Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 7: Tanya jawab pertama perihal Hati yang Ikhlas




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass...Bapak Ibu semua pada kegiatan Ritual Ikhlas II kita akan mengadakan Tanya Jawab seputar Implementasi Program Menghuni Syurga, meliputi Ikhlas, Hati, Taubat, Do’a, dst. Nara Sumber kita adalah Ustad Muhammad Alaika Salamulloh. Jika diantara peserta ada pertanyaan langsung saja disampaikan, supaya langsung juga dijawab:

Cantraka Ikhlas:
Ass..yang terhormat Ustad Muhammad Alaika, seperti yang sering dikatakan oleh Bapak Muhammad Nurikhlas bahwa dia mengagumi ikhtiar-ikhtiar berkaitan dengan dunia, akhirat, amal, ilmu, dan doa. Maka saya ingin bertanya bagaimana hubungan hati yang Ikhlas itu dengan Ibadah, dan Amal-amal kita?

M. Alaika Salamulloh:
Allah berfirman:”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (Q.S. Adz-Dzariyat: 56). Dikarenakan bahwa tujuan diciptakannya seluruh jin dan manusia uktuk beribadah kepada Allah, maka sudah barang tentu dilarang keras bagi kita semua untuk beribadahnkepada selain Allah. Kita harus mengikhlaskan ibadah kita hanya kepada Allah. Oleh karena itu salah satu kunci diterimanya amal ibadah kita sebagai hamba Allah adalah Keihlasan. Keikhlasan merupakan tolok ukur diterima atau ditolaknya ibadah kita.

Cantraka Putih:
Bagaimana cara menggapai Hati yang Ikhlas itu?

M. Alaika Salamulloh:
Niat yang benar akan menentukan kebenaran dalam beribadat. Apabila kita menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas, insya Allah ibadah kita akan diterima oleh Nya. Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Cantraka Sakti:
Seperti apakah wujud dari Ikhlas itu?

M. Alaika Salamulloh:
Al-Haris al-Muhasibi, salah seorang sufi besar, mengatakan:”Yang disebut dengan Ikhlas adalah apa yang engkau kehendaki dari amalmu tiada lain karena ketaatan kepada-Nya”. Jadi dalam beramal dan beribadah kita hanya meniatkan untuk taat kepada-Nya dan menjalankan kewajiban yang ditetapkan oleh-Nya kepada kita. Tidak ada yang lain yang kita tuju kecuali hanya Allah. Hanya Allah tujuan kita.

Cantraka Sakti:
Kemarin pada Ritual Ikhlas I, saya sudah merasa Ikhlas, tetapi mengapa oleh saya dinilai belum ikhlas?

M. Alaika Salamulloh:
Salah satu penghalang Ikhlas adalah Riya. Riya adalah apabila kita menunaikan sebuah amalan hanya untuk mendapatlkan pujian dari makhluk. Misalnya, mengikuti Ritual Ikhlas agar mendapat pujian menjadi dari teman atau kerabat, atau untuk memperoleh prestise di masyarakat. Rasulullah SAW memberi peringatan keras perihal Riya ini, dan bersabda:”Syirik kecil adalah suatu penyakit yang sangat berbahaya bagi kalian”. Para sahabat bertanya:”Apa itu Syirik kecil wahai Rasulullah?”. Beliau bersabda:”Itulah Riya. Pada Hari Kiamat nanti Allah menyuruh mereka yang berlaku Riya untuk mencari pahala amalnya kepada orang yang menjadi tujuan amal mereka. Allah berfirman, carilah orang yang ketika kamu beramal, kamu ingin mendapat sanjungan dari mereka. Mintalah pahala kepada mereka” (H.R. Ahmad dan Baihaqi).

Muhammad Nurikhlas:
Bagaimana keikhlasan seorang mukmin mampu mengusir setan dan iblis?

M. Alaika Salamulloh:
Sebagaimana kita tahu, Iblis telah menggoda Adam dan hawa untuk melanggar larangan Allah di surga. Dan Iblis memproklamirkan diri untuk menjadi penggoda manusia agar menyimpang dari jalan Allah hingga Hari Kiamat nanti. Iblis mengatakan bahwa semua hamba Allah bisa digoda dan diperdaya, kecuali orang-orang yang Ikhlas. Pernyataan Iblis terekam dalam surah Sgad:”Kecuali hamba-hamba-Mu yang selalu ikhlas” (Q.S. Shad:83). Ayat itu menunjukkan bahwa Iblis tidak berdaya menghadapi orang-orang Ikhlas, dikarenakan orang-orang yang Ikhlas senantiasa meniatkan segala perbuatan dan amalnya hanya untuk Allah, tidak ada yang lain. Maka tertutuplah sudah semua pintu bagi Iblis untuk dapat menggoda orang-orang yang Ikhlas.

Cantraka Ikhlas:
Apakah Al-Qur’an memberi tuntunan bagaimana kita bisa meraih Keikhlasan itu?

M. Alaika Salamulloh:
Bacalah ajaran tauhid yang termaktub pada surah al-Ikhlas berikut:”Katakan Muhammad,”Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Allah tidak beranak dantidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia” (Q.S. Al-Ikhlas: 1-4). Salah satu sebab surah tersebut dinamakan al-Ikhlas adalah karena surah tersebut mengajarkan ketauhidan seorang hamba. Artinya, ketika seorang hamba sudah mengikrarkan tauhid bahwa hanya Allah yang patut disembah, maka dia pun menauhidkan seluruh ibadahnya hanya kepada Allah. Dalam ibadah hanya ada satu tujuan yaitu Allah. Sekali lagi hanya satu tujuan, yaitu Allah Yang maha Esa. Tidak ada yang lain. Allah berfirman:”Barang siapa niat amalannya hanya menghendaki kesenangan dan keindahan dunia, pasti kami sempurnakan balasannya di dunia. sedikitpun tidak kami kurangi. Itulah orang-orang yang tiada balasannya di akhirat, kecuali neraka, lenyaplah semua amalnya dan sia-sialah pekerjaannya”. (Q.S. Hud:15-16)

Santri Kepala:
Terimakasih kami haturkan kepada Bapak Ustad Muhammad Alaika Salamulloh yang telah panjang lebar memberi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan peserta Ritual Ikhlas perihal Hati yang Ikhlas. Baiklah peserta Ritual Ikhlas semua marilah kita mempersiapkan diri untuk menjalankan Salat Maghrib secara berjamaah. Amin

93 comments:

  1. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Untuk menggapai hati yang ikhlas itu adalah dengan niat yang benar akan menentukan kebenaran dalam beribadat. Apabila kita menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas, insya Allah ibadah kita akan diterima oleh Allah SWT. Ikhlas, harus dari hati.Amalan-amalan yang dikerjakan itu adalah karena mengharap ridhonya, dan karena kita taat kepada Allah, bukan karena hal lain. Jika karena hal lain, maka bisa dikatakan dengan riya. Misalnya kita ingin meraih ikhlas, namun kita mengharapkan dipuji oleh orang lain, maka itu salah satu contoh perbuatan riya.Sedangkan riya merupakan hal yang tidak disukai oleh Allah.Allah sangat murka dengan orang-orang yang riya. Jika kita ingin meraih ikhlas dengan sempurna dan menghindari riya, maka kita bisa mengamalkan inti sari dari surat al-ikhlas. Yang mengajarkan tentang ketauhi dan Allah.Dalam beribadah, fokuskan tujuan kita hanya kepada satu, Tuhan yang MahaEsa, dan semua ibadah yang kita lakukan itu hanya untuk mendapat ridho dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Ikhlas adalah dari hati yang paling dalam untuk mendapatkan ridho-Nya. Bila terbesit sedikit saja dalam hati melakukan sesuatu karena ingin dilihat dan dipuji orang lain itu yang disebut dengan pemer (sombong) yang akan mengakibatkan amal ibadah yang telah kita lakukan akan sia-sia aja untuk itu segera hindarkan diri kita dari hal yang sia-sia.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 20`6

    ReplyDelete
  3. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Sebagai makhluk ciptaan Allah, manusia mempunyai kewajiban untuk beribadah kepada-Nya. Kunci diterimanya amal ibadah tersebut adalah keikhlasan hati kita. Untuk itu keikhlasan dapat dijadikan tolak ukur diterima atau ditolaknya ibadah kita. Keikhlasan berawal dari niat. Jika kita dapat mewujudkan niat yang ikhlas, Insya Allah dalam melakukan ibadah akan terasa lebih mudah dan ringan.

    ReplyDelete
  4. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Hidup kita adalah untuk beribadah kepadaNya. Pahami hakikatnya. Allah SWT menciptakan jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Niat yang ikhlas adalah hal yang paling penting. Dengan hati yang ikhlas semoga segala amal ibadah kita diterimaNya. Semoga hidup kita dipenuhi keberkahan dan selalu di ridhoi Alllah SWT.
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  5. anisa safitri
    13301241014
    pendidikan matematika a 2013

    assalamualikum,
    Menurut artikel yang saya baca diatas, pada ritual ikhlas 7, pendapat saya berkaitan dengan bagimana hati yang berhubungan dengan ikhlas itu merupakan hati yang diselimuti semua keadaan yang hanya untuk melakukan perintah Allah. Dan ikhlas itu merupakan suatu perbuatan yang berkaitan dengan hati, dan semua perbuatan yang kita lakukan didunia atau perbuatan apapun yang dilakukan semua berwal dari niat dan apapun yang kita lakukan sesuai dengan ikhlasan.

    ReplyDelete
  6. anisa safitri
    13301241014
    pendidikan matematika a 2013

    Beribadah semua berasal dari hati yang taat kepada Allah SWT, dan ada tujuan selain kepada Allah. Jika seseorang sudah merasa sombong, maka sifat riya akan mulai menggerogi hatinya. Riya merupaka perbuatan yang merusak sifat keikhlasan itu sendiri. Dan Riya’ merupakan perbuatan syirik kepada Allah, dan perbuatan syirik merupakan perbuatan yang sangat di benci Allah dan merupakan dosa besar. Maka kita sebagai manusia harus berhati-hati dengan sifat Riya untuk mencegah perbuatan yang dosa.

    ReplyDelete
  7. anisa safitri
    13301241014
    pendidikan matematika a 2013

    Seorang yang memiliki keikhlasa yang tinggi kepada Allah maupun manusia dan selalu berbaik sangka kepada Allah maka akan mendapat keberkahan yang datang dari Allah, karena Setan tidak akan menggangu dan mengoda orang yang memiliki keimanan dan keikhlasan ang tinggi kepadaAllah, karena orang yang ikhlas hanya meminta dan berdoa kepada Allah dan Taat hanya dengan perintahnya, maka Allah bersama orang – orang yang ikhlas, maka setanpun tidak akan menggangu orang-orang yang ikhlas.

    ReplyDelete
  8. Anisa Safiri
    13301241014
    pendidikan Matematika A 2013

    menurut dari elegi ini yang saya baca,
    Keikhlasan pun juga diajarkan untuk semua manusia yang berbuat apapun haruslah didasarkan pada sifat ikhlas dan tidak mengharapkan keikhlasan. Sebagai umat muslim sifat keikhlasan juga diajarkan, seperti Firman Allah, dalam Al-Ikhlas, itu diturunkan kepada manusia agar beribadah hanya kepada Allah. Dan beribadah apapun ditujukan hanya kepada Allah, tujuan hidup hanya untukmemperoleh ridho dari Allah semata, dalam hati- hati orang ikhlas selalu berdzikir kepada Allah, karena dalam hal ini sifat tauhid manusia diutamakan, hubungan kepada Tuhan haruslah selalu ditingkatkan. Karena sebenarnya allah lebih dekat daripada urat nadi kita, sehingga sebagai manusia harus senantiasa berusaha untuk meraih ridho dari Allah SWT.
    terimakasih

    ReplyDelete
  9. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Kita sebagai manusia tidak bisa menentukan diri kita sendiri ataupun orang lain tentang keikhlasannya. maksudnya kita tidak berhak menilai dia ikhlas atau tidak ikhlas dalam menjalankan sesuatu. lagipula, daripada kita mencampuri urusan orang lain, lebih baik kita berfokus pada diri kita sendiri, meniatkan hati kita sendiri untuk menjadi manusia yang ikhlas dan mengharap ridho Allah. bukan karena ingin mendapat sanjungan atau pujian, tapi niat tulus ikhlas karena Allah Ta'ala. Semoga setelah membaca serangkaian elegi ritual ikhlas ini, niat kita dalam melakukan segala sesuatu diawali dan dijalani dengan rasa ikhlas. Aamiin

    ReplyDelete
  10. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Ikhlas akan selalu membawa umat manusia menuju kebaikan dan menjauhi manusia dari hal-hal keburukan. Ketika pondasi niat dari seseorang adalah keikhlasan kehidupannya akan indah, ibadah kepada Allah dengan hati yang ikhlas untuk mendapatkan keridhaan dari Allah SWT, bahkan dengan ikhlas seorang mukmin mampu mengusir setan dan iblis karena iblis pun mengakui kekuatan dari ikhlas itu, seperti tercantum dalam firman Allah "(Iblis) menjawab, "Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang selalu ikhlas" (Q.S. Shad:82-83).

    ReplyDelete
  11. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Keikhlasan memang bukanlah hal yang mudah untuk kita lakukan. Ikhlas artinya menghendaki keridhaan Allah SWT dalam setiap perbuatan yang kita lakukan. Ikhlas ini yang bisa mengukur adalah Allah SWT, manusia tidak bisa mengukurnya, oleh karena itu dalam setiap tindakan kita harus bedasarkan niat yang baik dari dalam diri. Keihlasan ini akan hilang oleh sifat riya’. Maka janganlah sampai kita berbuat riya.

    ReplyDelete
  12. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Untuk menggapai hati yang ilkhas kita harus meniatkan segala perbuatan dan amalnya hanya untuk Allah. Tidaklah ada ikhlas yang dicapai apabila kita menunaikan sebuah amalan hanya untuk mendapatlkan pujian dari makhluk atau biasa disebut dengan riya. Bila sudah menggapai ikhlas, maka tidak ada satupun yang bisa menggoda termasuk iblis yang tercantum dalam as-Shad: 83.

    ReplyDelete
  13. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya” (H.R. Bukhari dan Muslim)
    Jika kita melakukan sesuatu karena ingin dipuji orang lain, maka hanya dipuji lah yang kita dapat. Keinginan dipuji inilh yang biasa disebut riya’. Dan riya’ adalah salah satu penghalang ikhlas.
    Jika dunia masih menjadi tujuan akhir kita, maka celakalah kita ketika kita kehilangan akhirat tempat kita kembali. Dunia itu jembatan akhirat. Sebrangi ia dengan perbekalan yang baik agar cukup untuk sampai ke akhirat yang baik pula.

    ReplyDelete
  14. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs PMat A 2016

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Dalam istilah Imam Khomeini, perintang yang menghalangi manusia untuk bisa sampai ke tujuan hakiki disebut tabir (hijab). Tabir-tabir ini memiliki beberapa bentuk, sebagian dalam bentuk tabir kegelapan (zhulmani) dan yang lain berupa tabir cahaya (nurani). Artinya, cahaya juga bisa merupakan salah satu tabir untuk sampai ke tujuan hakiki.
    Salah satu tabir besar adalah ilmu. Ia bisa membuat manusia terlena dengan konsep-konsep universal (mafahim kulliyah) dan menghalangi jalan manusia. Ia juga merupakan tabir bagi para Wali. Semakin bertambah ilmu, tabit pun semakin tebal. Dalam hati yang belum siap dan belum matang, ilmu tauhid merupakan sebuah lumpur, penjara, dan menjadi penghalang baginya. Namun dengan ilmu syariat, ini semua merupakan sarana (wasilah). Ini adalah semua perantara untuk membangunkan jiwa manusia dan supaya tabir-tabir ini bisa disibak, di mana kita semua berada dalam kegelapan, keluar dari kegelapan ini, memungkinkan kita sampai ke tabir-tabir cahaya.
    Terkadang banyak orang menyibukkan diri dengan ilmu-ilmu argumentatif yang bisa menyebabkan kegelapan, hitam dalam hati, dan akan menghalanginya unuk sampai ke tujuan tingginya.
    Apa yang diraih oleh akal lewat kekuatan argumentasi, metode ilmiah, dan lewat kalam akal, hendaklah dituliskan di atas lembaran hati. Hakikat kelemahan hamba dan keagungan Tuhan, hendaklah dihujamkan ke dalam hati, semua ikatan dan tabir ilmiah hendaklah dilepaskan.
    Namun, tahapan ini bukanlah tujuan akhir karena peejalanan menuju kesempurnaan masih terus berlanjut.
    wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  15. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    untuk menggapai sebuah keikhlasan itu berasal dari niat yang kita lakukan. karena segala sesuatu itu berasal dari niat kita untuk taat dan sungguh-sungguh ibadah kita hanya pada ALLAH SWT dengan mengharap ridha dan pahala-NYA. Ketika niat kita melenceng dari itu dan hanya untuk mendapatkan pujian dari makhluk-makhluk ciptaan ALLAH maka itu lah yang dinamakan riya sedangkan riya sendiri berdasarkan sabda Rasulullah SAW merupakan syirik kecil dan itu yang harus kita hindari karena merupakan salah satu penghalang dari ikhlas.

    ReplyDelete
  16. Ikhlas berkaitan dengan hati. Riya adalah perusak hati. Namun tanpa sadar banyak hal pada diri kita sudah melakukan itu. merasa bersih, merasa suci, merasa benar, merasa pintar, merasa cerdas, merasa paling dermawan, merasa sholeh dan sebagainya yang berbalut amal ibadah. Riya adalah hal terhalus yang merasuk dalam hati tanpa kita sadari. Artikel ini menjadi perenungan yang mendalam.

    Nur Tjahjono Suharto
    S3 PEP (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  17. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dalam bagian cerita ini sangat banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan, dari bagaimana sebenar-enar ikhlas, apa penghalang ikhlas yautu riya dan bagaimana ikhlas dalam alquran. sangat berguna bagi kita yang masih sring merasakan sudah ikhlas tetapi sebenarnya tidak ikhlas. sehinga kita bisa memprbaiki diri masing-masing.

    ReplyDelete
  18. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    keikhlasan dapat dijadikan tolak ukur diterima atau ditolaknya ibadah kita. Keikhlasan memang bukanlah hal yang mudah untuk kita lakukan. Ikhlas artinya menghendaki keridhaan Allah SWT dalam setiap perbuatan yang kita lakukan. Ikhlas ini yang bisa mengukur adalah Allah SWT, manusia tidak bisa mengukurnya, oleh karena itu dalam setiap tindakan kita harus bedasarkan niat yang baik dari dalam diri.

    ReplyDelete
  19. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Tidaklah ada ikhlas yang dicapai apabila kita menunaikan sebuah amalan hanya untuk mendapatlkan pujian dari makhluk atau biasa disebut dengan riya. Ikhlas akan selalu membawa umat manusia menuju kebaikan dan menjauhi manusia dari hal-hal keburukan. Dan beribadah apapun ditujukan hanya kepada Allah, tujuan hidup hanya untukmemperoleh ridho dari Allah semata, dalam hati- hati orang ikhlas selalu berdzikir kepada Allah, karena dalam hal ini sifat tauhid manusia diutamakan.

    ReplyDelete
  20. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Riya yang merupakan salah satu penyakit hatinya manusialah yang membuat keikhlasan manusia menjadi tidak ikhlas. tak perlu melakukan sesuatu pamrih dan mengharap pujian dari orang lain. Karena tidak lain dan tidak bukan malah menghilangkan kadar keikhlasan seseorang. Cukup diniatkan dalam hati dan biarkan Allah dan diri kita sendiri yang tahu.

    ReplyDelete
  21. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Setan dan iblis diciptakan Allah untuk menggoda manusia agar keluar dari jalan yang benar dan agar manusia tersesat. Melawan godaan jin dan setan bukan lah perkara mudah. Namun, orang ikhlas takkan bisa dikalahkan oleh godaan jin dan setan. Semua perbuatan yang hanya ditujukan kepada Allah dengan didasari ikhlas insyaallah semua akan diperlancar dan dihindarkan dari segala godaan.

    ReplyDelete
  22. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Belajar dari surat Al-Ikhlas menauhidkan Allah, mengajarkan manusia untuk bergantung pada Allah. Dalam surat Al-Ikhlas tidak ada kata Ikhlas satu katapun di dalam surah Al-Ikhlas. Ikhlas tidak perlu disebutkan secara lisan, Ikhlas merupakan pentauhidan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  23. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Keikhlasan hati menjadi dasar diterimanya amal ibadah yang kita jalankan. Maka niat ikhlas dalam hati sebelum melakukan aktivitas adalah adanya manfaat yang akan didapatkan. Amal ibadah tanpa ada ketaatan artinya amal ibadah kita tidak kontinu, padahal selama hidup kita adalah kontinu, kamis ketemu kamis.

    ReplyDelete
  24. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    sebagai makhluk ciptaan allah yang beriman kepada allah, seyogyanya kita melalkuakn segala hal aktivitas baik hablu minalla dan hablu minannas itu karen aallah, murni hanya ingin mendapat ridha allah, innamal amamlu binniat, segala amal itu sesaui dengan niatnya, niat ibadah adalah niat ikhlass.

    ReplyDelete
  25. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Ikhlas sangatlah penting, mengingat diterima atau tidaknya amalan dan pahala kita tergantung pada keihklasan kita dalam menjalankan amalan tersebut. Sedikit menambahkan, bahwa ikhlas itu juga tidak riya’. Dapat kita lihat di surah al-ikhlas, meskipun nama surahnya Al-Ikhlas, namun tidak ada sedikitpun disebut kata ikhlas dalam surah tersebut. Apa makna di balik itu semua. Ketika seorang ikhlas, maka kita tidak perlu menyebarkan berita kemana-mana bahwa kita telah beramal. Beramal yang ikhlas itu ibaratnya tangan kanan memberi, namun tangan kiri kita tidak mengetahuinya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  26. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Keikhlasan kita juga sangat menentukan apakah amalan yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah SWT, karena jangan sampai keikhlasan yang kita lakukan ditunggangi oleh sikap riya’, alias sikap untuk mau dipuji atas segala amalan yang telah kita perbuat, karena sesungguhnya sikap riya’ itu mampu menggugurkan segala amalan dan pahala yang telah kita perbuat

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  27. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Untuk menggapai hati yang ikhlas harus dimulai dulu dari niat dalam hati kita masing-masing. Ikhlas merupakan apa yang kita lakukan itu karena Allah, dalam beribadah dan beramal kita hanya meniatkan untuk taat kepada-Nya dan menjalankan kewajiban yang ditetapkan oleh-Nya kepada kita. Apabila kita ikhlas maka Iblis tidak akan mampu menghadapi kita, karenakan orang-orang yang Ikhlas akan meniatkan semua perbuatan dan amalnya hanya untuk Allah, tidak ada yang lain. sehingga tertutuplah sudah semua pintu bagi Iblis untuk dapat menggoda orang-orang yang Ikhlas.

    ReplyDelete
  28. Landasan niat yang ikhlas adalah memurnikan niat karena Allah semata. Setiap bagian dari perkara duniawi yang sudah mencemari amal kebaikan, sedikit atau banyak, dan apabila hati kita bergantung kepadanya, atau sudah Tertanam niat yang tulus , maka kemurniaan amal itu tidak akan ternoda dan hilang keikhlasannya. Karena itu, orang yang jiwanya terkalahkan oleh perkara duniawi, mencari kedudukan dan popularitas, maka tindakan dan perilakunya tidak akan diterima oleh Allah SWT, sehingga ibadah yang ia lakukan tidak akan murni, seperti shalat, puasa, menuntut ilmu, berdakwah dan lainnya.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
    Replies
    1. Allah menyebut orang yang mempunyai perilaku riya di dalam al-Qur'an sebagai orang munafik. Seperti yang termaktub dalam surah an-Nisa’: 142:

      “Sesungguhnya, orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan, apabila mereka berdiri untuk salat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dalam salat) di hadapan manusia. Dan, tidaklah mereka menyebut Allah, kecuali sedikit sekali.”


      Memet Sudaryanto
      16701261005
      S3 PEP A

      Delete
  29. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Tidak mudah memperoleh keikhlasan dalam diri seorang muslim.Diatara cara untuk mendapatkanya adalah dengan menumbuhkan rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,dan dengan kecintaan yang mendalam, setelah memahami kebesaran-Nya.Bahwa tidak ada kekuatan lain selain Allah Subhanahu wa Ta’ala,bahwa hanya Allah yang menciptakan alam semesta dari ketiadaan dan yang memelihara makhluk hidup penuh dengan Rahman dan Rahim-Nya,oleh karena itu keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah satu-satunya pengakuan yang harus dicari.

    Rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, muncul dari pemahaman dan penghargaan akan kebesaran dan kekuatan-Nya,seseorang yang memahami kebesaran kuasa Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kekuatan abadi-Nya,akan mengetahui bahwa ia bisa saja menghadapi murka dan hukuman-Nya, sebagai bagian dari keadilan Ilahi Rabb,jika ia tidak mampu mengarahkan hidupnya seseuai dengan keinginan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    ReplyDelete
  30. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Disamping itu juga untuk memperoleh keikhlasan adalah dengan mengharapkan balasan hanya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.Ibadah apapun bila dilakukan hanya untuk mencari ridha-Nya,pasti akan membuahkan balasan syurga.Seseorang harus berpikir yang membuat ikhlas dalam perbuatannya adalah melakukannya dengan murni dan tulus karena perintah Allah dan tujuan adalah mencapai keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    Keikhlasan juga dapat diperoleh dengan cara menguatkan hati nurani.Kata hati adalah kekuatan yang dipercayakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia,untuk menunjukkan jalan yang benar,kata hati akan mengingatkan manusia akan syehtan yang ada dalam jiwa mereka dan segala macam sikap serta tingkah laku yang tidak sesuai dengan Al Qur’an.

    ReplyDelete
  31. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Ciri-Ciri Orang Ikhlas

    1. Terjaga dari segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik sedang bersama dengan manusia atau sendiri. Disebutkan dalam hadits,
    “ Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)

    2. Senantiasa beramal di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang orang lain, baik ada pujian ataupun celaan.
    Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu Berkata :
    “ Orang yang riya memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”

    3. Selalu menerima apa adanya yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    4. Mudah memaafkan kesalahan orang lain.

    ReplyDelete
  32. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Hal yang paling sulit untuk dilakukan manusia adalah menggapai ilmu ikhlas. Ikhlas hanya diketahui oleh orang yang bersangkutan dan Allah SWT Yang Maha Tahu. Kadang ketika ikhlas diucapkan dengan kata-kata dan terlalu berlebihan, itupun sudah diragukan apakah benar-benar ikhlas. Kembali lagi bahwa manusia pada dasarnya mempunyai hawa nafsu seperti ingin mendapatkan balasan. Apabila manusia mampu untuk ikhlas maka itu adalah anugerah dari Allah SWT Yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  33. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Ikhlas adalah semua tergantung pada niat dan bagaimana kita menjalankan niat tersebut. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu mencoba ikhlas, dengan niat ikhlas serta cara menuju ikhlas yang baik. aamiin.

    ReplyDelete
  34. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Menurut saya, segala sesuatu dapat kita lakukan dengan ikhlas asalkan kita mengerti faedahnya. Contoh faedah sholat, mengajar, dan lain-lain. Asal kita paham bahwa hal-hal tersebut bermanfaat bagi kehidupan, akan tumbuh ikhlas dengan sendirinya.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  35. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Manusia diciptakan oleh Allah supaya mereka mengabdi kepada-Nya karena tujuan diciptakannya manusia adalah supaya mereka beribadah kepada Allah. Amal ibadah manusia akan diterima apabila dilakukan dengan ikhlas. Semoga kita termasuk orang-orang yang dikaruniai berkah dan rahmat serta ridha Allah sehingga selamat dunia akhirat.

    ReplyDelete
  36. Diah Nuaraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Hubungan hati dengan rasa ikhlas yaitu semua yang kita lakukan didasarkan pada hati nurani kita dan diawali dengan niat serta ikhlas menjalaninya. Banyak godaan syaitan dan jin yang ingin menjerumuskan manusia ke hal-hal yang tidak baik. Akan tetapi, orang-orang yang dekat dengan Allah dan selalu ikhlas dalam melakukan perbuatan maka akan terhindar dari godaan syaitan dan dilindungi oleh Allah.

    ReplyDelete
  37. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Al-Qur'an telah mengajarkan kita banyak ilmu yang dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan di dunia. Dalam surat Al-Ikhlas diajarkan tentang ketauhidan bahwa hanya Allah yang patut kita sembah. Sedangkan dalam surat Hud juga dijelaskan bahwa balasan orang yang niatnya hanya untuk kesenangan dunia adalah neraka.

    ReplyDelete
  38. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Ikhlas itu adanya di dalam hati. Bukan ada di ucapan maupun perbuatan yang dipemer-pamerkan. Jika seseorang beribadah tidak untuk Allah, maka ibadahnya sia-sia karena di dalam hatinya ada sifat riya'. Intinya kita harus selalu bersikap ikhlas dan tawakkal kepada Allah.

    ReplyDelete
  39. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Ikhlas itu merupakan hal yang penting untuk setiap perbuatan kita. Tanpa ikhlas, nilai dari kebaikan itu akan kosong, hampa. Ikhlas akan membuat kita selalu menuju ridlo Allah. Dengan memiliki sifat ikhlas, kita dapat menghindar dari rasa ingin diakui, ingin dilihat, ingin didengar saat kita berbuat kebaikan, terutama dalam beribadah.

    ReplyDelete
  40. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Selain itu, ikhlas juga akan membuat kita selalu mengingat Allah. Ikhlas diperlukan dalam setiap kebaikan. Bukan hanya ada d mulut saja, namun di hati dan pikiran kita. Semoga kita semua senantiasa menjaga keikhlasan hati dan pikiran kita dalam setiap perbuatan.

    ReplyDelete
  41. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Ikhlas berkaitan dengan niat di dalam hati, amalan-amalan yang dilakukan oleh seseorang dapat Allah ukur dari niat yang ikhlas.Yang tahu keikhlasan hati hanyalah orang tersebut dan Tuhan-Nya. Allah yang Maha membolak-balikan hati, terkadang baik dan terkadang buruk, semuanya bergantung kepada keihklasan yang ada dalam diri kita.
    Musuh terbesar manusia adalah syaitan yang selalu mengotori hati manusia dengan godaan agar menjadi lalai/lupa dengan kewajibannya, oleh karena itu perbanyaklah istigfar, beribadah dan berdzikir supaya kita selalu berada di jalan yang diridhoi oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  42. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Riya berbahaya bagi orang yang melakukannya karena riya merupakan syirik kecil sebagaimana dikatakan dalam hadist bahwa “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’. Allah akan mengatakan kepada mereka pada hari Kiamat tatkala memberikan balasan atas amal-amal manusia “Pergilah kepada orang-orang yang kalian berbuat riya’ kepada mereka di dunia. Apakah kalian akan mendapat balasan dari sisi mereka?” [HR Ahmad, V/428-429 dan al Baghawi dalam Syarhus Sunnah, XIV/324, no. 4135 dari Mahmud bin Labid. Lihat Silsilah Ahaadits Shahiihah, no. 951]

    ReplyDelete
  43. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamulaikum Wr. Wb.
    Well, in my opinion, if we want to be sincere, we must have intention. Sincere is abstract. We can't see it, but we can feel it. Like the wind. We can feel the wind, but we can't see it. Sincere is really related with someone's heart and Allah. So, sincere is everything that we do must according to Allah. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  44. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Niat yang benar akan menentukan kebenaran dalam beribadat. Apabila kita menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas, insya Allah ibadah kita akan diterima oleh Nya. Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya” (H.R. Bukhari dan Muslim)
    Segala sesuatu bermuara dari niat kita. Niat kitalah yang akan menentukan tingkat keikhlasan kita. Oleh karena itu, mari kita belajar untuk menggapai kesempurnaan niat, yaitu niat hanya untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  45. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    "Riya adalah apabila kita menunaikan sebuah amalan hanya untuk mendapatkan pujian dari makhluk. Misalnya, mengikuti Ritual Ikhlas agar mendapat pujian menjadi dari teman atau kerabat, atau untuk memperoleh prestise di masyarakat."
    Tidak bisa dipungkiri Prof., sifat ini terkadang bahkan sering hinggap dalam pikiran saya, astaghfirullahhal'adzim...astaghfirullahhal'adzim..., semoga Allah SWT memberikan petunjukNya untuk membenarkan hati yang masih perlu diluruskan ini.

    ReplyDelete
  46. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Berdasarkan elegi di atas, salah satu hal yang penting adalah bahwa kita, manusia, di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah. Sebenar-benar hidup adalah ibadah kepada Allah. Tidak terkecuali apapun. Setiap amal yang kita lakukan adalah untuk beribadah kepada Allah. Maka selalu niat kan amal kita adalah untuk beribadah dengan ikhlas, karena setiap amal itu tergantung kepada niatnya. Tetapi janganlah kita pamer dengan keikhlasan kita, merasa bahwa kita sudah ikhlas, karena hal tersebut hanyalah berasal dari syaitan yang nantinya akan menghalangi keikhlasan kita.

    ReplyDelete
  47. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Ikhlas merupakan sala satu kunci awal diterimanya ibadah yang kita lakukan kepada Allah. Dengan meluruskan niat dan menata hati dalam beribadah kepada Allah (dengan wujud keyakinan bahwa ibadah yang kita lakukan adalah untuk mengharap ridha Allah, bukan mengharap balasan dari orang lain), maka Allah pun akan ridha dengan ibada yang kita lakukan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. SUPIANTO
      16701261001
      S3 PEP KELAS A 2016

      apakah mengharap ridha Allah atas ibadah yang kita lakukan juga termasuk ikhlas? bukankah ikhlas itu bebas dari pengharapan akan balasan?

      Delete
    2. Setuju Mas @Supianto
      Berarti keikhlasan tetap menunggu ridha?
      Kalau tidak diridhai tidak jadi ikhlas?

      Memet Sudaryanto

      Delete
  48. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Dengan membaca elegi di atas, saya kembali diingatkan tentang betapa pentingnya niat yang ikhlas dalam beribadah. Karena sesungguhnya setiap amalan bergantung pada niatnya, dan balasan yang akan didapat juga sesuai dengan apa yang diniatkan. Jadi dalam beramal dan beribadah harus dilandasi dengan niat yang ikhlas, yaitu hanya untuk taat kepada-Nya dan menjalankan kewajiban yang ditetapkan oleh-Nya kepada kita. Untuk dapat menggapai ikhlas memang tidak mudah. Salah satu penghalangnya adalah Riya.

    ReplyDelete
  49. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi di atas manusia di ajarkan untuk mempunyai niat yang benar dan tulus dalam beribadah agar memperoleh kebenaran yang haqiqi. Apabila kita menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas, insya Allah ibadah kita akan diterima oleh Nya. Hal lain yang perlu dilakukan agar ibadah kita diterima adalah dengan keikhlasan dalam melakukannya. Kita juga harus menjauhi apa yang dilarang oleh Allah SWT dan mendekatkan dengan apa yang diperintahkanNya.

    ReplyDelete
  50. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Hati yang ikhlas dimulai dari niat dari dalam hati itu sendiri. Bahwasanya yang kita lakukan tidak memandang apa hasilnya, melainkan karena Tuhan. Mempercayai bahwa apa yang ditentukan oleh Tuhan berdasarkan kerja keras dari dalam diri adalah sesuatu yang perlu disyukuri. Dalam proses meraihnya, meraih tujuan hidup manusi, Tuhan selalu berlaku andil didalamnya, sebagai penolong bagi hamba yang merasa kesulitan. Sehingga ketika kita melakukan sesuatu dan untuk ikhlas didalamnya maka cukup dengan lakukan terbaik tanpa berambisi mendapatkan sesuatu yang menjadi keharusan. Ketika kita iKhlas maka semua akan terasa lebih baik.

    ReplyDelete
  51. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Yang disebut dengan Ikhlas adalah apa yang engkau kehendaki dari amalmu tiada lain karena ketaatan kepada-Nya”. Jadi dalam beramal dan beribadah kita hanya meniatkan untuk taat kepada-Nya dan menjalankan kewajiban yang ditetapkan oleh-Nya kepada kita. Tidak ada yang lain yang kita tuju kecuali hanya Allah. Hanya Allah tujuan kita. Ikhlas itu dengan hati yang diserahkan seluruhnya hanya kepada Allah semata tidak ada tujuan lain. Apapun tindakan, ucapan dan perbuatan dikatakan ikhlas itu dilakukan hanya karena Allah SWT. Bukan untuk kepentingan-kepentingan yang lain.

    ReplyDelete
  52. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Salah satu sebab surah tersebut dinamakan al-Ikhlas adalah karena surah tersebut mengajarkan ketauhidan seorang hamba. Artinya, ketika seorang hamba sudah mengikrarkan tauhid bahwa hanya Allah yang patut disembah, maka dia pun menauhidkan seluruh ibadahnya hanya kepada Allah. Dalam ibadah hanya ada satu tujuan yaitu Allah. Sekali lagi hanya satu tujuan, yaitu Allah Yang maha Esa. Tidak ada yang lain. Aamiin yarobbil'alamiin semoga kita mampu menjalaninya dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  53. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Allah berfirman:”Barang siapa niat amalannya hanya menghendaki kesenangan dan keindahan dunia, pasti kami sempurnakan balasannya di dunia. sedikitpun tidak kami kurangi. Itulah orang-orang yang tiada balasannya di akhirat, kecuali neraka, lenyaplah semua amalnya dan sia-sialah pekerjaannya”. (Q.S. Hud:15-16) Aamiin yarobbil'alamiin. Sungguh ayat ini mengingatkan akan amalan-amalan kita di dunia ini apakah benar-benar sudah cukup??? tidak mungkin dan tidak mungkin cukup kita beramal sepanjang hidup karena kita menyadari dosa-dosa kita juga banyak. maka dengan mohon ampun kepadaNya dan memperbanyak ibadah dan amal sholeh sepanjang hayat kita, Semoga kita mampu menjalaninya. Aamiin yarobbil'alamiin

    ReplyDelete
  54. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Riya adalah apabila kita menunaikan sebuah amalan hanya untuk mendapatlkan pujian dari makhluk. Jadi Riya' itu segala sesuatu baik pikiran, ucapan, perbuatan yang mengharapkan pujian atau penghargaan dari makhluk Allah SWT. Misal menolong teman yang kesusahan, tetapi secara tidak sadar kita menyampaikan pada teman, maka ini sudah dikatakan riya'. Maka kita harus menjaga hati, pikira, ucapan dan perbuatan jauh dari riya'.

    ReplyDelete
    Replies
    1. SUPIANTO
      16701261001
      S3 PEP KELAS A 2016

      Jika beribadah untuk mendapat perhatian dan pujian dari Allah, apakah juga tidak termasuk riya'?

      Delete
  55. Menjadikan ikhlas sebagai sarana untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Ibnu Taimiyah berkata, “Dikisahkan dari Abu Hamid al-Ghazali bahwa dia mendengar bahwa siapa yang ikhlas karena Allah selama empat puluh hari maka lisan dan hatinya akan memancarkan hikmah. Al-Ghzali berkata, “Lalu aku melakukannya selama empat puluh hari, namun lisan dan hatiku tidak memancarkan apa pun, maka aku menyampaikan hal itu kepada sebagian orang yang shalih, dia berkata kepadaku, ‘Karena kamu ikhlas demi hikmah dan bukan demi Allah.” Wallahu a’lam.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP (A)

    ReplyDelete
    Replies
    1. SUPIANTO
      16701261001
      S3 PEP KELAS A 2016

      lalu bagaimana wujud ikhlas demi Tuhan?

      Delete
    2. @Supianto

      Ikhlas itu tidak usah dipikirkan, sederhananya
      kamu memikirkan sesuatu karena sesuatu, jatuhnya gak ikhlas.... Hhwkwkwkw... Kwezel...

      Memet Sudaryanto

      Delete
  56. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Hubungan hati yang ikhlas dengan ibadah dan amal-amal adalah ikhlas beibadah kepada Allah, karena ikhlas adalah kunci diterima amal ibadah kita. Cara untuk menggapai hati yang ikhlas adalah niat yang benar dalam beribadah. Dan ikhlas dapat diwujudkan dengan amal dan ibadah untuk Allah.Dalam menerapkan ikhlas, ada penghalang ikhlas yaitu riya. Riya adalah sifat untuk mendapat pujian dari oraang lain. Jadi, Allah menjadi tujuan utama kita melalui ikhlas. Terima kasih.

    ReplyDelete
  57. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Al-Haris al-Muhasibi, salah seorang sufi besar, mengatakan:”Yang disebut dengan Ikhlas adalah apa yang engkau kehendaki dari amalmu tiada lain karena ketaatan kepada-Nya”. Setiap yang kita lakukan harusnya dilakukan untuk menggapai ridha-Nya. Sehingga harus diperbaiki lagi dan dicari lagi apa sebenarnya tujuan hidup kita juga bukan untuk menggapai ridha-Nya

    ReplyDelete
  58. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Jika sudah menetapkan tujuan untuk menggapai ridha-Nya maka untuk menjalani kehidupan diawali dengan niat yang ikhlas. Dengan niat yang baik dan ikhlas maka segala rintangan dan cobaan dalam hidup akan diberi kemudahan untuk menjalaninya. Karena dalam diri sudah memiliki setidaknya bekal ikhlas dalam hati yang sangat penting

    ReplyDelete
  59. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Pertanyaan saya di elegi ritual ikhlas sebelumnya terjawab sudah di elegi kali ini. Berbicara tentang ikhlas, ilustrasi tentang seorang ibu mungkin bisa menambah pemahaman kita. seorang ibu rela terbangun dari lelapnya tidur ketika sang buah hati menangis untuk meminta susu. pernahkah sang ibu berharap imbalan dari apa yang dia lakukan itu? tentu tidak, inilah ikhlas yang saya pahami: melakukan sesuatu tanpa berharap imbalan dari apa yang dilakukan itu.

    ReplyDelete
  60. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Bagaimana dengan do'a? Do'a merupakan bentuk penghambaan dan pernyataan akan ketidak berdayaan manusia di hadapan Tuhan dan kuasaNya. tetapi do'a juga berisi permintaan, bahkan tekadang berisi perintahdan pendiktean kepada Tuhan, jadi apakah do'a representasi dari keikhlasan?

    ReplyDelete
  61. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Dalam beribadah, terkadang kita juga terjebak dalam ketidak ikhlasan, misalnya saja bersedakah agar terhindar dari bala dan bertambah rejekinya, shalat sunnah dan dzikir2 tertentu agar dikabulkan hajatnya, bukankah semua itu bentuk lain dari pamrih, kita meminta pamrih pada Tuhan, tentu ini juga tidak termasuk ikhlas.

    ReplyDelete
  62. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    kita bisa saja mengatakan aku beribada dengan ikhlas sebagai wujud cintaku kepada Tuhan, namun seorang bijak berkata bahwa ini bukan tentang seberapa besar cintamu pada Nya, tetapi ini adalah tentang apakah Dia juga mencintaimu. apakah kita termasuk orang-orang yang dicintai Tuhan, wallahu a'lam bissawaf...

    ReplyDelete
  63. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sesuatu yang paling sulit bagi manusia untuk di luruskan dalam setiap hal dalam beribadah adalah niat, karena begitu seringnya niat itu berubah-ubah. Niat yang baik atau keikhlasan merupakan sebuah perkara yang sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan sering berbolak-baliknya hati kita.

    ReplyDelete
  64. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Ikhlas merupakan suatu hal yang harus ada dalam setiap amal kebaikan kita. Amal kebaikan yang tidak terdapat keikhlasan di dalamnya hanya akan menghasilkan kesia-siaan belaka.

    ReplyDelete
  65. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Amalan riya yang murni jarang timbul pada amal-amal wajib seorang mukmin seperti shalat dan puasa, namun terkadang riya muncul pada zakat, haji dan amal-amal lainnya yang tampak di mata manusia atau pada amalan yang memberikan manfaat bagi orang lain (semisal berdakwah, membantu orang lain dan lain sebagainya). Keikhlasan dalam amalan-amalan semacam ini sangatlah berat, amal yang tidak ikhlas akan sia-sia.

    ReplyDelete
  66. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Di antara yang dapat menolong seorang hamba untuk ikhlas adalah dengan banyak berdoa kepada Allah.

    ReplyDelete
  67. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Hal lain yang dapat mendorong seseorang agar lebih ikhlas adalah dengan menyembunyikan amal kebaikannya. Yakni dia menyembunyikan amal-amal kebaikan yang disyariatkan dan lebih utama untuk disembunyikan (seperti shalat sunnah, puasa sunnah, dan lain-lain).

    ReplyDelete
  68. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Seseorang yang betul-betul jujur dalam keikhlasannya, ia mencintai untuk menyembunyikan kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan kejelekannya. Maka dari itu marilah kita berusaha untuk membiasakan diri menyembunyikan kebaikan-kebaikan kita, karena ketahuilah, hal tersebut lebih dekat dengan keikhlasan.

    ReplyDelete
  69. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Berdasarkan elegy ini, kita dapat menyimpulkan bahwa dasar iman dan ibadah kita terletak pada keikhlasan. Salah satu dalam menggapai ikhlas adalah niat dengan benar, sebab niat benar saja sudah merupakan ibadah apalagi suda melakukannya.

    ReplyDelete
  70. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menurut saya, memang benar bahwa semua yang kita lakukan di dunia ini tergantung dari niat awalnya. Jika niat itu memang baik dan kita ikhlas menjalaninya maka akan membawa keberkahan di dunia maupun di akhirat.

    ReplyDelete
  71. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ikhlas adalah bicara perihal hati. Tidak semua yang kita lakukan itu bisa sesuai dengan hati kita sendiri terkadang bisa dari paksaan dari luar. Namun apabila kita mencoba untuk ikhlas maka InsyaAllah bisa menjadi berkah untuk diri kita sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  72. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Mengikhlaskan sesuatu yang bukan milik kita adalah suatu yang lumayan sulit untuk dilakukan oleh setiap orang. Namun, kita harus sadar bahwa semua yang ada di dunia ini adalah milikNya bukan milik kita ataupun orang lain.

    ReplyDelete
  73. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Sekali kali lagi kita ditunjukkan bagaimana kaitan niat dengan keikhlasan itu sendiri. Bahwa segala sesuatu haruslah dari niat yang baik dulu. Selama niat kita untuk kebaikan, kita boleh berharap semoga niat itu bernilai ibadah disisi Allah. Karena niat yang tidak ditujukan kepada Allah mka sekali-kali itu kan dihitung sebagai niatan selain dari Allah, dan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diusahakan.

    ReplyDelete
  74. Perjalanan waktu yang akan menjadi penentu kaum itu ikhlas atau tidak dalam melakukan . Dengan melalui berbagai macam ujian dan cobaan, baik yang suka maupun duka, seorang akan terlihat kualitas keikhlasannya dalam beribadah, berdakwah, dan berjihad.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 UNY

    ReplyDelete
  75. Manusia tidak perlu mengharapkan apapun dari keikhlasannya, agar mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  76. Ikhlas adalah silent operation’ dari pikiran dan perasaan yang “tak tampak” namun ‘powerful’.
    Sekuat kuat manusia, yang bisa meneguhkan keikhlasannya sendiri adalah yang paling kuat, hahaha

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  77. Cara merawat ikhlas berdasarkan buku Quantum Ikhlas:
    1. Memberikan permaafan pada diri sendiri dan orang lain, serta memohon ampun atas kebiasaan menyalahkan Tuhan.
    2. Pengakuan dan kepercayaan dari diri sendiri dan memberi pujian kepada orang lain.
    3. Bergaul dengan orang-orang yang beroperasi di zona ikhlas (syukur,sabar,focus,tenang, bahagia) atau energi giver.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  78. contoh ikhlas paling sederhana adalah ikhlas pada surat al ikhlas, di dalamnya tiada pun 1 kata ikhlas. Namun menyimpan makna tersirat.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP

    ReplyDelete
  79. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Menggapai ikhlas perlu dibuktikan dengan beberpa ujian dalam kehidupan. Apabila kita dapat menerima semua ujian dan melaluinya dengan mengambil hikmah dibalik tiap ujian maka sesungguhnya ikhlas berada dalam usaha kita.

    ReplyDelete
  80. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Untuk menggapai ikhlas tidaklah mudah, butuh kesadaran dari hati untuk melakukannya. Tidak akan berpengaruh nasihat atau motivasi dari banyak orang tetapi hati tidak ikhlas untuk melakukannya. Sehingga banyak-banyak berserah diri kepada Allah adalajh salah satu pintu untuk ikhlas.

    ReplyDelete
  81. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Ikhlas dalam beribadah yakni menyembunyikan setiap ibadah yang kita jalani. dalam hal ini manusia sangat mudah untuk bersifat memerkan hal-hal yang positif namun untuk hal yang negatif sangat disembunyikan. Ikhals dalam beribadah yaitu menyembunyikannya dari orang lain sebagaimana kita menyembunyikan hal negatif dari dalam diri kita.

    ReplyDelete
  82. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Al-Haris al-Muhasibi, salah seorang sufi besar, mengatakan:”Yang disebut dengan Ikhlas adalah apa yang engkau kehendaki dari amalmu tiada lain karena ketaatan kepada-Nya”. Dari kalimat diatas kita bisa menjadi orang ikhlas apabila dalam beramal dan beribadah itu tidak mempunyai tujuan selain mengharap ridho ALLAH dan selalu menjalankan kewajiban serta menjauhi apa yang telah dilarang. Kita harus menjadikan ALLAH sebagai tujuan utama bahkan satu-satunya tujuan dalam hidup kita. Dengan itu kita menjadi orang yang ikhlas.

    ReplyDelete
  83. Segala sesuatu tergantung niat. Hal ini bisa difahami dari hadits berikut:
    Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu anhu, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. [Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi di dalam kedua kitabnya yang paling shahih di antara semua kitab hadits Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907].
    Niat yang benar dengan hanya memgharap ridha Allah akan menentukan kebenaran dalam beribadat. Apabila kita menjalankan ibadah dengan niat yang ikhlas, insya Allah ibadah kita akan diterima oleh Nya. Oleh karena itu, wajib bagi kita menghilangkan segala bentuk riya' karena ia akan menghanguskan pahala amalan kita.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  84. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  85. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  86. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Yang dinamakan ikhlas dalam beramal dan beribadah kita hanya meniatkan untuk taat kepada-Nya dan menjalankan kewajiban yang ditetapkan-Nya. Keikhlasan yang diawali dengan niat yang ihklas namun diakhiri dengan sikap ingin dipuji atau ingin dikatakan ikhlas oleh orang lain merupakan sikap riya`. Jadi kesimpulan saya kita belum bisa mencapai maqam ikhlas apabila masih ada sikap riya` walaupun diawali dengan niatan yang tulus karena hakekat ikhlas yakni meniatkan semata-mata hanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT bukan untuk selain diri-Nya dan tidak bisa disimpulkan/dinilai oleh orang lain terkait ikhlas atau tidaknya karena niat yang ikhlas hanya diri pribadi masing-masing dengan Allah yang tahu.

    ReplyDelete
  87. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Ikhlas adalah kesepakatan hati untuk berbuat dan bertindak dengan hati yang tulus,tanpa mengharapkan imbalan. Ikhlas hati berarti menerima dengan lapang dada apa yang sudah menjadi kehendak-Nya sedangkan ikhlas pikir yaitu ikhlas mau menerima dan mempelajari apa yang ada di disekitar kita. Ikhlas adalah perpaduan dari ikhlas hati dan pikiran kita untuk berbuat tanpa mengharap apapun selain mencari kebaikan dari yang dilakukan. Segala yang dilakukan dengan ikhlas akan menghasilkan perilaku yang positif untuk kehidupan…

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id