Nov 8, 2014

Elegi Konferensi Internasional II Para Transenden




Oleh Marsigit

Transenden Ketua:

Wahai para Transenden, dari perbedaan diantara engkau semua apakah kira-kira kita bisa mencari solusi yang adil bagi semua transenden yang ada. Silahkan!

Transenden Dunia Barat dan Transenden Dunia Utara:
Hemm...gampang saja untuk mencari solusi persoalan dunia secara adil itu. Adil itu harus berdasar fakta, potensi dan manfaatnya. Jika seseorang punya kompetensi 10 maka tidak adil jika hanya diberi haknya 5. Jika seseorang mempunyai kompetensi 4 maka tidak adil kalau menuntut haknya 9. Bukankah engkau tahu bahwa Dunia Barat dan Dunia Utara itu telah bekerja dan berkarya banyak. Menurut refleksiku maka kerja dan karyaku itu perlu mendapat nilai 10. Maka keadilah yang pantas buat Dunia Barat dan Dunia Utara adalah mendapatkan haknya yang 10 itu. Jika kami hanya mendapat haknya di bawah 10 maka itu namanya tidak adil.

Transenden Dunia Timur dan Transenden Dunia Selatan:
Hemm...gampang saja untuk mencari solusi persoalan dunia secara adil itu. Adil itu harus berdasar norma, konteks dan local genious. Jika seseorang berasal dari Dunia Timur dan Dunia Selatan maka dia harus memperoleh hak sesuai dengan karakteristik dunia Timur dan Dunia Selatan. Jika tidak demikian maka tidak adil namanya. Maka saya agak keberatan dengan kriteria adil dari Dunia Barat dan Dunia Utara. Saya juga agak keberatan dengan inervensi Dunia barat dan Dunia Utara terhadap Dunia Timur dan Dunia Selatan. Dari pada selalu merugi lebih baik aku tidak usah bergaul dengan Dunia Barat dan Dunia Timur.

Transenden Ketua:
O.oo..sebentar. Aku menangkap nuansa yang berbeda dari dua dunia yang berbeda. Jika dibiarkan maka Dunia Barat dan Dunia Utara cenderung menguasai dan mengeksploitasi Dunia Timur dan Dunia Selatan. Tetapi agak sulit jika kita sudah berbicara fakta. Wahai Dunia Timur dan Dunia Selatan, kenyataannya berbicara lain. Faktanya, tiada sudut-sudut pintumu yang dapat tertutup oleh karena teknologi dan kecanggihan pengaruh Dunia Barat dan Dunia Timur. Jika engkau tetap bersikukuh tidak mau bergaul maka dalam jangka pendek engkau akan mengalami degradasi identitasmu. Dalam jangka panjang engkau akan kehilangan jati dirimu. Bagaimana menurut pendapatmu?

Transenden Dunia Timur:

Wahai Transenden Ketua. Aku tidak setuju dengan kriteria pembagian dunia oleh dirimu. Ketahuilah bahwa sejarah perkembangan diriku menyatakan bahwa walaupun di masa lampau aku itu engkau sebut sebagai Dunia Timur, tetapi dikarenakan pergaulan eleganku dengan Dunia Barat dan Dunia Utara serta karena kuatnya kepribadianku maka aku sekarang telah menjelma menjadi Dunia Timur Barat Utara. Tidak masalah aku bergaul dengan Dunia Barat dan Dunia Utara. Ketahuilah kompetensi-kompetensiku justru hampir menyamai bahkan melebihi kompetensi Dunia Barat dan Dunia Utara. Aku sekarang telah menjadi ancaman nyata bagi mereka. Aku telah merebut pusat perdagangan mereka. Memang aku mengakui bahwa aku agak bersifat kanibal, artinya untuk menjamin kehidupan duniaku maka aku juga ikut-ikutan untuk mengekploitasi Dunia Selatan.

Transenden Dunia Selatan:
Oh..Transenden Ketua. Oh..Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara...ternyata aku menemukan bahwa sebagai dunia itu harus bersifat mandiri, karena faktanya sekarang aku tidak mempunyai teman. Aku sebagai Dunia Selatan telah dijadikan ladang eksploitasi dari semua Dunia Maju. Jika aku mampu berjuang untuk bangkit dan menyamai kompetensi Dunia Maju maka siapa yang akan dijadikan lahan eksploitasi. Jika mereka subyek maka siapa obyeknya. Maka akan bertentangan dengan hukum alam karena akan di dapat subyek tanpa obyek. Aku merasa iba kepada Dunia Maju jika mereka kehilangan obyek eksploitasi. Oh..kok lucu..sebagai satu-satunya obyek korban eksploitasi kok merasa iba dengan para subyek pengeksploitasinya. Tak sadar aku sudah terkena anomali. Wah ternyata dikarenakan sejarah panjangku tereksploitasi maka aku mengalami hancur-hancuran, mengalami krisis multidimensi. Repotnya kesempatan emas yang ada selalu disia-sikan baik oleh para Pemimpinnya maupun oleh rakyatnya. Aku tidak pernah menggapai kesadaranku. Ibarat mendengar suara pesawat terbang. Ketika suara itu datang, maka bayangan pesawatnya sudah pergi. Oh nasib..nasib.. itulah pantas mengapa semua penghuniku mengalami anomali atau komplikasi. Sebesar-besar anomali adalah anomali dunia selatan. Tidak peduli presiden, menteri, pejabat, rokhaniawan, guru, dosen, mahasiswa, para bankir, tokoh politik ...semuanya mengalami anomali. Semakin biasa pemandangan produk baru dari anomaliitu. Tawuran antar kampung, tawuran antar desa, tawuran antar mahasiswa, tawuran antar anggota dpr, dst. Kanibalisme mulai menggejala, mutilasi mulai menggejala, hukum rimba juga mulai menggejala. Ibarat lingkaran syaetan..maka dimulai dari manapun tidak akan membawa solusi. Oh..nasib..nasib...aku menjadi teringat kesombongan seorang Profesor dari Dunia Utara yang mengatakan kepadaku “Aku kaya karena miskin..sedangkan engkau miskin karena kaya”. Kenapa wilayahku yang begitu luas, kenapa hartaku yang begitu melimpah malah membuat diriku menjadi fakir miskin. Aku telah menjadi fakir buktinya aku tidak pernah memahami setiap skenario meraka dalam mengekploitasiku. Aku telah menjadi miskin buktinya aku selalu menanti dan meminta bantuan dan sumbangan dari mereka.

Transenden Ketua:
Wahai ...Dunia Selatan ...engkau itu bicara apa komat-kamit sendiri. Ingat waktumu untuk bicara adalah terbatas. Sampaikan secara singkat apa pokok persoalanmu untuk kemudian jika mungkin nanti kita rundingkan dengan para Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara.

Transenden Dunia Selatan:
Oh...wahai Transenden Ketua..maafkanlah daku. Dari semua Transenden yang ada ternyata hanya diriku sendiri yang mengalami sakit. Tetapi sakitku itu tidak main-main. Aku mengalami sakit ontologis yaitu anomali pada segenap unsur-unsurku. Maka aku bicara dan bertindak apapun di hadapan para Transenden yang lain, tidak akan pernah sinkron, tidak akan pernah betul dan bersifat aneh serta lucu bagi mereka. Semakin banyak aku bicara semakain tampak bahwa diriku itu bersifat anomali.

Transenden Ketua:
Singkat saja..karena waktunya hampir habis.

Transenden Dunia Selatan:
Aku menyerah tanpa syarat.

Transenden Ketua:
Apa maksudmu menyerah tanpa syarat?

Transenden Dunia Selatan:
Karena tidak ada solusi terbaik dari segala persoalan duniaku, maka dengan ini aku menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Dunia Barat, Dunia Utara dan Dunia Timur Barat Utara. Silahkan mereka bebas menerapkan segala syarat-syarat eksploitasi mereka kepada diri kami. Hanya satu saja permintaan saya kepada mereka yaitu “agar aku tetap diberi hak hidup di dunia kami sendiri”.

Transenden Ketua:
Wahai Transenden Dunia Barat, Transenden Dunia Utara dan Transenden Dunia Timur Barat dan Utara. Engkau telah mendengar sendiri pernyataan menyerah tanpa syarat dari Dunia Selatan. Hanya satu permintaan mereka yaitu agar tetap diberi hak hidup di dunianya sendiri.

Transenden Dunia Barat, Transenden Dunia Utara dan Transenden Dunia Timur Barat Utara:
Hah aku ingin berkata dalam hati “Permintaan untuk hidup adalah permitaan yang bodhoh. Emangnya hidup itu tidak pakai syarat-syarat. Pernyataan menyerah itu sendiri sudah menunjukkan bahwa Dunia Selatan itu mengakhiri hidupnya alias mati. Maka permintaan agar tetap diberi hak hidup di dunianya sendiri itu sebetulnya sudah terjawab. Yaitu tidak mungkin dikabulkan karena lha memang dia itu sudah mati atau sudah tiada. Karena Dunia Selatan telah tiada maka tidak ada pula haknya, tidak ada pula sifatnya, tidak ada pula pikrannya, tidak ada pula karyanya, tidak ada pula tulisannya, tidak ada pula jejaknya, tidak ada pula kegiatannya, tidak ada pula orangnya yang mengikuti konferensi internasional, tidak ada pula kompetensinya, tidak ada pula harga dirinya, tidak ada pula hak memiliki, tidak ada pula ...yang terakhir ...akan segera terwujud tidak ada pula ..namanya”

Transenden Ketua:

Wahai Transenden Dunia Barat, Transenden Dunia Utara dan Transenden Dunia Timur Barat Utara, di ajak bicara malah ngedumel sendiri. Bagaimana tanggapanmu mendengar pernyataan menyerah tanpa syarat dari Transenden Dunia Selatan?

Transenden Dunia Barat, Transenden Dunia Utara dan Transenden Dunia Timur Barat Utara:

O..oo..o iya...iya..iya aku menerima dengan baik. Akan aku jamin hak hidup Transenden Dunia Selatan selama dia mengikuti semua syarat-syarat dan kepentinganku. Aku ingin tersenyum dalam hatiku dan berkata "Tetapi ketahuilah wahai Transenden Dunia Selatan, benar kata Bagawatku tuan Francis Bacon bahwa Ilmu itu adalah Kekuasaan. Ketahuilah aku sekarang berkuasa atas dirimu itu dikarenakan Ilmuku. Ilmuku itu termasuk menggunakan dan memanfaatkan jargonmu untuk meniadakan jati dirimu. Ketahuilah bahwa salah satu jargonmu yang aku gunakan adalah Si Fakir itu akan menjadi Miskin dan si Miskin itu juga akan menjadi Fakir. Maka Jejaring Sistemiku telah dan akan menghisap semua cairan kehidupanmu. Dan untuk menjamin kelangsungan hidupku dan menghidupi anak cucuku, maka bagaimanapun aku akan selalu berusaha agar engkau tetap Fakir dan tetap Miskin. Inilah juga pembalasanku kepadamu karena berani-beraninya engkau pada tahun seribu sembilan ratus empat puluh lima, engkau menggebug diriku dan menyatakan kemerdakaanmu. Apa bekalmu berani bertindak seperti itu. Nyatanya engkau hanya puas maunya hanya sebagai Ada Merdeka, tetapi tidaklah ada kemampuan Mengada Merdeka dan Pengada Merdeka. Itulah sebenar-benar tindakan bodhohmu. Dan tindakan bodhohmu itulah yang membawa kematianmu". Huh hah hah hah hah....

50 comments:

  1. Ika Dewi Fitria Maharani
    PPs UNY P.Mat B
    16709251027

    Perjuangan pahlawan kita untuk memerdekakan Indonesia pada tahun 1945 nyatanya sekarang mulai dikhianati sedikit demi sedikit oleh keturunannya. Jika dulu pahlawan kita mencoba lepas dari penjajahan bangsa barat, namun sekarang kita rela kembali untuk "dijajah" dan rela dengan syarat-syarat yang diberikan. Jika saya cermati, hal ini disebabkan oleh sifat konsumtif kita yang lebih besar dari sifat produktif kita, sehingga menyebabkan kita selalu bergantung dengan negara-negara barat. Sebenarnya sudah banyak peneliti atau penemu di Indonesia, namun pemerintah belum begitu memberikan apresiasi yang layak dan terkadang mereka akhirnya memilih untuk pergi ke luar negeri.

    ReplyDelete
  2. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Inilah kita bangsa yang pernah ratusan tahun di jajah oleh bangsa lain sehingga mental pun menjadi mental seorang budak. Belum tampak langkah nyata untuk memperbaiki itu semua. Tugas kita adalah belajar dan berusaha sungguh-sungguh untuk merubah bangsa ini menjadi lebih baik. Mari kita tingkatkan Sumber Daya Manusia kita agar kita yang mengolah sendiri ladang kita. Itulah pentingnya ilmu. Jika kita hanya kaya saja tanpa memilki ilmu, maka yang akan menggunakan kekayaan kita adalah orang luar yang berilmu.

    ReplyDelete
  3. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP B 2016

    Dunia Selatan bisa dianalogikan sebagai Indonesia, negara berkembang yang selalu dijajah, dieksploitasi sumberdaya miliknya, dan tidak menyadari akan semua kesempatan yang ada untuk terlepas dari itu semua dan menjadi negara maju karena sesungguhnya Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah. Bahkan Indonesia sudah terkena krisis multidimensi, bangsa Indonesia sudah mengalami degradasi moral, hal ini bisa dilihat dari seringnya terjadi tawuran baik antarindividu maupun antarkelompok, meningkatnya kriminalisme, dan mulai munculnya hukum rimba.

    ReplyDelete
  4. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Begitulah kehidupan sebenarnya, jika kita tidak ingin di anggap dan memiliki pengaruh maka kita harus mengada dan menjadi pengada, karena apabila kita tidak mengada maka terancam pula keberadaaan kita, seperti yang di ungkapkan pada elegi di atas yaitu transenden dunia selatan. begitu juga dengan indonesia, jika keberadaan kita ingin diakui maka kita harus mengada dan menjadi pengada. menjadi pengada adalah solusi yang paling tepat dan adil, dan mengadapun harus sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  5. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Elegi ini mengingatkan saya tentang situasi negeri ini yang mirip dengan kisah transenden dunia selatan, yaitu kita belum dapat memanfaatkan kekayaan alam/ SDA kita dengan tepat. Padahal kita memiliki SDA yang sangat berlimpah ruah, justru tanpa kita sadari malah dikuasai negara lain seperti pengelolaan tambang emas.
    Wassalamualaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  6. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    dari postingan diatas, dapat memberikan pencerahan kepada say sekaligus motivasi bahwa kitas ebagi manusia jangan mudah menyrah dengan keadaan dan jangan jadikan keadaaan sebagai alasan untuk kalah dan juga jangan menjadikankelemahan seagai kesombogan, dari masalah diatas yang saya dapatkan adalah sombong dalam kerendahan dari negara selatan.kita harus menunjukkan sebaagi negara yang mampu beraing walaupun sejarah memiliki masa kelam, bangit dari masa kelam, tidak ada kaat terlambat dalam filsafat. terima kasih pak

    ReplyDelete
  7. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Saat ini telah banyak teknologi, arus budaya barat, pengaruh ekonomi, dll dari maju dengan gampangnya masuk ke negara berkembang. Penjajahan secara modern telah menjajaki dunia berkembang (negara bagian selatan) atau negara kita oleh negara maju. Perlawanan yang kita lakukan saat ini tidaklah melawan dengan bambu runcing seperti melawan penjajah pada zaman dulu, di era ini kita haruslah memperbanyak ilmu dan menerapkannya. Seperti pada kutipan dialog diatas yang dikatakan oleh negara bagian utara, barat, dan timur “ketahuilah aku sekarang berkuasa atas dirimu dikarenakan ilmu. Ilmu dapat mengubah hal yang tiada menjadi ada, yang lemah menjadi kuat, yang hilang menjadi kembali, dsb.

    ReplyDelete
  8. Harsiti Indrawati
    133012420121
    P.Mat A 2013

    Pengaruh dunia Barat saat ini semakin merajalela. Indonesia sendiri sudah sangat ketergantungan terhadap dunia barat dari berbagai macam unsur. Dan pengaruh tersebut sudah masuk ke segala lapisan masyarakat. Elegi ini dapat dijadikan sebgai refleksi diri bahwa meskipun kita kaya dari segi sumber daya alam. Tapi kita miskin dihadapan dunia lain. Oleh karena itu, kontribusi anak bangsa sangat dibutuhkan di dalamnya.

    ReplyDelete
  9. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Untuk mengatasi berbagai macam persoalan-persoalan kehidupan masyarakat terkecil seperti keluarga maupun persoalan masyarakat luas seperi negara tentunya dalam menyelesaiakannya persolan tersebut harus benar-benar secara bijak dengan mengedepankan rasa keadilan. Dari persoalan-persoalan tersebut akan banyak silang pendapat sehingga akan sulit untuk menemukan titik temu antara timur, barat, utara,maupun selatan. Sehingga kita membutuhkan rasa keadilan untuk yang ditimur, di barat, di selatan dan di utara. Keadilan itu harus berdasar pada fakta, potensi dan manfaatnya. Adil itu harus berdasar pada norma, konteks dan local genious. Sehingga akan harmonis kehidupan antar transeden karena keadilan.

    ReplyDelete
  10. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    jika keberadaan kita ingin diakui maka kita harus mengada dan menjadi pengada. Jika di cermati, hal ini disebabkan oleh sifat konsumtif kita yang lebih besar dari sifat produktif kita, sehingga menyebabkan kita selalu bergantung dengan negara-negara barat. Sebenarnya sudah banyak peneliti atau penemu di Indonesia, namun pemerintah belum begitu memberikan apresiasi yang layak dan terkadang mereka akhirnya memilih untuk pergi ke luar negeri.

    ReplyDelete
  11. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Dunia Timur dan Dunia Selatan, kenyataannya berbeda. Faktanya, setiap orang membuka diri oleh karena teknologi dan kecanggihan pengaruh Dunia Barat dan Dunia Timur. Jika tetap bersikukuh tidak mau bergaul maka dalam jangka pendek akan mengalami degradasi identitasmu. Dalam jangka panjang akan kehilangan jati diri.

    ReplyDelete
  12. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  13. Teduh Sukma Wijaya
    13301241073
    Pendidikan Matematika C 2013

    Tugas kita adalah belajar dan berusaha sungguh-sungguh untuk merubah bangsa ini menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  14. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    dari elegi diatas terdapat perbincangan antara empat dunia yang ada di dunia ini, mereka membincangkan mengenai perbedaan diantara mereka. merka mempunyai pendapat masing-masig mengenai kriteria adil, namun diantara mereka ada dunia selatan yang menurut saya dunia selatan itu seperti menggambarkan kedaan bangsa indonesia yang dijajah oleh dunia luar dan kemudian menyerah. dan ternyata dunia luar benar-benar tidak memberi toleransi danbelas kasih bagi bangsa indonesia.

    ReplyDelete
  15. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    setlah membaca elegi tersebut mungkin mempunyai pesan agar kita bangsa indonesia untuk tidak menyerah terhadap berbagai betuuk penjajahan dunia luar. agar bangsa kita tidak terus menjadi ladang bagi dunia luar untuk melakukan eklploitasi di bangsa kita. semoga generasi muda bangsa ini bisa membawa bangsa kita menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  16. soviyana munawaroh syidhi
    13301244020
    pendidikan matematika C 2013

    berdasarkan elegi dunia barat dan dunia utara mengenai keadilan. sebenarnya keadilan itu tidak membicarakan sebuah porsi yang sama namun lebih ke sebuah porsi yang pas seperti yang telah diilustrasikan oleh transenden dunia barat dan dunia utara. sesuatu dikatakan adil jika mendapatkan porsi yang memang sesuai (pas).

    ReplyDelete
  17. soviyana munawaroh syidhi
    pendidikan matematika C 2013
    13301244020

    transenden Selatan bisa dianalogikan sebagai Negara Indonesia, negara ini merupakan negara yang sangat kaya akan potensi alamnya bahkan lebih dari itu. oleh karenanya negara lain begitu iri dan ingin menguasai kekayaan Indonesia, Namun negara Indonesia tidak menyadari atau justru membiarkan hal tersebut. seolah tidak menyadari bahwa negeri ini masih dijajah bahkan dengan kekuatan yang lebih hebat dari sekedar senjata yaitu pembunuhan jati diri bangsa. sebagai bangsa yang merdeka kita harus mempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan itu sendiri seperti yang telah diilustrasikan dalam elegi diatas, bahwa kita harus bisa mengada dan menjadi pengada sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  18. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Kemerdekaan adalah lepas dari penjajahan atas manusia leluasa untuk melaksanakan segala syariat atau aturan sang Pencipta. Tetapi, benarkah indonesia sudah merdeka?
    Memang dalam faktanya kita merdeka secara fisik. Tetapi tidak untuk pemikiran. Para penjajah melakukan neoimperialisme (penjajahan dengan gaya baru) dan neoliberalisme (kebebasan gaya baru) terhadap daerah jajahannya. Wajar jika muncul Sistem yang justru melanggengkan para penjajah. Sistem kapitalis-demokrasi merupakan alat bagi penjajah untuk melanggengkan kekuasaan di negeri jajahannya. Dengan sistem ini para penjajah bebas menjarah kekayaan negeri jajahannya baik SDA maupun SDM nya.
    Penjajahan gaya baru ini sifatnya “soft” sehingga banyak dari kita yang tidak sadar akan penjajahan ini. Salah satu indikasinya adalah banyak kaum muda yang ikut dalam arus budaya barat seraya meninggalkan jatidiri nya sebagai seorang muslim.
    Berbeda halnya jika kita menerapkan sistem tandingan demokrasi-kapitalis yitu sistem Khilafah ‘ala minhaj nubuwwah yang berasal dari Sang Khalik yang akan melindungi kehormatan dan kemuliaan umat manusia dari para penjajah.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  19. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A 2013

    Kita memang tidak mungkin untuk lepas dari pengaruh dunia barat. Perkembangan teknologi memang nyata adanya bahwa mereka lebih unggul. Ketika kita memutuskan untuk menutup diri dari dunia barat, maka sama hal nya dengan kita menutup diri dari dunia luar. Tetapi, menerima pengaruh dunia barat tanpa adanya perlawanan juga merupakan hal yang salah. Karena, itu sama hal nya dengan kita menjadi budak. Oleh karena itu, sebaik-baik yang dapat dilakukan adalah dengan tidak semenerima pengaruhnya, tetapikita tetap berpegang teguh pada jati diri bangsa. Sehingga

    ReplyDelete
  20. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A 2013

    Kita memang tidak mungkin untuk lepas dari pengaruh dunia barat. Perkembangan teknologi memang nyata adanya bahwa mereka lebih unggul. Ketika kita memutuskan untuk menutup diri dari dunia barat, maka sama hal nya dengan kita menutup diri dari dunia luar. Tetapi, menerima pengaruh dunia barat tanpa adanya perlawanan juga merupakan hal yang salah. Karena, itu sama hal nya dengan kita menjadi budak. Oleh karena itu, sebaik-baik yang dapat dilakukan adalah dengan tidak semenerima pengaruhnya, tetapikita tetap berpegang teguh pada jati diri bangsa.

    ReplyDelete
  21. soviyana munawaroh syidhi
    pendidikan matematika C 2013
    13301244020

    Membaca elegi ini membuat saya teringat akan pernyataan Panglima TNI RI, Bapak Gatot yaitu mengenai Kondsi Indonesia yang sebenarnya. Jika menganalogikan Indonesia sebagai negara Selatan seperti dalam elegi ini memang benar Indonesia dlam kondisi yang tidak baik- baik saja. Negara kita ini merupakan negara yang kaya sekali akan SDA, hal tersebut membuat negara- negara lain iri dan ingin menguasai sumber daya alam tersbut, oleh karena itu negeri ini selalu saja diusik dan tidak pernah tenang maka dari itu memperkuat jati diri bangsa, dan meningkatkan nilai- nilai moral bangsa itu menjadi sangat penting untuk menjaga ancaman- ancaman dari luar.

    ReplyDelete
  22. soviyana munawaroh syidhi
    pendidikan matematika C 2013
    13301244020

    Membaca elegi ini membuat saya teringat akan pernyataan Panglima TNI RI, Bapak Gatot yaitu mengenai Kondsi Indonesia yang sebenarnya. Jika menganalogikan Indonesia sebagai negara Selatan seperti dalam elegi ini memang benar Indonesia dlam kondisi yang tidak baik- baik saja. Negara kita ini merupakan negara yang kaya sekali akan SDA, hal tersebut membuat negara- negara lain iri dan ingin menguasai sumber daya alam tersbut, oleh karena itu negeri ini selalu saja diusik dan tidak pernah tenang maka dari itu memperkuat jati diri bangsa, dan meningkatkan nilai- nilai moral bangsa itu menjadi sangat penting untuk menjaga ancaman- ancaman dari luar.

    ReplyDelete
  23. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    elegi di atas sebagai refleksi bagi kita semua penghuni dunia selatan untuk dijadikan sebagai bahan kajian bersama bahwasanya kita sekarang ini kita sudah ketergantungan pengaruh teknologi dunia barat&utara yang sudah dipastikan tidak akan bisa lepas sehingga jika kita berbicara apa solusinya maka jawabannya tidak ada selain keteguhan iman dari setiap masing-masing pribadi agar senantiasa selalu mengataskan aspek spiritual kita dan bijak dalam menggunakan teknologi yang ada sesuai dengan ruang dan waktunya. Karena mau gak mau teknologi yang ada sekarang ini juga adalah alat dalam meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan kita yang apabila kita bersikap anti terhadap dunia barat&utara maka kita akan akan menjadi dunia selatan yang semakin terbelakang.

    ReplyDelete
  24. LINA
    16701261022
    S3-PEP Kelas A

    Indonesia mewakili dunia selatan dari elegi yang disampaikn oleh Prof. Marsigit. Masyarakat hendaknya segera membuka pikirannya untuk mengambil sikap atas anomali yang ada. Pendidikan adalah salah satu cara untuk membuka pikiran masyarakat supaya masyarakat menyadari apa yang sebenarnya terjadi pada bangsa ini. Oleh karena itu sistem pendidikan yang dirancang hendaknya mempertimbangkan tujuan ini.

    ReplyDelete
  25. LINA
    16701261022
    S3-PEP Kelas A

    Menjadi tugas yang berat bagi stake-holder maupun praktisi pendidikan untuk merancang suatu pendidikan yang dapat membuka pikiran masyarakat akan krisis yang terjadi pada bangsa ini. Pendidikan yang ada harus dapat menyadarkan akan hal ini.

    ReplyDelete
  26. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Sebagai bangsa Indonesia kita harus mampu merasakan perubahan-perubahan di sekitar kita harus segera menyadari. Zaman sekarang dapat menembus ruang dan waktu tanpa batas karena adanya IT. Maka sesuatu yang tidak baik harusnya kita buang jauh-jauh dan mencari perubahan agar lebih baik ikhlas dan tawakal.

    ReplyDelete
  27. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Melihat dunia barat, utara, timur ini sudah sejak dulu sampai sekarang tidak pernah kita ada perubahan. Kecuali pada era kemerdekaan dan beberapa tahun sebelum kemerdekaan saat jiwa nasionalisme mulai bangkit. Semua ingin merdeka, semua ingin sejahtera. Dan semua bahu membahu berkontribusi. Sebenarnya apa yang salah dan kurang?Menurut saya, kita sendiri juga tidak mau berubah. Malah kian hari kian saling egois, seperti hutan belantara, kita tega menerkam yang lain untuk kebutuhan kita sendiri. Contohnya : Korupsi. Korupsi sangat merusak bangsa. Yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Jika kita saja saling menghancurkan, maka mudah saja bagi mereka menyusup dan mengeksploitasi karena pertahanan moral kita sudah runtuh.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  28. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Berbicara tentang keadilan itu memang hal yang tidak mudah untuk dicari/didapatkan.terkadang mudah dikatakan namun susah untuk dilakukan. Menegakkan keadilan bukan tugas pemerintah saja namun tugas kita bersama, karena keadilan termasuk pancasila sila ke-5.

    ReplyDelete
  29. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sosok seorang Pemimpin memiliki tugas untuk mencari solusi yang adil bagi masyarakatnya. Selanjutnya, ia mampu membuat aturan dengan mengedepankan prinsip keadilan. mungkin langkah ini yang bisa dilakukan dalam mencari keadilan

    ReplyDelete
  30. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Negara Barat memang kini telah menguasai Dunia terutama di Indonesia. Banyak sekali teknologi maupun pola kehidupan yang kini sudah mulai nampak di Indonesia seperti hedonisme, kapitalisme ,dll.

    ReplyDelete
  31. Umi Arismawati
    13301231032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Bangsa Indonesia kini seperti terjajah. Terjajah arus globalisasi dari Negara-Negara Maju. Sikap Hedonisme, Kapitalisme, dll kini telah muncul dimana-mana. Perkembangan teknologi dan komunikasi juga sangat berpengaruh dalam globalisasi. Filter utama untuk menangkisnya hanyalah diri kita sendiri. Kita harus bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk.

    ReplyDelete
  32. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Aura-aura zaman penjajahan masih melekat dibenak bangsa Indonesia, pasalnya bangsa kita sudah merdeka. Tetapi penjajahan yang dimaksud yaitu bentuk penjajahan gaya baru kelihatan sudah mulai dominan. Penjajahan dalam bidang ekonomi, ideologi, sosial, budaya, dan juga media belakangan semakin mengkhawatirkan. Boleh jadi kita bebas dari penjajahan bangsa lain, namun belum tentu kita bebas dari penjajahan dalam bidang-bidang yang disebutkan di atas. Oleh karena itu dengan sumber daya yang melimpah kita bisa mengembangkannya dengan baik dan memproduksi di dalam negeri sendiri.

    ReplyDelete
  33. Menurut saya, Transenden Selatan ibaratkan negara Indonesia sementara Transenden barat, timur dan utara adalah negara yang telah menjajah Indonesia. Dari postingan diatas disebutkan bahwasanya “Ilmu itu adalah kekuasaan” oleh karena itu negara penjajah bisa menguasai Indonesia atas ilmu yang mereka miliki. Ilmu tersebut digunakan untuk memanfaatkan dan menguasai SDA dan SDM di indonesia. Maka dari itu Transenden barat, timur, dan utara meremehkan kemerdekaan Indonesia, dan hanya menganggap itu tindakan bodoh. Dalam hal ini hendaknya kualitas pendidikan di Indonesia lebih diperhatikan dan ditingkatkan lagi. Namun tidak hanya pendidikannya saja tapi juga dengan orang-orang di dalamnya agar bisa bersaing dengan negara lain sehingga mengalahkan anggapan-anggapan dari Transenden barat, timur dan utara. Buktikan bahwa Indonesia pantas mendapatkan kemerdekaannya.


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  34. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    Sebuah pertanyaan pernah mengusik di pikiran saya. Ada seorang mahasiswa dari negara barat bertanya. Apakah maksudmu dengan mengucapkan salam terlebih dahulu ketika berpidato. Saya yang biasa melakukan hal demikian di negara ini pun heran. Ini merupakan hal lumrah yang terjadi di sini. Saya pikir. Namun dengan nada penasaran dia bertanya lagi. Tapi tema Anda tentang ilmu pengetahuan dan itu tidak ada kaitannya dengan agama Anda. Well, perbedaan itu sangat kontras bagi barat yang mengagung agungkan ilmu saja tanpa kepercayaan (agama).

    ReplyDelete
  35. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Pengaruh budaya barat yang masuk di Indonesia memberikan beberapa dampak yang sangat signifikan. Banyak pemuda yang mulai tergantung dengan senjata canggih dari barat, hal ini membuat perilaku dan budaya asli Indonesia memudar.

    ReplyDelete
  36. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Maka dari itu agar pengaruh globalisasi dapat memberikan dampak yang positif, sebagai warga yang menjunjung tinggi bangsanya, hendaknya kita mampu menyaring perubahan yang diakibatkan dari pengaruh budaya barat, sehingga nilai budaya Indonesia masih terjaga sebagaimana mestinya.

    ReplyDelete
  37. Transeden Dunia Selatan tidak perlu menyerah, kondisinya sebagai lahan eksploitasi bagi transeden dunia lain bukan berarti tidak ada kemungkinan bagi mereka untuk bangkit, tidak ada yang tidak mungkin jika terus berusaha dan melakukan yang terbaik.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  38. Terkadang seorang yang terlahir dari keluarga miskin dapat lebih memperbaiki kehidupannya dimasa depan, ketimbang anak yang terlahir dari keluarga yang kaya raya, biasanya terlalu terlena dengan segala kemewahan yang ada, sehingga tidak ada tertanam jiwa berjuang dalam dirinya. Transenden Dunia Selatan yang memiliki kekayaan, terbuai oleh transeden dunia lain.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  39. Transenden Dunia Selatan, segeralah bangkit, raih kemerdekaan yang sudah semestinya engkau nikmati, engkau bukanlah fakir miskin, engkau kaya raya. Jangan biarkan kekayaan itu menjadi senjata yang setiap saat bisa membunuhmu sendiri. Jangan menjadi kaya karena miskin, atau miskin karena kaya.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  40. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Elegi konferensi Internasional II para transenden, membangunkan kita yang sedang tertidur nyenyak, dari mimpi yang indah kepada kenyataan yang pahit, bahwa penjajahan sudah nyata didepan mata. Penjajahan sudah masuk sampai pada semua segi kehidupan kita.

    ReplyDelete
  41. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Penjajahan jaman sekarang berbeda dengan penjajahan zaman dahulu. Jika dulu pahlawan kita mengangkat senjata, bergerilya mengusir musuh penjajah yang jelas didepan dimata, namun musuh yang ada sekarang tidak terlihat jelas dimata. Penjajahan moderns tidak memakai serangan militer, perang, dan pengerahan senjata, namun penjajahan modern lebih banyak memakai sarana seperti pemberian hutang luar negeri, investasi, pembelian asset nasional dengan murah, menanam agen-agen diberbagai sektor kehidupan dll. Tidak Nampak wujud penjajahannya, namun sangat dirasakan dampaknya, seperti logika “bau kentut”, bentuknya tak terlihat, namun baunya sangat busuk membuat orang menutup hidung

    ReplyDelete
  42. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Sadar atau tidak sadar, dari jaman dahulu hingga sekarang kita masih dijajah. Kebodohan dan penjajahan itu masih terus berlanjut. Kita masih terus menjadi bangsa konsumeris produk negara lain. Lihat saja bagaimana barang-barang elektronik yang kita gunakan, bukan buatan bangsa kita. Belum lagi dengan eksploitasi sumber daya alam kita, sampai Negara harus tunduk dan patuh pada kekuasaan asing. Keadaan yang sangat memprihatinkan, Negara kita sudah merdeka namun masih bergantung dengan Negara lain,seolah olah tidak sanggup beridiri dengan kaki sendiri

    ReplyDelete
  43. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Sungguh berat untuk dapat keluar dari kondisi seperti ini, namun kita jangan sampai seperti transenden dunia selatan, yang menyerah untuk dijajah. Pendidkan adalah salah satu cara indonesia bangkit. Dengan Indonesia cerdas, kita bisa menbangunkan rakyat Indonesia yang sedang tertidur pulas. Rakyat yang cerdas tidak akan mudah di permainkan, dijajah dan dimiskinkan oleh keadaan. Bangkitlah, sadarlah, Indonesia itu Hebat, Indonesia itu Kuat, Majulah Pendidikan Indonesia…Selamat hari Guru Indonesia….

    ReplyDelete
  44. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Indonesia memang sedang dalam cengkraman transenden dunia barat dan dunia utara. Namun untuk dapat lepas dari cengkramannya janganlah kita menyerah, kita tidak boleh menyerah, mari kita bangun pendidikan kita, karena dengan pendidikan maka kita akan berilmu. Ilmu itulah yang nantinya akan kita gunakan untuk melepaskan diri kita dari cengkraman transenden dunia barat dan dunia utara. Sekali lagi ikhtiar yang maksimal harus selalu ditegakkan. Jangan sampai kita menyerah sebelum berikhtiar.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  45. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Mental dari transenden timur dan selatan harus segera diubah. Harus segera dilakukan revolusi mental. Jangan cepat menyerah atas cengkraman yang dilakuakn dunia barat dan utara. Kita dilahirkan bukan untuk sebagai budak bagi dunia barat dan utara. Belum ada kata terlambat untuk kembali bangkit atas keterpurukan kita. Kita harus mempersiapkan diri dengan pendidikan, ilmu dan tekhnologi. Kemudian tingkatkan kejujuran sebagai karakter bangsa kita. Bangsa ini mundur bukan karena bodoh, namun karena hilangnya kejujuran diantara orang pintar yang kita miliki. Kepintaran dan kekuasaan digunakan untuk menjajah bangsa sendiri dengan korupsi yang meraja lela dan menjadi hewan peliharaan dunia barat dan dunia utara. Karakter dan mental bangsa ini harus segera berevolusi.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  46. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Saya terkesan atas salah satu pernyataan dari transenden dunia barat dan dunia utara yakni “Kami kaya karena kami miskin dan anda miskin karena anda kaya”. Pernyataan tersebut erat kaitannya dengan The Power of Kepepet. Ketika seseorang dalam keadaan kepepet, maka tentunya orang tersebut akan mengerahkan segala sumber daya yang ada hingga dia bisa keluar dari posisi kepepetnya tersebut. Posisi kepepet juga menimbulkan sikap kemandirian bagi seseorang, misalnya saja negara Iran. Hingga saat ini mereka masih menerima embargo dari dunia-dunia barat, namun dengan embargo tersebut mereka tidak lah mengalami kemunduran bahkan mereka bisa mandiri, bisa membuat reaktor nuklir sendiri, bisa membuat handphone dan mobil sendiri, bahkan negara tersebut tidak mempunyai hutang sepeser pun. Hal itu patut kita contoh demi memajukan Indonesia yang tercinta ini.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  47. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Dalam elegi ini, dunia selatan merepresentasikan negara Indonesia. Di mana negara kita saat ini sedang mengalami sakit ontologis yaitu anomali pada segenap unsur-unsurnya. Negara kita telah dijadikan ladang eksploitasi dari semua Dunia Maju, sehingga mengalami krisis multidimensi. Padahal dengan kekayaan sumber daya alam yang begitu melimpah dan sumber daya manusia yang beragam potensi seharusnya mampu membuat Indonesia menjadi negara maju. Namun kesempatan emas yang ada selalu disia-sikan baik oleh para Pemimpinnya maupun oleh rakyatnya. Karena iu, kita sebagai bangsa Indonesia perlu menggapai kesadaran kita, menggapai logos, dan bukan mitos.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  48. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    sebagai bangsa yang besar maka yang perlu kita perhatikan pendidikan yang terjadi dalam bangsa kita saat ini karena dari pendidikan lah kita dapat mengetahui informasi yang ada didunia ini secara luas dan menyeluruh, juga dari pendidikanlah kita dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain. ketika bangsa kita tertinggal dari segi pendidikannya bisa jadi generasi penerus bangsa kita akan terjajah oleh bangsa-bangsa asing yang terus menerus mengembangkan pendidikan mereka. untuk itu menjadi tugas bagi para pemangku kepentingan agar membuat pendidikan kita menjadi hal yang dapat disegani bagi bangsa-bangsa lain.

    ReplyDelete
  49. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Betapa jahatnya Dunia Barat, Dunia Utara, Dunia Timur Barat Utara kepada Dunia Selatan. Kasihan Dunia Selatan yang menyerah tanpa syarat pada mereka. Dunia Selatan berhak mendapatkan hak hidup, memang kita ini sudah merdeka namun kita sebenarnya masih dijajah oleh mereka. Kita ini kaya, alam kita banyak namun kita kurang lincah dalam mengolahnya. Penting untuk generasi berikutnya menjadi generasi yang dapat mengangkat Dunia Selatan ini menjadi Dunia yang tidak lagi diremehkan dan dijajah oleh Dunia Barat, Dunia Utara, dan Dunia Timur Barat Utara.

    ReplyDelete
  50. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Negara kita memang sudah merdeka, tetapi terasa bahwa negara kita ini masih dijajah dengan cara yang berbeda. Dijajah dengan teknologi atau produk-produk luar negeri, dimana masyarakat dalam negeri banyak yang mengagung-agungkan produk-produk luar negeri. Sumber daya alam kita yang masih digali oleh orang luar karena memang keterbatasan sumber daya manusia kita untuk mengolah sendiri sumber daya alamnya. Itulah sebagian contoh penjajahan yang masih ada di dalam negeri kita.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id