Feb 25, 2011

Elegi Memperbudak atau Diperbudak Bentuk?




Oleh Marsigit

Siswa Pemakai Sepatu:
Aku tidak suka warna dan model sepatu ini, tetapi mengapa saya harus memakainya? Oh iya lupa aku. Bukankah ini kewajibanku untuk selalu memakainya. Adalah Guru yang mewajibkan diriku untuk selalu memakai sepatu ini.

Rumput:
Wahai Siswa Pemakai Sepatu...berarti engkau itu telah diperbudak oleh warna dan model sepatu itu. Artinya, engkau telah diperbudak oleh bentuk Sepatu.

Guru :
Hai Rumput.....jangan asal bicara kau! Memakai sepatu dengan warna dan model seperti ini itu adalah kebijakanku yang aku wajibkan kepada semua anggotaku, agar tercipta keseragaman. Jika semua anggotaku sudah tampak seragam, maka hatiku akan menjadi senang. Ketahuilah bahwa hatiku selalu lebih cenderung merasa senang akan hal-hal yang bersifat seragam. Mengapa? Karena seragam itu lebih mudah dibuatnya, seragam itu lebih murah dibelinya, seragam itu lebih sederhana melayaninya, dan seragam itu lebih mudah mengaturnya.

Rumput:
Wahai Guru...kalau begitu engkau telah memperbudak bentuk Sepatu.

Cemani:
Wah kapan ya aku bisa mengganti HP ku. HP ku itu sudah canggih dan lengkap, tetapi umurnya sudah tiga tahun. Aku agak merasa malu karena tampilannya tertinggal. Jika aku mempunyai uang, maka aku akan beli HP baru yang tampilannya lebih keren.

Rumput:
Wahai Cemani...kalau begitu engkau telah diperbudak oleh bentuk HP.

Penjual HP:
Hai Rumput..jangan asal bicara kau. Mengenalkan produk-produk HP baru itu adalah misiku. Hanya dengan cara demikianlah aku memperoleh keuntunganku.

Rumput:
Wahai Penjual HP... kalau begitu engkau telah memperbudak bentuk HP.

Guru:
Ahh..kenapa mesti RPP harus seperti ini modelnya? Sebetulnya aku tidak merasa cocok dengan model seperti ini? Tetapi kenapa aku harus membuat RPP seperti ini?

Rumput:
Wahai Guru... kalau begitu engkau telah diperbudak oleh bentuk RPP.

Guru Kepala:
Hai Rumput...jangan asal bicara kau. Ketahuilah bahwa membuat RPP dengan model seperti ini itu adalah kebijakanku yang aku wajibkan kepada semua anggotaku, agar tercipta keseragaman. Jika semua anggotaku sudah membuat RPP secara seragam, maka hatiku akan menjadi senang. Ketahuilah bahwa hatiku selalu lebih cenderung merasa senang akan RPP yang bersifat seragam. Mengapa? Karena RPP yang seragam itu lebih mudah dibuatnya, RPP yang seragam itu lebih murah diproduksinya, RPP yang seragam itu lebih sederhana melayaninya, RPP yang seragam itu lebih mudah mengaturnya, dan RPP yang seragam itu lebih mudah melaporkannya.

Rumput:
Wahai Guru Kepala...kalau begitu engkau telah memperbudak bentuk RPP.

Siswa:
Ahh..kenapa mesti soalnya harus seperti ini modelnya? Sebetulnya aku tidak merasa cocok dengan model soal seperti ini? Tetapi kenapa aku harus mengerjakan soal seperti ini? Wah..kalau tidak mau mengerjakan ..ya saya tidak lulus.

Rumput:
Wahai Siswa...kalau begitu engkau telah diperbudak oleh bentuk Soal.

Guru Pembuat Soal:
Hai Rumput...jangan asal bicara kau. Ketahuilah bahwa Soal dengan model seperti ini itu adalah kebijakanku yang aku wajibkan kepada semua siswaku, agar tercipta keseragaman. Jika semua siswaku sudah mengerjakan Soal secara seragam, maka hatiku akan menjadi senang. Ketahuilah bahwa hatiku selalu lebih cenderung merasa senang akan Soal yang bersifat seragam. Mengapa? Karena Soal yang seragam itu lebih mudah dibuatnya, Soal yang seragam itu lebih murah dibuatnya, Soal yang seragam itu lebih sederhana digunakannya, Soal yang seragam itu lebih mudah mengaturnya, dan Soal yang seragam itu lebih mudah mengoreksinya.

Rumput:
Wahai Guru Pembuat Soal...kalau begitu engkau telah memperbudak bentuk Soal.

Cantraka:
Kenapa teorinya harus begitu? Kenapa seakan tidak ada Teori alternatif yang lain. Tetapi saya merasa belum cukup pengetahuanku untuk menanyakan perihal teori-teori yang lain.

Rumput:
Wahai Cantraka...kalau begitu engkau telah diperbudak oleh satu bentuk Teori.

Bagawat:
Hai Rumput...jangan asal bicara kau. Ketahuilah bahwa Teori yang ini itu adalah teoriku yang aku berikan kepada semua cantraka, agar tercipta keseragaman. Jika semua siswaku sudah mempunyai Teorisecara seragam, maka hatiku akan menjadi senang. Ketahuilah bahwa hatiku selalu lebih cenderung merasa senang akan Teori yang bersifat seragam. Mengapa? Karena Teori yang seragam itu lebih mudah dibuatnya, Teori yang seragam itu lebih murah dibuatnya, Teori yang seragam itu lebih sederhana digunakannya, Teori yang seragam itu lebih mudah mengaturnya, dan Teori yang seragam itu lebih menjamin legitimasiku.

Rumput:
Wahai Bagawat...kalau begitu engkau telah memperbudak suatu bentuk Teori tertentu.

Akar Rumput:
Wahai Rumput...aku merasa heran kepadamu. Kenapa engkau selalu bisa saja mengambil kesimpulan atas perbincangan orang-orang itu. Tetapi anehnya kesimpulanmu itu selalu salah satu dari kalau tidak “memperbudak bentuk” ya “diperbudak bentuk”? Bolehkah saya mengetahui apa maksud kesimpulan-kesimpulanmu itu?

Rumput:
Wahai Akar Rumput...aku sedang menyaksikan masyarakat sedang mengalami ketegangan antara kehidupan dan bentuk. Dikarenakan ketegangan itulah aku juga sedang menyaksikan bahwa hampir semua orang yang aku saksikan itu ternyata telah gagal menangkap masa depannya, artinya aku juga masih sedang menyaksikan bahwa krisis multi dimensi itu ternyata masih prevalen dan imanen dalam masyarakat dan bangsa kita.

Akar Rumput:
Apakah ciri-ciri dan sebab pokok dari krisis multidimensi yang melanda bangsa ini?

Rumput:
Ciri-ciri pokok dari krisis mutidimensi adalah Ketidakberdayaan Bentuk. Itulah dampak dari perang yang digelorakan oleh sang Powernow. Ketahuilah bahwa usaha sang Powernow untuk menguasai dunia dengan cara menaklukan negara-negara Dunia Timur dan Dunia Selatan, telah menebarkan konflik tak terkendali. Konflik tak terkendali artinya konflik yang tidak diketahui bagaimana cara mengembangkan managemen mengatasinya.

Akar Rumput:
Contohnya..konflik-konflik apa saja?

Rumput:
Konflik antara wadah dan isinya. Konflik antara bentuk dan substansinya. Konflik antara subyek dan obyeknya. Konflik antar subyek. Konflik antar obyek. Konflik internal subyek. Konflik internal obyek. Konflik antara kebutuhandan perjuangan. Konflik antara baik dan buruk. Konflik antara para baik. Terlebih-lebih konflik antara para buruk. Itulah bahwa bangsa kita sedang dilanda skeptisisme masal.

Akar Rumput:
Apa yang disebut skeptisisme masal?

Rumput:
Skeptisisme masal adalah sikap jenuh, sikap bosan, tidak percaya, tidak semangat, putus asa, frustasi, ingkar janji, berbohong, serba instant, tidak sabar, mudah emosi, tidak toleran, tidak asih, tidak asuh, tidak berkomitmen, tidak berdisiplin, hidup dalam kepalsuan, tidak ada tauladan, kacaunya pedoman, hilangnya jati diri, bersifat tamak, keinginan melebihi kemampuan, hidup parsial, kekerabatan menjadi kebisnisan, artis seni menjadi artis bisnis, tidak mengerti jangka panjang, hanya untuk sekarang dan jangka pendek, memperbudak bentuk, dan diperbudak bentuk.

Akar Rumput:
Apa hubungan antara skeptisisme masal dengan bentuk?

Rumput:
Dikarenakan skeptisisme masal maka semua bentuk menjadi kehilangan makna. Bentuk telah diperbudak, dan bentuk telah digunakan untuk memperbudak. Bentuk telah dimanipulasi. Bentuk-bentuk asli telah dianggap tidak memadai, kemudian digantikanlah dengan bentuk-bentuk baru. Bentuk-bentuk baru yang tidak memadai segera diganti dengan bentuk-bentuk baru lagi, sehingga praktis tidak berbentuk.

Akar Rumput:
Wah aku bingung mengikuti penjelasanmu. Bagaimana contoh konkritnya?

Rumput:
Gotong royong adalah bentuk lama dan sudah digantikan dengan arisan, bahkan arisan mobil. Menabung adalah bentuk lama, bentuk barunya adalah kredit kendaraan. Berkunjung digantikan dengan sms. Kerjasama berubah menjadi kolusi. Ikhlas berdoa berganti dengan berdoa via pulsa. Tenaga kerja manusia diganti dengan tenaga robot. Kebenaran diganti dengan kesepakatan. Kasus besar dialihkan dengan kasus besar lainnya. Pertunjukan wayang semalam suntuk diganti dengan pertunjukan wayang dua jam. Yang penting bisa berkumpul diganti yang penting bisa makan. Mengusir penjajah diganti dengan menjajah bangsa sendiri. Peraturan diganti dengan pendekatan. Haram diubah menjadi halal. Asli diganti asli tetapi palsu. Pendingin es diganti borax atau formalin. Tuntunan diubah menjadi tontonan. Lokal diganti import. Ekspor barang diganti ekspor manusia. Tarian sakral diubah untuk tarian ngamen. Benar diganti dengan yang salah. Salah dibenarkan. Ranah hukum diganti ranah politik. Jelas diganti dengan yang kabur. Dst...

Akar Rumput:
Apa dampaknya?

Rumput:
Dampaknya jelas..hidup dalam ambivalensi dan dalam kepalsuan. Ambivalensi itu adalah disharmoni. Disharmoni itu kacau, tidak tenteram, hitam, sedih, panas, gersang, gerah, unsur-unsurnya syaitan, unsur-unsurnya neraka. Kepalsuan itu artinya hidup seakan-akan atau seperti. Seakan-akan punya. Seakan-akan pandai. Seakan-akan bisa. Seakan-akan ikhlas. Seakan-akan sanggup. Seakan-akan bekerjasama. Seakan-akan resmi. Seakan-akan syah. Seakan-akan ada. Seakan-akan hebat. Seakan-akan benar. Seakan-akan murah. Seakan-akan membantu. Seakan-akan penting. Seakan-akan wakil rakyat. Seakan-akan koalisi. Seakan-akan gratis. Seakan-akan pemimpin. Seakan-akan jujur. Seakan-akan adil. Seakan-akan...dst. Itulah sebenar-benar krisis multidimensi bangsaku itu.

Akar Rumput:
Mengapa masyarakat dan bangsaku bisa seperti itu

Rumput:
Itulah buah karya sang Powernow yang ingin menguasai dunia. Bukankah dia telah sesumbar, bahwa sebelum saatnya menggunakan okol, yaitu senjata pamungkasnya, maka dia akan menggunakan akalnya terlebih dulu untuk menguasai raja-raja dunia timur dan dunia selatan.

30 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Kondisi bangsa sekarang adalah diperbudak dan memperbudak yang lainnya. Bukan setara seimbang dan saling menguntungkan. Dengan perbudakan yaitu memaksakan bentuk kuasa kepada yang lebih lemah maka pikiran kritis pun akan hilang. Orang yang diperbudak oleh orang lain akan kehilangan kebebasannya, kemampuan berfikir kritis dan kreatif, dan kemampuan mengembangkan potensi dirinya. Maka dari itulah kita harus memahami kodrat manusia yang telah ditentukan Tuhan, bahwa yang membedakan tingkatan manusia hanyalah amalan ibadahnya bukan jabatan, bukan tahta, bukan keturunan bangsawan.

    ReplyDelete
  2. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016



    Setiap orang memiliki hak asasi manusia yang harus dihargai dan dijunjung tinggi. Setiap orang tidak bisa dipaksakan kehendaknya agar sesuai dengan kehendak kita. Berdasarkan elegi ini, saya belajar untuk selalu menghargai kehendak dan pikiran orang lain. Saya belajar untuk tidak memperbudak orang dengan ego. Jika nanti saya jadi guru, saya berusaha untuk tidak memperbudak siswa-siswa dengan pikiran, ego, dan powernow.

    ReplyDelete
  3. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Inilah yang sedang terjadi pada kita saat ini. Tanpa kita sadari kita telah diperbudak dan memperbudak buah karya Sang Power Now yang merupakan akibat dari krisis multidimensi. Oleh karena itu, dalam kehidupan ini, kita perlu menempatkan segala sesuatu sewajarnya. Menggunakan dan melakukan segala sesuatu tepat sesuai wadah dan isinya sesuai pada ruang dan waktunya. Mengharmonikan antara kebutuhan dan keinginan, hak dengan kewajiban, dst.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  4. Nur Dwi Laili Kurniwati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Jika ada yang memperbudak pasti ada yang diperbudak. Banyak masyarakat Indonesia yang saat ini telah diperbudak bentuk, yang dipengaruhi perkembangan zaman. Dahulu hp yang dapat digunakan berkomunikasi sudahlah cukup tetapi saat ini masyarakat Indonesia senang sekali bergonta- ganti hp dengan bentuk yang paling baru, yang paling ngetrend, maka masyarakat telah diperbudak bentuk hp. Tidak hanya bentuk hp masyakarakat Indonesia yang semakin konsumtif menandakan bahwa masyarakat telah diperbudak oleh berbagai bentuk barang masa kini. Karena itulah agar tidak terus menerus diperbudak masyarakat harus bisa memilah apa yang diinginkan dan apa yang dibutuhkan.

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum Wr. Wb
    Pengaruh powernow pada kehidupan masyarakat sangatlah besar. Dimana ketika powernow telah menguasai masyarakat maka timbulah suatu disharmoni, semua seakan-akan dalam keadaan baik dan semuanya hanya sebagai tipu muslihat saja. Powernow inilah yang secara tidak langsung memperbudak kita, memperbudak dengan cara yang halus sehingga kita tidak menyadarinya.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    ReplyDelete
  6. Areani Eka Putri
    12301249003
    Pend. Matematika Sub'12

    memperbudak dan diperbudak adalah hal yang kerap terjadi saat ini, ditengan zaman modern banyak hal yang mnyebabkan kedua hal tersebut baik di sekolah, dilingkungan keluarga maupun tempat unum lainnya. disini megajarkan bagaimana menghargai kehendak dan pikiran oranglain. salig mengharai keputusan dan perasaan orang lain sehingga tidak terjadi disharmoni. semua disesuaikan dengan ruang dan waktu, wadah dan isi masing-masing sehingga bisa sama ataupun serasi.

    ReplyDelete
  7. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    tanpa sadar, kebanyakan dari kita telah diperbudak oleh kebendaan. kita bukan lagi menjadi diri kita yang sesungguhnya, tetapi menjadi diri yang diinginkan oleh orang lain, menjadi diri yang dibentuk oleh masyarakat, menjadi diri yang sepenuhnya dikendalikan oleh fenomena Power Now. manusia telah kehilangan dirinya, manusia kehilangan potensinya untuk menjadi subjek, manusia hanya menjadi objek, menjadi budak. hanya mereka yang bisa masuk ke dalam diri, berdialog dengan diri, dan kemudiaan dapat melepaskandiri dari segala bentuk perbudakan kehidupan, lalu ia menjadi manusia merdeka. maka sebenar-benanrnya manusia yang merdeka adalah manusia yang berbuat bukan atas kehendak orang lain tetapi atas kehendak dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  8. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Inilah hebatnya kekuatan dari powernow yang ingin menguasai dunia, akal yang digunakannya sangat licik. Mengambil simpati dengan iming-iming teknologi yang membuat semua orang ingin memilikinya, dengan iming-iming waktu yang terbatas sehingga timbul budaya instan, dengan iming-iming budaya barat yang katanya lebih keren. Sehingga kita harus berhati-hati dengan kekuatan powernow ini kita harus memegang teguh budaya indonesia seperti gotong royong, selain itu kita harus selalu ikhlas agar semua yang kita punya kita syukuri.

    ReplyDelete
  9. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Diperbudak atau memperbudak adalah dua keadaan yang berbeda yang tak bisa dihindari dalam kehidupan ini, diperbudak atau memperbudak bergantung pada sikap kita sendiri. Harus diakui pengaruh sang power now semakin kuat sekarang dengan segala kenyamanan dan kenikmatan yang ia tawarkan sehingga secara sadar ataupun tidak kita telah hidup sebagai budak-budaknya powernow. Untuk itu marilah kita secara bijak dan bersungguh-sungguh mencoba melepaskan diri dari perbudakan powernow yaitu dengan lebih mendekatkan hidup kita kepada Tuhan YME dengan ikhlas berdoa dan meminta petunjukNya.

    ReplyDelete
  10. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Powernow memang sudah merajalela sampai saat ini, sehingga kita telah dipengaruhi dengan sangat mudah. Salah satunya adalah memperbudak atau diperbudak. Bagaimana sang powernow mengelabui kita hingga menjadi manusia yang sangat mudah memperbudak atau diperbudak oleh kekayaan yang kita miliki dan banyak manusia yang terjebak di dalamnya. Maka dari itu marilah untuk selalu berhati-hati atas tindakan powernow yana sekarang mungkin ada disekitar kita.

    ReplyDelete
  11. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Kita mau diperbudak oleh bangsa lain secara terus menerus atau tidak, itu tergantung kepada kita sendiri. Baik secara sadar maupun tidak sang power now telah melebarkan pengaruhnya dalam kehidupan kita. Untuk itu secara bijak marilah bersama-sama kita melepaskan diri dari diperbudak bentuk, bergantilah kita menjadi yang mengendalikan semua dengan baik sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  12. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Pengaruh power now sangat luar biasa dikehidupan kontemporer ini, jika kita kurang bijak kita bisa diperbudak oleh power now. Contoh sederhananya adalah teknologi. Teknologi memang banyak membantu kehidupan kita, namun apabila terlalu dominan bisa melupakan kita akan hal sekitar kita. Jangan mau dikendalikan oleh teknologi, jadikanlah diri kita ini sebagai pengendalinya. Yang kita perlukan adalah menggunakan akal pikiran dan hati spiritual sehingga kita bisa memilih mana yang baik untuk kehidupan kita.

    ReplyDelete
  13. Vety Triyana K
    13301241027
    P. Matematika Int 2013

    Dari elegi ini kita belajar bahwa dalam melihat sesuatu jangalah dari dasarnya saja atau kasat mata saja. Dalami lebih dalam maknanya secara intensive lalu terjemahkanlah. Janganlah cepat mengambil kesimpulan atas apa yang terjadi bisa jadi kesimpulan yang kita masud malah kenyataannya tidak demikian. Sadari diri bahwa manusia memiliki keterbatasan. Ambil hikmah dari setiap kejadian yang ada.

    ReplyDelete
  14. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Fenomena kontemporer atau powernow telah memperbudak masyarakat kita secara tidak langsung. Kita bangsa yang berlandaskan spiritualisme dikuasai oleh para kuasa positivisme. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperbudak, salah satunya melalui perkembangan teknologi yang terus menerus saat ini. Handphone ynag semakin hari semakin canggih dapat menjadi media yang sangat bagus untuk memperbudak. Handphone dapat menjadikan seseorang lupa waktu, sehingga sering lupa kepada Tuhannya.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  15. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Berbicara mengenai ancaman powernow dalam kehidupan sekarang ini tidak akan pernah ada endingnya selama manusia itu sendiri menemui ajalnya karena powernow sudah menjadi suatu hal yang bersifat siklik dalam kehidupan kita dimana dia akan terus ada dan mengambil peran dalam kehidupan dan menjadi sebuah misteri dari ruang dan waktu yang kita jalani yang tidak bisa kita terka terkait dampak yang akan ditimbulkannya dan fenomena yang seperti dijelaskan diatas akan terus berputar selama kita sendiri cerdas dengan memegang prinsip azas kebermanfaatan bagis kemaslahatan umat dalam menggunakan segala macam bentuk karya yang dihasilkan powernow.

    ReplyDelete
  16. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Dalam kehidupan modern yang ada saat ini, maka kita harus mewaspadai, memilah dan memilih hal positif dan negative dari berbagai hal yang diproduksi powernow, senantiasa mengikatkan agama (etika) terhadap perkembangan zaman atau modernisasi pada saat ini guna meningkatkan manusia yang berbudaya dan beradab seperti yang terkandung dalam sila kedua “kemanusiaan yang adil dan beradab”.

    ReplyDelete
  17. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    keinginan manusia telah memperbudak mereka akan bentuk yang mereka inginkan, rasa kekurangan akan suatu bentuk yang telah dimilikinya sehingga manusia terus menerus menginginkan bentuk-bentuk lain yag telah dilihatnya. Penglihatan yang berupa pandangan telah menjadikan manusia lupa akan rasa syukur terhadap sesuatu yang dimilikinya saat ini, sehingga bentuk itu telah mempermudah manusia. dan agar bentuk tidak memperbudak kita akan bentuk-bentuknya yang lain, maka dengan bersyukurlah atas bentuk apa yang kita miliki sekarang.

    ReplyDelete
  18. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Dampak dari power now telah menyebar ke dalam berbagai aspek kehidupan kita. Segala macam teknologi, kemudahan, dan hiburan yang diciptakan oleh power now telah mengubah bentuk budaya dan kebiasaan kita. Bahkan dapat dikatakan bahwa kita telah diperbudak oleh bentuk-bentuk teknologi dan penemuan yang diciptakan oleh power now. Hal ini diakibatkan oleh kekuasaan power now yang selalu diperkuat sementara kita tidak mampu mengendalikan diri. Kehidupan kita yang humanis dan agamis telah bergeser menjadi kapitalis, hedonis, materialis, dan utilitarianis. Menghadapi kenyataan ini, seharusnya kita lebih kritis dalam menghadapi segala permasalahan hidup sehingga tidak mudah terpengaruh oleh keburukan. Mungkin kita tidak akan mampu mengembalikan situasi ini, tetapi akan lebih baik jika kita lebih bijak dalam menghadapinya.

    ReplyDelete
  19. Bismillah
    RatihKartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Salah satu hal yang sedang terjadi sekarang, bahwa manusia sedang diperbudak oleh kapitalisme, hedonism,liberalisme sbgai akibat dari kekuasaan power now. Oleh karena itu kita harus memperkuat sisi spiritualitas kita agar kita tidak terjebak dalam lubang hitam krisis multidimensi akibat paham paham tersebut.



    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  20. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Saat ini bangsa kita sedang dilanda masalah multidimensi. Baik secara langsung maupun tidak langsung, itu adalah efek dari upaya negara adidaya untuk mendominasi dunia, itu adalah cara untuk menaklukkan negara-negara Dunia Timur dan Selatan Dunia dengan konflik menyebar tak terkendali, Sehingga hidup kita sekarang menyebabkan ketidakharmonisan. Hal ini juga dikarena oleh karakter yang lemah, hati dan keyakinan yang mulai lemah. Salah satu dampaknya adalah dengan mudahnya kita dapat diperdaya bahkan diperbudak oleh bentuk, hanya karena bentuk terkadang kita lupa dengan hakekat dari bentuk itu sendiri.

    ReplyDelete
  21. Budi Yanto
    16709251024
    P. Mat S2 Kelas B 2016
    Powernow ingin menguasai segala sisi penjuru dunia baik ekonomi, social, budaya, politik, spiritual, pendidikan, dan lain sebagainya. Menggantikan kearifan local dengan budaya yang dianggap modern. Misalnya mengghilangkan gotong royong digantikan arisan, budaya menabung digantikan kredit, silaturahmi digantikan dengan video call maupun chat media sosial, halal digantikan haram dan haram dijadikan halal, menjajah negri serta rakyat digantikan dengan menjajah pemimpinnya saja, Doa dalam ibadah digantikan doa via chat, kebenaran digantikan dengan kesepakatan dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  22. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Hidup ini selalu melalui perubahan-perubahan dan inovasi karena jelas tidak ada yang abadi. Demikian pula halnya dengan bentuk, bentuk pun mengalami perubahan dan inovasi. Bentuk telah dimanipulasi. Bentuk-bentuk asli telah dianggap tidak memadai, kemudian digantikanlah dengan bentuk-bentuk baru. Bentuk-bentuk baru yang tidak memadai segera diganti dengan bentuk-bentuk baru lagi, sehingga praktis tidak berbentuk. Sebagai contoh bentuk menabung yang merupakan bentuk lama, diubah kedalam bentuk baru berupa kredit kendaraan, bentuk berkunjung digantikan dengan sms, tenaga kerja manusia diganti dengan tenaga robot, kebenaran diganti dengan kesepakatan dan lain sebagainya. Hal ini memberi dampak pada kehidupan menuju arah kepalsuan dan keberpura-puraan.

    ReplyDelete
  23. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Bahwa hidup manusia sekarang terombang-ambing oleh keambiguan yang tidak tentu arah. Tidak mempunyai ketepatan yang pasti. Seperti itulah hidup jika kita tidak memiliki keyakinan yang teguh dan dilandasi dengan agama yang kuat. Sumber dari segala keambiguan itu tidak lain adalah kurangnya spiritual di dalam diri kita. Kita tidak mempunyai keimanan, kita tidak percaya kepada Allah bahwa Allah Maha Mengatur segala urusan hamba-Nya. Intinya kita jangan mudah terusik akan sesuatu yang mempunyai dua mata. Pedoman kita adalah Firman-Nya, bukan kekuatan Power Now atau sejenisnya.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  24. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Dewasa ini kita sedang didera gelombang skeptisisme. Kita mulai memiliki sikap jenuh, sikap bosan, tidak percaya, tidak semangat, putus asa, frustasi, ingkar janji, dan lain sebagainya. Dampaknya adalah kita selalu berusaha untuk memodifikasi bentuk. Tidak puas dengan satu bentuk ke bentuk lain. Berusaha memodifikasi bentuk terus menerus sehingga kita menjadi diperbudak olah bentuk.

    ReplyDelete
  25. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Di sadari atau tidak dampak dari powernow adalah munculnya budaya memperbudak dan diperbudak. Banyak diantara kita tanpa sadar menggunakan kekuatan kita untuk menginjak yang lemah. Padahal secara tidak sadar banyak diantaranya yang juga sedang diperbudak oleh powernow. Maka tetaplah menjadi “waras” di jaman yang sudah dipenuhi dengan ke-“edan”-an

    ReplyDelete
  26. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Bagi saya hidup adalah pilihan,dimana ada baik dan buruk,benar dan salah serta segala macam pilihan yang selalu menghadang perjalanan hidup kita. Oleh karena itu banyak cara yang bisa dilakukan dalam menghadapi hidup,ada yang memilih untuk menjalani hidup dengan sembrono,tetapi ada yang lebih memilih untuk hati-hati,memilih dan memilah perjalanan hidup dengan bijaksana dengan mempertimbangkan akibatnya da membuat hidup tetap hidup.

    ReplyDelete
  27. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Diperbudak artinya tidak merdeka, suatu kondisi dimana mainset kita sudah diatur pikiran lain. Terbatas dalam hal apapun, tidak merdeka, membatasi ruang gerak. Dipebudak tentu saja tidaklah enak, maka supaya kita tidak diperbudak, harus memperkuat iman, jangan mudah terombang ambingkan keadaan, dan atur hawa nafsu kita, jangan sampai pikiran kita dikuasai oleh nafsu, karena nafsu akan membuat ketidakseimbangan antara hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  28. Aprisal
    16709251019
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Assalamu alaikum

    Di kehidupan berbangsa dan bernegara, secara tidak sadar banyak masyarakat yang telah diperbudak ruang dan waktu. Artinya kebanyakan masyarakat sering kali merasa tidak puas, merasa jenuh dengan apa yang dimilikinya sehingga di dalam dirinya selalu muncul rasa untuk memiliki dan menggonta-ganti apa yang telah dimilikinya. Seperti halnya dengan apa yang kita inginkan. Misalnya kita menginginkan handphone baru karena kita ingin mengikuti tren yang sedang berkembang, padahal sebenarnya kita sudah mempunyai handphone yang tidak kalah canggih dengan handphone yang kita inginkan. Hal ini berarti kita telah diperbudak oleh bentuk handphone. Hal ini terkadang membuat kita lupa dengan apa yang diberikan Allah SWT kepada kita, karena sesungguhnya Allah SWT memberikan sesuatu yang kita butuhkan, bukan sesuatu yang kita inginkan.

    Waalaikum salam wr.wb

    ReplyDelete
  29. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Cinta kepada dunia dan cinta kepada Allah, tidak dapat bersatu dalam satu hati selamanya. Selama pikiran manusia tidak mampu menggabungkan dua hal yang saling berlawanan maka tentunya dia juga tidak akan mampu menciptakan kesesuaian di antara fenomena-fenomena kedua hal yang bertentangan itu. Dalam artinya, saat kita mampu menyatukan antara iman dan kekufuran maka kita pun akan mampu menyatukan di antara fenomena keduanya, yaitu para wali Allah dan dunia. Almarhum Kull Ahmad Agha berkata, “Kepincangan kita ialah kita menginginkan materi dan sekaligus menginginkan spiritualitas. Padahal, air manusia Ilahi tidak berada satu parit dengan air dunia. Kita tidak dapat pergi ke rumah Kekasih dengan gabungan materi dan spiritualitas. Karena tidak ada kesesuaian di antara keduanya. Dengan materi kita tidak dapat mengikuti Tuhan.
    Pada khotbah 230, kitab Nahj al-Balaghah, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as menggambarkan orang-orang zuhud dan orang-orang mukmin sebagai berikut, “Mereka adalah orang-orang yang tinggal di dunia namun tidak tahu dunia itu apa. Mereka tinggal di dunia namun tidak seperti penduduk dunia. Mereka ini adalah manusia-manusia tauhid. Mereka senantiasa mengingat Kekasih, hingga tidak sekejap mata pun menaruh perhatian kepada dunia. Mereka datang kemudian pergi, dan benar-benar tidak tahu zaman apa yang datang kepada mereka, dan apa yang menimpa mereka!”

    ReplyDelete
  30. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Obyek adalah budak dari subyek. Obyek tidak bisa bebas untuk menentukan dan memutuskan sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Secara sadar ataupun tidak, dia terikat oleh aturan yang dibuat oleh subyek. Sebagai contoh dewasa ini manusia sangat terikat dengan teknologi seperti smartphone. Tidak bisa dibayangkan bila satu hari saja tidak memegang smartphone tersebut. Dengan demikian dia telah menjadi budak dari teknologi tersebut.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id