Mar 8, 2011

Elegi Konferensi Internasional Imajiner

Oleh: Marsigit

Orang tua berambut putih ingin menyelenggarakan konferensi internasional imajiner. Semua orang penting diundang. Temanya adalah mengungkap hakekat ilmu. Moderatornya Socrates. Berikut jalannya sidang:

Socrates:
Wahai Permenides, Heraclitos, Pythagoras, ....Apakah ilmu menurut dirimu?



Thales:
Menurutku ilmu itu terkandung dalam air. Barang siapa mampu mengungkap misteri air, maka dialah yang akan mempunyai ilmu itu. Maka tiadalah sesuatu itu tercipta, kecuali dari air.

Anaximenes:
Menurutku ilmu itu terkandung dalam udara. Barang siapa mampu mengungkap misteri udara, maka dialah yang akan mempunyai ilmu itu. Maka tiadalah sesuatu itu tercipta, kecuali dari udara.

Pythagoras:
Menurutku ilmu itu suci. Maka hanya orang-orang sucilah yang berhak mempunyai ilmu.

Permenides:
Menurutku, ilmu itu bersifat tetap. Tiadalah sesuatu yang berubah dalam ilmu itu. Itulah sebabnya maka sesuatu yang berubah bukanlah suatu ilmu. Maka sebenar-benar ilmu adalah tetap. Hanyalah yang tetap yang aku sebut sebagai ilmu. Maka sebenar-benar segala sesuatu itu pada hakekatnya adalah tetap.

Heraclitos:
Menurutku, ilmu itu bersifat berubah. Tiadalah sesuatu yang tetap dalam ilmu itu. Itulah sebabnya maka sesuatu yang tetap bukanlah suatu ilmu. Maka sebenar-benar ilmu adalah berubah. Hanyalah yang berubah yang aku sebut sebagai ilmu.

Demokritos:
Menurutku, ilmu ada yang benar dan ada yang tidak benar. Ilmu yang benar adalah yang berada dalam pikiran. Sedangkan ilmu yang tidak benar yang diperoleh dengan melihat.

Plato:
Menurutku manusia mempunyai dua dunia, yaitu dunia pengalaman dan dunia ide. Sedankan ilmuharus bersifat tetap, dan yang tetap itu adalah ide. Jadi menurutku ilmu adalah ide itu sendiri.

Aristoteles:
Menurutku ilmu adalah pengalaman. Tiadalah ilmu tanpa pengalaman. Jadi pengalaman itulah sebenar-benar ilmu.

Euclides:
Menurutku ilmu adalah deduksi. Maka tiadalah ilmu kecuali ditemukan dengan metode deduksi.

Plotinos:
Menurutku ilmu adalah pancaran dari Tuhan. Maka tiadalah ilmu jika hal demikian tidak dipancarkan oleh Tuhan.

Rene Descartes:
Menurutku ilmu itu identik dengan keraguan. Maka tiadalah ilmu tanpa keraguan. Keraguanku itulah ilmuku.

Bacon:
Menurutku ilmu itu kalau terbebas dari idol. Idol adalah berhala pengganggu manusia dalam memperoleh ilmunya. Jadi sebenar-benar ilmu menurutku adalah terbebas dari idol.

Berkely:
Menurutku, ilmu adalah tipuan belaka. Sesungguhnya dunia itu tipuan. Maka tiadalah aku mempunyai ilmu kecuali tipuan belaka.

Hume:
Menurutku ilmu adalah totalitas dari pengalaman kita. Ilmu itu berada di atas pengalaman kita. Jadi tiadalah ilmu jika tidak berada di atas pengalaman.

Kant:
Menurutku ilmu adalah keputusan. Keputusanku itulah ilmuku. Maka janganlah berharap mempunyai ilmu jika tidak dapat mengambil keputusan.

Fichte:
Menurutku ilmu adalah diriku yang otonom. Diriku yang otonom itulah ilmuku. Itu sama artinya bahwa ilmuku adalah idealismeku.

Hegel:
Menurutku ilmu adalah sejarah. Dunia itu mensejarah. Maka sebenar-benar ilmu adalah sejarahnya dunia dengan segenap isinya.

Comte:
Menurutku ilmu adalah positive. Ilmu itu tentang hal yang sungguh-sungguh terjadi dan real. Itulah sebenar-benar ilmu yaitu positive.

Darwin:
Menurutku ilmu adalah perkembangan. Suatu perkembangan betul-betul disebut ilmu jika sesuai dengan hukum-hukum mekanik.

Husserl:
Menurutku ilmu adalah mengabaikan yang tidak diselidiki, dan memperhatikan yang diselidiki. Itulah fenomenologi. Maka sebenar-benar ilmu adalah fenomenologi.

Hartman:
Menurutku ilmu adalah nilai. Tiadalah ilmu jika tidak mempunyai nilai.

Satre:
Menurutku ilmu adalah merdeka. Merdeka dari segala macam aturan itulah ilmu. Itulah sebenar-benar nihilisme.

Freud:
Menurutku ilmu adalah asmara. Maka sebetulbetul dunia adalah asmara. Ilmuku itulah asmaraku.

Enstein:
Menurutku, ilmu adalah relatif. Semuanya adalah relatif. Duania itu adalah relativitas. Itu juga ilmuku.

Piaget:
Menurutku ilmu adalah membangun. Tiadalah orang dapat dikatakan berilmu jika tidak mampu membangun. Itulah sebenar-benar konstructivist.

Wittgenstain:
Menurutku ilmu adalah bahasa. Maka bahasaku itulah rumah sekaligus ilmuku.

Brouwer:
Menurutku, ilmu adalah intuisi. Maka intuisiku adalah ilmuku. Itulah sebenar-benar intuisionisme.

Russell:
Menurutku, ilmu adalah logika. Tiadalah suatu dikatakan sebagai ilmu jika dia tidak logis.

Lakatos:
Menurutku ilmu adalah kesalahan. Maka tiadalah sesuatu disebut ilmu jika tidak ada kesalahan. Itulah sebenar-benar fallibisme.

Stuart Mill:
Menurutku ilmu adalah manfaat. Maka tiadalah sesuatu disebut sebagi ilmu jika tidak membawa manfaat.

Ernest:
Menurutku, ilmu adalah pergaulan. Maka tiadalah seseorang dapat memperoleh ilmu tanpa interaksi dengan sesama untuk membangun ilmunya. Itulahh sebenar-benar socio-constructivist.

Materialist:
menurutku, ilmu adalah materi. Tiadalah sesuatu hakekat apapun kecuali materi. Itulah sebenar-bear materialis.

Hedonist:
Menurutku ilmu adalah kenikmatan. Maka tiadalah ilmu kecuali aku mendapat kenikmatan. Kenikmatan dunia itulah sebenar-benar ilmuku.

Fatalist:
Menurutku, ilmu adalah takdir. Maka suratan takdir itulah ilmuku. Tiada daya upaya manusia kecuali sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Itulah sebenar-benar ilmu, yaitu seratus persen berserah diri.

Humanis:
Menurutku, ilmu itulah diri manusia. Maka tiadalah ilmu berada diluar diri manusia. Itulah sebenar-benar humanisme.

Kapitalist:
Menurutku, ilmu adalah kapital. Maka tiadalah sebenar-benar ilmu tanpa kapital. Itulah sebenar-benar kapitalisme.

Liberalist:
Menurutku, ilmu adalah bebas mutlak. Itulah hak-hak ku. Itu pula sebenar-benar liberalisme.

Pancasilaist:
Menurutku, ilmu adalah mono-dualis. Dua yang satu, satu yang dua. Habluminallah dan habluminanash itulah hakekat ilmuku.

Religist:
Menurutku, ilmu adalah ibadah. Maka tiadalah sesuatu itu dikatakan ilmu jika tidak untuk ibadah.

Semua pembicara bertanya kepada Moderator:
Wahai Socrates, kalau menurutmu sendiri apakah ilmu itu.

Socrates:
Menurutku, ilmu adalah pertanyaan. Maka sebenar-benar ilmuku adalah pertanyaanku. Janganlah engkau berharap memperoleh ilmu jika engkau tidak mampu bertanya. Itulah mengapa pada konferensi ini aku banyak bertanya.

36 comments:

  1. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Ilmu bisa didefinisikan oleh siapa saja, bisa didapatkan dimana saja dan dari siapa saja. Orang yang mencari ilmu berawal dari rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu itu akan menimbukan pertanyaan. Setiap pertanyaan pasti ada jawabannya. Jawaban dari pertanyaan itu adalah ilmu.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika

    Belajar dapat dilakukan dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun dengan syarat selalu ada rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu yang kita miliki akan menimbulkan pertanyaan. Pertanyaan akan menyebabkan kita mengetahui hal baru. Setiap hal baru yang kita pelajari itulah yang disebut sebagai ilmu. Asalkan kamu selalu memiliki rasa ingin tahu, ilmu tidak akan berhenti mengalir.

    ReplyDelete
  4. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Para ahli tersebut mendefinisikan ilmu dengan pemahamannya masing-masing dan beberapa bahkan saling bertentangan serta saling melengkapi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa definisi ilmu adalah relatif. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar karena definisi ilmu relatif terhadap waktu dan ruang sesuai dari sudut pandang yang digunakan oleh orang yg mendefinisikan. Oleh karena itu definisi ilmu sangatlah luas karena ilmu dapat mencakup bahasa, logika, pengalaman, nilai-nilai, hubungan, spiritual, dan sebagainya. Luasnya ilmu itu sendiri tergantung pada dimensi keberadaan kita.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  5. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Ilmu sangatlah penting untuk menjadi bekal dalam mengahadapi kehidupan sekarang ini. Para filosof mengungakapkan berbagai macam pemikirannya terhadap pengertian ilmu. Orang yang berilmu akan dapat memposisikan dan menempatkan diri, dimanapun, kapanpun dan dalam segala bidang. Langkah awal untuk perkembangan sebuah ilmu adalah mengkontriuskan ilmu yang kita miliki untuk dapat bermanfaat bagi peradaban dunia. Bahkan pengkajian dan pencarian ilmu tidak akan pernah berhenti, dari satu daerah ke daerah lainnya, bahkan dari satu negara ke negara lainnya dan dari belahan dunia yang satu menuju segala belahan yang ada di muka bumi. Karena pada hakikatnya, ilmu itu luas dan harus dipelajari agar manfaatnya dapat dibagikan dan digunakan.

    ReplyDelete
  6. Assalamualaikum Wr. Wb
    Definisi dari ilmu itu bisa berbeda-beda, tergantung dari sudut pandangnya serta definisi ilmu tersebut relative berdasarkan ruang dan waktu. Dalam elegi ini didefinisikan ilmu menurut para fillsuf, yang nantinya definisi-definisi ini bisa menjadi panduan kita untuk mempelajari sebuah ilmu.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  7. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Setiap orang berpendapat yang berbeda-beda tentang ilmu tergantung dari konteksnya. Dalam kehidupan dunia, ilmu mempunyai peran yang sangat penting. Perkembangan dan kemajuan ilmu memberikan kemudahan bagi kehidupan baik dalam kehidupan individu maupun kehidupan bermasyarakat. Jadi intinya adalah bagaiamana dengan ilmu tersebut bisa menjadi sebuah pelajaran yang berharga buat kita sendiri tanpa mengesampingkan definisi ilmu.

    ReplyDelete
  8. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Definisi ilmu itu beragam tergantung ruang dan waktu. Setiap orang bebas mendefinisikan ilmu sesuai dengan kapasitasnya masing- masing. Tiadalah definisi ilmu yang salah. Maka yang terpenting adalah setiap orang mau belajar dan mencari ilmu. Dan sebenar- benar orang yang mencari ilmu adalah orang yang bertanya. Karena bagaimana kita akan memperoleh ilmu jika kita tidak bertanya. Sesuatu yang tidak kita tanyakan dan hanya kita yakini bukanlah suatu ilmu melainkan mitos. Oleh karena itu sebagai pencari ilmu hendaklah kita berusaha selalu berpikir. Dari berpikir itulah akan muncul pertanyaan- pertanyaan karena semakin kita memeplajari sesuatu kita akan semakin merasa belum memahami apa- apa.

    ReplyDelete
  9. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Banyak sekali definisi ilmu menurut para ahli, karena itulah ilmu menurut mereka dan yang mereka yakini serta jalani. Ilmu adalah dirinya sendiri sehingga ilmu menurut setiap orang pastilah berbeda karena untuk memperoleh ilmu setiap orang memiliki cara masing-masing.

    ReplyDelete
  10. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Setiap orang bebas berpendapat mengenai definisi daripada ilmu, tergantung apakah mereka mampu mendefinisikan ilmu itu secara masuk akal dan dapat dicerna oleh akal pikiran serta tidak mengada-ada. itulah ilmu, sesuatu yang dapat dipikirkan dan dapat meningkatkan kualitas diri. Ilmu akan menjadi bermanfaat bagi seseorang apabila ilmu itu diamalkan dan menjadikan ilmu tersebut bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga ilmu itu bisa ditransferkan untuk orang lain dan menjadi bermanfaat pula bagi mereka.

    ReplyDelete
  11. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Dari elegi di atas dapat dilihat definisi ilmu yang berbeda-beda tergantung pendapat dari subjek pikirnya masing-masing, asalkan pendapat yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan, dan dibuktikan secara empiris karena pada hakekatnya ilmu terikat oleh ruang dan waktu.Ilmu memiliki peranan yang penting dalam kemajuan bangsa dan negara karena itu marilah kita sebagai generasi muda dapat mencar i ilmu sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya serta dapat mengamalkan ilmu tersebut agar ilmu yang kita miliki dapat bermanfaat bagi orang lain guna meningkatkan kualitas bangsa kita

    ReplyDelete
  12. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Oleh para tokoh ilmu didefinisikan menjadi bermacam - macam, hal ini menunjukkan bahwa ilmu itu bukan sesuatu yang pasti. Sesungguhnya ilmu itu ada dimana saja, kapan saja dan diperoleh dari mana saja. Maka setiap orang mendefinisikan sesuai dengan pengalaman dan pemikiran masing-masing. Karean ilmu itu adalah pemberian Tuhan kepada orang-orang yang beruntung

    ReplyDelete
  13. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Ilmu adalah pertanyaan(Socrates). Sangat indah sekali jawaban dari Socrates, memang benar setiap pertanyaan mengandung ilmu, dan untuk menjawab pertanyaan dibutuhkan ilmu. Sesorang yang tidak tahu akan menjadi tahu dengan bertanya. Tanpa bertanya mungkin sedikit sekali ilmu yang dipunya dibanding orang yang banyak bertanya.

    ReplyDelete
  14. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Ilmu itu ada karena manusia memikirkanya, dan karena keingintahuan manusia sehingga manusia selalu berusaha memikirkan apa yang ingin diketahuinya. Ilmu itu luas karena ilmu bisa mencakup bahasa, logika, nilai, pergaulan, dan sebagainya. Keluasan ilmu itu sendiri tergantung dari ruang dan waktu mana kita memandangnya.

    ReplyDelete
  15. ERFIANA NUR LAILA
    13301244009
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sebenar-benar ilmu dikatakan sebagai ilmu adalah ketika kita mampu menanamkannya dalam hati, dan mengimplementasikannya dalam bentuk tindak dan tanduk kita sebagai manusia. Namun, menjadi manusia pun tidaklah dengan menyombongkan diri sendiri dan menganggap kitalah yang paling hebat, dan dengan demikian, kita harus tetap menanamkan keasadarn bahwa diatas langit masih ada langit. Sehingga seperti halnya daksa dan dewa, kitalah dewa dari pikiran kita, namun diatas dari segala hal masih ada Allah yang merupakan Dewa dari segala Dewa. Oleh karena itu, perilaku dan perkataan kita, atau bahkan pikiran kita haruslah sinkron dan senantiasa kita jaga baik-baik.

    ReplyDelete
  16. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Ada banyak definisi ilmu dalam Elegi Konferensi Internasional Imajiner. NAmun saya ingin berpendapat bahwa ilmu itu adalah nur (cahaya). ilmu merupakan anugrah Tuhan yang perlu dicari dan disyukuri. Bahkan karena pentingnya ilmu, manusia diwqajibkan untuk menuntut ilmu itu sendiri. Ilmu Tuhan sangat luas, manusia hendaknya tidak malas dan selalu berusaha untuk memperoleh ilmu.

    ReplyDelete
  17. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Karena ilmu itu sangat luas, kita hendaknya memiliki usaha yang sungguh-sungguh untuk mempelajari banyak ilmu. Karena ilmu apapun pasti akan berguna bagi kehidupan kita. Ingatlah bahwa di atas langit masih ada langit. Jangan mudah untuk puas dengan ilmu yang telah didapatkan saat ini.

    ReplyDelete
  18. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Selain itu, kita sebaiknya selalu memiliki semangat dalam menuntut ilmu. Ilmu yang kita peroleh dapat bermanfaat dan berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Apalagi jika ilmu itu diamalkan dan diajarkan kepada orang lain. Akan ada nilai ibadah didalamnya.

    ReplyDelete
  19. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Makna ilmu tiap individu tentunya berbeda-beda. Bahkan jauh sebelumnya para filsuf telah mengartikan ilmu dengan pandangan yang berbeda-beda. Ilmu itu sendiri adalah bagaimana kita memandang sebuah ilmu. Menurut Socrates sebenar-benar ilmu adalah pertanyaan. Karena ilmu itu diperoleh dari pertanyaan dalam diri kita. Sebenar-benar kita memperoleh ilmu adalah ketika kacau di pikiran.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  20. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Didalam kahidupan kita, kita tidak pernah terlepas dari yang namanya ilmu. Didalam sebuah ilmu masih terdapat ilmu lagi. Dan terkadang Juga ilmu ada yang positif dan ada yang negatif. Tergantung cara penggunaannya saja dan bagaimana setiap orang memandang ilmu.

    ReplyDelete
  21. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Berawal dari sebuah pemikiran yang mempunyai keunikan, dan bisa menggunakan paradigmanya, disitulah terdapat Ilmu baru yang tidak bisa di rasakan oleh kebanyakan orang. Pemikiran mengenai ilmu yang ada di sekeliling kita semua. Terkadang pandangan kita terhadap ilmu itu hanya mengarah pada satu pemikiran saja, padahal banyak misteri yang belum terungkap didalamnya.

    ReplyDelete
  22. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Ilmu itu adalah jembatan, maka tiadalah bisa dikatakan orang itu berilmu selama dia tidak bisa mneyebrangi jembatan dari tidak tahu menjadi tahu.

    ReplyDelete
  23. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016
    Kemudian menurut saya Ilmu itu adalah sebuah kesesatan, maka jangan berharap kita bisa bertanya jikalah kita tidak tersesat dari ketidaktahuan. Maka sebenar-benarnya hakikat orang yang mencari ilmu adalah orang dalam kesesatan. Seseorang semakin bayak ilmunya maka seseorang itu akan semakin sesat karena dia akan semakin merasa bahwa dirinya ternyata masih banyak yang belum diketahuinya. Hal ini selaras dengan apa yang dikatakan Rene Dectayes “Aku Berfikir Maka Aku ADA”

    ReplyDelete
  24. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Sejauh mana dapat mengetahui petunjuk dan mengalami sebuah pengalaman maka sejauh itupula dapat mendefinisikan ilmunya masing masing sesuai dengan ruang dan waktunya. Ilmu memiliki banyak cabangnya. Dengan menggunakan daya kritis dan pengalaman kita kita dapat mengetahui ilmu tentang sesuatu, mulai dari ilmu ekonomi, politik, social budaya, teknologi, praktik, kedokteran, astronomi, biologi, antropologi, psikologi dan lain sebagainya. Maka sejauh mana mempelajari ilmu maka ilmu adalah diri sendiri.

    ReplyDelete
  25. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016
    Elegi konferensi internasional imajiner ini memperlihatkan defenisi mengenai hakikat ilmu menurut pendapat para ahli dan ditinjau dari berbagai sisi dan berbagai sudut pandang. Hal ini dilihat dari pandangan Socrates, Pythagoras, heraclitos, permenides, demokritos, plato, rene de cartes dan masih banyak lagi. Dari banyak paham mengenai hakekat ilmu ini agar kita bijak dalam merumuskan hakikat ilmu dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  26. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Semua tokoh memiliki alasannya dan pandangannya masing-masing menganai ilmu, dan saya yakin bahwa mereka mempunyai dasar yang kuat dalam membuat statetmentnya tersebut. Dalam hal ini tentunya tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Janganlah kiranya kita memaksakan kehendak agar definisi kita diterima oleh orang lain, karena orang lainpun mempunyai landasan teori dalam mengeluarkan pendapatnya tersebut. Justrtu keberagaman definisi ilmu itu sendiri yang membuat khasanah ilmu pengetahuan semakin bertambah luas dan tidak monoton.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  27. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Setiap filsuf dan setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing tentang ilmu. Setiap pengertian bisa saling melengkapi atau bahkan saling bertentangan. Seperti yang kita tahu bahwa semua yang ada di dunia ini bersifat relatif. Maka dalam mengartikan suatu ilmu pun relatif terhadap ruang dan waktunya. Misalnya dipengaruhi oleh konteks kehidupannya, pengalaman, persepsi, lingkungan, keyakinan, dan lain sebagainya. Maka, definisi ilmu tersebut akan terus-menerus berkembang seiring dengan perubahan zaman. Jika merujuk pada pendapat Socrates, ilmu merupakan pertanyaan. Menurutnya, tidak ada ilmu tanpa ada pertanyaan.

    ReplyDelete
  28. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Dalam elegi ini semua yang diundang dalam konferensi berusaha menjelaskan hakekat dari ilmu dilihat dari sudut pandang masing-masing, dan dapat dikatakan bahwa definisi ilmu adalah relatif. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar karena definisi ini relatif terhadap waktu dan ruang setelan dari sudut pandang yang digunakan oleh karakter. Namun, dari definisi tersebut saya menyimpulkan bahwa itu adalah ilmu yang luas karena ilmu dapat mencakup bahasa, logika, nilai-nilai, hubungan, dan sebagainya. Luasnya ilmu itu sendiri tergantung pada ruang dan waktu di mana kita melihat. Sebuah ilmu dapat menjadi alat untuk mendapatkan ilmu yang lainnya, dengan ilmu manusia menyadari siapa dirinya, dengan ilmu pula manusia dapat menjadi kuat dihadapan makhluk namun dia bukanlah apa-apa dihadapan Tuhan.

    ReplyDelete
  29. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Definisi ilmu itu banyak dan luas sekali. Begitu juga dengan hakekat ilmu berbeda-beda antara orang yang satu dengan orang yang lainnya. Perbedaan tersebut disebabkan oleh ruang dan waktu. Ilmu adalah sesuatu yang harus kita miliki untuk dapat hidup di dunia ini, orang-orang yang tidak berpengetahuan, dia tidak akan bisa hidup, karena orang ini tidak punya modal. Ilmu yang dibutuhkan oleh siapa saja, bagi siapa saja, kapan saja dan dalam waktu. Ilmu pengetahuan juga dapat diperoleh dari siapa saja dan kapan saja. Apa pun pemaknaan dari ilmu tergantung pada pengharapan manusia terhadap ilmu itu dengan ilmu manusia dapat berbuat banyak hal,dengan ilmu manusia dapat berbuat baik pada diri sendiri maupun di luar dirinya namun dengan ilmu itu pula ia dapat berbuat jahat bagi dirinya dan orang lain. Sebuah ilmu dapat menjadi alat untuk mendapatkan ilmu yang lainnya, dengan ilmu manusia menyadari siapa dirinya, dengan ilmu pula manusia dapat menjadi kuat di hadapan manusia yang lain namun dia bukanlah apa-apa di hadapan Allah SWT.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  30. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Ilmu adalah sesuatu yang menempel di tangan, di pohon, di dedaunan, di pasir, di tanah, di kertas, di semua obyek di dunia. Semua ada ilmunya. Semua karunia Tuhan. Semua ada, mengada, juga pengada. Semua bisa diambil hakekat keilmuannya. Ilmu adalah sesuatu yang berguna bagi manusia untuk menjalani dan melengkapi kebutuhan hidup. Ilmu adalah sesuatu yang dipelajari dan dapat digunakan sebagai pelajaran hidup. Ilmu bisa sesuatu hal yang baru atau lama. Ilmu yang paling tua dan paling benar bagi umat manusia adalah Firman Allah yang tertulis di kitab, juga hadist riwayat yang shahih. Karena dapat membuat tatanan material hingga spiritual manusia menjadi baik.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  31. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Seseorang memiliki pandangan sendiri – sendiri terhadap sesuatu. Oleh karena itu, pandangan satu orang dengan yang lain berbeda. Maka, dari penjelasan di atas, menunjukkan pandangan dari tokoh – tokoh mengenai ilmu. Sedangkan, menurut saya, ilmu adalah rahmat. Semua yang ada di dunia ini merupakan rahmat dari Tuhan. Maka, ilmu yang kita peroleh juga merupakan rahmat dari kehendak Tuhan. Ilmu yang kita peroleh dari usaha dan ikhtiar dengan berbagai sumber yang ditemukan. Ilmu bisa diperoleh di mana saja, kapan saja, dan dengan bagaimanapun keadannya. Ilmu tak melulu berasal dari pendidikan formal, dalam kehidupan sehari – hari pun tanpa kita sadari merupakan pembelajaran. Karena hidup untuk membelajarkan dan dibelajarkan.

    ReplyDelete
  32. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Ilmu merupakan bagian yang penting bagi manusia. Ilmu diperoleh dari olah pikir seseorang dan bagaimana seseorang memandang suatu hal. Ilmu dapat berasal dari mana saja, baik itu yang di tangkap oleh pikiran maupun dialami secara langsung oleh indra. Perbedaan sudut pandang ilmu itu sendiri menciptakan aliran-aliran filsafat yang dewasa ini kita kenal. Tokoh-tokoh yang disebutkan di atas adalah para filsuf beserta filsafatnya tentang ilmu.

    ReplyDelete
  33. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Ilmu itu ada karena manusia memikirkanya, dan karena keingintahuan manusia sehingga manusia selalu berusaha memikirkan apa yang ingin diketahuinya. Setiap orang berhak mengemukakan pengertian ilmu. saya sangatlah setuju dengan semua definisi ilmu diatas. Karena ilmu ada di setiap ruang dan waktu. Tinggal kita mampu memilih ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain serta didunia dan akhirat nanti.

    ReplyDelete
  34. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan dan sikap (Baharuddin & Esa (2007:11). Belajar dalam rangka untuk memperoleh ilmu. Ilmu adalah pikiran manusia itu sendiri, hasil pikirannya saat belajar. Sedangkan pikiran manusia berstruktur dan berdimensi, begitu pula ilmu pengetahuan. Sehingga cara manusia memperoleh ilmu pun berbeda-beda sesuai dengan struktur berpikirnya. Cara berpikir akan menentukan bagaimana seseorang itu akan menyikapi segala yang ada dan yang mungkin ada dalam hidupnya.

    ReplyDelete
  35. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Ilmu dapat dimaknai sebagai kepandaian dan pengetahuan berkenaan dengan bidang yang tersusun secara sistematis menurut kaidah dan metode yang bisa digunakan untuk menerangkan dan menjelaskan serta memahami hal yang terkait dengan bidang ilmu tersebut. ilmu merupakan segala proses kegiatan terhadap suatu keadaan dengan cara menggunakan alat, prosedur, cara, metode, sehingga menghasilkan pengetahuan baru bagi manusia itu sendiri. Orang yang berilmu berarti orang yang memiliki pengetahuan, dasar, pemahaman, dan memiliki batasan tergantung pada keterbatasannya dalam mencari ilmu yang diperolehnya.

    ReplyDelete
  36. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Sifat orang itu memang beda-beda, banyak pandangan-pandangan, karena memang karakternya saja juga berbeda. Perbedaan itu meliputi, bahasa, kemampuan berpikir, pengalaman, kekuasaan, dll. Dalam berpendapat itu tidak ada yang salah, karena berpendapat adalah hak dari setiap manusia. Maka, tidak ada yang salah, hanya saja harus disesuaikan dengan ruang dan waktu, nanti yang akan menentukan pas atau tidaknya. Sehingga agar pendapat kita itu dapat diterima oleh orang lain, maka pendapatnya harus disesuaikan dengan ilmu pengetahuan yang berkembang di lingkungan masyarakat/lingkungan, sehingga oranglain dapat menerimanya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id