Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 2: Persiapan Teknis 1




Oleh Marsigit

Santri Kepala:

Ass.Wr.Wb...hadirin yang dimuliakan Allah, kami sampaikan bahwa untuk beberapa waktu ini kami memfasilitasi hadirin semua bagi yang ingin melaksanakan Ritual Ikhlas di sini. Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk memberi kesempatan kepada para hadirin semua untuk mempelajari bagaimana melaksanakan ibadat yang benar, sesuai dengan tuntunan yang ada. Sedangkan tuntunan yang ada meliputi tuntunan yang terdapat pada Kitab Suci atau Firman Allah SWT, sunah Rasulullah SAW, dan lainnya yang dilazimkan sebagai tuntunan yang benar. Mengingat banyaknya peserta yang akan ikut Ritual Ikhlas, dan demi untuk menjamin kelancaran dan kekhusyukan beribadat, maka kami membuat ketentuan atau peraturan umum dan khusus. Ketentuan umum meliputi ketentuan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran ibadat; sedangkan ketentuan khusus meliputi tata cara beribadat yang benar sesuai dengan sumber-sumber yang telah saya sebutkan. Kami mempunyai beberapa petugas yang akan melayani dan membantu menyediakan beberapa kebutuhan peserta, sehingga peserta akan lebih fokus kepada kegiatan ibadahnya.

Peserta Ritual Ikhlas:
Kegiatan ibadat yang bisa dipelajari itu meliputi apa saja?

Santri Kepala:
Kegiatan ibadat yang dipelajari meliputi: Salat yang benar, ambil air wudlu yang benar, bersuci yang benar, Salat sunah yang benar, Salat jamaah yang benar, Berdoa yang benar, dan Zikir yang benar. Semuanya itu harus dilandasi dengan memohon rida kepada Allah SWT.

Peserta Ritual Ikhlas:
Bagaimana sikap atau tindak-tanduk kita dalam melaksanakan Ritual Ikhlas?

Santri Kepala:
Allah SWT itu Maha Suci, maka hanya orang-orang yang telah bersucilah dapat menggapai rida-Nya. Oleh karena itu kami mengharapkan agar peserta Ritual Ikhlas dapat menjaga Adab atau sopan santun pelaksanaan Ritual Ikhlas dalam arti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Tidak ada kegiatan aneh-aneh dalam Ritual Ikhlas ini. Yang ada hanyalah kegiatan beribadat sebagaimana lazimnya orang beribadat, hanya bedanya di sini kita belajar meningkatkan kualitas ibadat kita dengan cara berusaha beribadat dengan benar-sebenarnya sesuai tuntunan yang ada. Oleh karena itu kami akan membantu para peserta yang lalai untuk tidak lalai, peserta yang mengalami kesulitan, peserta yang sakit, untuk tetap bisa beribadat dengan benar dan khusyuk.

Peserta Ritual Ikhlas:
Bagaimana contoh konkritnya bantuan yang akan anda berikan?

Santri Kepala:
Agar para peserta Ritual Ikhlas dapat beribadat secara khusyuk, maka hendaklah diantara para peserta bisa saling menjaga. Jika ada peserta yang lalai karena suatu hal, misalnya bicara atau mengobrol terlalu keras, maka para santri kami akan mengingatkannya. Jika ada peserta yang ketiduran, padahal sudah saatnya melakukan ibadah Salat, maka Santri kami akan membangunkan akan bisa berjamaah bersama-sama. Demikian seterusnya.

Peserta Ritual Ikhlas:
Bagaimana kami dapat memenuhi segala kebutuhan kami selama Ritual Ikhlas?

Santri Kepala:
Agar mampu belajar secara optimal, maka sebaiknya mengurangi kegiatan atau kebutuhan yang tidak pokok. Namun untuk kegiatan pokok kamu akan membantunya misalnya untuk makan dan minum kami yang akan menyediakan.

Peserta Ritual Ikhlas:
Mengingat kami berasal dari berbagai derajat dan tingkatan manusia yang berbeda-beda, apakah ada pengecualian terhadap hak dan kewajiban peserta misalnya dalam aktivitas, makan dsb?

Santri Kepala:
Sesuai dengan prinsip keadilan dalam keikhlasan maka kami tidak membeda-bedakan pangkat, derajat, golongan maupun jenis kelamin. Semuanya sama di depan Allah SWT. Yang membedakan derajat anda semua adalah Keikhlasan anda masing-masing. Baiklah, setelah Salat Ashar nanti, maka kita akan melakuan dan melaksanakan ibadat secara bersama-sama, Salat jamaah untuk setiap Salat wajib. Sementara itu diwaktu luang atau pada waktu jeda antara Salat wajib, kami menganjurkan agar peserta beramal sebanyak-banyaknya dengan cara berZikir secara ikhlas dengan menyebut asma Allah sebanyak-banyaknya. Peserta akan menempati tempat sesuai dengannyang telah ditentukan oleh penyelenggara, semata-mata untuk memudahkan pelayanan kami kepada peserta. Demikianlah informasi kami. Kami mengucapkan selamat melakukan Ritual Ikhlas kepada hadirin semua, semoga Allah SWT selalu meridai segala ikhtiar kita. Amin.

93 comments:

  1. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidkan Matematika B 2016

    Persiapan teknis 2 dalam menggapai ritual ikhlas adalah dengan tujuan untuk bagaimana cara beribadah dengan benar, sesuai dengan tuntutan yang benar dengan berpedoman dengan Al Qur’an, sunah Rasul, dan yang lainnya yang lazim sebagai tuntutan yang benar. Dan untuk yang selain dari yang beragama islam, juga harus mengikuti apa yang di ajarkan sesuai agamanya. Dan dari setiap orang yang berlainan keyakinan, diharapkan untuk saling menghormati dan menjaga kekhusyukannya dan kekhusukan orang lain dalam beribadah.
    Contoh persiapan teknis dalam kegiatan ritual ikhlas ini meliputi shalat yang benar, ambil air wudu yang benar, bersuci yang benar, shalat sunah yang benar, aalatjamaah yang benar, Berdoa yang benar, danZikir yang benar. Dan untuk semua yang dilakukakann yaitu, semuanya itu harus dilandasi dengan memohon rida kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Agar kita bisa beribadah secara khusyuk, maka kita harus saling menjaga.Jika ada yang lalai karena suatu hal, misalnya bicara atau mengobrol terlalu keras, maka hendaknya kita mengingatkannya. Jika ada yang ketiduran, padahal sudah saatnya melakukan ibadah shalat, maka kewajiban kita membangun kannyauntuk melakukan shalat. Jika semua itu sudah merasuk di diri kita.Insya Allah kita akan terselamatkan Fiddunya WalAkhirat.

    ReplyDelete
  3. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Allah memandang semua umatnya adalah sama. Demikian juga denga perlakuan Allah terhadap umatnya. Allah tidak membeda-bedakan pangkat, derajat, golongan maupun jenis kelamin. Ibadah yang kita lakukan adalah semata-mata karena mencari ridha Allah. Ibadah yang dilakukan juga harus sesuai dengan rukun dan ketentuannya. Dan segala ilmu yang kita miliki tiada guna bila tidak diamalkan, dan segala amal yang kita lakukan tiada guna bila tanpa dilandasi keikhlasan.

    ReplyDelete
  4. Mifta Tyas Laksita Sari
    13301241005
    Pend. Matematika A 2013

    Manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk beribadah kepada Allah. Manusia dimata-Nya adalah sama. Sama-sama sebagai manusia yang tak sempurna meskipun dimata manusia si A, B, C masing masing memiliki pangkat dan golongan yang berbeda. Dan dalam beribadah kepada Allah kita harus mengetahui tata cara yang benar. Oleh karena itu kita harus mengetahui tata cara beribadah yang baik dan benar agar sesuai dengan pedoman yang terkandung dalam Al-Quran dan hadits. Selain itu kita melakukan segala sesuatu juga harus didasarkan pada hati yang tulus dan ikhlas dalam ibadah kepada Allah karena jika kita tidak dengan rasa ikhlas semuanya dilakukan tiada artinya dan tidak ada apa-apanya.

    ReplyDelete
  5. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pend.Matematika 2013

    Menurut saya, jika menginginkan keridhoan dari Allah maka lakukan ibadah sebanyak banyak dengan ketentuan yang sudah ditetapkan dan kualitas ibadah yang baik. Memperbaiki kualitas ibadah dapat dilakukan dengan cara Sholat lima waktu dengan ontime, rajin berdzikir, dan membaca Al-Qur'an. Itu dilakukan dengan istiqomah. Jika belum bisa, jadwalkan secara terstrukur. Memaksa diri sendiri untuk belajar ikhlas dalam beribadah adalah awal yang baik untuk mengerti apa itu ikhlas sebenarnya. Keikhlasan dapat tertanam dalam diri karena terbiasa melakukan suatu kegiatan (perbuatan)yang dilakukan secara berulang-ulang dan teratur, sehingga pada akhirnya keterpaksaan dalam diri akan menghilang dengan sendirinya. Semuanya bermula dari niat yang baik dan aksi. Jika niat sudah ada, tetapi tidak mau beraksi, kapan kualitas beribadah akan meningkat.

    ReplyDelete
  6. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Khusyuk merupakan salah satu penunjang untuk keberhasilan suatu ibadah. Dengan khusyuk kita benar-benar seperti menghadap Allah SWT karena tujuannya adalah untuk mendapatkan keridhaan dari Allah SWT. Untuk menjadi khusyuk merupakan suatu kegiatan yang sangat sulit, sehingga setidaknya ketika kita belum bisa untuk beribadah secara khusyuk minimal kita jangan atau tidak mengganggu kekhusyukan orang lain.

    ReplyDelete
  7. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Pada tahap persiapan awal ini dijelaskan banyak hal yang semestinya dilakukan kita sebagai manusia yaitu senantiasa berserah pada Allah. entah apa jabatan, golongan, dan jenis kelamin kita didunia, yang ada dimata Allah semuanya sama. yang membedakan kita dengan lainnya adalah derajad keimanan kita, keikhlasan kita dalam berbuat hal di dunia ini. Jadi, dalam menggapai ikhlas yang sebenar - benarnya baiklah bagi kita untuk memperbaiki niat ibadah kita senantiasa hanya untuk Allah semata. lalu dilanjutkan dengan melaksanakan kewajiban - kewajiban lain dan tentunya dengan niat yang ikhlas.

    ReplyDelete
  8. Menurut pendapat saya, Elegi Ritual Ikhlas "Persiapan" ini adalah sebuah tata tertib sebelum memasuki sebuah ritual selanjutnya.
    Yang menjadi renungan saya adalah makna filosofis apa dibalik "Persiapan" ini?

    Nur Tjahjono Suharto
    S3 PEP (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  9. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Elegi ini lebih menekankan cara-cara persiapan untuk dapat berhubungan dengan Allah secara ikhlas yang hanya semata-mata mengharapkan rida Allah. Cara-cara persiapan untuk menggapai rida Allah SWT yakni dengan membetulkan tata cara beribadah kita meliputi bagaimana salat yang benar, ambil air wudhu yang benar, bersuci yang benar, salat jamaah yang benar, salat sunah yang benar, dan zikir yang benar.

    ReplyDelete
  10. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Ikhlas, sebuah kata yang sering sekali kita dengar namun sulit kita lakukan. Bahkan mungkin ketika kita merasa sudah melakukan, padahal nyatanya mungkin belum. Ikhlas dimulai dengan niat sungguh-sungguh, niat yang lurus, niat yang benar.
    Jangan tergesa-gesa mencapai ikhlas, karena ikhlas tidak semudah kelihatanyya. Mari benahi niat, terutama dalam menuntut ilmu. Luruskan niat karena Allah ta’ala. Aamiin.

    ReplyDelete
  11. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dalam melaksanakan ritual ikhlas ini dibutuhkan hati yang ikhlas dan hati yang suci. Karena tujuan dari ritual ikhlas ini adalah untuk mencapai ridha-Nya. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk mencapai ridha-Nya. Mulai dari adab, perilaku, ibadah, dan hati. Sedangkan dalam pelaksanaannya, semua melakukan kegiatan yang sama dan dengan porsi yang sama. Tanpa memandang jabatan, gelar, atau pun pekerjaan. Karena untuk menggapai ridha-Nya, semua itu tidak diperlukan. Semua manusia sama di mata Allah, yang membedakan adalah keimanannya.
    Terima kasih.

    ReplyDelete
  12. Ida Siti Mahsunah
    13301244004
    Pendidikan Matematika I 2013

    Semua perbuatan baik yang dilakukan pada dasarnya merupakan suatu ibadah asalkan sebelum melakukannya diniatkan untuk menggapai ridho Allah subhanahu wata'ala. Usahakanlah untuk menjaga kesucian diri karena Allah Mahas Suci. Sesama manusia, salinglah mengingatkan dalam melakukan kebaikan. Kuringilan kegiatan yang tidak membawa manfaat dan kebaikan, gantilah dengan kegiatan yang bermanfaat dan mendatangkan kebaikan. Baik itu untuk duniamu maupun akhiratmu. Pada dasarnya, semua manusia itu sama dihadapan Allah, yang membedakannya adalah amal ibadah yang tentu saja didasari oleh keikhlasan.

    ReplyDelete
  13. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs PMat A 2016

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Islam mengajak pengikutnya untuk menunaikan risalahnya yang agung pada masa dewasa ini. Islam adalah satu-satunya ajaran yang mampu mengeluarkan manusia dari kubangan krisis yang membawa kehancuran padanya. Islamlah yang mampu menempatkan keseimbangan dalam keberadaannya yang telah dihancurkan oleh berbagai macam slogan dan falsafah yang bertentangan dengan fitrah Allah, yang melawan kalimat Allah. Islamlah satu-satunya ajaran yang mampu membebaskan manusia dari berbagai macam perbudakan.
    Sayangnya, kaum Muslim tidak mampu menerapkan risalah Islam pada dunia saat inu sebagaimana telah dilakukan oleh kaum Muslim terdahulu, yang mampu menciptakan mukjizat. Orang yang melaksanakan risalah harus bisa menghidupkannya. Kaum Muslim terdahulu telah mampu mengemban risalah dan melaksanakannya; mereka terbantu oleh potensi mereka. Mereka layak mengemban risalah dan mengamalkannya karena mereka adalah orang-orang yang menghidupkan Islam, baik dalam lingkup individu maupun sosial. Setiap pribadi dari mereka adalah Islam yang aktual dan hidup.
    Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    ReplyDelete
  14. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Untuk menggapai ikhlas, terkadang butuh pengorbanan yang tidak sedikit. Contoh : saat harus mengajar di daerah pedalaman suku. Terlebih saat kita beribadah kepada Allah. Terkadang ada saja hal yang menyebabkan kita merasa malas. Menurut saya, agar ikhlas di dalam hati dan pikiran, juga dalam dunia nyata, pertama adalah meyakinkan hati bahwa apa yang kita lakukan sekarang itu bermanfaat untuk kehidupan kita nanti. Baik untuk diri sendiri, juga untuk orang lain. Setelah itu, pikiran kita tentu akan dipenuhi energi positif untuk melakukan kegiatan-kegiatan. Pekerjaan dan ibadah akan selesai dengan baik. Kita tidak perlu memikirkan apa yang akan kita dapatkan, asal yang kita lakukan adalah sesuatu yang baik, tentu hasilnya baik. Tidak baik sebenarnya membicarakan timbal balik dari apa yang kita lakukan. Serahkan saja pada Allah. Sebab kita makhluk ciptaan Allah. Allah tidak akan menelantarkan kita.
    Berikut adalah beberapa ayat di Al Qur'an tentang keikhlasan :
    “Dan mereka yakin bahwa mereka telah (terkepung) bahaya, maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata), ‘Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur.’” (QS. Yûnus [10]: 22)
    “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (di tempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan seorang penolong pun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itulah adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.” (QS. An-Nisâ` [4]: 146-147)
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  15. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam prinsip keadilan dan keikhlasan tidak memandang jenis kelamin, suku, adat, dan istiadat yang dipandang adalah sejauh mana ia ikhlas dalam melakukan ibadah yang dijalaninya. Dalam ibadah pun kita harusnya saling menjaga dan menyampaikan jika ada suatu hal yang salah dalam proses pelaksanaannya karena sesuatu yang salah dapat saja menjadikan salah satu sebab kelalaian yang kita lakukan dan juga hendaknya kita mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak penting agar dalam melaksanakan perintah ALLAH SWT kita dapat fokus dan optimal.

    ReplyDelete
  16. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Semua manusia sama dihadapan Allah, yang membedakan hanyalah keimanan dan ketakwaannya. Tidak ada artinya seseorang di mata Allah jika dia tidak mempunyai keimanan dan ketakwaan, walupun sekaya, setampan dan secantik apapun orang itu. Ritual ikhlas sangat berguna agar manusia dapat memperoleh ilmu bagaimana beribadah yang benar sesuai dengan tuntunan yang ada.Semua yang kita lakukan dilandasi keikhlasan memohon ridho Allah SWT, karena dengan ridho Allah hidup kita lebih diberkahi.

    ReplyDelete
  17. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Manusia diciptakan oleh Allah SWT hanya untuk beribadah kepada-Nya. Allah tidak membeda-bedakan pangkat, derajat, maupun golongan dari setiap hamba-Nya. Yang membedakan adalah derajat keikhlasan seseorang dan amal ibadah seseorang dalam menjalankan kehidupannya. Dalam beribadah, kita harus berpegang teguh pada firman Allah yaitu Al-Qur'an dan sunah rasul yaitu Hadits. Selain itu. kita harus menjaga kekhusyukan dalam beribadah supaya tercipta hubungan yang baik dengan Allah. Semua itu kita laksanakan dengan penuh keikhlasan dan mengharap ridha Allah. Sebagai seorang muslim, kita berhak untuk saling mengingatkan antara orang muslim satu dengan yang lainnya untuk selalu ikhlas dalam beribadah.

    ReplyDelete
  18. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    jadi pada bagian ini dijelaskan bahwa panitia tidak membeda-bedakan pangkat, derajat, golongan maupun jenis kelamin. karena semuanya sama dimata Allah, semua yang melakukan ibadah sama nilainya a=tergantung dengan keikhlasan masing-masing, sesuai dengan tema dari acara tersebut.

    ReplyDelete
  19. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Memperbaiki kualitas ibadah dapat dilakukan dengan cara Sholat lima waktu dengan ontime, rajin berdzikir, dan membaca Al-Qur'an. Itu dilakukan dengan istiqomah. Semua perbuatan baik yang dilakukan pada dasarnya merupakan suatu ibadah asalkan sebelum melakukannya diniatkan untuk menggapai ridho Allah subhanahu wata'ala. Jadi, dalam menggapai ikhlas yang sebenar - benarnya baiklah bagi kita untuk memperbaiki niat ibadah kita senantiasa hanya untuk Allah semata. lalu dilanjutkan dengan melaksanakan kewajiban - kewajiban lain dan tentunya dengan niat yang ikhlas.

    ReplyDelete
  20. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Memaksa diri sendiri untuk belajar ikhlas dalam beribadah adalah awal yang baik untuk mengerti apa itu ikhlas sebenarnya. Keikhlasan dapat tertanam dalam diri karena terbiasa melakukan suatu kegiatan perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dan teratur, sehingga pada akhirnya keterpaksaan dalam diri akan menghilang dengan sendirinya. Selain itu kita melakukan segala sesuatu juga harus didasarkan pada hati yang tulus dan ikhlas dalam ibadah kepada Allah karena jika kita tidak dengan rasa ikhlas semuanya dilakukan tiada artinya dan tidak ada apa-apanya.

    ReplyDelete
  21. Endah Kusrini
    13301241075
    Pendidikan Matematika I 2013

    Saya setuju dengan pernyataan “Agar para peserta Ritual Ikhlas dapat beribadat secara khusyuk, maka hendaklah diantara para peserta bisa saling menjaga. Jika ada peserta yang lalai karena suatu hal, misalnya bicara atau mengobrol terlalu keras, maka para santri kami akan mengingatkannya.” Karena memang kewajiban sesame manusia adalah saling menasehati dalam hal kebaikan. Sehingga memang dalam melakukan sesuatu sebaiknya kita lakukan bersama-sama sehingga dapat sama-sama saling menguatkan serta dapat mendorong diri untuk selalu berlomba-lomba dalam hal kebaikan.

    ReplyDelete
  22. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    sebaik baik manusia adalah yang memepelajari alquran dan mengaajrakannya, sebaik-baik manusia dalah yang beranfaat bagi orang lain, ketaqwaan seseorang yang menjadi derajat atau yang membedakan manusi di dihadapan tuhannya. bisa bertaqwa karena ikhlas, murni dan terbebas dari apapun kecuali hanya mengahrapkan ridha Allah.

    ReplyDelete
  23. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Dalam beribadah kepada Allah kita harus senantiasa merasa ikhlas. Karena ibadah yang kita lakukan merupakan wujud syukur kita atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Ketika Allah tidak memberikan pertolongan-Nya, maka kita tidak akan mampu berbuat apapun di muka bumi ini. Ketika kita benar-benar ikhlas dalam beribadah, niscaya Allah akan senantiasa memberikan ridho dan rahmat-Nya kepada kita. Sehingga kita dapat hidup bahagia dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  24. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Dalam elegi di atas disebutkan bahwa tujuan diadakan kegiatan ritual ikhlas tersebut adalah untuk memberi kesempatan mempelajari bagaimana melaksanakan ibadat yang benar, sesuai dengan tuntunan yang ada yaitu Kitab Suci atau Firman Allah SWT, sunah Rasulullah SAW, dan lainnya yang dilazimkan sebagai tuntunan yang benar. Semuanya itu harus dilandasi dengan memohon rida kepada Allah SWT. Untuk menggapai rida-Nya tentu kita harus menjaga adab atau sopan santun kita.

    ReplyDelete
  25. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Semua makhluk di mata Allah adalah sama, Allah tidak membeda-bedakan makhluk-Nya berdasarkan jenis kelamin, jenis pekerjaan, jabatan, maupun harta yang dimiliki. yang membedakan hanyalah derajat keimanan kita kepada Allah SWT. Seberapa ikhlas kita beribadah kepada Allah SWT. Janganlah kita beribadah hanya karena menginginkan surga apalagi hanya karena ingin pujian dan dipandang baik oleh orang lain, kita harus beribadah dengan ikhlas hanya karena Allah.

    ReplyDelete
  26. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Menggapai suatu ikhlas, setiap orang berhak atas apa yang harus dilakukannya untu mencapai itu. disini bukanlah materi lagi yang fisiknya terlihat tetapi ikhlas adalah suatu non fisik yang hanya kita lakukan tanpa campur tangan orang lain dan Tuhan yang tahu sampai mana kita ikhlas. Ikhlas hanya bisa dilihat Allah SWT. Bukan urusan duniawi, tapi akherat yang arahnya ke spiritual. Sehingga hubungan yang terjalin antara manusia dan Tuhan untuk menggapai ikhlas adalah hubungan pribadi. Entah itu dari kalangan manapun, tingkatan manapun, punya kedudukan yang sama dimata Allah SWT.

    ReplyDelete
  27. Anisa Safitri
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013

    Keikhlasan dapat dicapai ketika manusia berada dalam ketaqwaan yang maksimal kepada Allah swt. Hal mendasar yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketaqwaan adalah ibadah kepada Allah swt sesuai dengan Al Quran dan Hadist. Bersuci, shalat, dzikir, berdoa, membaca Al Quran yang benar hanya mengharap ridha Allah swt.

    ReplyDelete
  28. Anisa Safitri
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ibadah yang benar tidak dapat terwujud jika tidak diiringi ilmu. Seseorang yang hanya melakukan ibadah tanpa adanya ilmu maka akan sia-sia saja. Seorang kaya raya, punya jabatan tinggi, ataupun miskin dan tidak punya apa-apa tidak ada bedanya dihadapan Allah swt. Yang membedakan adalah iman dan taqwanya serta keikhlasan yang mampu dicapainya.

    ReplyDelete
  29. Anisa Safitri
    13301241013
    Pendidikan Matematika A 2013

    Semoga dapat menjadi insan yang senantiasa belajar untuk mencapai keikhlasan yang sebenar-benarnya ikhlas. Belajar memperbaiki diri, mencari bekal ilmu untuk meningkatkan ibadah karena Allah swt semata.

    ReplyDelete
  30. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  31. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ikhlas berarti bersih hati atau tulus hati, sedangkan menurut istilah Mengerjakan segala sesuatu dengan niat hanya kepada Allah SWT. Berdasarkan definisi tersebut dapat di lihat bahwa ikhlas itu berarti membersihkan hati dan memurnikan niat. Maka sebenar-benar ikhlas berpusat pada hati kita, hanya Allah SWT yang tahu seberapa ikhlas hambanya dalam menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  32. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Untuk mendekatkan diri dengan sesuatu yang suci maka kita juga harus menuju suci terlebih dahulu. Membersihkan hati dari berbagai macam penyekit hati merupakan salah satu menuju ritual ikhlas. Sikap iri dengki, berprasangka buruk dsb menyebabkan kurangnya kita dalam menuju ritual ikhlas. Oleh karena itu sikap dan penyakit hati tersebut harus dihilangkan sedini mungkin


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  33. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ikhlas berarti bersih hati atau tulus hati, sedangkan menurut istilah Mengerjakan segala sesuatu dengan niat hanya kepada Allah SWT. Berdasarkan definisi tersebut dapat di lihat bahwa ikhlas itu berarti membersihkan hati dan memurnikan niat. Maka sebenar-benar ikhlas berpusat pada hati kita, hanya Allah SWT yang tahu seberapa ikhlas hambanya dalam menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  34. Elegi ini lebih menekankan cara persiapan untuk berhubungan Ikhlas dengan ALLAH yang hanya mengharapkan keridhaan ALLAH semata. Ikhlas dimulai dengan niat yang tulus dan benar-benar dari hati nurani. Ikhlas sangat mudah diucapkan namun sangat sulit dilakukan. Itu sebabnya bagus untuk kita belajar bagaimana cara ikhlas yang sesungguhnya.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  35. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Pada awal elegi ini disebutkan bahwa pada bagian ini akan dibahas tentang bagaimana melaksanakan ibadat yang benar, sesuai dengan tuntunan yang ada. Sedangkan tuntunan yang ada meliputi tuntunan yang terdapat pada Kitab Suci atau Firman Allah SWT, sunah Rasulullah SAW, dan lainnya yang dilazimkan sebagai tuntunan yang benar. Dalam melaksanakan segala ibadah terdapat ketentuannya, misal sebelum sholat diawali terlebih dahulu dengan berwudhu, sebelum membaca kitab suci juga diutamakan untuk berwudhlu terlebih dahulu, hal ini menunjukkan bahwa kesucian merupakan hal penting yang harus dipenuhi sebelum beribadat. Semoga kita dapat selalu menjaga kesucian dalam melaksanakan setiap ibadah yang ditujukan kepada ALlah SWT, amiiiin.

    ReplyDelete
  36. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Di akhir elegi ini disimpulkan bahwa dalam beribadah tidak memandang pangkat, golongan, budaya, tingkat sosial, kekayaan, ataupun cluster-cluster lain yang terdapat dalam masyarakat. Yang membedakan ibadah makhluk di mata ALlah SWT adalah keikhlasan dari diri makhluk tersebut dalam beribadat.

    ReplyDelete
  37. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Hubungan antara hamba dengan Tuhan (Hablu minallah),beribadah, berdzikir dan memohon ampunan kepada Allah kita lakukan setiap hari. Beribadah tidak hanya asal melakukan ibadah, namun ada beberapa syarat dan rukun-rukunnya. Bagaimana adab kita dalam beribadah dan bagaimana kualitasnya, sudahkah khusyuk dalam pelaksanaanya?
    Beribadah dilandaskan atas perintah Allah yang termaktub dalam Al-Quran dan Sunnah. Namun untuk adab beribadah dan kualitas ibadah dapat kita pelajari dari ilmu fiqih dengan praktik.

    ReplyDelete
  38. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Sebelum kita menuntut ilmu memang kita harus mengetahui dahulu adab-adab menuntut ilmu. Adapun adab-adab nya adalah mengikhlaskan niat untuk Allah ‘Azza Wa Jalla, bertujuan untuk mengangkat kebodohan diri sendiri dan orang lain, bermaksud membela syariat, berlapang dada dalam masalah khilaf, beramal dengan ilmu, berdakwah di jalan Allah, bersikap bijaksana (hikmah), penuntut ilmu harus bersabar dalam menuntut ilmu, menghormati ulama dan memosisikan mereka sesuai kedudukannya, berpegang teguh dengan Al Kitab dan As Sunnah, meneliti kebenaran berita yang tersebar dan bersikap sabar. Adab-adab ini disadur dari thiibul kalim al-muntaqa min kitaab al-‘ilm li ibni utsaimin karya abu juwairiyah oleh abu mushlih dan ari wahyudi.

    ReplyDelete
  39. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Sungguh bijak petuah dari sang Santri Kepala, bahwa kita semua sama didepan Allah. Yang membedakan derajat kita adalah keikhlasan kita. Manusia cendrung untuk menilai derajat manusia dari harta benda, gelar, pangkat dan jabatan. Sedangkan Allah SWT menilai kita dari iman dan keikhlasan.

    ReplyDelete
  40. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Untuk dapat beribadah dengan baik dan ikhlas, maka kita harus mengurangi kegiatan duniawi dan kebutuhan yang sifatnya hanya untuk kesenangan. Walaupun mencari rezeki adalah suatu kewajiban, namun jangan sampai kita terlena hanya mengejar kesenangan duniawi saja. Tidak hanya dalam iadah, dalam kehidupan sehari-hari, kita juga harus saling menasehati dan menyampaikan segala kebaikan, bila ada yang lalai maka kewajiban kita untuk mengingatkan. Sungguh indah hidup ini bila kita saling menghargai dan menghormati.

    ReplyDelete
  41. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  42. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Thank you very much for this elegy. from this elegy, I know that according to fair in sincere, we shouldn't make difference between human. All human are same. That can make different is our sincere in front of Allah. Sincere is really difficult, but if we are sincere to do everything, then our heart will feel comfortable. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  43. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Allah SWT adalah dzat yang Maha Suci. Untuk menggapai ridha-Nya, maka kita sebagai hamba juga seyogyanya bersuci sebelum mendekatkan diri kepada-Nya. Kesucian menjadi salah satu syarat diterimanya suatu ibadah seseorang. Orang yang akan melaksanakan ibadah shalat harus mensucikan diri terlebih dahulu, yaitu dengan berwudhu. Untuk melaksanakan shalat, juga disyaratkan suci badan, pakaian dan tempat dari najis. Oleh karena itu cara bersuci yang tepat merupakan salah satu yang pertama kali diajarkan dalam Ritual Ikhlas.

    ReplyDelete
  44. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Tuhan YME tidak membeda-bedakan pangkat, derajt, golongan, maupun jenis kelamin seseorang. Yang membedakan adalah ketakwaan seseorang, keikhlasan seseorang. Itulah keadilan yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Oleh karenanya, hendaknya manusia pun tidak membeda-bedakan sesamanya. Inilah yang akan diberlakukan dalam kegiatan Ritual Ikhlas. Semua yang mengikutinya harus menyadari akan hal ini.

    ReplyDelete
  45. Prinsip ikhlas dalam beribadah hanya mengharapkan ridho Alloh, total dalam beribadah, melaksanakan ibadah sesuai tuntunan. Prinsip ikhlas diterapkan dalam kehidupan ,melaksanakan apapun sesuai dengan tuntunan, dengan kehadiran hati sepenuhnya, dengan kesucian niat, dengan mengharap balasan hanya padaNYA. Apalagi yang didapat dalam ikhlas selain ketenangan batin, kepuasan jiwa, kepasrahan yang total. Ikhlas sesuatu yang perlu untuk dilatih dalam diri kita dalam setiap hal kehidupan, untuk menggapai kebahagiaan.

    ReplyDelete
  46. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Salah satu syarat gar kita dapat menjadi manusia ikhlas adalah melaksanakan kewajiban atau dengan benar sesuai dengan tuntunan yang terdapat pada Al-Quran dan Al-Hadits. Apakah ibadah yang kita lakukan selama ini sudah sesuai dengan syariat ataukah masih salah? Hal tersebut harus menjadi bahan refleki diri kita untuk menjadi orang yang ikhlas. Ketika seseorang telah melaksanakan ibadahnya sesuai dengan syariat maka InsyaAllah keikhlasan dalam diri akan ikut terpupuk.

    ReplyDelete
  47. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Dari elegi di atas dapat kita ambil intinya bahwa dalam hal bertindak ikhlas,perlu juga dipersiapkan segala hal yang berhubungan dengan tekhnis dan non tekhnis,rohani dan jasmani..Ikhlas tidak akan bisa berjalan mulus bila tidak dipersiapkan dengan baik. Mulai dari rihani yaitu hati yang bersih,hati yang tulus. Dan juga persiapan Jasmani yang berupa kesehatan,kemampuan dan kemauan untuk mendukung sikap ikhlas yang kita lakukan...
    Utamanya adalah Ikhlas,pendukungnya adalah Rohani yang bersih,jasmani yang sehat dan suasana dan kesempatan yang ada dan bersedia untuk menyempatkan waktu “memaksa” diri untuk ikhlas...

    ReplyDelete
  48. Fandi Kurnia Giri
    13301241012
    Pend. Matematika A 2013

    Pelaksanaan suatu kegiatan, tentunya ada suatu aturan atau tata caranya. Tata cara, sikap serta bantuan apa saja yang dapat digunakan atau bahkan larangan-larangan apa yang harus dihindari. Tidak ada salahnya jika perlu memandang hal tersebut. Jika memang kita ingin mempelajari suatu hal secara menyeluruh dan ikhlas tentunya.

    ReplyDelete
  49. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Melakukan kegiatan sudah seharusnya mengikuti aturan yang telah diberlakukan dalam kegiatan tersebut. Begitu juga dalam kita berserah diri kepada Allah SWT tentunya harus mengikti aturan yang berlaku. Salat yang benar, ambil air wudlu yang benar, bersuci yang benar, Salat sunah yang benar, Salat jamaah yang benar, Berdoa yang benar, dan Zikir yang benar. Semuanya itu harus dilandasi dengan memohon rida kepada Allah SWT. Maka dalam ritual ikhlas ini kita akan belajar.

    ReplyDelete
  50. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Allah SWT itu Maha Suci, maka hanya orang-orang yang telah bersucilah dapat menggapai rida-Nya. Oleh karena itu diharapkan agar peserta Ritual Ikhlas dapat menjaga Adab atau sopan santun pelaksanaan Ritual Ikhlas dalam arti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Sehingga yang bisa melakukan ibadah, puasa, dzikir, dan lain sebagainya harus benar-benar dengan niat tulus dan suci untuk untuk menggapai rida-Nya. Petunjuk pada al Qur'an dan al Hadits.

    ReplyDelete
  51. Retno Widyaningrum
    16701261004

    Dalam menjalankan ritual ikhlas jama'ah lebih di utamakan bila ada yang terlupakan atau tidak sesuai maka saling mengingatkan itu adalah lebih di utamakan. Semua saling mengingatkan dan saling bekerjsama menuju titual ikhlas yang sempurna.

    ReplyDelete
  52. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Selamat Siang Prof..
    Elegi di atas menceritakan tentang teknik pelaksanaan ritual ikhlas. Selain itu, dari elegi di atas, kita juga dapat mengetahui bahwa ritual ikhlas adalah suatu kegiatan yang memfasilitasi peserta untuk mempelajari bagaimana melaksanakan ibadah yang benar, yaitu yang sesuai dengan tuntunan. Tuntunan yang dimaksud adalah Kitab Suci atau Firman Allah SWT, sunah Rasulullah SAW, dan tuntunan lain yang dilazimkan sebagai tuntunan yang benar.karena pesertanya terdiri dari banyak orang, maka diperlukan persiapan teknik agar kegiatan dapat berjalan dengan tertib. Teknik yang diterapkan pun menggunakan prinsip keadilan yang tidak membedakan peserta yang satu dengan yang lain. Hal tersebut seperti halnya setiap manusia di hadapan Tuhannya.
    Wallahu'alam.

    ReplyDelete
  53. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Setelah mempersiapkan diri dalam ikhlas hati dan ikhlas pikir, selanjutnya pada diri setiap individu perlu memperdalam sendiri spiritualnya , agar dirinya mampu berkomunikasi dengan baik kepada Tuhan dan mengarungi apa apa yang perlu dilakukan dan dijauhi dalam kehidupan. Memperdalam bagaimana alQuran menjelaskan, sebagaimana menjadi pedoman hidup. Melakukan kewajiban beribadah dsan sebagainya agar seseorang terus dapat berinteraksi dengan spiritualnya, agar lebih jauh dan lebih dekat. Karena membawa spiritual dalam hati saja tidak cukup membangun nilai spiritual tersebut bahwkan ikhlas didalam dirinya.

    ReplyDelete
  54. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi di atas, dalam menjalankan ritual ikhlas, sesuai dengan prinsip keadilan dalam keikhlasan maka tidak akan dibeda-bedakan pangkat, derajat, golongan dan jenis kelamin. Semuanya sama di depan Allah SWT, yang membedakan derajatnya adalah keikhlasan masing-masing orang. Tentu Allah SWT juga akan menguji ritual keihklasan masing-masing orang, disitulah akan diketahui tingkatan keikhlasannya.

    ReplyDelete
  55. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Ritual ikhlas untuk menghadap kepada Sang Pencipta, Sang Maha Suci, harus dilakukan dalam keadaan suci. Oleh karena itu kita harus bersuci, suci lahir dan suci bathin. Suci lahir dengan berwudhu atau mandi sedangkan suci bathin ini yang susah. Kita harus membersihkan hati kita dari segala macam penyakit hati untuk bisa menggapai keikhlasan dan Ridho Tuhan.

    ReplyDelete
  56. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Allah tidak pernah membedakan hambanya berdasar pangkat, derajat, golongan maupun jenis kelamin, namun yang membedakan hanyalah amal perbuatannya. mari berlomba dalam hal kebaikan dan selalu beribadah kepada Allag SWT.

    ReplyDelete
  57. Adem bacanya Prof.
    Prof. Igit, menggapai ritual ikhlas sebenarnya sangat menyenangkan.
    Cuplikan ini "belajar meningkatkan kualitas ibadat kita dengan cara berusaha beribadat dengan benar-sebenarnya sesuai tuntunan yang ada." adalah sintesis yang benar-benar nyata dan riil, bahwa untuk memahami Tuhan, hanya perlu belajar sesuai tuntunannya. Indah sekali keikhlasan yang dibuat dengan sebenar-benarnya aturan. Manusia bisa menggapai ikhlas sebagai ritual paling dalam.
    Sekali lagi, saya speechless.
    Mempersiapkan sebuah ritual!

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY

    ReplyDelete
  58. Sepertinya sebuah ritual agung akan segera dimulai.
    Setiap persiapan adalah optimalisasi kekhusyukan ibadah yang akan dijalani. Manusia mempersipakan apa yang perlu dipersiapkan dengan baik, maka sebenar-benarnya persiapan adalah apa yang sedang ia persiapkan. Manusia ingin belajar berhitung, ia mempersiapkan hitungan. Manusia mempersiapkan sastra, ia belajar bahasa.
    Meritual diri sendiri, baru persiapkan yang lainnya.

    Memet Sudaryanto
    16701261005
    S-3 PEP UNY

    ReplyDelete
  59. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Seringkali dan banyak di antara kita yang menganggap ibadah itu hanyalah sekedar menjalankan rutinitas dari hal-hal yang dianggap kewajiban, seperti shalat dan puasa. Sayangnya, kita lupa bahwa ibadah tidak mungkin lepas dari pencapaian kepada Tauhid terlebih dahulu. Mengapa ? keduanya berkaitan erat, karena mustahil kita mencapai tauhid tanpa memahami konsep ibadah dengan sebenar-benarnya.

    ReplyDelete
  60. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sebenarnya ibadah ritual bila dilakukan dengan niat yang benar akan meningkatkan moral dan spititual manusia, dan menjadikannya melakukan seluruh kegiatan hidupnya berdasarkan petunjuk Allah. Di antara ibadah ritual itu, shalat mempunyai posisi penting karena dua hal. Pertama, merupakan ciri khusus orang beriman. Kedua dapat mencegah perbuatan keji dan munkar, dengan menyempatkan diri melakukan hubungan langsung dengan penciptanya lima kali sehari yang dengannya memperbarui janjinya dengan Allah dan terus menerus meminta petunjuknya.

    ReplyDelete
  61. Khaerudin
    16701261009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Ketika kita melaksanakan ibadah seperti shalat, wudlu, berdoa, membaca Al Qur’an, dan zikir. Yang Semuanya itu harus dilandasi dengan memohon ridha kepada Allah SWT. Maka ibadah dalam islam ritual maupun non ritual melatih individu agar ia mencintai penciptanya di atas segala-galanya dan dengan demikian ia akan memiliki tekad yang kuat untuk menghapus segala kejahatan dan penindasan dalam masyarakat serta menjadikan kalimat Allah tegak di muka bumi.

    ReplyDelete
  62. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Semua sama dihadapan-Nya. Semua memiliki kesempatan yang sama, dalam hal ini kesempatan untuk memperbaiki kualitas peribadatan, tinggal mau memilihnya atau tidak. Mengurangi kegiatan atau kebutuhan yang tidak pokok menurut saya adalah poin yang bagus. Karena saat ini mana yang pokok dan mana yang tidak pokok menjadi samar-samar.

    ReplyDelete
  63. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Poin penting yang lain adalah bahwa yang membedakan derajad manusia satu dengan yang lainnya adalah keikhlasannya. Bukan lagi pangkat, jabatan, status sosial, dan lain sebagainya. Karena hal tersebut hanya bersifat duniawi, tidak bersifat kekal. Keikhlasanlah yang akan menuntun ke jalan yang benar

    ReplyDelete
  64. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Melaksanakan ritual untuk mencapai keikhlasan dimulai dengan persiapan. Ikhlas tidak membedakan manusia dari kedudukan, pangkat, derajat dan lainnya, semua orang mempunyai kedudukan yang sama di hadapan Allah dalam mencapai keikhlasan. Ikhlas yang dilakukan dalam ibadah yaitu alat yang benar, ambil air wudlu yang benar, bersuci yang benar, Salat sunah yang benar, Salat jamaah yang benar, Berdoa yang benar, dan Zikir yang benar. Sebenarnya ikhlas yang dilakukan semata-mata untuk mendapat Ridho dari Allah SWT. Mari, kita mempersiapkan segala sesuatu untuk menjalankan ikhlas dalam kehidupan, karena kita termasuk dalam orang yang juga berusaha untuk mecapai ikhlas yang hakiki. Terima kasih.

    ReplyDelete
  65. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016

    Ibadah dalam islam adalah wajib dan sunnah. Keduanya memiliki konsekwensi yang berbeda.Wajid itu di kerjakan mendapat pahala dan meninggalkan mendaopat dosa. Dan sunnah itu dikerjakan mendapat pahala dan tidak dikerjakan tidak mendapat dosa. Pengertian ini buklan berarti membedakan beban kepada mukallaf melainkan keduanya mengandung perintah yang hendak dilaksanakan.

    ReplyDelete
  66. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016
    Perintah melaksanakan ajaran Islam itu bukan saja pada formitas melainkan dibalik dari gerakan-gerekan ibadah yang dilakukan. Nilai dari ibadah itulah yang menjadi tujuan hidup manusia.

    ReplyDelete
  67. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016
    Tujuan hidup manusia dalam Islam jelas dan tegas adanya. yakni menjadi khalifah dan untuk beribadah kepada=Nya. Allah melihat seorang muslim itu bukan ukuran seberapa banyak amal yang dilakukan melainkan dilihat seberapa tinggikah keikhlasan dalam beribadah.

    ReplyDelete
  68. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016
    Ibadah itu ada dua yaitu ibadah ritual dan ibadah sosial. Kedua ibadah ini jika dilaksanakan dengan ikhlas karena Allah akan melahirkan shalah ritual dan shaleh sosial.Ini adalah prodil insan kamil yang dicita-citakan oleh banyak orang. namun perilaku ini bukan dengan mudah dikerjalan melainkan membutuhkan kemauan dan keteguhan iman dan tauhid kepada ALLah yang tinggi.

    ReplyDelete
  69. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016
    Fenomena menunjukkan tidak sedikit manusia yang hanya pandari berceramah namun omongannya itu tidak mewakili perilakunya. Antara ucapan dan perilaku tidak sama dalam kenyataannya. Perilaku ini melahirkan manusia hipokrit.

    ReplyDelete
  70. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016
    Manusia hipokrit itu memiliki banyak wajah. Artrinya, apa. ibadah yang dilakukan itu tidak terjewantahkan dengan baik dalam alam sosial. Perilaku ini yang menjadi PR yang masih mengangah saat ini. Banyak orang Islam yang rajin shalat tetapi zakatnya tidak. banyak dari kita pandai bersedekah tetapi shalatnya tidak, dan banyak dari kita yang pandai beribadah tetapi aspek sosialnya kurang dikerjakan. Ini fenomena dan realitas sehingga dibutuhkan solusi yang terbaik.

    ReplyDelete
  71. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016
    Solusi yang bisa dilakukan adalah "ibna'binafsik" pengoreksian total atas perilaku kemudian dilakukan perenungan dan selanjutnya menekuni konsep-konsep juhud sehingga manusia bisa kembali kepada Allah dengan sempurna. Manusia, bai laki-laki mauopu perempuan sama saja beban hukum di mata Allah karenanya, insyaflah oleh kita bahwa hanya dengan ibadh yang baik, dengan tauhid yang tinggi akan melahirkan pria muslim dan wanita muslimah.

    ReplyDelete
  72. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016
    Ruh dari ibadah itu ikhlas. Ikhlas itu tidak membutuhkan kalimat,dan huruf karena ia tidak terlahir dari kkalimat dan kata. Ibadah itu, terlahir dari "rasa" tauhid. yang tidak bisa dilukiskan dalam bentuk apapun. Dengan ikhlas akan mendatangkan kekuatamn dan dengan ikhlas melahirkan harapan hidup yang tinggi, karena itu, orang yang ikhlas dalam ibadah, pekerjaan dan apapun niat karena Allah akan mendatangkan kemudahan daru Allah. Jika anda menabur kebaikan satu jarrah akan anda memetik seribu jarrah dan siapan yang menabur benih kejahatan, kedengkian, keirian dan semacamnya akan memetik berjuta-juta keburukan yang dirasakan.

    ReplyDelete
  73. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016
    Kesadaran ini mesti dibangun secara sungguh sungguh karena Islam sebagai agama itu mengajarkan tentang pentingnya kesadaran diri.Islam sebagai agama samawi (asal dari Tuhan) memiliki ajaran yang universal, elastic dan fleksibel, mencakup segala bidang dan segi kehidupan yang mampu memberikan kesejahteraan dan keselamatan dunia dan akhirat kelak

    ReplyDelete
  74. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016

    Mencermati hakikat manusia dan filosofi “Dunul Islam di atas, maka manusia dan agama tidak dapat dilepaskan. Istilah “tanpa agama manusia binasa, tanpa ilmu manusia buta, dan tanpa harta manusia sengsara”, ia “senyawa” dan bila tidak , manusia “mati”. Agama dalam perspektif sejarah dan kepercayaan dapat dibagi ke dalam dua bagian yaitu: agama samawi (agama yang turun dari langit;Tuhan) dan agama Ardhi (agama bumi; produk manusia).

    ReplyDelete
  75. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016

    Agama samawi adalah agama yang berasal dari Tuhan (Allah Swt) yang disampaikan kepada manusia dengan perantara Rasul-Nya, sedangkan agama bumi Ardhi adalah agama yang lahir dari hasil pemikiran (kebudayaan) dan perenungan manusia yang dipelopori oleh seorang pendiri yang mengajarkan dan memperkenalkan agama kepada manusia

    ReplyDelete
  76. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016

    Semenjak dilahirkan, manusia telah dikarunia oleh Tuhan berupa hidayah (tabiat) yang disebut instink atau naluri. Bayi yang belum menyatakan kehendak dengan perkataan (lisan) belum dapat berpikir. Apabila dia haus atau lapar maka diberitahu dengan menangis dan kalau sudah diberi minum dan makan jadi kenyang, diam. Tabiat seperti itu, sampai menginjak dewasapun masih terus berlangsung. Habis makan mesti kenyang. Naluri manusia melakukan sesuatu dengan secara langsung (spontan) tanpa pikiran lebih dahulu, karena telah menjadi kebiasaan.

    ReplyDelete
  77. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016


    Demikian juga indra manusia (alat perasa). Indra dimaksudkan adalah “alat-alat badani yang mudah merasa dan bergerak (peka) terhadap rangsangan dari luar.
    Hidayah ini dapat ditemui pada makhluk insani (manusia) dan hewani (binatang). Pada makhluk hewani, hidayah indra itu sejak dari lahirnya sudah sempurna, bila dibandingkan dengan indra yang diberikan kepada insani (manusia).

    ReplyDelete
  78. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016

    Indra insani mengalami proses pertumbuhan, dengan percobaan-percobaan dan pengalaman-pengalaman dari masa ke masa yaitu penglihatan, penciuman, terasa lidah, terasa tubuh pendengar. Disamping itu, hidayah akal manusia, tidak diberikan kepada insan hewani. Akal itulah yang menjadikan ia sebagai makluk terhormat, yang dapat berpikir. Manusia mampu merobah, mengembangkan diri dan alam sesuai kebutuhan dan hajat hidupnya.

    ReplyDelete
  79. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016

    Ada pandangan yang menegaskan bahwa, timbul kecenderungan hajat manusia akan agama, yakni didorong oleh sesuatu kepercayaan bahwa sesudah mati, roh manusia selalu berpindah-pindah dan abadi sifatnya sebagai akibat dari kepercayaan ini, lahirlah agama yang mendewakan bintang-bintang dan benda-benda sebagai penjelmaan roh nenek moyang mereka, kemudian mencari satu kepercayaan yang dominasi, namun tidak mendatangkan kebahagiaan sehingga mencari sesuatu yang lebih sempurna. Itulah Tuhan yang Maha Esa, juga pada mulanya manusia tidak mempunyai pikiran tentang agama, kemudian setelah datang petunjuk berupa wahyu dari Tuhan supaya manusia “beragama”.

    ReplyDelete
  80. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016


    Mental beragama bisa dipacu dengan naluri manusia sejak lahir[ Lihat, Muslim Ibrahim, Pendidikan Agama Islam Untuk Mahasiswa (Cet. II; Surabaya Erlangga, 1996), h. 1 ]. Artinya meskipun tidak beragama formal (Atheis), namun perasaan beragama tetap ada pada manusia. Ini yang oleh Islam sebagai “fitrah” dari Allah yang setiap saat muncul (waktu tertentu) dalam kehidupan manusia. Rudolvo Otto misalnya menegaskan : perasaan beragama muncul, meskipun Atheis, disaat manusia dalam kesulitan atau musibah. Disitulah kekuatan manusia terbatas dan secara spontan hadir perasaan beragama “ya Tuhan” ya Tuhan dan seterusnya

    ReplyDelete
  81. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016


    ada 4 konsepsi dasar fungsi dan peran agama dalam kehidupan manusia, yaitu:
    1.Agama mendidik manusia agar memiliki ketentraman jiwa dan sebagai penolong dalam kesulitan hidup;
    2.Agama adalah mendidik agar memiliki ketentraman jiwa dan sebagai penolong dalam kesulitan hidup;
    3.Agama adalah sarana untuk membebaskan manusia dari perbudakan materi. Agama mendidik agar ia tidak dikuasai oleh materialisme dan manusia disuruh tunduk pada agama (Tuhan);
    4.Agama banyak memberikan sugesti (dorongan) pada manusia agar dalam jiwanya tumbuh sifat-sifat utama seperti rendah diri, sopan, hormat-menghormati dan lain sebagainya;
    Agama mendidik orang agar memiliki keikhlasan dalam pengabdian terhadap masyarakat

    ReplyDelete
  82. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016


    Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk pribadi, sosial dan makhluk yang hidup di tengah-tengah alam. Manusia sebagai makhluk pribadi mempunyai fungsi terhadap diri sendiri, dan sebagai makhluk sosial harus berfungsi terhadap masyarakat serta sebagai makhluk alam maka harus juga berfungsi terhadap pengembangan dan pemanfaatan alam secara baik dan bena

    ReplyDelete
  83. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016

    Ibadah dalam arti formal dan non formal yakni Ibadah ritual dan ibadah sosial. Artinya konsep hablumminannas dan hablumminallah dapat berjalan seiring. Ibadah ritual, seperti, shalat, haji, puasa, dll. Dan ibadah sosial sxeperti membina hubungan dalam tema-tema sosial, politik, ekonomi, dll

    ReplyDelete
  84. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016


    Islam adalah risalah semua zaman dan generasi dan bukan risalah yang terbatas oleh masa.[ Sebagai risalah Nabi-nabi sebelum Muhammad Saw. Setiap nabi sebelum beliau diutus untuk Marhalah (periode) tertentu dan zaman yang tak terbatas. Sehingga bila sudah berakhir periode, maka Allajhpun mengutus Nabi lain (Dr. Yusup Al-Qradhawi, karakteristik Islam; kajian analitik (Cet. VI; Surabaya: Risalah Gusti, 2001), h. 117 ]. sebagai risalah, nabi diutus dengan membawa misi Islam, menyerukan tauhid dan menjauhi thogut (Q.S. Al-Anbiya; 25. An-Nahl:36, Yunus:72, 84 dan 101 dan Al-Baqarah:128), maka kemudian Syumul- sebagai bagian dari karakteristik Islam- dapat membahas tauhid dengan melakukan pencerahan dan perombakan aspek-espek kehidupan (negatif) diseluruh sektor kehidupan berdasarkan prinsip-prinsip Islam

    ReplyDelete


  85. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016


    Secara etimologi, aqidah berasal dari “aqada, ya qidu, aqdan, aqidatan”. Aqidah berarti “simpul, ikatan, perjanjian dan kokoh”, maka aqidah berarti keyakinan. Relevansinya antara arti ” aqdan dan “aqidah” adalah keyakinan itu tersimpul dengan kokoh di dalam hati, bersifat mengikat dan mengandung perjanjian.

    ReplyDelete

  86. Musa Marengke
    S3 PEP kelas A,2016
    Ajaran Islam sebagaimana dicantumkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah adalah merupakan ketentuan-ketentuan dan pedoman keimanan-keimanan adalah suatu sikap jiwa yang diperoleh karena pengetahuan yang berproses sedemikian rupa sehingga membentuk tata nilai maupun perilaku seseorang.

    ReplyDelete
  87. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Elegi ini merupakan kelanjutan darielegi sebelumnya. jika elegi sebelumnya memberikan informasi awal mengenai ritual ikhlas, maka dalam elegi ini memberikan informasi mengenai persiapan teknis yang harus dilakukan oleh para pencari ilmu untuk meggapai ikhlas.

    ReplyDelete
  88. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Dalam elegi ini, Prof.Marsigit memberikan contoh persiapan teknis seperti persiapan yang harus dilakukan oleh seseorang ketika hendak melakukan ibadah seperti ibadah shalat. di mana seseorang terlebih dahulu harus bersuci, dll. menurut saya ini hanya merupakan contoh, bahwa dalam mencari kebenaran dan menimba butiran-butiran imu yang akan disampaikan oleh prof.marsigit dalam elegi-elegi selanjutnya, kita pun harus melakukan persiapan teknis seperti halnya ketika hendak melakukan shalat, dan persiapan teknis awal yang harus kita siapkan adalah menghancurkan gunung-gunung dalam diri.

    ReplyDelete
  89. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    menunt ilmu adalah bagian dari ibadah, dan sebagaimana ibadah-ibadah yang lainnya, maka menuntut ilmu pun haris diawali dengan keikhlasan hati untuk melakukan pencaria kebenaran, dan keihlasan itu bisa diperoleh melalui penghancuran ego, maka inilah sebenar-benar bersuci dalam menuntut ilmu.

    ReplyDelete
  90. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Santri Kepala berkata bahwa "sesuai dengan prinsip keadilan dalam keikhlasan maka kami tidak membeda-bedakan pangkat, derajat, golongan maupun jenis kelamin. Semuanya sama di depan Allah SWT. Yang membedakan derajat anda semua adalah Keikhlasan anda masing-masing".
    pernyataan ini tentu merupakan peringatan bagi kita semua para pencari ilmu, bahwa dalam tugas pencarian ini, tidak ada stratifikasi, klasifikasi, ataupun kastanisasi, yang ada adalah seberapa ikhlas kita mencari dan seberapa besar upaya kita untuk berlomba mendapat pengetahuan lebih banyak dari elegi yang sudah ditulis dengan ikhlas ini.

    ReplyDelete
  91. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Dalam elegi ini disebutkan bahwa agar kita bisa beribadah secara khusyuk, maka kita harus saling menjaga. Disini saya menangkap makna tersirat bahwa untuk mencapai kehidupan bermasyarakat yang tentram dan harmonis, hendaknya kita harus saling menjaga. Mengingatkan sesama kita ketika mereka berbuat hal-hal yang mengganggu ketertiban umum.

    ReplyDelete
  92. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A

    Dalam kehidupan bernegara, kebanyakan orang berpikir bahwa yang bertugas untuk menjaga ketentraman dan ketertiban umum adalah mereka yang menjadi aparat penegak hukum. Jika kita bandingkan, jumlah penegak hukum dengan jumlah warga negara tentu perbandingannya sangat jauh. Maka sebenar-benar yang bertugas menjaga ketertiban adalah kita semua. Dimulai dari diri sendiri, lalu mengingatkan orang lain. Begitu seterusnya sehingga kehidupan yang diharapkan dapat tercapai.

    ReplyDelete
  93. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Sholat merupakan jembatan bagi seorang hamba dengan Tuhannya, apabila di lakukan dengan ikhlas, karena di saat melakukan ibadah Sholat itulah seorang hamba memohon dan meminta apa yang di kehendaki untuk kehidupannya

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id