Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 22: Perkelahian Keburukan dan Kebaikan




Oleh Marsigit

Orang tua berambut putih:
Wah gawat situasinya. Samar-samar aku melihat di kejauhan ada perkelahian antara jargon keburukan dan jargon kebaikan. Perkelahian kelihatannya sangat seru. Masing-masing menggunakan dan menyerang dengan jargon-jargonnya.


Keburukan:

Wahai para kebaikan, bagaimana engkau bisa meraih kehormatanmu di dunia dan akhirat? Bagaimana pula engkau mendapatkan ilmu dunia dan akhirat? Sedangkan aku, lihatlah. Aku akan sikat habis semua kesempatan di dunia agar aku memperoleh kehormatanku dan ilmuku. Sedangkan akhirat, belumlah jelas bagiku. Aku hanya berpikir dan bertindak kepada hal-hal yang jelas-jelas saja. Naiflah bagi engkau itu yang selalu tidak jelas akan perilakumu itu.

Kebaikan:
Wahai jargon keburukan. Kenalkanlah diriku. Menyangkut kabaikanku, aku enggan menganggap diriku sebagai jargon. Mengapa? Karena kebaikanku itu sebagian besar berdomisili di dalam hatiku. Padahal engkau tahu bahwa hatiku itu bukanlah jargon-jargonku, melainkan dia itu adalah keyakinanku. Maka untuk menjawab dan membantah semua pemikiranmu, aku tidak akan menggunakan jargon-jargonku....Ketahuilah sesungguhnya..:“Barang siapa masuk ke kubur tanpa membawa bekal, tak ubahnya menyeberang laut tanpa perahu” (Abu Bakar ra). “Kehormatan dunia didukung oleh harta, sedang kehormatan akhirat didukung oleh amal saleh” (Umar Ibn Khatab ra)
“Perhatian kepada dunia menggelapkan hati, sedangkan perhatian kepada akhirat meneranginya” (Utsman Ibn Affan ra). “Barang siapa mencari ilmu, maka sorga akan mencarinya; dan barang siapa mengejar dosa, maka neraka akan mengejarnya” (Ali Ibn Abi Thalib)


Keburukan:
Waha..sombong amat engkau itu. Aku tidak peduli engkau menggunakan jargon atau bukan jargon. Bagiku sama saja. Semua itu adalah jargon-jargonmu. Tetapi sebaik apapun ucapanmu itu aku tidak akan mendengarkannya.

Kebaikan:
Dasar keburukan ya tetap buruk. Satu-satunya sifatmu yang tidak termaafkan adalah kesombonganmu.Ketahuilah..“Semua dosa yang bersumber dari syahwat, masih ada harapan akan diampuni Tuhan. Tapi dosa yang bersumber dari kesombongan tidak akan ada harapan untuk diampuni. Pembangkangan iblis terhadap Allah SWT bersumber dari kesombongannya, sedangkan tergelincirnya Adam bersumber dari syahwatnya”(Sufyan Tsauri)

Jargon keburukan:

Wahai kebaikan...rupanya engkau sudah mulai bicara dosa-dosa. Gajah dipelupuk mata tidak tampak, sedangkan kuman di seberang lautan itu tampak jelas.

Kebaikan:
Ketahuilah wahai keburukan...“Barang siapa berbuat dosa sambil tertawa, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka dalam keadaan menangis. Barang siapa berbuat taat sambil menangis, maka Allah akan memasukkannya ke dalam sorga dalam keadaan tertawa gembira”(Zahid)

Jargon keburukan:
Ah..itu kan kalau dosanya besar-besar. Sedangkan menurut perasaanku, jikalau ada dosa pada diriku, dosaku itu masih kecil-kecil.

Kebaikan:
Wahai keburukan...jangan kau anggap dosa kecil itu sepele, karena daripadanya akan berkembang dosa-dosa besar.Ketahuilah...“Bukan dosa kecil lagi jika dilakukan terus menerus, dan bukan dosa besar jika diikuti istigfar”(Muhammad SAW)

Keburukan:

Ah..wahai kebaikan. Engkau itu memang munafik. Mana mungkin engkau itu terbebas dari segala nafsu, syahwat, dosa, sombong dan melakukan yang khalal-khalal?

Kebaikan:
Aku melihat ada peningkatan pada dirimu. Sekarang engkau tidak lagi bersembunyi di balik jargon-jargonmu. Pertanda bahwa engkau tidak lagi menggunakan jargon di depan namamu. Tetapi ketahuilah bahwa celakalah orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai penguasa dan akalnya sebagai tawanannya. Sedangkan aku melihat hal yang demikian itu ada pada dirimu. Barang siapa meninggalkan dosa-dosa, hatinya akan menjadi lembut, dan barang siapa meninggalkan yang haram dan hanya makan yang halal saja, maka pikirannya akan menjadi bening. Allah telah berfirman kepada Nabi-nabinya:”patuhilah segala hal yang Aku perintahkan kepadamu dan janganlah engkau durhaka terhadap nasehat-nasehat-Ku”

Keburukan:
Aku mengakui telah melepas jargon-jargonku. Karena engkau mulai mengetahui siapa diriku, buat apa aku bersembunyi di balik jargon-jargonku itu. Dasar engkau selalu membenciku. Pertanyaan pertanyaanku selalu engkau bantah dengan peraturan-peraturan. Dasar engkau itu sok idealis.

Kebaikan:
Baiklah wahai keburukan. Sekarang yang ada tinggalah engkau dan diriku. Ketahuilah..
“Kasih sayang yang utuh kepada orang lain merupakan separuh akal. Pertanyaan yang baik merupakan separuh ilmu. Dan peraturann yang baik merupakan separuh kehidupan”(Umar ra)

Keburukan:
Wahai kebaikan..kelihatannya engkau itu berbicara seakan-akan hanya dirimu yang akan selamat dan hanya diriku yang akan tidak selamat. Sombong amat engkau itu!

Kebaikan:
Wahai keburukan, ketahuilah...“Ada tiga hal yang menyelamatkan manusia dan ada tiga hal lainnya yang akan membinasakannya. Tiga hal yang menyelamatkan manusia yaitu: takut kepada Allah baik dalam keadaan sepi sendirian maupun di hadapan orang banyak; hidup sederhana baik diwaktu miskin maupun kaya; bersikap adil baik di waktu senang maupun marah. Sedangkan tiga perkara yang membinasakan yaitu: kikir yang keterlaluan; hawa nafsu yang diturut; dan kagum pada diri sendiri”(Muhammad SAW)

Keburukan:
Wahai kebaikan. Aku lihat engkau itu barlagak santun.

Kebaikan:
Wahai keburukan, ketahuilah...“Barang siapa tak punya sopan santun, berarti ia tak berilmu. Barang siapa tidak memiliki kesabaran berarti ia tidak beragama”(Hasan al-Basri)

Keburukan:
Wahai kebaikan..menurutku engkau terlalu banyak bicara. Engkau tidak memberi kesempatan kepadaku untuk membantah. Kelihatannya engkau itu bisa hidup sendiri tanpa diriku.

Kebaikan:
Wahai keburukan..“Berilah kesempatan kepada siapa yang engkau kehendaki, niscaya engkau menjadi pemimpinnya. Tadahkan tanganmu kepada siapa yang engkau kehendaki, niscaya engkau menjadi tawanannya. Cukupkan dirimu tanpa membutuhkan orang lain, niscaya engkau menjadi tandingannya”(Ali Karramallahu wajhah)

Keburukan:

Wahai kebaikan, apakah engkau tidak butuh harta dan kemuliaan dunia? Padahal untuk meraihnya itu haruslah berbekal imu. Bukankah engkau tahu bahwa ilmuku itu telah cukup untuk itu.

Kebaikan:
Wahai keburukan...barang siapa hanya mengandalkan kecerdasan akalnya, ia akan sesat. Barang siapa merasa kaya dengan hartanya, maka hartanya akan terasa sedikit. Barang siapa merasa mulia karena dukungan makhluk, maka ia sebenarnya hina.

Keburukan:

Bolehkah aku mengetahui sifat-sifatmu?

Kebaikan:

Ada empat hal yang merupakan diriku sebagai kebaikan: pertama, sifat malu pada laki-laki itu baik, tetapi sifat malu pada perempuan itu lebih baik; kedua, sifat adil pada setiap orang itu baik, tetapi sikap adil dari seorang pemimpin itu lebih baik; ketiga, orang tua bertaubat itu baik, tetapi orang muda bertaubat itu lebih baik; keempat, sifat pemurah orang kaya itu baik, tetapi sifat pemurah orang miskin itu lebih baik.

Keburukan:
Ah..itu kan menurutmu. Menurutku mungkin bisa lain. Tetapi, apakah engkau bisa menyebut ciri-ciriku?

Kebaikan:
Ada empat hal yang merupakan dirimu sebagai keburukan: pertama, dosa yang diperbuat oleh orang muda itu buruk, tetapi dosa yang diperbuat orang tua itu lebih buruk lagi; kedua, sibuk urusan dunia oleh orang bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi sibuk urusan dunia oleh orang pintar; ketiga, malas beribadah bagi orang bodoh itu buruk, tetapi lebih buruk lagi malas bagi orang pintar; keempat, sombongnya orang kaya itu buruk, tetapi lebih buruk lagi sombongnya orang miskin.

Keburukan:
Ah..kamu itu sok pintar. Memangnya hanya engkau orang yang paling berilmu, beramal, dan bijak.

Kebaikan:
Wahai keburukan, ketahuilah...“Ilmu itu petujuk amal. Filsafat itu gudangnya ilmu. Akal adalah penuntun kebajikan. Hawa nafsu itu tempat bercokolnya dosa. Harta merupakan kebanggaan orang congkak. Dan dunia itu ladangnya akhirat”(Yahya Ibn Muad)

Keburukan:

Baiklah kebaikan..aku akan mengujimu. Jika engkau bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanku maka aku akan mempertimbangkan kebaikan-kebaikanmu. Pertanyaan-pertanyaanku adalah: apa yang lebih berat dari langit?, apa yang lebih luas dari bumi?, apa yang lebih keras dari batu?, apa yang lebih panas dari neraka?, dan apa yang lebih berbisa dari pada racun?

Kebaikan:

Wahai keburukan, ketahuilah...“Membohongi masyarakat itu lebih berat dibanding langit. Kebenaran itu lebih luas dari langit. Hati seorang munafik itu lebih keras dibanding batu. Pemimpin yang zhalim itu lebih panas dibanding neraka. Dan adu domba itu lebih berbisa dibanding racun”(Ali Karramallahu wajhah)

Keburukan mulai bimbang:

Wah kebaikan..aku mulai ragu dengan sikapku. Setelah engkau katakan bahwa hati seorang munafik itu lebih keras dari batu, maka aku merasa disambar petir di siang hari bolong. Jangan-jangan aku ini termasuk golongan orang munafik. Aku mulai merasa tidak pede bicara dengan engkau. Apakah memang engkau itu betul-betul kebaikan. Apakah kebaikanmu itu memang betul-betul engkau. Apakah sebetul-betul kebaikan itulah yang engkau maksud sebagai bukan jargon. Aku mulai terasa berat dalam hatiku. Aku mulai terasa haru dalam hatiku. Tubuhku mulai bergetar. Kenapa selama ini aku selalu mengandalkan jargon-jargonku untuk memantapkan kedudukanku. Padahal menghadapi kebaikan sejati ternyata aku tidak dapat mengandalkan jargon-jargonku. Wahai kebaikan perhatikanlah diriku. Apakah aku sudah tampak seperti orang bertaubat. Bolehkah engkau memberi kesempatan bagi diriku untuk meneteskan air mataku. Hih....hih....Jika aku ingin bertaubat bagaimanakah caranya? Bolehkah aku memohon kepada dirimu? Janganlah selalu sebut aku sebagai keburukan. Aku ingin engkau menyebutku sebagai kebaikan pula. Oh Tuhan ampunilah dosa-dosaku, ampunilah keburukanku ini.

Kebaikan:
Wahai keburukan yang mulai sadar akan kebaikan. Artinya engkau itu adalah setengah baik, sebelum aku betul-betul mengetahui bahwa engkau betul-betul baik. Ketahuilah, bahwa tidaklah mudah orang bertaubat itu. Ada syarat-syaratnya orang bertaubat: membaca istighfar, menyesal dalam hati, melepaskan diri dari perbuatan maksiat, berjanji tidak akan mengulangi dosa-dosa, mencintai akhirat, gemar belajar dan beribadah.

Kebaikan baru:
Wahai kebaikan saya bertekad akan menjalani syarat-syaratmu itu, maka bagaimanakah kemudian keadaanku?

Kebaikan:

Wahai kebaikan baru, bacalah:Dengan nama Tuhan yang Maha Pengasih lagi Penyayang; Maha suci Tuhan yang ‘arasy-Nya berada di langit; Maha Suci Tuhan yang kerajaan dan kekusaan-Nya ada di bumi; Maha Suci Tuhan yang agama-Nya berada di muka bumi; Maha Suci Tuhan yang ruh-Nya merata di ruang semesta; Maha Suci Tuhan yang kekuasaan-Nya ada di Neraka; Maha Suci Tuhan yang mengetahui rahasia dalam kandungan; Maha Suci Dzat yang memutuskan siska kubur; Maha Suci Tuhan yang membangun langit tanpa tiang; Maha Suci Tuhan yang menempatkan bumi; Maha Suci Tuhan yang tidak ada tempat bersandar dan tempat kembali kecuali hanya kepada-Nya. Amien..amien..amien.

Kebaikan baru:
Dengan nama Tuhan yang Maha Pengasih lagi Penyayang; Maha suci Tuhan yang ‘arasy-Nya berada di langit; Maha Suci Tuhan yang kerajaan dan kekusaan-Nya ada di bumi; Maha Suci Tuhan yang agama-Nya berada di muka bumi; Maha Suci Tuhan yang ruh-Nya merata di ruang semesta; Maha Suci Tuhan yang kekuasaan-Nya ada di Neraka; Maha Suci Tuhan yang mengetahui rahasia dalam kandungan; Maha Suci Dzat yang memutuskan siska kubur; Maha Suci Tuhan yang membangun langit tanpa tiang; Maha Suci Tuhan yang menempatkan bumi; Maha Suci Tuhan yang tidak ada tempat bersandar dan tempat kembali kecuali hanya kepada-Nya. Amien..amien..amien.

Orang tua berambut putih:

Saya telah menyaksikan dan merasakan Tuhan telah menurunkan rakhmat dan hidayah Nya buat kita semua. Alhamdullilah.Amien..amien..amien.

Referensi:
Ibnu Hajar al-'Asqalani, 1986, "Untaian Hikmah: Percikan Ucapan Nabi Muhammad SAW, Sahabat, Mujahid dan Guru-guru Sufi", Bandung: Penerbit Pustaka

50 comments:

  1. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Dari perkelahian kebaikan dan keburukan ini, tampak bahwa seperti apa keburukan ingin mencari kesalahan kebaikan, namun kebaikan tetap pada prinsipnya dan tetap dapat menjawab semua yang ditanyakan oleh keburukan. Sampai jawaban-jawaban dari kebaikan mampu meluluhkan hati keburukan sehingga keburukan menjadi bimbang dan berubah menjadi kebaikan baru. Ingatlah bahwa Allah maha Pengampun semua umat yang benar-benar memohon ampunan kepadanya. Tiada pernah ada kata terlambat untuk berubah dari keburukan menjadi kebaikan.

    ReplyDelete
  2. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Manusia pasti mempunyai sisi baik dan sisi buruk karena tidak ada manusia yang sempurna. Apakah ada manusi yang tidak pernah berbuat doas? Tentu saja tidak ada, kecuali nabi-nabi pilihan Allah yang diberi keistimewaan untuk jauh dari dosa. Kita sebagai manusia biasa berkewajiban untuk memperbanyak amal sholeh dan meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah diperbuat. Tetap menebar kebaikan dan selalu mengingat Allah.

    ReplyDelete
  3. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Selama hidup, kebaikan sekaligus keburkan akan selalu dilakukan. Keburukan merupakan segala hal yang mengandung dosa, baik kecil maupun besar. Sementara kebaikan adalah bekal bagi kehidupan di akhirat nanti. Segala kebaikan maupun keburukan akan diperhitungkan di akhirat nanti. Oleh karena itu, meskipun manusia tidak akan luput dari kesalahan, Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk bertaubat, menyesali perbuatannya, memohon ampun, berjanji tidak mengulangi, dan juga meningkatkan kualitas ibadah. Maka sebaik-baik keburukan adalah yang berubah menjadi kebaikan.

    ReplyDelete
  4. MARTIN/RWANDA
    PPS2016/PEP/B
    We all know that the truth always conquer the evil. it may take years and years but in the end the evil gets defeated because the goodness is always patient but the evil always oppresses. from the elegi, the goodness stands for the voice of God which is always calling for people who are getting closer to the evil. the evil stands for all the things we find here in the world which do not welcome God. as the goodness says, to make the whole society get out of the way, is heavier than the sky, the truth is very wide than the volcanoes, the heart of an evildoer is harsh than the stone. but we still have faith that whatever evil we do, we can get pardon from God as long as we repent.

    ReplyDelete
  5. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Keburukan adalah sesuatu yang sangat wajar dan pasti ada di dunia ini. Yang penting dalam hidup ini adalah merubah keburukan menjadi sebuah kebaikan. Hal itu juga harus diikuti dengan ikhlas hati melaksanakan perintah Allah agar menjadi lebih baik lagi. Semoga kita semua senantiasa bisa menjadi jargon-jargon kebaikan. Amin.

    ReplyDelete
  6. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Kebaikan dan keburukan merupakan suatu hal yang berkebalikan. Kebaikan berada di hati. Namun, ketika kita ingin melakukan kebaikan kemudian keburukan akan selalu berdiri di jalan kita. Kita tidak seharusnya terjebak dalam keburukan. Dan jangan pernah mendekat dengan kejahatan karena akan menjerumuskan kita. Meski kita tabu bahwa kita memang tidak akan luput dari kesalahan. Namun, hendaknya kita senantiasa berusaha memperbaiki diri kita dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Memohon ampun atas kesalahan yang dilakukan kepada Allah karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun.

    ReplyDelete
  7. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Setiap manusia diciptakan oleh Sang Khalik dengan dua potensi yang menyertainya. Potensi baik dan potensi buruk. Dan sebaik-baik manusia sebagai makhluk yang tak luput dari keburukan dan dosa adalah yang ketika melakukan keburukan lalu segera berubah dan memperbaiki diri melalui sebenar-benarnya taubat. Kita jangan hanya berpikir mengenai apa yang telah kita lakukan, tapi juga pikirkan apa yang belum kita kerjakan dalam kebaikan. Dan kita juga jangan hanya berpikir mengenai apa yang telah kita tinggalkan, tapi juga pikirkan apa keburukan apa yang masih kita lakukan agar kemudian kita berusaha memperbaiki diri. Allah memiliki otoritas penuh untuk memberikan hidayah dan rahmat kepada hambaNya. Maka memohon ampun lah pada Allah dan meminta agar senantiasa diberikan hidayah dan rahmatNya. Wallahua’lam..

    ReplyDelete
  8. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Elegi ini menyentuh sangat dalam pada sisi spiritual. Salah satu hadist yang menjadi pedoman hidup saya selama ini juga dipaparkan dalam blog ini “Ada tiga hal yang menyelamatkan manusia dan ada tiga hal lainnya yang akan membinasakannya. Tiga hal yang menyelamatkan manusia yaitu: takut kepada Allah baik dalam keadaan sepi sendirian maupun di hadapan orang banyak; hidup sederhana baik diwaktu miskin maupun kaya; bersikap adil baik di waktu senang maupun marah. Sedangkan tiga perkara yang membinasakan yaitu: kikir yang keterlaluan; hawa nafsu yang diturut; dan kagum pada diri sendiri”.
    Akan selalu ada dua sisi dalam kehidupan, kebaikan dan keburukan. Selalu berusaha memilih berada pada sisi kebaikan.

    ReplyDelete
  9. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Bagaimanapun juga kebaikan akan menang daripada keburukan pada waktu yang tepat. Seburuk apapun tindakan seseorang bila rahmatNya telah sampai maka pintu taubat akan selalu terbuka. Elegi ini mengingatkan kita untuk terus melakukan kebaikan seperti tidak berbohong dengan sesama, menuntut ilmu, beristigfar, dan berbagai kebaikan lainnya sebagai bekal di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  10. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam menghadapi sebuah keburukan yang ada di muka bumi ini, kita hendaknya tidak boleh bersikap lebih buruk lagi dari padanya, melainkan dengan memberinya dengan kebaikan, dalam artian kebaikan ini kita dapat menjelaskan apa-apa yang menjadikannya agar seseorang tersebut menjadi berubah kearah yang lebih baik dengan menjelaskan secara sopan dan santun serta dengan ilmu-ilmu yang telah kita peroleh. sesungguhnya suatu keburukan juga tidak ada yang kekal ketika ia telah bertaubat dengan taubat yang sesungguhnya Kepada ALLAH SWT dengan niat yang tulus dan hati yang ikhlas, maka keburukan akan berubah menjadi sebuah kebaikan yang hakiki. Aamiin

    ReplyDelete
  11. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Imam Al Shadiq as berkata, “Sesungguhnya di antara yang telah diwahyukan oleh Allah kepada Musa as dan yang tercantum dalam Taurat adalah “Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku; Kuciptakan makhluk dan Kuciptakan kebaikan...Dan Aku adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku; Kuciptakan makhluk dan Kuciptakan keburukan....” (Imam Khomeini, Cehel Hadits, hlm. 639)
    Penciptaan suatu eksistensi bukan merupakan sebuah persoalan. Namun, jika penciptaan itu berkenaan dengan keburukan dan hal-hal yang negatif dari sudut pandang ontologis, hal itu adalah sesuatu yang perlu mendapat perhatian dan kajian. Sementara itu, sebagian teks menguatkan perkara-perkara ketiadaan. Hadits di atas adalah salah satu contoh teks yang menyatakan penciptaan kebaikan dan keburukan. Selain memiliki sisi ontologis, hadits ini juga memiliki kaitan dengan kajian jabr dan ikhtiyar, dan penafsiran teks-teks seperti ini tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan renungan rasional. Dari sisi pembahasan jabr dan ikhtiyar tergolong ke dalam pembahasan yang paling mendalam dan paling sulit yang membutuhkan perenungan yang mendalam.
    Prinsip-prinsip filosofis Hikmah Muta’aliyah, kajian tentang Ashalah Al-wujud (keautentikan eksistensi), keautentikan penciptaan eksistensi, keberadaan kebaikan, kesamaan antara eksistensi, kebaikan dan ketiadaan keburukan, pembagian ketiadaan menjadi ketiadaan mutlak dan ketiadaan bersyarat, penciptaan autentik dan penciptaan tidak autentik, persamaan eksistensi dan kesempurnaan, dikembalikannya kekurangan pada batasan-batasan kemungkinan (imkani), serta ikatan esensial. Maka, teks-teks semacam ini memilki penafsiran dan penjelasan yang rasional dan tepat.
    Inti kesempurnaan, keindahan, dan kebaikan tidak keluar dari pokok hakikat eksistensi:
    “...Seluruh kebaikan esensialhendaklah dikembalikan pada hakikat eksistensi, dan sesuatu yang lain dengan memperhatikan jenis eksistensinya. Begitu pula, keburukan secara esensial adalah ketiadaan kesempurnaan eksistensi...”(Imam Khomeini, Cehel Hadits, hlm. 440)
    Seluruh keburukan bersumber dari ketidakserasian dan pertentangan antara makhluk-makhluk yang ada, bukan pada aspek keeksistensiannya, tetapi pada perantara kekurangan dalam penciptaan... Ini semua kembali kepada keterbatasan dan kekurangan yang secara keseluruhan keluar dari lingkup cahaya pengadaan. Pada hakikatnya, terdapat dua pengadaan, tetapi yang satu bersifat aksidental. (Imam Khomeini, Cehel Hadits, hlm. 640 dan 643)
    Ketika dalam sebuah teks terdapat sebuah kata kerja yang disandarkan kepada berbagai subjek dan bagaimana hal ini bisa dijelaskan dan ditafsirkan? Jika kebaikan bersumber dari Tuhan dan keburukan bersumber dari jiwa manusia, mengapa selanjutnya Tuhan dianggap sebagai sumber semua itu?
    “...dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, “Ini adalah dari sisi Allah,”dan kalau mereka ditimpa sesuatu keburukan, mereka mengatakan, “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad). Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah. Apa saja kebaikan yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja keburukan yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu. (QS An Nisa: 78-79).

    ReplyDelete
  12. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Kebaikan berada di hati. Namun, ketika kita ingin melakukan kebaikan kemudian keburukan akan selalu berdiri di jalan kita. Kita tidak seharusnya terjebak dalam keburukan. Dan jangan pernah mendekat dengan kejahatan karena akan menjerumuskan kita. dalam menghadapi sebuah keburukan yang ada di muka bumi ini, kita hendaknya tidak boleh bersikap lebih buruk lagi dari padanya, melainkan dengan memberinya dengan kebaikan, dalam artian kebaikan ini kita dapat menjelaskan apa-apa yang menjadikannya agar seseorang tersebut menjadi berubah kearah yang lebih baik dengan menjelaskan secara sopan dan santun serta dengan ilmu-ilmu yang telah kita peroleh.

    ReplyDelete
  13. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Elegi ini mengingatkan kita untuk terus melakukan kebaikan seperti tidak berbohong dengan sesama, menuntut ilmu, beristigfar, dan berbagai kebaikan lainnya sebagai bekal di akhirat kelak. Segala kebaikan maupun keburukan akan diperhitungkan di akhirat nanti. Oleh karena itu, meskipun manusia tidak akan luput dari kesalahan, Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk bertaubat, menyesali perbuatannya, dan memohon ampun.

    ReplyDelete
  14. 16701251016
    PEP B S2

    Di kehidupan yang nyata sikap perilaku buruk dan baik pasti menyelimuti. Dalan fikiran letaknya, karena itu semua adalah ego. Namun banyak yang kurang menyadari, atau bertindak baru kemudian berfikir. Seharusnya, berfikirlah dahulu maka baru bertindak. Sehingga yang diperbuat adalah sidah terfikirkan untuk memilah baik buruknya. Namun proses berfikir ini adalah rumit, bahkan memerlukan waktu, maka untuk bisa melakukan segala hal dengan berfikir dulu adalah dengan membiasakan. Karena dengan sebuah kebiasaan ini lama kelamaan akan melekat, dan menjadi kepribadian.
    Keteguhan dengan dasar ilmu kebaikan, akan mampu menggoyahkan sifat suetan yang berbisik yang akan meracumi amal baik sekalipun. Maka teruslah berudaha berbuat baik dan selalu berdoa. Karena dua aspek ini tipdak bisa saling memisahkan satu sama lain.

    ReplyDelete
  15. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Kebaikan dan keburukan adalah warna-warni dalam kehidupan. Kita berhak untuk memilih. Oleh karena itu, apa yang kita lakukan haruslah dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. Karena kita tidak bisa berbuat apa-apa jika yang kita lakukan adalah keburukan. Tetapi marilah melangkah dan mendekatkan hati kepada Tuhan agar kita senantiasa melakukan setiap kebaikan dalam hidup.

    ReplyDelete
  16. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dalam elegi ini diceitakan bahwa orangtua berambutputih menyaksikan perdebatan antara kebaikan dan eburukan. setelah lama berdebat, keburukanpun mulai ragu de=an akhirnya berubah menjadi kebaikan baru orangtu berambut putih menyebut kejadian ini sebagai rahmat dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  17. kebaikan dan keburukan adalah sebuah pertentangan antara hati, fikiran dan kenyataan. Dalam kebaikan bisa terdapat keburukan dan dalam keburukan mungkin terdapat kebaikan. Kita cenderung menilai seseorang dari fisik lahiriah semata. Sehingga dapat saja hakekat yang baik nampak buruk dan sesuatu yang buruk bisa tampak baik.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  18. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Seluruh alam semesta sudah diatur oleh Allah. Allah juga mengatur tentang mana yang boleh dilakukan, mana yang tidak boleh dilanggar. Amar ma’ruf nahi munkar, menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk. Kebaikan yang kita lakukan dengan ikhlas akan memberikan pahala sedangkan perbuatan buruk akan menghasilkan dosa. Siapapun yang melanggar sudah ada hukumnya dan ada balasannya.

    ReplyDelete
  19. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    dari postingan diatas agar selamat adri dunia yaitu, tidak sombong, selalu menjaga diri dari dosa baik dalam keadaan ramai maupun sepi. dalam kehidupan pun kita harus selalu beristighfar agar kesalahan yang telah kita lakuakan bisa siapuni, krena dosa kecil yang dilakuakkn terus menerus adalah dosa besar, dan dosa besar kemudian beristighfar lebih baik daripada dosa kecil yang dilakuakn secara tersu menerus.

    ReplyDelete
  20. Baik dan buruk selalu berperang dalam hati, agar kebaikan itu selalu ada atau menang dalam hidup dan prilaku kita maka hendaknya semua apa yang kita perbuat itu atas namaNya dan petunjukNya agar kita hidup damai di dunia maupun diakhirat. Sedikit saja terbersit kesombongan dalam prilaku kita maka rusaklah amal perbuatan baik kita ya Allah ampuni dosa-dosa kami, tunjukan kami jalan yang lurus dan tuntunlah kami selalu dalam kebaikan, Amin...Amin...

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  21. Kebaikan dan keburukan datangya dari hati. Dalam hal ini kebaikan berasal dari hati yang positif sedangkan keburukan berasal dari hati yang negatif yang selalu berburuk sangka terhadap orang lain dan bersifat sombong. Keburukan selalu menganggap bahwa dirinya lah orang yang paling benar. Dan tidak menerima apa yang dikatakan oleh kebaikan. Keburukan selalu menginginkan alasan yang logis untuk melawan jargon- jargonya. Oleh karena itu jika kita ingin melawan keburukan kita harus mengetahui jati dirinya. Sehingga dia bisa menyadari bahwa keyakinanya tentang dia selalu benar tepatahkah oleh nasehat- nasehat dari kebaikan. Sehingga pikiranya yang tadinya gelap menjadi terang. Tidak mudak memang membuat keburukan menjadi kebaikan. Karena kebaikan adalah musuh terbesar dari keburukan, tapi keburukan akan kalah dengan kabaikan yang sejati. Intinya ADALAH kebaikan dan keburukan itu berasal dari diri kita sendiri. Jalan baik atau buruk adalah pilihan kita. Oleh karena itu" Carilah seribu alasan untuk menjadi baik, bukan seribu alasan menjadi buruk "

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  22. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Alhamdulillah elegi ini memberikan banyak sekali ilmu, ternyata dan sebenarnya ada banyak manusia yang terkadang menyepelehkan kebaikan yang sebenarnya sangat berguna bagi dirinya sendiri. Tidak ada satupun sesuatu yang datangnya dari Allah yang merugikan manusia dan orang - orang yang mammpu melihat peluang kebaikan berarti ia telah mengenal Tuhannya.

    ReplyDelete
  23. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Setelah membaca artikel di atas saya merasa terharu, ternyata sikap saya masih banyak yang jauh dari kebaikan. Ampunilah dosa-dosa hambamu ini ya Allah. Sesungguhnya kepintaran dan harta juga merupakan batu ujian bagi makhluk Allah, mereka dapat membawa kita berada di surga ataupun neraka. Jika kepintara digunakan untuk menyibukkan dunia dan melupakan ibadah, maka kepintaran akan menjerumuskan kita ke neraka, begitu pula dengan harta kekayaan, jika kita kaya namun kikir, maka itu juga akan menjerumuskan kita ke neraka. Oleh karena itu mari kita isi masa muda kita dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Mari kita perbanyak istighfar dan bertaubat akan kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan agar dosa-dosa kita dapat diampuni oleh Allah SWT. Ampunilah dosa-dosa kami Ya Allah. Amin

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  24. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Harta tahta wanita adalah merupakan 3 hal yang biasanya menjadi ujian bagi manusia. Ketiganya jika tidak dikelola dengan baik maka akan menjerumuskan kita kedalam neraka. Misalnya saja orang yang gila jabatan/tahta menggunakan cara apa saja agar dapat menduduki jabatan itu sehingga cara-cara jahat pun dia gunakan sebagaimana yang dilakukan oleh potilikus yang rela mencaci dan memfitnah diantara para kandidat lainnya. Naudzubillahimindzalik.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Menurut saya, Elegi Ritual Ikhlas ini berbicara tentang kesempatan untuk menjadi baik itu selalu ada. Setiap manusia itu selalu pernah melakukan kesalahan, dan hal tersebut mungkin tidak dapat dihindari pada saatnya. Dalam perjalanan hidup seseorang, pasti mereka akan bertemu dengan orang lain dimana akan mereka dapatkan ilmu positif yang seharusnya sehingga dari sanalah keburukan akan perlahan berubah menjadi kebaikan jika diniatkan dengan ikhlas, sekali lagi diniatkan dengan ikhlas. Manusia, kita sendiri, untuk menjadi yang baik tidak hanya membutuhkan ilmu yang baik namun juga lingkungan yang baik. karena dari lingkungan tersebut kita akan selalu dan saling menguatkan untuk melakukan hal baik. Mungkin demikian, mohon koreksi.

    ReplyDelete
  26. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Elegi di atas sangatlah bagus, dapat mengajarkan dan mengingatkan kita kembali mengenai nilai-nilai kebaikan. Banyak sekali pesan-pesan kebaikan yang dapat kita ambil dan terapkan dalam kehidupan. Perbaiki akhlak kita, jangan mengulangi kesalahan yang sama. Semoga Allah berkenan mengampuni semua dosa yang telah kita lakukan. Aamiin.

    ReplyDelete
  27. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Tidak ada kebaikan jika tidak ada keburukan. Sebaliknya, tidak ada keburukan jika tidak ada kebaikan. Hal-hal itu ada di dalam hati dan pikiran manusia masing-masing. Kebaikan atau keburukab di sana belum tentu kebaikan atau keburukan di sini. Yang penting adalah kita memiliki pegangan hidup yang menuntun kita pada kebaikan sesungguhnya, yaitu apa yang diajarkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  28. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    “Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat”(HR. Tirmidzi 2499, Shahih at-Targhib 3139). Semua pernah melakukan kesalahan namun yang membedakannya adalah kesalahannya dan cara yang dilakukan setelah melakukan kesalahan tersebut. Yang terbaik adalah kita segera bertaubat. “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan iringilah sesuatu perbuatan dosa (kesalahan) dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik” (HR. Tirmidzi)

    ReplyDelete
  29. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Manusia memang menjadi tempatnya berbuat salah dan khilaf. Banyak di antara mereka yang sadar telah melakukan dosa namun tetap melanjutkannya. Akan tetapi, ada juga di antara mereka yang sadar dan segera bertaubat kepada Allah.

    Bertaubat dapat diartikan kembali taat kepada Allah dan menyesal dengan bersungguh-sungguh atas segala perbuatan dosa yang telah dilakukan selama ini. Mereka melakukan taubat dengan tujuan untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Sebaik-baiknya taubat adalah mereka yang melakukan taubat nasuha atau taubat yang sebenar-benarnya.

    Allah SWT Maha Pengampun atas dosa-dosa Hamba-Nya. Akan tetapi, ternyata ada persyaratan tersendiri yang ditetapkan oleh Allah agar taubat seorang muslim itu diterima. Jika tidak sesuai, maka tidak diterimalah taubat tersebut.

    ReplyDelete
  30. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Lima syarat agar taubat diterima, yaitu:

    1. Ikhlas karena Allah Ta’ala
    Hal pertama yang harus dilakukan agar taubat diterima adalah taubat tersebut harus dilakukan dengan hati yang ikhlas karena Allah Ta’ala. Jadikan Allah SWT sebagai faktor utama untuk bertaubat, jangan bertaubat hanya untuk riya’ atau bahkan karena makhluk lain dan urusan duniawi yang ingin dicapainya. Bila orang tersebut melakukan taubat dengan ikhlas karena Allah maka faktor yang mendorongnya adalah ketakwaan kepada-Nya, takut akan siksaan-Nya, serta mengharapkan pahala dari-Nya.

    2. Menyesali Perbuatan yang Telah dilakukan
    Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan menjadi syarat kedua yang bisa membuat sebuah taubat diterima oleh Allah SWT. Ketika seseorang menyesali dan bersedih atas perbuatan yang telah dilakukan maka ia akan memandang bahwa perbuatan tersebut wajib untuk ditinggalkan.

    ReplyDelete
  31. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    3. Berhenti Total dari Perbuatan Dosa Tersebut
    Syarat ketiga yang harus dipenuhi agar taubat seseorang itu diterima adalah berhenti total dosa tersebut. Ada orang yang ingin bertaubat namun masih saja melakukan perbuatan dosa tersebut. Padahal sebenarnya jika ia ingin benar-benar bertaubat, maka orang tersebut wajib meninggalkan dan berhenti dari perbuatan doa serta berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.

    Jika dosa orang tersebut berupa tindakannya melakukan sesuatu yang diharamkan, maka ia harus segera cepat berhenti total dan menjauhinya. Berbeda dengan dosa yang berkaitan dengan makhluk, maka orang tersebut harus memberikan hal-hak mereka tersebut atau meminta dihalalkan darinya.

    4. Bertekad untuk tidak Mengulanginya
    Selain berhenti total dari perbuatan dosa itu, seseorang yang ingin bertaubat juga harus bertekad untuk tidak mengulanginya lagi di masa yang akan datang. Ia harus mampu menanamkan dalam hatinya bahwa tidak akan mengulangi perbuatan maksiat itu dan dia telah bertaubat darinya.

    5. Sesuai Waktunya
    Syarat terakhir untuk diterimanya taubat adalah hendaknya dilakukan pada waktu yang diperkenankan. Apabila lewat dari waktu tersebut maka taubat tidak akan diterima. Adalah ketika ajal sudah tiba maka tidak akan diterima lagi taubat orang tersebut.

    ReplyDelete
  32. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Syaiton tidak akan pernah berhenti untuk menggoda manusia, menggoda manusia untukmelakukan keburukan ataupun dosa. Terkadang manusia meremehkan dosa-dosa kecil yang mereka lakukan, padahal dosa-dosa kecil jika dilakukan terus menerus maka akan menjadi dosa besar. Oleh karena itu teruslah memohon ampun kepada Allah atas dosa yang telah kita perbuat, jangan menunggu tua baru bertaubat, karena orang muda yang bertaubat itu lebih baik.

    ReplyDelete
  33. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Hidup ini tak lepas dari yang namanya kebaikan dan keburukan. Kebaikan dan keburukan bertebaran di muka bumi, sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Sekecil apapun kebaikan yang kita buat dan sekecil apapun keburukan yang kita buat, maka akan kembali ke kita sendiri. Untuk itu, bermohon ampunlah kepada Allah atas keburukan/dosa yang telah kita perbuat sekecil apapun itu. Semoga Allah senantiasa menunjukkan kita ke jalan yang lurus, jalan yang di ridhoiNYA.

    ReplyDelete
  34. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Kebaikan dan keburukan itu saling berdampingan. Tiadalah bisa disebut buruk apabila tidak ada kebaikan dan tiadalah bisa disebut baik apabila tidak ada keburukan. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa antara kebaikan dan keburukan juga sering terjadi perkelahian. Kedua juga memiliki jargonnya masing-masing. Keburukan memiliki jargon untuk dapat menyerang kebaikan sedangkan kebaikan memiliki jargon untuk melindungi dan mempertahankan dirinya. Jadi manusia pasti pernah melakukan suatu keburukan, untuk itu haruslah segera bertaubat. Tidak ada kata terlambat dalam bertaubat. Jangan sampai kita menyesal karena tidak melakukannya sama sekali. Jika kita sudah bertaubat maka kita telah melakukan sebuah kebaikan.

    ReplyDelete
  35. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Kebaikan dan keburukan berjalan beriiringan meskipun mereka tidak pernah beririsan. Ketika manusia mencoba mencapai kebaikannya, maka keburukan yang baik dihiraukannya atau bahkan diharapkannya secara langsung dan tidak sadar juga selalu menyertai perjalanan manusia itu menuju sifat kebaikan. Kebaikan pun tidak memiliki benteng yang kuat mencegah keburukan masuk didalamnya yang kemudia meleburlah sifat itu menjadi keburukan. manusia perlu dengan peka memilih jalannya, untuk benar benar mencaoai kebaikan tanpa menyentuh keburukan. Manusia bisa melihat dari jarak yang jauh untuk melihat sifat apa saja yang ada pada sifat keburukan, sehingga diharapkan manusia dapat menghindari sifat sifat tersebut.

    ReplyDelete
  36. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Allah menciptakan segala seuatunya di dunia secara berpasang-pasangan. Ada laki-laki dan ada perempuan, ada kecil dan besar, ada luas dan sempit, begitupun ada kebaikan dan keburukan. Perbuatan buruk berakibat dosa, perbuatan baik hasilnya pahala, yang menjadi pondasi utama seseorang berbuat baik adalah agama. Agama yang kuat akan mendorong seseorang untuk selalu mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Tuhan-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dosa kecil apabila dilakukan secara terus menerus akan menjadi dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus sadar bahwa kita tidak pernah luput dari keburukan (godaan syaitan)yang sering menguasai hati dan pikiran untuk berbuat dosa.

    ReplyDelete
  37. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Kebaikan adalah lawan dari keburukan. Banyak hal menjadi kebaikan dan ada hal yang menjadi keburukan, misalnya sikap sopan santun dalam kebaikan dan sikap sombong dalam keburukan.Sombong adalah sikap yang tidak bisa dimaafkan, terlebih sikap sombong orang miskin dibandingkan dengan orang kaya. Manusia harus selalu berbuat baik yaitu sifat adil seorang pemimpin, orang yang bertaubat, sifat pemurah, dan sikap malu pada perempuan/laki-laki. Dan kebaikan akan selalu bisa mengalahkan keburukan, bahkan mengubah keburukan menjadi kebaikan. Terima kasih.

    ReplyDelete
  38. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Suasana ramaik arena suara yang diucapkan untuk menyebut nama Tuhan. Menyebut nama Tuhan dengan sepenuh hati, jiwa, dan semua anggota tubuh membuat suara-suara ramai berupa doa kepada Tuhan. Suara ramai dapat didengar di seluruh lingkungan sampai pikiran manusia. Aku berdoa dengan suara ramai dalam tubuhku untuk memohon ampun kepada Tuhan. Terima kasih.

    ReplyDelete
  39. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Kebaikan dan keburukan adalah dua hal yang bertolak beakang. Kebaikan memiliki jargonnya sendiri, begitu pula dengan keburukan. Setiap orang memiliki jargon; jargon kebaikan maupun jargon keburukan, karena iman manusia sifatnya fluktuatif. Ketika keimanannya tinggi, jargon kebaikannya akan kuat, dan ketika keimanannya turun, jargon kebaikan mulai melemah.

    ReplyDelete

  40. Manusia memiliki sifat lemah, yang berubah-ubah. Setiap orang dapat berubah. Orang yang memiliki sifat-sifat baik, yang tidak pernah dipupuk kebaikannya, maka sifat-sifat baiknya akan luntur. Begitu juga dengan orang yang memiliki sifat buruk. Tidak selamanya orang dengan sifat buruk akan tetap buruk selama dia mau berfikir. Pikiran bersumber dari Tuhan, oleh karena itu orang yang senantiasa berhermeneutik dengan baik pasti akan berubah menuju kebaikan.

    ReplyDelete
  41. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    “Ada tiga hal yang menyelamatkan manusia dan ada tiga hal lainnya yang akan membinasakannya. Tiga hal yang menyelamatkan manusia yaitu: takut kepada Allah baik dalam keadaan sepi sendirian maupun di hadapan orang banyak; hidup sederhana baik diwaktu miskin maupun kaya; bersikap adil baik di waktu senang maupun marah.
    Dari hadis Nabi di atas, kita dapat membuat analog bahwa dengan melakukan tiga hal yang disampaikan hadis tersebut, penguasa negara ini dapat menyelamatkan bangsa dari krisis multidimensi yang kini telah dialami bangsa kita. Pemimpin yang berniat menyelamatkan bangsa ini hendaknya mengikuti hadis di atas.

    ReplyDelete
  42. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Terimakasih Pak. Ada banyak sekali petuah-petuah dari sahabat maupun ulama terdahulu dalam elegi di atas yang sangat mencerahkan.

    ReplyDelete
  43. KASYIFATUN AENI
    13301241055
    PMA 13

    Kebaikan dan keburukan adalah pilihan bagi kita. Apakah kita akan memilih jalan kebaikan maupun keburukan. Tetapi, yang perlu selalu kita ingat adalah bahwa setiap perbuatan akan mendapat balasan, dan tidak ada balasan bagi kebaikan selain kebaikan pula. Maka kebaikan itulah yang akan mengantar kita kepada ridho Alloh. Tetapi kita adalah manusia yang tidak luput dari dosa, maka segala perbuatan alangkah baiknya jika disertai dengan istighfar.

    ReplyDelete
  44. Assalamualaikum wr. wb.

    Kebaikan dan keburukan seperti sisi mata uang. Manusia tak kan bisa lepas dari berbuat baik dan berbuat buruk sebagai sebuah pilihan, olehkarenanya manusia memiliki hati nurani untuk selalu mengajak kepada kebaikan...semoga hati dan pikir kita tidak tertutup selayaknya nukilan ayat Qur'an berikut ini
    "Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,"
    "dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Quran, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya,"

    (Q.S.17:45-46)

    Walahualam bisowab

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  45. Assalamualaikum wr. wb.

    Kebaikan dan keburukan seperti sisi mata uang. Manusia tak kan bisa lepas dari berbuat baik dan berbuat buruk sebagai sebuah pilihan, olehkarenanya manusia memiliki hati nurani untuk selalu mengajak kepada kebaikan...semoga hati dan pikir kita tidak tertutup selayaknya nukilan ayat Qur'an berikut ini
    "Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,"
    "dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Quran, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya,"

    (Q.S.17:45-46)

    Walahualam bisowab

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  46. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Perkelahian antara jargon keburukan dan jargon kebaikan akan terus terjadi selama diri ini masih berada dalam ruang dan waktu dunia. Perkelahian ini akan dimenangkan oleh pikiran dan hati manusia sendiri. Pikiran dan hati yang menentukan jargon keburukan atau jargon kebaikan yang akan berkuasa dalam diri manusia. Upaya yang dapat dilakukan adalah berupaya menjaga hati dan pikiran kita. SEmoga kita menjadi manusia yang beruntung, yang dapat selalu menjaga hati dan pikiran kita. Amiiin.

    ReplyDelete
  47. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Ilmu itu petujuk amal. Filsafat itu gudangnya ilmu. Akal adalah penuntun kebajikan. Hawa nafsu itu tempat bercokolnya dosa. Harta merupakan kebanggaan orang congkak. Dan dunia itu ladangnya akhirat”(Yahya Ibn Muad)
    Dari kutipan di atas saya mengartikan bahwa untuk melakukan kebajikan diperlukan akal, untuk menjalankan akal maka diperlukan ilmu. Oleh karena itu untuk melakukan kebajikan diperlukan ilmu. Ilmu melalui filsafat, dapat membangun pemahaman kita untuk mengembangkan kebajikan dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  48. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Membohongi masyarakat itu lebih berat dibanding langit. Kebenaran itu lebih luas dari langit. Hati seorang munafik itu lebih keras dibanding batu. Pemimpin yang zhalim itu lebih panas dibanding neraka. Dan adu domba itu lebih berbisa dibanding racun”(Ali Karramallahu wajhah)
    Trimakasih Prof.Marsigit atas pencerahannya.

    ReplyDelete
  49. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    "Ada syarat-syaratnya orang bertaubat: membaca istighfar, menyesal dalam hati, melepaskan diri dari perbuatan maksiat, berjanji tidak akan mengulangi dosa-dosa, mencintai akhirat, gemar belajar dan beribadah."
    Oleh karena itu kita dianjurkan untuk selalu beristighfar, karena terkadang kita tidak sadar apa yang kita lakukan itu suatu hal yang dibenarkan atau hal yang tidak dianjurkan oleh agama.

    ReplyDelete
  50. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Semua yang ada di dunia ini adalah Allah telah menciptakan berlawanan. Ada siang ada malam, ada pria ada wanita, dan lain sebagainya yang berlawanan. Maka jika ada kebaikan maka Allah juga menciptakan keburukan. Namun untuk kebaikan dan keburukan ini semata manusia lah yang memperbuatnya. Tergantung bagaiman tujuan hidup manusia itu. Hidup di dunia ini sesungguhnya cuma ada dua pilihan, Surga atau Neraka. Mudah sekali untuk memilih kedua tujan hidup tersebut. Jika ingin surge, maka kita harus selalu di dalam kebaikan. Sedangkan jika ingin neraka, maka kita tinggal pilih untuk selalu berbuat keburukan.
    Keburukan yang dapat meuntun orang masuk kedalam neraka jika tidak segera bertaubat adalah kesombongan, hawa nafsu yang ditururut, serta orang yang kikir sekali. Sedangkan kebaikan yang akan membawa manusia menuju surge adalah selalu takut kepada Allah dengan mengerjakan perintah dan menjauhi larangannya, hidup sederhana, dan bersikap adil. Jadi sekarang manusia tinggal memilih, segera bertaubat jika merasa bersalah dan hidup dalam keburukan dan selalu berbuat baik agar bisa masuk surga, atau selalu dalam keburukannya dan tidak mau bertaubat sehingga ia masuk ke dalam neraka, naudzubillah.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id