Jul 31, 2010

Elegi Perbincangan Para Banyak

Oleh Marsigit
(Khusus untuk perbincangan filsafat, dan bukan untuk referensi langsung ke pembelajaran matematika)

Para banyak:
Wahai orang tua berambut putih, sebentar dulu...janganlah tergesa pergi... Aku para banyak masih ingin menyampaikan pemikiranku kepadamu. Selama ini tiadalah orang itu peduli terhadapku dan terhadap para anggotaku. Tetapi aku selalu tertimpakan oleh pemikiran, sikap dan perbuatan mereka. Kalau yang lain juga sudah menyampaikan pemikiran melalui berbagai forum misalnya konferensi, seminar,perbincangan, dst, maka kami juga ingin melakukan hal yang sama.



Orang tua berambut putih:
Oh engkau para banyak. Aku minta maaf belum bisa memberimu kesempatan untuk menyampaikan pemikiranmu dan para anggotamu. Sebetulnya aku untuk sementara akan off dulu, untuk memberikan kesempatan para subyek dan para obyek merenungkan pemikirannya. Tetapi ternyata engkau telah mendatangiku. Baiklah, silahkan.

Satu:
Kenalkan, aku adalah satu. Satu adalah anggota dari para banyak. Tiadalah banyak itu tanpa pernah dimulai dari diriku. Satu itu bukanlah satu. Oleh karena satu itu bukan satu, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan satu. Padahal engkau tahu bahwa satu itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan satu di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan satu buku, satu pensil, satu guru, satu siswa, satu lautan, satu bicara, satu pikiran, satu pendapat, satu tingkat, satu dimensi, satu dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa satu itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar satu, yaitu bahwa satu adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Dua:
Kenalkan, aku adalah dua. Dua adalah anggota dari para banyak. Dua itu bukanlah dua. Oleh karena dua itu bukan dua, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan dua. Padahal engkau tahu bahwa dua itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan dua di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan dua buku, dua, pensil, dua guru, dua siswa, dua lautan, dua bicara, dua pikiran, dua pendapat, dua tingkat, dua dimensi, dua dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa dua itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar dua, yaitu bahwa dua adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Tiga:
Kenalkan, aku adalah tiga. Tiga adalah anggota dari para banyak. Tiga itu bukanlah tiga. Oleh karena tiga itu bukan tiga, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan tiga. Padahal engkau tahu bahwa tiga itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan tiga di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan tiga buku, tiga pensil, tiga guru, tiga siswa, tiga lautan, tiga bicara, tiga pikiran, tiga pendapat, tiga tingkat, tiga dimensi, tiga dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa tiga itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar tiga, yaitu bahwa tiga adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Empat:
Kenalkan, aku adalah empat. Empat adalah anggota dari para banyak. Empat itu bukanlah empat. Oleh karena empat itu bukan empat, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan empat. Padahal engkau tahu bahwa empat itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan empat di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan empat buku, empat pensil, empat guru, empat siswa, empat lautan, empat bicara, empat pikiran, empat pendapat, empat tingkat, empat dimensi, empat dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa empat itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar empat, yaitu bahwa empat adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Lima:
Kenalkan, aku adalah lima. Lima adalah anggota dari para banyak. Lima itu bukanlah lima. Oleh karena lima itu bukan lima, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan lima. Padahal engkau tahu bahwa lima itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan lima di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan lima buku, lima pensil, lima guru, lima siswa, lima lautan, lima bicara, lima pikiran, lima pendapat, lima tingkat, lima dimensi, lima dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa lima itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar lima, yaitu bahwa lima adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Banyak:
Kenalkan, aku adalah banyak. Banyak adalah anggota dari para banyak. Banyak itu bukanlah banyak. Oleh karena banyak itu bukan banyak, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan banyak. Padahal engkau tahu bahwa banyak itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan banyak di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan banyak buku, banyak pensil, banyak guru, banyak siswa, banyak lautan, banyak bicara, banyak pikiran, banyak pendapat, banyak tingkat, banyak dimensi, banyak dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa banyak itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar banyak, yaitu bahwa banyak adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Para banyak:
Kenalkan, aku adalah para banyak. Para banyak adalah anggota dari para banyak. Para banyak itu bukanlah para banyak. Oleh karena para banyak itu bukan para banyak, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan para banyak. Padahal engkau tahu bahwa para banyak itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan para banyak di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan para banyak buku, para banyak pensil, para banyak guru, para banyak siswa, para banyak lautan, para banyak bicara, para banyak pikiran, para banyak pendapat, para banyak tingkat, para banyak dimensi, para banyak dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa para banyak itu ada para banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar para banyak, yaitu bahwa para banyak adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Orang tua berambut putih:
Lantas, apa masalahmu jika engkau semua telah menyampailkan pemikiranmu?

Para banyak:
Yang menjadi masalah adalah sulitnya manusia memahami tentang satu bukanlah satu, dua bukanlah dua, tiga bukanlah tiga, empat bukanlah empat, lima bukanlah lima, dan banyak bukanlah banyak, serta para banyak bukanlah para banyak.

Orang tua berambut putih:
Apa pentingnya memahami hal yang demikian itu?

Para banyak:
Jika mereka belum memahami para banyak maka mereka akan mengalami kesulitan untuk memahami obyek yang bicara, mengalami kesulitan untuk memahami subyek yang menjadi obyek, mengalami kesulitan untuk memahami obyek yang menjadi subyek, mengalami kesulitan untuk memahami kuasa yang dikuasai, mengalami kesulitan untuk memahami yang ada dan yang mungkin ada, mengalami kesulitan untuk memahami tetap yang berubah, mengalami kesulitan untuk memahami berubah yang tetap, mengalami kesulitan untuk memahami benar yang salah, mengalami kesulitan untuk memahami salah yang benar, mengalami kesulitan untuk memahami baik yang buruk, mengalami kesulitan untuk memahami buruk yang baik, mengalami kesulitan untuk memahami awal yang tidak berawal, mengalami kesulitan untuk memahami akhir yang tidak berakhir, mengalami kesulitan untuk memahami pertanyaan yang bukan pertanyaan, mengalami kesulitan untuk memahami reduksi menuju kelengkapan, mengalami kesulitan untuk memahami kelengkapan yang tereduksi, mengalami kesulitan untuk memahami hidup yang mati, mengalami kesulitan untuk memahami mati yang hidup, mengalami kesulitan untuk memahami dunia di syurga, mengalami kesulitan untuk memahami syurga di dunia, mengalami kesulitan untuk memahami dunia di neraka, mengalami kesulitan untuk memahami neraka di dunia, mengalami kesulitan untuk memahami logosnya mitos, mengalami kesulitan untuk memahami mitosnya logos, mengalami kesulitan untuk memahami pikiran di hati, mengalami kesulitan untuk memahami hati di pikiran, mengalami kesulitan untuk memahami guru sebagai siswa, mengalami kesulitan untuk memahami siswa sebagai guru, mengalami kesulitan untuk memahami hakekat dibalik penampakan, mengalami kesulitan untuk memahami elegi-elegi, mengalami kesulitan untuk memahami merterjemahkan dan diterjemahkan, mengalami kesulitan untuk memahami memperbincangkan segala yang ada dan yang mungkin ada, mengalami kesulitan untuk memahami fatamorgana, mengalami kesulitan untuk mengenali para mitos, dan mengalami kesulitan untuk mengenali musuh-musuh hati.

Orang tua berambut putih:
Wahai para banyak. Sungguh mulia hatimu itu. Sungguh agung pemikiranmu itu. Semoga pemikiran-pemikiranmu itu dapat dibaca oleh para logos, sehingga para logos itu bisa selalu mengatasi para mitos-mitosnya. Mudah-mudahan uraianmu ini juga bisa menjadi jawaban dan solusi bagi yang masih kesulitan memahami elegi-elegi. Dan semoga apa yang telah engkau sampaikan dapat mencerdaskan kita semua dan menambah iman dan taqwa kita kepa Allah SWT. Amien.

25 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Banyak meliputi banyak hal. Satu dapat difenisikan banyak jika satu rumah, satu orang, satu guru, satu mobil, satu motor, dan satu lainnya hingga tak dapat kita menyebutkan semuanya. Begitu pula dengan siswa, siswa memiliki banyak berkenaan denga segala yang ada dan yang mungkin ada, siswa mengerti, siswa bingung, siswa frustasi, siswa bahagia, siswa pintar, siswa bodoh, siswa kurang pintar, dsb. Maka semua hal yang terkait ada dan yang mungkin ada dapat dijabarkan ke dalam banyak hal. Maka pemikiran kritis tentang apa saja penjabaran banyak menjadi salah satu bukti bahwa kita berusaha menggapai logos.

    ReplyDelete
  2. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Satu bukanlah satu, dua bukanlah dua, banyak bukanlah banyak. Pikiran kita kadang terlalu kaku sehingga menganggap bahwa itu adalah itu, ini adalah ini. Padahal banyak hal yang terlihat tidak hanya seperti yang terlihat, yang terdengar tidak hanya seperti yang terdengar, yang ada tidak hanya yang ada. Jika kita melihat meja hanya pada permukaanya kita bisa mengatakan meja itu bersih, tetapi belum tentu jika kita melihat dari bawah. Sebagaimana satu itu tidak hanya satu. Ada satu meja, satu kursi, satu bunga, san satu- satu yang lain, maka satu bukanlah satu. Sebagaimana dalam memahami ilmu- ilmu lain termasuk membaca elegi- elegi ini, kita harus membuka pemikiran kita seluas- luasnya, membuka pemiliran kita agar semakin kritis dan melihat tidak hanya dari yang terlihat.

    ReplyDelete
  3. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Seandainya kita selalu menyadari bahwa sebenarnya satu itu bukanlah satu, tetapi dapat dikatakan bahwa satu itu ada banyak tak terhingga dan sebenar-benar satu adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak, maka sesungguhnya kita tidak akan pernah mengeluh dengan pemberian dari Allah SWT, tetapi kita akan selalu bersyukur meski yang kita miliki itu adalah satu.

    ReplyDelete
  4. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Dari membaca elegi di atas saya mengambil sebuah makna bahwa sesungguhnya apa yang dipikirkan oleh manusia terkadang berbeda dengan kenyataannya atau apa yang dipikirkan manusia terlalu terbatas tanpa mengetahui bahwa tenyata masih banyak hal yang tersimpan dari pikiran manusia tentang sesuatu tersebut, karena itu hendaknya kita sebagai manusia mampu berpikir secara intensif dan ekstensif dengan melihat dari berbagai sudut pandang agar dapat melihat dan memahami sesuatu hal dengan makna yang lebih luas

    ReplyDelete
  5. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Suatu permasalahan yang sama akan menjadi berbeda bila sudut pandangnya berbeda. Setiap manusia yang memiliki akal dan pikiran dalam memandang sesuatu. Segala apapun itu dapat bermanfaat buat orang lain. Karena kita ada disebabkan seberapa banyak manfaat yang dapat diambil orang lain dari kita dalam mejalani kehidupannya. Oleh karena itu, dalam menghadapi berbagai masalah di kehidupan sehari-hari, kita hendaknya berpikir apakah pikiran kita itu sama dengan permasalahannya atau itu hanya sebatas prasangka saja. Dalam melihat permasalahan, kita hendaknya melihat dari berbagai sudut pandang hanya hanya satu sisi saja.

    ReplyDelete
  6. Hanif Anandita Widagusti
    13301244008
    Pendidikan Matematika C 2013

    Satu bukanlah satu, dua bukanlah dua, tiga bukanlah tiga, ... , banyak bukanlah banyak. Memahami bahwa yang terlihat bukan berarti seperti apa yang terlihat. Karena yang tidak terlihat lebih memiliki banyak arti. Seperti gunung es yang terlihat kecil namun menyembunykian bagian besarnya dibawah laut, seperti gunung meletus yang mengeluarkan sedikit laharnya tanpa memeperlihatkan lahar yang tesembunyi di dalamnya. Sehingga pentingnya memahami sesuatu peristiwa tidak hanya melihat dari satu bagian saja, karena masih ada begitu banyak bagian yg tidak terlihat dari peristiwa tersebut.

    ReplyDelete
  7. Khintoko Intan Permatsari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dari elegi diatas, satu bukanlah satu, dua bukanlah dua, hingga banyak bukanlah banyak, membuka mata dan pikiran saya bahwa apa yang dilihat bisa saja palsu. Bahwa satu ternyata tidaklah hanya satu. Sering yang terlihat itu hanya luarnya saja sehingga apa yang dilihat adalah sebuah kebenaran yang semu. Sehingga pentingnya untuk melihat sesuatu tidak hanya dari satu arah tetapi dari berbagai sudut pandang agar mengetahui apa yang ingin diketahui secara menyeluruh.

    ReplyDelete
  8. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Untuk memahami elegi-elegi yang ada tidak bisa dipahami dengan sekali baca. Dibaca berulang kali dan direnungkan. Itulah tanda keterbatasan kita sebagai manusia, memilki kerkurangan, maka hendaknya janganlah kita berlaku sombong. Dalam filsafat yang merupakan olah pikir obyeknya semua yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada di pikiran maupun yang ada di kenyataan.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  9. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Satu kata dapat memiliki banyak makna. Satu permasalahan dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Begitu pun ketika mencoba memahami elegi, boleh saja melihatnya dari berbagai sudut pandang. Maka pendapat seseorang tentang elegi akan banyak perbedaan dengan yang lain karena mencoba memahami dari sudut pandang tertentu dan banyak sudut pandang.

    ReplyDelete
  10. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Satu, dua, tiga, banyak adalah simbol yang menjadi bermakna saat dikenai konteks. Satu ada tak hingga, begitu juga dua, tiga dan bayak. Maka kita tidak boleh gegabah dalam berpikir, harus dipahami dulu apa dan bagaimana maksud dari simbol itu. Apabila tidak berhati-hati maka kita akan terjebak pada mitos.

    ReplyDelete
  11. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Setiap manusia memiliki pandangan yang berbeda dalam menilai dan berbuat akan suatu hal. Dengan kata lain, cara pandang kita belum tentu sama dengan cara pandang orang lain dan belum tentu juga seperti yang kita harapkan. Kita harus lebih membuka hati dan pikiran kita untuk memahami hal-hal secara menyeluruh. Selain itu, kita juga harus memandang sesuatu dari sudut pandang yang berbeda agar kita bisa memahami hakekat dari hal tersebut.

    ReplyDelete
  12. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Para banyak itu dilihat dari sisi kuantitas, jamak, tidak tunggal. Tunggal itu adalah Tuhan, jamak itu adalah ciptaannya, manusia, hewan, tumbuhan, planet, dsb. Lebih dalam lagi ternyata dalam diri manusia juga tersusun dari para banyak, yaitu sel, kromosom, dll. Maka semua hal di dunia ini tersusun dari para banyak yang tak terhitung banyaknya. Maka kenapa kita tidak bersyukur para banyak dalam diri manusia itu dapat hidup saling berdampingan dengan teraturnya. Bisa dibayangkan jika para banyak itu saling bermusuhan, maka tubuh kita mungkin tidak akan sempurna. Sama seperti manusia, para banyak juga berlaku pada ide setiap manusia, maka ide pun juga para banyak. Bermacam-macam pendapat dapat membuat perselisihan karena pemikiran yang berbeda. Sehingga walaupun banyak pemikiran, kita harus saling menghormati satu dengan yang lain.

    ReplyDelete
  13. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Insan seperti kita terkadang keliru dalam pemaknaan sesuatu subyek dan obyek di kehidupan. Karena mereka terkadang melihat bahwa ia hanya bisa melakukan itu, bukan dengan kata bahwa ia tidak hanya bisa melakukan itu melainkan juga dengan yang lain. Sehingga kita tanpa sadar menyempitkan cara berpikir kita dengan doktrin doktrin yang berawal dari diri kita sendiri. Tanpa mencoba memadang keluar dari blackbox menyentuh dindingnya saja ogah, yah itulah zona teraman manusia, yang hanya mau berpikir singkat padat namun kurang kreatif, tanpa mau mencoba berupaya sedikit untuk terlihat lebih unique.

    ReplyDelete
  14. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Pemikiran setiap manusia dengan manusia lain terhadap fenomena tentu tidak sama. Suatu permasalahan yang sama apabila dipandang oleh orang yang berbeda dan dari sudut pandang yang berbeda pula, maka permasalahan tersebut akan menjadi berbeda pula. Untuk menghadapi suatu permasalahan diperlukan kejernihan dalam berpikir dan bertindak, tidak boleh asal bertindak tanpa dilandasi oleh pikiran yang jernih dan melihat situasi. Kemampuan manusia disebabkan seberapa banyak manfaat yang dapat diambil orang lain dari kita dalam mejalani kehidupannya. Tetapi karena manusia memiliki pandangan yang berbeda dalam menilai, berbuat, maka belum tentu sama dengan cara pandang kita dan belum tentu seperti yang kita harapkan tergantung ruang dan waktunya masing - masing. Beginilah gambaran dunia banyak yang mampu menjadikan dirinya logos, tetapi kadang lebih banyak yang menjadi mitos, inilah yang mesti dibenahi bersama oleh para logos.

    ReplyDelete
  15. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Dalam elegi ini disebutkan salah satu yang tidak satu, dua tidak dua, tiga tidak tiga, dan seterusnya. Jadi penting bagi kita untuk memahami hal-hal seperti itu, jika tidak, maka kita akan menghadapi kesulitan, seperti kesulitan memahami objek pidato, subjek menjadi objek, kesulitan memahami benar bahwa salah, kesulitan memahami pertanyaannya adalah bukan pertanyaan, dan lain sebagainya.

    Dimensi tidak hanya melihat banyak kuantitas, tetapi juga kualitas. Segala sesuatu di dunia ini memiliki banyak definisi, satu tidak satu, dan keduanya tidak dua, dan seterusnya. Jika kita ingin memikirkan makna, memiliki arti, dan Allah SWT ingin menunjukkan kepada kita bahwa Allah SWT adalah satu-satunya dengan banyak daya. Elegi juga tersirat bahwa pengetahuan manusia dalam memahami makna itu tidak sempurna. Manusia hanya menyadari satu definisi sebelumnya disebut mitos.

    ReplyDelete
  16. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    sebagai manusia ketika kita ingin melakukan suatu langkah menuju pola pikir masa depan ataupun tentang suatu hal yang baru yang akan kita pelajari maka terlebih dahulu kita harus memahami tentang diri kita sendiri terlebih dahulu. Apabila pemahaman tentang diri kita belum terpahami dengan baik maka ketika kita ingin menyelesaikan suatu persoalan akan terjadi kontradiksi dalam pemikiran kita tentang pemecahan masalah itu. dari penjelasan itu semua, dengan membaca elegi perbincangan para banyak maka saya dapat membuat suatu hipotesis yaitu pahami lah diri mu terlebih dahulu sebelum engkau memberi pemahaman akan diri mu kepada orang lain.

    ReplyDelete
  17. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Di kehidupan ini, setiap manusia berharap keberadaannya dan segala sesuatu yang dimilikinya dapat diterima oleh orang lain. Kita ada disebabkan oleh seberapa banyak manfaat yang dapat diambil oleh orang lain dari kita dalam mejalani kehidupannya. Tetapi karena manusia memiliki pandangan yang berbeda dalam menilai dan berbuat suatu hal maka cara pandang kita belum tentu sama dengan cara pandang orang lain tergantung ruang dan waktunya masing - masing.

    ReplyDelete
  18. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Berdasarkan elegi ini, satu bukanlah berarti satu, dua bukanlah dua, dan seterusnya hingga banyak pun bukanlah banyak. Mengingat hal tersebut maka dalam memahami elegi-elegi kita harus mampu memaknai sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Semua objek yang dibicarakan dalam filsafat ialah berstruktur dan berhierarki. Elegi ini membuka wawasan bahwa dalam memandang sesuatu tidaklah cukup dipandang dari satu sudut pandang. Apa yang dipikirkan dapat memiliki makna yang berbeda jika dipikirkan dari sudut pandang yang berbeda dan konteks yang berbeda.

    ReplyDelete
  19. Vety Triyana K
    13301241027
    P Matematika Int 2013

    Dari elegi yang saya baca di atas, saya dapat mengambil hikmah bahwa banyak yang ada di dunia ini memiliki dimensi yang berdimensi yang artinya bahwa banyak tersebut sangatlah bertebaran di muka bumi ini. Di saat manusia ingin memahami satu, dua, tiga, empat, banyak dan para banyak, maka manusia sebagai subjek. Satu, dua dan sterusnya adalah objek.

    ReplyDelete
  20. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend Matematika S2 Kelas B

    Banyak hal yang terkadang menjadi sulit untuk manusia pahami. Kita kesulitan memahami satu yang bukan satu, dua yang bukan dua atau banyak yang bukan banyak. Mereka kesulitan memahami obyek yang bicara. Karena hati dan logos telah terhasut oleh mitos dan fatamorgana. Mitos dan fatamorgana dengan segala kekuatannya mempersulit logos menemukan kebenaran. Mereka akan selalu ada mengacaukan manusia. Semoga Tuhan menjauhkan kita dari kesulitan memahami obyek yang berbicara, dan dapat menemukan kebenaran yang sebenarnya-benarnya.

    ReplyDelete
  21. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Pemikiran tiap orang terhadap suatu permasalahan akan menghasilkan sudut pandang yang banyak pula. Dari sebuah permasalahan pun kita belajar bahwa hidup tidak bisa dipandanfg secara subjektif dan hanya dilihat dari satu sudut pandang saja. Manusia harus membuka wawasan dan pikirannya agar selalu dapat memiliki pikiran yang terbuka dalam melihat suatu konteks permasalahan agar mampu menjadi manusia yang berfikiran ke depan dan lebih objektif dalam menilai segala sesuatu.

    ReplyDelete
  22. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Di dunia ini meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Dengan seperti itu, tentu banyak yang dapat dipikirkan, diperbincangkan. Suatu hal pun selalu memiliki kelebihan dan kelemahan. Karena tak ada satu hal pun yang sempurna. Karena yang sempurna hanya milik Allah SWT. Maka, untuk memahami itu semua, dengan melihat pada cara pandang atau sudut pandang yang berbeda – beda, dan tidak hanya pada kelebihannya. Dengan belajar terus menerus, maka pengetahuan akan bertambah, yang belum tahu menjadi tahu. Karena hidup merupakan pembelajaran yaitu dengan membelajarkan atau dibelajarkan satu sama lain.

    ReplyDelete
  23. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Banyak itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar banyak, yaitu bahwa banyak adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak. Dengan mengetahui apa itu banyak maka kita dapat memahami pembahasan yang berkaitan dengan kata banyak. Dari elegi tersebut kita juga bisa belajar bahwa untuk menghargai suatu hal lihatlah dari berbagai sudut pandang.

    ReplyDelete
  24. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sesungguhnya masalah banyak atau tidak itu hanya dapat terjadi ketika dia telah berada didalam dunia nyata. Misalnya kita memikirkan angka 5, angka lima itu tetap satu buah saja, namun jika dia telah berada di dalam ruang dan waktu, maka 5 akan bertransformasi menjadi barang dengan jumlah 5, misalnya 5 buku, yang terdiri dari satu, satu, satu, satu, satu sehingga berjumlah 5 buku. Oleh karena itu ini erat kaitannya dengan matematika pure maupun matematika yang sifatnya contextual. Sehingga 5 ketika masih berada di dalam pikiran maka masih bersifat abstrak, sedangkan 5 ketika telah dibawa kedalam ruang dan waktu maka akan bersifat kontextual.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Satu bukanlah berarti satu, dua bukanlah dua, dan seterusnya hingga banyak pun bukanlah berarti banyak. Tidak ada yang bisa mendefinisikan secara tepat dan mutlak apa itu banyak. yang ada adalah pemahaman relatif setiap individu terhadap banyak. Sehingga kita menunjuk itu adalah satu, maka satu sudah bukan lagi menjadi satu, satu sudah menjadi dua, tiga , dan seterusnya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id