Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 3: Persiapan Teknis 2




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass..Bapak Ibu dan hadirin semua yang dimuliakan Allah, puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah mengijinkan kita berkumpul kembali di sini. Dengan memohon keridaan Allah dengan ini kami sampaikan bahwa sebentar lagi kita akan mengadakan Ritual Ikhlas III. Seperti biasa kami sebagai fasilitator berusaha melayani dan membantu kebutuhan Bapak Ibu semua. Sekali lagi, berdasarkan pengalaman Ritual Ikhlas terdahulu kami ingin mengingatkan kembali bahwa dalam kegiatan Ritual Ikhlas tujuan utamanya adalah menggapai rida Allah SWT, dengan cara membetulkan tata cara beribadah kita meliputi bagaimana Salat yang benar, ambil air wudlu yang benar,bersuci yang benar, Salat Jamaah yang benar, Salat Sunah yang benar, Zikir yang benar, serta memperoleh tambahan santapan ruhani melalui kegiatan Ceramah, Kutbah Jumat atau kegiatan tanya jawab lainnya. Demikianlah apakah masih ada hal yang ingin ditanyakan?

Muhammad Nurikhlas:
Ass...Bapak Santri Kepala yang saya hormati, kelihatannya kegiatan Ritual Ikhlas ini semakin terkenal. Maka sekarang semakin banyak yang akan berpartisipasi. Peserta yang hadir pada kegiatan Ritual Ikhlas III ini tidak hanya para Cantraka, tetapi para Bagawat, dan Cemani. Ada Bagawat Doktor, Bagawat Profesor, Bagawat Bupati, Bagawat Jenderal, Bagawat Gubernur, bahkan Bagawat Raja. Ada juga Matematikawan, Guru Matematika, Guru Sain, Mahasiswa S1, Mahasiswa S2, dsb. Untuk itu kami memohon penjelasanmu apakah penyelenggara telah menyediakan fasilitas yang sesuai dengan pangkat dan derajat mereka semua?

Santri Kepala:
Oh...maaf ...kegiatan Ritual Ikhlas ini semata-mata hanyalah untuk mencari keridaan dari Allah SWT. Di depan Allah semuanya berkedudukan sama kecuali keikhlasan dan amal-amalnya. Tahun yang lalu juga pernah ada seorang Raja yang mengikuti kegiatan serupa tetapi kami pun tidak menyediakan fasilitas khusus, malah pada saat itu dia terpaksa menempati lokasi di bawah tangga karena datang terlambat. Jadi sekali lagi kami harap Bapak dan Ibu semua agar untuk mengikuti kegiatan ini, sementara melepaskan semua atribut kepangkatan di dunia. Marilah semata-mata kita hanya berharap memperoleh keridaan dari-Nya. Firman Allah:”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamumendapat keberuntungan” (Q.S. Al Maidah 5:35). Oleh karena itu kami penyelenggara hanya menyediakan tempat ala kadarnya. Kami juga tidak bisa menyediakan akomodasi yang memadai, tidur cukup di lantai dan beralaskan tikar. Para peserta kami tempatkan sesuai dengan nomor urut pendaftarannya. Demikianlah semoga bisa dimaklumi. Amin

Muhammad Nurikhlas:
Ada juga peserta yang baru pertama mengikuti, tetapi kelihatannya membawa ilmu-ilmu ghadib, ilmu tinggi, dan pusaka-pusaka. Apakah dia boleh diijinkan mengikuti kegiatan Ritual Ikhlas ini?

Santri Kepala:
Sekali lagi kami sampaikan bahwa kegiatan Ritual Ikhlas disini hanyalah untuk mencari rida Allah semata. Bekal yang diperlukan adalah niat yang benar yaitu mencari rida Allah SWT dan ikhlas mengikuti semua ketentuan yang telah disepakati bersama semata-mata demi menjamin kelancaran kegiatan, membetulkan cara beribadah yang benar, dan beramal atau berZikir seikhlas-ikhlas dan sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu semua perbekalan yang tidak sesuai kami harap agar dititipkan saja kepada penyelenggara, setelah selesai boleh diambil kembali. Adapaun untuk segala macam pusaka atau ajimat kami bersedia menyimpannya. Demikianlah selamat mengikuti Ritual Ikhlas III. Semoga sukses. Amin.

78 comments:

  1. Bayu Adhiwibowo 16709251014 S2 Pend. Matematika
    Dalam hidup dan beribadah kita harus senantiasa ikhlas dalam hati terhadap yang kita lakukan. Ketika sudah ikhlas maka ridha Allah SWT akan kita dapatkan. Hal itulah yang akan memberikan nilai kita di hadapan Allah SWT, bukanlah hal lain yang bersifat duniawi

    ReplyDelete
  2. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Persiapan teknis 2 ini menjelaskan bahwa ikhlas yang sebenar-benarnya adalah mencari ridho Allah Swt semata dengan niat yang tulus, taat kepada ketentuan yang ada. oleh karena itu untuk menjadikan kita seorang yang ikhlas kita harus meluruskan niat terlebih dahulu, berupada melakukan segala ketentuan yang ada dan melakukannya dengan landasan ridho allah, semoga dalam menggapai ikhlas kita bisa menjadi orang yang ikhlas

    ReplyDelete
  3. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Manusia hidup di dunia semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT. Allah hanya memandang manusia berdasarkan amalan dan ibadahnya selama di dunia, bukan karena pangkat/jabatannya di dunia, semuanya berkedudukan yang sama di hadapanNya. Dengan demikian kita diharapkan dapat beribadah dan menjalankan perintah-Nya dilandasi rasa ikhlas tanpa ada niat-niat lain yang mengotori hati kita. Dengan demikian diharapkan mendapat kelancaran dalam kegiatan, dapat membetulkan cara beribadah yang benar, dan beramal atau berZikir seikhlas-ikhlas dan sebanyak-banyaknya.

    ReplyDelete
  4. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Untuk memperoleh keridhaan Allah SWT jabatan, status sosial, kekayaan duniawi tidaklah akan berlaku dihadapan Allah SWT. Sehingga ketika kita ingin memperoleh keridhaan Allah SWT yang sesungguhnya kita harus mengesampingkan semua hal tersebut, tetapi keihlasan dan ibadah yang harus kita tingkatkan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  5. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Dalam persiapan yang kedua menuju ikhlas yang hakiki, kita diingatkan kembali bahwa semuanya akan kembali pada satu. yaitu Allah SWT. tiada yang lain selain Dia. Oleh karena itu, ditekankan sekali lagi, yang membedakan derajad manusia dimata Allah adalah tingkat imannya, niat ikhlasnya dalam menjalankan segala perintah Allah. seperti yang telah dituliskan bahwa "Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya Kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Al-Fatihah 1:5-6)" . semoga kita bisa benar - benar konsisten berada dijalan yang lurus , Aamiin

    ReplyDelete
  6. Dari yang disampaikan Bapak Prof. Marsigit, tentang Ritual Ikhlas "Persiapan Teknis 2", menurut hemat saya kata kuncinya adalah Ridho Allah SWT. Bagaimana cara menggapai ridho Allah SWT. Ikhlas itu tidak ingin apa-apa selain Ridho Allah SWT. Demikian kesimpulan kami.

    Nur Tjahjono Suharto
    S3 PEP (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  7. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Kelanjutan dari elegi sebelumnya, setelah kita memperbaiki tata cara beribadah kita, untuk menggapai rida Allah SWT, kita juga membutuhkan siraman rohani berupa ceramah-ceramah agama. Ceramah ini dimaksudkan sebagai bekal dan peringatan bukan hanya untuk menghadapi fenomena kehidupan agar tetap sesuai dengan makna ketentuan Al-Quran dan hadis, tetapi juga refleksi kebenaran tata cara ibadah kita. Banyak orang dari berbagai kalangan yang mengikuti ceramah agama namun tetaplah kedudukan kita sama dihadapanNya. Yang membedakan hanyalah keikhlasan dan amal.

    ReplyDelete
  8. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Ikhlas berarti hanya mengharap ridha Allah subhanahu wa ta’ala, maka pangkat golongan jabatan tidak berlaku disini. Allah tidak menilai makhluk dari apa yang tampak hebat ia sebagai manusia, tapi bagaimana ia mampu tampak hebat di depan TuhanNya, tampak hebat ibadahnya, baik hablumminan nas dan hablumninAllah-nya. Cukuplah Allah saja sebagai alasan dan cukuplah ridha Allah saja sebagai tujuan.

    ReplyDelete
  9. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs PMat A 2016

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Kaum Muslim dewasa ini, mereka telah terpengaruh oleh slogan-slogan yang sesat dan menyesatkan, akal dan aspek spiritual mereka telah diperbudak dan mereka dijauhkan dari Islam. Ini tercermin dalam sistem kehidupan mereka yang tidak sesuai dengan Islam sehingga Islam berubah dalam diri mereka hanya sebatas perasaan individual yang tidak berhubungan dengan kehidupan. Mereka tidak mampu membangun kehidupan dan memperbaiki sesuatu yang tidak lurus darinya. Demikianlah keadaan mereka. Mereka tidak mampu menghadiahkan Islam kepada masyarakat manusia yang sesat dan tersiksa.
    Agar mereka menjadi umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, hendaklah mereka mewujudkan risalah Islam dalam diri mereka, dalam realitas kehidupan dan dalam perilaku mereka. Bila demikian halnya, saat itu mereka akan kuat dalam mengemban risalah menjadi saksi-saksi terhadap manusia sebagaimana yang dijanjikan Allah Swt. Saat itu, mereka akan menjadi umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, yang memerintahkan kepada yang makruf dan mencegah yang mungkar, serta beruman kepada Allah dan mewujudkan risalah Islam.
    Kaum muslim hendaknya berjalan menuju Allah, Tuhan mereka Yang Benar, dan membuka mata terhadap realitas mereka yang menyakitkan dan sebab-sebab kemunduran mereka. Kaum mualim hendaknya menetapkan bagi mereka jalan-jalan kebangkitan dari keterpurukan dengN berdasarkan pada prinsip-prinsip Islam. Dan sesuatu yang menjadi pedoman kita dalam hal ini adalah firman Allah:
    "Hendaklah kalian menjadi umat di antara mereka yang menyeru kepada kebaikan dan memerintahkan kepada yang makruf dan mencegah kepada yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali Imran:104)
    Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  10. Ida Siti Mahsunah
    13301244004
    Pendidikan Matematika 2013

    Dihadapan Allah subhanahu wata'ala semua manusia memiliki derajat yang sama.. Hanya amal yang berdasarkan pada keikhlasan yang membedakan manusia di hadapan Allah. Semua atribut keduniaan tidaklah berlaku dihadapan Allah. Sekalipun dia seorang presiden, kalau ibadahnya tidak ikhlas maka derajatnya lebih rendah daripada tukang becak yang senantiasa ikhlas dalam ibadahnya.

    ReplyDelete
  11. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam menggapai ritual ikhlas yang dicari bukan penyombongan diri terhadap suatu jabatan atau kekuasaan yang kita miliki di dunia akan tetapi semata-mata ingin mengharap ridho dari ALLAH SWT. Jabatan dan kekuasaan adalah suatu hal yang kita miliki di dunia yang fana ini akan tetapi jabatan dan kekuasaan itu tidak memiliki arti apa-apa ketika berada di akhirat, bahkan itu menjadi sebuah beban bagi yang memilikinya. maka ketika kita melakukan ibadah kepada ALLAH SWT hendaknya kita melepaskan baju kebesaran dunia kita karena dihadapan-NYA semua sama yang membedakan adalah amal dan keihklasannya.

    ReplyDelete
  12. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Keikhlasan tidak dilihat dari harkat, martabat, atau kedudukan seseorang. Keikhlasan seseorang dilihat dari kesungguhannya dalam menjalankan ibadah demi mengharapkan Ridho Allah SWT. Orang yang bermartabat dan berkedudukan tinggi belum tentu lebih tinggi kedudukannya dimata Allah SWT dibandingkan orang yang tidak berkedudukan.

    ReplyDelete
  13. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Ikhlas semata-mata hanyauntuk mencari keridaan dari Allah SWT. Di depan Allah semuanya manusia memiliki kedudukan sama tidak memandang pangkat dan derajat tetapi 2 hal yaitu keikhlasan dan amal-amalnya. Bekal yang diperlukan adalah niat yang benar yaitu mencari rida Allah SWT dan ikhlas melaksanakan perintahNya.

    ReplyDelete
  14. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Dalam beribadah kepada Allah, untuk mendapatkan ridhoNya dalam melakukan apapun harus didasari oleh niat yang tulus ikhlas. jika hanya lisan saja tentu bukanlah yang namanya ikhlas. Tulus dan ikhlas itu didasari oleh lisan dan hati pula. Jika melakukan didasari niat tulus ikhlas, insyaAllah akan memberkahi apa yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  15. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dalam bagian cerita ini ditegaskan bahwa dalam beribadah hendaknya hanya meminta ridha dari Allah, tidak dibenarkan menggunakan ilmu-ilmu tambahan selain ilmu agama yang diajarkan oleh Allah dan Rasul sehingga dalam serita ini ilmu-ilmu dan pusaka tersebut diminta untuk titipkan ke panitia terlebih dahulu seblum memulai acara.

    ReplyDelete
  16. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Allah hanya memandang manusia berdasarkan amalan dan ibadahnya selama di dunia, bukan karena pangkat/jabatannya di dunia, semuanya berkedudukan yang sama di hadapanNya. Dengan demikian kita diharapkan dapat beribadah dan menjalankan perintah-Nya dilandasi rasa ikhlas tanpa ada niat-niat lain yang mengotori hati kita. Keikhlasan seseorang dilihat dari kesungguhannya dalam menjalankan ibadah demi mengharapkan Ridho Allah SWT. Orang yang bermartabat dan berkedudukan tinggi belum tentu lebih tinggi kedudukannya dimata Allah SWT dibandingkan orang yang tidak berkedudukan.

    ReplyDelete
  17. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Keikhlasan seseorang dilihat dari kesungguhannya dalam menjalankan ibadah demi mengharapkan Ridho Allah SWT. Allah tidak menilai makhluk dari apa yang tampak hebat ia sebagai manusia, tapi bagaimana ia mampu tampak hebat di depan TuhanNya, tampak hebat ibadahnya, Sehingga ketika kita ingin memperoleh keridhaan Allah SWT yang sesungguhnya kita harus mengesampingkan semua hal tersebut, tetapi keihlasan dan ibadah yang harus kita tingkatkan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  18. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Keikhlasan seseorang tidak diukur dari pangkatnya, karena di hadapan Allah semua manusia itu sama, hanya amal perbuatan lah yang membedakannya. Oleh karena itu dalam mengharap ridho Allah kita tidak boleh sombong. Kita harus melepas segala atribut, pangkat, dan derajad kita di dunia.

    ReplyDelete
  19. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    keikhlasan seorang tdiak dipandang dari tingkat pendidikan di dunia, jabatan yang ada di dunia, pangkat yang telah di raihya, IPK yang telah diraihnya, harta yang telah dimilikinya, keikhlsan benar-benar hanya dilihat dari ibadahnyanya, hatinya, kemurniah niatnya.

    ReplyDelete
  20. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Kegiatan Ritual Ikhlas tersebut semata-mata hanyalah untuk mencari keridaan dari Allah SWT. Di depan Allah semuanya berkedudukan sama kecuali keikhlasan dan amal-amalnya. Sehingga dalam ritual ikhlas tersebut tidak ada perlakuan istimewa sekalipun dia seorang raja, semua diperlakukan sama. Oleh karena itu untuk mengikuti kegiatan tersebut, sementara kita harus melepaskan semua atribut kepangkatan di dunia yang kita miliki.

    ReplyDelete
  21. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Bekal yang diperlukan untuk mengikuti Kegiatan Ritual Ikhlas tersebut adalah niat yang benar yaitu mencari rida Allah SWT dan ikhlas mengikuti semua ketentuan yang telah disepakati bersama semata-mata demi menjamin kelancaran kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain membetulkan cara beribadah yang benar meliputi bagaimana Salat yang benar, ambil air wudlu yang benar,bersuci yang benar, Salat Jamaah yang benar, Salat Sunah yang benar, Zikir yang benar, serta memperoleh tambahan santapan ruhani melalui kegiatan Ceramah, Kutbah Jumat atau kegiatan tanya jawab lainnya, dan beramal atau berZikir seikhlas-ikhlas dan sebanyak-banyaknya.

    ReplyDelete
  22. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Sudah disebutkan bahwa setiap manusia punya kedudukan yang sama dimata Allah swt, yang membedakannya adalah amal ibadahnya termasuk keikhlasan dari diri manusia tersebut. Untuk mendapatkan ridho Allah atas keikhlasan, maka satu dari sekian banyak caranya yaitu beribadah yang baik, yang tepat waktunya, yang tidak tergesa-gesa, yang setelah shalat itu berdoa dahulu, berdzikir, sehingga tidak semata-mata memenuhi kewajiban dalam beribadah tetapi juga ritualnya ditekankan.

    ReplyDelete
  23. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    "Hai.. manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Ssesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
    (QS.Al-Hujurat:13)

    Sekali lagi ditekankan bahwa semua manusia di hadapan Allah adalah sama. yang membedakan derajat seorang manusia bukanlah terletak pada jabatannya, hartanya, kedudukannya bukan itu semua melainkan kualitas keimanan dan ketaqwaan orang itu sendiri.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  24. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Ritual Ikhlas dilaksanakan dengan meluruskan niat dengan sebenar-benarnya hanya mengharap ridha Allah SWT semata, kemudian membetulkan tata cara beribadah beribadah, berdzikir dan beramal. Tahap selanjutnya adalah melepaskan dan menghilangkan segala bentuk kesyirikan kepa Allah SWT. Syirik adalah menduakan Allah atau mengakui ada kekuatan lain yang lebih hebat kepada Allah, maka hal itu merupakan kesyirikan, misalnya membawa azimat, menyembah patung/pohon/ kuburan, bertanya kepada dukun, dsb. Maka untuk memasuki ritual ikhlas yang kedua ini maka harus meninggalkan segala macam bentuk kesyirikan kepada Allah SWT.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Barang-barang seperti azimat, pusaka dan sejenisnya merupakan bentuk ke syirikan terhadap Allah SWT. Dan dosa yang tidak mendapat ampunan dari Allah adalah dosa syirik kepada Allah. Maka mulai dari sekarang mari kita tinggalkan benda-benda yang berbau azimat, pusaka, dsb yang mengundang ke syirikan kepada Allah.. Ingatlah dunia hanya sementara, akhirat selamanya

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  26. Anisa Safitri
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ridha. Apapun yang manusia lakukan di dunia ini semata-mata hanya untuk mencari ridha Allah swt. Ikhlas yang sebenar-benarnya ikhlas diperlukan niat yang berasal dari hati dengan tujuan penghambaan kepada Allah swt. Lillahi ta’ala. Jika Allah ridha kepada hamba-Nya, kebaikan apapun yang dilakukan akan terasa mudah dijalankan. Ikhlas dalam hati adalah kunci keberhasilan tiap individu menjalankan amanahnya sebagai khalifah di bumi.

    ReplyDelete
  27. Anisa Safitri
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pada pelaksanaan teknis ritual ikhlas ini benar-benar ditekankan bahwa ibadah yang dilakukan hanya semata-mata karena Allah swt. Menghadirkan Allah dalam segala aktivitas, baik aktivitas secara ruhani atau jasmani, spiritual atau duniawi. Senantiasa merasa bahwa Allah swt selalu mengawasi semua tingkah laku yang dilakukan. Segala hal yang ada di dunia ini hanya sementara, kekayaan, jabatan, pangkat tidak ada apa-apanya dihadapan Allah swt, karena yang membedakan hanyalah iman dan taqwa masing-masing individu.

    ReplyDelete
  28. Anisa Safitri
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013

    Perbendaan duniawi hendaknya ditinggalkan sementara ketika sedang bermunajat pada Sang Pencipta. Manusia yang memiliki ilmu ghaib ataupun memiliki pusaka yang dikeramatkan berartibelum dapat menghadirkan Allah dalam segala aktivitasnya. Memiliki kepercayaan kepada selain Allah swt dapat dikategorikan sebagai syirik, yaitu perbuatan yang menyamakan Allah dengan sesuatu selain-Nya dalam hal rububiyyah dan uluhiyyah. Semoga senantiasa dijauhkan dari hal-hal yang demikian dan hanya ikhlas mencari ridha Allah swt dengan niat dan ibadah yang benar.

    ReplyDelete
  29. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    melalui persiapan teknis 2 ini memberitahukan bahwa dalam mengikuti ritual ikhlas ini pesertanya diharapkan siap untuk menjalani semua ketentuan dan sayarat untuk menempuh ritula ini. dalam menempuh ritula ini tidak membeda-bdakan status sosial, ekonomi dan pendidikan seseorang, karena tujuan dari ritual ini adalah memeperbaiki cara beribadah dan siraman rokhani bagi pesertanya.

    ReplyDelete
  30. Kita hidup didunia ini semata-mata hanya mengharapkan ridha ALLAH , jika kita belum ikhlas bagaimana kita bisa melakukan ibadah yang semata-mata mengharapkan keridhaan ALLAH. Itulah pentingnya kita belajar ikhlas dan belajar ikhlas yang sesungguhnya.

    m. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  31. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. Seorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162). Surat Al-Bayyinah ayat 5 menyatakan, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” Tatkala Jibril bertanya tentang ihsan, Rasul saw. berkata, “Engkau beribadah kepada Allah seolah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu.” Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”

    ReplyDelete
  32. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Secara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal.
    Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.
    Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras (nampi beras) dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa.

    ReplyDelete
  33. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Bagi seorang dai makna ikhlas adalah ketika ia mengarahkan seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap ridha-Nya, dan kebaikan pahala-Nya tanpa melihat pada kekayaan dunia, tampilan, kedudukan, sebutan, kemajuan atau kemunduran. Dengan demikian si dai menjadi tentara fikrah dan akidah, bukan tentara dunia dan kepentingan. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku.” Dai yang berkarakter seperti itulah yang punya semboyan ‘Allahu Ghayaatunaa‘, Allah tujuan kami, dalam segala aktivitas mengisi hidupnya.

    ReplyDelete
  34. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Pekerjaan yang dilakukan dengan setengah hati juga hasilnya akan tidak baik. Tidak baik juga jika memberi atau menerima tidak ikhlas. Biasanya nanti akan ada saja ketidakberuntungan. Namun ikhlas atau tidak sebenarnya tidak kelihatan. Itu adalah hal yang ghaib yang hanya diketahui dirinya dan Sang Pencipta. Sebagai manusia, yang dapat dilakukan adalah berjuang. Berikut adalah ayat Al Qur'an tentang ikhlas :
    "Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS Al-An’am:162). Ayat ini setiap hari kita baca saat sholat.

    “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan (ikhlas) kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” (QS. Al-Bayinah: 5).
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  35. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Manusia menjalankan kehidupan di dunia ini hanya untuk mencari ridha Allah SWT. Allah tidak memandang pangkat atau jabatan manusia di dunia, semua manusia mempunyai kedudukan yang sama di hadapan Allah. Yang membedakan adalah amal serta ibadahnya saja. Untuk menggapai ikhlas kita harus niatkan dalam hati kita serta melaksanakan semua perintah Allah.

    ReplyDelete
  36. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Dalam menuju ikhlas, kuncinya adalah mendapatkan ridha dari Allah SWT. Contohnya yaitu ketika kita melaksanakan perbuatan apapun atau ketika kita sedang beribadah harus dengan rasa ikhlas, hanya mengharapkan ridha Allah, bukan karena hal lain. Seperti yang dijelaskan pada surat Al-Fatihah bahwa hanya kepada Allah kita menyembah dan hanya pada-Nya kita memohon pertolongan.

    ReplyDelete
  37. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Tidak ada perbedaan pangkat, jabatan, kaya atau miskinnya seseorang dalam beribadah. Semuanya sama di hadapan Allah SWT, yang membedakan hanyalah ketaqwaan dan keihlasannya. Ikhlas untuk menggapai Ridho Allah semata, dengan niat yang tulus maka, ibadah kita akan menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  38. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Rasa ikhlas merupakan hal yang penting dalam beribadah kepada Allah. Dengan rasa ikhlas, seseorang akan memiliki niat yang benar dan semata-mata untuk mencari ridla Allah. Tidak kepada duniawi saja sehingga ia dapat menjadi hamba yang bertawakkal kepada Allah.

    ReplyDelete
  39. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Ikhlas merupakan hal yang mudah diucapkan namun sulit untuk dilakukan. Setiap kali kita beribadah kepada Allah, kita membutuhkan hati yang ikhlas, pikiran yang ikhlas, dan perbuatan yang ikhlas. Karena jika kita tidak ikhlas, hati dan pikiran kita tidak menuju kepada Allah. Lalu menuju siapa hati dan pikiran kita saat beribadah? Pertanyaan tersebut perlu kita renungi setiap saat.

    ReplyDelete
  40. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Selain itu, ikhlas juga menjauhkan kita dari sifat pamer/riya’ dan ujub. Kedua sifat ini sangat bahaya bagi diri kita sendiri karena sebesar dan selama apapun kita beribadah akan bernilai kosong karena hati kita sudah ternodai oleh sifat tersebut. Maka hendaknya kita belajar untuk selalu ihlas hati dan pikiran dalam segala perbuatan kita.

    ReplyDelete
  41. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Tidak ada fasilitas yang istimewa. Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani rahimahullah berkata, “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa. Yang bertakwa itulah yang berhak menyandang kemuliaan, yaitu lebih mulia dari orang yang tidak memiliki sifat takwa. Dialah yang paling mulia dan tinggi kedudukannya (di sisi Allah). Jadi, klaim kalian dengan saling berbangga pada nasab kalian yang mulia, maka itu bukan menunjukkan kemuliaan. Hal itu tidak menunjukkan seseorang lebih mulia dan memiliki kedudukan utama (di sisi Allah).” (Fathul Qodir, 7: 20)

    ReplyDelete
  42. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamulaikum Wr. Wb.
    In my opinion, Sincere is different with the other thing because sincere comes from our heart. Well, like I said before that just according to sincere, we can make rank to all people in front of Allah. Just like baby that are born in the world without anything. Isn't it wonderful? I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  43. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Ritual ikhlas adalah kegiatan yang semata-mata dilakukan untuk menata ibadah dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mendekatkan diri kepada Allah bisa didapatkan dengan cara melakukan ibadah dengan baik, sesuai dengan tutuntunan yang diajarkan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan keridhaan Allah, ada hal-hal yang perlu dipenuhi. Oleh karenanya upaya pemenuhan itu harus dilakukan dengan baik.

    ReplyDelete
  44. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A Angkatan 2016

    Untuk memperoleh ridho Allah SWT tidak diperlukan kedudukan, gelar, jabatan, bahkan kekayaan dari seseorang, yang diperlukan adalah keikhlasan dalam menjalankan berbagai ibadah dan aktifitas sehari-hari hanya karena ALlah SWT. Derajat ikhlas inilah yang akan menempatkan posisi kita di hadapan Allah SWT. Semoga kita menjadi golongan orang-orang yang memiliki rasa ikhlas.

    ReplyDelete
  45. Pembeda seorang hamba dengan hamba lainnya di hadapan Sang Pencipta hanyalah seberapa suci niatnya, seberapa banyak zikirnya, seberapa benar amalnya, seberapa ikhlas hatinya dalam beribadah. Semoga kita semua dapat menggapai RIDHO NYA .

    ReplyDelete
  46. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Ikhlas tujuannya adalah hanya mengharap ridho Allah. Kita melakukan semua amal, semua ibadah, semua itu jika kita ikhlas tujuannya adalah untuk mengharap keridhoan Allah, bukan untuk pamer, bukan untuk ingin dipuji, bukan untuk hal-hal duniawi. Allah tidak membedakan hamba-Nya secara fisik atau jabatan atau material. Di hadapan Allah semua adalah sama, yang membedakan adalah keikhlasan di dalam hati para hamba.

    ReplyDelete
  47. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  48. Fandi Kurnia Giri
    13301241012
    Pend. Matematika A 2013

    Pembelajaran berikutnya adalah persamaan derajat. Bagi mereka yang menginginkan suatu pembelejaran ikhlas tidak akan mendapat perlakuan khusus yang istimewa. Baik bagi mereka yang berharta lebih, berpendidikan tinggi, bergelar panjang dan sebagainya. Bagi mereka yang melanggar akan mendapat teguran/hukuman dan bagi yang mengindahkan akan mendapat hikmah.

    ReplyDelete
  49. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Tujuan utama Ritual Ikhlas adalah menggapai rida Allah SWT, dengan cara membetulkan tata cara beribadah kita meliputi bagaimana Salat yang benar, ambil air wudlu yang benar,bersuci yang benar, Salat Jamaah yang benar, Salat Sunah yang benar, Zikir yang benar, serta memperoleh tambahan santapan ruhani melalui kegiatan Ceramah, Kutbah Jumat atau kegiatan tanya jawab lainnya. Dengan adanya ritual ikhlas ini apa yang kita lakukan tidak salah dari petunjuk Al Qur'an dan Al Hadits. Jika yang kita laksanakan tidak sesuai maka bukan berarti dijauhkan namun akan mengurang pahala yang akan kita terima.

    ReplyDelete
  50. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Firman Allah:”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan” (Q.S. Al Maidah 5:35). Maka kita berlomba-lomba dalam bertaqwa dan mendekatkan diri pada Nya. Sesuai dengan ajaran yang dibenarkan untuk mendapatkan berkah dan rida Nya. Taqwa yang seperti apa yang akan diterima? Mendekatkan diri yang bagaimana yang akan diterimaNya..... dalam ritual ikhlas ini kita akan memahaminya.

    ReplyDelete
  51. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Dalam kegiatan ritual ikhlas ini semua berkedudukan yang sama. Di depan Allah semuanya berkedudukan sama kecuali keikhlasan dan amal-amalnya. Baik pejabat, anak buah, pemimpin, yang dipimpin, yang kaya, yang miskin, semua sama kedudukannya. Yang diperhitungkan adalah amal soleh dan ibadahnya.

    ReplyDelete
  52. KASYIFATUN AENI
    1330124105%
    PMA 13

    Assalamualaikum Prof..
    Dalam persiapan teknik kedua ini, santri kepala kembali menekankan bahwa tujuan diadakannya ritual ikhlas adalah semata-mata untuk menggapai rida Allah dengan melaksanakan ibadah dengan benar. karena hanya untuk menggapai rida Allah, maka semua peserta disejajarkan pada kedudukan yang sama, seperti kedudukan mereka di hadapan Allah. Yang membedakan satu orang dengan orang lain adalah amal perbuatan dan keikhlasannya.

    ReplyDelete
  53. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Amal baik manusia terhadap Tuhan adalah ikhlas beribadah, menjalankan segala perintah dan menjauhi apa apa yang menjadi larangan Tuhan. Ikhlas manusia terhadap manusia dapat dilihat dari rasa belas kasih yang muncul dari dalam hati manusia sehingga tergerak melakukan atau bersikap ikhlas itu sendiri, Sumber ikhlas adalah hati, hati adalah tempat spiritual manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  54. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi di atas ditekankan bahwa ritual ikhlas yang dilakukan manusia semata-mata hanyalah untuk mencari ridho dari Allah SWT. Manusia memerlukan bekal untuk menjalankannya yaitu niat yang sungguh-sungguh mengikuti semua ketentuan ada dengan hati yang bersih dan tenang. Jika kita ikhlas dalam niat dan memiliki kesungguhan dalam melakukannya maka kita akan benar-benar mendapatkan nilai ibadah yang tinggi.

    ReplyDelete
  55. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Segala hal memang tergatung niatnya. Dalam mengharap ridha Allah pun harus kita niatkan dengan sebaik-baik niat. Berusaha membersihkan hati dan terus memohon ampun terhadap Allah adalah sebaik-baik bekal.

    ReplyDelete
  56. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Tiadalah yang bisa disombongkan manusia dihadapan Allah SWT. Meskipun pangkatnya setinggi Jenderal atau Presiden, tetapi itu bukan menjadi jaminan ia menjadi seseorang yang berderajat tinggi di sisi-Nya.

    ReplyDelete
  57. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Manusia sebagai makhluk yang penuh kekurangan selayaknya tidak boleh sombong dihadapan Tuhan yang Maha Segalanya. Kita harus merendahkan diri serendah rendahnya kepada-Nya sehingga tidak menyombongkan diri, itu merupakan syarat awal untuk menuju keikhlasan dan keridhoannya.

    ReplyDelete
  58. Keikhlasan tidak mengenal batas dan derajat. Manusia dengan berbatas apapun boleh ikhlas sesukanya, manusia dengan derajat setinggi apapunnya, ia tetap harus mengikuti derajat lainnya. Kebanyakan manusia terjebak dalam derajat dan pangkat yang ia ciptakan (diciptakan oleh manusia). Ikhlas yang sejatinya adalah yang diciptakan oleh Tuhan dengan derajat yang Tuhan ciptakan.
    Manusia sebagai batasan bottom namun merasa berada di top level. Pada keikhlasan paling penting adalah manusia yang lupa pada level yang diciptakan oleh siapapun.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP (A)

    ReplyDelete
  59. Manusia jangan meninggikan derajatnya, karena sebenarnya setiap manusia itu sama di mata Tuhan, yang membedakan kadar imannya. Iman salah satu pentingnya adalah ikhlas dalam beriman. Setinggi-tinggi iman manusia tanpa ikhlas adalah kacang tanah yang isinya kosong. Manusia yang masih memiliki gunung di hatinya, dimohon tidak perlu susah-susah mengikuti ritual ikhlas, ikhlaskan diri sendiri agar keikhlasan yang diciptakan memiliki kekuatan untuk membentuk elegi diri sendiri.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP (A)

    ReplyDelete
  60. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sesungguhnya perkara paling mendasar dan terpenting dalam agama ini adalah mengikhlaskan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap amal ibadah yang kita lakukan, hal itu sebagai syarat utama diterimanya amal ibadah. Ikhlas adalah termasuk amalan hati yang perlu mendapatkan perhatian “istimewa” (secara mendalam) dan dilakukan dengan cara “istimrar” (terus menerus) di setiap kita hendak melakukan amal dan ibadah, agar amalan kita menjadi bernilai di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    ReplyDelete
  61. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sebelum kita melaksanakan ritual ibadah tentunya harus diawali niat terdahulu. Niat dipakai untuk membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan yang dilakukan oleh manusia), misalnya : Mandi, apabila dimaksudkan (niatkan) karena Allah semata untuk menghilangkan hadats besar (mandi junub misalnya) maka hal yang semacam itu akan menjadi ibadah, lain halnya apabila mandi semata-mata dimaksudkan untuk membersihkan badan atau mendapatkan kesegaran, maka hal itu menjadi adat (kebiasaan) saja.

    ReplyDelete
  62. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Keikhlasan menjadi ukuran (barometer) akan nilai besar kecilnya amalan yang kita lakukan. Seseorang yang shalat dengan penuh kekhusyukan, memerhatikan kesempurnaan shalat dari hal-hal yang wajib atau sunnah-nya, takut dengan azab Allah ta’ala, dan mengharapkan rahmatNya. Tentunya, ibadah ini akan bernilai sangat besar di sisi Allah ta’ala. Berbeda dengan orang yang melaksanakan shalat yang meski dilaksanakan dengan penuh kehusyukan, memerhatikan kesempurnaan shalat, tetapi ia melakukannya agar dilihat orang lain atau menginginkan sanjungan orang lain atau takut pada seseorang, sehingga amalan seperti ini akan sia-sia dan tidak bernilai disisi Allah ta’ala sedikit pun.

    ReplyDelete
  63. Ikhlas ialah, menghendaki keridhaan Allah dalam suatu amal, membersihkan dari segala individu maupun duniawi. ini harus melekat pada setiap hamba. Ikhlas karena Allah SWT
    Miftahir Rizqa
    PEP Kelas A
    16701261027


    ReplyDelete
  64. Ikhlas menjalani hidup, akan memberikan keringanan dan kenyamanan dalam hidup. setiap tingkah laku diikhlaskan karena menggapai ridha Yang Maha Kuasa. Sunggu hidup akan terasa nyaman dan bahagia
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  65. jika kita semua bisa menjalankan hidup dengan ikhlas, tentunya tidak ada lagi imbalan-imbalan, korupsi seklaipun tidak akan terjadi seperti sekarang ini. banyak orang-orang bekerja pamrih mengharapkan imbalan yang tidak pernah merasa cukup. inilah akan jadi cikal bakal maraknya korupsi dimana-mana.
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  66. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Niat yang baik dengan cara yang salah maka menjadi tidak benar. Oleh karena itu dalam rangka menggapai ridha-Nya, yang merupakan tujuan mulia, perlu dilakukan cara yang benar. Bagaimana shalat yang benar, wudhu yang benar. Dengan demikian kualitas peribadatan menjadi lebih baik dan semakin dekat dengan-Nya

    ReplyDelete
  67. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kesombongan akan pangkat, jabatan, dan status sosial masih saja terjadi. Bahkan disalahgunakan untuk menindas orang lain, bertindak semena-mena. Kesombongan itu hendaknya dibersihkan dengan keikhlasan, dan bersyukur. Agar tidak ada lagi orang yang merugikan sesamanya, namun senantiasa berlomba-lomba dalam ritual ikhlas

    ReplyDelete
  68. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam melaksanakan ritual ikhlas, tujuan utama yaitu mencapai ridho dari Allah SWT. Semua orang memiliki kedudukan yang sama, tidak memandang pangkat, kedudukan, dan lainnya, yang membedakannya hanya keikhlasan dan amal-amal yang diperbuat. Ridho Allah dapat diperoleh dengan ikhlas dan bekal niat yang benar untuk ridho Allah. Jadi, niat yang benar adalah bekal ikhlas untuk mencapai ridho Allah. Terima kasih.

    ReplyDelete
  69. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    seperti elegi sebelumnya, pada elegi kali ini, prof.marsigit kembali menegaskan akan pentingnya persiapan teknis yang harus dipersiapkan oleh seseorang dalam melakukan ibadah, dalam hal ini menuntut ilmu melalui keihlasan dalam membaca elegi-elegi yang ditulis oleh beliau.

    ReplyDelete
  70. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Kembali Santri Kepala menegaskan bahwa kegiatan Ritual Ikhlas ini semata-mata hanyalah untuk mencari keridaan dari Allah SWT. Di depan Allah semuanya berkedudukan sama kecuali keikhlasan dan amal-amalnya. keudian dalam elegi ini diberikan contoh yang terjadi tahun yang lalu bahwa pernah ada seorang Raja yang mengikuti kegiatan serupa tetapi sang raja tidak menyediakan fasilitas khusus, malah pada saat itu dia terpaksa menempati lokasi di bawah tangga karena datang terlambat.

    ReplyDelete
  71. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    menurut pemahaman saya, contoh yang digambarkan dalam elegi ini, baik itu tentang sang rajaataupun tentang asas keadilan, adalah tentangpenegasan prof.marsigit kepada segelanp khalayak atau mahasiswa pembaca elegi ini bahwa tidak ada yng dispesialkan dalam hal ini, tidak ada tempat khusus bagi siapapun, selama yang bersangkutan masih berstatus sebagai mahasiswa dan pencri ilmu, maka tugas kita adalah sama: membaca dan berkomentar dalam elegi-elegi di blog ini.

    ReplyDelete
  72. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    sang santri kepala juga menganjurkan kepada kita untuk melepaskan segala atribut kepangkatan dalam melakukan ibadah membaca dalam ritual ikhlas. bahwa terkadang latar belakang seseorang, biak itu latar belakang keilmuan maupun latar belakang jabatan, tidak jarang mempengaruhi keikhlasan seseorang dalammerendahkan hati dan membuka diri terhadap kebenaran yang ada di luar keyakinan dirinya.

    ReplyDelete
  73. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Elegi ini berisikan tentang persamaan derajat. Dalam mencari ilmu hendaknya kita lakukan dengan iklas. Ketika semua didasari dengan keikhlasan maka kita tidak akan pernah membanggakan kedudukan, pangkat, ataupun golongan kita. Hal yang perlu kita ingat bahwa di atas langit masih ada langit. Maka ketika kita merasa terbaik dari semua golongan, sebenarnya masih ada yang lebih baik dari kita.

    ReplyDelete
  74. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Selain itu kedudukan manusia dimata tuhan adalah sama. Yang membedakan adalah tingkat amal dan perbuatan yang dilakukan. Jadi harta, benda itu hanya berlaku di dunia. Ketika kita mempunyai harta tetapi tidak digunakan pada jalan menuju ridho Allah, maka harta tersebut akan sia-sia. Begitu pula jika kita tidak mempunyai harta berlebih, tetapi senantiasa berusaha untuk mendapat ridho Allah maka akan nmendapat kedudukan yang lebih tinggi dimata Allah.

    ReplyDelete
  75. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Tuhan Yang Maha Esa Maha Mengetahui, sehingga akan mengetahui apa yang akan kita lakukan setiap detiknya walaupun kita tak menyadarinya. Sebagai contoh kita melakukan hal yang menyakitkan orang lain dengan ilmu hitam yang kita miliki melalui perantara mahluk halus. Perbuatan tersebut merupakan tindakan yang akan membawah kita tersesat. Namun Tuhan Akan memberikan ampunan bila kita menyadari dan bertaubat untuk memohon ampun dan menyesali apa yang kita telah perbuat

    ReplyDelete
  76. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menurut saya, dalam elegi ritual ikhlas 3 ini menjelaskan bahwa ikhlas yang sebenar-benarnya adalah mencari ridho Allah SWT semata dengan niat yang tulus, taat kepada ketentuan yang ada. Oleh karena itu untuk menjadi seorang yang ikhlas kita harus meluruskan niat terlebih dahulu dan selalu berpikir positif dengan segala ketentuannya. Dengan demikian, kita akan bisa menggapai ikhlas yang sebenar-benarnya.

    ReplyDelete
  77. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Selain itu, dalam persiapan yang kedua menuju ikhlas yang hakiki, kita diingatkan kembali bahwa semuanya akan kembali pada satu. yaitu Allah SWT. Bahwasanya jika kita mengalami suatu masalah kita harus berserah diri dan ikhlas kepada Allah SWT. Ikhlas adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  78. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ikhlas itu tidak mudah untuk dilakukan. Tapi dengan niat yang sungguh – sungguh dan selalu berdoa kepada-Nya maka kita bisa ikhlas lillahi ta'ala. Kita tidak lagi merasa sedih, kesal, benci, marah terhadap orang yang telah menyakiti kita.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id