Feb 26, 2011

Elegi Menggapai Ontologi dan Epistemologi Jawa: Mengerti Hidup?




Oleh Marsigit


Ada paling tidak 3 (tiga) kekuatan/manfaat filsafat yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan dimensi hidup manusia Jawa/Indonesia/Timur.

Pertama, kesadaran akan RUANG dan WAKTU.

Banyak permasalahan hidup terjadi dikarenakan manusia kurang atau tidak memahami masalah dimensi ruang dan waktu. Banyak cara ditempuh agar kita memahami ruang dan waktu; tiap bangsa, tiap suku dan tiap Agama mempunyai caranya masing-masing. Orang yang tidak menyadari akan ruang dan waktu, dalam perwayangan digambarkan sebagai waktu Kala, yaitu sifat-sifat buruknya sang Batara Kala. Sedangkan orang yang telah mempunyai kesadaran tentang ruang dan waktu, dalam perwayangan digambarkan sebagai waktu Cakra, yaitu waktunya Sang Khrisna. Orang Jawa yang belum menyadari akan ruang dan waktu maka dia perlu diruwat, dengan cara menggelar pertunjukkan wayang kulit semalam suntuk. Puncak acaranya adalah pertempuran antara Batara Kala dengan Sri Batara Khrisna, yang kemudian dimenangkan oleh Batara Khrisna dengan senjata Cakra nya, artinya Buruk Waktu dikalahkan oleh Baik Waktu. Itulah betapa orang Jawa/Indonesia/bangsa Timur menganggap pentingnya kesadaran tentang RUANG dan WAKTU. Sebetulnya, ruang dan waktu adalah hidup itu sendiri, dengan menyadarinya maka dia akan menyadari hidupnya. Jadi dapat dikatakan bahwa mempelajari filsafat adalah meruwat diri sendiri agar sadar ruang dan waktu.

Kedua, analisis yang bersifat INTENSIF dan EKSTENSIF.

Berpikir intensif yaitu berpikir secara dalam sedalam-dalamnya; dan berpikir ekstensif adalah berpikir luas seluas-luasnya. Kedua kegiatan berpikir itu akan mampu memberi jawaban ontologis persoalan hidup manusia. Berpikir intensif akan menyoroti hakekat sesuatu dengan sinar terang 1000 watt; sehingga tidak ada satupun yang mampu bersembunyi karenanya. Semua tanpa kecuali akan terungkap tidak ada yang tersisa. Dengan berpikir ekstensif, manusia akan terhindar dari berpikir parsial, sehingga akan memperoleh keseluruhan dalam kesatuan dan kesatuan dalam keseluruhan. Dalam perwayangan, berpikir intensif dan ekstensif ini digambarkan sebagai Senjata Kaca Paesan dari Sang Bathara Krisna. Maka Batara Khrisna dapat mengetahui rencana-rencana buruk dan jahat dari para Kurawa, mengetahui siluman dan mengetahui para bajulbarat, tek-tekan prajuritnya Batara Kala. Kaca Paesan itu pada akhirnya dapat dimanfaatkan oleh orang-orang ikhlas Pandawa Lima. Demikianlah, maka pemikiran yang mendalam dan luas dapat memberi rasa keikhlasan bagi para subyek pikirnya. Maka mempelajari filsafat dapat dikatakan usaha manusia untuk menuntut ilmu.

Ketiga, selalu berusaha menggapai LOGOS dan menggapai BUKAN MITOS.

Maka musuh sebenarnya bagi orang berfilsafat adalah berhentinya pikiran kritis atau keadaan mitos. Mitos tidak berada dimana-mana kecuali siap bercokol dalam diri kita sendiri. Jika kita sudang merasa mencapai jelas atau terang kemudian kita enggan untuk memeikirkannya kembali, maka mitos siap menerkam kita. Dalam perwayangan, ini digambarkan sebagai Senjata Kembang Cangkok Wijaya Kusuma dari Sri Khrisna, yaitu dapat menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan kembali orang yang sudah mati. Orang yang enggan berpikir digambarkan orang sakit yang perlu dinaungi Kembang Cangkok Wijaya Kusuma, demikian pula orang yang tidak mau berpikir digambarkan sebagai orang yang mati. Maka mempelajari filsafat dapat dikatakan usaha manusia agar tetap hidup dan lebih hidup.


Itulah makna kiasan dari ajaran-ajaran Jawa/Indonesia/Timur yang penuh dengan metapora yaitu ajaran-ajaran tersembunyi, agar memang manusia itu perlu memikirkannya.

Demikian semoga bermanfaat. Amiiin.

21 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Terdapat tiga manfaat dalam mempelajari filsafat yang kemudian dapat di analogikan dalam istilah perwayangan. Pertama, kesadaran akan ruang dan waktu dalam perwayangan digambarkan sebagai waktu Cakra yaitu waktunya Sang Krishna. Sedangkan orang yang tidak mempelajari filsafat maka tidak akan sadar dunia ini terkait ruang dan waktu maka digambarkan sebagai waktu Kala, waktunya sang Batara Kala. Kedua, bersifat intensif dan ekstensif yaitu sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya digambarkan sebagai senjata Kaca Paesan. Bahwa seseorang yang memikirkan sesuatu secara intensif dan ekstensif berarti dia mempunyai senjata Kaca Paesan dalam menghadapi dan menaklukkan masalah di depan mata. Ketiga, selalu menggapai logos dan bukan mitos, artinya seseorang selalu mencari kebenaran pengetahuan bukan justifikasi egoisme. Dalam perwayangan hal ini digambarkan sebagai senjara Sri Kirshna yaitu kembang cangkok wijaya kusuma.

    ReplyDelete
  2. Nira Arsoetar
    16709251018
    PPS UNY Pendidikan Matematika
    Kelas A

    Metapora dalam ajaran ajaran jawa mengandung makna kiasan akan ajaran-ajaran yang tersembunyi. Dimana makna tersebut mempermudah kita dalam mempelajari filsafat. Ada 3 manfaat yang diutarakan dalam elegi di atas yang pertama yaitu kesadaran akan ruang dan waktu yang digambarkan sebagai waktu cakra dalam perwayangan dengan cara diruwat, yang kedua analisis bersifat intensif dan ekstensif yang digambarkan sebagai senjata kaca Paesan dari sang bathara Krisna, yang ketiga selalu menggapai logos bukan mitos disini digambarkan sebagai senjata kembang Cangkok Wijaya Kusuma dari Sri Khrisna.

    ReplyDelete
  3. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Dalam belajar filsafat tentunya kita mendapatkan banyak manfaat. Berdasarkan elegi diatas, ada 3 manfaat yang jika kkta terapkan dapat meningkatkan dimensi hidup kita, yaitu: kesadaran ruang dan waktu, analisis (berpikir) yang bersifat intensif (secara sedalam-dalamnya) dan berpikir ekstensif (seluas-luasnya, serta selalu berusaha menggapai logos dan menggapai bukan mitos.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY 2016

    Tiga kekuatan/manfaat filsafat yang telah dijelaskan dalam elegi ini, hendaknya kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan kebermanfaat hidup.
    1) Kesadaran akan RUANG dan WAKTU, kita dapat menempatkan diri kita pada ruang dan waktu yang tepat, seperti: masalah apa yang sedang dihadapi, siapa yang sedang dihadapi, kapan sesuatu harus kita lakukan.
    2) analisis yang bersifat INTENSIF dan EKSTENSIF. Berpikir sedadam-dalamnya dan seluas-luasnya, akan memberikan kekuatan pemikiran kita karena didukung dengan sudut pandang yang luas.
    3) selalu berusaha menggapai LOGOS dan menggapai BUKAN MITOS. Hal ini, saya peroleh saat mengikuti perkuliahan Prof. Marsigit, sebenar-benar logos adalah mereka yang tidak pernah berhenti untuk berpikir. Ilmu yang telah kita peroleh tidak hanya disimpan dalam pikiran kita tetapi juga perlu dikembangkan dan implementasikan agar ilmu tersebut tidak hanya sebagai mitor tetapi tetap menjadi logos.

    ReplyDelete
  6. Assalamualaikum Wr. Wb
    Dalam elegi ini dapat dilihat bahwa ada tiga kekuatan/ manfaat filsafat yang dapat digunakan untuk meningkatkan dimensi orang Jawa/Indonesia/Timur. Yang yang pertama adalah kesadaran akan ruang dan waktu, dimana mempunyai kesadaran akan ruang dan waktu merupakan hal yang penting bagi tiap manusia karena dengan menyadari ruang dan waktu manusia akan menyadari hidupnya sendiri. Yang kedua, analisis yang bersifat intensif dan ekstensif dimana mengajarkan kita bahwa dengan pemikiran yang mendalam dan luas akan memberikan rasa ikhlas dalam diri kita. yang ketiga, selalu berusaha menggapai logos bukan mitos, dimana kita sebagai manausia haruslah berpikir dan berpikir karena orang yang tidak mau berpikir sama saja dengan orang mati. Sehingga mempelajari filsafat adalah usaha-usaha agar manusia tetap hidup dan lebih hidup.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  7. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Filsafat memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. Selama mendapatkan perkuliahan filsafat ilmu yang sudah berjalan selama kurang lebih 10x ini, saya menjadi lebih, lebih dan lebih bisa menghargai hidup dengan banyak bersyukur dan berusaha untuk memiliki pemikiran yang logis dan luas. Filsafat menyadarkan saya bahwa semua yang ada di dunia ini berbeda dan akan selalu berkembang sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  8. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Tidak ada suatu ilmu yang tanpa ada manfaat, termasuk filsafat. Salah satu manfaat mempelajari filsafat adalah kesadaran ruang dan waktu. Dengan memiliki kesadaran ruang dan waktu kita tahu bahwa tidak semua hal yang tepat dilakukan dulu akan tepat dilakukan sekarang karena ruang dan waktu telah berubah. Dengan kesadaran ruang dan waktu kita sadar bahwa apa yang telah berlalu tidak akan terulang kembali. Selain itu manfaat mempelajari filsafat adalah analisis yang bersifat intensif dan ekstensif. Dengan berfikir intensif dan ekstensif kita akan berfikiran luas dengan tetap memperhatikan hal- hal tersembunyi yang ada. Dengan berfikir intensif dan ekstensif kita akan belajar untuk melihat sesuatu dari berbagai sisi dan sudut pandang. Selain kedua hal diatas, manfaat belajar filsafat adalah selalu berusaha menggapai logos, bukan mitos. Dengan belajar filsafat akan melatih kita untuk terus berpikir kritis karena jika kita diam tanpa berpikir kritis maka kita akan termakan mitos. Dan sebenar- benar manfaat filsafat ini akan kita raih jikalau dalam belajar diiringi keihlasan hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  9. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Wayang merupakan bayangan mengenai kehidupan manusia. Pesan yang diberikan pun bermacam-macam. Memberikan pemahaman bagaiamana cara yang baik dalam memaknai hidup dari pewayangan tersebut. Kaitannya pun tidak hanya antara manusia satu dengan yang lain. Tetapi juga dengan Tuhan. Kekuatan manusia untuk meningkatkan dimensinya yaitu memiliki kesadaran akan ruang dan waktu, melakukan analisis yang bersifat intensif dan ekstensif, serta selalu berusaha untuk menggapai logos, bukan mitos.

    ReplyDelete
  10. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Manfaat dari sebuah filsafat untuk meningkatkan dimensi hidup di dalam ontologi da epistomologi Jawa dapat dilakukan dengan pewayangan. Dari situ kita akan mengetahui dari makna sebuah pewayangan untuk memberikan arti yang yang sangat penting dalam memaknai hidup. Dengan begitu kita bisa lebih dekat kepada manusia yang lain dan bersama-sama dalam memaknainya. Dengan rasa ingin memiliki kesadaran akan ruang dan waktunya, melakukan analisis intensif dan ektensif dan selalu berusah untuk menggapai logos bukan mitos, maka mausia bisa eningkatkan dimensi hidupnya.

    ReplyDelete
  11. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Manusia yang dapat mengerti hidup adalah manusia yang dapat memahami dan mengerti untuk menempatkan dirinya, baik secara fisik maupun pikiran dalam ruang dan waktu, dapat berpikir sedalam- dalamnya (intensif) dan seluas-luasnya (ekstensif) tentang segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada agar tidak salah dalam menentukan sikap. Dan berusaha untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis untuk menggapai Logos dan membungkam mitos.
    Sehingga diharapkan dengan belajar filsafat dapat meningkatkan dimensi dan kualitas hidup kita.

    ReplyDelete
  12. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Begitu indahnya budaya Indonesia, salah satunya perwayangan yang berasal dari daerah jawa. Ilmu dalam berfilsafatpun ada dalam perwayangan diantaranya kesadaran ruang dan waktu, analisis yang bersifat intensif dan ekstensif serta selalu berusaha menggapai logos dan menggapai bukan mitos. Cerita yang dibawakan oleh dalang melalui tokoh perwayangan yang menjadi tauladan bagi orang jawa sesungguhnya memiliki pelajaran filsafat yang dapat kita ambil untuk menjalani dunia ini seperti meruwat diri agar sadar akan ruang dan waktu, usaha manusia untuk menuntuk ilmu, serta usaha manusia agar tetap hidup dan lebih hidup.

    ReplyDelete
  13. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Dengan berfilsafat kita belajar untuk menyadari ruang dan waktu untuk bersikap sopan dan santun. Kemudian yang kedua kita belajar untuk selalu berpikir kritis karena kita terbiasa untuk memikirkan suatu hal secara intensif dan ekstensif. Dan terakhir kita terbiasa untuk menggapai logos dan tehindar dari mitos karena kita tahu bahwa sebenar-benarnya hidup itu adalah untuk terus belajar.

    ReplyDelete
  14. Areani Eka Putri
    12301249003
    Pend. Matematika

    Dalam perwayangan, kalau kita pelajari banyak makna hidup dan kehidupan yang dapat dipetik, Ilmu duniawi dan setelahnya pun ada yang dapat dirujuk kedalam kehidupan dunia sekarang dan diperwayanganpun mengandung filsafat yang tinggi pula.
    Orang tua Jawa dalam kehidupannya terutama kehidupan sosial banyak yang menyontoh perwayangan. Namun sayangnya anak muda sekarang banyak yang tidak atau kurang tertarik karena memang kurang menarik untuk kalangan muda yang diakibatkan oleh zaman.

    ReplyDelete
  15. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Belajar filsafat memiliki manfaat dalam hidup. Berdasarkan elegi di atas, manfaat tersebut yakni kesadaran akan ruang dan waktu, analisis yang bersifat intensif dan ektensif, dan selalu berusaha menggapai logos bukan mitos. Sadar ruang dan waktu, kita harus memanfaatkan hidup kita selagi masih memiliki kesempatan di ruang dan waktu. Selain itu setiap perbuatan yang kita lakukan harus melihat ruang dan waktunya, apakah sudah sesuai. Analisis yang bersifat intensif dan ekstensif, dalam menuntu ilmu hendaknya kita jangan melihat permukaannya saja, tapi menuntut ilmu sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Menggapai logos bukan mitos, untuk menggapai logos haruslah berpikir kritis, sehingga terhidar dari mitos.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  16. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Filsafat betujuan untuk menyadarkan kita akan ruang dan waktu sehingga kita mau untuk berfikir intensif dan ekstensif supaya kita bisa menjadi sebenar-benarnya para logos bukanlah mitos. Seperti cerita di elegi diatas berfilsafat agar bisa menjadi layaknya seorang Krisna yang memilki waktu cakra, berfilsafat agar mendapatkan senjata kaca pasean seperti sang bathara krisna supaya kita bisa terhindar dari marabahaya. Kemudian dengan berfilsafat jika kita sudah bisa mejalani waktu cakra dan mempunyai kaca pasean maka kita pun pada akhinya akan mampu mengobati para mitos karena sebenarnya-benar orang yang berfilsafat adalah untukmenggapai hakekat logos itu sendiri.

    ReplyDelete
  17. Bismillah
    RatihKartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Berfilsafat mengajarkan kita bahwa hidup adalah sesuatu yang terus berproses. Kita sadar akan ruang dan waktu, bisa berpikir intensif dan ekstenrsif serta menjadikan spiritual sebagai hal yang harus kita pegang kuat sehingga hidup yang sementara ini bisa memberikanbanyak makna dan manfaat.



    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  18. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    dari elegi di atas, ada paling tidak tiga manfaat filsafat yang dapat dijadikan sarana untuk meningkatkan dimensi hidup manusia Jawa/Indonesia/Timur, yaitu kesadaran akan ruang dan waktu, analisis yang bersifat intensif dan ekstensif, dan selalu berusaha menggapai logos dan menggapai bukan mitos. sedangkan manfaat filsafat yang lain adalah sebagai alat mencari kebenaran dari gejala fenomena yang ada, mempertahankan, menunjang dan melawan/berdiri netral terhadap pandangan filsafat lainnya. Memberikan pengertian tentang cara hidup, pandangan hidup dan pandangan dunia. Memberikan ajaran tentang moral dan etika yang berguna dalam kehidupan. Menjadi sumber inspirasi da pedoman untuk kehidupan. Menjadi sumber inspirasi dan pedoman untuk kehidupan dalam berbagai aspek kehidupan itu sendiri, seperti ekonomi, politik, hukum dll. Penerapan filsafat dalam 2 wilayah, yaitu humanisme dan akademik.

    ReplyDelete
  19. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Elegi menggapai ontologi dan epistemologi jawa: mengerti hidup ini mengajarkan bahwa paling tidak terdapat 3 hal yang dapat menjadi kekuatan filsafat untuk meningkatkan dimensi hidup manusia Jawa/Indonesia/Timur yaitu kesadaran akan ruang dan waktu, analisis yang bersifat intensif dan ekstensif dan selalu berusaha menggapai logos bukan mitos. Ketiga hal ini hendaknya dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan berbangsa kea rah yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  20. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Ada tiga hal yang dapat dijadikan sebagai falsafah dalam meningkatkan kualitas hidup. Pertama, kesadaran akan ruang dan waktu dengan menyadari ruang dan waktu maka kita dapat mengetahui bagaimana cara berjalan dan merawat diri agar sesuai dalam ruang dan waktu yang baik. kedua, analisis yang bersifat intensif dan ekstensif yaitu befikir secara mendalam dan seluas luasnya disertai keikhlasan dan doa dalam menuntut ilmu. Ketiga, selalu berusaha menggapai logos dan menggapai bukan mitos yaitu tidak pernah berhenti, merasa cukup, merasa tahu segala hal dalam menuntut ilmu

    ReplyDelete
  21. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Jawa memang sangat kental dengan budayanya. Banyak sekala budaya Jawa yang mengajarkan tentang hidup. Jika kita mau menggalinya lebih dalam dan mau memikirkan dan merefleksikannya,kita akan menemukan lebih banyak lagi belajaran hidup yang bermanfaat dari budaya jawa. Hanya saja, perlajaran-pelajaran hidup tersebut tidak disampaikan secara langsung atau secara eksplisit, melainkan disampaikan secara tidak langsung atau tersembunyi. Bisa dengan menggunakan tokoh perwayangan, dongeng, kalimat-kalimat, lagu, dan lain-lain. Contohnya, berdasarkan elegi ini, kita dapat merefleksikan salah satu cerita pewayangan dalam budaya jawa yang dapat ditarik 3 makna penting, yaitu mengenai kesadaran akan ruang dan waktu, memikirkan secara luas dan mendalam, dan selalu berusaha menggapai logos (tidak berhenti mencari ilmu). Ini baru salah satu dari sekian banyak budaya Jawa yang bisa kita ambil pelajarannya, kita bisa menemukan lebih banyak lagi jika kita mau berpikir.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id