping.

Penonton:
Lho yang mirip apanya?

Pengamat:
Yang mirip kesurupannya.

Penonton:
Wahai pengamat..jangan asal bicara engkau. Masaaakk..bangsa kita dianggap kesurupan? Apa maksudmu?

Pengamat:

Wahai sahabatku..bukankah engkau melihat kehidupan masyarakat mengalami perubahan yang sangat cepat. Karena derasnya laju perubahan dan tingginya dinamika perubahan masyarakat, maka banyak hal/kejadian/peristiwa atau fenomena kehidupan dalam masyarakat, yang sulit dimengerti. Persis seperti sulitnya memahami mengapa pemain Kuda Lumping kesurupan. Maka dapat aku katakan juga bahwa semakin banyak gejala masyarakat mengalami kesurupan.

Penonton:
Ah..omong kosong? Bukti konkritnya?

Pengamat:
Bukankah engkau sering mendengar banyak siswa dari beberapa sekolah di daerah-daerah bahkan mengalami kesurupan? Jika para siswa mengalami kesurupan maka Kepala Sekolah, guru, ortu dan masyarakat juga bertanya-tanya mengapa mereka kesurupan? Mereka tidak bisa atau sulit menjelaskannya. Persis seperti sulitnya memahami mengapa pemain Kuda Lumping kesurupan. Maka dapat aku katakan juga bahwa semakin banyak siswa sekolah mengalami kesurupan. Atau jika saya ekstensikan, maka semakin banyak sekolah mengalami kesurupan.

Penonton:
Itukan hanya kasus?

Pengamat:
Bukankah engkau sering membaca koran? Maka banyak peristiwa-peristiwa hukum di negeri ini semakin sulit dijelaskan dengan teori hukum? Persis seperti sulitnya memahami mengapa pemain Kuda Lumping kesurupan. Maka dapat aku katakan juga bahwa hukum kita itu juga sedang mengalami kesurupan.

Penonton:
Uraianmu kok semakin menarik? Terus..terus..?

Pengamat:
Bukankah engkau sering membaca koran? Maka semakin banyak peristiwa-peristiwa dan kebijakan pendidikan yang sulit dijelaskan dengan teori kependidikan. Persis seperti sulitnya memahami mengapa pemain Kuda Lumping kesurupan. Maka dapat aku katakan juga bahwa pendidikan di negeri ini juga sedang mengalami kesurupan.

Penonton:

Ada yang lainnya?

Pengamat:

Bukankah engkau sering membaca koran? Maka semakin banyak masyarakat kita yang mencari obat penyembuhan yang sulit dijelaskan dengan teori pengobatan. Persis seperti sulitnya memahami mengapa pemain Kuda Lumping kesurupan. Maka dapat aku katakan juga bahwa dunia pengobatan kita juga mengalami kesurupan.

Penonton:
Ohh ..begitu ta?

Pengamat:

Bukankah engkau sering membaca koran? Pernahkan engkau membaca beberapa berita tentang penjualan “pil pintar”. Pil pintar dijual dengan biaya jutaan, 10 juta, 15 juta, 25 juta agar siswa tidak usah belajar tetapi mampu mengerjakan UN. Maka hal yang demikianpun sulit dijelaskan dengan teori pendidikan maupun psikologi belajar. Persis seperti sulitnya memahami mengapa pemain Kuda Lumping kesurupan. Maka dapat aku katakan juga bahwa teori pendidikan dan psikologi pendidikan juga mengalami kesurupan.

Penonton:
Wah..menarik juga.

Pengamat:
Bukankah engkau sering membaca koran? Bukankah engkau sering menjumpai banyak orang-orang dengan gaya kaya mendadak, berpenampilan ala barat dan melupakan dan malu dengan budaya dan tradisi sendiri. Bukankah yang bisa membaca huruf jawa bisa dihitung dengan jari saja. Bukankah banyak orang semakin tidak mengenal tetangganya sendiri? Maka hal yang demikian sulit dijelaskan dengan teori kehidupan masyarakat. Persis seperti sulitnya memahami mengapa pemain Kuda Lumping kesurupan. Maka dapat aku katakan juga bahwa kehidupan bermasyarakat kita juga mengalami kesurupan.

Penonton:
Apa masih ada yang lain?

Pengamat:
Bukankah engkau sering membaca koran? Bukankah engkau mengalami sendiri gejala konsumerisme merajalela dimana-mana. Pemerintah dan masyarakatnya seakan kompak berpacu dan berlomba membudayakan konsumerisme. Bukankah konsumerisme itu hanya mementingkan produk saja daripada proses. Buwat apa susa-susah membikin mobil jika bisa import?. Buwat apa susah-susah bikin komputer jika bisa import? Buwat apa susah-susah bikin HP jika bisa import?. Maka kencenderungannya adalah semakin hari semakain kita dibanjiri barang import tanpa kita mau mengetahui proses pembuatannya apalagi berusaha memproduksi kemudian mengekspornya. Maka hal yang demikian sulit dijelaskan dengan teori pengembangan SDM. Persis seperti sulitnya memahami mengapa pemain Kuda Lumping kesurupan. Maka dapat aku katakan bahwa kehidupan konsumerisme bangsa kita adalah kehidupan bangsa yang sedang kesurupan pula.

Penonton:
Wah..wah..heubuat kau. Lagi..lagi..?

Pengamat:
Bukankah engkau sering membaca koran? Bukankah engkau melihat sendiri bagaimana eksploitasi pengiriman tenaga kerja TKI/TKW secara besar-besaran ke luar negeri. Peduli amat dengan gengsi dan harga diri bangsa. Dari pada sulit-sulit mendidik mereka, dengan iaya mahal pula, maka kirim saja mereka keluar negeri. Disamping merupakan solusi instant bagi mereka, juga bisa menambah devisa negara. Maka hal ini juga sulit dijelaskan dengan teori pengambangan SDM dan pembangunan karakter bangsa dan jiwa nasionalisme. Persis seperti sulitnya memahami mengapa pemain Kuda Lumping kesurupan. Maka dapat aku katakan bahwa pembangunan karakter bangsa juga sedang mengalami kesurupan.

Penonton:
Lho..pertunjukkan Kuda Lumpingnya sudah bubar. Penonton yang lain juga sudah bubar. Tinggal kita berdua. Sekalian tanya bagaimana solusinya. Dan siapakah sebenarnya dirimu?

Pengamat:

Pertunjukkan Kuda Lumping yang sesungguhnya justru sedang menggejala. Itulah perikehidupan bangsa kita sekarang yang dapat saya gambarkan seperti pertunjukkan Kuda Lumping. Ketika bangsa dan masyarakat tidak atau belum siap bergaul dengan bangsa-bangsa lain, sementara aspek kehidupan dan budaya mereka sudah menggejala di mana-mana, maka bangsa dan masyarakat kita dilanda kebingungan. Maka bangsa dan masyarakat kita persis seperti pemain Kuda Lumping. Dalam suasana kebingungan dan kepanikan serta setangah sadar maka bangsa dan masyarakat kita tidak mempunyai pola dan hanya mengikuti gejala-gejala simtomatik narasi besar kehidupan dunia. Bangsa dan masyarakat kita hanya mampu bergerak sesuai dengan musiknya neokapitalis.Maka terapi-terapi instant, terapi irrasional, solusi aneh, pil ajaib, pil UN, kebijakan sesaat, program populis 100 hari, akan menjadi barang dagangan yang sangat laku dipasaran. Maka ditengah bangsa yang sedang kesurupan itu muncullah calo-calo dan juragan bangsa dan masyarakat yang sekedar ingin megambil keuntungan sebesar-besarnya.

Penonton:
Iya ..ya...wah cocok sekali analisismu dengan keadaan sekarang ini. Giiiiiimana menurutmu GAYUS itu?


Pengamat:
Gayus adalah pertunjukkan Kuda Lumping Bangsa Indonesia yang terbesar abad ini. Mafia Pajak adalah lirik-lirik lagu, nyanyian dan musiknya. Mafia Hukum adalah mantra-mantranya. Pemimpin Bangsa adalah si Tuan penanggap Kuda Lumping. Lembaga Peradilan adalah dukun-dukunnya. Aparat Penegak Hukum adalah penunggang-penunggangnya. Koruptor adalah mulut-mulut yang berbuih dan mata yang melotot. Pajak dan Uang Rakyat adalah sesaji-sesajinya.  

Penonton:
Trus..siapakah dirimu itu?

Pengamat:
Aku adalah penonton Kuda Lumping yang berusaha berpikir kritis. Karena aku telah melihat bahwa engkau juga telah ikut berpikir kritis, maka aku tidak lain tidak bukan adalah dirimu sendiri, yaitu seorang penonton pertunjukkan Kuda Lumping yang berpikir kritis.

Pengamat dan Penonton:
Ohh...Kuda Lumping Bangsaku.

33 comments:

  1. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Acara Kuda Lumping dalam elegi ini menggambarkan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Globalisasi yang terjadi masuk ke dalam semua aspek kehidupan dengan sangat cepat sementara kita belum siap, sehingga masyarakat Indonesia kebingungan. Dalam suasana kebingungan dan panik serta setengah sadar karena karakter dan jiwa Pancasila pada mereka telah memudar menyebabkan mereka asal mengikuti tanpa filter. Masyarakat terombang ambing karena tidak memiliki pedoman yang digambarkan dengan kesurupan dalam elegi ini. Agar bangsa kita tidak mengalami kesurupan, maka kita sebagai warga negara hendaknya mampu berpikir kritis sehingga tidak terombang-ambing oleh keadaan.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  2. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Pertunjukkan kuda lumping dalam kondisi negara kita saat ini seperti pemegang kuasa atau para petinggi negeri ini, yang sedang mengalami kesurupan akan jabatan, uang dan kekuasaaan. Maraknya korupsi kolusi dan nepotisme yang terjadi seoalh –olah hanya bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan pribadi dan kepentingan pribadi. Seharusnya kita menetapkan hati, pikiran dan perbuatan sesaui dengan apa yang seharusnya dilakukan dan selalu mengingat Allah agar tidak terjerumus ke dalam hal yang kotor.

    ReplyDelete
  3. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Bangsa kita sudah terpengaruh oleh bangsa luar, seakan-akan bangsa kita dikendalikan oleh bangsa lain. Mulai dari produk-produk luar yang banyak dijual di negara kita, karakter-karakter luar yang diadaptasi oleh masyarakat bangsa kita, sampai pada pendidikan yang mencoba untuk sama dengan pendidikan bangsa lain.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum Wr. Wb
    Elegi kuda lumping bangsaku ini menggambarkan tentang kondisi bangsa ini, dimana saat sekarang ini bangsa dan masyarakat belum siap menghadapi globalisasi dan bergaul dengan bangsa-bangsa lain. Sedangkan kita dapat melihat bahwa aspek kehidupan dan budaya bangsa lain sudah memasuki bangsa kita, sehingga hal inilah yang membuat masyarakat dan bangsa kita mengalami kebingungan dalam artian sering memecahkan masalah dengan hal-hal yang instant dan terkadang tidak rasional yang bisa menghancurkan bangsa ini. Oleh karena itulah diperlukan masyarakat-masyarakat yang mempunyai pikiran kritis dan kreatif agar bisa membangun bangsa ini menjadi lebih baik lagi.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  5. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Elegi diatas menggambarkan keadaan masyarakat di bangsa ini, kuda lumping yang kesurupan itu lah yang terjadi di bangsa Indonesia hingga sampai saat ini. Kita sudah sperti menjajah negeri kita sendiri tanpa kita sadari. Kejadian-kejadian yang terjadi membuat lupa apa yang akan kita tuju sejak awal. Kita ingin membangun bangsa ini tetapi malah seperti ingin menghancurkannya, sperti tindakan korupsi, tawuran antar sekolah yang notebenenya adalah tempat menuntut ilmu dan sebagai generasi penerus bangsa. Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang merugikan bangsa. Maka dari itu marilah kita mengolah pikiran menjadi lebih baik dan kritis.

    ReplyDelete
  6. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    elegi ini mengajarkan pada kita untuk bersikap kritis dalam membaca tanda zaman. bangsa kita saat ini memang mirip pertunjukan kuda lumping, terjadi kesurupan massal, sayang sekali sang pawang tak kunjung datang untuk meredakan kesurupan massal ini. masyarakat kita sedang kebingungan menerima derasnya nilai-nilai asing yang masuk, sementara nilai-nilai lama juga belum sepenuhnya hilang,namun pudar tak jelas. para ilmuan sosial menyebut kondisi ini sebagai kondisi anomie. gejala anomie terjadi dk hampir semua lini kehidupan, pendidikan, politik, ekonomi, budaya, semua mengalami anomie, semakin lama bangsa kita semakin kehilangan diri sendir, gerak dan langkah kaki sendiri seolah bukan kita lagi yang menggerakan, tetapi digerakan oleh satu kekuatan besar yang kita kenal sebagai globalisasi.

    ReplyDelete
  7. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pertunjukan kuda lumping ini sangat menggambarkan sekali keadaan bangsa ini bagaimana sesuatu tidak bisa dijelaskan secara teori atau logika seperti bagaimana menjelaskan mengapa para pemain kuda lumping itu mengalami kesurupan. "Pil pintar" yang akan berbahaya jika menjadi budaya, konsumerisme, kebijakan sesaat, serta hukum yang tajam ke bawah tetapi tumpul keatas ditambah dengan pemanfaatan kondisi ini oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab seperti para calo yang membuat negara ini seperti kuda lumping.

    ReplyDelete
  8. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Banyak fenomena yang terjadi disekitar kita yang tidak dapat dijelaskan secara teori merupakan bukti bahwa bangsa ini sama halnya dengan pertunjukan kuda lumping. Bagaimana bisa banyak siswa yang menghalalkan banyak cara untuk lulus UN. Bagaimana bisa ketika berkumpul bersama keluarga tetapi justru saling menunduk memandangi smartphone. Bagaimana bisa seorang koruptor dapat melenggang bebas sedangkan pencuri sandal dihukum berbulan- bulan. Sera bagaimana bisa bagaimana bisa lainnya menjadi saksi biksu pertunjukan kuda lumping yang tengah berlangsung di panggung besar bangsa ini.

    ReplyDelete
  9. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Wah, ternyata bangsa ini seperti kuda lumping. Tokoh-tokoh pemerannya banyak yang bertindak diluar kendali. Seperti korupsi, dkk yang pelakunya bertindak diluar akal sehat. Perubahan dan dinamika masyarakat yang semakin maju ternyata tidak membuat manusia semakin baik dan maju namun malah sebaliknya. Mereka sudah terkontaminasi dengan hedonisme yang berlebihan. Semoga kita digolongkan kepada kelompok orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. amin

    ReplyDelete
  10. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Indonesia sekarang mengalami berbagai krisis, seperti krisis moral, krisis keuangan, krisis kepercayaan, dll. Inilah kondisi bangsa ini yang sedang mengalami kesurupan diselebungi oleh syaitan layaknya seekor kuda lumping yang sedang kerasukan. Sebagai contoh budaya konsumerisme besar-besaran, budaya yang serba instan, banyak orang lari dari Tuhan dan datang ke dukun, banyak kebijakan pemerintah yang diselewengkan, hukum yang dapat diperjual belikan, dan lain sebagainya. Maka hendaknya kita selalu memohon perlindungan kepada Tuhan agar terhindar dari godaan-godaan duniawi serta agar bangsa ini menjadi lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  11. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Tak bisa dipungkiri bahwa Indonesia sekarang mengalami banyak krisis yang melanda banyak bidang,seperti krisis financial ditandai dengan terus bertambahnya hutang Negara, krisis moral dimana kejahatan semakin merajalela, krisis hukum dimana hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, krisis politik dimana hampir semua keputusan yang diambil pimpinan memiliki muatan politis, krisis pendidikan yang ditandai dengan terus diubahnya kurikulum tanpa dibarengi dengan pembenahan sarana dan prasarana pendukung.Inilah keadaan yang sedang terjadi di Indonesia sekarang yang jika dianalogikan sedang kesurupan layaknya pemain kuda lumping yang kesurupan.Karena itu perlunya kesadaran kita bersama sebagai warga Negara untuk mampu berpikir kritis agar kita mampu tersadar dari ketidaksadaran (kesurupan) kita agar dapat mencapai masa depan bangsa yang lebih baik

    ReplyDelete
  12. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Berdasarkan tulisan Bapak, sepertinya saya juga merasakan bahwa kondisi bangsa ini sudah semrawut sehingga kita sebagai penduduk Indonesia merasakan bingungnya kondisi bangsa ini layaknya kuda lumping yang sedang kesurupan. Disana sini kondisi sudah tdak aman dan tentram.

    ReplyDelete
  13. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Kuda lumping yang sedang kesurupan itu digambarkan sebagai sosok yang ganas, yag tidak tau sopan santun, dan berbuat semaunya. Saya setuju jika kondisi bangsa yang semakin semrawut dan tdak kondusif ini diibaratkan kuda lumping yang sedang kesurupan karena pada kenyataannya banyak orang yang tidak lagi menjunjung tinggi nilai moral/akhla sebagai bekal hidup.

    ReplyDelete
  14. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Yang ada saat ini adalah generasi yang foya-foya, hedonisme, tidak tau aturan dan norma masyarakat. Hal itu akan semakin memperburuk kondisi bangsa Indonesia. Yaitu semakin tidak aman dan tentram. Solusinya yaitu pendidikan karakter sejak dini. Anak perlu untuk diajarkan karakter sejak dini baik di lingkungan keluarga, sekoah, dan masyarakat sehingga tertanam akhlak yang baik sejak dini.

    ReplyDelete
  15. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dari elegi di atas dikatakan bahwa masyarakat Indonesia merupakan konsumenrisme. Hanya mementingkan produk saja tanpa mau memikirkan prosesnya. Masyarakat kita lebih memilih produk-produk impor daripada menghasilkan produk. Padahal jika kita berusaha, bangsa kita mampu membuat produk yang tidak kalah saing dengan produk luar. Makanya karena Indonesia memiliki masyarakat yang konsumerisme, menjadi sasaran empuk negara luar untuk mendagangkan produknya di sini. Contohnya restaurant cepat saji kfc yang sudah banyak sekali cabangnya di Indonesia, dan sangat laku. Bukan hanya itu masih banyak lagi produk luar negeri yang menjadi favorit masyarakat kita.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  16. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Kuda lumping bangsaku dalam elegi ini dapat dianalogikan sebagai gejala sosial atau kondisi yang sedang terjadi pada bangsa ini sulit untuk dijelaskan dengan akal. Ketidakadilan yang terjadi, penyelewengan kekuasaan, penyalahgunaan wewenang, perubahan pola kehidupan masyarakat hingga merambah ke dunia pendidikan dan karakter masyarakat tidak dapat dijelaskan dengan teori. Persoalan-persoalan tersebut sulit dipahami seperti sulitnya memahami mengapa pemain kuda lumping kesurupan. Berdasarkan elegi ini, persoalan-persoalan tersebut muncul akibat bangsa kita yang belum siap dalam menghadapi arus globalisasi sehingga banyak pihak-pihak lain yang memanfaatkan situasi ini untuk meraup keuntungan. Hanya sebagian dari masyarakat kita yang mampu berfikir kritis dalam menghadapi persoalan tersebut, kebanyakan masyarakat yang lain hanya menikmati kehidupannya tanpa menyadari fenomena yang sedang terjadi seperti para penonton yang menyaksikan pertunjukkan kuda lumping. Sebagian lagi justru seperti pemain kuda lumping yang kesurupan, tidak menyadari apa yang sedang terjadi.

    ReplyDelete
  17. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Di zaman sekarang ini banyak fenomena kehidupan dalam masyarakat yang sulit dimengerti. Ibarat kuda lumping dalam elegi di atas. Semakin banyak peristiwa-peristiwa hukum di negeri ini semakin sulit dijelaskan dengan teori hukum. Semakin banyak peristiwa-peristiwa dan kebijakan pendidikan yang sulit dijelaskan dengan teori kependidikan. Semakin banyak masyarakat kita yang mencari obat penyembuhan yang sulit dijelaskan dengan teori pengobatan. Sama halnya seperti sulitnya memahami mengapa pemain Kuda Lumping kesurupan. Dikatakan dalam elegi bahwa semakin banyak gejala masyarakat mengalami “kesurupan”. Itu sama halnya bahwa juga semakin banyak orang yang tidak mampu menjelaskan dan menyikapi setiap fenomena dengan benar. Semoga fenomena tersebut tidak menjangkit kita. Semoga Tuhan senantiasa melindungi bangsa ini. Wallahu a’lam..

    ReplyDelete
  18. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Itulah gambaran nasib bangsa yang sudah carut marut tinggal menunggu maut. Semua sistem dibangun hanya untuk dipermainkan. Semua sistem dibangun hanya untuk dijilat. Semua sistem dibangun hanya untuk diinjak-injak. Sadarlah, bahwa jejaring sistemik yang sejati tidaklah mudah diombang-ambingkan. Karena setiap yang terikat dalam jejaring sistemik itu tidak akan mudah dipengaruhi. Mereka sadar. Inilah sebenar-benarnya pertunjukan yang menjijikkan, bagaimana sistem dipermainkan, dijilat, dan diinjak-injak. Poor system.

    ReplyDelete
  19. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Fenomena-fenomena seperti apa yang ada di elgi diatas menujukkan kepada kita problematika yang sedang dihadapi di bangsa kita Indonesia yaitu mewabahnya budaya instan. Budaya instan atau budaya sekali pakai semakin menjamur dan sangat digemari masyarakat Indonesia khususnya yang hidup diperkotaan bahkan saat ini telah menjamur sampai ke luar masyarakat perkotaan Indonesia. Budaya instant atau budaya sekali pakai merupakan cerminan kehidupan modern saat ini. Kita harus sadari bahwa budaya ini bukanlah budaya murni bangsa Indonesia karena budaya ini bisa merubah manusia menjadi sangat egoistis dalam artian tidak memperdulikan sesama atau yang lainnya dan terkesan ingin menyelamatkan dirinya sendiri. Budaya instan adalah budaya yang berasal dari luar negeri dengan seiring perkembangan berbagai peralatan modern, perkembangan ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, dan juga hasil temuan sumber-sumber daya modern.

    ReplyDelete
  20. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Hal mendasar yang patut kita waspadai terkait wewabahnya budaya instan adalah kehilangan diri, kehilangan makna hidup sebagai pribadi dan makna hidup bermasyarakat, karena tenggelam dalam arus instanisme. Dengan larut dalam budaya instan, lama-kelamaan kita tidak mengenal lagi: Siapa diriku sebenarnya? Mengapa gaya hidupku kini seperti ini? Mengapa kini aku jauh dari orang-orang yang sebelumnya dekat denganku? Apa sebenarnya yang aku tuju di dunia ini? Budaya instan tidak bisa diredam karena merupakan konsekuensi logis dari kemajuan peradaban.

    ReplyDelete
  21. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Cara atau upaya yang bisa kita tempuh sebagau usaha pencegahan maupun pengobatan terkait budaya instan adalah dengan memperbanyak ruang-ruang refleksi dan ekspresi yang asli, yang tidak termakan oleh arus kepentingan sehari-hari. Ruang-ruang itu bisa diisi dengan kegiatan berkesenian, kegiatan spiritual, atau kegiatan kreatif lainnya yang intinya menciptakan "halte-halte berhenti" yang mampu memecah arus/pusaran kecepatan itu. Dengan demikian, kesadaran kita yang terenggut itu menjadi utuh kembali, dan kita kembali menguasai diri kita. Ruang refleksi itu juga dapat diisi dengan kegiatan diskusi yang membongkar kebiasaan "berpacu dalam kecepatan".



    ReplyDelete
  22. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Era globalisasi telah melanda keseluruh penjuru dunia. Negara-negara tidak ada batasan lagi dalam mengibarkan sayapnya. Negara yang kuat dan mempunyai sekutu yang kuat ingin menguasai semua negara, mulai dari politik, social, ekonomi, budaya, agama dan lain sebagainya. Virus-virus kapitalisme, liberalisme, deradikalisasi, konsumerisme, hedonisme dan lain sebagainya memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan masyarakat. masyarakat yang tidak dapat bersaing dengan masyarakat yang lain akan hancur dan terpuruk oleh derasnya terjangan globalisasi. Budaya instan, menyebabkan melemahnya kualitas pendidikan, kualitas pendidikan yang lemah akan melemahkan sumber daya manusia dalam berinovasi dan membangun teknologi. Lemahnya sumber daya manusia akan melemahkan bangsa dan negara maka tinggal menunggu kehancuran bangsa dan negara baik oleh rakyat atau pemimpinnya sendiri maupun oleh negara lain.

    ReplyDelete
  23. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Kuda lumping dalam elegi kuda lumping bangsaku ini memberikan gambaran tentang kondisi bangsa Indonesia saat ini yang tengah menghadapi era globalisasi. Dewasa ini, begitu banyak pula budaya bangsa asing yang telah berupaya menggeser identitas dan jati diri bangsa. Hal ini membuat pergeseran norma-norma mengenai kepantasan yang telah tertanam dalam diri nenek moyang kita. Alangkah baiknya jika kita mekbali merenungkan budaya bangsa dalam upaya mengembalikan nilai-nilai budaya bangsa.

    ReplyDelete
  24. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sebuah artikel yang sangat menarik. Saya baru sadar bahwa ada beberapa kegiatan saya yang berlaku seperti kuda lumping. Dalam hal ini pengaruh power now menjadi sangat kuat menjadikan kita sebagai kuda lumping. Banyak hal yang sebenarnya merugikan bangsa kita namun kita tetap melaksanakannya, seperti kebijakan pemerintah tentang reklamasi pentai yang pantai di timbun demi membangun apartemen mewah yang kini di jual di negara cina. Contoh lain, pemberlakuan kontrak baru PT. Freeport dimana kita hanya mendapat 30% keuntungan, sungguh sulit dimengerti, lokasi tambang jelas berada di negeri kita tetapi mengapa yang menikmati adalah bangsa asing, lagi-lagi sungguh sulit dimengerti. Permasalahan di negeri ini sudah sangat kompleks dan komprehensif disegala sektor. Revolusi besar-besaranlah yang harus dilakukan agar bangsa ini tidak semakin terjelembab.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sebenarnya banyak dimana kita hanya menjadi penonton saat bangsa ini sedang dalam kondisi yang cukup parah. Korupsi proyek ada dimana-mana namun kita hanya bisa menjadi penonton tanpa bisa ikut memberi efek jera pada pelaku korupsi tersebut. Sehingga dalam hal ini dibutuhkan sapu yang bersih untuk dapat membersihkan lantai yang kotor, sehingga apabila kita menyepu lantai dengan sapu yang kotor maka tentunya lantai tersebut tidak akan bersih. Maka perangkat hukum yang ada di Indonesia haruslah betu;l-betul bersih agar dapat maksimal membersihkan kotoran-kotoran di negeri sarang koruptor ini.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  26. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Dari postingan di atas, kuda lumping yang dimaksud adalah kuda lumping yang dipandang dari segi filsafat. Kuda lumping adalah kesenian yang terjadi tanpa bisa dipahami dengan akal sehat. Kuda lumping bangsaku melambangkan kejadian -kejadian di negara kita yang tidak dapat dipahami dengan akal sehat.

    ReplyDelete
  27. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Kuda lumping keusurupan adalah gambaran masyarakat indonesia sekarang yang mengadaptasi gaya hidup Barat, meniru-niru, dan mengambil alih cara hidup Barat. Dan ini seperti dianggap lazim, karena hampir semua orang terkena virus power now.
    Banyaknya koruptor di negera ini juga merupakan tamparan yang menyakitkan, negara yang dianggap kaya akan sumber daya alam, ramah, dan toleransi ternyata tidak mampu menyelesaikan masalah negaranya sendiri.

    ReplyDelete
  28. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Ibarat kuda lumping yang kesurupan, banyak penonton yang hanya sekedar menikmati hiruk-pikuk hiburan ini, namun tak dapat menjelaskan bagaimana kuda lumping itu bisa menjadi kesurupan. Saat ini banyak masyarakat yang terbawa arus modernisasi tanpa memiliki pengetahuan akan segala apa yang sedang diikutinya. Hanya sebatas terbawa arus. Gaya hidup yang kebarat-baratan merupakan kebanggaan. Padahal, dia tidak sedikit pun mengerti akan ideologi bangsa yang sesungguhnya harus dijadikan pegangan dalam kehidupan.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  29. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Fenomena yang begitu banyak tidak mampu dilihat sebagai permasalahan diri, atau bangsa. Parahnya itu semua dianggap hiburan dan tontonan saja. Asyik dengan suara gitar, asyik dengan cahaya pertunjukkannya, asyik dengan nyanyiannya. Seperti korupsi yang terjadi, koruptor sebagai pertunjukkannya, uang curian sebagai penerangannya, kpk sebagai suara gitarnya, dan penyanyi sebagai penjaranya.

    Keadaan tersebut memerlukan peradilan dari para hakim dan penegak hukum, serta orang-orang yang mampu berfikir kritis dan bertindak benar. Diperlukan solusi-solusi dari pemikiran brilian agar terwujudnya kesejahteraan. Sehingga yang benar memang harus benar. Dan salah seharusnya disalahkan. Dengan demikian tidak akan lagi kita melihat masyarakat dan bangsa ini yang kesurupan.

    ReplyDelete
  30. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Bangsa indonesia memerlukan orang-orang hebat, orang-orang kuat, orang-orang cerdas, orang-orang terpelajar, orang-orang berfikir, orang-orang kritis, dan orang-orang yang membuat perubahan. seorang revolusioner mampu melihat kasus-kasus dari banyaknya fenomena di sekitarnya. Korupsi yang merajalela, hukum yang tidak toleran, dan arogansi dimana-mana. Yang kaya semakin kaya, si miskin yang semakin miskin.

    ReplyDelete
  31. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Elegi kuda lumping bangsaku ini menceritakan fenomena yang ada didalam negeri kita. Banyak sekali dari masyarakat kita yang kehilangan kontrol diri. Mulai dari rakyat kecil hingga para petinggi negara. Hal ini terjadi akibat pengaruh teknologi danperkembangan zaman yang cepat dan tidak bisa diatasi dengan baik oleh masyarakat. Nilai-nilai budaya hilang seketika ketika budaya dari luar memasuki negara kita.

    ReplyDelete
  32. Fauzul Muna Afani
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241010

    Tingkah laku bangsa kita susah utuk difikir dengan logika. Penegak hukumpun juga sudah mulai kesurupan dengan uang-uang dan jabatan yang dijanjikan. Ketika semua orang sudah kehilangan kendali maka hanya kehancuran yang akan datang.

    ReplyDelete
  33. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Sungguh belajar filsafat membuat saya merinding juga karena sampai kuda lumping pun bisa diarahkan ke filsafat. Ya, daripada kita hidup normal dan menggali potensi kita, kita memang lebih senang kalau diri kita kesurupan. Itu lebih mudah dicari solusinya daripada kita membangun dari awal. Itu adalah sebuah kenyataan. Itu adalah sebuah kemirisan. Kita tidak bisa mengurus diri kita sendiri dan membiarkab kita dan orang-orang di sekitar kita kesurupan salam kesenangan dan kesakitan. Itu adalah sebuah ketidakseimbangan dalam hidup.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id