Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 11: Memahami makna Taubat dan bertobat Nasuhah.




Oleh Marsigit:

Santri Kepala:

Ass...Bapak Ibu semua pada kegiatan Ritual Ikhlas II kita masih mempunyai kesempatan untuk mengadakan diskusi atau tanya jawab. Kemarin saya ditanya oleh Muhammad Nurikhlas perihal Taubat. Maka pada kesempatan ini saya mengundang Ustad M. Fadlun di dampingin Ustad M. Abdul Qadir dan Ustad M. Alaika Salamulloh. Silahkan

Muhammad Nurikhlas:
Ass..yang saya hormati Ustad M. Fadlun dan Ustad M. Abdul Qadir, bolehkah saya bertanya perihal Taubat. Apakah yang disebut Taubat itu?

M. Fadlun:
Kita menyadari bahwa betapapun giatnya manusia dalam memenuhi amalan-amalan Agama, tentu masih terdapat kekurangan dalam diri kita. Dari sekian banyak perintah Agama tentu ada sebagian yang belum dipenuhi. Oleh karena itu kita harus selalu memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dengan cara berTaubat kepada Allah SWT. Bukanah begiku M. Abdul Qadir?

M. Abdul Qadir:
Iya. Oleh karena itu dapat dimengerti bahwa Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya. Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)."

M. Alaika Salamulloh:
Manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Apabila kita sudah menyadari dan menginsyafi bahwa kita ini makhluk yang hina berlumur dosa, tentu tidak ada lagi yang bisa kita lakukan kecuali kembali bertaubat kepada Allah SWT. Seperti disabdakan oleh Rasulullah SAW:"Setiap anak Adam itu berbuat dosa. Namun sebaik-baik orang berbuat dosa adalah orang yang bertaubat" (H.R. Tirmizi)

Cantraka Ikhlas:
Apakah yang disebut dengan Taubat Nasuhah itu?

M. Fadlun:
Taubat Nasuhah adalah Taubat yang sebenarnya. Allah berfirman:”Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan Taubat yang semurni-murninya” (Q.S. At Tahrin:8). Allah juga berfirman:”Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila datang ajal, kepada seseorang diantara mereka, barulah ia mengatakan sesungguhnya saya taubat sekarang. Dan tidak pula diterima taubat orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah kami sediakan sikas yang pedih” (Q.S. An Nisa: 18). Jadi Taubat Nasuhah itu adalah mohon ampun kepada Allah dengan lisan dan penyesalan di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi mengulanginya.

Cantraka Ikhlas:
Bagaimanakah pendapatmu M. Abdul Qadir?

M. Abdul Qadir:
Itulah bahwa Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah "Taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Apakah penyesalan itu taubat?", "Ya", kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah). Amr bin Ala pernah mengatakan: "Taubat Nasuha adalah apabila kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah mencintainya".

M. Alaika Salamulloh:
Inti dari Taubat Nasuhah adalah memohon ampun kepada Allah, meninggalkan perbuatan dosa tersebut, dan bertekad untuk menjauhi selama-lamanya. Sungguh Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat:"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri" (Q.S. al-Baqarah:222. Rasulullah bersabda:"Sekiranya kalian telah berbuat kesalahan sehingga dosa-dosa kalian itu mencapai langit kemudian kalian bertaubat. Sungguh Allah akan menerima taubat kalian." (H.R Ibnu Majah)


Muhammad Nurikhlas:
Bagaimana jika kesalahanku itu adalah terhadap sesama umat? Apakah aku akan terhinakan dikarenakan permohonan Taubatku itu?

M. Abdul Qadir:
Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah: 222, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

M. Fadlun:
Jikalau dosa itu berhubungan dengan kesalahanmu terhadap orang lain, maka engkau wajib minta maaf kepadanya. Maka sebagai seorang mukmin hendaknya bertaqwa dan bertaubat dengan memohon ampunan kepada Allah, seperti yang difirmankan sebegai berikut:”Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal” (Q.S. Ali Imran: 135-136)

Muhammad Nurikhlas:
Bagaimanakah menurut pendapat Ustad berdua, sikap Allah terhadap permohonan ampunanku itu? Dan bagaimana teknisnya permohonan ampun itu?

M. Abdul Qadir:
Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: "SesungguhnyaAllah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat." Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.

M. Fadlun:
Apabila kita telah melakukan perbuatan yang melanggar larangan Allah, hendaknya bergegas untuk minta ampunan segala dosa yang kita perbuat. Allah berfirman:”Wahai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa akan Rakhmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni segala dosa. Sesungguhnya dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S. Az Zumar:53). Nabi Muhammad SAW bersabda:”Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, karena sesungguhnya aku selalu bertaubat kepada-Nya tiaphari seratus kali” (H.R. Bukhari dan Muslim)

A. Alaika Salamulloh:
Cara paling mudah untuk bertaubat adalah dengan membaca istighfar.Insya Allah, dengan istighfar maka dosa-dosa kita akan rontok dan kita mendapat ampunan dari Allah, maka Rakhmat pun tercurah kepada kita. Allah berfirman:"Maka aku katakan kepada mereka, Mohonkanlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai" Q.S. Nuh: 10-12)

Santri Kepala:
Baiklah untuk semuanya tanpa kecuali. Marilah sesi ini kita tutup dengan doa permohonan ampunan kepada Allah SWT. Astaghfirullaahal’azhiimi. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wain lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriina. Rabbana aghfirlanaa dzunuubanaa wa kaffir’annaa sayyiaatinaa wa tawaffanaa ma,al abraari. Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadhdhaalimiina. Allahummaghfirlii dzanbii kullahu diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa aakhirahu wa’alaa niyatahu wa sirrahu. Allahumma inni zhallamtu nafsii zhulman katsiiran kabiiran.Walaa yaghfirudz dzunuuba illa anta, faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiimu. Artinya: “Aku memohon ampun atas segala dosaku kepada Allah Yang Maha Agung. Ya Tuhan Kami, kami terlanjur berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak mengasihi kami, pastillah kami ini tergolong orang yang rugi. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik. Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zhalim. Ya Allah, ampunilah dosaku semuannya, baik yang halus maupun yang kasar, yang terdahulu dan yang kemudian, yang nyata dan yang tersembunyi. Ya Allah, aku telah menganiaya diriku sendiri dengan aniaya yang banyak lagi besar, padahal tak ada yang dapat mengampuni dosaku selain Engkau, karena itu ampunilah segala dosaku dengan ampunan dari hadirat-Mu dan kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Amin


Santri Kepala:
Baiklah Bapak Ibu semua, menjelang penghujuang atau akhir kagiatan Ritual Ikhlas II ini perkenankanlah saya ingin mengumumkan penilaian transenden spiritual sebagai berikut. Alhamdulillah untuk Ritual Ikhlas II ini semua peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap berikutnya yaitu Ritual Ikhlas III. Hanya saja saya informasikan bahwa pelaksanaan Ritual Ikhlas III itu waktunya masih agak lama, oleh karena itu Bapak ibu semua diperkenankan untuk pulang dan menjalankan pekerjaan sehari-hari sebagaimana mestinya. Demkianlah saya atas nama fasilitator dalam kegiatan ini mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kekurangannya. Amin.

61 comments:

  1. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya. Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)".
    Allah Maha Pengampun, kesalahan apa saja jika kita benar-benar ingin bertaubat, dan tidak mengulangi lagi, maka semua dosa kita akan di ampuni oleh Allah SWT. Nah, itulah yang dinamakan taubatan nasuha, taubat yang sungguh-sungguh dan di ucapkan dengan lisan disertai penyesalan dalam hati kita, kita menangisi dan menyesali apa yang telah kita perbuat, dan memohon ampun kepada Allah, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

    ReplyDelete
  2. Allah sangat menyayangi orang-orang yang bertaubat. Allah menyukai orang-orang yang mengakui kesalahannya dan tidak ingin mengulanginya lagi, serta ingin selalu menjadikan dirinya menjadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  3. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Dalam kehidupan, manusia tidak pernah terlepas dari kesalahan, baik kesalahan besar maupun kesalahan kecil. Manusia bukanlah makhluk yang sempurna, manusia bukan pula malaikat yang tak luput dari kesalahan atau dosa. Kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Jika manusia melakukan kesalahan terhadap Allah. tentu manusia harus memohon ampun kepada Allah atau bertaubat. Dimana taubat yaitu kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan dan Taubat sebenarnya yang dimaksud itu adalah taubat nasuha. Jadi Taubat Nasuhah itu adalah mohon ampun kepada Allah dengan lisan dan penyesalan di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi mengulanginya. Jadi, marilah kita melakukan taubat nasuha. Karena Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang mau bertaubat. Dan cara paling mudah untuk bertaubat adalah dengan membaca istighfar. Inshaa Allah, dengan istighfar maka dosa-dosa kita akan rontok dan kita mendapat ampunan dari Allah, maka Rahmat pun tercurah kepada kita. Aamiin

    ReplyDelete
  4. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Manusia adalah makhluk yang tak pernah luput dari kesalahan atau pun dosa. Dan sebaik baiknya manusia adalah yang tidak lupa bertaubat. Bertobat dengan hati yang ikhlas dan pikir yang ikhlas. Maksudnya setelah bertobat tetapkan dalam hati bahwa kita tidak akan mengulangi dosa tersebut. Sesungguhnya Allah SWT Maha Pengampun.
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  5. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Tidak ada manusia yang tidak memiliki kesalahan. Setiap orang seringkali khilaf, meninggalmkan apa yang seharusnya mereka lakukan. Tetapi bertaubatlah, karena Allah selalu mau memaafkan kesalahan kita, bahkan kesalahan sebesar apapun, jika kita benar - benar berniat tulus ikhlas taubatan nasuha, Allah pun akan memaafkan kita. maka dari itu, jangan pernah meninggalkan kewajiban kita sebagai umat islam, karena kebaikan Allah pada kita begitu banyaknya, memohon ampun padaNya adalah kewajiban kita. apalagi perbuatan kita masih dipenuhi dosa - dosa.

    ReplyDelete
  6. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Taubat adalah sebua tindakan memohon ampunan pada Allah SWT atas kesalahan yang kita lakukan selama ini. Dalam bertaubat ada taubat yang paling tinggi tingkatannya yaitu taubat nasuha. Taubat nasuha adalah sebenar-benarnya taubat, menyesali dosa yang kita lakukan, merenunginya, berjanjia dengan ikhlas hati bahwa kita tidak akan melakukannya lagi. Salah satu cara untuk kita bertaubat adalah dengan membaca istighfar, hal itu harus senantiasa kita lakukan karena bisa saja kita melakukan dosa setiap saat. Semoga dosa-dosa kita diampuni Allah SWT.Amin

    ReplyDelete
  7. Taubat yang sebenar-benarnya taubat adalah mengakui kesalahan dan dosa kita serta berjanji tidak akan melakukannya kembali dimasa mendatang, dengan taubat mengakui semua kesalahan dan dosa bukan berarti membuat diri kita hina malah sebaliknya membuat diri kita semakin dicintai, disayang dan dijaga oleh Yang Kuasa serta membuat kita selalu dalam kesucian diri dari hal-hal yang tidak seharusnya kita lakukan.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  8. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Elegi ini mengingatkan kita bahwasannya setiap orang pasti memiliki kesalahan karena manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Bila rahmatNya sudah sampai, maka ia juga memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut dengan jalan bertaubat, dan kita sangat dianjurkan untuk bertaubat. Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Taubat yang sebenar-benarnya, mengakui kesalahan dan berusaha tidak mengulangi kesalahan tersebut disebut taubat nasuha. Sesederhananya taubat yang bisa dilakukan adalah dengan mengucapkan istigfar.

    ReplyDelete
  9. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Apabila kita sudah menyadari dan menginsyafi bahwa kita ini makhluk yang hina berlumur dosa, tentu tidak ada lagi yang bisa kita lakukan kecuali kembali bertaubat kepada Allah SWT. Seperti disabdakan oleh Rasulullah SAW:"Setiap anak Adam itu berbuat dosa. Namun sebaik-baik orang berbuat dosa adalah orang yang bertaubat" (H.R. Tirmizi)\

    Berbagai elegi ritual ikhlas ini sungguh bermanfaat, menyentuh sisi spiritual secara langsung. Terima kasih atas berbagai postingan khususnya elegi ritual ikhlas ini, pak.

    ReplyDelete
  10. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs PMat A 2016
    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Rasulullah saw bersabda, "Tidak ada pemberi syafaat yang lebih berhasil dari tobat."
    Abu Ja'far as berkata, "Orang yang bertobat dari dosa seperti orang yang tidak berdosa."
    Kull Ahmad Agha pernah berkata, "Tobat tidak akan muncul dari saya dan anda. Kalau pun secara zahir kita bertobat maka tobat itu cepat berlalu. Tobat yang sesungguhnya adalah Allah Swt memberikan tobat kepada seseorang, sehingga tobatnya dierima. Tobat yang Allah letakkan di hati orang-orang mukmin itulah tobat nashuha, tobat yang akan terus bertahan."
    Tobat yang diterima, dapat juga disebut sebagai tobat yang sebenarnya, adalah tobat yang telah melalui tahapan-tahapannya. Peringkat pertama, tobat dari kekufuran, yang bersifat umum dan merupakan mukadimah. Peringkat kedua, adalah tobat dari dosa dan maksiat, yang terjadi setelah adanya iman. Peringkat ketiga, adalah tobat dari mengkhayal berbuat dosa, yang merupakan tahap awal pekerjaan. Peringkat keempat, adalah tobat dari mengkhayalkan sesuatu yang halal, yang merupakan tahapan khusus bagi para salik. Adapun peringkat terakhir, yang merupakan tobat yangs sesungguhnya adalah bertobat dari wujud kadzib (wujud dusta) yang kita anggap ada di samping wujud Allah Swt. Di sinilah letak tobat yang sesungguhnya, yang hanya dapat digapai oleh para wali Allah Swt.
    Di antara kisah yang menarik dalam sejarah adalah kisah tobatnya orang-orang yang sepanjang umurnya telah menghabiskan hidupnya dalam melakukan segala kemungkaran, namun pada akhirnya dia sadar dan meniti jalan menuju lembah cahaya dan iman, seperti Fudhail Iyyadh, Basyir Hafi, Hurr bin Yazid Riyahi, dan banyak lagi yang tidak disebutkan dalam sejarah, yang hingga akhir hidupnya mereka selalu menyatakan penyesalannya.
    Teman-teman, para malaikat sejak awal telah diciptakan sebagai malaikat. Tidak ada yang dapat mereka lakukan selain taat. Sementara manusia telah diciptakan sebagai makhluk yang suka melakukan kesalahan, dan tidak ada yang mampu dia lakukan selain kerugian. Nah, di tengah-tengah antara keduanya masih ada ruang untuk kita demgan selalu mengatakan, "Ya Allah, berilah ampunan, berilah ampunan, berilah ampunan."
    Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  11. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Manusia dan kesalahan bagaikan dua hal yang tidak akan terpisahkan. Bahkan ketika kita merasa tidak melakukan kesalahan itupun adalah sebuah kesalahan karena kita terlalu sombongnya menganggap bahwa kita tidak melakukan kesalahan, mungkin kita telah melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang tidak kita sadari. Jadi selalu bertaubatlah, bahkan Nabi Muhammad SAW pun selalu bertaubat kepada Allah setiap hari seratus kali.

    ReplyDelete
  12. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    tiada satupun manusia di dunia ini yang luput dari kesalahan dan perbuatan dosa, ini sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW "setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut". sehingga sebagai seorang manusia marilah kita tak henti-hentinya untuk selalu berdoa dan memohon ampun kepada ALLAH SWT atas dosa-dosa yang telah kita perbuat dan juga kepada orang-orang yang pernah kita temui, karena bukan tidak mungkin ada beberapa perkataan atau perbuatan yang dapat menyakiti mereka. maka maafkanlah saya pula apabila terjadi kesalahan-kesalahan dalam proses penyampaian pendapat yang saya lakukan.

    ReplyDelete
  13. Manusia tanpa taubat menunjukkan keangkuhan. Merasa bersalah sudah merupakan bagian dari taubat. Bagaimana bentuk taubat adalah bergantung pada keikhlasan kita, apakah hanya diucapkan atau sudah dengan tindakan. Sehingga sejauhmana taubat ini berfungsi baik, hanya niat kita yang mengerti kemana tujuan taubatnya.

    Nur Tjahjono Suharto
    S3 PEP (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  14. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sesungguhnya Allah Maha Mengampuni hamba-hambaNya yang mau bersungguh-sungguh bertaubat. Sehingga sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan, kita harus banyak-banyak istighfar atas kelalaian yang kita perbuat dan bertaubat agar diampuni segala dosa. Amin

    ReplyDelete
  15. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Manusia dan kesalahan bagaikan dua hal yang tidak akan terpisahkan.Bahkan ketika kita merasa tidak melakukan kesalahan itupun adalah sebuah kesalahan karena kita terlalu sombongnya menganggap bahwa kita tidak melakukan kesalahan.

    ReplyDelete
  16. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    setiap orang pasti memiliki kesalahan karena manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Bila rahmatNya sudah sampai, maka ia juga memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut dengan jalan bertaubat,Tobat tidak akan muncul dari saya dan anda. Kalau pun secara zahir kita bertobat maka tobat itu cepat berlalu. Tobat yang sesungguhnya adalah Allah Swt memberikan tobat kepada seseorang, sehingga tobatnya dierima. Tobat yang Allah letakkan di hati orang-orang mukmin itulah tobat nashuha, tobat yang akan terus bertahan

    ReplyDelete
  17. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    pada eegi ini diceritakan mengenai ritual ikhlas yang ke sebelas muhammad nurikhlas menanyakan perihal taubat dan kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai taubat dan taubat nashuha. dari sini kita bisa mendapat banyak sekali pengetahuan mengenai taubat yang sangat berguna mengingat banyaknyandosa yang sudah kita lakukan.

    ReplyDelete
  18. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Memohon ampun atas segala kesalahan dan perbuatan yang berdosa, kita harus bertobat dengan ikhlas dari dalam hati. Beristighfar teruslah atas kesalahan yang kita perbuat serta berserah diri kepada Allah. Dalam QS. Al-An’aam: 162-163: “Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. Taubat nasuha tingkatannya paling tinggi dihadapan Allah SWT yaitu benar-benar memohon ampun dan tidak mengulangi lagi.

    ReplyDelete
  19. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    allah maha pengampun,, manusi memiliki nafsu, manusi tidak lepasa dari salah dan lupa, allah kan mengampuni manusi yang berdosa atau memiliki kesahan jika memohon ampun bersitighfar dan bertaubat. dosa yang tidak diampuni oleh allah adalah syirik, semog akita bisa husnul khotimah dan tidak dalam keadaan syirik. amin

    ReplyDelete
  20. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Tidak ada manusia yang hidup tanpa melakukan kesalahan, karena manusia merupakan tempatnya salah dan dosa. sehingga tidak ada hal lain yang dapat kita lakukan setelah kita menyadari kesalahan-kesalahan kita selain bertaubat, memohon ampun kepada-Nya. Cara paling mudah untuk bertaubat yaitu dengan beristighfar, insyaAllah dosa-dosa kita akan rontok dan kita mendapat ampunan dari Allah.

    ReplyDelete
  21. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Dalam bertaubat kita harus bersungguh-sungguh. Taubat Nasuhah adalah Taubat yang sebenarnya, jadi Taubat Nasuhah itu adalah memohon ampun kepada Allah dengan lisan dan penyesalan di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali mengulanginya lagi.

    ReplyDelete
  22. Dalam kehidupan, manusia tidak pernah terlepas dari kesalahan, baik besar maupun kecil. Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah. Setelah kita tahu apa yang kita kerjakan itu salah segeralah bertaubat, karena Allah selalu memaafkan kesalahan kita, bahkan kesalahan besarpun Allah senantiasa untuk memaafkannya. Kita wajib memohon ampun kepada-Nya. Taubat yang kita lakukan harus sebenar-benarnya, menyesali dosa yang kita lakukan, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi (Taubat Nasuhah). Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 222 bahwa Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai oran-orang yang mensucikan diri .

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas
    16701261024

    ReplyDelete
  23. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Taubat nasuha adalah taubat yang mencapai puncak kesempurnaan (yang dilaksanakan semaksimal mungkin, pen.). Taubat ini (sejenis dengan) pekerjaan menjahit. Seakan-akan maksiat telah merobek (agama), dan taubatlah yang menambal (menjahit atau memperbaikinya)
    Di antara perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya adalah perintah untuk taubat. Taubat ini adalah jalan yang ditunjukkan oleh Allah Ta’ala sebagai sarana agar para hamba-Nya memperbaiki diri atas dosa, maksiat, dan kesalahan yang telah mereka perbuat. Allah Ta’ala berfirman,
    “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (QS. At-Tahrim [66]: 8).
    Oleh karena itu, taubat merupakan ibadah yang sangat agung dan memiliki banyak keutamaan

    ReplyDelete
  24. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Taubat berarti menyesali kesalahan yang telah diperbuat. Nasuha dapat diartikan sungguh-sungguh, jadi Taubat Nasuha dapat diartikan sebagai menyesali kesalahan yang telah diperbuat dengan sunguh-sungguh. Sungguh-sungguh yang dimaksud di sini adalah tidak menulangi kesalahan yang sama. Akan tetapi manusia merupakan makhluk yang sangat hina yang tidak memakai akal dan pikiran mereka. Terkadang manusia ketika telah berbuat dosa, maka manusia langsung bertaubat akan tetapi keesokan harinya mereka melakukan kesalahan itu lagi dan lagi hingga tak terhitung jumlahnya. Maka taubat yang seperti ini tidak masuk dalam kategori taubat nasuha.
    Sesungguhnya tidak satu manusia pun di alam ini yang terbebas dari dosa walaupun kecil. Namun demikian Allah swt dengan rahmatnya kepada hamba-hamba-Nya selalu memberikan kepada mereka yang berbuat dosa kesempatan untuk bertaubat dari segala dosa dan kesalahan. Allah selalu membukakan pintu taubat-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang mau bertaubat selama ruhnya belum berada di kerongkongan atau matahari terbit dari barat.

    ReplyDelete
  25. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Tentunya taubat seorang yang berdosa hendaklah dilakukan secara serius dan sungguh-sungguh bukan bertaubat kemudian dengan mudahnya dia mengulangi lagi perbuatan maksiatnya. Inilah yang disebut dengan Taubat Nashuha artinya taubat yang sebenar-benarnya, murni dan tulus, sebagaimana firman Allah swt,”Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. At Tahrim : 8)

    ReplyDelete
  26. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Dosa yang dilakukan seorang manusia baik yang terkait dengan Allah swt, seperti : tidak menjalankan perintah-perintah-Nya ataupun dosa yang terkait dengan manusia lainnya, seperti : mencuri harta bendanya dan lainnya, menuntutnya untuk melakukan taubat agar Allah swt memberikan ampunan kepadanya dan manusia yang dizhalimi tersebut memberikan pemaafan kepadanya.
    Tata cara taubat nashuha :
    1. Meninggalkan kemaksiataan yang dilakukannya.
    2. Menyesali perbuatannya.
    3. Bertekad kuat untuk tidak mengulangi lagi selama-lamanya.
    4. Jika terkait dengan hak-hak orang lain maka hendaklah ia mengembalikannya kepada yang memilikinya.

    ReplyDelete
  27. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Taubat merupakan kesempatan yang diberikan ALLAH SWT kepada hamba-hambanya yang sangat disayangi dan dikasihiNYA untuk kembali kejalan yang lurus. Dengan melakukakn taubat secara bersungguh-sungguh dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan-kesalahn yang pernah kita buat semoga dapat menghapuskan dosa-dosa kita. semoga dengan itu dapat semakin mendekatkan diri kita kepada sang Pencipta.

    ReplyDelete
  28. Fajar Yanuara
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Dengan membaca Elegi Ritual Ikhlas 11 ini saya banyak mendapat pelajaran bahwa ALLAH SWT selalu mengingatkan kita dalam ayat-Nya untuk selalu bertaubat, baik dengan taubat nasuha ataupun dengan beristighfar. Taubat berarti memohon ampun dan meminta maaf atas segala khilaf yang pernah dilakukan selama hidup, yang secara sadar hal tersebut merupakan suatu kesalahan. Dan taubat serta istighfar harus dilakukan secara sadar dan ikhlas agar kita tidak kembali didekatkan pada hal yang membuat kita bertaubat.

    ReplyDelete
  29. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Al insanu mahallul khotho' wannis-yaan
    Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Manusia perlu untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan yang telah dilakukannya untuk membersihkan hati dan diri. Bertaubat di sini adalah yang benar-benar bertaubat yaitu menyesali perbuatannya sepenuh hati dan tidak akan melakukannya lagi.

    ReplyDelete
  30. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Manusia melakukan kesalahan itu wajar karena tidak ada manusia di bumi ini yang terbebas dari kesalahan apapun kecuali Rasulullah SAW. Namun kita juga perlu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjaga diri, hati, dan pikiran kita dari perbuatan-perbuatan tercela.

    ReplyDelete
  31. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Jika kita terlanjur melakukan kesalahan apapun, hendaknya kita bersegera untuk memohon ampun kepada Allah SWT. dengan cara beristighfar dan bertaubat. Taubat yang dilakukan juga harus benar-benar taubat (taubat nasuha) dengan tekad untuk tidak akan melakukan kesalahan itu lagi.

    ReplyDelete
  32. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sesungguhnya tidak satu manusia pun di alam ini yang terbebas dari dosa walaupun kecil. Namun demikian Allah swt dengan rahmatnya kepada hamba-hamba-Nya selalu memberikan kepada mereka yang berbuat dosa kesempatan untuk bertaubat dari segala dosa dan kesalahan. Allah selalu membukakan pintu taubat-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang mau bertaubat selama ruhnya belum berada di kerongkongan atau matahari terbit dari barat.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  33. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Salah satu tujuan dari taubat adalah untuk mensucikan diri dihadapan Allah SWT. Perbanyaklah mensucikian diri agar kita bisa mendekjatkan diri kepada Allah SWT . Allah SWt itu maha suci, maka agar dapat mendekati sesuatu yang suci itu maka kita harus suci terlebih dahulu. Bagaimana cara kita agar bisa menjadi suci maka salah satu caranya adalah dengan cara banyak berdzikir kepada Allah SWT. Karena dengan banyak berdzikir maka semakin menyusikan hati kita sehingga bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  34. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Ketika seseorang itu berbuat dosa dan kesalahan yang ada hubungan sesama manusia, ada beberapa syarat yang harus ditempuh: Pertama, menyesal sungguh-sungguh di atas segala kesalahan yang dibuat terhadap orang lain itu. Benar-benar terasa di hati perasaan sedih, dukacita dan rasa tidak patut berbuat begitu. Kedua, meninggalkan perkara-perkara yang mendatangkan dosa dengan manusia. Ketiga, bertekad dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi perkara-perkara yang mendatangkan dosa yang ada hubungan dengan manusia (mu’amaidh). Serta Meminta maaf atau meminta ridho (halal) kepada orang yang kita telah berbuat dosa terhadapnya atau bayar semula ganti rugi atau pulangkan barang yang telah diambil.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  35. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Mengenai sifat manusia sendiri, memang tempatnya salah. Dan manusia mempunyai hati yang mudah berubah-ubah. Mudah terombang-ambing, jika telah melewati jalan yang salah, dia bisa mengulanginya lagi. Apalagi sifat-sifat jelek itu ditambah bujukan syaithan. Agar bisa menggapai taubat nasuha, manusia harus benar-benar kuat hati, fisik, dan spiritual. Terutama spiritual. Dengan perbanyak dzikir dan istighfar.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  36. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Selama nyawa belum sampai di kerongkongan dan matahari belum terbit dari arah barat maka pintu taubat masih terbuka bagi siapa saja. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hijrah tidak akan terputus selama taubat masih diterima, dan taubat akan tetap diterima hingga matahari terbit dari barat. Jika ia telah terbit (dari barat), maka dikuncilah setiap hati dengan apa yang ada di dalamnya dan dicukupkan bagi manusia amal yang telah dilakukannya.”Musnad Imam Ahmad (III/133-134, no. 1671)

    ReplyDelete
  37. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Manusia selalu melakukan kesalahan dan dosa setiap harinya, baik yang sengaja maupun tidak disengaja. oleh karena itu, manusia harus bertaubat setiap hari, minimal dengan mengucapkan kalimat "astagfirullah" sebagai bentuk pengakuan atas kekhilafan dan permohonan ampun atas dosa yang diperbuat.

    ReplyDelete
  38. KASYIFATUN AENI
    13301241055

    Manusia tidak akan pernah suci dari dosa. Ketika sadar telah melakukan dosa atau kesalahan, kita harus bergegas untuk bertaubat dan tidak menundanya. Karena bisa jadi, ketika kita menunda taubat, dosa kita akan bertambah karena penundaan yang kita lakukan.
    Sebaik-baik taubat adalah taubat nasuha. Inti dari taubat tersebut adalah memohon ampun kepada Allah, meninggalkan perbuatan dosa tersebut, dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Jika kesalahan yang dilakukan berkaitan dengan orang lain, maka wajib hukumnya untuk meminta maaf. Taubat dari dosa dan kesalahan tidak akan membuat manusia terhina di hadapan Tuhannya, justru sebaliknya, taubat akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan PenciptaNya.

    ReplyDelete
  39. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Elegi di atas mengajarkan cara paling mudah dan pertama untuk manusia yang akan bertaubat yaitu dengan membaca istighfar. Dengan manusia beristighfar maka dosa-dosanya akan rontok dan insyaAllah mendapat ampunan dan mendapatkan rahmat dari Allah. Sambil beristighfar, manusia perlu merenungkan dan menyesali perbuatan-perbuatan dosanya agar lain kali tidak dilakukannya kembali. Setelah itu manusia harus mendekatkan diri kepada Allah dengam melakukan kebaikan-kebaikan dan mentaati semua yang menjadi perintah Allah SWT. InsyaAllah apabila kita benar-benar bertaubat dan menyesali perbuatan dosa kita serta berjanji tidak akan mengulanginya, maka Allah akan mengampuni kita.

    ReplyDelete
  40. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Setiap manusia tidak bisa luput dari perbuatan dosa. Namun bukan berarti manusia dengan bebas memiliki kesempatan untuk melakukan dosa. Hakekatnya saja manusia tidak terhindar atas perbuatan dosa. Ketika manusia melakukan dosa dengan sesamanya seperti menghujat, dengki, dsb terhadap yang lain maka manusia perlu meminta maaf dengan mereka yang disakitinya. Disisi lain, pastilah manusia itu membuat dosa terhadap dirinya sendiri dan Tuhan. Sehingga, untuk meleburkan itu semua maka manusia perlu meminta ampunan kepada Tuhan, bukan sekedar ampunan yang kemudian dilakukan lagi kesalahan, tetapi ampunan yang didasari niat yang tulus untuk menghindari perbuatan buruk tersebut. inilah yang dinamakan dengan taubat nasuhah. bersungguh sungguh mohon ampun dan tidak melakukan lagi kesalahan tersebut.

    ReplyDelete
  41. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    "al-Insaan mahall al-khatha' wa an-nisyan", manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Manusia adalah makhluk yang sangat lemah dan tidak bisa terlepas dari kekurangan dan dosa. Meskipun demikian, Allah memberi kesempatan kepada manusia untuk bisa memperbaiki dirinya dengan cara bertaubat. Allah menunjukkan rahmatNya dengan membuka pintu taubat bagi manusia yang telah melakukan dosa. Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan dosa dan kesalahan.

    ReplyDelete
  42. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Allah Swt membuka pintu taubat seluas-luasnya bagi manusia yang hendak membersihkan dan memperbaiki dirinya. Rahmat dan ampunan Allah sangatlah luas. Oleh karena itu, hendaknya manusia juga tidak boleh berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah. Manusia juga tidak boleh membiarkan dirinya terus-menerus dalam kelalaian. Hendaknya manusia segera menyadari dosa dan kesalahan yang telah dilakukannya dan memohon ampunan kepada Allah.

    ReplyDelete
  43. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Meskipun rahmat dan ampunan Allah sangatlah luas dan tidak terbatas, manusia tidak boleh memanfaatkan kesempatan yang luas ini dengan berkali-kali melakukan dosa dan kesalahan, bertaubat, dan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Hendaknya dia bertaubat setelah melakukan kesalahan dengan benar-benar memohon ampun atas apa yang telah diperbuatnya, kemudian berjanji untuk tidak mengulanginya, serta bertekad dengan sungguh-sungguh untuk memperbaiki dirinya. Inilah yang disebut dengan taubat 'nasuha', taubat yang murni, taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah.

    ReplyDelete
  44. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    "Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)."
    Manusia tidak lepas dari salah dan dosa, akan tetapi kita memiliki upaya untuk menghindari perbuatan salah dan dosa yang dilarang oleh agama kita, serta berupaya untuk menjalankan perintah Allah SWT.

    ReplyDelete
  45. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Taubat Nasuha merupakan tingkatan paling tinggi di hadapan Allah, yaitu taubat yang murni. Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya. Serta memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuat.

    ReplyDelete
  46. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Cara paling mudah untuk bertaubat adalah dengan membaca istighfar.Insya Allah, dengan istighfar maka dosa-dosa kita akan rontok dan kita mendapat ampunan dari Allah, maka Rakhmat pun tercurah kepada kita. Maka setiap kita melakukan aktifitas maka iringi dengan istrighfar untuk memohon ampun atas segala kekurangan dan kesalahan yang kita lakukan. Semoga kita tergolong orang-orang yang selalu bersyukur dan memohon ampun kepada Allah SWT. Amiiiiin.

    ReplyDelete
  47. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Setiap manusia di dunia tercipta dengan ketidaksempurnaannya dengan kesalahannya dengan kekhilafannya. Dan sebaik manusia yang memiliki salah adalah dengan bertaubat kepada-Nya. Sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang guru, sebagai seorang pejabat pasti pernah melakukan suatu kesalahan.

    ReplyDelete
  48. Jangan pernah merasa gagal atau hancur karena kesalahan itu, bertaubatlah dengan sebenar-benarnya Taubat, minta ampunan kepada Allah karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun. Semoga kita termasuk hamba yang senantiasa bertaubat dan diampuni Allah SWT.

    ReplyDelete
  49. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Tobat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan, karena manusia sebagai tempat salah dan dosa. Sedangkan Taubat Nasuhah adalah taubat yang sebenarnya atau mohon ampun kepada Allah terhadap dosa yang dilakukan, atau memohon ampun, meninggalkan dosa, dan bertekad menjauhi selama-lamanya. Taubat tersebut adalah tingkat paling tinggi di hadapan Allah. Cara paling mudah untuk bertaubat adalah membaca istigfar. Jadi, setiap melakukan kesalahan atau dosa kita harus bertaubat untuk mohon ampun kepada Allah. Terima kasih.

    ReplyDelete
  50. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Manusia tempat salah dan dosa. Tidak ada manusia yang terlepas dari kesalahan, baik disengaja maupun tidak disengaja, disadari maupun tidak disadari. Apalagi kita bisa dengan mudah menyakiti orang lain. Oleh karena itu harus saling menjaga perasaan, jika salah minta maaf, jika disakiti memaafkan.

    ReplyDelete
  51. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Saya pernah mendengar bahwa sebelum nyawa sampai ke tenggorokan maka taubat kita masih diterima oleh Allah SWT. Selagi ada kesempatan sebaiknya segera menyadari kesalahannya, menyesali dan bertaubat. Semoga kita semua tidak lalai dan mengingatnya

    ReplyDelete
  52. Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan kesalahan. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya. Taubat dengan memohon ampun kepada Allah SWT atas keslahan yang telah diperbuatnya. Karena manusia tempatnya dosa. Dengan berserah diri dalam keadaan suci membaca doa dan sholat dengan khusuk

    ReplyDelete
  53. Taubat Nasuhah itu adalah mohon ampun kepada Allah dengan lisan dan penyesalan di dalam hati terhadap suatu dosa yang telah dilakukan dengan jalan meninggalkan dosa tersebut disertai niat tidak akan kembali lagi mengulanginya. Dengan taubat nashua ini diharapkan hati kita kembali suci bersih dari dosa-dosa, asal dilakukan dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  54. Cara paling mudah untuk bertaubat adalah dengan membaca istighfar berulang-ulang.Insya Allah, dengan istighfar maka dosa-dosa kita akan rontok dan kita mendapat ampunan dari Allah. Aamiin yarabil'alamiin

    ReplyDelete
  55. Taubat yang sesungguhnya adalah taubatan nasuha. Taubat nasuha adalah taubat yang mencapai puncak kesempurnaan (yang dilaksanakan semaksimal mungkin). hal ini seperti firman Allah “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (QS. At-Tahrim [66]: 8).

    ReplyDelete
  56. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Berbicara masalah taubat, ternyata berkaitan erat dengan istighfar yaitu memohon ampun dari semua dosa kepada Allah SWT dengan menundukkan hati, jiwa dan pikiran. Istighfar tidak hanya melisankan dengan “astghfirullahal “adzim”, tetapi harus disertai dengan keseriusan dan harapan untuk memperoleh ampunan Allah SWT.

    ReplyDelete
  57. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Taubat memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan seorang hamba dalam perbaikan dirinya untuk menjadi hamba yang lebih baik. Jika dosa yang dilakukan itu berada dalam koridor hubungannya dengan Allah SWT, maka ada tiga syarat yang harus dipenuhi agar taubatnya diterima, yaitu: 1). meninggalkan perbuatan dosa, 2). menyesal karena telah melakukan dosa dan, 3). berjanji untuk tidak mengulangi berbuat dosa lagi.

    ReplyDelete
  58. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Pentingnya taubat adalah sebagai sarana untuk memohon ampun kepada Allah atas segala perintah-Nya yang tidak dikerjakan serta segala larangan-Nya yang dilakukan. Dalam hal ini adanya penyesalan mendalam yang muncul dari diri seseorang, sehingga ia kembali ke jalan yang benar serta diredhai Allah SWT dan mengerjakan kembali apa yang diperintahkan Allah SWT serta manjauhkan diri dari semua yang dilarang oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  59. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Orang yang bertaubat akan berusaha dan bahkan berjanji kepada diri sendiri dan kepada Allah SWT, bahwa ia tidak akan mengulangi kembali perbuatan dosa dan kesalahan yang telah dilakukannya di masa lalu. Seandainya seseorang belum bertaubat dan tidak mau bertaubat tentu akan selalu menambah dosanya, baik yang berhubungan dengan Allah maupun sesama manusia.

    ReplyDelete
  60. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Taubat sebagai sarana untuk membersihkan diri dari noda hitam yang ada di hati dilakukan dengan memperbanyak berbuat kebaikan, karena dengan itu bisa menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan di masa lalu. Dalam berbuat kebaikan itu harus didasari dengan hati yang ikhlas, hanya semata karena mencari keridhaan Allah SWT.

    ReplyDelete
  61. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Manusia hidup tidaklah sempurna, pasti ada saja hal yang kurang baik atau berbuat dosa. Allah maha pengampun maka bertaubatlah karena Allah akan mengampuni dosa-dosa kita. Yakinlah taubat kita diterima dan sebaik-baiknya orang bertaubat ada orang yang tidak mengulangi kesalahan yang perna ia perbuat.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id