Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 8: Tata Cara atau Adabnya Orang Berdoa




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass Wr Wb...Bapak, Ibu saudara peserta Ritual Ikhlas III pertama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadhirat Allah SWT yang telah mengijinkan dan meridhai kita semua untuk mengikuti Ritual Ikhlas III ini. Salam dan salawat semoga dicurahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW dan keluarganya. Amin. Marilah acara pada sore hari ini kita buka dengan dengan berdoa. Illa hadlratin nabiyyil mushthafaa shallallaahu ‘alaihi wa sallama wa shahbihi ajama’iina syai-un lillaahi lahumul Faatihah. Bismillaahirrahmaanirrahim. Alahamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanirrahim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdluubi ‘alaihim walazhzhaaliin. Amin.

Santri Kepala:
Bapak, Ibu saudara peserta Ritual Ikhlas III yang dimuliakan Allah, mengingat pentingnya doa sebagai salah satu kegiatan ibadah, maka pada kesempatan ini kami menghadirkan Ustad Fuad Abdul Aziz sebagai nara sumber perihal bagaimana adabnya orang berdoa atau etikanya orang berdoa agar doa-doa kita itu sesuai dengan yang diperintahkan Allah SWT yaitu sebagai bentuk ibadah kepada-Nya. Siapa saja boleh mengajukan pertanyaan. Silahkan.

Fuad Abdul Aziz:
Ass. Wr. Wb. maasyiral muslimin rakhimakumullah. ..segala puji bagi Allah yang mengabulkan do’a yang dipanjatkan oleh hamba-hambanya. Shalawat dan salm semoga senantiasa terlimpah atas junjungan kita, Rasulullah, keluarga, sahabat dan pengikut beliau hingga hari Akhir. Alangkah sempitnya hidup jika bukan karena lapangnya harapan. Do’a adalah ungkapan harapan yang paling bisa dilakukan semua orang. Dan berdo’a diperintahkan Allah sebagai bentuk ibadah kepada-Nya. Bahkan Allah menyatakan bahwa hamba-hamba-Nya yang tidak mau berdo’a kepada-Nya sebagai makhluk yang sombong dan layak untuk menghuni Jahanam. Allah berfirman:”Dan Tuhanmu berfirman: Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghaafir/Al-Mukmin:60)

Bagawat Rama:
Ass Wr Wb...Ustad Fuad Abdul Aziz..saya ingin bertanya...seperti katamu tadi bahwa Berdo’a itu adalah Ibadah, bagaimanakah penjelasannya?

Fuad Abdul Aziz:
Dalam sebuah Hadis riwayat Nu’man bin Basyir dikatakan bahwa Nabi bersabda:” Berdo’a adalah ibadah”.Kemudian beliau membaca “Dan Tuhanmu berfirman: “berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (QS Ghaafir/Al-Mukmin: 60) . Dengan demikian jelaslah bahwa orang yang tidak mau berdo’a kepada Allah maka orang tersebut adalah orang sombong yang tidak mau menyembah Allah.

Bagawat Rama:
Terimakasih Ustad penjelasannya. Diantara sesama peserta Ritual Ikhlas yang baru pertama kali ikut, tadi saya diberitahu bahwa do’a itu mempunyai keutamaan-keutamaan. Bersediakah Ustad menjelaskan apa saja kiranya Keutamaan Do’a itu?

Fuad Abdul Aziz:
Berdoa merupakan salah satu faktor tercapainya Tauhid yang hakiki, sebagai alat untuk mendapatkan keselamatan dan keberuntungan. Maka. dengan berdoa hanya kepada Allah, seseorang telah memantapkan salah satu aspek Tauhid. Orang yang berdoa akan merasakan nikmatnya bermunajat kepada Allah dan kelezatan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Doa kepada Allah SWT jiga bisa menolak Qadar dan Qadla, seperti disabdakan oleh Rasulullah:”Tidak bisa menolak Qadla’ kecuali do’a. Dan tidak bisa menambah umur kecuali kebajikan” (HR. At-Tarmidzi). Artinya bahwa doa bisa menjadi penyebab dibatalkannya Qadla (ketentuan Allah). Semuanya berpulang kepada Qadla dan Qadar Allah dari awal hingga akhir.

Bagawat Rama:
Terimakasih atas uraiannya, tetapi maaf saya masih bersemangat untuk bertanya. Apakah saya masih boleh bertanya?

Fuad Abdul Aziz:
Oh silahkanbertanya, insyaallah jika saya mampu maka saya akan selalu memberi jawabannya.

Bagawat Rama:
Begini Ustad, ini menyangkut perihal keadaanku sendiri. Dengan bisa mengikuti Ritual Ikhlas ini saya merasa telah memperoleh karunia dan hidayah yang luar biasa dari Allah. Hal itu diawali ketika anak saya Muhammad Nurikhlas melantunkan doa-doa dihadapanku agar aku segera memperoleh kebaikan. Pada saat itulah aku merasa diingatkan dan dibimbing oleh Allah. Saya bersyukur karena memunyai anak yang mampu mendoakan orang tua, sehingga walaupun terlambat saya masih bisa mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kegiatan ibadah saya. Pertanyaan saya adalah apa keutamaan doa seorang anak bagi ayah dan ibunya? Dan bagaimana penjelasannya?

Fuad Abdul Aziz:
Pertama-tama saya ingin memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT bahwasanya Bapak Bagawat Rama telah merasa memperoleh rakhmat dan hidayah-Nya. Saya berdoa semoga Bapak dan keluarga Bapak diberi kekuatan lahir bathin, tawakal dan ikhlas dalam menjalani setiap kegiatan pada Ritual Ikhlas ini. Semoga Allah SWT mencatat segala amal kebaikan Bapak dan keluarga Bapak serta mengampunisegala dosa-dosanya. Amin. Perihal pertanyaan Bapak tentang keutamaan doa seorang anak kepada orang tuanya saya dapat memberi penjelasan sebagai berikut. Berbakti kepada orang tua bisa menjadi salah satu faktor penting terkabulnya doa. Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu amal shalih yang Agung bagi seorang muslim. Banyak sekali teks-teks Al-Qur’an dan Hadis yang menjelaskan keutamaan dan dampak positif dari doa seorang anak kepada orang tuanya. Oleh karena itu anak yang berbakti kepada orang tuanyasenantiasa mendapat keberuntungan dan disukai semua orang. Karena Allah sengaja membuat hati mereka menyukainya. Anak yang berdoa kepada orang tuanya, sangat dekat untuk dikabulkan doanya oleh Allah. Umar bin Khathab mengatakan: Aku mendengar rasulullah bersabda:”Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir yang merupakan salah satu bala bantuan dari Yaman. Ia dari Murad kemudian Qarn. Semula ia mengidap penyakit belang kemudian sembuh kecuali satu tempat sebesar uang dirham pada tubuhnya. Ia mempunyai seorang Ibu. Ia sangat berbakti kepadanya. Jika ia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah akan memenuhinya. Jika kamubisa memintanya membaca istighfar untukmu maka lakukanlah...” (HR Muslim)

Muhammad Nurikhlas:
Ass Wr Wb ...saya mempunyai pengalaman ada dampak yang berbeda ketika saya berdoa dengan suara yang lirih. Mohon penjelasannya apakah ada tuntunannya bahwa berdoa itu seyogyanya dengan suara yang lirih?

Fuad Abdul Aziz:
Allah menyuruh hamba-Nya bersungguh-sungguh dalam berdoa dan dilakukan dengan suara lirih (tidak keras). Allah berfirman:”Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih” (QS Al-Araf: 55). Berdoa dengan suara lirih itu menunjukkan sopan santun dan keikhlasan, maka akan mendekatkan kepada terkabulnya doa yang dipanjatkan. Berdoa dengan suara lirih juga menunjukkan iman yang tinggi, karena yang bersangkutan mengetahui bahwa Allah mendengar doa yang dipanjatkan dengan suara lirih. Suara lirih terasa lebih tunduk, lebih tulus dan ikhlas dan lebih memungkinkan berkonsentrasi dalam hati, dan lebih menjanjikan doa yang terus menerus karena suara lirih itu dihasilkan oleh suara lidah atau organtubuh lainnya yang tidak bersifat capai. Doa adalah dzikir kepada Tuhan yang berisi permohonan dan pujian kepada-Nya dengan menyebut sifat-sifat dan nama-nama-Nya. Jadi doa adalah dzikir plus. Sesungguhnya nikmat yang paling besar adalah menghadap dan mengabdi kepada Tuhan. Dan setiap nikmat pasti ada yang merasa dengki terhadapnya, baik kecil maupun besar. Rasulullah bersabda:” Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan terkabul. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lena” (HR At-Tirmidzi)

Cantraka Putih:
Ass Wr Wb...saya pernah diberitahu oleh Muhammad Nurikhlas bahwa berdoa itu perlu dilakukan secara terus menerus dan kontinu, bagaimanakah penjelasannya?

Fuad Abdul Aziz:
Mendesak-desak dalam memanjatkan doa adalah inti penghambaan diri kepada Allah. Jika seseorang memanjatkan doa dengan mengulang-ulang doanya dan mendesak-desak dalam memohon, seraya menampakkan kerendahan diri, kemelaratan dan kebutuhan yang sangat kepada Tuhannya maka yang demikian itu lebih dekat untuk dikabulkan oleh Allah. Barang siapa mengetuk pintu lebih banyak maka ia mendekati terbukanya pintu tersebut untuknya. Umar bin Khathhab menuturkan:”Pada waktu hari perang Badar Rasulullah memandang ke arah orang-orang musyrik yang berjumlah seribu orang. Sementara sahabatnya berjumlah 319 orang. Kemudian Nabiyullah menghadap ke arah kiblat, lalu memanjangkan tangannya dan mulai berbisik dengan tuhannya :’Ya Allah penuhilah apa yang engkau janjikan kepadaku. Berikanlah apa yang engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau binasakan kumpulan orang Islam ini maka Engkau tidak akan disembah di bumi.’ Beliau terus menerus berbicara kepada Tuhannya seraya memanjangkan tangannya dan menghadap kiblat sampai selendangnya jatuh dari pundaknya. Kemudian Abu bakar mendatanginya lalu mengambil selendang beliau dan meletakkannya di pundak beliau. Kemudian dia menempel beliau dari belakang seraya berkata: ‘Wahai Nabiyullah, cukuplah permohonanmu kepada Tuhanmu. Karena Dia akan memenuhi apa yang Dia janjikan kepadamu. Lalu Allah menurunkan ayat:’Ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkan untukmu:”Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut”. Akhirnya Allah mengirim bala bantuan dari Malaikat..” (HR Muslim)

Cantraka Ikhlas:
Ass wr wb saya sering mendengar tentang pentingnya shalawat Rasulullah. Apa peranan shalawat Rasulullah begi terkabulnya doa-doa kita itu?

Fuad Abdul Aziz:
Membuka dan menutup rangkaian doa dengan menyanjung, memuji dan mengagungkan Allah, kemudian membaca shalawat kepada Rasulullah merupakan salah satu faktor penting yang menyebabkan terkabulnya doa. Fadlalah bin Ubaid menuturkan “Rasulullah pernah mendengar seorang berdoa di dalam shalatnya tanpa mengagungkan Allah dan tanpa membaca shalawat kepada Nabi, kemudian Rasulullah bersabda:’Hai orang yang shalat, kamu tergesa-gesa’. lalu Rasulullah mengajari mereka. Dan Rasulullah juga pernah mendengar seseorang yang sedang shalat lalu mengagungkan dan memuji Allah serta membaca shalawat kepada Nabi, kemudian beliau bersabda:”Berdoalah maka kamu akan dikabulkan. Dan mintalah maka kamu akan diberi” (HR Nasa’i). Ibnu Mas’ud menuturkan :’Aku pernah mengerjakan shalat sementara Nabi sedang duduk bersama Abu Bakar dan Umar. Lalu ketika aku duduk dan mulai memuji Allah kemudian membaca shalawat kepada Nabi lalu aku berdoa untuk diriku sendiri. Kemudian Nabi bersabda:’Mintalah maka kamu akan diberi. Mintalah maka kamu akan diberi.” (HR At-Tirmidzi)

Muhammad Nurikhlas:
Ass wr wb..mohon maaf perkenankanlah saya masih mengajukan pertanyaan perihal ...maaf tetapi ini agak sedikit berbau filsafat. ...yaitu apakah dibedakan antara doa-doa khusus dan doa universal?

Fuad Abdul Aziz:
Doa yang paling universal adalah doa yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Karena Al-Qur’an adalah kalam Allah yang merupakan ucapan paling mulia dan paling tinggi nilainya. Sedangkan Hadis Nabi adalah wahyu yang diberikan Allah kepada Nabi-Nya. Beliau diberikan kemampuan untuk membuat Jawami’ul Kalim (kata-kata yang simpel namun penuh arti). Tak pelak bahwa orang yang berdoa dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis Nabi akan lebih mudah dikabulkan daripada orang yang berdoa dengan doa-doa lainnya. Contoh doa berikut menghimpun semua kebaikan dan meminta perlindungan dari segala macam keburukan. Firman Allah Ta’ala:”Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di Akhirat dan peliharalah kami dari siksa Neraka (QS Al-Baqarah: 201). Firman Allah Ta’ala: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan:74). Firman Allah Ta’ala:”Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Al-A’raf:23). Sabda Nabi kepada Abu Bakar ketika meminta beliau mengajari doa yang dibaca di dalam shalat. Beliau bersabda:” Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menganiaya diriku dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa melainkan Engkau. Maka ampunilah aku denganampunan dari sisi-Mu dan sayangilah aku, karena Engkau-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR Al-Bukhari).

Cantraka Sakti:
Ass wr wb..wahai Ustad...suatu ketika saya sangat ingin bahwa doa saya itu dikabulkan, maka saya berusaha lebih-lebihkan doa saya. Suatu ketika saya mencoba memohon sedikit saja dari apa yang dilarang oleh Allah. Saya juga pernah berdoa dengan suara keras dengan harapan doa saya itu didengar oleh Allah. Disamping itu agar doa saya terasa lebih baik maka saya pernah mencoba membuat sajak-sajak doa, misalnya degan selalu membuat doa itu agar selalu berakhiran dengan huruf hidup yang sama. Bagaimana menurut pendapatmu?

Fuad Abdul Aziz:
Allah berfirman:”Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-A’raf:55). Abdullah bin Mughaffal pernah mendengar putrinya berdoa:”Ya Allah, aku minta istana putih di sebelah kanan Surga jika aku masuk ke sana”. Ia lantas berkata:”Anakku, mintalah Surga kepada Allah dan berlindunglah kepada-Nya dari api neraka. Karena aku pernah mendengar Rasulullah bersabda:’Sesungguhnya di dalam umat ini akan ada kaum yang melampaui batas di dalam bersuci dan berdoa.” (HR Abu Daud). Jadi melampaui batas dalam berdoa akan menghalangi terkabulnya doa yang dipanjatkan. Karena yang bersangkutan meminta yang tidak diperbolehkan maka ia disebut melampaui batas. Orang yang melampaui batas tidak disukai Allah dan jauh dari terkabulnya doa. Contoh dari doa-doa yang melampaui batas adalah meminta dikekalkan sampai hari Kiamat, meminta dibebaskan dari keniscayaan sebagai manusia misalnya tidak makan, tidak minum, meminta bisa melihat perkara ghaib-Nya, meminta sebagai orang yang ma’shum (terpelihara dari perbuatan dosa), minta diberi anak tanpa isteri, dsb. Melampaui batas dalam doa juga termasuk doa dengan suara keras. Tentang pertanyaan kedua dapat dijelaskan sebagai berikut. Tidak seharusnya seseorang berdoa dengan bahasa yang dibuat-buat atau dengan ucapan yang mengandung sajak. Dan kalaupun ada sajak di dalam doa Nabi maka itu adalah sajak yang tidak dibuat-buat atau dipaksakan. Ibnu Hajar mengatakan:’Sajak-sajak yang ada di dalam Hadis-Hadis shahih tidak boleh ditolak, karena hal ini keluar tanpa disengaja. Dan karena itulah tampak sangat harmonis.'

Muhammad Nurikhlas:
Ass wr wb..maaf pertanyaan saya sekali lagi berbau filsafat..maksudnya kaitan antara doa dengan ruang dan waktu. Apakah memang ada kaitannya antara terkabulnya doa dengan waktu pada saat diucapkannya doa tersebut? Kemudian doa yang diucapkan di mana atau ketika kita sedang melakukan kegiatan apa, yang dikabulkan? Mohon penjelasannya?

Fuad Abdul Aziz:
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:”Setiap malam Tuhan kita –Tabaaraka wa Ta’ala- turun ke langit dunia (terdekat) ketika tinggal sepertiga malam yang terakhir seraya berfirman:’ Siapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang minta kepada-Ku maka Aku akan memberinya. Siapa yang ber-istighfar (memohon ampun) kepada-Ku maka Aku akan mengampuninya .” (HR Al-AlBukhari). Abu Hurrairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:”Seorang hamba paling dekat kepada Tuhannya ketika ia sedang sujud. Maka perbanyaklah berdoa.’ (HR Muslim). Orang yang sedang sujud kepada Tuhannya akan menampakkan sikap penghambaan, kerendahan, kehinaan dan kemelaratan yang tidak ditemukan pada sikap atau kondisi yang lainnya. Orang yang bersujud meletakkan keningnya di atas tanah yang umumnya tempat berpijaknya kaki tanpa peduli, seraya berucap:”Subhana Rabbiya Al-A’la (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi)”. Kondisi yang demikian sama dengan kehinaan. Kehinaan dan penghambaan menjadikan orang yang bersujud seraya berdoa sangat dekat dengan Tuhannya dan dikabulkan doanya. Wallahu A’lam. Anas bin Malik menyatakan bahwa Rasulullah bersabda:”Tidak ditolak doa di antara adzan dan iqamat.” (HR Abu Daud). Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:”Ada tiga orang yang tidak akan ditolak doanya, yaitu orang yang berpuasa sampai berbuka..”(HR At-Tirmidzi). Ibnu Abbas mengatakan bahwa Rasulullah bersabda kepada Mu’adz bin Jabal sewaktu beliau mengutusnya pergi ke Yaman, yang isinya antara lain:”Dan takutlah pada doa orang yang teraniaya, karena antara dia dengan Allah tidak ada hijab (penghalang).” (HR Al-Bukhari). Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah bersabda:” Ada tiga macam doa yang pasti dikabulkan tanpa keraguan terhadapnya yaitu: doa orang tua, doa musafir, dan doa orang teraniaya” (HR. Abu Daud)

Santri Kepala:
Alhamdulillah bahwasanya dialog yang telah kita selenggarakan dan dipimpinlangsung oleh Ustad Fuad Abdul Aziz ini berlangsung dengan lancar, tertib dan insyaallah produktif. Peserta Ritual Ikhlas yang dimuliakan Allah, sampailah saatnya kita beristirahat sambil menunggu kumandang Adzan Maghrib. Setelah itu marilah kita mempersiapkan diri untuk melaksanakan Shalat Maghrib secara berjamaah. Amin

Referensi: Etika Berdoa oleh Fuad Abdul Aziz Asy-Syalhub, Pustaka elBA.

93 comments:

  1. Assalamualaikum wr. wb.

    Allah SWT juga berjanji untuk mengabulkan doa para hamba- Nya. Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu." (QS. 40/Al- Mukmin: 60) "Dan Dia mem­perkenankan (doa) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. (QS. 42/Asy- Syuro: 26) Dalam hadits juga diungkapkan bahwa Allah SWT tidak akan menolak doa hamba-Nya. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah, Tuhan Yang Maha Hidup lagi Maha Mulia, merasa malu jika seseorang mengangkat kedua tangannya untuk berdoa, lalu or­ang itu ditolak dengan kosong dan kecewa". (HR. Empat Ahli Hadits, kecuali Nasai dari Salman ra.)
    Semoga saya dan kita semua diberi kekuatan dan selalu istiqomah untuk bermunajat kepada Allah SWT.

    Dwi Margo Yuwono
    S3 PEP kelas A
    16700126028

    ReplyDelete
  2. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPS Pendidikan Matematika B 2016

    Berdoa adalah cara untuk kita berkomunikasi dengean sang pencipta, Doa yang paling universal adalah doa yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Karena Al-Qur’an adalah kalam Allah yang merupakan ucapan paling mulia dan paling tinggi nilainya. Sedangkan Hadis Nabi adalah wahyu yang diberikan Allah kepada Nabi-Nya. doa adalah sumber kekuatan ketika kita merasa dibawah, doa dengan suara lirih berarti kita menundukkan serendah-rendahnya kita kepada sang pencipta, semua doa kan terkabul namun tergantung tingkat keimanannya. oleh karena itu semoga saya dapat terus istiqomah dengan doa doa yang dipanjatkan. amin

    ReplyDelete
  3. Berdoa adalah salah satu obat dari kegelisahan dan keraguan kita dalam melakukan sesuatu dengan doa hati, pikiran dan perasaan akan menjadi tenang damai dengan menyerahkan semua urusan kepada Yang Kuasa. Doa harus kita panjatkan dengan sikap yang baik serta harus kita barengi dengan usaha-usaha untuk menggapai apa yang telah kita minta dari Yang Kuasa untuk meraihnya dan tentunya pula dengan syarat keikhlasan.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  4. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Doa menjadi sesuatu yang meresap dalam setiap Muslim, karena doa adalah komunikasi langsung dari hamba kepada Sang Pencipta. Doa adalah jembatan di mana orang dapat berbicara, bertanya, memohon dan harapan. Dalam kita berdoa tentunya perlu dilakukan secara terus menerus dan kontinue, dalam islam sangat dianjurkan sekali sifat yang disebut dengan istiqomah. Berdoa secara kontinue (berlanjut/ terus menerus) akan menandakan kerendahan diri di hadapan Allah. Itu menandakan bahwa kita benar-benar membutuhkan Allah. Namun, tidak akan berhasil jika dengan hanya berdoa saja, begitupula sebaliknya. Segala sesuatu akan berhasil jika kita berusaha dan berdoa. sehingga keduanya harus berjalan sinergis dan seimbang. Dan doa dengan ruang dan waktu, bahwa ada waktu-waktu tertentu yang menjadi keutamaan dalam waktu untuk berdoa. Misalnya berdoa saat sepertiga malam terakhir (setelah sholat tahajud), berdoa disaat hujan karena hujan merupakan berkah dari-Nya, berdoa pada hari jum’at, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  5. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Orang yang tidak mau berdoa adalah orang yang sombong. Doa sesungguhnya merupakan ibadah, kerendahan hati, dan penghambaan. Dengan perantara doa, kita berkomunikasi kepada Allah SWT. Doa sejalan dengan ridha diri kita untuk mengakui keterbatasan, mensyukuri nikmat serta pasrah kepada kehendak Allah SWT.
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  6. anisa safitri
    13301241014
    pendidikan matematika a 2013


    Menurut ritual ikhlas 8, doa merupakan ungkapan harapan yang dilakukan oleh semua manusia. Doa juga merupakan ibadah yang sangat dianjurkan kepada manusia untuk senantiasa berdoa kepada Allah, doa hany ditujukan kepada Allah, barang siapa yang tidak pernah berdoa kepada Allah, dikatakan bahwa orang orang seperti itu adalah orang-orang yang sombong kepada Allah SWT dan orang-orang tersebut akan berhak mendapatkan tempat di jahanam. Maka darii pernyataan tersebut manusia senantiasanya berdoa kepada Allah baik lapang maupun sempit, baik sakit maupun sehat, baik kaya maupun miskin dan baik sedih atau gembira.

    ReplyDelete
  7. anisa safitri
    13301241014
    pendidikan matematika a 2013

    Dan berdoa merupakan pencapaian tauhid yang hakiki atau tauhid yang sudah menjadi kebiasaan atau hubungan yang baik antara Allah dan Hambanya. Dan doa merupakan tempat manusia mencari keselamatan dan keberkahan hidup didunia, itu juga disebabkan setiap manusia yang selalu bermunajat kepada Allah , menjadikan Allah adalah tumpuan apapun dalam kehidupannya, maka menjadi umat yang sholeh dan sholehan menjadi hal yang diinginkan Allah, karena Allah bersama orang orang yang berdoa. Maka berdoa adalah momen dimana kita bisa bercerita kepada Allah apapun yang kita lewati setiap harinya.

    ReplyDelete
  8. anisa safitri
    13301241014
    pendidikan matematika a 2013

    Keutamaan doa seorang anak kepada Allah juga merupakan hal yang sangat penting, karena mempunyai anak dan dapat mendidik anak menjadi anak yang sholeh dan sholehah adalah hal yang baik, karena doa seorang anak sholeh kepada Allah maka akan senantiasa dikabulkan oleh Allah. Dan mempunyai anak yang sholeh danselalu mendoakan kedua orang tua nya merupaka suatu amal jariah, karena anak yang shoah dapat mendoakan orang tua secara terus menerus , dan tidak putus merupakan perbuatan yang baik. Maka untukmembentuk anak yang sholeh dan sholihah itu dimulai dari dirikita yang akan menjadi calon orang tua untuk memperbaiki sifat dan tindakan untuk menjadi lebih baik lagi dan orangtua yang sholeh dan sholehah juga akan senantiasa mendoakan orang tua nya. Maka selagi masih bisa memperbaiki diri adalah hal yang penting.

    ReplyDelete
  9. anisa safitri
    13301241014
    pendidikan matematika a 2013


    berdoa bukan merupakan keras-kerasnya suara, bukan pula melebih-lebihkan doa,namun doa itu berasal dari hati-hati yang senantiasa memuji Allah dan juga bersholawat nabi yang senantiasa secara terus menerus, dan memuji dan bersholawat kepada nabi bisa dilakukan dalam keadaan appaun, bisa dengan tidur, duduk bahkan dalam keadaan apapu bisa dilakukan, sehingga bukanm menjdi alsanketika kita sakit dan tidak mau memuji dan bershilawat kepada Allah, tetapi doa yang dilakukan terus menurus dan ikhlas dan bersabar sampai Allah mengabulkan. berdoa merupakan momen yang sangat dinantikan Allah ketika manusia bermubnajat kepada Allah maka Allah lebih dekat dengan urat nadi manusia.

    ReplyDelete
  10. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Tuhanmu berfirman: “berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (QS Ghaafir/Al-Mukmin: 60) . Maka, berdoalah, memohonlah hanya pada Allah SWT karena tempat kita meminta hanyalah Dia. jangan pernah meminta pada hal lain selain Allah, karena itu membawa kita kepada kesyirikan.Kita sebagai manusia jangan pernah merasa kuat dan bisa melakukan segala hal di dunia ini sendiri tanpa kuasa dan bantuan dari Allah. Jika apa yang kita harapkan belum menjadi nyata, maka bersabarlah karena Allah tahu, tapi menunggu. Dia tahu waktu yang tepat dan terbaik untuk kita. Jadi, jangan pernah lelah untuk selalu berdoa dan memohon padaNya. semoga kita bukan termasuk makhluk yang sombong dan mengingkari kekuasaan Allah. Aamiin

    ReplyDelete
  11. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Berdoa merupakan salah satu sarana kita dalam usaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada doa itu kita bisa memohon keinginan kita. Dalam berdoa intinya adalah sebuah permintaan, sehingga ketika melakukan hal tersebut tentunya harus dengan ikhlas hati, niat yang tyulus, dan sura juga harus diperlirih. Yang tak kalah penting adalah doa tersebut senantiasa kita panjatkan secara terus menerus. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki waktu yang berbeda agar doanya bisa dikabulkan. Waktu berdoa bisa setiap saat, akan tetapi ada beberapa waktu khusus agar doa lebih mudah dikabulkan. Maka daripada itu kita harus berdoa setiap saat. Agar doa kita bisa terkabul.

    ReplyDelete
  12. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dari elegi ritual ikhlas 8 ini berisi mengenai tata cara dalam melakukan berdoa agar doa yang kita panjatkan diridhai dan diijabah oleh Allah. Doa sebagai salah satu kegiatan ibadah, karena dengan berdoa kita akan mengingat Allah serta bermunajah kepada Allah dan hanya meminta kepada Allah. Allah pun berfirman:”Dan Tuhanmu berfirman: Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (Q.S. Ghaafir/Al-Mukmin:60). Sehingga berdoa sangat dianjurkan untu dilakukan oleh orang-orang beriman kepada Allah.

    ReplyDelete
  13. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Selain sebagai ibadah, doa merupakan cara ungkapan harapan yang paling bisa dilakukan semua orang untuk dirinya sendiri maupun orang lain yang meskipun berbeda dimensi ruang dan waktu. Bahkan Allah juga menyatakan bahwa hamba-hamba-Nya yang tidak mau berdoa kepada-Nya sebagai makhluk yang sombong dan layak untuk menghuni neraka. Elegi ini juga menjelaskan tata cara berdoa agar lebih cepat diijabah seperti berdoa jangan melampaui batas; berdoa harus dengan suara lirih dan terus-menerus; doa bersumber dari Al-Quran dan hadis; berdoa disertai pujian kepada Allah dan shalawat kepada rasul; berdoa sambil bersujud dalam sholat lail di 1/3malam akhir; berdoa yang juga mendoakan keselamatan kaum muslimin dan muslimat serta kedua orangtua.

    ReplyDelete
  14. Nurul Imtikhanah
    133001244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dari elegi di atas dapat menambah pengetahuan saya tentang adab berdoa. Selama kita melakukan doa kita harus memnita dengan rendah hati, berdoa dengan setulus-tulusnya berharap agar doa kita dikabulkan namun jangan bertindak sombong dan terlalu yakin doa kita akan dikabulkan. Semua usaha yang kita lakukan di dunia tidak akan bermakna apabila tidak disertai dengan doa.

    ReplyDelete
  15. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Berdo’a itu ibadah, dan berdoalah hanya kepada Allah.
    Dianjurkan berdoa dengan suara lirih dan tidak keras. Suara lirih terasa lebih tunduk, lebih tulus dan ikhlas dan lebih memungkinkan berkonsentrasi dalam hati, dan lebih menjanjikan doa yang terus menerus karena suara lirih itu dihasilkan oleh suara lidah atau organtubuh lainnya yang tidak bersifat capai. Selain itu, apabila seseorang memanjatkan doa dengan mengulang-ulang doanya dan mendesak-desak dalam memohon, seraya menampakkan kerendahan diri, kemelaratan dan kebutuhan yang sangat kepada Tuhannya maka yang demikian itu lebih dekat untuk dikabulkan oleh Allah. Dan tak lupa, membuka dan menutup rangkaian doa dengan menyanjung, memuji dan mengagungkan Allah, kemudian membaca shalawat kepada Rasulullah merupakan salah satu faktor penting yang menyebabkan terkabulnya doa.
    Abu Hurrairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:”Seorang hamba paling dekat kepada Tuhannya ketika ia sedang sujud. Maka perbanyaklah berdoa.’ (HR Muslim).Perbanyaklah berdoa.

    ReplyDelete
  16. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs PMat A 2016

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    "Semua yang ada di langit dan bumi selalu memohon kepada-Nya." (QS Ar-Rahman:29)
    "Ya Allah sungguh aku memohon pada-Mu yang paling dicintai-Nya dari permohonan-permohonan pada-Mu, dan setiap permohonan pada-Mu adalah dicintai. Ya Allah, sungguh aku memohon pada-Mu seluruh permohonan pada-Mu." (Doa Sahr).
    Permohonan adalah sebuah fenomena yang mencakup hakikat seluruh makhluk. Permohonan dan harapan memiliki dua bentuk: yang dimohonkan dengan bahas lisan; dan yang dimohonkan dengan bahasa potensi dan kelayakan. Permohonan dari seorang pemohon membutuhkan dasar keberadaan dan kesempurnaannya, yang berfungsi sebagai alat dan objek permohonan. Oleh karena itu, dalam permohonan terdapat sejenis perhatian dan kecenderungan kepada sumber eksistensi dan pemberi emanasi.
    Permohonan dan tuntutan pertama, yang muncul dalam ruang eksistensi adalah tuntutan asma dan sifat ilahi, di mana dengan bahasa yang sesuai dengan maqam masing-masing menuntut manifestasi pada maqam kehadiran dari kehadiran gaib mutlak, dan Tuhan pun menjawab tuntutan mereka dengan pemberian limpahan kepada emanasi yang paling suci. Asma dan sifat pun terjelma. Di antara asma yang muncul pertama, adalah nama universal yang merupakan pemilik insan universal yang mencakup asma dan sifat Ilahi. Setelah permohonan ini, kemudian ada tahapan entitas-entitas yang tetap dan bentuk-bentuk asma Ilahi di mana di antara semua ini, yang pertama adalah bentuk universal dan entitas tetap insani, seluruh entitas yang lain melalui entitas tetap manusia. Maka, dari entitas-entitas tetap mumkin yaitu Asma Ilahi dalam kehadiran 'ilmiyyh ada yang menuntut penjelmaan dalam bentuk entitas dan syahadah. Tuhan pun mengabulkannya dalam bentuk emanasi suci dan bayangan yang meluas. Semua tuntutan dan permohonan ini dikabulkan dan tidak ada yang ditolak, karena doa dan permohonan itu disampaikan dalam bahasa esensial dan potensial yang bisa diterima.
    Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  17. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs PMat A 2016

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    "Semua yang ada di langit dan bumi selalu memohon kepada-Nya." (QS Ar-Rahman:29)
    "Ya Allah sungguh aku memohon pada-Mu yang paling dicintai-Nya dari permohonan-permohonan pada-Mu, dan setiap permohonan pada-Mu adalah dicintai. Ya Allah, sungguh aku memohon pada-Mu seluruh permohonan pada-Mu." (Doa Sahr).
    Permohonan adalah sebuah fenomena yang mencakup hakikat seluruh makhluk. Permohonan dan harapan memiliki dua bentuk: yang dimohonkan dengan bahas lisan; dan yang dimohonkan dengan bahasa potensi dan kelayakan. Permohonan dari seorang pemohon membutuhkan dasar keberadaan dan kesempurnaannya, yang berfungsi sebagai alat dan objek permohonan. Oleh karena itu, dalam permohonan terdapat sejenis perhatian dan kecenderungan kepada sumber eksistensi dan pemberi emanasi.
    Permohonan dan tuntutan pertama, yang muncul dalam ruang eksistensi adalah tuntutan asma dan sifat ilahi, di mana dengan bahasa yang sesuai dengan maqam masing-masing menuntut manifestasi pada maqam kehadiran dari kehadiran gaib mutlak, dan Tuhan pun menjawab tuntutan mereka dengan pemberian limpahan kepada emanasi yang paling suci. Asma dan sifat pun terjelma. Di antara asma yang muncul pertama, adalah nama universal yang merupakan pemilik insan universal yang mencakup asma dan sifat Ilahi. Setelah permohonan ini, kemudian ada tahapan entitas-entitas yang tetap dan bentuk-bentuk asma Ilahi di mana di antara semua ini, yang pertama adalah bentuk universal dan entitas tetap insani, seluruh entitas yang lain melalui entitas tetap manusia. Maka, dari entitas-entitas tetap mumkin yaitu Asma Ilahi dalam kehadiran 'ilmiyyh ada yang menuntut penjelmaan dalam bentuk entitas dan syahadah. Tuhan pun mengabulkannya dalam bentuk emanasi suci dan bayangan yang meluas. Semua tuntutan dan permohonan ini dikabulkan dan tidak ada yang ditolak, karena doa dan permohonan itu disampaikan dalam bahasa esensial dan potensial yang bisa diterima.
    Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  18. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    berdoa merupakan hal yang harus kita lakukan dalam beribadah, dan itu merupakan kewajiban yang kita lakukan jika kita ingin mendapatkan keikhlasan baik dalam hati dan nurani kita. Dalam memanjatkan doa pula diwajibkan bagi kita untuk bersuara lirih (tidak keras) untuk dapat menunjukkan sopan santun dan keikhlasan yang dapat diraih dari dalam doa tersebut. dan dalam doa yang kita panjatkan merupakan suatu kebaikan dimana kita memanjatkan sanjungan, pujian, dan pengagungan kepada ALLAH SWT dan juga bershalawat kepada Rasulullah SAW demi tercapainya doa yang kita panjatkan.

    ReplyDelete
  19. Doa adalah sebuah kerendahan hati kita dihadapan Yang Maha Suci Allah SWT. Terkadang kita merasa sepele karena merasa semua sudah menjadi takdir. Tanpa doa toh akan terjadi juga yang menjadi takdir Nya. Namun ternyata, adalah sebuah keangkuhan bila kita merasa sudah cukup, tanpa berdoa.
    Doa adalah harapan, dan ternyata doa bisa merubah sesuatu. Anak yang setiap langkahnya diiringi doa orang tuanya akan berbeda dengan yang dilepas tanpa doa orang tuanya.
    Artikel Bapak Prof. Marsigit mengingatkan kita bahwa dengan berdoa menghindarkan kita dari keangkuhan kita sebagai manusia di hadapan Sang Khalik.

    Nur Tjahjono Suharto
    S3 PEP (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  20. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dalam bagian cerita ini juga sangat banyak iformasi yang kita dapatkan, bermula dengan dimulainnya acara ritual ikhlas III kemudain dilanjutkan dnegan perbuncangan yang berisi pertanyaan-pertanyaan seputar doa, dan kemudiandijawa dengan hadits-hadits yang merupakan jawaban yang tidak sembarangan dan bukan mitos.

    ReplyDelete
  21. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Doa sesungguhnya merupakan ibadah, kerendahan hati, dan penghambaan. Dengan perantara doa, kita berkomunikasi kepada Allah SWT. Doa sejalan dengan ridha diri kita untuk mengakui keterbatasan, mensyukuri nikmat serta pasrah kepada kehendak Allah SWT.Selama kita melakukan doa kita harus memnita dengan rendah hati, berdoa dengan setulus-tulusnya berharap agar doa kita dikabulkan namun jangan bertindak sombong dan terlalu yakin doa kita akan dikabulkan.

    ReplyDelete
  22. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Yang tak kalah penting adalah doa tersebut senantiasa kita panjatkan secara terus menerus. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki waktu yang berbeda agar doanya bisa dikabulkan. Waktu berdoa bisa setiap saat, akan tetapi ada beberapa waktu khusus agar doa lebih mudah dikabulkan. Elegi ini juga menjelaskan tata cara berdoa agar lebih cepat diijabah seperti berdoa jangan melampaui batas; berdoa harus dengan suara lirih dan terus-menerus; doa bersumber dari Al-Quran dan hadis; berdoa disertai pujian kepada Allah dan shalawat kepada rasul; berdoa sambil bersujud dalam sholat lail di 1/3malam akhir; berdoa yang juga mendoakan keselamatan kaum muslimin dan muslimat serta kedua orangtua.

    ReplyDelete
  23. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Berdoa sesungguhnya, kita sedang mendapatkan kekuatan tiada tanding berupa keyakinan total antara keyakinan diri dengan keyakinan akan datangnya pertolongan dari Allah SWT. Berdoa artinya kita melakukan aktivitas yaitu berkomunikasi kepada Sang Pencipta. Setiap berdoa selalu membawa pikiran kekondisi rileks dimana kondisi pikiran yang sedang mengendurkan diri dari berbagai ketegangan guna mencapai sebuah puncak rileks. Berdoa juga ibadah yang harus kontinu. Allah akan menilai kita seberapa kita memiliki ketetapan hati dari berdoa yang terus menerus.

    ReplyDelete
  24. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    dari postingan diatas saya jadi mengetahi bahwa doa itu adalah alat kita untuk beribadah, barang sipay ayng tidak mau berdoa kepada tuhanya maka itu adalah bentuk kesombongan, bentuk ketidak imanan.
    dari potingan diatas juga saya djadi lebih tahu tentang waktu-waktu yang mujarab untuk berdoa yaitu:antar azan dan iqomat, doa oran teraniaya, doa orang musafir, doa orang yang berpuasa, doa ketia sujud.

    ReplyDelete
  25. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Ritual Ikhlas III adalah mengingat pentingnya doa sebagai salah satu kegiatan ibadah. “Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepadaku, niscaya akan kuperkenankan bagimu (QS.Al Mukmin:60). Doa merupakan salah satu hal yang paling penting karena doa itu merupakan wujud permohonan kita agar kegiatan kita diridhoi oleh Alah SWT, bukankan sebenarnya apapun yang akan kita lakukan tujuannya adalah mendapatkan ridho Allah SWT. Oleh karena itu kekuatan dari doa sangatlah penting baik untuk kesehatan mental kita maupun menjadi penyemangat kita dalam melakukan suatu usaha karena kita selalu merasakan kehadiran Allah SWT dalam setiap usaha kita.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  26. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Berdoa dapat menambah spirit seseorang dalam meraih sesuatu, suatu usaha yang sebelumnya dilandasi dengan doa akan membuat kita lebih ikhlas akan hasil dari usaha tersebut. Karena kita yakin jika sebelum berusaha kita berdoa terlebih dahulu, maka selama proses tersebut akan ada campur tangan Allah SWT, sehingga baik ataupun buruknya hasil dari usaha kita, maka kita dapat menerimanya dengan ikhlas, kita bisa mengatakan bahwa itu adalah kehendak Allah, yang jelas kita sudah berdoa dan berusaha.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  27. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Salah satu adab dalam berdoa adalah yakin bahwa doa kita akan dikabulkan Allah SWT. “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan , dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai. (HR.Tirmidzi, hasan)

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah wabarokatuh.

    ReplyDelete
  28. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Setiap orang tentu memiliki harapannya masing-masing, harapan ini dapat disampaikan dalam doa-doa kita kepada Allah. Kita berdoa kepada Allah sebagai bentuk ibadah kita kepada-Nya, bahkan apabila kita tidak mau berdoa kepada Allah maka kita digolongkan sebagai orang-orang yang sombong yang tidak mau menyembah kepada Allah.
    Seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya maka doa-doa yang dipanjatkannya akan dapat dikabulkan oleh Allah, selain itu seseorang yang berbakti tersebut juga akan mendapatkan keberuntungan dan disukai oleh banyak orang karena Allah memang membuat hati mereka menyukainya.

    ReplyDelete
  29. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Beberapa cara agar doa kita dapat dikabulkan antara lain: dalam berdoa gunakanlah suara yang lirih dengan penuh pengharapan, permohonan, dengan bahasa yang spontan saja, tidak perlu dibuat-buat.janganlah berlebihan dalam meminta. Kemudian saat berdoa sertailah dengan menyanjung, memuji dan mengagungkan Allah, kemudian membaca shalawat kepada Rasulullah. janganlah lelah untuk selalu berdoa memohon hal yang sama kepada-Nya. Waktu-waktu terbaik untuk berdoa ialah pada waktu sepertiga malam terakhir, ketika sedang bersujud, berdoa saat diantara adzan dan iqamat, dan saat berpuasa hingga berbuka.

    ReplyDelete
  30. berdoa merupakan ungkapan hati untuk bersyukur dan berserah diri pd sang khalik, sebab tanpa kekuasaan Allah swt maka manusia ini tak ada daya upaya. berdasarkan manusia makhluk yang paling sempurna dimuka bumi ini hendaklah manusia selalu beribadan dan memohon kepda sang pencipta. manusia yang diciptakan Allah saja mempunyai adab dalam berbicara maupun bergaul, maka jika ingin berserah diri maupun berdoa kepada Allah tentu mempunyai adab juga. Allah berfirman dalam surah al mu'minun ayat ke 60 bahwa berdoalah dengan Allah maka Allah akan mengabulkan doa-doa kita. tentu dengan melakukan aturan dan adab, yang pertama ikhlas yang ke dua tawakkal yang ketiga berserah diri bahwa hanya Allah lah yang mampu mengabulkan doa kita. akan tetpai jika doa kita tdk dikabulkna maka jangalah kesal akan tetapi introspeksilah diri kita mungkin saja diri kita ada mempunyai dosa yang belum meminta maaf ataupun taubatan nashuha.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  31. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Ada beberapa adab berdoa, yaitu:
    1. Mencari waktu yang mustajab.
    2. Memanfaatkan keadaan yang mustajab untuk berdoa.
    3. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan.
    4. Dengan suara lirih dan tidak dikeraskan.
    5. Tidak dibuat bersajak
    6. Khusyu’, merendahkan hati, dan penuh harap
    7. Memantapkan hati dalam berdoa dan berkeyakinan untuk dikabulkan.
    8. Mengulang-ulang doa dan merengek-rengek dalam berdoa.
    9. Tidak tergesa-gesa agar segera dikabulkan
    10. Memulai doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
    11. Memperbanyak taubat dan memohon ampun kepada Allah.
    12. Hindari mendoakan keburukan, baik untuk diri sendiri, anak, maupun keluarga.
    13. Menghindari makanan dan harta haram.

    ReplyDelete
  32. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Doa adalah cara berkomunikasi kita kepada Allah.Berdoalah dengan kesungguhan dan kerendahan hati agar dapat membuat hati kita tenang.Berdoa merupakan salah satu faktor dalam memperoleh tauhid yang hakiki. Berdoa dilakukan dengan sopan santun, merendahkan diri dan dengan suara yang lirih.

    ReplyDelete
  33. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Elegi Ritual Ikhlas 8. Pernah mendengar dari seorang teman, bahwa jika seorang hamba tidak pernah berdoa kepada Tuhan-Nya padahal apa yang kita miliki baik secara jasmani dan rohani adalah titipan Tuhan YME, maka dia adalah termasuk orang yang sombong. Kita tahu bahwa sombong adalah tindakan yang menghambat seorang hamba untuk menjadi ikhlas.
    Jadi, perbanyaklah berdoa. Berdoa dengan cara yang baik, berdoa memohon yang baik, dan berdoa secara kontinue itu adalah usaha seorang hamba untuk menggapai ikhlas.

    ReplyDelete
  34. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Dalam berdoa juga, kadang-kadang kita sering tidak sabar ingin segera dikabulkan doa kita. Hal itu juga akan menghambat keikhlasan dalam berdoa dan berserah diri. Padahal di dalam diri manusia, kita hanya harus tawwakal. Allah tahu waktu-waktu terbaik untuk mengabulkan doa seorang yang berdoa kepada-Nya. Dan Allah sudah berjanji bahwa siapa yang berdoa kepada-Nya akan dikabulkan. Allah juga Maha Adil dalam membagi rezeki.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  35. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Doa merupakan kegiatan ibadah. Melalui doa, kita dapat memuji, mengadu, berkeluh kesah, memohon pertolongan kepada Allah. Karena doa merupakan suatu ibadah, maka dalam berdoa juga ada adab-adabnya, diantaranya: dilakukan dalam waktu mustajab, dalam keadaan suci, dilakukan dengan khusu', diawali dengan pujian kepada Allah, dalam keadaan suci, dilakukan dengan suara lirih, dan hati yang pasrah.

    ReplyDelete
  36. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Doa merupakan senjata pamungkas. Senjata paling ampuh bagi manusia. Karena doa memiliki kekuatan tersendiri bagi yang melakukannya. Doa merupakan salah satu cara manusia berkomunikasi dengan Allah. Dengan berdoa, kita dapat berkeluh kesah, memohon ampun, bersyukur kepada Allah. Karena Allah Maha Segalanya. Allah mampu untuk mengabukan permintaan-permintaan hambanya.

    ReplyDelete
  37. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Dalam berdoa, kita juga perlu untuk menjaga adab karena doa merupakan salah satu ibadah. Diantaranya: dalam keadaan suci, menutup aurat, hati yang khusyu’, dan percaya kepada Allah. Oleh karena itu, hendaknya kita menjaga adab berdoa karena kita akan berhadapan dan bekomunikasi dengan Allah SWT.

    ReplyDelete
  38. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Berdoa merupakan bentuk harapan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan-Nya. Dalam berdoa, seorang hamba harus memperhatikan adab dan cara agar doanya terkabul. Misalnya, dalam keadaan sujud dan suara yang lirih,sujud menunjukkan bahwa kita tunduk dan pasrah, sedangkan lirih menunjukkan bahwa kita butuh kepada pertolongan Allah dan hanya Allah lah satu-satu yang dapat menolong atas kesusahan yang dialami.
    Untuk orang-orang yang beriman dan hatinya ikhlas dalam berdoa, ia akan berdoa dengan menitikan air mata karena ingat dengan dosa-dosa yang diperbuat, ingat bahwa ia hina dan Allah Maha Pengampun

    ReplyDelete
  39. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Salah satu penyebab dari tidak terkabulkannya doa adalah melakukan maksiat kepada Allah. Sebagaimana yang diriwayatkan Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan, ”Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa: Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana doanya bisa terkabulkan?” [Shahih Muslim, kitab Zakat bab Qabulus Sadaqah 3/85-86].

    ReplyDelete
  40. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamulaikum Wr. Wb.
    In my opinion, pray to God continuely is really important thing. Well, Allah will gives the best for us. If Allah doesn't give what we want, then Allah know that we don't need yet. Allah always give what we need, bot what we want. If we pray to allah continuely, InsyaALLAH Allah will give the best present for us. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  41. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Berbakti kepada orang tua bisa menjadi salah satu faktor penting terkabulnya doa. Sebagai anak, memiliki kewajiban untuk berbakti pada orangtua dan memperlakukan mereka dengan sebaik mungkin. Menjaga orangtua baik perasaan maupun hatinya adalah menjadi sesuatu yang harus dilakukan seorang anak kepada orang tua karena beigitu besar perjuangan orang tua.

    ReplyDelete
  42. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Saya teringat hadits tentang tiga perkara yang ditinggal ketika manusia mati. "Apabila manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih yang mendoakan orang tuanya” (HR. Muslim).

    ReplyDelete
  43. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005
    Berdoa bagaimanapun caranya, bagaimanapun bahasanya, kapanpun, dan dimanapun, Allah mengetahui maksud dari manusia yang berdoa. Hanya saja keikhlasan dalam berdoa menjadi sesuatu yang harus diperhatikan. Dalam berdoa harus didasari keikhlasan dalam hati bukan karena mendapat cobaan dari Allah baru berdoa.

    ReplyDelete
  44. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Berdoa memiliki adab dan tata cara yang menunjukkan keikhlasan manusia yang berdoa kepada Allah. Suara lirih terasa lebih tunduk dan lebih ikhlas. berdoa tidak diperbolehkan melampaui batas dalam berdoa karena akan menghalangi terkabulnya doa. Karena sesungguhnya orang yang melampaui batas atau berlebihan dalam hal apapun tidak disukai Allah.

    ReplyDelete
  45. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Nabi bersabda:” Berdo’a adalah ibadah”.Kemudian beliau membaca “Dan Tuhanmu berfirman: “berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (QS Ghaafir/Al-Mukmin: 60) .
    Subhanallah, Maha Agung dan Maha Pemurah Allah SWT. Berdoa saja sudah menjadi suatu amalan ibadah bagi kita, dan ditambahkan lagi akan dikabulkan doa-doa kita. Nikmat mana lagi yang dapat kita dustakan? Semoga kita menjadi orang yang selalu bersyukur akan waktu dan kesempatan yang diberikan Allah kepada kita, serta semoga kita bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas doa kita. amiiiiin.

    ReplyDelete
  46. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Melampaui batas dalam berdoa akan menghalangi terkabulnya doa yang dipanjatkan. Karena yang bersangkutan meminta yang tidak diperbolehkan maka ia disebut melampaui batas. Orang yang melampaui batas tidak disukai Allah dan jauh dari terkabulnya doa.
    Contoh dari melampaui batas dalam berdoa adalah:
    1. Memohon hal yang diluar batas kewajaran manusia, seperti meminta dikekalkan sampai hari Kiamat.
    2. Berdoa dengan suara keras
    3. Berdoa dengan dengan bahasa yang dibuat-buat atau dengan ucapan yang mengandung sajak.
    Maka kita perlu memperhatikan sopan santun dalam berdoa sehingga tidak melampaui batas dalam berdoa.

    ReplyDelete
  47. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Doa merupakan ungkapan harapan yang paling bisa dilakukan oleh semua orang. Doa juga merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah. Doa sangat dianjurkan, bahkan orang yang tidak berdoa dinyatakan sebagai makhluk yang sombong. Dengan berdoa kepada Allah seseorang telah memantapkan salah satu aspek tauhidnya. Kemudian doa bukan hanya asal berdoa. Doa juga memiliki etik dan estetika. Etik dan estetika berdoa ini tertuang ke dalam adab-adab berdoa seperti yang telah dijelaskan pada elegi di atas.

    ReplyDelete
  48. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Berdo'a merupakan suatu kebutuhan umat muslim terhadap sang Pencipta. Tidak ada manusia yang terlahir di dunia ini dengan sempurna. Manusia adalah tempatnya salah dan lupa, banyak kekurangan pada diri seseorang. Dalam menjalankan kehidupan, manusia perlu memhon peryolongan kepada Allah dengan cara berdo'a baik ketika sedang sholat maupun keadaan apapun.

    ReplyDelete
  49. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Seringkali kita berharap agar Allah mendengar do'a kita dengan mengucapkan do'a dengan keras, padahal di Qur'an Surat Al-A'raf telah dituliskan bahwa "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas".

    ReplyDelete
  50. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Orang yang sedang berdo'a berarti orang tersebut sedang berkomunikasi dengan Allah. Berdo'a dapat kita lakukan dengan sikap sopan, ikhlas, dan rendah hati mengharap ridho Illahi. Satu hal yang tidak boleh terlupakan yaitu kita harus menyukuri atas kesempatan, nikmat, dan karunia yang sudah dilimpahkan kepada kita. Setelah berdo'a yang kita lakukan adalah tawakal.

    ReplyDelete
  51. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Manusia memohon keselamatan dunia akhirat dan memohon petunjuk dalam menjalani kehidupan dengan cara berdo'a kepada Allah. Sebagai seorang muslim, kita wajib saling mengingatkan untuk mendekatkan diri pada Allah. Berdo'a merupakan wujud komunikasi kita kepada Allah, dzat sang Pencipta. Oleh karena itu, kita harus melakukannya dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  52. KASYIFATUN AENI
    13301241055

    Ada beberapa point yang bisa saya simpulkan dari elegi di atas. Pertama, doa merupakan salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah, yang merupakan ungkapan harapan yang paling bisa dilakukan semua orang. Oleh sebab itu, kita dianjurkan untuk banyak-banyak berdoa, sebab yang tidak pernah berdoa justru akan jatuh pada kesombongan. Yang kedua adalah tentang keutamaan doa, diantara yaitu dapat memantapkan salah satu aspek tauhid kita , sebagai alat untuk mendapatkan keselamatan dan keberuntungan, dan menolak Qodo dan Qodar. Selain itu, elegi di atas juga menjelaskan kepada kita tentang adab-adab dalam berdoa.

    ReplyDelete
  53. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Do’a merupakan sebuah ungkapan harapan yang dilakukan untuk manusia yang ditujukan kepada Allah SWT. Berdo’a merupakan salah satu perinta Allah SWT sebagai bentuk ibadah kepada-Nya. Berdasarkan elegi di atas di paparkan bahwa jika seseorang memanjatkan doa dengan mengulang-ulang doanya dan mendesak-desak dalam memohon, sambil menampakkan kerendahan diri, kemelaratan dan kebutuhan yang sangat kepada Tuhannya maka yang demikian itu lebih dekat untuk dikabulkan oleh Allah. Oleh karena itu manusia harus benar-benar ikhlas dalam memohon atau meminta doa agar doanya terkabul.

    ReplyDelete
  54. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Doa adalah salah satu bentuk ungkapan bahasa Arab yang menunjukkan arti thalab (mengharap pihak lain melakukan sesuatu). Makna 'thalab' bisa diwujudkan dalam dua hal, yaitu perintah dan doa. Perbedaan dari dua hal ini adalah, bahwa 'perintah' merupakan ungkapan bahasa yang disampaikan dari pihak yang kedudukannya tinggi kepada pihak yang kedudukannya lebih rendah. Adapun 'doa' adalah sebaliknya.

    ReplyDelete
  55. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Hakikat berdoa adalah menyampaikan permohonan kepada Allah. Berdasarkan fungsi doa (permohonan dari pihak yang lebih rendah kepada dzat yang Maha Tinggi) tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa orang yang berdoa adalah orang yang mau mengakui keagungan Allah. Orang yang berdoa adalah orang yang mengakui kerendahan dirinya di hadapan Sang Pencipta. Dengan demikian, orang yang melakukan doa adalah orang yang merasa membutuhkan Allah, orang yang mengubur ego dan kesombongannya di hadapan Allah yang Maha segalanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. SUPIANTO
      16701261001
      PEP Kelas A 2016

      Jika do'a dijadikan sebagai tolok ukur kerendahan diri di hadapan Tuhan saya setuju, tapijika do'a dijadikan sebagai tolok ukur keimanan seseorang seperti yang tertulis dalam elegi ini, saya masih ragu.

      Delete
  56. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Anak (yang shalih) merupakan aset yang tak ternilai bagi orang tuanya. Ada hadis Nabi yang menyebutkan bahwa ada tiga amal manusia yang pahalanya terus mengalir meskipun orang tersebut telah meninggal dunia; (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang bermanfaat, dan (3) anak shalih yang mendoakan kedua orang tuanya. Dari hadis tersebut, dapat dilihat keutamaan anak yang shalih, apalagi anak yang senantiasa mendoakan orang tuanya. Allah Swt menjamin terkabulnya doa anak yang shalih atas orang tuanya. Hal ini disebabkan karena peran orang tua yang sangat besar dalam menjadikan anak-anak mereka menjadi generasi yang shalih, dan ini bukanlah hal yang mudah.

    ReplyDelete
  57. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Doa adalah salah satu cara yang dilakukan sebagai bentuk dalam mengutarakan keinginan mendapatkan atau memperoleh atau “proses sejenisnya” akan sesuatu yang ditujukan kepada Allah, maka terjadi perbedaan antara Harapan dan Doa. Harapan adalah insting manusia alamiah manusia. Dengan demikian ia hadir atas nama manusia dan bisa jadi seluruh manusia mempunyai harapan harapan. Sedangkan Doa haruslah kepada sesuatu: Entah itu Alam, Tuhan, Roh dan sebagainya. Doa itu mustilah dari Harapan tetapi Harapan belum tentu Doa. Sebagai Umat Islam maka berdoa adalah bagian dari Ibadah, segala sesuatu yang diharapkan perlu diadukan [ada Allah SWT. Berdoa dengan cara yang baik, dengan ikhlas dan tawakal, dalam segala kondisi berkomunikasi pada Allah .

    ReplyDelete
  58. Sungguh indah, tiap firman-firman Alloh dituliskan dengan penuh makna dan kedalaman pemahaman, Yaa Alloh terimalah setiap doaku dalam dekapanMu.
    Aamiin..


    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP A

    ReplyDelete
  59. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Allah memerintahkan semua manusia untuk berdoa, karena berdoa adalah suatu ibadah kepada Allah. Keutamaan doa adalah mendapatkan keselamatan dan keberuntungan, maka berdoa hanya kepada Allah. Salah satu doa yaitu doa anak kepada orangtua, doa tersebut sangat dekat untuk dikabulkan oleh Allah. Sebaiknya berdoa dilakukan secara terus menerus dan kontinu. Berdoa dengan suara yang lirih dan merendahkan diri kepada Allah. Jadi, kita harus berdoa kepada Allah sesuai dengan adab dan tata cara yang benar. Terima kasih

    ReplyDelete
  60. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  61. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Elegi Ritual ikhlas tentang Tata Cara atau Adabnya Orang Berdoa, mengingatkan kepada kita bahwa kita hanyalah manusia yang mempunyai keterbatasan. Ketika kita menginginkan sesuatu, kita diharuskan untuk ikhtiar atau berusaha dan berdoa. Kita diperintahkan untuk berdo’a sebagai bentuk ibadah kepadaNya. Dengan berdoa menunjukkan bahwa kita sebagai hambaNya yang selalu bergantung kepadaNya dan bersyukur untuk segala nikmat dan karuniaNya

    ReplyDelete
    Replies
    1. SUPIANTO
      16701261001
      PEP Kelas A 2016

      Setuju, bahwa do'a merupakan bentuk penghambaan kita kepada Tuhan, bukan pendiktean atas segala kemauan dan harapan kita. karena itu, pemilihan bahasa dalam do'a juga patut diperhatikan, karena bahasa dapat saja bermakna memohon atau memerintah.

      Delete

  62. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Allah berfirman:”Dan Tuhanmu berfirman: Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghaafir/Al-Mukmin:60). Sudah sangat jelas apapun yang kita pikirkan, ucapkan maupun perbuat agar selalu dalam jalan yang dibenarkanNya maka dengan dilandasi do'a. Denagn berdo'a hati kita akan merasa tenang, nyaman dan merasa dekan denganNya. Hal ini tidak bisa dipungkiri. Dihati yang paling dalam satu-satunya tempat kita berkeluh kesah dengan Allah adalah dengan do'a. Dalam keadaan apapun baik sedih, susah, senang, bahagia, dan keadaan-keadaan lainnya maka dengan berdo'a maka semua akan dilancarkan keinginan dan kebutuhan kita.

    ReplyDelete
  63. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Allah berfirman:”Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lirih” (QS Al-Araf: 55). Inilah adab kita dalam berdoa, dengan memanjatkan puji-pujian Asma Allah kita akan merasakan betapa kecil tak berdayanya kita, kita akan merasa sangat hina, rendah, tidak ada apa-apanya. Dengan duduk bersimpuh, melantunkan ayat-ayat, dan do'a-do'a sebisa kita dengan suara lirih, mengiba keridloakn dari Allah untuk mengabulkan doa-do'a kita. Dengan suara lirih kita akan merasakan begitu kecilnya kita, begitu hinanya kita, begitu rendahnya kita, hanya Allah yang Maha segala-galanya. Kalau kita berdoa dengan suara keras itu berarti dalam diri kita sudah memiliki hati yang riya'. Mungkin riya' pada orang lain, dan juga memiliki sifat buruk yang sepertinya memaksa kepada Allah untuk mengabulkan, padahal kita memohon untuk mengabulkan do'a kita.

    ReplyDelete
  64. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkan untukmu:”Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut”. Akhirnya Allah mengirim bala bantuan dari Malaikat..” (HR Muslim). Hadis ini mengandung arti bahwa kita dalam memohon apapun janganlah untuk berhenti, tapi terus dan teruslah memohon, dalam keadaan apapun, meskupun terdesak, kesedihan dan terpurukpun kita memohon tidak akan berhenti. Meskupun dalam keadaan postip kita pun tidak boleh berhenti berdo'a, karena hidup untuk berdoa'a adalah untuk dunia dan akherat.

    ReplyDelete

  65. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah bersabda:” Ada tiga macam doa yang pasti dikabulkan tanpa keraguan terhadapnya yaitu: doa orang tua, doa musafir, dan doa orang teraniaya” (HR. Abu Daud). Ini adalah hadist yang harus kita pegang dan yakini agar kita mampu mengikuti dengan sebenar-benarnya dan setulus-tulusnya.

    ReplyDelete
  66. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Doa adalah sebuah kekuatan yang dimiliki semua orang. Semua orang, siapapun dia, bagaimanapun keadaannya, apapun jabatannya, semua bisa berdoa. Doa adalah harapan-harapan. Termasuk ketika ada orang yang berbuat buruk atau menyakiti sebaiknya didoakan agar kembali ke jalan yang benar, bukan membalas dengan cara yang sama. Doa adalah dzikir plus, artinya jangan berdoa yang buruk-buruk atau niat yang buruk karena itu justru melampaui batasnya

    ReplyDelete
  67. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Berdoa sebaiknya dilakukan secara berulang-ulang dan terus menerus. Karena seperti yang disebutkan elegi di atas, berdoa ibarat sedang mengetuk pintu. Barang siapa mengetuk pintu lebih banyak maka ia mendekati terbukanya pintu tersebut untuknya. Kita tidak tahu kapan doa kita dikabulkan. Tetapi Allah pasti tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya

    ReplyDelete
  68. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Ketika kita mau berdo’a tentunya harus mancari waktu yang mustajab. Diantara waktu yang mustajab diantaranya adalah hari arafah, ramadhan, sore hari jumat, dan waktu sahur atau sepertiga malam terakhir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. SUPIANTO
      16701261001
      PEP Kelas A 2016

      Apakah ini berarti Tuhan terikat oleh ruang dan waktu?

      Delete
  69. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Memanfaatkan keadaan yang mustajab untuk berdoa. Diantara keadaan yang mustajab untuk berdoa adalah: ketika perang, turun hujan, ketika sujud, antara adzan dan iqamah, atau ketika puasa menjelang berbuka.

    ReplyDelete
  70. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Mengangkat tangan ketika sedang berdoa adalah hal yang disyariatkan dalam Islam. Perbuatan ini merupakan salah satu adab dalam berdoa dan juga nilai tambah yang mendukung terkabulnya do’a.

    ReplyDelete
  71. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sebagai umat Islam, kita harus selalu berdo’a. Allah menyukai orang-orang yang dekat dengan-Nya dengan cara berdo’a. Dengan berdo’a, itu menunjukkan bahwa kita tidaklah sempurna. Hal itu juga sebagai bukti bahwa kita tidak mampu berbuat apa-apa tanpa bantuan dari Allah subhanahu wa ta’ala.

    ReplyDelete
  72. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Semua orang pasti pernah berdo’a baik di kala mereka mampu ataupun kurang mampu. Berdo’a adalah sebuah cara yang digunakan untuk memohon suatu permintaan kepada sang Ilahi Rabbi agar keinginannya dikabulkan. Oleh sebab itulah do’a adalah salah satu perintah yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  73. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Cara Berdo’a merupakan kegiatan yang sering di lakukan oleh umat manusia atau seorang muslim baik setelah sholat maupun dalam bermacam-macam kesempatan dan do’a juga merupakan suatu ibadah yg diperintahkan oleh Allah untuk setiap hamba-hambanya karena Allah sangat menyukai seorang Hamba yang meminta kepadanya dan mendekatkan diri kepadanya karena dg berdoa kita menjadi tidak sombong.

    ReplyDelete
  74. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Do’a juga merupakan senjata seorang Muslim karena dengan berdo’a menjadi bukti bahwa kita begitu lemah tanpa pertolongan Allah SWT karena itu orang yg tidak pernah berdo’a dan meminta pertolongan kepada Allah termasuk dari kategori orang / muslim yang sombong dan hina. Adapun Do’a Agar Cepat Terkabul memiliki beberapa cara yang bisa anda praktekan atau kerjakan dirumah dan anda harus tahu Tata Cara Berdo’a Yang Benar sehingga do’a anda yang panjatkan bisa cepat dikabulkan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  75. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Perlu di ingat bahwa suatu Do’a Dikabulkan Oleh Allah atau tidaknya itu merupakan hak dan ketentuan Allah, kita hanya berusaha dan berikhtiar saja. Tetapi tak ada salahnya jika kita mengetahui Tata Cara Berdoa Yang benar sehingga setiap Doa atau hajat yang kita panjatkan atau minta dapat dengan cepat dikabulkan oleh Allah tuhan sang pencipta Alam.

    ReplyDelete
  76. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Berd’oa adalah salah satu upaya yang harus dilakukan oleh manusia disamping berusaha, antara do’a dan usaha harus bisa kita seimbangkan dalam kehidupan ini. Berusaha tanpa berdo’a, kita dianggap hamba yang sombong karena segala sesuatu yang akan kita dapati dari hasil usaha itu datang dari Allah. Berdo’a tanpa berusaha juga sia-sia karena keperluan kita tidak akan tercapai tanpa kita usahakan.

    ReplyDelete
  77. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    "Adab dalam berdoa salah satunya adalah jangan melampaui batas..artinya bahwa apa yang diminta dalam doa tidak bertentangan dengan ketentuan Allah yang tak bisa dirubah.
    Hal ini juga analog ketika kita sedang mempelajari ilmu filsafat....ketika kita sudah berpikir secara intensif dan ekstensif dan kemudian terlalu melebar ke masalah hati (spriritual ) maka harus di STOP dan kembalikan lagi kepada TUHAN...
    TUHAN bersifat absolut....maka ketika kita berdoa dengan meminta hal yang bertentangan dengan keabsolutan TUHAN (contoh : Hidup abadi di dunia ) maka yang terjadi adalah iman atau nilai spiritual kita rusak..begitu juga ketika kita berfilsafat...ketika ranah kita sudah melebihi batas normatif dan tidak kita hentikan sehingga kita mengutak atik konsep spiritual yang terjadi akan terdapat pertentangan dalam diri yang ber imbas pada rusaknya spiritual kita.
    "

    ReplyDelete
  78. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Berdoa adalah salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT. Berdoa dapat kita lakukan setiap saat bahkan setiap detik. Berdoa adalah ibadah yang paling mudah untuk dilakukan oleh setiap manusia, termasuk dengan anak-anak yang masih usia Paud/TK. Karena berdoa ini cukup membutuhkan kesungguhan, keikhlasan, ketulusan untuk berdoa kepadaNya. Niscaya akan dapat dikabulkan oleh Allah.

    ReplyDelete
  79. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Jika kita berdoa kepada Allah, ada 3 kemungkinan yang akan terjadi yaitu dikabulkannya doa itu, ditunda untuk sementara waktu, atau tergantikan dengan sesuatu yang lebih baik. Jadi yakinlah bahwa allah itu selalu mendengar doa dan pinta kita.

    ReplyDelete
  80. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terkadang di dunia ini kita sangat menginginkan sesuatu sehingga kita akan berdoa terus-menerus akan itu dikabulkan. Namun, Tuhan tidak selalu akan memberikan apa yang kita inginkan melainkan apa yang kita butuhkan. Tuhan memberikan semua itu dengan alasan yang baik untuk diri kita. Walupun terkadang kita tidak tahu apa rencana dan alasan Tuhan dibalik itu semua. Jadi kita harus tetap berdoa dan ikhtiar agar selalu diberikan yang terbaik olehNya.

    ReplyDelete
  81. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Dari apa yang saya pahami dan sedikit memberikan informasi mengenai kesimpulan dari Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, cara terbaik adalah kembali kepada praktik yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan ulama salaf, yaitu berdoa itu sebaiknya secara pelan-pelan dan dilakukan sendiri-sendiri. Hal ini karena berdo’a itu ibadah, maka jangan dimasukkan rekayasa pikiran dan model-model yang tidak ada tuntunan kaifiyatnya.

    ReplyDelete
  82. SUPIANTO
    16701261001
    PEP Kelas A 2016

    Saya ingin memepertanyakan korelasi antara ayat ini: “berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (QS Ghaafir/Al-Mukmin: 60) . dengan penafsiran dibawah ini:
    "Dengan demikian jelaslah bahwa orang yang tidak mau berdo’a kepada Allah maka orang tersebut adalah orang sombong yang tidak mau menyembah Allah", sebagaimana yang dituliskan dalam elegi ini.
    Atas dasar apa penafsiran seperti di atas dibuat? bagaimana jika seseorang tidak berdo'a karena alasan malu kepada Allah karena telah begitu banyak rahmat yang diberikan olehNya kepada kita? MOHON PENJELASANNYA.

    ReplyDelete
  83. SUPIANTO
    16701261001
    PEP Kelas A 2016

    Dalam elegi ini Fuad Abdul Aziz berkata "Berdoa merupakan salah satu faktor tercapainya Tauhid yang hakiki, sebagai alat untuk mendapatkan keselamatan dan keberuntungan". Dengan kata lain, bahwa do'a dijadikan sebagai salah satu tolok ukur ketauhidan. Bagi saya pribadi, ini terlalu mereduksi keimanan, mengapa? jika kau benar2 yakin dan percaya padaNya, mengapa kau masih harus mendiktenya dengan segala bentuk keinginannmu yang belum tentu sesuai dengan keinginanNya?

    ReplyDelete
  84. SUPIANTO
    16701261001
    PEP Kelas A 2016

    Lihatlah bahasa Rasulullah saat berdo'a: "Ya Allah penuhilah apa yang engkau janjikan kepadaku. Berikanlah apa yang engkau janjikan kepadaku". Dari bahasa yang digunakan, dia bukan meminta sesuatu yang menjadi keinginannya, tetapi dia meminta sesuatu yang memang sudah dijanjikan oleh Allah. meminta sesuatu yang sudah dijanjikantentu berbeda dengan meminta sesuatu yang itu berasal dari keinginan kita sendiri.

    ReplyDelete
  85. SUPIANTO
    16701261001
    PEP Kelas A 2016

    Dalam elegi ini Fuad Abdul Aziz juga berkata bahawa "Mendesak-desak dalam memanjatkan doa adalah inti penghambaan diri kepada Allah. Jika seseorang memanjatkan doa dengan mengulang-ulang doanya dan mendesak-desak dalam memohon, seraya menampakkan kerendahan diri, kemelaratan dan kebutuhan yang sangat kepada Tuhannya maka yang demikian itu lebih dekat untuk dikabulkan oleh Allah".
    Sekarang coba saja bayangkan, andai ada seseorang yang datang ke rumah kita untuk meminta sesuatu, lalu kita tidak serta merta memberikan sesuatu itu karena berbagai alasan yang menurut kita justru baik buat si peminta itu, lau sang peminta itu datang lagi, lagi, dan lagi ke rumah kita untuk memintanya. Maka dalam hati kita akan ada dua kemungkinan: kasihan atau dongkol. Kasihan dan terpaksa harus meberikannya dengan segenap kesadaran bahwa pemberian yang ditafsirkan sebagai keberkahan oleh si peminta itu sebenarnya tidak baik bagi dirinya. dan mungkin juga dongkol karena si peminta sudah diberikan penjelasan dan peringatan bahwa yang diinginkannyaitu tidak baik baginya, tapi di masih saja ngotot meminta.

    ReplyDelete
  86. SUPIANTO
    16701261001
    PEP Kelas A 2016

    Saya ingin memberikan sebuah ilustrasi dari kisah nyata yang menunjukan kedalaman iman seseorang.
    Ada seorang pemanjat tebing yang selalu memenangkan kejuaraan panjat tebing internasional. Suatu ketika dia melakukan sesuatu yang ekstrim, yaitu memanjat tebing sambil menggendong putranya yang baru berusia 7 tahun, tanpa tali pengaman pula. Sontak saja ini membuat para penonton seolah menonton film triller yang menegangkan. Aksi panjat tebing sambil menggendong anak ini sukses. Usai pertunjukan itu, putra dari pemanjat tebing ini ditanya tentang keberaniannya saat ikut memanjat tebing bersama sang ayah, jawabnya: "KARENA SAYA PERCAYA PADA KEMAMPUAN AYAH, DAN SAYA YAKIN DIA TIDAK AKAN MENCELAKAKAN SAYA". Lalu apa kaitan antara ilustrasi ini dengan do'a dan keyakinan? semoga kita bisa mengambil ibrah di dalamnya, amin...

    ReplyDelete
  87. SUPIANTO
    16701261001
    PEP Kelas A 2016

    Kita sering mengatakan bahwa do'a merupakan bentuk keimanan kepada Allah, bahkan dalam elegi ini do'a disejajarkan dengan ketauhidan tertinggi. Tapi sadarkah kita bahwa di balik bahasa do'a yang kita sampaikan itu juga dapat menunjukan seberapa tinggi atau seberapa dangkal keimanan kita kepada Tuhan? Bukankah ketika kau terus menerus mendikte Tuhan dengan segala bentuk keinginan dan hajat2 mu itu merupakan bentuk lain dari ketidak percayaan mu pada keagungan kehendak Tuhan? dan bukankah Tuhan juga telah mengingatkanmu bahwa jauh sebelum kauterlahir ke dunia, garis nasibmu telah ditentukan dan itu tertulis dalam kitab yang nyata. Lalu apa dan bagaimana semestinya esensi do'a?

    ReplyDelete
  88. SUPIANTO
    16701261001
    PEP Kelas A 2016

    Jadi, hakikat do'a bukan terletak pada isi do'a yang berupa permintaan kita kepada Tuhan, hakikat do'a yang sebenarnya merupakan bukti pengakuan bahwa tidak ada suatu hal pun yang terjadi tanpa kehendak Tuhan, bahkan jatuhnya setangkai daun dari ranting pohon pun tidak jatuh dengan sendirinya melainkan atas kehendakNya. Posisi do'a adalah untuk menasbihkan kehendak Tuhan itu, sebagai sarana pengakuan hamba atas kekuasaan tertinggi sang Khaliq.

    ReplyDelete
  89. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dalam sebuah Hadis riwayat Nu’man bin Basyir dikatakan bahwa Nabi bersabda:” Berdo’a adalah ibadah”.Kemudian beliau membaca “Dan Tuhanmu berfirman: “berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (QS Ghaafir/Al-Mukmin: 60) dari hadis dan ayat diatas kita bisa mengerti bahwa doa merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan di dunia dan akhirat . Doa ialah permohonan kepada Allah yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya. Sedangkan sikap khusyu’ dan tadharru’ dalam menghadapkan diri kepada-Nya merupakan hakikat pernyataan seorang hamba yang sedang mengharapkan tercapainya sesuatu yang dimohonkan. Tanpa doa berarti kita bisa menjadi sombong karena merasa bisa menyelesaikan semuanya tanpa minta bantuan kepada ALLAH. kita harus senantiasa berdzikir dan berdoa kepada ALLAH agar menjadi hamba yang bersyukur.

    ReplyDelete
  90. Doa adalah bentuk komunikasi dengan Tuhan. Saat dimana hamba meminta dengan manja kepada Tuhan. Waktu dimana kita merasa tidak berdaya tanpa campur tangan Tuhan. Masa dimana kita tunduk dan pasrah kepada Sang Khalik. Akan tetapi, adab berdoa harus diperhatikan sebelumnya. Bukankah ketika kita merengek meminta sesuatu dengan orang tua kita, akan lebih mudah diberi jika kita bisa mengambil hati. Maka memakai adab berdoa semoga membuat lebih mudah terkabulnya doa kita.
    Abidin
    16709251002

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id