Mar 8, 2011

Elegi Konferensi Pertama Para Bagawat




Oleh: Marsigit

Transenden:
Hemm...gerah rasanya mengikuti perkembangan keadaan yang ada. Ternyata yang namanya krisis itu telah melanda semua aspek kehidupan. Tidak ketinggalan aku sedang menyaksikan banyak para Bagawat dari berbagai ruang dan waktu juga mengalami krisis. Ada diantara mereka mengalami kebigungan, ada yang kesurupan, ada yang melakukan plagiat, ada yang menari-nari tak peduli lingkungan, ada yang euphoria menemukan kedudukan baru, ada yang sibuk bersembunyi dari segala kritik, ada yang terkejut dengan suasana baru kemudian stress, ada yang sibuk menggali parit untuk mengalirkan udara, ada yang sibuk mempertahankan kedudukan dengan berbagai cara, ada yang sibuk main paksa, ada yang sangat sibuk dan over loaded aktivitasnya, ada yang terbatuk karena terlalu lama menahan diri, ada juga meledak-ledak memprotes suasana yang dihadapinya. Ada Bagawat yang sedang terlena tetapi tidak merugikan orang lain, ada Bagawat yang sedang terlena dan dimanfaatkan orang lain, tetapi ada Bagawat yang terlena tetapi merugikan orang lain. Ternyata aku menemukan paling banyak para Bagawat sedang mengalami kebimbangan dan memilih lebih baik diam dari pada bicara atau bertindak. Jika keadaan ini diterus-teruskan, wah..keadaannya bisa semakin runyam. Bagawat ...itulah setinggi-tinggi pengemban ilmu atau logos. Jika para Bagawat mengalami krisis, aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib para Cantraka, para Rakata, dan para Cemani. Wahai para Bagawat, mengingat semakin lama semakin banyak dan semakin dalam engkau para Bagawat mengalami krisis, maka saya bermaksud mengundang engkau semua dalam Konferensi Para Bagawat. Silahkan kenalkan dirimu, bicaralah dan sampaikan persoalan-persoalanmu.

Bagawat Archaic:
Wahai hadirin semua, kenalkan aku adalah Bagawat Archaic. Aku inilah pembawa amanah dan pemelihara ilmunya kaum Archaic. Sebagai Bagawatnya kaum Archaic maka aku mempunyai sifat tunggal, artinya tiadalah boleh ada Bagawat selain diriku yang setara dengan diriku. Jika ada yang coba-coba menandingiku maka aku akan terapkan hukuman terberat kepadanya. Maka kegiatan pokok selama hidupku adalah bagaimana aku mempertahankan kedudukanku sebagai seorang Bagawatnya kaum Archaic. Dikarenakan kedudukanku itulah aku memperoleh hak istimewa atau previlage antara lain: aku selalu utama, aku selalu pertama, aku selalu yang paling, aku selalu yang terbaik, aku selalu yang terdepan. Aku adalah ilmuku sekaligus ilmunya kaumku, aku adalah kebenarannya, aku adalah kebijakannya, aku adalah pedomannya, aku adalah panutannya, aku adalah hidupnya. Tiadalah hidup dan mati kaumku itu tidak seijin denganku.

Bagawat Tribal:
Wahai hadirin semua, kenalkan aku adalah Bagawat Tribal. Aku inilah pembawa amanah dan pemelihara ilmunya kaum Tribal. Sebagai Bagawatnya kaum Tribal maka aku mempunyai sifat tunggal, artinya tiadalah boleh ada Bagawat selain diriku yang setara dengan diriku. Jika ada yang coba-coba menandingiku maka aku akan terapkan hukuman terberat kepadanya. Maka kegiatan pokok selama hidupku adalah bagaimana aku mempertahankan kedudukanku sebagai seorang Bagawatnya kaum Archaic. Dikarenakan kedudukanku itulah aku memperoleh hak istimewa atau previlage antara lain: aku selalu utama, aku selalu pertama, aku selalu yang paling, aku selalu yang terbaik, aku selalu yang terdepan. Aku adalah ilmuku sekaligus ilmunya kaumku, aku adalah kebenarannya, aku adalah kebijakannya, aku adalah pedomannya, aku adalah panutannya, aku adalah hidupnya. Tiadalah hidup dan mati kaumku itu tidak seijin denganku.

Bagawat Feudal:
Wahai hadirin semua, kenalkan aku adalah Bagawat Feudal. Aku inilah pembawa amanah dan pemelihara ilmunya kaum Feudal. Sebagai Bagawatnya kaum Feudal maka aku mempunyai sifat tunggal, artinya tiadalah boleh ada Bagawat selain diriku yang setara dengan diriku. Jika ada yang coba-coba menandingiku maka aku akan terapkan hukuman terberat kepadanya. Maka kegiatan pokok selama hidupku adalah bagaimana aku mempertahankan kedudukanku sebagai seorang Bagawatnya kaum Feudal. Dikarenakan kedudukanku itulah aku memperoleh hak istimewa atau previlage antara lain: aku selalu utama, aku selalu pertama, aku selalu yang paling, aku selalu yang terbaik, aku selalu yang terdepan. Aku adalah ilmuku sekaligus ilmunya kaumku, aku adalah kebenarannya, aku adalah kebijakannya, aku adalah pedomannya, aku adalah panutannya, aku adalah hidupnya. Tiadalah hidup dan mati kaumku itu tidak seijin denganku. Namun ada satu hal yang membedakan antara aku dengan Bagawat Archaic dan Bagawat Tribal, yaitu bahwa akulah yang menguasai mereka semua itu. Dalam rangka menguasai mereka beserta semua pengikutnya maka aku telah mengembangkan dan menciptakan persekongkolan bangsa. Tetapi persekongkolan-persekongkolan itu semua harus tunduk kepadaku. Maka aku adalah nilai kebenaran dan kebijaksanaan dari persekongkolan-persekongkolanku beserta pengikut-pengikutku. Ketahuilah bahwa persekongkolan utamaku adalah semua prajurit yang siap untuk menggilas dan menerjang semua kaum Archaic dan kaum Tribal.

Bagawat Tradisional:
Wahai hadirin semua, kenalkan aku adalah Bagawat Tradisional. Aku inilah pembawa amanah dan pemelihara ilmunya kaum Tradisional. Sebagai Bagawatnya kaum Tradisional maka aku mempunyai sifat Tunggal Relatif, artinya aku berusaha sekuat tenaga agar jangan sampai ada Bagawat selain diriku yang setara dengan diriku. Jika ada yang coba-coba menandingiku maka, walaupun aku tidak kuasa untuk memaksakan kehendakku, aku berusaha sekuat tenaga dan kalau perlu dengan berbagai manipulasiku agar para Bagawat-Bagawat selain diriku selalu berada pada level di bawahku. Maka kegiatan pokok selama hidupku adalah bagaimana aku mempertahankan kedudukanku sebagai seorang Bagawatnya kaum Tunggal Relatifnya kaum Tradisional. Dikarenakan kedudukanku itulah aku memperoleh hak istimewa atau previlage antara lain: aku selalu utama, aku selalu pertama, aku selalu yang paling, aku selalu yang terbaik, aku selalu yang terdepan. Aku adalah ilmuku sekaligus ilmunya kaumku, aku adalah kebenarannya, aku adalah kebijakannya, aku adalah pedomannya, aku adalah panutannya, aku adalah hidupnya. Sayangnya aku tidak dapat menentukan hidup dan matinya kaumku. Jika Bagawat Archaic dan Bagawat Tribal hanya bersifat tunggal dan dapat mempertahanan kedudukannya dengan semua cara termasuk ilmu, pikiran, hati dan fisiknya, maka aku hanya dapat mempertahankan kedudukan Tunggal relatifku dengan hanya ilmuku saja. Jika Bagawat Feudal mempertahankan kekuasaannya dengan membentuk persekongkolan-persekongkolan, maka aku hanya bisa mempertahankan diriku dengan Citra Baikku walaupun tidak peduli bagaimana aku dapat memperoleh Citra Baikku itu.

Bagawat Modern:

Wahai hadirin semua, kenalkan aku adalah Bagawat Modern. Aku inilah pembawa amanah dan pemelihara ilmunya kaum masyarakat Modern. Sebagai Bagawatnya masyarakat Modern maka aku mempunyai sifat Jamak, artinya aku menyadari bahwa selain diriku masih terdapat banyak tak terhingga para Bagawat Modern. Maka aku berusaha sekuat tenaga memperoleh kedudukanku melalui berbagai seleksi dan persaingan ketat antara Calon Bagawat Modern. Tiadalah ada kuasa diriku baik pikiranku, hatiku apalagi fisikku untuk mencegah para Bagawat Modern selain diriku untuk memperoleh kedudukan yang lebih tinggi dari diriku. Maka aku dan mereka hanya bisa saling berlomba merebut pengakuan dari Sang Penguasa masyarakat Modern serta berebut pengaruh kapada masyarakatku. Jika ada yang coba-coba menandingiku maka, walaupun aku tidak kuasa untuk memaksakan kehendakku, aku berusaha sekuat tenaga dan kalau perlu dengan berbagai manipulasiku agar para Bagawat-Bagawat selain diriku selalu berada pada level di bawahku. Maka kegiatan pokok selama hidupku adalah bagaimana aku mempertahankan kedudukanku sebagai seorang Bagawatnya masyarakat Modern. Dikarenakan kedudukanku itulah aku memperoleh hak istimewa atau previlage antara lain: aku selalu utama, aku selalu pertama, aku selalu yang paling, aku selalu yang terbaik, aku selalu yang terdepan. Aku adalah ilmuku sekaligus ilmunya masyarakatku, aku adalah kebenarannya, aku adalah kebijakannya, aku adalah pedomannya, aku adalah panutannya, aku adalah hidupnya. Sayangnya aku tidak dapat menentukan hidup dan matinya kaumku. Jika Bagawat Archaic dan Bagawat Tribal hanya bersifat tunggal dan dapat mempertahanan kedudukannya dengan semua cara termasuk ilmu, pikiran, hati dan fisiknya, maka aku hanya dapat mempertahankan kedudukan Jamakku dengan hanya ilmuku saja. Jika Bagawat Feudal mempertahankan kekuasaannya dengan membentuk persekongkolan-persekongkolan, maka aku hanya bisa mempertahankan diriku dengan Citra Baikku walaupun tidak peduli bagaimana aku dapat memperoleh Citra Baikku itu. Jika Bagawat Tradisional berusaha mempertahankan kekuasaannya dengan Citra Baiknya walaupun tidak peduli bagaimana dia dapat memperoleh Citra Baiknya itu, maka akupun demikian. Tetapi yang membedakan aku dengan mereka semua adalah bahwa aku telah membekali diriku dengan segenap teknologi dan kemajuan masyarakatku. Aku gunakan komputer, internet, telphon, HP dst untuk mempertahankan kekuasaanku. Jika aku telah mendapat pengakuan oleh masyarakat dan bangsaku bahwa aku adalah Bagawat Utama maka datang dan mengalirlah hak istimewa itu kepadaku antara lain gaji yang tinggi. Nilai-nilai kebajikanku adalah bagaimana sebesar-besar diriku mampu memberikan yang terbaik dari segenap jiwa ragaku dan pikiranku untuk masyarakatku walaupun kadang-kadang harus aku lakukan dengan berbagai macam cara, ee..maaf maksudku menghalalkan segala macam cara. Tetapi gaji yang tinggi bukan satu-satunya yang membahagiakan diriku. Pengakuan masyarakat akan kebijaksanaanku itulah yang paling penting buat diriku, walaupun aku harus berusaha sendirian dan terkadang aku juga tergoda untuk melakukan berbagai manipulasi. Tetapi itulah dilema yang terjadi bahwa aku selalu dituntut menghasilkan kebijaksanaanku yang terbaik oleh Penguasaku tetapi tidak disertai dengan fasilitas dan jejaring yang memadai.

Bagawat Powernow:

Wahai hadirin semua, kenalkan aku adalah Bagawat Powernow. Aku inilah pembawa amanah dan pemelihara ilmunya kaum masyarakat Powernow. Sebagai Bagawatnya masyarakat Powernow maka aku mempunyai sifat Jamak, artinya aku menyadari bahwa selain diriku masih terdapat banyak tak terhingga para Bagawat Powernow. Maka aku berusaha sekuat tenaga memperoleh kedudukanku melalui berbagai seleksi dan persaingan ketat antara Calon Bagawat Powernow. Tiadalah ada kuasa diriku baik pikiranku, hatiku apalagi fisikku untuk mencegah para Bagawat Powernow selain diriku untuk memperoleh kedudukan yang lebih tinggi dari diriku. Maka aku dan mereka hanya bisa saling berlomba merebut pengakuan dari Sang Penguasa masyarakat Powernow serta berebut pengaruh kapada masyarakatku. Jika ada yang coba-coba menandingiku maka, walaupun aku tidak kuasa untuk memaksakan kehendakku, aku berusaha sekuat tenaga dan kalau perlu dengan berbagai manipulasiku agar para Bagawat-Bagawat selain diriku selalu berada pada level di bawahku. Maka kegiatan pokok selama hidupku adalah bagaimana aku mempertahankan kedudukanku sebagai seorang Bagawatnya masyarakat Powernow. Dikarenakan kedudukanku itulah aku memperoleh hak istimewa atau previlage antara lain: aku selalu utama, aku selalu pertama, aku selalu yang paling, aku selalu yang terbaik, aku selalu yang terdepan. Aku adalah ilmuku sekaligus ilmunya masyarakatku, aku adalah kebenarannya, aku adalah kebijakannya, aku adalah pedomannya, aku adalah panutannya, aku adalah hidupnya. Sayangnya aku tidak dapat menentukan hidup dan matinya kaumku. Jika Bagawat Archaic dan Bagawat Tribal hanya bersifat tunggal dan dapat mempertahanan kedudukannya dengan semua cara termasuk ilmu, pikiran, hati dan fisiknya, maka aku hanya dapat mempertahankan kedudukan Jamakku dengan hanya ilmuku saja. Jika Bagawat Feudal mempertahankan kekuasaannya dengan membentuk persekongkolan-persekongkolan, maka aku hanya bisa mempertahankan diriku dengan Citra Baikku walaupun tidak peduli bagaimana aku dapat memperoleh Citra Baikku itu. Jika Bagawat Tradisional berusaha mempertahankan kekuasaannya dengan Citra Baiknya walaupun tidak peduli bagaimana dia dapat memperoleh Citra Baiknya itu, maka akupun demikian. Jika Bagawat Modern berusaha mempertahankan kekuasaannya dengan Citra Baiknya walaupun tidak peduli bagaimana dia dapat memperoleh Citra Baiknya itu, maka akupun demikian. Tetapi yang membedakan aku dengan mereka semua adalah bahwa aku telah membekali diriku dengan segenap teknologi canggih dan kemajuan masyarakatku. Aku gunakan komputer, internet, telphon, HP dst untuk mempertahankan kekuasaanku. Jika aku telah mendapat pengakuan oleh masyarakat dan bangsaku bahwa aku adalah Bagawat Powernow Utama maka datang dan mengalirlah hak istimewa itu kepadaku antara lain gaji yang tinggi. Tetapi gaji yang tinggi bukan satu-satunya yang membahagiakan diriku. Pengakuan masyarakat akan kebijaksanaanku itulah yang paling penting buat diriku. Jika Bagawat Modern berusaha meraih sendirian dan terkadang tergoda untuk melakukan berbagai manipulasi, maka aku berusaha mengembangkan dan menciptakan Jejaring Transinternasional. Tetapi itulah kebagahiaanku bahwa yang terjadi adalah Penguasaku selalu memberikan semua fasilitas dan kebutuhan yang aku perlukan agar aku menghasilkan kebijaksanaan yang terbaik. Maka sebetul-betul kebijaksanaan terbaikku adalah kebijakkan sistem networkingku. Itulah ultima pencapaian peradaban manusia yaitu sekaligus sebagai perangkap bagi semua Bagawat dan pengikutnya yang berada di bawah levelku. Itulah sebenar-benar kemenanganku yaitu kekuatan Jejaring Transinternasionalku. Maka sebenar-benar penguasaanku atas dunia ini adalah Sistem Jejaring Transinternasionalku. Siapa yang berani menandingiku maka dia akan berhadapan dengan semua prajurit unjung-ujung syaraf Jejaring Internasionalku yang terdiri dari Neokapital, Neopragmatis, Neomaterialis, dan semua neo yang terangkum dalam Dajalku Blackhole-Diraja.

28 comments:

  1. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Elegi di atas menguraikan tentang perebutan kekuasaan dengan menghalalkan berbagai cara. Melihat apa yang terjadi di negara kita, nampaknya elegi ini cocok dengan kondisi yang sedang dialami Indonesia saat ini. Tidaklah baik memperebutkan kekuasaan hanya agar dianggap yang terbaik dan terdepan, dijadikan yang utama dan selalu dijadikan yang pertama. Lebih baik saling bahu-membahu untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  2. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Kehidupan itu berstruktur dan berhierarki. Dimana ada masanya archaic, tribal, tradisional, modern, sampai sekarang pada masanya powernow yang menguasai kehidupan kita. Kehidupan archaic dikalahkan dengan kehidupan tribal, kehidupan tribal dikalahkan dengan kehidupan tradisional, kehidupan tradisional dikalahkan dengan kehidupan modern, dan kehidupan modern dikalahkan dengan kehidupan powernow.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  3. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Begawat dapat digambarkan sebagai pemimpin kelompok tertentu dalam masyarakat. Krisis yang melanda Begawat dalam elegi ini cenderung ke arah krisis moral bahwa setiap Begawat ingin kekuasaan, ingin dipandang sebagai yang terbaik, terbijaksana dan terdepan. Apapun akan dilakukan oleh setiap Begawat untuk mempertahankan kedudukannya, meskipun harus memanipulasi dan merugikan orang lain. Pemimpin sombong dan tamak akan kekuasaan tidak akan mampu mensejahterakan rakyat. Setiap begawat seharusnya menyadari, bahwa kekuasaan yang dia miliki hanyalah sementara dan tidak akan pernah bersifat absolut, karena kekuasaan absolut hanyalah milik Allah SWT.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  4. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Masyarakat dunia dapat digambarkan dalam sebuah tingkatan, tingkatan yang paling bawah adalah archaic, kemudian tribal , traditional, feudal, modern, postmodern dan yang tertinggi adalah powernow. Powernow disini hanya melihat sebuah tatanan masyarakat dari segi saintifik dan lebih kea rah modern sehingga mengesampingkan agama dalam kalsifikasinya. Pada tatanan archaic, traditional dan tribal disinilah yang masih mengedapankan agama dari pada segalanya, akan tetapi ambisi powernow yang begitu kuat untuk menguasai dunia dilakukan sekarang ini melalui ajaran neo, seperti neo hedonisme, neo kapitalisme.

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum Wr. Wb
    Dalam elegi ini menggambarkan bahwa krisis telah melanda seluruh aspek kehidupan di dunia ini. Bagawat pada elegi ini bisa diibaratkan sebagai seorang pemimpin. Pemimpin yang menginginkan kekuasaan, kedudukan, serta menginginkan menjadi pertama dan yang utama diantara pemimpin yang lainnya. Dan tanpa disadari powernow pada ssat sekarang ini mulai mempengaruhi agar para Negara-negara lain menjadi tergantung pada powernow.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  6. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Masyarakat saat ini sudah mulai dipengaruhi oleh kehidupan kontemporer(powernow). Dan bahkan sudah menjadi-jadi. Segala apa yang ada di dunia ini tidak lagi ada urusanya dengan Tuhan. Ini sangat berbahaya bagi kehidupan di Indonesia yang berbagai macam-macam agama. Untuk itu mari untuk selalu intropeksi diri agar terhindari dari bayang-bayang powernow.

    ReplyDelete
  7. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Ujian bagi seorang pemimpin adalah kekuasaannya. Sebagai begawat yang memimpin para Cantraka, para Rakata, dan para Cemani kekuasaan merupakan ujian bagi para begawat. Seiring dengan perkembangan zaman semakin lama begawat semakin menjadi, jika dulu ada begawat archaic, tribal, tradhisional, modern, kini ada begawat powernow yang mempertahankan dirinya dengan Citra Baiknya walaupun tidak peduli bagaimana ia memperolehnya dan bahkan tidak hanya menggunakan teknologi seperti begawat modern tetapi juga menggunakan jejaring internasional. Karena itulah kita harus memperkuat tameng kita yaitu iman dan taqwa untuk menghadapi para prajurit begawat powernow yaitu Neokapital, Neopragmatis, Neomaterialis, dan semua neo yang terangkum dalam Dajalku Blackhole-Diraja

    ReplyDelete
  8. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Keinginan manusia untuk berkuasa sangatlah besar, bahkan tidak peduli dengan cara baik atau tidak baik yang digunakan atau menghalalkan segala cara untuk mencapai kekuasaan itu. Seperti pemaksaan dengan hukuman yang berat atau bahkan memanipulasi lawan untuk memperoleh kekuasaan tersebut. Ketika sudah sangat antusias untuk memperoleh kekuasaan maka kekuasaan itu tidak akan baik jika dijalani karena dijalankan berdasarkan nafsunya.

    ReplyDelete
  9. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016


    Elegi di atas membicarakan tentang perebutan kekuasan antar kekuatan yang paling berpengaruh di dunia. Saya menyadari bahwa untuk mencapai sebuah tujuan itu diperlukan usaha untuk melakukan segala cara. Namun, benar prof bahwa kita cenderung melakukan dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan tersebut. Ini merupakan budaya yang tidak pantas untuk ditanamkan pada generasi muda di Indonesia. Lantas bagaimana cara agar manusia itu bisa memiliki jiwa yang berusaha keras dengan cara yang halal prof ?

    ReplyDelete
  10. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Kehidupan manusia di dunia kontemporer yang tak kunjung puas dengan apa yang dimiliinya membuat manusia cenderung untuk mencari kekuasaan agar dapat memenuhi apa yang dinginkan. Apapun akan dilakukan hanya untuk mendapatkan kekuasaan sekalipun itu merugikan orang lain. Seperti yang sering terjadi di negara kita dimana banyak pemimpin sering menghalalkan segala cara untuk dapat memenuhi keinginannya dengan tidak malu untuk melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme meskipun hal tersebut sangat merugikan bagi rakyat

    ReplyDelete
  11. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Akar dari seluruh masalah dalam hidup ini adalah krisis moral. Para bagawat dalam elegi ini terlihat sangat sombong, mereka menyombongkan ilmunya. Inilah contoh orang-orang yang paling membahayakan bagi dunia. Mereka juga menginginkan kekuasaan, menginginkan untuk menjadi yang terbaik dan terutama. Keadaan yang sungguh memprihatinkan. Suatu pilihan yang berat bagi kita apakah kita mampu keluar dari krisis tersebut. Hanya dengan pertolongan Tuhan kita mampu melawannya, maka hendaklah kita selalu berdoa dan berserah diri kepada-Nya.

    ReplyDelete
  12. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Saya sangat setuju dengan pendapat bowernow bahwa mereka membekali diri mereka dengan pengetahuan kekinian, seperti gadget, hp, laptop, iphone, dll. namun mereka tetap berusaha untuk memperoleh kebaikan dan kesuksesan melalui pengetahuan mereka. Mereka tidak menutup diri terhadap globalisasi, namun juga tidak tenggelam dalam arus hedonisme dan konsumtif.

    ReplyDelete
  13. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Bagawat powernow yang paling memegang kuasa di dunia. Bagaimana tidak, selain ia mempunyai teknologi yang canggih, ia juga mengembangkan dan menciptakan jejaring transiternasional. Itulah pencapaian terbesar sekaligus kemenangan powernow dalam membuat pengikut-pengikut termasuk kita. Mau tidak mau kita telah terseret ke dalam kepatuhan terhadap powernow. Tidak ada yang bisa melawan, jikapun ada maka bersiap-siaplah dengan berbagai serangan yang akan dihadapi.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  14. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Karena setiap yang ada didunia ini juga memiliki lapisan struktur sebagai sifatnya. Sama seperti struktur kebudayaan dunia, mulai dari archaic, tribal, tradisional, feudal, modern, hingga powernow. Itulah dimensi-dimensi yang nyata. Struktur itu berturut-turut dari rendah ke yang tertinggi. Dan yang tertinggi akan melingkupi yang lebih rendah darinya.

    ReplyDelete
  15. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Elegi ini mengungkapkan karakteristik para bagawat dalam struktur kehidupan kontemporer yang terdiri atas bagawat archaic, tribal, feodal, tradisional, modern, dan power now. Bagawat dalam elegi ini ialah dalam arti yang seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Bagawat dapat diartikan sebagai pembawa, pengembang dan pemelihara ilmu bagi dimensinya atau bagi golongan tertentu di dalam masyarakat. Bagawat dalam kehidupan kontemporer memiliki kekuasaan yang paling kuat dengan membentuk jejaring untuk menguasai bagawat-bagawat yang berada di level di bawahnya.

    ReplyDelete
  16. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Inilah struktur hidup yang ada di zaman kontemporer seperti sekarang ini, dimna struktur tersebut dilambangkan sebagai sebuah gunung es. Di puncak tertinggi dari gunung bertengger si Power Now sebgai pusat pengendali terhadap struktur-struktur yang ada dibawahnya meliputi struktur archaic, tribal, feudal, tradisional, modern. Power Now melakukan berbagai upaya/strategi baik berupa paham maupun teknologi yang dapat mengarhkan struktur dibawanya berprilaku kapitalis,liberal, hedonism,pragmatism sehungga bisa meyebabkan struktur dibawahnya dapat terprovokasi satu dengan yang lainnya pada setip struktur.

    ReplyDelete
  17. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Kehidupan memiliki dimensinya masing-masing. Begawat diartikan sebagai pembawa, pengembang dan pemelihara ilmu dalam dimensinya masing masing. setiap ilmu berbeda dimensi dan ingin mencari kedudukan yang penting diantara dimensi-dimensi yang ada. Dengan kedudukannya ia menganggap bahwa dirinya adalah hal yang penting dan harus dihormati serta setia perbuatannya adalah hal yang dapat dianggap benar. Oleh karena itu perang dingin antar dimensi tidak bisa terhindarkan lagi. Manusia sebagai bagian dari dimensi itu harus mampu menggunakan daya kritisnya agar dapat menjalani kehidupan pada dimensi yang tepat dan yang lurus atau baik serta dapat mengatasi dari pengaruh-pengaruh dimensi yang tidak baik atu buruk.

    ReplyDelete
  18. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Elegi konferensi pertama para begawat ini merujuk pada keadaan para pemimpin dewasa ini, dimana banyak pemimpin yang hanya berorientasi pada kekuasaan dan keinginan memakmurkan diri pribadi dan golongan. Para pemimpin sering kali lupa akan amanah yang diberikan kepadanya dan melupakan bahwa apa yang dipimpinnya akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT. Sama halnya dengan begawat yang menjadi pemimpin para cantraka, rakata, dan cemani yang selalu menginginkan kekuasaan.

    ReplyDelete
  19. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Setiap zaman, mempunyai bagawatnya masing-masing. Bahkan zaman yang terdahulu pun masih mempunyai bagawat di zaman sekarang yakni orang zaman sekarang yang cara berpikirnya masih seperti zaman dahulu. Dalam menghadapi situasi seperti saat ini sangat sulit rasanya bila harus lepas dari pemikiran bagawat Power Now. Ketergantungan ilmu dan tekhnologi dan semua sistem yang dikuasai oleh bagwat power Now maka menjadikan kita sebagai pengikut bagawat Power Now. Penguasaan ilmu dan tekhnologi serta perekonomian yang baik menjadi kunci dari kesuksesan bagawat Power Now untuk menancapkan pengaruh-pengaruhnya terhadap bagawat yang berasal dari negara dunia ketiga. Banyak beasiswa yang diberikan oleh Power Now agar kita belajar di negerinya dan akhirnya membawa pulang sistem pemikiran mereka ke negerinya masing-masing sekembalinya belajar dari negeri Power Now.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  20. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Dari elegi di atas, kembali ditekankan betapa pemimpin itu memegang amanah yang sangat besar dan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. Kelak jika kita telah menjadi pemimpin dalam instansi atau lingkup mana pun kita harus mencamkan bahwa segala daya dan kekuatan adalah milik Allah. Kekuasaan yang kita miliki, harta, bahkan nyawa yang kita miliki hanyalah sementara. Hanya Allah lah Sang Maha Ablosut itu.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  21. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Sisi lain dari proses kehidupan sekarang ini adalah dimana pemimpin yang tidak sadar akan ruang dan waktu, dan memanfaatkan kekuasaannya untuk mendapatkan keinginan dak kebahagiaan pribadi, tanpa memikirkan benar salahnya cara yang ditempuh. Para bagawat dalam elegi ini terlihat sangat sombong, mereka menyombongkan ilmunya, setiap bagawat menginginkan kekuasaan, menginginkan untuk menjadi yang terbaik dan terutama. Para bagawat di negeri ini tak malu untuk melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme meskipun hal tersebut merugikan rakyatnya. Bagawat tak peduli dengan apa yang terjadi pada bawahannya karena yang paling penting bagi mereka adalah kekuasaan. Seharusnya dengan ilmu dan kekuasaan yang dimiliki, dapat saling melengkapi satu sama lain untuk membangun dunia.

    ReplyDelete
  22. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Para bagawat dalam elegi ini diilustrasikan sebagai penguasa yang dapat melakukan apa saja, dapat membuat rakyatnya untuk mau tunduk kepadanya. Bila dikaitkan dengan kehidupan secara real sekarang ini, bagawat dapat dimaknai sebagai seorang pemimpin. Elegi di atas juga menggambarkan untuk segelintir pemimpin yang ada di dunia ini yang rela dan tega melakukan berbagai hal untuk kepentingan pribadinya bahkan membuat sengsara rakyatnya demi mencapai kepentingannya sendiri atau mempertahankan jabatannya. Seperti yang sekarang terjadi di Syriah, terlihat bahwa pemimpin negara yang tidak lagi disukai oleh rakyatnya karena melakukan pelanggaran-pelanggaran baik itu hukum, kemanusian bahkan agama rela menembaki rakyatnya sendiri untuk mempertahankan jabatannya. Maka dari sebenarnya jabatan pemimpin yang diamanahkan kepada kita hendaknya dipergunakan untuk menimbah amal yang sebanyak-banyaknya bukan malah menjerumuskan kita ke dalam lautan dosa.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  23. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Begawat sejati adalah yang mampu mempertahankan ilmu juga akhlaknya. Apa guna ilmu yang kita miliki jika tidak dipergunakan dengan baik. Ilmu adalah suatu amanah. Ilmu adalah amanah untuk diri sendiri dan disampaikan untuk orang banyak.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  24. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Pemimpin memiliki karakter dan ciri khas masing-masing sesuai dengan keadaannya. Berbagai macam keadaan atau kondisi para pemimpin berdasarkan ruang dan waktu yang ada. Berbagai periode kehidupan sudah terjadi, dari yang bersifat tradisional hingga lebih dari modern atau disebut dengan powernow. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing di dalam ruang dan waktu yang berbeda. Seorang pemimpin harus bisa bijaksana, menurut saya pemimpin yang sangat baik sekalipun harus berlandaskan spiritual, sehingga dunia tercapai dan akhirat tidak dilupakan.

    ReplyDelete
  25. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Pemimpin yang baik menurut Pujangga Ronggowarsito adalah pemimpin yang disebut dengan "satriyo pinandhito sinisihan wahyu". menjadi pemimpin haruslah berwatak satria, berani menegakkan keadilan dan berada di depan dalam menghadapi berbagai macam masalah dan ancaman bagi rakyatnya. Setelah itu tidak cukup bagi seorang pemimpin hanya berwatak satria tapi dia juga harus pinandhito yang artinya dia sudah selesai dengan dirinya sendiri, yangada dalam pikirannya hanyalah rakyatnya. Setelah itu tidak cukup hanya satria dan pinandhito tapi dia harus pula sinisihan wahyu, artinya dia di bimbing langsung oleh sang hyang akaryo jagad, dia dijaga, dengan begitu kesejahteraan rakyat dapat tercapai.

    ReplyDelete
  26. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Seperti pada komen-komen sebelumnya yaitu kesombongan mampu merusak diri seseorang bagimanapun keadaannya. Apalagi jika kesombongan itu dimiliki oleh orang yang berkuasa , ini bisa menjadi krisis kehidupan yang sangat memprihatinkan. Menjadi seorang pemimpin harusnya sadar akan ruang dan waktu dan akan memanfaatkan kekuasaannya untuk mendapatkan kesejahteraan bagi seluruh daerah kuasanya. Jika tidak melakukannya maka rakyat pun tidak akan merasakan kenyamanan dalam hidupnya. Kekuasaan memang sangat menggoda dan banyak orang ingin mendapatkanya, tetapi sudah seharusnya jika kita diberi kesempatan menjadi pemimpin, jadilah pemimpin yang bisa amanah yang bisa mendapatkan hati rakyatnya sehingga mampu sopan terhadap ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  27. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Sepakat bahwa saat ini krisis telah melanda berbagai aspek kehidupan. Tanpa terkecuali bagi para bagawat dari berbagai ruang dan waktu.Ada yang sibuk dengan kepetingan masing-masing, ada yang selalu merasa paling benar dan menganggap yang lain salah, ada yang bersuara tanpa bertindak dengan keadaan yang terjadi, dan ada pula yang hanya diam tanpa mau tau masalah yang dihadapi dan enggan pula bertindak. Untuk menyelesaiakn berbagai permasalahan yang marak terjadi dalam kehidupan saat ini maka hendaklah kita mau perduli, bersuara sekaligus bertindak mencari solusi. Sebab kejahatan yang terjadi saat ini penyebab utamanya bukan karena begitu banyak orang jahat namun, begitu banyak orang baik yang hanya diam dan mendiamkan.

    Sekian, terima kasih
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  28. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Tak bisa dipungkiri pengaruh bagawat Power Now saat ini begitu kuat. Terlebih karena ketergantungan kita akan teknologi dan semua sistem yang dirintis oleh bagawat Power Now, sehingga sadar ataupun tidak saat ini kita telah menjadi budak. Terbukti, begitu sulit untuk kita saat ini melepaskan diri dari intensitas penggunaan telepon genggam, komputer serta jejaring media sosial. Dampaknya sedikit demi sedikit budaya kehidupan kita yang menjunjung nilai-nilai sosial mulai pudar tergantikan oleh gaya hidup individualis. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada saat ini dengan tetap memegang teguh nilai-nilai budaya kita

    Sekian, terima kasih
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id