Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas.




Oleh Marsigit

Cantraka Sakti:

Wahai Muhammad Nurikhlas, saya ingin bertanya apa yang menyebabkan engkau diijinkan mengikuti Ritual Ikhlas berikutnya? Apa yang menyebabkan engkau dianggap lebih ikhlas dibanding aku?

Muhammad Nurikhlas:
Saya sendiri tidak mengetahuinya. Aku juga tidak terlalu peduli apakah boleh lanjut atau tidak. Aku hanya berusaha berserah diri seraya berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Aku hanya berusaha supaya dikasihi oleh Allah SWT. Oleh karena itu, setiap ada waktu luang aku selalu gunakan untuk berZikir sebanyak-banyaknya. Di samping itu yang terpenting adalah juga mengikuti semua petunjuk yang diberikan para Santri secara ikhlas dan disiplin. Saya berusaha mengikuti semua kegiatan tanpa kecuali dengan tawakal, termasuk berjamaah Salat wajib.

Cantraka Sakti:
Bagaimana engkau bisa disiplin mengikuti semua kegiatan yang diprogramkan?

Muhammad Nurikhlas:
Semua pekerjaan itu terikat dengan ruang dan waktunya. Setinggi-tinggi nilai moral itu adalah komitmen. Jikalau engkau telah niatkan dan telah putuskan untuk mengikuti kegiatan ini untuk beberapa hari, padahal engkau itu syaratnya harus fokus, konsentrasi, dan menepati waktu, maka laksanakan sebaik-baiknya. Tetapi jikalau engkau ragu dikarenakan ada pekerjaan lain, ya jangan ikut saja, atau di tunda atau mengambil kegiatan yang sebentar. Tetapi walaupun kegiatan hanya sebentarpun memerlukan komitmen yang tinggi.

Cantraka Sakti:
Bagaimana menurutmu perihal pikiranmu? Apakah ketika engkau melakukan semua kegiatanmu tersebut di atas itu tidak menemukan hal-hal yang bertentangan dengan pikiranmu. Misalnya larangan mengobrol keras-keras, minum sambil buang angin, tidak mengikuti satu atau beberapa kegiatan karena capai, nyambi mengerjakan tugas-tugas kantor atau proyek karena dikejar dateline, dsb?

Muhammad Nurikhlas:
Ketika aku sedang mengolah hatiku, maka aku berangkat dari niat awalku. Niatku datang ke sini hanyalah ingin menggapai keridaan Allah SWT. Sedang aku yakin bahwa berdasarkan pengalaman, para Santri di sini sudah terbukti secara ikhlas dapat membantu saya untuk melakukan hal itu. Oleh karena itu maka tidak ada keraguan satupun bahwa saya mengikuti semua program yang ada. saya melakukan tersebut dengan rasa senang, bahkan lebih dari senang, tetapi haru karena saya merasakan datangnya karunia yang melimpah-limpah dari Allah SWT melalui kegiatan Ritual Ikhlas ini. Oleh karena itu pikiranku aku fokuskan bagaimana bisa menjalankan ibadat dengan benar seraya beramal atau berZikir sebanyak-banyaknya. Aku berusaha mengendalikan pikiranku yang beraneka ragam dan tidak perlu. Akupun tidak terlalu mencari sebab-sebab mengapa suatu klegiatan itu mesti perlu dilakukan. Bukankah Salat berjamaah itu sudah sejak jaman nabi itu pahalanya berlipat-lipat. Mengapa musti engkau selalu tanyakan dan persoalkan. Ada waktunya tersendiri ketika aku memang harus membahasnya sebagai kajian pikiranku, yaitu ketika aku sedang melakukan olah pikir. Tetapi di sini, yaitu pada kegiatan Ritual Ikhlas, ini adalah kegiatan olah hati. Maka hatimulah yang perlu diolah.

Cantraka Sakti:
Saya sudah bertahun-tahun hidup di Negara Barat. Setiaphari berdiskusi. Jikalau sebentar saja tidak berdiskusi maka dunia ini seakan gelap. Dimanapun, kapanpun dan tentang apapun aku harus terus berdiskusi, berdiskusi dan berdiskusi. Teramasuk kegiatan Ritual Ikhlas ini harus aku diskusikan dengan tuntas..setuntas...tuntasnya.

Muhammad Nurikhlas:
Allah memberikan rezekinya masing-masing kepada umatnya yang dikehendaki-Nya sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Cantraka Sakti:
Maksudnya? Rezeki apa? Aku tidak merasa kurang rezeki? Bahkan aku membawa banyak perbekalan kalau perlu akan saya bagikan kepada teman-teman di sini.

Muhammad Nurikhlas:
Persoalanmu yang engkau rasakan sebagai penderitaanmu itulah rezeki yang belum engkau dapatkan. Tiadalah setiap hal mampu engkau pikirkan. Sifatmu yang berkeinginan untuk mendiskusikan segala hal kapanpun dan dimanaun itulah merupakan ketidakikhlasanmu atau kesombonganmu. Jikalau engkau dengan nasehat-nasehatku ini belum juga mampu mengubah sikapmu, maka aku menyimpulkan bahwa engkau sudah terkena penyakit hati. Maka jika engkau sudah terkena penyakit hati seperti itu, tiadalah manusia yang dapat menolongmu kecuali Tuhan mu. Syaitan telah merentang dan meregang mulai dari hatimu, pikiranmu hingga bibirmu. Kehendakmu untuk berdiskusi terus menerus tiada henti tentang segala sesuatu itulah merupakan perilaku Syaitan yang ada di dalam dirimu. Itulah mungkin Syaitanyang engkau bawa dari Luar Negeri?

Cantraka Sakti:
Uheh...penyakit hati? Baru mendengar kali ini saya ada yang namanya penyakit hati. Ah..aku tidak terlalu percaya. Tetapi ini sebagai wacana saja, jika memang betul-betul aku terkena penyakit hati, lantas bagaimana solusinya.

Muhammad Nurikhlas:
Istigfar itu adalah obat dari segala kesombongan.

Cantraka Sakti:
Lho aku sudah istigfar itu?

Muhammad Nurikhlas:
Istighfar itu tidak perlu di pamer-pamerkan. Jika engkau memamerkan istighfarmu maka itu berarti istighfarmu hanya sebagai hiasan bibir saja dan belum ikhlas. Itulah juga perilaku Syaitanmu.

Cantraka Sakti:
Wahah...mau jadi orang ikhlas saja kok sulitnya bukan main? Kenapa engkau bisa berdoa lama sekali dan Zikir banyak sekali dan kelihatannya tidak capai-capai. Sedangkan aku wah luar biasa, baru Zikir dapat seratus saja punggungku seperti digebugin. Pundakku seperti memikul rel kereta api. Wah yang paling berat bagiku itu Salat Subuh, bayangkan masih kantuk-kantuk dingin lagi, dibangunin untuk berjamaah. Salat Dhuhur itu juga berat bagi saya. Salat Ashar itu juga berat. Salat Maghrib apalagi itu kan pas dengan berita TV. Salat Isya ya berat juga sih. Wah dihitung-hitung kok berat semua aku menjalankan Salat?

Muhammad Nurikhlas:
Jika kita ikhlas dalam doa dan memohon dengan tawakal kepada Allah SWT insyaAllah Allah akan rida kepada kita. Jika Allah sudah rida maka tiadalah rasa capai dalam engkau berdoa, tiadalah waktu lama dalam engkau berdoa, tiadalah rasa susah dalam engkau berdoa, tiadalah waktu dan ruang sempit dalam engkau beribadat.

Cantraka Sakti:
Oh..oh...bagaimana aku. Ternyata ilmuku dari luar negeri itu belum ada apa-apanya. Oh Muhammad Nurikhlas..tolonglah aku. Kenapa diriku sekeras dan sebengal ini? Kenapa? Aku harus bagaimana? Umurku sudah empatpuluh tetapi kalah dengan mereka yang baru berumur duatiga? Ya Allah..ya Robbi..ampunilah atas kesombonganku ini. Ampunilah diriku yang telah sangat lama mendholimi diri-Mu ya Allah. Oh terimakasih Muhammad Nurikhlas atas peringatanmu. Oh terimakasih ya Tuhan atas kesempatan aku mengikuti Ritual Ikhlas ini. Wahai temanku, tolong bawalah pulang semua perbekalanku yang banyak itu. Aku tidak memerlukan perbekalan itu. Aku hanya memerlukan keikhlasan hatiku dan niatku semata-mata memperoleh rida dari Allah SWT. Ternyata aku menemukan bahwa pikiranu itu tidak mampu menyelesaikan semua hal. Oh pikiran...pikiran...oh diriku...oh Muhammad Nurikhlas aku harus bagaimana?

Muhammad Nurikhlas:
Baiklah Cantraka Sakti aku tidak mempunyai kapasitas apapun di sini. Ada yang lebih mampu sesuai dengan bidangnya. Marilah engkau akau bawa ke Santri Kepala untuk memperoleh solusi atas persoalanmu itu.

Santri Kepala:
Wahai Cantraka Sakti dan engkau Muhammad Nurikhlas..marilah berdoa dengan membaca Al Fatihah. Bismilahir rahmaanir rahiim. Alhamdu Lillaahi Rabbil Alamiin. Arrahmaaniraahim. Maaliki Yaumiddiin. Iyyaaka Na’budu wa Iyyaaka Nasta’iin. Ihdinash Shiraathal Mustaqiim. Shiraathal Ladziina An’amta ‘Alaihim Ghairil Maghdluubi ‘Alaihim Walazhzhaaalliin. Amin ya robbil alamin. Cantraka Sakti engkau istirahatlah dulu. Tenangkanlah pikiranmu. Kalau perlu mandi, ambil air wudlu, dan Salat sunatlah terlebih dulu sebelum nanti kita bersama berjamaah Salat Maghrib. Amin.

79 comments:

  1. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Untuk menggapai ikhlas, buang semua pikiran tentang yang tidak mendapatkan ridho dari Allah. Hal itu adalah sesuatu yang menyekutukan Allah, contohnya seperti pesugihan. Pesugihan adalah perbuatan yang sangat di laknat oleh Allah. Karena tidak menganggap Allah itu ada. Ia menginginkan sesuatu dengan selain Allah. Padahal kita tahu, apa saja yang kita inginkan adalah milik Allah, jadi jika kita ingin memiliki maka mintanya juga harus ke Allah. Tidak boleh ke yang selain Allah. Kiat mengharap ridho juga harus kepada Allah SWT.
    Jika kita tersesat kepada jalan yang yang tidak benar tersebut, segeralah kita memohon ampun kepadanya.Karena Allah SWT itu Maha Pengampun. Jika permohonan ampunmu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas, insya Allah, Allah SWT akan mengampuni segaladosa-dosamu., yaitu denganTaubatan Nasuha.

    ReplyDelete
  2. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Dalam beribadah tentulah harus ikhlas dalam hati hanya memohon ridho Allah SWT. Karena dengan keihlasan maka segala ibadah pasti akan terasa mudah dan senang hati dalam melaksanakannya. Ketika semua dilaksanakan dengan ikhlas maka Allah akan memberikan keridhaannya kepada umat nya yang mau beribadah dengan ikhlas. Kesombongan dan ketidakikhlasan dalam beribadah akan mengakibatkan Allah tidak akan ridho terhadap kita, sehingga dalam hidup rasanya tidak akan tenang.

    ReplyDelete
  3. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Menjadi seseorang yang ikhlas adalah sesuatu yang penting karena dengan keikhlasan, kita tidak akan merasa lelah ketika beribadah, berdoa, atau hal apapun untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti yang dialami Cantraka Sakti yang melakukan ibadah dengan tidak ikhlas, maka semua yang ia lakukan terasa sangat berat. Maka hendaklah dalam melakukan apapun, kita luruskan niat awal kita. segala yang kita lakukan hendaknya diniatkan untuk mencari ridha Allah, bukan untuk yang lain, berawal dari niat kita yang lurus, inshaa Allah kita akan ikhlas dalam beramal dan tiadalah suatu yang berat dalam mencari ridha Allah.

    ReplyDelete
  4. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Untuk mencapai keikhlasan maka yang menjadi fokus kita adalah lakukan dengan niat untuk mendapatkan Ridha dari Allah SWT. Berkomitmen atas apa yang akan kita lakukan. Tetaplah istoqomah. Jika timbul sifat sombong lagi, maka perbanyaklah istighfar.
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  5. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    "Setiap amal perbuatan itu tergantung niatnya". Setan senantiasa menggoda kita untuk berbuat tidak baik dan membelokkan niat awal kita yang sudah lurus untuk berserah pada Allah. Oleh karena itu, iman yang kuat, tembok yang kokoh dalam mempertahankan niat lurus kita menjadi penting dalam melakukan segala hal di kehidupan kita. Semoga Allah mengijinkan kita selalu berada dalam jalan lurusNya. Aamiin

    ReplyDelete
  6. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Ikhlas menjadi salah satu solusi dalam melakukan sesuatu apapun, ketika kita telah ikhlas dalam melakukan suatu hal rasa capai, penat, bosan, malas, sombong, tidak bisa itu akan hilang dengan sendirinya bahkan masih banyak kebaikan lainnya yang akan kita dapatkan hanya dengan melakukan sesuatu secara ikhlas.

    ReplyDelete
  7. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Elegi ini berhubungan dengan seseorang pada elegi keempat yang masih sulit untuk mencapai ikhlas lalu ia berkonsultasi dengan orang lain yang dianggap tingkat keikhlasannya dalam ritual lebih tinggi darinya. Dari hasil obrolan mereka, cara-cara untuk menggapai ritual ikhlas adalah dengan dilandasi niat hati yang semata-mata untuk mengharapkan ridaNya. Dengan niat hati yang ikhlas maka kita akan lebih bisa memfokuskan dan mengendalikan pikiran agar bisa menjalankan ibadah dengan benar seraya beramal dan berzikir sebanyak-banyaknya.

    ReplyDelete
  8. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Kita harus selalu berusaha, semaksimal mungkin. Perkara hasil dari usaha, serahkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
    Ada yang menarik dari perkataan Muhammad Nurikhlas dalam elegi di atas “Semua pekerjaan itu terikat dengan ruang dan waktunya. Setinggi-tinggi nilai moral itu adalah komitmen. Jikalau engkau telah niatkan dan telah putuskan untuk mengikuti kegiatan ini untuk beberapa hari, padahal engkau itu syaratnya harus fokus, konsentrasi, dan menepati waktu, maka laksanakan sebaik-baiknya. Tetapi jikalau engkau ragu dikarenakan ada pekerjaan lain, ya jangan ikut saja, atau di tunda atau mengambil kegiatan yang sebentar. Tetapi walaupun kegiatan hanya sebentarpun memerlukan komitmen yang tinggi”.
    Maka, dalam melakukan pekerjaan kita harus KOMITMEN. Entah itu pekerjaan “besar” atau “kecil”, “lama” atau “sebentar”, semua tetap butuh komitmen maksimal dari kita. Agara semuanya berkah, agar meski lelah semua akan terbayar kalau kita lillah. Lillahita’ala.

    ReplyDelete
  9. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs PMat A 2016

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Dalam pandangan Imam Khomeini, nalar filsafat sejalan dengan wahyu. Jadi, tidak ada keterpisahan di antara keduanya, dan kalaupun ada istilah keterpisahan atau dualitas, itu hanya bersifat metaforis. Konten wahyu adalah istilah-iatilah yang dapat digali oleh filsafat. Oleh karena itu, konten wahyu yang mendalam hanya dapat dicerna oleh para filsuf. Selain mereka, yang ada hanya kalangan yang berhenti pada tataran lahiriah saja. Contoh nyata tentang korelasi antara wahyu dan filsafat dalam pemikiran Imam Khomeini bisa dilihat dalam tafsirnya atas Suraj Al-Ikhlas. Beliau terilhami oleh riwayat yang menjelaskan bahwa terdapat satu surah dalam AlQuran yang khusus diturunkan bagi para pendalam ilmu di akhir zaman.
    Sebagian ahli batiniah dengan asumsinya mencoba menghindari makna lahir Al-Uran, seruan-seruan lahir, serta dengan mengenakan pakaian iblis yang terlarang dan nafsu ammarah bissu, mereka kari dari makna lahir Al-Quran dan menciptakan khayalan untuk meraih makna batin Al-Quran. Akan tetapi, sesungguhnya jalan yang bisa mengantarkan kepada aspek batin adalah teks-teks lahiriah. Hendaklah penganut lahiriah menyadari bahwa membatasi Al-Quran hanya pada aspek-aspek lahiriah dan merasa cukup dengan aturan-aturan praktis, moralitas dan keyakinan awam tentang masalah tauhid, tentang nama dan sifat Allah merupakan ketidaktahuan akan hak Al-Quran, serta kekurangan dalam memahami syariat Islam. Hal ini adalah sesuatu yang tidak boleh terjadi, sebab itu sesuatu yang tercela dan tidak berarti; ibarat noda yang tidak akan bisa dibersihkan walaupun dicuci di tujuh lautan - na'udzu billah. Ketahuilah wahai penganut batiniah, bahwa mencapai tujuan yang hakiki tidak bisa terwujud dengan sekedar membersihkan diri. Dengan mengabaikan aspek lahiriah, tidak akan sampai pada sisi batin. Tanpa pakaian lahiriah (syariat), tidak akan diemukan maka batiniyah.
    wasaalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  10. Ada pemaknaan yang dalam dari artikel Bapak Prof. Marsigit tentang Elegi Menggapai Ikhlas. Dalam setiap artikel tersebut, selalu terselip pesan, hanya mengharap Ridho Allah SWT semata. Memang ini kunci utamanya..
    Semoga menjadi masukan bagi diri saya pribadi..

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  11. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam melakukan suatu kegiatan untuk menggapai keikhlasan dalam diri kita maka perlu adanya komitmen untuk melakukannya. Komitmen tersebut dapat menjaga kita untuk dapat terus melakukan apa yang telah ditetapkan hati kita, dan keikhlasan pula lah yang menjadikan kita tidak memikirkan hal yang lain selain beribadah kepada ALLAH SWT. akan sangat banyak tantangan yang dapat kita hadapi dalam menggapai keikhlasan itu, tetapi ketika ALLAH SWT telah meridhai apa yang kita lakukan maka semuanya akan berjalan dengan lancar dan salah satu cara mendapatkan keridhaanNYA yaitu dengan beristighfar sebanyak-banyaknya untuk mengatasi kesombongan dalam diri kita.

    ReplyDelete
  12. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dalam bagian cerita ini dikisahkan bahwa cantraka sakt kembali mengikuti acara tersebut dan kembali berdebat tapi kali ini dengan muhammad nurikhlas, tetapi pada akhir perdebatan cantraka sakti menyadai kesombongannya dan meminta bantuan serta saran dari muhammad nurikhlas. ini dikarenaan muhammad nurikhlas yang tidak lelah menjelaskan dengan sabar dan ikhlas kepada cantraka sakti.
    maksud dari cerita ini adalah, bagaianapun keadaannya jika kita iklhas dan sabar kita akan bisa melewati keaaan sesulit dan sekeras apapun.

    ReplyDelete
  13. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Dalam beribadah tentulah harus ikhlas dalam hati hanya memohon ridho Allah SWT. Karena dengan keihlasan maka segala ibadah pasti akan terasa mudah dan senang hati dalam melaksanakannya. Menjadi seseorang yang ikhlas adalah sesuatu yang penting karena dengan keikhlasan, kita tidak akan merasa lelah ketika beribadah, berdoa, atau hal apapun untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti yang dialami Cantraka Sakti yang melakukan ibadah dengan tidak ikhlas, maka semua yang ia lakukan terasa sangat berat.

    ReplyDelete
  14. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Dalam melakukan suatu kegiatan untuk menggapai keikhlasan dalam diri kita maka perlu adanya komitmen untuk melakukannya.Ikhlas menjadi salah satu solusi dalam melakukan sesuatu apapun, ketika kita telah ikhlas dalam melakukan suatu hal rasa capai, penat, bosan, malas, sombong, tidak bisa itu akan hilang dengan sendirinya bahkan masih banyak kebaikan lainnya yang akan kita dapatkan hanya dengan melakukan sesuatu secara ikhlas. Dengan niat hati yang ikhlas maka kita akan lebih bisa memfokuskan dan mengendalikan pikiran agar bisa menjalankan ibadah dengan benar seraya beramal dan berzikir sebanyak-banyaknya.

    ReplyDelete
  15. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Dalam melakukan perbuatan harus didasari niat dan komitmen yang tinggi tanpa keragu-raguan. Semua yang didasari dengan ikhlas, apapun yang kelihatan teras berat akan terasa lebih mudah dan dalam menjalaninya pun tidak merasakan beban, yang ada justru rasa senang.

    ReplyDelete
  16. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Ikhlas dan tawakal kepada Allah SWT insyaAllah Allah akan melimpahkan ridhoNya. Bekal dalam menjalankan apapun hanyalah niat dan ikhlas. sepandai-pandainnya manusia berusaha melakukan sesuatu jika tidak didasari niat dan ikhlas dan tidak disertai tawakal tidak akan diridhoi Allah.

    ReplyDelete
  17. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan mateaika c 2013

    apa yang kita lakukan itu tergantung niatnya, baik buruknya amal kita tergantung pada baik burknya niat, jika niatnya biak maka amal itu pun bernilai baik jika niatnya buruk maka amalnya bernlai buruk, segala sesuatu itu haru sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  18. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Ikhlas dalam melakukan amalan-amalan, serta perbuatan yang baik itu juga menjadi hal penting untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Karena jika tidak ada keikhlasan, kalau ada hal dari amalan kita yang tidak sesuai, bisa saja nasihat dan masukan yang masuk dari orang lain yang lebih mengerti akan tertutup pintu hati kita. Sehingga menghalangi nasihat yang masuk. Celaka orang yang tidak bisa dikritik. Maka beristighfarlah terus jika terkadang hati mulai goyah dan tidak ikhlas ataupun rasa sombong.

    ReplyDelete
  19. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Dalam kegiatan ritual ikhlas tersebut bukanlah kegiatan olah pikir melainkah kegiatan olah hati, sehingga tidak perlu terlalu mempertanyakan atau mempersalahkan mengapa ada aturan-atauran yang dibuat seperti mengapa harus salat wajib berjamaah, bukankah salat berjamaah itu sudah sejak jaman nabi pahalanya berlipat-lipat. jadi tidak perlu untuk selalu ditanyakan dan persoalkan.

    ReplyDelete
  20. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Jika kita ikhlas dalam doa dan memohon dengan tawakal kepada Allah SWT insyaAllah Allah akan rida kepada kita. Apabila kita ikhlas maka semua yang kita jalani akan terasa ringan, kita tidak akan merasa terbebani, merasa capai untuk melaksanakan kewajiban salat lima waktu, dan berdzikir setiap saat, beristighfar ketika kita mulai berbuat tidak sesuai dengan hati kita. Istighfar ini merupakan obat dari segala kesombongan, jadi beristighfarlah agar kita dapat terhindar dari penyakit hati.

    ReplyDelete
  21. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Semakin lama membaca ritual ikhlas ini semakin seru saja rasanya. Pada bagian awal kita mendapatkan hal tentang niat dan komitmen. Jika kita telah berniat saat mengawali sesuatu maka komitmenlah yang bertindak menjadi penjaganya agar apa yang dilakukan tetap berada pada koridor niat awal kita, sehingga halangan, rintangan yang ada akan dapat dilalui dengan penuh kesabaran.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  22. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Dari percakapan diatas, Cantraka Sakti mengeluhkan beratnya menjalani program yang diberikan yang mengindikasikan Cantraka Sakti belum sepenuhnya ikhlas. Karena saat ikhlas itu telah menghinggapi hati kita maka segala apapun yang telah diniatkan akan dijalani dengan ringan. Guru Agama saya pernah berkata, bahkan sesuatu yang berat pun jika kita telah meniatkan untuk menjalaninya Lillahi TaAla maka komitmen itu akan berlanjut terus itu akan menjadi sebuah kebiasaan bahkan menjadi tabiat. Jadi, Terpaksa menjadi Terbiasa dan akhirnya menjadi Tabiat. Misalnya kita berniat untuk menyempurnakan shalat lima waktu, mungkin pada awalnya cukup berat, namun ketika dibarengi niat dan komitmen sehingga melahirkan sebuah kebiasaan, maka sholat lima waktu akan terasa ringan. Jikalau sholat sudah terasa ringan maka hal selanjutnya yang perlu ditingkatkan adalah kualitas dari sholat tersebut

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  23. Ikhlas adalah seseorang yang melakukan ketaatan semata-mata karena Allah swt. Dia tidak berharap pengagungan dan penghormatan manusia, dan tidak pula berharap mamfaat dan menolak bahaya, dan ikhlas juga membersihkan amal dari setiap noda. Masalah ikhlas merupakan masalah yang sulit, sehingga sedikit sekali perbuatan yang dikatakan murni ikhlas karena Allah swt. Dan sedikit sekali orang yang memperhatikan nya, kecuali orang yang mendapatkan pertolongan dan kemudahan dari Allah swt. Dan apabila seseorang yang dalam mengerjakan apapun tidak ikhlas dan hanya ingin dipuji oleh semua kesembongan-kesombongannya maka ia sedang terkena penyakit hati. Penyakit yang paling berbahaya, dan tidak ada yang bias menolongnya kecuali Allah swt. Dan apabila seseorang yang tidak ikhlas mengerjakan suatu ibadah akan terasa berat dan lelah dalam mengerjakannya karena ia tidak benar-benar niat karena Allah swt. Jadi sulosi ikhlas ialah dengan mengenyah pertimbangan-pertimbangan pribadi, memotong kerakusan terhadap dunia, mengikis dorongan-dorongan nafsu, dan lainnya. Dan bersungguh-sungguh beramal ikhlas karena Allah swt, akan mendorong seseorang melakukan ibadah karena taat kepada perintah Allah dan rasul-Nya, ingin selamat dunia akhirat, dan mengharap ganjaran dari Allah swt.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  24. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Komitmen. Sejenak meninggalkan aktivitas dunia, untuk focus beribadah pada Allah. Bukan hal yang mudah. Perlu dilatih dan dipersiapkan. Yang penting berusaha. Sesungguhnya Allah dan orang-orang beriman melihat usahamu. Yang dilakukan Muhammad Nurikhlas komitmen, melakukan apa yang Allah suka/ ridlo, tanpa peduli penilaian orang, beribadah sebaik mungkin, tanpa banyak berdebat akhirnya dia dapat meraih dan merasakan indikator ikhlas itu.

    ReplyDelete
  25. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Dari Elegi Ritual Ikhlas 6. Sekali lagi bahwa ikhlas adalah urusan manusia dan Tuhan-Nya. Hal yang bisa diambil sebagai pelajaran dalam elegi ritual ikhlas 6 ini adalah bahwa untuk menjadi baik, harus dengan niat yang baik, dan juga cara yang baik. namun, tetaplah pasrahkan segalanya kepada Tuhan YME.

    ReplyDelete
  26. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  27. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Tidak perlu disombongkan. Tidak perlu ditunjukkan. Sesuai dengan ayat Al Qur'an :
    “katakanlah: jika kalian menyembunyikan apa yang ada di dalam dada kalian, atau kalian menampakkannya, maka Allah mengetahui semua itu. Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah maha kuasa atas segala sesuatu” (QS. Al Imran: 29).
    Wassalamu'alaikum wr wb.
    “Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apapun yang mereka kerjakan.” (surat Al- Imron: 120)
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  28. Anisa Safitri
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013

    Tidak ada seorang pun manusia yang dapat mengukur sejauh mana tingkat keikhlasan seseorang. Bahkan mengukur tingkat keikhlasannya sendiri pun belum tentu bisa. Niat dan komitmen yang kuat dalam hati untuk senantiasa memperbaiki diri, mendekatkan diri pada Allah swt dapat memupuk keikhlasan dalam hati.

    ReplyDelete
  29. Anisa Safitri
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ibadah yang dilakukan semata-mata untuk mencari ridho Allah dengan dilandasi pada keikhlasan dan tawakal kepada-Nya. Apabila seseorang sudah dapat menghadirkan Allah dalam dirinya dan Allah ridho, maka masalah berat akan terasa ringan, pekerjaan susah jadi ringan. Rasa capai, susah, waktu yang sempit dalam melakukan aktivitas senantiasa akan dipermudah.

    ReplyDelete
  30. Anisa Safitri
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013

    Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat menjadi orang yang lebih baik. Allah Maha Pengampun. Taubatan yang diiringi dengan niat tulus ikhlas dalam hati dan komitemen yang kuat, senantiasa menjadikan manusia seperti layaknya bayi yang baru lahir. Istiqomah setelah taubatan juga diperlukan agar tidak terjerumus kembali seperti dulu.

    ReplyDelete
  31. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Seseorang yang ikhlas artinya orang itu melaksanakan suatu perbuatan dengan meluruskan niat mencari ridha Allah. Ketika kita menjalani kehidupan dengan ikhlas maka akan terasa ringan dan senang. Berbeda kalau melakukan perbuatan dengan tidak ikhlas, maka perbuatan yang dilakukan terasa sangat berat.

    ReplyDelete
  32. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Berbuat ikhlas memang tidaklah mudah. Banyak godaan syaitan yang mengarahkan kita untuk menggagalkan niat baik kita. Akan tetapi, apabila benteng keimanan kita kuat maka syaitan akan kalah. Semoga Allah senantiasa meridhai perbuatan yang kita lakukan dengan niat yang baik serta tulus ikhlas.

    ReplyDelete
  33. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Hal positif yang dapat dipetik dari elegi di atas adalah kita hendaknya selalu memiliki niat yang baik dan benar dalam melakukan suatu kebaikan. Sehingga muncul rasa ikhlas dalam hati kita. Selain itu, dalam menjalankan kebaikan (ibadah), kita harus memiliki komitmen yang kuat bahwa ibadah itu semata-mata kepada Allah dan untuk keselamatan diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  34. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Kebaikan harus diiringi dengan niat yang baik. Jika kebaikan diiringi niat yang buruk, maka kebaikan itu akan gugur. Misalkan: ketika membaca al Qur’an, kita harus niat karena Allah bukan karena didengarkan oleh orang lain dengan mengharap untuk dipuji dan diakui bersuara merdu atau alim. Jika hal itu terjadi, maka kita perlu untuk segera beristighfar dan taubat karena hati dan pikiran kita sudah tidak lagi menuju Allah semata.

    ReplyDelete
  35. Herwati Dian Saputri
    12313244004
    Pend. Matematika (Inter.)

    Selain itu, niat yang tidak baik juga menunjukkan bahwa hati dan pikiran kita kotor sehingga perlu dibersihkan. Yaitu dengan memperbanyak istighfar atau berdzikir agar hati ita nyaman dan selalu mengingat Allah SWT. Dan kita akan terhindar dari sifat riya’, ujub, atau sombong.

    ReplyDelete
  36. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Suatu amalan atau ibadah akan terasa berat dilakukan untuk orang-orang yang hatinya belum ikhlas, mereka malah menganggap itu sebagai beban. Padahal Allah SWT Maha Tahu bagaimana hati seorang hamba-Nya, jika keihlasan sudah ada di dalam hati, maka komitmen dalam diri akan muncul dan jiwa kita akan selalu ingat dengan kewajiban yang harus dilakukan. Begitu pun sebaliknya, jika hati penuh dengan suudzon kepada Allah SWT, maka apapun yang terjadi, ia tidak akan percaya bahwa itu atas kehendak Allah SWT.

    ReplyDelete
  37. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Ikhlas itu mudah diucapkan namun sulit sekali untuk dilakukan. Apalagi orang tersebut sudah terjangkit penyakit hati. Ja;lan keluarnya adalah taubat nasuha, memohon perlindungan kepada Yang Maha membolak-balikkan hati manusia. Tetap istiqomah dalam menuntut ilmu agama dan terus perbaiki niat. Insya Allah kita akan selamat. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ingin menanyakan, jika taubatan nasuha menjadi jalan keluar dari penyakit hati, bagaimana posisi ikhlas ketika manusia ingin bertaubatan?

      Memet Sudaryanto
      16701261005
      S3 PEP (A)

      Delete
    2. Fitri Wulandari
      16701261018
      S3 PEP UNY

      Kemampuan mengolah hati adalah definisi dari niat awal. Yakni proses menggapai keridaan Allah dalam berbagai definisi. Kant juga menjelaskan tentang pengalaman, proses tersebut tidak bisa dilepas dari definisi di awal yang sudah ditentukan. Tanpa keraguan apalagi kebimbangan dalam niatan dan keikhlasan tanpa rasa senang melalui kegiatan Ritual Ikhlas ini. Manusia dalam konteks ini hanya perlu memfokuskan diri, yakni memfokuskan pikiran. Proses mengendalikan pikiran yang majemuk membutuhan proses homogenisasi.

      Delete
  38. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamulaikum Wr. Wb.
    In my opninion, we must be sincere and commitment to do enerything. If that is not like that, we will never get our goal. There is no perfect in this world. Just Allah is the perfect one. So, we should give our fate to Allah because Allah knows that the best for us. i think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  39. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    "Saya sendiri tidak mengetahuinya. Aku juga tidak terlalu peduli apakah boleh lanjut atau tidak. Aku hanya berusaha berserah diri seraya berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Aku hanya berusaha supaya dikasihi oleh Allah SWT."
    Cuplikan kalimat di atas memberikan makna bahwa saat seseorang tidak menyadari apa yang membuat dia dikatakan ikhlas dan tujuan melaksanakan sesuatu hanya karena ingin memperoleh ridho Allah, maka saat itulah seseorang sedang berjalan ke arah gerbang ikhlas. Ikhlas tidak lain tidak bukan adalah melakukan sesuatu karena cinta kepada ALlah, karena hanya ingin memperoleh ridho ALlah, dan hanya ingin dikasihi oleh ALlah SWT, tidak ada tujuan lainnya. Hal inilah yang membuat ikhlas bukanlah hal yang mudah untuk dicapai setiap orang karena ada kebersihan dan kesucian hati dan niat di dalamnya.

    ReplyDelete
  40. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Dalam menggapai ikhlas sesuai dengan apa yang diceritakan dalam elegi di atas adalah berusaha mengendalikan pikiranku yang beraneka ragam dan tidak perlu. Hal ini menjadi refleksi bagi saya Prof., karena selama ini ternyata saya belum dapat mengendalikan pikiran yang beraneka ragam dan tidak perlu, ini juga yang menggolongkan saya kedalam kelompok manusia yang kurang dalam ruang dan waktu. Sebagai contoh, saat saya mengikuti kuliah terkadang niat untuk memperoleh ridho Allah terlupakan, niat yang ada hanya memperoleh ilmu yang bermanfaat. Padahal ilmu akan sangat bermanfaat saat ALlah SWT meridhoi hal tersebut. Selain itu saya juga tidak jarang memikirkan hal lain di luar materi kuliah saat mengikuti setiap mata kuliah di Prodi PEP. Padahal untuk memperoleh ikhlas, cukup mengendalikan pikiranku yang beraneka ragam. Semoga setelah membaca elegi ini, selalu mengingatkan saya untuk meluruskan niat saya dalam kuliah di Prodi PEP ini. Amiiiiiin Ya RObbal'alamin..

    ReplyDelete
  41. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Elegi di atas bercerita tentang cantraka sakti yang terpengaruhi oleh budaya barat sehingga susah bagi dirinya untuk ikhlas, tetapi setelah berkonsultasi dengan Muhammad Nurikhlas, cantraka sakti sadar bahwa dirinya selama ini belum ikhlas. Implikasi nya bagi kita adalah mari selalu merefleksi diri kita atas apa yang telah kita perbuat, atas amal kita. Sudahkah amal kita bertujuan ikhlas hanya demi ridho Allah ataukah masih ada tujuan-tujuan lain? Kita senantiasa untuk selalu merefleksi diri, selalu memperbaiki keikhlasan kita hingga kita bisa benar-benar ikhlas dalam beramal.

    ReplyDelete
  42. Retno Wdyaningrum
    16701261004

    Dalam ritual ikhlas jika melakukan kesalahan maka seyogyanya segera mengambil wudlu mensucikan diri kemudian melakukan sholat mohon ampun atas segala kekhilafan dengan berdzikir, beristiqfar, berkali-kali dengan ikhlas tanpa tekanan maupun riya'. Riya' artinya apa yang telah dilakukan di beritahukan kepada orang lain maka ibadahnya termasuk riya' ....... wallaua'lam. Maka sebaiknya cukup diri sendiri yang mengetahuinya tentang apa, bagaimana, berapakali dan kapan istiqfar dan dzikir telah kita lakukan. Sehingga amalan-amalan kita diterima Allah SWT

    ReplyDelete
  43. Retno Wdyaningrum
    16701261004

    Sepertinya kita harus memahami tentang orang yang sombong. Sesuatu yang sedikit saja merasa... merasa ... bahkan lebih merasa .... bisa dikatakan sombong. Sombong identik dengan peringai yang buruk. Meski ada beberapa kegiatan yang justru dengan kesombongan dapat menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain. Maka sedikit sombong itu harus dihindari karena beda tipis sekali dengan tidak sombong. Mungkin kita mengatakan tidak sombong tapi orang lain menganggap sombong. Maka hal ini dikatakan sombong. Oleh sebab itu diharuskan setiap selesai sholat mohon ampun kepadaNya agar apapbila ada kesombongan yang tidak disengaja maka segera diampuni. Tentunya dengan ikhlas dan tawakal.

    ReplyDelete
  44. Retno Wdyaningrum
    16701261004

    Tak henti-hentinya kita memanjatkan pujian-pujian kepadaNya serta memperbanyak dzikir, amal, ibadah kepadaNya. Dengan hati yang ikhlas hanya ada satu untuk mendapatkan rida dari allah SWT. Sholat 2/3 malam, sholat dhua, sholat-sholat sunah yang lain juga puasa-puasa sunah seprti senin-kamis adalah menjadi rutinitas ibadah kita... aamiin yra

    ReplyDelete
  45. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Salah satu sosok santri yang digambarkan memiliki keikhlasan yang baik dalam Ritual Ikhlas adalah Muhammad Nurikhlas. Dia telah memiliki niat yang baik dalam menjalani ritual ikhlas. Dia juga telah memiliki ikhtiar dan tawakkal yang baik dalam ritual ini. Kesungguh-sungguhan seperti yang dimiliki oleh Muhammad Nurikhlas inilah yang perlu dicontoh oleh siapapun yang menjalani Ritual Ikhlas atau ibadah apapun.

    ReplyDelete
  46. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Salah satu penyakit hati yang dapat merusak semua nilai ibadah manusia adalah kesombongan. Kesombongan dapat menghalangi datangnya keikhlasan. Kesombongan juga yang menyebabkan manusia terhindar dari sampainya ilmu. Kesombongan menyebabkan manusia terhindar mendapatkan hidayah. Kesombongan menghalangi manusia mendapatkan kebaikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya setuju dengan pernyataan Sdr. Basyir yang menyatakan bahwa penyakit hati mampu merusak segalanya. Karena runtuhnya penyakit hati maka terbukanya semua kebenaran dan kemauan belajar lebih mendalam. Proses belajar yang dilakukan perlu diruntuhkan pada titik terendah manusia, bahwa sudah tidak lagi penting perihal atribut.

      Memet Sudaryanto
      16701261005
      S3 PEP (A)

      Delete
  47. KASYIFATUN AENI
    1330124055
    PMA 13

    Ada beberapa hal yang saya peroleh dari elegi di atas. Yang pertama adalah 1) bahwa segala sesuatu bergantung pada niatnya. Dan niat itulah yang akan menentukan kualitas tindakan kita selanjutnya. Jika kita sudah memiliki niat yang lurus, yang harus dilakukan selanjutnya adalah menjaga niat tersebut agar tidak melenceng. Kedua, adalah 2) tentang pentingnya komitmen dalam melakukan sesuatu. Jika kita sudah berniat dan memutuskan untuk melakukan sesuatu, maka kita harus fokus, konsentrasi, dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya. Jika di tengah jalan komitmen kita mulai goyah, maka kita perlu kembali mengingat niat awal kita. Yang ketiga adalah 3) tentang penyakit hati yang disebut dengan kesombongan. Jika manusia sudah terkena penyakit ini, tidak ada yang mampu menolong kecuali Tuhan dan obat dari segala kesombongan adalah istigHfar.

    ReplyDelete
  48. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEB B 2016

    Beberapa hikmah yang bisa dipetik dari elegi di atas di antaranya adalah manusia harus percaya bahwa Allah akan memberikan rezekinya masing-masing kepada umatnya yang dikehendaki-Nya sesuai dengan kapasitasnya masing-masing, manuasia perlu beristigfar agar terhindar dari kesombongan, selalu berserah diri dan memohon ampunan kepada Allah SWT serta selalu berdoa agar mendapat perlindunganNya.

    ReplyDelete
  49. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Pada dasarnya ikhlas dimulai dari niat didalam hati dalam menggapai sesuatu atau melakukan sesuatu. Tidak perlu memperhatikan sesulit apapun proses yang akan dilalui, atau bahkan kesulitan yang akan dilalui. Karena semua yang akan dihadapi pasti akan terlewati. Didalam proses usaha mencapai semuanya, Tuhan akan selalu ikut andil didalamnya. Tidak perlu merasa lelah, merasa semua salah. Berfikir positif dan melalukannya dengan senang hati kemudian Tuhan akan menunjukkan jalan serta kita melwati proses bagaimana menjadi ikhlas dalam hati dan dalam pikir.

    ReplyDelete
  50. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dalam melakukan apapun memang selalu butuh komitmen. Terkadang memang kita merasa jenuh, lelah dalam melakukan sesuatu, akan tetapi dengan mengingat tujuan awal, mengingat niat awal kita, hal tersebut akan mampu menguatkan kita untuk terus melangkah.

    ReplyDelete
  51. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Penggalan hadist Arba'in :“...Innamal a’malu binniaat..” yang artinya “...Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya...” . Penggalan Hadist Arba’in yang pertama tersebut memiliki makna yang sangat luar biasa dimana kita sebagai seorang manusia dalam melaksanakan segala sesuatu harus memiliki niat yang tulus, baik, dan lurus. Apa yang akan kita dapatkan juga berdasarkan niatnya.

    ReplyDelete
  52. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Begitu pula untuk beribadah kepada Allah, bukan untuk dipuji bukan untuk mendapatkan uang, bukan untuk mendapatkan jabatan, tetapi semata-mata untuk meraih Ridho Allah SWT. Sulit memang, tetapi mari senantiasa kita mendekatkan diri kepada-Nya.

    ReplyDelete
  53. Manusia mempelajari moral adalah responsibility by its self. Jika sudah dari dalam dirinya tertanam tanggung jawab dan komitmen dalam menyelesaikan tiap-tiap tindakan yang ia ambil, maka sebenar-benarnya manusia sudah memiliki nilai tertinggi. Manusia dengan niat dan telah putuskan untuk mengikuti apapun padahal tiap komitmen bersyarat, maka laksanakan sebaik-baiknya. Tetapi jikalau engkau ragu dikarenakan ada pekerjaan lain, ya jangan ikut saja, atau di tunda atau mengambil kegiatan yang sebentar. Tetapi walaupun kegiatan hanya sebentarpun memerlukan komitmen yang tinggi.


    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP (A)

    ReplyDelete
  54. Values of humanity yang disampaikan dalam konteks ini adalah komitmen yang merupakan suatu keyakinan seseorang tentang penghargaan terhadap suatu standar atau pegangan yang mengarah pada sikap/perilaku seseorang. Sistem nilai dalam suatu organisasi adalah rentang nilai-nilai yang dianggap penting dan sering diartikan sebagai perilaku personal. Moral hampir sama dengan etika, biasanya merujuk pada standar personal tentang benar atau salah. Hal ini sangat penting untuk mengenal antara etika dalam agama, hukum, adat dan praktik profesional

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP (A)

    ReplyDelete
  55. Komitmen dalam berakhlak/moral adalah kesadaran manusia tentang dirinya sendiri dalam konteks ini adalah si Cantraka, manusia melihat atau merasakan diri sendiri sebagai berhadapan dengan baik dan buruk. Disitu membedakan halal dan haram, hak dan bathil, boleh dan tidak boleh dilakukan, meskipun dia bisa melakukan. Itulah hal yang khusus manusiawi.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S3 PEP (A)

    ReplyDelete
  56. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Solusi dari permasalahan Cantraka Sakti adalah ikhlas. Kita tidak boleh sombong dalam segala hal, termasuk ibadah yang kita lakukan. Ikhlas dimulai dari komitmen dan niat untuk mencari Ridho Allah SWT. Sifat ikhlas dalam doa dan memohon dengan tawakal kepada Allah SWT, maka kita akan mendapat Ridho Allah SWT. Jadi, jangan sombong dalam segala sesuatu dan berusaha untuk ikhlas dengan niat mendapat Ridho Allah SWT. Terima kasih.

    ReplyDelete
  57. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Memang tidak mudah membuat orang sadar akan kesalahan yang telah dilakukannya sendiri namun hal itu bukan alasan untuk tidak mengingatkanya karena semakin dia lupa akan ketidak benaran tersebut maka akan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi orang lain termasuk teman-temannya.

    ReplyDelete
  58. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Manusia yang baik bukan mereka yang tidak pernah berbuat salah, tetapi manusia yang baik, apabila berbuat salah maka langsung menyadarinya dan tidak akan mengulanginya lagi di masa yang akan datang, dengan kata lain bertaubat. Agama menganjurkan untuk segeralah bertaubat, karena taubat adalah cerminan iman manusia kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  59. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Menyadari kesalahan yang kita perbuat tentu bukanlah hal yang mudah dilakukan manakala kita tidak menyeratakan elemen hati yang bersih dari segala prasangka dan keburukan yang ada dan akhirnya ketika kita tahu bahwa kesalahan yang kita lakukan sudah teramat fatal dan kronis barulah muncul penyesalan yang teramat sangat. Memang begitulah penyesalan, selalu hadir belakangan. Tetapi ada juga mereka yang ketika melakukan suatu kesalahan kemudian dengan berani mau mengakui kesalahan yang dilakukan dengan tulus ,dan berjanji menjadi insan yang lebih baik lagi dan tidak akan melakukan kesalahan yang sama dikemudian hari.

    ReplyDelete
  60. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Hidayah bisa datang dari mana saja layaknya cobaan dan ujian yang Allah berikan kepada setiap hamba-Nya. Karena sungguh Allah lah Yang Maha Kuasa memberikan hidayah kepada setiap hambaNya yang telah Ia pilih. Hidayah bukanlah sesuatu yang sekedar dinanti, tetapi ia akan benar benar bisa kita dapatkan manakala kita memiliki kesadaran diri untuk mencarinya, yaitu ketika kita sedang membaca Al-Qur’an ataupun melihat kejadian kejadian yang membuat kita mampu untuk menyadari kesalahan yang kita lakukan. Seperti dalam elegi Cantraka Sakti berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas yang ternyata ia menemukan bahwa pikirannya itu tidak mampu menyelesaikan semua hal sehingga iapun menyadari akan kekhilafannya.

    ReplyDelete
  61. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Bisa bertemu orang seperti Muhammad Nurikhlas saya rasa sangat beruntung sekali, karena kepada siapa kita bergaul akan mempengaruhi diri kita. Jika bertemu orang yang baik bisa dijadikan inspirasi dan motivasi untuk bisa jadi sepertinya, ikhlas seperti Muhammad Nurikhlas.

    ReplyDelete
  62. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sesuatu yang dirasa sulit akan terasa melelahkan dalam menjalaninya, termasuk menggapai ikhlas. Tapi untuk menggapai ikhlas diperlukan keikhlasan juga. Ikhlas dan sabar. Maka bagi orang-orang yang ikhlas dan sabar dalam menjalani suatu proses tidak akan merasa lelah. Ataupun lelah tapi ia menganggapnya sebagai nikmat yang diberikan karena masih diberi kesempatan untuk lelah, beristirahat, dan berusaha kembali

    ReplyDelete
  63. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Manusia tidak semuanya perlu mencari sebab-sebab mengapa suatu kegiatan perlu dilakukan. Ibadah kadang tidak memerlukan alasan, seperti manusia memutuskan untuk makan karena mereka lapar, bukan karena mereka beralasan satu, dua atau tiga hal yang penting baginya, namun itulah yang mereka butuhkan. Jika manusia berpikir mengenai alasan, maka ada yang ditanyakan dan persoalkan. Maka sebenar-benarnya kepentingan bagi manusia adalah kemampuan mengolah hati.

    ReplyDelete
    Replies
    1. SUPIANTO
      16701261001
      S3 PEP KELAS A 2016

      Tuhan memerintahkan kita untuk membaca, bahkan perintah ini ditegaskan sebagai perintah pertama saat turunnya agama. membaca berarti juga bertanya, karena membaca tanpa bertanya adalah jatuhnya diri pada mitos, bertanya juga berarti mensyukuri berkah Tuhan berupa akal dengan menggunakaannya semaksimal mungkin.

      Delete
  64. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Saya kurang paham dengan pernyataan ini: "sifatmu yang berkeinginan untuk mendiskusikan segala hal kapanpun dan dimanaun itulah merupakan ketidakikhlasanmu atau kesombonganmu". bukankah di kelas Prof. Marsigit selalu menyampikan bahwa ilmu bermula dari pertanyaan, dan pertanyaan serta jawababnya itu bisa disampaikan dan diperoleh dari diskusi? lalu jika kita berhenti diskusi, apakah kita tidak akan terjebak dan jatuh kembali ke dalam mitos yang justru dihindari dalam filsafat?

    ReplyDelete
  65. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Untuk menerima sebuah kebenaran haruslah dengan kebenaran, untuk mencapai ikhlas harus lah dengan ikhlas pula, demikian hikmah yang bisa saya petik dalam beberapa elegi yang telah saya baca. tapi, ada pertanyaan yang selalu muncul dalam benak saya setelah membaca beberapa elegi ritual ikhlas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan ikhlas menurut Prof.Marsigit?

    ReplyDelete
  66. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Niat adalah kunci dari ikhlas dalam melakukan sesuatu, sebab Ikhlas tidaklah bisa di ucapkan, karena ikhlas itu yang tahu hanyalah Allah SWT dan hati.

    ReplyDelete
  67. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam melakukan suatu kegiatan untuk menggapai keikhlasan dalam diri kita maka perlu adanya komitmen untuk melakukannya. Komitmen tersebut dapat menjaga kita untuk dapat terus melakukan apa yang telah ditetapkan hati kita dengan ikhlas. Akan ada banyak tantangan dan hambatan dalam kita menjaga komitmen itu. Karena sesungguhnya manusia itu selalu berubah-ubah sesuai dengan keadaan hatinya, oleh karena itu komitmen itulah yang nantinya akan membawa kita pada pencapaian keikhlasan yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  68. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya tertarik dengan kalimat yang disampaikan oleh Muhammad Nurikhlas bahwa "Setinggi-tinggi nilai moral itu adalah komitmen". Jika kamu sudah meniatkan dan memutuskan sesuatu itu dengan keyakinan dari hatimu maka laksanakan komitmen itu dengan sebaik-baiknya dan jagalah komitmenmu agar selalu dipercaya. Tetapi jikalau engkau masih ragu maka jangan sekali-kali kamu berkata untuk berkomitmen, karena jika kamu tidak bisa melaksanakan itu suatu saat kamu tidak akan lagi dipercaya oleh orang lain. Komitmen itu bukan sesuatu yang bisa disepelekan begitu saja namun juga harus diyakini dalam hati dan ikhlas dalam melaksanakannya.

    ReplyDelete
  69. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya setuju dengan pendapat dari Muhammad Nurikhlas bahwa sifatmu yang berkeinginan untuk mendiskusikan segala hal kapanpun dan dimanaun itulah merupakan ketidakikhlasanmu atau kesombonganmu. Jadi jika kita merasa kesal, kecewa, sakit hati dengan orang lain setidaknya jangan terlalu dibicarakan secara terus-menerus kepada orang lain karena itu merupakan perilaku Syaitan yang ada di dalam dirimu. Oleh karena itu, berhentilah untuk membicarakannya lagi, membuang pikiran-pikiran negatif, dan lakukanlah olah hati agar hatimu kembali bersih.

    ReplyDelete
  70. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Saya mungkin baru tersadar akan pepatah daerah saya Makassar, "kualleangi tallanga na toalia" yang berarti lebih baik saya tenggelam daripada kembali kehaluan. Itulah makna komitmen dan kesungguhan niat yang menjadi falsafah hidup orang Makassar. Bahwa dengan komitmen dan kesungguhan niat itu semua yang akan dijalani akan terasa tidak berat. Falsafah tersebut telah mendarah daging. Dan bahwa embel-embel ilmu itu tidaklah ada apa-apanya jika tidak mendapatkan ridha dari Allah Azza wa Jalla.

    ReplyDelete
  71. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Jadilah orang yang senantiasa berusaha berserah diri seraya berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Selalu berusaha supaya dikasihi oleh Allah SWT. Oleh karena itu, gunakanlah waktu luang yang kita miliki untuk berZikir sebanyak-banyaknya. Dengan hal-hal tersebut kita bisa menjadi orang yang diberikan kemudahan dalam menggapai hati ikhlas dan jiwa yang bersih. Dan hal yang tidak boleh dilupakan ialah kita harus selalu melakukan perbuatan yang telah diajarkan oleh orang-orang yang mempunyai ilmu tinggi dalam agama.

    ReplyDelete
  72. Ikhlas berarti pasrah dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada sang Pencipta dan hanya mengharap Ridha Nya. Pada dialog tersebut nampak Cantraka Sakti sedang menguji kapasitas keilmuan Muhammad Nurikhlas dengan melontarkan segala pertanyaan yang mengganggu pikirannya. Nampak ia belum memiliki alasan yang kuat untuk berkomitmen untuk mengikuti ritual ikhlas secara seksama. Sementara komitmenlah yang sangat diperlukan. Dengan komitmen, maka kita akan fokus mencapai tujuan.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  73. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Keikhlasan hanya dapat muncul ketika kita sudah membuka diri.Hanya diri kita sendiri yang mampu membawa kita menuju keikhlasan. Maka jika kita ingin menggapai keikhlasan maka pertama yang harus kita lakukan adalah membuka hati dan membuang sikap sombong seraya mengharap ridho Allah SWT. Ilmu yang manusia miliki tidaklah seberapa karena sesungguhnya sebenar-benar ilmu adalah milik Allah SWT. Dan perlu kita tahu bahwa pikiran kita tidak mampu menyelesaikan semua hal.Kita patut bersyukur atas keterbatasan yang kita miliki dimana manusia tidak mengetahui semua hal yang ada di dunia ini. Dengan kekurangan itu manusia dapat memahami hakekat manusia dan untuk apa manusia diciptakan.

    ReplyDelete
  74. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Niat adalah kunci dari setiap amal dan ibadah, maka diperlukan penaatan niat dengan penuh kecermatan dan kepintaran agar tidak terperangkap dalam amal ibadah berbuah kesia-kesiaan karena niat yang salah ketika melakukkan ritual ibadah yang seharusnya bernilai pahala kebaikan tanpa disadari justru akan mendatangkan keburukan yang menjurus ke sifat menyekutukan Allah AST. Jadi elegi ini menunjukkan betapa pentingnya penataan niat yang baik dan lurus, diiringi dengan komitmen terhadap niatan awal perbuatan baik tersebut serta segera memperbaharui niat kembali ke niatan awal ketika implementasinya cendrung menjurus ke hal-hal yang tidak baik diluar niatan awal.

    ReplyDelete
  75. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    dari elegi tersebut dapat kita ambil ibroh (pelajaran) bahwa untuk melaksanakan suatu ibadah harus dengan niat yang ikhla dan istiqomah. Dengan ikhlas dan istiqomah, maka melakukan ibadah akan mudah dan terhindar dari riya’ (sombong). Keikhlasan adalah melakukan segala aktivitas dengan mengosongkan hati dari segala motivasi dunia. Keikhlasan dan keistiqomahan serta beribadah dengan cara yang benar akan membuat aktivitas kita sebagai ihsanul amal (amal yang baik) dan mengantarkan kita di surga kelak. Aamiin.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id