Sep 20, 2010

Elegi Pemberontakan Para Logos




Mengingat pentingnya Elegi ini maka sengaja saya postingkan kembali:

Oleh Marsigit

Hati:
Aku sedang menyaksikan para logos mulai beraktivitas. Beberapa diantara mereka beraktivitas sesuai batas-batasnya, tetapi aku melihat sebagian diantara mereka mulai melampaui batas-batasnya. Aku ingin mengetahui apa sebetulnya yang terjadi pada logos-logos itu. Wahai para logos, apakah yang terjadi pada dirimu sehingga engkau kelihatan gelisah serta ada diantara engkau malah beraktivitas melampaui batas-batasmu.

Logos1:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah dirimu. Maka engkaulah, yaitu engkau hati, sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku merasa tertantang untuk mengetahui semua relung hatiku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti hatiku. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos2:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah irrasional. Maka irrasional adalah sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku merasa tertantang untuk mengetahui semua yang irrasional, walaupun aku tahu bahwa irrasional itu tidak rasional. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang irrasional. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos3:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah ghaib. Maka ghaib adalah sebenar-benar merupakan tantanganku. Ketika aku menginginkan bertemu dengan ghaib maka dia itu tidak mau memunculkan diri. Padahal aku ingin mengetahui semuanya tentang yang ghaib itu.Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti yang ghaib. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos4:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah mimpi. Maka engkaulah mimpi itulah sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku ingin mengetahui semua mimpi. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti mimpiku. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos5:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah awal. Maka awal sebenar-benar merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti awal. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos6:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah akhir. Maka akhir itulah sebenar-benar merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang akhir. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos7:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya jauh tak hingga. Maka jauh tak hingga merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang jauh tak hingga. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos8:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya dekat tak hingga. Maka dekat tak hingga merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti dekat tak hingga. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos9:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah diriku . Maka diriku merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang diriku sendiri. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos10:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah noumena . Maka noumena merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang noumena. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.
Logos11:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah dibalik penampakan. Maka dibalik penampakan merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang dibalik penampakan. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos 12:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah nasib. Maka nasib merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang nasib. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos13:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah arwah. Maka arwah merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang arwah. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Hati:
Cukup...cukup. Wahai para logos. Rupa-rupanya engkau semua telah lancang terhadapku. Engkau telah menyalah gunakan kepercayaanku terhadapmu. Bahkan sebagian darimu telah melakukan hal-hal di luar batas-batasmu. Maka sebenar-benar dirimu semua aku kutuk. Terkutuklah engkau semua. Engkau semua sebenar-benarnya bukanlah logos. Engkau semua adalah mitos-mitos. Ketahuilah bahwa hatiku selalu waspada mengamati gerak-gerikmu. Engkau semua telah menjelma menjadi mitos, dikarenakan kesombonganmu akan gelarmu selama ini sebagai logos. Aku benar-benar menyesal telah memanjakanmu semua. Maka sekali lagi, tidak adalah logos-logos itu di hadapanku. Yang ada di hadapanku semua itu adalah mitos.mitos. Dengarkanlah wahai semua mitos-mitos, lihatlah diriku. Aku sekarang ini sedang marah besar terhadapmu semua. Dan sekaranglah saatnya aku harus mengambil sikap tegas terhadapmu. Maka enyahlah semua dari hadapanku. Aku tidak sudi bergaul dan berkomunikasi denganmu. Enyahlah...enyahlah segera.

Para mitos (jelmaan logos):
Wahaha..haha. Ketahuilah engkau yang mengaku sebagai hatiku. Kuman disebarang lautan tampak, sedangkan gajah di pelupuk mata tidaklah tampak. Aku juga tidak lagi mempercayaimu. Ketahuilah bahwa engkau juga telah membuktikan di hadapanku, bahwa engkau itu sebenarnya bukanlah hatiku yang sebenarnya. Dengan kemarahanmu itu, maka telah masuklah ke dalam dirimu seekor syaitan. Maka tiadalah dirimu itu, kecuali sebuah hati yang telah berubah menjadi seekor syaitan. Maka dengarkanlah wahai syaitan. “Dengarkanlah wahai syaitan, lihatlah diriku. Aku sekarang ini sedang marah besar terhadapmu semua. Dan sekaranglah saatnya aku harus mengambil sikap tegas terhadapmu. Maka enyahlah engkau dari hadapanku. Aku tidak sudi bergaul dan berkomunikasi denganmu. Enyahlah...enyahlah segera”.
Wahaha..haha. Kenapa engkau kelihatan pucat pasi, padahal kalimatku yang terakhir itu hanya pura-pura. Aku sebetulnya hanya menirukan gayamu saja. Maka munafiklah engkau syaitan. Wahai syaitan, ketahuilah bahwa tidaklah pada tempatnya bahwa syaitan itu bermusuhan dengan mitos-mitos. Menurutku, antara syaitan dengan mitos itu pastilah harus bekerja sama. Maka renungkanlah. Renungkanlah kembali sebelum engkau menyesal dikemudian hari.

Syaitan (jelmaan hati):
Wah ..maafkan wahai para mitos. Aku tidak menyangka kalau telah bertemu dengan sahabat sejatiku. Engkau para mitos itu adalah sahabat sejatiku. Maka tiadalah aku akan bertindak semena-mena terhadap dirimu itu. Sekali lagi maafkanlah.

Akar rumput:
Aku sedang menyaksikan kejadian luar biasa. Ada orang tengah sombongnya berjalan di muka bumi. Setelah aku amati, ternyata dia adalah para mitos dan sahabatnya, syaitan. Ya Tuhan, ampunilah diriku. Ampunilah dosa-dosa orang yang telah berbuat dhalim di muka dunia ini. Tiadalah daya upayaku, kecuali hanyalah diri Mu yang mampu menghancurkan syaitan-syaitan itu.

Syaitan dan mitos:
Oauit...kenapa kakiku ini. Aneh pula kakiku ini. Tidak ada sebab, kenapa kakiku kemasukkan duri. Ak lihat jalannya lurus dan bersih. Oauit...terasa sakit sekali. Wahai mitos, kenapa kaki kita kemasukkan duri dan dari mana duri itu?

Mitos:
Maafkanlah syaitan, aku sekarang bukan menjadi logos lagi. Aku telah engkau kutuk menjadi mitos. Maka aku tidak lagi bisa berpikir kritis. Maka maafkanlah aku. Karena aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu. Aku merasa malu sekali mengapa hanya persoalan sepele seperti ini aku tidak bisa memikirkan. Kenapa aku tidak tahu asal usul duri ini. Padahal sebelum engkau kutuk aku telah sesumbar dan menantang dan memberontak terhadap hati bahwa aku ingin menantang semuanya yang ada dan yang mungkin ada sampai batas pikiranku. Sekali lagi maafkan aku. Aku tidak akan mengulangi perbuatanku lagi. Aku betul-betul menyesal telah berbuat dholim di muka bumi ini. Maka wahai hatiku maafkanlah diriku.

Hati (setelah syaitan menghilang):
Iba rasa hatiku wahai saudaraku. Wahai engkau logos-logosku. Aku telah menyaksikan engkau telah kembali menghampiriku. Ingin menitikkan air mata rasanya diriku itu melihat engkau semua telah menyadari kesalahan-kesalahanmu. Demikian pula aku. Mohon maafkanlah diriku, karena aku juga telah terbawa emosi sehingga aku sempat dihampiri syaitan. Aku juga menyesal telah mengutukmu. Maka sebetul-betulnya hatiku adalah doaku, sedangkan hatiku itu adalah teman bagi logos-logosku yang mengetahui batas-batasnya. Marilah kita kembali menetapkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan YME, dengan senantiasa selalu berdoa dan mohon ampun atas segala dosa-dosa kita. Semoga Tuhan mengabulkan semua doa-doa kami. Amien.

Orang tua berambut putih:
Aku telah menyaksikan semua kejadianmu itu. Aku ingin katakan bahwa aku tidak bisa berkata. Kalimat kontradiksiku itu merupakan lambang bagi kehadiranku, yaitu bahwa aku hadir walaupun tidak engkau panggil. Maka renungkanlah.

16 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Logos adalah berfikir kritis sedangkan mitos adalah mengiktui dan melampaui batasnya. Logos berteman dengan pengetahuan, sedangkan mitos berteman dengan syaitan. Karena orang-orang yang terjebak dalam mitos tidak mampu berfikir, hanya menjadi patung, hanya mengikuti tanpa tahu alasannya, dan melampaui batas sehingga menutupi sifat orang lain. Maka sungguh, pencarian pengetahuan dan berdoa secara kontinu kepada Allah SWT harus terus dilaksanakan, kemudian sebagai bentuk rasa syukur atas pengetahuan yang diberikan Allah SWT maka berbagilah dalam bentuk apapun. Inilah yang membuktikan bahwa diri kita berada di dalam logos.

    ReplyDelete
  2. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kesombongan akan menutup ilmu- ilmu kita, kesombongan akan menutup kemampuan berpikir kritis, sebagaimana kesombongan mengubah logos menjadi mitos. Kemarahan akan mengotori hati kita, kemarahan akan menutup hati kita untuk bersabar, sebagaimana kemarahan mengubah hati menjadi syaitan. Maka tidaklah boleh kita sombong akan ilmu yang telah kita miliki. Karena kesombongan hanyalah akan menutup ilmu- ilmu kita. Karena kesombongan hanya akan menutup daya kritis kita.

    ReplyDelete
  3. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Dari elegi di atas diceritakan tentang seorang berilmu yang berusaha menggapai segala ilmu pengetahuan tapi tidak menggunakan hatinya sebagai komandan dalam berpikir sehingga lahirlah kesombongan dalam dirinya karena terlalu mengutamakan kemampuan pikirnya,dengan berkata dengan sombong bahwa telah banyak berjuang mengalahkan para mitos, dan akan terus berjuang untuk menundukkan semua yang ada dan yang mungkin ada yang dianggap menjadi tantangannya. Inilah yang akan membuat para logos terjerumus dan akan bertransformasi menjadi anggota para mitos.
    Oleh karena itu dalam usaha mencari sebuah ilmu milikilah hati yang jernih dan selalu bersandar pada kuasa Tuhan YME melalui ikhlas dalam berusaha dan berdoa.

    ReplyDelete
  4. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Dari elegi ini menggambarakan bahwa dalam berpikir harus ada batasan. Batasan nya adalah iman dan takwa (keyakinan). Karena ada hal-hal yang seharusnya tidak kita pikirkan tapi kita rasakan dan kita yakini dalam hati. Ilmu yang kita pikirkan dapat mempengaruhi hati juga karena bila kita memaksakan berpikir diluar jangkauan maka hal yanga ada dihati akan melemah karena kita membuat kontradiksi antara keduanya. Selain itu jika kita pikiran dan hati goyah maka syaitan akan mudah merasukin kita sehingga kita akan percaya kepada mitos-mitos. Jadi dalam hidup ada sesuatu yang harus kita yakini dan ada sesuatu yang kita harus berpikir dahulu agar kita tidak tersesat dalam menjalani hidup ini dengan mneggunakan pikiran, hati serta ilmu agar menjadi padu.

    ReplyDelete
  5. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Logos dapat diartikan sebagai pola berpikir kritis. Oleh karena itu, kita harus mampu menjelaskan apa yang dipikirkan sesuai dengan apa yang kita ketahui dengan bahasa yang mudah dipahami orang lain, sehingga kita selalu berada di dalam logos dan terhindar dari kesombongan yang bisa saja menutup kemampuan berpikir kritis yang kita miliki.

    ReplyDelete
  6. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Ilmu yang kita peroleh dapat mendatangkan kebaikan kepada kita juga dapat mendatangkan keburukan. Kebaikan datang apabila kita memanfaatkan ilmu itu sebaik-baiknya untuk berbagi, dan selalu merasa bahwa ilmu yang kita miliki belumlah seberapa. Banyak sekalia kekurangan yang kita miliki. Untuk itu kita harus terus belajar, belajar dan belajar. Sedangkan ilmu yang kita miliki dapat mendatangkan keburukan apabila kita berlaku sombong. Itulah godaan setan yang menyesatkan. Itulah mitos. Maka selalulah berdoa untuk memohon perlindungan dari godaan setan.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  7. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Logos disini adalah ilmu pengetahuan dimana sebenar-benar ilmu haruslah bermnafaat jika tidak maka ilmu itu sendiri yang kita dapatkan masih menjadi mitos. dan mitos sendiri sangat rentan dipengaruh oleh bisikan syaitan jadi dari elegi ini mewasiatkan sebuah kepada petuah kepada kita motif yang harus divisikan dalam mencari ilmu tiada lain tiada bukan untuk kebermanfaat bagi dunia dan akhirat. Amin

    ReplyDelete
  8. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Ada hal-hal yang seharusnya tidak kita pikirkan tapi kita rasakan dan kita yakini dalam hati, seperti perkara ghaib dan hal-hal yang bersifat perasaan. Bila kita memaksakan berpikir diluar jangkauan maka hati atau iman kita rawan terkena godaan setan. Jadi dalam hidup ada sesuatu yang harus kita yakini dan ada sesuatu yang kita harus berpikir dahulu agar kita tidak tersesat dalam menjalani hidup ini.

    ReplyDelete
  9. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Kita sebagai manusia memiliki batasan. Kita tidak akan mampu memikirkan hal-hal yang berada di luar batas kemampuan kita, seperti memikirkan hal-hal yang menyangkut hati, irasional, takdir, gaib, noumena, dan lain sebagainya. Kita harus menyadari batasan tersebut agar tidak menjadi sombong. Apabila kita sombong, merasa bisa melebihi batas tersebut, merasa bisa menguasai semuanya dengan ilmu, maka logos akan terancam berubah menjadi mitos. Hal tersebut tentu akan membahayakan diri. Begitu pula dengan hati, jika kita tidak mapu menjaga hati untuk tetap bersih, hati kita juga akan terancam oleh mitos, yaitu terpengaruh oleh hal-hal yang mengarah pada perilaku setan. Nauzubillahimindzalik. Maka kita harus senantiasa menyadari keterbatasan kita sebagai manusia dan juga selalu memohon perlindungan Allah SWT dari godaan setan.

    ReplyDelete
  10. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Sekali-kali ilmu itu bisa menjadi tidak bersesuaian lagi dengan hati. ketika logos atau penegtahuan itu pada awalnya untuk menciptakan kebaikan, hatilah yang menjadi landasannya. Namun ketika pengetahuan sudah melampaui batas dengan menciptakan kerusakan dimuka dikarenakan keegoisan dan dan kesombongannya. Pengetahuan telah menjadi nafsu jahat dan terus ingin menguasai. Padaha pengetahuan itu sebenarnya telah terlahir dari rahimnya hati dan diciptakan untuk kebaikan. Maka terkutuklah pengetahuan itu ketika telah melupakan hati sebagai induknya. Maka sebaik-baik ilmu itu adalah tetap mengekor kepada hati agar kebahagiaan tetaplah terjaga.

    ReplyDelete
  11. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sebaiknya dalam menuntut ilmu yang paling utama adalah adanya rasa ikhlas, ikhtiar dan berdoa. Untuk masalah yang pada ujung-ujungnya kita tidak mengerti apa-apa bukanlah menjadi persoalan karena memang ketika kita mempunyai wawasan yang luas, maka kita akan sadar bahwa antara satu hal dengan hal yang lainnya itu dapat saling berkontradiksi namun memunyai nilai kebenaran yang sama, sehingga pada akhirnya muncullah ungkapan bahwa pada akhirnya aku tidak mengerti apap-apa. Dalam hal ini yang penting adalah para logos sudah berikhtiar secara maksimal untuk dapat meningkatkan keilmuannya. Mengenai hasil akhirnya maka kita serahkan kepada Allah SWt.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  12. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Hal yang tersulit adalah mengalahkan hawa nafsu diri sendiri. Untuk menggapai sebuah kesuksesan ada banyak tantangan yang kita harus lalui dan lewati. Namun justru tantangan yang datang dari diri sendiri itulah yang lebih sulit, tantangan mengalahkan mimpi, tantangan mengalahkan hawa nafsu. Hal-hal tersebutlah yang sering dimanfaatkan oleh syaitan untuk membawa para makhluk kedalam suatu kesombongan. Oleh karena itu selalulah berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT agar hati kita terhindar dari bisikan syaitan yang terkutuk. Amin.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  13. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    dalam berpikir haruslah ada batasan. Batasan nya adalah iman dan takwa. Karena ada hal-hal yang seharusnya tidak kita pikirkan tapi kita rasakan dan kita yakini dalam hati. Bila kita memaksakan berpikir diluar jangkauan maka iman akan melemah karena kita membuat kontradiksi yang banyak dan tak terjawab yang hal ini justru bisa membuat kita jatuh pada godaan syetan yang terkutuk yang bisa berupa justru kita malah mempercayai mitos. Maka kita harus berhati-hati dalam menjaga logos dan hati kita, karena hal tersebut sangat dekat dengan mitos dan syetan. Ilmu tanpa hati akan menyebabkan sesat. Hati tanpa ilmu akan menyebabkan buta.

    ReplyDelete
  14. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menuntut ilmu adalah suatu kewajiban. Dalam mencari ilmu kita banyak sekali mempertanyakan sesuatu. Kita harus berhati-hati ketika mencari jawaban dari pertanyaan kita agar tidak tergoda oleh syaitan yang akan menjerumuskan kita ke jalan yang salah. Maka ketika menuntut ilmu perlu disertai doa kepada Tuhan YME.

    ReplyDelete
  15. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Dalam menuntut ilmu, manusia juga memiliki batasan-batasan yang tidak mampu dijangkau oleh akal dan pikiran. Disanalah peran Tuhan diletakkan. Apa yang tidak sampai dalam batas pikiran manusia adalah hal-hal bersifat absolut yang sudah ditetapkan oleh Tuhan. Untuk itu tentu baiknya kita mampu memilah-milah kebaikan dalam upaya menuntut pengetahuan, agar dalam hidup tidak terjebak oleeh mitos dan keburukan.

    ReplyDelete
  16. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Dalam kehidupan, manusia dihadapkan dengan berbagai permasalahan. Dan permaslahan yang dihadapi hanya dapat diselesaikan dengan ilmu. Oleh karena itu manusia diharuskan terus berfikir melakukan tesis dan antitesis agar dalam kehidupannya tidak terjebak dengan mitos. Karena sifat mitos yang menyesatkan sehingga diharapkan dengan terus berfikir dan mensintesis mitos-mitos tersebut dapat dirubah menjadi logos atau ilmu pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id