Apr 19, 2013

Elegi Ritual ikhlas 27: Silaturakhim Para Ikhlas




Oleh Marsigit

Bagawat:

Yhuwang Bawana Langgeng...suasananya malam hening, tata, titi, tentrem, ...tiada apapun suara belalang ataga ...tiada apapun suara serangga...bahkan angin seakan berhenti bertiup..Udara yang dingin dan sedikit basah menambah suasana hati menjadi tintrim. Para kawula dasih seakan tertidur pulas...Oo..oo..o..fenomena apa ini. Sesuai hukumnya bagi orang-orang yang memikirkannya...segala suasana mempunyai maksud dan tujuan sendiri-sendiri. Apakah makna dibalik fenomena ini?

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai sang Bagawat..maafkan diriku sekali lagi..sesuai hukumnya maka aku selalu hadlir pada setiap orang yang bertanya apapun pertanyaannya. Wahai sang Bagawat betul gumammu. Jika engkau katakan segala suasana mempunyai maksud dan tujuan sendiri-sendiri, maka aku ingin katakan segala suasana, kejadian atau fenomena itu adalah tesis. Maka aku juga dapat mengatakan bahwa segala suasana, kejadian atau fenomena itu adalah anti-tesis karena segala tesis itu adalah anti-tesis. Dan segala anti-tesis itu adalah tesis. Itulah hidup itulah pula dunia. Maka segala ciptaan Tuhan itu adalah tesis bagi manusia untuk memikirkannya, sedangkan segala perbuatan manusia itu adalah anti-tesis yang dilakukannya.

Bagawat:

Ning..neng..ning..ning. Oo..o..ternyata satu pertanyaanku itu juga tesis juga. Itulah bahwa Allah SWT selalu memberikan rakhmat kepada semua ciptaan Nya dalam bentuk apapun dan sekecil apapun termasuk hal-hal yang di luar kesadarannya sekalipun. Tetapi aku ingin bertanya kepada dirimu wahai Orang Tua Berambut Putih. Lantas...jika segala suasana, kejadian atau fenomena sekarang ini adalah tesis maka apa pula anti-tesisnya?

Orang Tua Berambut Putih:

Tesisnya adalah “...suasananya malam hening, tata, titi, tentrem, ...tiada apapun suara belalang ataga ...tiada apapun suara serangga...bahkan angin seakan berhenti bertiup..Udara yang dingin dan sedikit basah menambah suasana hati menjadi tintrim. Para kawula dasih seakan tertidur pulas...”. Itulah sebuah tesis buah karya Silaturakhim Para Ikhlas. Sedangkan anti-tesisnya adalah semua yang ada dan yang mungkin ada.

Bagawat:
Apakah yang engkau maksud bahwa anti-tesisnya adalah semua yang ada dan yang mungkin ada?

Orang Tua Berambut Putih:
Itulah hukumnya dan itulah kuasa Tuhan. Tuhan telah dan selalu memberikan rakhmat Nya untuk selalu hidup dan menghidupkan ciptaannya. Adapun segala ciptaanya diberikan keleluasannya untuk memproduksi tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesis sesuai dengan dimensinya, keikhlasannya dan daya pikirnya. Maka itulah sebenar-benar amal perbuatan manusia yang tidak ada satupun terbebas dari timbangan akhir penentu baik atau buruk, penentu syurga atau neraka..tergantung tesis-tesis dan anti-tesis yang diciptakannya melalui ikhtiarnya. Silaturakhim Para Ikhlas telah membuahkan hasil “...suasananya malam hening, tata, titi, tentrem, ...tiada apapun suara belalang ataga ...tiada apapun suara serangga...bahkan angin seakan berhenti bertiup..Udara yang dingin dan sedikit basah menambah suasana hati menjadi tintrim. Para kawula dasih seakan tertidur pulas...”.

Bagawat:
Oo..oo..o... benar dan cocok kata-katamu dengan pikiranku. Maka aku dapat menyimpulkan bahwa Tuhan itu betul-betul Maha Pemurah, Maha Pengampin dan Maha Pengasih. Maka itulah sebenar-benar rakhmat bagi orang yang ikhlas dan berpikir kritis bahwa dia bisa selalu membangun hidup dan dunianya dari apapun dan kapanpun. Jika demikianlah maka aku dapat menyimpulkan bahwa tiadalah hal di dunia itu bukan merupakan rakhmat dari Tuhan. Oh Tuhan tiadalah cukup terimakasihku kepada Mu walau aku terus melantunkannya sepanjang hayatku. Tiadalah cukup permohonan ampunku kepada Mu walaupun aku terus membaca istighfar sepanjang hidupku. Jikalau demikian yang terjadi apapula arti diriku di hadapan Mu ya Allah? Apapula hal diriku yang dapat aku sombongkan ya Allah? Maka sebenar-benar “ku” pada diriku itu adalah rakhmat Mu. Tiadalah kesopanan dan kesantunan bagi diriku untuk menyebut “ku” di hadapan Mu ya Allah. Ampunilah dosa-dosaku ya Allah. Aku telah menyaksikan bahwa Silaturakhim Para Ikhlas itu telah engkau beri rakhmat dan hidayahnya. Amiin

Orang Tua Berambut Putih:
Wahai sang Bagawat...tegarkanlah dirimu itu. Jikalau engkau masih mampu tegakkan pikiranmu, maka aku ingin menyampaikan bahwa “...suasananya malam hening, tata, titi, tentrem, ...tiada apapun suara belalang ataga ...tiada apapun suara serangga...bahkan angin seakan berhenti bertiup..Udara yang dingin dan sedikit basah menambah suasana hati menjadi tintrim. Para kawula dasih seakan tertidur pulas...”...bagi diriku adalah anti-tesisnya dari “..suasana siang gerah...kacau, tak tertata, tak titi, tak tentrem...suara hiruk-pikuk..protes, demo...bencana, angin lesus...udara yang panas..dan suasana hati yang protes akan ketidak adilan, korupsi, kolusi, nepotisme...semua para kawula tidak bisa tertidur memikirkan nasib bangsa ini..”.

Bagawat:
Wah..penjelasanmu itu terasa menarik..tetapi aku belum paham betul apa dibalik uraianmu itu?

Orang Tua Berambut Putih:
Bagi orang-orang yang ikhlas maka berpikir kritis itu akan mengikutinya. Maka tiadalah sebenar-benar perlombaan menjunjung langit itu bagi orang-orang dengan setinggi-tinggi keiklasan dalam hatinya. Mengapa? Karena setinggi-tinggi keikhlasan dalam hatinya itu telah melebur ke dalam Kuasa Tuhan yang Maha Pengasih.

Bagawat:

Kapan aku bisa menggapai setinggi-tinggi ikhlas itu?

Orang Tua Berambut Putih:
Ikhlas dalam hatimu tidak perlu engkau tunggu setelah akhir hayatmu. Sekarang juga jika engkau berikhtiar dan Allah mengabulkan maka ikhlas itu akan ada pada dirimu. Maka sebenar-benar syurga dan nerakamu itu engkau ikut menentukannya sekarang juga. Jikalau orang banyak berkumpul dan bersilaturakhim dalam keikhlasannya, maka kebaikannya juga diperuntukan kepada mereka semuanya. Jika semua warga menjalani anti-tesisnya dalam keikhlasan maka negara dan bangsa itu juga akan mengalami keikhlasannya. Itulah sebenar-benar solusi dari carut-marutnya keadaan masyarakat dan bangsa ini, yaitu kembali kepada keikhlasan diri kita masing-masing dan keikhlasan bersama-sama. Maka Silaturakhim Para Ikhlas itu sungguh dapat memberikan kontribusi bagi persoalan negeri. Itulah potensi..itulah local genious kita yang telah diajarkan oleh nenek moyang kita sejak dulu kala. Itulah kekuatan kita untuk membangun bangsa ini, bahkan melebihi dari itu, itulah kekuatan kita untuk membangun dunia ini. Kekuatan silaturakhim para ikhlas itu ternyata telah mampu mengusir segala bentuk kelaliman Black-hole Diraja dan para pengikutnya. Tiadalah suatu masyarakat dapat membangun negerinya jika tidak berlandaskan kepada potensi masyarakatnya. Dan kita telah membuktikan dan akan terus membuktikan bahwa silaturakhim para ikhlas itulah satu-satunya solusi untuk membangun dunia yang aman, tata, titi dan tenterem. Amiin.

Bagawat:
Ooo..Orang Tua Berambut Putih...tak kuasa diriku ini menahan air mataku. Begitulah keindahan negeriku. Dia indah bukan hanya dari bentuk fisiknya saja tetapi ternyata indah juga dari batinnya. Oh..terimakasih aku ucapkan kepada para ikhlas atas silaturakhim-silaturakhimnya sehingga Allah SWT telah berkenan menurunkan ketenteraman dan kedamaian di muka bumi ini. Amiin.

64 comments:

  1. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Apakah kita sudah ikhlas dalam berbuat baik? Seperti apakah ikhlas itu? Tidak ada yang tahu batasan ikhlas itu seperti apa. Hanya Tuhan yang tahu. Kita hanya bisa berusa untuk melakukan sebaik-baiknya. Ikhlas dalam hatimu tidak perlu engkau tunggu setelah akhir hayatmu. Sekarang juga jika engkau berikhtiar dan Allah mengabulkan maka ikhlas itu akan ada pada dirimu. Maka sebenar-benar syurga dan nerakamu itu engkau ikut menentukannya sekarang juga.

    ReplyDelete
  2. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Kita harus menjadi orang yang ikhlas dan berpikir kritis untuk bisa selalu membangun hidup dan dunianya dari apapun dan kapanpun. Tiadalah hal di dunia itu bukan merupakan rakhmat dari Allah SWT dan silaturakhim orang-orang yang ikhlas itulah solusi untuk membangun dunia yang aman dan tenteram. Maka perbanyaklah silahturahmi, karena untuk membangun dunia yang tentram dan aman, maka kita harus memiliki rasa persaudaraan yang tinggi dan saling percaya satu sama lain.

    ReplyDelete
  3. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Silaturakhimnya para ikhlas merupakan kunci penting dalam mencapai hidup yang aman, tentram, dan nyaman. Silaturakhim para ikhlas berarti interaksi antara orang-orang yang berperilaku ikhlas. Bila setiap individu berperilaku ikhlas dalam hidup bermasyarakat dan bernegara, maka tak adalah orang yang berperilaku keji, sombong, dan berlaku buruk terhadap yang lainnya. Maka untuk dapat membangun hidup yang tentram, ikhlas dimulai dari diri setiap individu yang merupakan komponen dari masyarakat.

    ReplyDelete
  4. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP/B
    I have taken my time and read this elegi, just around 40 min because it is very interesting and messaging, silatulakhim pada Ikhlas is like the model or the foundation of what we plan to do in the world. orang yang berpikir krtis obviously have keikhlasan. i agree that silatulahim pada ikhlas can help the to build a peaceable world if it is adopted but i think it is not easy for all nation to adopt friendship of sincerity. if we all have it, then there is no corruption, collusion, oppression, dictatorship, and helplessness among humans because the sense of empathy can be prevailing.

    ReplyDelete
  5. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Ikhlas dalam hati tidak usah menunggu sampai akhir hayat tiba, Sekarang juga jika kita berikhtiar dan Allah mengabulkan maka ikhlas itu akan ada pada diri kita. Ikhlas lah dalam segala hal yang kita lakukan, termasuk dalam bersilaturahmi. Islam sangat menganjurkan seorang muslim untuk saling bersilaturahmi, karena Silaturahmi sebagai penyambung tali persaudaraan kepada kerabat. Silaturahmi merupakan ibadah yang agung, mudah dan membawa berkah. Bila kita bersilaturahmi dengan keikhlasan maka akan mendapatkan kebaikan. Oleh karena itu, kita harus melakukan anti-tesis yang dimiliki dengan keikhlasan untuk mendapatkan kebaikan dan ridha-Nya, dan Semoga kita semua tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang menjauhi dan memutus silaturahmi. Aamiin

    ReplyDelete
  6. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Keikhlasan hati merupakan kunci damainya diri seseorang. Baik itu damai dalam dirinya sendiri maupun damai dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Menyematkan keikhlasan dalam hati kita memang bukan perkara yang mudah, namun bukan hal mustahil kita mampu ikhlas dalam menjalani kehidupan jika setiap waktu selalu memohon agar senantiasa dianugerahkan hati yang ikhlas. Belajar ikhlas adalah belajar seumur hidup. Maka teruslah belajar dan berdoa agar dianugerahkan keikhlasan pada diri kita. Wallahua’lam..

    ReplyDelete
  7. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Pengharapan elegi ini adalah agar kita semua dapat menjadi pribadi yang ikhlas. Karena dengan keikhlasan maka akan lebih dapat menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Keikhlasan seseorang bisa dilatih. Selain dengan memperbaiki niat, ibadah, dzikir, senantiasa bertaubat dan hal lainnya pada elegi ritual sebelumnya, kita juga bisa melakukan silaturrahmi kepadaNya di malam hari, saat semua orang tertidur yakni tahajud di sepertiga malam.

    ReplyDelete
  8. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Segala ciptaan Tuhan itu adalah tesis bagi manusia untuk memikirkannya, sedangkan segala perbuatan manusia itu adalah anti-tesis yang dilakukannya.
    Negeri tercinta ini sedang dilanda begitu banyak persoalan, maka elegi ini pula menawarkan salah satu solusiya.
    Tiadalah suatu masyarakat dapat membangun negerinya jika tidak berlandaskan kepada potensi masyarakatnya. Dan kita telah membuktikan dan akan terus membuktikan bahwa ikhlas adalah kuncinya. Segala potensi yang kita lakukan degan ikhlas akan berlipat manfaatnya. Lakukan dengan ikhlas, selalu berserah kepada Yang Maha Pemurah. Semoga kita menjadi salah satu solusi untuk membangun dunia yang aman, damai dan tenteram. Aamiin.

    ReplyDelete
  9. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    sebuah keikhlasan itu berasal dari hati dan waktunya pun bisa terjadi kapan saja ketika kita telah membersihkan hati dan mengolah pikiran kita sehingga itu semua tidak perlu menunggu waktu ketika kita telah menjadi tua. Begitu pula ketika kita berbicara terhadap negara maka itu semua bersumber dari masyarakat-masyarakatnya apakah masyarakat dalam negara tersebut telah ikhlas dalam menjalani kehidupan bernegara dimana harus terjalin silahturahim dan secara bersama-sama membangun negara yang dihuninya menuju kearah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  10. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Bahwa kedamaian dan ketentraman adalah hasil atau upah yang diberikan ALLAH SWT bagi orang-orang yang selalu ikhlas dan bersyukur. Dengan segala keadaan, mereka –orang yang bersyukur- menerima dan menyadari bahwa selalu ada kebaikan disetiap apa yang ALLAH SWT berikan kepada mereka.

    ReplyDelete
  11. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Melalui Elegi Ritual Ikhlas 27 ini kita diingatkan bahwa menjadi manusia yang baik yaitu yang selalu ikhlas dan bersyukur dengan segala keadaan, yakin bahwa Allah Swt menurunkan yang terbaik untuk kita sehingga hati selalu damai dan tentram.

    ReplyDelete
  12. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Imam Ali as berkata, “Sungguh berbahagialah orang yang mengikhlaskan amal dan ilmunya, cinta dan bencinya, mengambil dan melepaskannya, ucapan dan diamnya, serta perbuatan dan kata-katanya, semata-mata untuk Allah Swt.”
    Amirul Mukminin as berkata, “Allah tidak akan menerima amalmu kecuali yang ikhlas.”
    Saat kita berbicara tentang ikhlas, lidah kita kelu untuk dapat membahasnya. Karena begitu luas dan dalamnya. Karena saat Amirul Mukminin as menjelaskan tentang syirik yang merupakan lawan dari ikhlas, beliau mengatakan bahwa syirik lebih samar daripada seekor semut hitam yang berjalan di atas batu hitam yang ada di dalam sumur, di malam yang gelap gulita.
    Karena itu, sungguh sedikit amal yang benar-benar dilakukan semata-mata untuk Allah Swt. Dan, lebih sedikit lagi niat amal yang hingga akhir hidup tetap bertahan pada keikhlasannya semula.
    Jika dalam melihat amal perbuatan para hamba-Nya, Allah Swt tidak menggunakan kaca mata ampunan dan kasih sayang-Nya, tetapi menggunakan sisi keadilan-Nya, maka sangat sedikit sekali amal perbuatan hamba yang dapat diterima, karena tidak mengandung aroma tauhid sama sekali. Karena itu, yang menjadi sebab diterimanya amal perbuatan manusia adalah semata-mata karena maaf dan ampunan-Nya.
    Almarhum Kull Ahmad Agha, dalam menjelaskan masalah ini, memberikan contoh sederhana yang dapat dipahami orang banyak. Dia berkata, “Jika penjual mencampur barang yang bagus dengan barang yang jelek dan cacat, sudah barang tentu tidak ada orang yang mau membeli. Orang hanya mau membeli barang yang bagus, asli dan tidak cacat. Amal dan niat kita banyak mengandung sampah. Apakah itu berupa keinginan mendapat surga, karena takut akan neraka, karena makhluk, atau karena ingin memperoleh pahala. Semua ini adalah niat bukan karena Allah yang masuk ke dalam hati kita. Kita harus seperti cermin, mempunyai satu warna, sehingga Allah mau membeli kita.”
    Perlu kita ketahui bahwa niat-niat pun harus mengikhlaskan dirinya. Mereka yang bermaksud menjadikan dirinya ikhlas, akan menjadi perwujudan dari ungkapan ‘dan orang-orang yang ikhlas itu berada dalam bahaya yang besar’. Tetapi jika Allah yang menghendakimu menjadi ikhlas, maka tentu berbeda keadaannya. Ada satu poin penting yang perlu diketahui dalam masalah ini, yaitu bahwa hanya Dia Yang telah menciptakan makhluk, yang dapat mengetahui bagaimana caranya dan di mana letak kesulitannya. Karena itu, untuk bisa menjadi ikhlas, kita harus menyerahkan diri kita bulat-bulat kepada-Nya.

    ReplyDelete
  13. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Doa sesungguhnya merupakan ibadah, kerendahan hati, dan penghambaan. Dengan perantara doa, kita berkomunikasi kepada Allah SWT. Doa sejalan dengan ridha diri kita untuk mengakui keterbatasan, mensyukuri nikmat serta pasrah kepada kehendak Allah SWT.Selama kita melakukan doa kita harus memnita dengan rendah hati, berdoa dengan setulus-tulusnya berharap agar doa kita dikabulkan namun jangan bertindak sombong dan terlalu yakin doa kita akan dikabulkan.

    ReplyDelete
  14. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Kebaikan berada di hati. Namun, ketika kita ingin melakukan kebaikan kemudian keburukan akan selalu berdiri di jalan kita. Kita tidak seharusnya terjebak dalam keburukan. Dan jangan pernah mendekat dengan kejahatan karena akan menjerumuskan kita. dalam menghadapi sebuah keburukan yang ada di muka bumi ini, kita hendaknya tidak boleh bersikap lebih buruk lagi dari padanya, melainkan dengan memberinya dengan kebaikan, dalam artian kebaikan ini kita dapat menjelaskan apa-apa yang menjadikannya agar seseorang tersebut menjadi berubah kearah yang lebih baik dengan menjelaskan secara sopan dan santun serta dengan ilmu-ilmu yang telah kita peroleh.

    ReplyDelete
  15. 16701251016
    PEP B S2
    Buah karya seluruh pemikiran yang merupakab ide ide atau gagasan dati manusia bisa dikatakan tesis. Sedangkan dari tesis pasti ada anti tesisnya. Seperti sifat malam dengan segala bentuj sifat yang mengkontrujs malam tersebut mempunyai anti tesis berupa siang yang terdapat konstruk unsur yang membentuknya pula.
    Keikhlasan dari dalam diri, yabg pusatnya adalah hati ini akan menimbulkan efek kesadaran yang luar biasa. Kesadaran akan fenomena lingkungan yang ada lalu kemudian sampailah pada proses berfikir, berfikir kritis dan dapat menyimpulkan segala sesuatunya. Dengan demikian maka dalam kondisi apapun, kapanpun, dimanapun orang yabg senantiasa berfikir kritis dan mrnyertakan hati maka ialah orang yangberuntung, mengapa demikian...ya karena dengan demikian orang tersebut ajan selalu bersyukur, akan mampu mengambil hikmah dalam keadaan tertekan sekalipun, tidak menguntungkan suatu keadaanpun bagi dirinya.
    Lantas dengan pemikiran yang disertai hati ini bisa membangun diri, mempisisikan diri yang sebenarnya. Lebih luas lagi, sehingga mampu membangun peradaban bangsa, yang seusia dengan potensi warga bangsanya. Bukan malah mengadopsi, atau meniru, mencontoh. Maka dengan kebesaran hati para pendahulu bagi bangsa indonesia ini yang memang beragam suku, ras, agama, maka diambillah Pancadila sebagai ideoligi, sebagai pemersatu bangsa. Jika tidak, mungkin indonesia tidak akan seragam ini, tidak se"unik" ini, yang mana pancasila adalah dianggap sakti, meskipun pada hari ini banyak yang "menyimoang" dati dasar negara yang sakti tersebut.

    ReplyDelete
  16. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Menjadi pribadi yang ikhlas dalam menghadapi berbagai persoalan merupakan hal penting yang harus digagas dalam pikiran kita. Karena dengan penuh kesadaran kita mampu membangun dunia yang kita pikirkan menjad lebih baik lagi. Mencari tesis dari anti tesis yang ada dapat menjadikan kita sebagai pribadi yang selalu bersyukur atas hidup ini.

    ReplyDelete
  17. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dalam elegi ini penulis menyatakan bahwa keikhlasan adalah merupakan hal yang sangat menentukan bagi diri dan kehidupan kita, bahkan penulis juga secara gamblang menyatakan bahwa keadaan negeri kita akan membaik jika kita semua kembali kepada keikhlasan.

    ReplyDelete
  18. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Silaturakhim adalah salah satu cara untuk mengurangi dosa seseorang. Karena melakukan silaturakhim dengan orang lain, kita akan saling memaafkan. Begitu juga silaturakhim kepada Allah SWT, heningnya malam dan ikhlas saya menangkapnya sebagai sepertiga malam, yaitu ibadah shalat tahajud. Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri kepada Allah SWT, penghapus dosa dan pengusir penyakit dari dalam tubuh”. (HR at-Tirmidzi).

    ReplyDelete
  19. Assalamualaikum, wr. wb.

    Silaturahim merupakan sebuah tindakan cinta. Semoga dengan semakin banyaknya kita bersilaturahmi dapat menyebarkan cinta di dunia dan dengan keikhlasan jiwa kita selalu bersedia untuk ikhlas beramal dalam segala ibadah kita dan dalam segala usaha kita sehingga dapat menggapai cinta -Nya dan mewujudkan segala cinta kita kepada Allah SWT.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    PEP S3 A

    ReplyDelete
  20. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan atemtika c 2013

    silaturahim ikhlas dengan melakauan atesi dan anti tesise, terjemah dan menerjemahkan dalam kehidupan bermassyaakat, dalam kehidupan menuntut ilmu , dalam kehidupan berkeluarg, dalam kehidupan berbagsa dan bertanah air akan mencipatakan ssana yang selalu umbuh dan berkembamg menuju hal yang baik dan mencapai kebaikan. sehingga usaha tersebut mencegah dari keburukan-keburukan yang akan muncul.

    ReplyDelete
  21. Bila disimak, maka kata kunci elegi ikhlas adalah hati yang bersih. Dari berbagai artikel Bapak Prof. Marsigit mengenai Elegi ritual ikhlas penekanannya adalah pada bagimana meningkatkan kualitas hati. Menarik apabila keikhlasan hati ini menjadi sebuah topik diskusi, karena untuk mencapai hati yang bersih tentu memerlukan upaya tertentu. Dalam istilah Jawa kata "Laku" selalu disyaratkan untuk mencapai sesuatu, termasuk peningkatan kualitas hati.

    Nur Tjahjono Suharto
    S3 PEP (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  22. Keikhlasan adalah salah satu kunci yang sangat penting dalam meraih keberhasilan. Namun keikhlasan sangatlah sulit digapai karena kita akan melalui berbagai macam cobaan dalam mengikhlaskan diri kita, tapi kita sebagai manusia harus terus berusaha agar dapat ikhlas dalam menjalani hidup ini agar memperoleh kedamaian dan ketentraman.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  23. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Suatu kebaikan yang dilakukan secara berjamaah bersama sama maka akan memunculkan potensi kebaikan yang lebih besar lagi, dibandingkan dengan kbaikan yang dilakukan dengan sendiri. keikhlasan yang terpancar dalam diri manusia membawa potensi kebaikan yang dapat disalurakn kepada orag lain sebagai energi posititif yang menginspirasi

    ReplyDelete
  24. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Perbanyaklah silaturrahim, sesungguhnya dengan memperkuat silaturrahim maka akan dapat memperpanjang umur dan menambah rezeki. Sesungguhnya surga dan neraka itu dapat ditentukan ketika kita masih berada di dunia, tidak perlu menunggu hingga akhir hayat kita. Sesungguhnya semua orang itu masuk surga, kecuali yang tidak mau. Siapakah orang-orang yang tidak mau itu? Yaitu orang-orang yang enggan melakukan perintah-perintah Allah SWT dan rasul-Nya, tidak melakukan taubat dan sering melanggar aturan-aturan-Nya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Menjalin silaturrahim diantara sesama manusia memang sangat baik, bahkan Allah sendiri menjanjikan akan memanjangkan umur seseorang yang selalu menjalin silaturrahim. Menjalin silaturrahim erat kaitannya dengan kehidupan kita dimasa depan kelak. Link-link yang telah kita bangun dimasa lalu akan membuat terbukanya pintu-pintu rezeki kita dimasa depan, sehingga hubungan kita sekarang menentukan kesuksesan kita di masa depan nanti.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  26. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Ikhlas adalah sebuah bentuk tindakan kita melakukan sesuatu hal dengan tujuan hanya mengharapkan ridho Allah SWT. Dan juga ikhlas terhadapa ap yang terjadi pada diri kita bahwa semua alah kehendak Allah SWT. Dalamnya keikhlasan tidak dapat kita ukur. Semua yang menilai Allah langsung, manusia tidak bisa mengukurnya.

    ReplyDelete
  27. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Kita harus selalu bersyukur atas rahmat yang Allah berikan. Apabila kita memiliki hati yang ikhlas, dan mensyukuri semuanya maka hidup akan terasa damai. Hidup ini ada tesis dan antitesisnya, jika hidup damai adalah tesis maka antitesisnya yaitu hidup gelisah, panas, penjahat, koruptor dan lainnya. Jika semua orang memiliki hati yang bersih dan ikhlas, pastilah dunia ini akan aman, tentram, damai. Menjadi ikhlas walaupun kelihatannya sulit, tapi kita dapat belajar dan berikhtiar.

    ReplyDelete
  28. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Ikhlas dibutuhkan dalam segala hal dalam hidup kita. Berbicara soal ikhlas sangatlah mudah. Namun sulit sekali untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Apalagi yang di dalam hatinya terjangkit penyakit hati. Maka berdoalah dan meminta perlindungan kepada Allah agar dilembutkan hati kita sehingga kita menjadi ikhlas dalam belajar, bekerja, dan beramal.

    ReplyDelete
  29. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Setinggi dan sekuat apapun kita hendak menjunjung langit, hanya Allah lah yang mengetahui kualitas hati kita. Hati itu permasalahan yang ghaib. Kita pun tidak bisa membohongi hati nurani. Tapi kita kadang mengingkarinya dan melakukan kehendak hati yang salah. Dan hati yang benar bersumber dari keikhlasan raga maupun batin.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  30. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Ikhlas adalah perkara hati. Pikiran kita sungguh tak sanggup mengetahui seluruh relung hati kita. Hanya Allah lah yang Maha Mengetahui apa yang tak kita ketahui. Semoga kita selalu diberi hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  31. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Agar kita dapat mencapai keikhlasan, hendaknya kita mengetahui identitas orang ikhlas.
    Pertama; Terjaga dari segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT, baik sedang bersama dengan manusia atau sendiri. Disebutkan dalam hadits,”Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang berterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)

    ReplyDelete
  32. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Kedua; Senantiasa beramal di jalan Allah SWT baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang orang lain, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata,”Orang yang riya’ memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”
    Ketiga; Selalu menerima apa adanya yang diberikan oleh Allah SWT dan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Yang bersangkutan meyakini betul bahwa Allah menambah nikmat bila dia bersyukur.

    ReplyDelete
  33. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Bagi saya, elegi di atas menekankan tentang keikhlasan. Bagaimana ikhlas mampu membuat kita untuk berpikir kritis, bagaimana ikhlas menjadi solusi untuk membangun dunia. Ikhlas berada di dalam hati kita. Untuk menggapai setinggi-tinggi ikhlas itu tidak perlu kita tunggu, tetapi kita berdoa dan berikhtiar agar ikhlas benar-benar ada pada diri kita. Jika semua masyarakat dalam sebuah negara mampu menjalani kehidupan dengan keikhlasan maka hal tersebut dapat memberikan kontribusi bagi negri.

    ReplyDelete
  34. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Begitu indah, tentram dan damai apabila orang-orang yang berhati ikhlas bersilaturrahmi, mereka paham betul bagaimana membangun dirinya dan negerinya. Bagaimana jika pemimpin-pemimpin negara kita ikhlas, tentunya bangsa ini akan maju. tidak ada ketidakadilan, korupsi, kolusi dan nepotisme. Seperti malam yang sunyi, Bangsa ini juga akan tentram, selama para pemimpinnya bisa ikhlas bergotong-royong untuk kepentingan bersama.

    ReplyDelete
  35. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Manusia dapat menggapai ikhlas yang sesungguhnya apabila mau berdoa kepada dan berihktiar kepada Allah SWT. Tidak perlu menunggu waktu yang tepat untuk menggapainya, jika kita memiliki kesempatan maka lakukanlah sekarang juga sebelum waktu hidup kita habis. Dalam elegi ini mengajarkan bahwa manusia perlu silaturahmi keikhlasan dengan yang lainnya agar mendapatkan kehidupan yang tenang serta menjadi amalan yang baik.

    ReplyDelete
  36. Elegi silaturakhim para ikhlas ini menjelaskan ikhlas itu dapat menciptakan suasana tentram dan damai di dunia ini. Bagi orang-orang yang ikhlas maka berpikir kritis itu akan mengikutinya, karena setinggi-tinggi keikhlasan dalam hati itu telah melebur ke dalam Kuasa Tuhan yang Maha Pengasih. Jagalah ikhlas dalam hati untuk selalu berikhtiar kepada Allah maka ikhlas itu akan ada pada dirimu. Jikalau orang banyak berkumpul dan bersilaturakhim dalam keikhlasannya, maka kebaikannya juga diperuntukan kepada mereka semuanya. Itulah sebenar-benar solusi dari carut-marutnya keadaan masyarakat dan bangsa ini, yaitu kembali kepada keikhlasan diri kita masing-masing dan keikhlasan bersama-sama. Maka Silaturakhim Para Ikhlas itu sungguh dapat memberikan kontribusi bagi persoalan negeri.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  37. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Kembali lagi bahwa kebahagian hidup seeorang bukan dinilai atas harta, tahta atau jabatan yang ia miliki. Pada dasarnya sumber kebahagiaan dimulai dari hati yang bersih, hati yang teradapat rasa belas kasih baik kepada diri sendiri maupun sesama, hati yang selalu mengingat Tuhan. Hati yang demikian adalah hati yang berusaha menggapai ikhlas, meskipun tak mudah menggapai garis ikhlas tersebut. Diketahui bahwa sisi manusia selalu megedepankan egonya masing masing, maka hal inilah yang menjadi pembatas penggapaian ikhlas tersebut. Menjadi ikhlas, adalah bagian yang paling confidence yang dapat dirasakan manusia dalam menjalani hidupnya tak memandang apapun kondisinya.

    ReplyDelete
  38. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Tuhan telah memberikan rahmat kepada makhluk ciptaannya. Pada elegi sebelumnya, perlu hati yang ikhlas dan pikiran yang kritis untuk menggapai ridho Allah. Kita harus memiliki hati yang ikhlas untuk menyelesaikan masalah di kehidupan.Jika sekumpulan orang yang ikhlas bersatu, maka dapat menyelesaikan masalah yang terjadi di negara ini. Sehingga terwujud negeri yang aman. Jadi, ikhlas harus dibangun oleh setiap individu. Terima kasih.

    ReplyDelete
  39. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    "Tuhan itu betul-betul Maha Pemurah, Maha Pengampun dan Maha Pengasih. Maka itulah sebenar-benar rakhmat bagi orang yang ikhlas dan berpikir kritis bahwa dia bisa selalu membangun hidup dan dunianya dari apapun dan kapanpun."
    Kutipan di atas menggambarkan bahwa orang yang ikhlas dan berpikir kritis dapat membangun dunia dengan apa yang dipikirkan, apa yang diucapkan, dan apa yang dilakukannya atas rahmat yang telah diberikan oleh Tuhan. Semuanya terjadi atas kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
    Replies

    1. Kuasa Tuhan adalah luas dan tidak terbatas. Semua yang terjadi, semua yang kita pikirkan dan ucapkan terjadi atas kuasa Tuhan. Oleh karena itu, hendaknya sebagai manusia kita harus bersyukur, berikhtiar, berdoa, dan bertawakkal supaya Tuhan berkenan merahmati kita.

      Delete
  40. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Ikhlas menjadi kunci ketentaraman hidup kita. Dengan sifat ikhlas, kita akan merasakan indahnya hidup yang kita jalani. Dengan ikhlas, kita akan terbebas dari berbagai konflik. Dengan ikhlas, ketentraman hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara akan terwujud. Meskipun demikian, menyertakan sifat ikhlas dalam semua yang kita lakukan/ucapka/tetapkan tidaklah mudah. Oleh karenanya kita tetap harus terus beusaha meraihnya.

    ReplyDelete
  41. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    "Tiadalah suatu masyarakat dapat membangun negerinya jika tidak berlandaskan kepada potensi masyarakatnya."
    Benar sekali kutipan yang disampaiakan dalam elegi ini. Kemajuan suatu negara ditentukan oleh kualitas Sumber daya manusia, dan kualitas sumber daya alam yang dimiliki. Dua hal tersebut merupakan potensi yang sangat berharga yang jika dikelola dan dikembangkan dengan baik akan membawa kemajuan suatu negara.

    ReplyDelete
    Replies

    1. Indonesia merupakan negara yang sebenarnya memiliki dua potensi besar ini. Meskipun demikian, para pengelola bangsa ini ternyata belum bisa memanfaatkan dan mengelola dua potensi ini dengan baik. Indonesia memiliki penduduk yang jumlahnya sangat besar. Indonesia juga memiliki kekayaan alam yang melimpah. Akan tetapi potensi ini belum bisa dimanfaatkan dengan maksimal

      Delete
  42. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Ikhlas dalam hati itu tidak harus sewaktu di akhir hayat kita saja, melainkan sekarang juga bias jika kita sudah ikhlas berihtiar dan ikhlas menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT(tawakkal) .Jika kita benar-benar ikhlas dalam menjalankan semua thesis dan antithesis, maka jalan kesyurga akan terbuka untuk kita. Jangan jauh-jauh kesyurga dulu, jika kita semua sebagai warga Negara bias ikhlas dalam menjalankan semua yang telah di amanahkan dengan kita, maka Negara kita tidak akan carut marut, tidak akan ada korupsi, tidak akan ada kejahatan-kejahatan yang merugikan semua pihak, dan Negara kita akan aman, tentram, tertata rapi dan disegani oleh Negara lain.

    ReplyDelete
  43. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Yang dapat saya simpulkan dari elegi di atas adalah bahwa segala suasana atau keadaan memiliki maksud dan tujuannya masing-masing. Keadaan-keadaan tersebut selanjutnya dapat disebut sebagai tesis sekaligus anti-tesis. Hal tersebut merupakan salah satu dari rakhmat yang Alloh berikan kepada seluruh ciptaan-Nya

    ReplyDelete
  44. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Maka itulah sebenar-benar amal perbuatan manusia yang tidak ada satupun terbebas dari timbangan akhir penentu baik atau buruk, penentu syurga atau neraka..tergantung tesis-tesis dan anti-tesis yang diciptakannya melalui ikhtiarnya.”
    Segala amal perbuatan di setiap detik bahkan setiap hembusan nafas kita telah dicatat oleh malaikat Allah, yaitu Malaikat Rokib dan Atit. Tak ada satu amalan-pun yang terlewat dari penjagaan kedua malaikat Allah. Dan amalan ini yang akan menentukan ke arah mana jalan kita setelah hari akhir. Oleh karena itu perkuat ikhtiar kita sebagai kunci penentu arah setelah hari akhir.

    ReplyDelete
  45. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Jika demikianlah maka aku dapat menyimpulkan bahwa tiadalah hal di dunia itu bukan merupakan rakhmat dari Tuhan.”
    Dari kutipan di atas, segala hal yang terjadi dalam dunia ini merupakan rahmat Ilahi. Semua rahmat itu bergantung yang memaknai dan mensyukuri, jika kita melihat setiap apa yang kita peroleh dalam perjalanan hidup kita merupakan nikmat yang Gusti berikan kepada kita, maka syukur akan mengikuti kita, dan jalan kita akan mendekati gerbang keikhlasan. Belajar untuk selalu bersyukur adalah ikhtiar yang berat bagi saya, akan tetapi semua ini harus diupayakan untuk mendekatkan hati dan pikiran ini kepada nilai dari rahmat Allah SWT.

    ReplyDelete
  46. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Sekarang juga jika engkau berikhtiar dan Allah mengabulkan maka ikhlas itu akan ada pada dirimu. Maka sebenar-benar syurga dan nerakamu itu engkau ikut menentukannya sekarang juga.”
    Semoga kita selalu tergolong dalam orang yang selalu berikhtiar pada hal yang baik dengan ikhlas, amiiiin.

    ReplyDelete
  47. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Dalam kehidupan sehari-hari manusia ditakdirkan untuk hidup bersosial, yaitu selalu hidup dalam keadaan saling membutuhkan. Islam sangat memperhatikan hal ini dalam banyak pembahasan fiqih tentang tatacara bermuamalah salah satunya adalah pembahasan tentang akhlak manusia dengan sesamanya.

    ReplyDelete
  48. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Selain Ibadah yang Wajib banyak lagi ibadah mendapat penilaian yang baik dari Allah salah satunya dalam Islam menyuruh umatnya memperbanyak silaturrahmi dengan siapapun dan dimanapun. Sebab dalam kehidupan keseharian, setiap individu selalu membutuhkan orang lain dan tidak bisa hidup sendiri. Silaturahmi merupakan ibadah yang sangat mulia, mudah dan membawa berkah. Kaum muslimin hendaknya tidak melalaikan dan melupakannya. Karena itu merupakan ibadah yang paling indah berhubungan dengan manusia, sehingga perlu meluangkan waktu untuk melaksanakan amal shalih ini. Silaturahim termasuk akhlak yang mulia.

    ReplyDelete
  49. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Kita semua hidup dengan rahmat Allah Swt. Bahkan orang kafir juga hidup di atas bumi ini dengan rahmat Allah Swt. Manusia mengambil dan melakukan sebab-sebab keberlangsungan hidupnya dengan rahmat Allah Swt. Segala kenikmatan dan kebaikan yang datang kepada manusia adalah karena rahmat Allah Swt.

    ReplyDelete
  50. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Seorang mukmin mendapatkan rezeki dengan rahmat-Nya, dan tentu Allah akan menambahkan baginya berkah dan ketenangan -karena ia seorang mukmin-. Rasa tenang dan tentram di dalam hati adalah nikmat yang sangat besar. Barangsiapa yang hidup di dunia ini dan ia merasa tenang dalam menggapai tujuan yang paling utama dari perjalanan ini maka itu adalah kenikmatan yang terbesar.

    ReplyDelete
  51. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan hubungan antar sesama manusia. Hal itu digambarkan dengan adanya berbagai syariat tentang hubungan manusia baik yang menyangkut hubungan keluarga maupun masyarakat. Untuk mempererat hubungan antar keluarga, Islam mensyariatkan silaturahmi. Dalam pandangan al-Quran dan hadis, silaturahmi memiliki kedudukan yang sangat penting.

    ReplyDelete
  52. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Silaturakhim adalah adalah bentuk mempertahankan sebuah hubungan persaudaraan. Ikhlas bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan. terkadang seseorang mengatakan tentang keikhlasannya yang disertai dengan sikapnya yang menunjukkan sikap ikhlas, namun belum tentu hatinya ikhlas dengan sepenuhnya. Jadi ikhlas tidak dapat diukur dengan kata-kata dan tindakan saja namun oleh hati kita. Saat ini begitu banyak buku yang bermunculan tentang ilmu menggapai ikhlas, bukannya tidak percaya atau menghakimi mereka, namun menurut saya ikhlas itu tidak dapat dibeli atau dicari dalam sebuah buku baik mahal ataupun murah, namun hanya bisa muncul dari hati kita sendiri saat kita sendiri merasa siap dan yakin dengan keikhlasan kita.

    ReplyDelete
  53. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Sesungguhnya Ali ra. bahwa Kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir dengan baik. Pesan tersebut bisa lebih dalam lagi dimaksudkan untuk tetap menjaga ukhuwah kita, terlebih bagi mereka yang telah berilmu. Karena sesungguhnya orang berilmu jika ia terpecah belah maka ia akan mudah dikalahkan kemungakaran yang terorganisir, meski ia sangalah tinggi ilmunya.

    ReplyDelete
  54. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Keikhalasan merupakan ujian manusia dalam beramal dan merenungi kehidupan. Ikhlas adalah melakukan suatu aktivitas dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ikhlas juga diperlukan manakala menghadapi sebuah kehidupan yang sulit. Namun, hendaknya ikhlas juga dibarengi dengan tawakkal untuk mengubah kehidupan yang lebih baik, baik bagi masyarakat maupun negara dan dunia.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  55. Orang pada tataran keikhlasan yang sudah tinggi, tentu akan selalu merasa kurang dengan apa yang telah ia lakukan. Sebenar-benar manusia ialah selalu mengamalkan ilmunya dan menggapai ikhlas.

    Oh Tuhan tiadalah cukup terimakasihku kepada Mu walau aku terus melantunkannya sepanjang hayatku. Tiadalah cukup permohonan ampunku kepada Mu walaupun aku terus membaca istighfar sepanjang hidupku. Jikalau demikian yang terjadi apapula arti diriku di hadapan Mu ya Allah?

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  56. Tiadalah cukup permohonan ampunku kepada Mu walaupun aku terus membaca istighfar sepanjang hidupku. Jikalau demikian yang terjadi apapula arti diriku di hadapan Mu ya Allah?

    Manusia selalu melakikan kesalahan dan selalu melakukan kesalahan, maka benar adanya bagi manuia untuk selalu beristighfar dan membenahi diri. Manusia yang ikhlas tentu tidak perlu menyampaikan istighfarnya di ruang dan waktu. Manusia baik cukup melakukan dengan cara baik dan selalu bersyukur.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  57. Maaf adalah jembatan yang harus diseberangi untuk meninggalkan kepedihan, sakit hati, amarah, dan derita batin. Perlu keberanian & tekad ke sana, demi kebahagiaan dan damainya hati, salam ukhuwah saudara & saudariku.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  58. Manusia pun perlu menimbang, kadar dominan saat beribadah, dalam niat selain ibadah, maka dia tidak mendapatkan pahala akhirat, yang didapatnya hanyalah pahala apa yang dihasilkannya di dunia itu. Manusia harus khawatir, jika mereka berdosa karena hal itu, sebab dia telah menjadikan ibadah yang semestinya merupakan tujuan yang paling tinggi, sebagai sarana untuk meraih kehidupan duniawi yang hina. Maka tidak ubahnya seperti orang yang dimaksud di dalam firman Alloh.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  59. Niat untuk ikhlas dalam menjalani setiap hal adalah dasar segala perilaku dan perlakuan yang dilakukan oleh manusia, oleh sebab itu dalam melakukan perbuatannya, manusia diterima tidaknya di sisi Alloh pun sebatas niatnya, maka barang siapa melakukan suatu pekerjaan niatnya murni karena Alloh dan tanpa mengharapkan apapun, maka ia berhasil dalam perjalanannya.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  60. kejadian atau fenomena itu adalah tesis. Maka aku juga dapat mengatakan bahwa segala suasana, kejadian atau fenomena itu adalah anti-tesis karena segala tesis itu adalah anti-tesis. Dan segala anti-tesis itu adalah tesis. Itulah hidup itulah pula dunia. Maka segala ciptaan Tuhan itu adalah tesis bagi manusia untuk memikirkannya, sedangkan segala perbuatan manusia itu adalah anti-tesis yang dilakukannya.
    Segala apa yang terjadi disekitar kita adalah tesis, maka suasana keadaannya yang terjadi adalah anti tesisnya.
    Maka apa yang kita perbuat akan suatu ciptaan Tuhan adalah anti tesisnya.

    ReplyDelete
  61. Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial maka kita dianjurkan unuk silaturohim kepada siapa saja semua ciptaanNya. Dengan hati ikhlas maka semua yang ada selalu diselimuti hati ikhlas maka dalam kehidupan ini akan saling bersilaturohim antara yang ikhlas-ikhlas maka kedamaian, ketretaman kebahagiaan dunia akherat akan terwujud.

    ReplyDelete
  62. Tiadalah suatu masyarakat dapat membangun negerinya jika tidak berlandaskan kepada potensi masyarakatnya. Dan kita telah membuktikan dan akan terus membuktikan bahwa silaturakhim para ikhlas itulah satu-satunya solusi untuk membangun dunia yang aman, tata, titi dan tenterem. Amiin yarobil'alamiin.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id