Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Tetap

Oleh Marsigit

Logos:
Aku sedang melihat gejolak. Apa gerangan? Oh rupa-rupanya mereka sudah berkerumun ingin menemuiku. Kalau tidak salah, walaupun banyak dan bermacam-macam, aku bisa mengenalinya. Mereka adalah para TETAP. Wahai para tetap, aku bisa menduga bahwa kedatanganmu kemari itu pasti karena ulah para BERUBAH. Aku memang telah menulis obrolan filsafat dimana hidup subur dan makmur para berubah itu. Maka silahkan aku perkenankan engkau menyampaikan keluhanmu masing-masing kepadaku.



Perubahan:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah perubahan. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa tiadalah sesuatu di dunia ini tidak berubah? Maka perubahan itu adalah pasti adanya. Sekali berubah tetap berubah, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa perubahan itu bersifat tetap. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap perubahan, setelah aku ucapkan di depanmu.

Ada:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah ada. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah ada. Maka sekali ada tetap ada, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap ada. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap ada, setelah aku ucapkan di depanmu.

Tidak ada:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah tidak ada. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah tidak ada. Maka sekali tidak ada maka tetap tidak ada, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap tidak ada. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap tidak ada, setelah aku ucapkan di depanmu.

Sifat:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah sifat. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah sifat. Maka sekali sifat tetap sifat, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap sifat. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap sifat, setelah aku ucapkan di depanmu.

Ikhtiar:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah ikhtiar. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah ikhtiar. Maka sekali ikhtiar tetap ikhtiar, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap ikhtiar. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap ikhtiar, setelah aku ucapkan di depanmu.

Takdir:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah takdir. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah takdir. Maka sekali takdir tetap takdir, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap takdir. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap takdir, setelah aku ucapkan di depanmu.

Permulaan:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah permulaan. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah permulaan. Maka sekali permulaan tetap permulaan, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap permulaan. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap permulaan, setelah aku ucapkan di depanmu.

Akhir:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah akhir. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah akhir. Maka sekali akhir tetap akhir, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap akhir. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap akhir, setelah aku ucapkan di depanmu.

Kualitatif:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah kualitatif. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah kualitatif. Maka sekali kualitatif tetap kualitatif, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap kualitatif. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap kualitatif, setelah aku ucapkan di depanmu.

Kuantitatif:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah kuantitatif. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah kuantitatif. Maka sekali kuantitatif tetap kuantitatif, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap kuantitatif. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap kuantitatif, setelah aku ucapkan di depanmu.

Wadah:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah wadah. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah wadah. Maka sekali wadah tetap wadah, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap wadah. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap wadah, setelah aku ucapkan di depanmu.

Isi:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah isi. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah isi. Maka sekali isi tetap isi, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap isi. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap isi, setelah aku ucapkan di depanmu.

Prinsip:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah prinsip. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah prinsip. Maka sekali prinsip tetap prinsip, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap prinsip. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap prinsip, setelah aku ucapkan di depanmu.

Tetap:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah tetap. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah tetap. Maka sekali tetap tetap tetap, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap tetap. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap tetap, setelah aku ucapkan di depanmu.

Logos:
Sudah...sudah..... wahai para tetap. Maafkanlah diriku kalau selama ini engkau anggap diriku telah mengabaikanmu. Ketahuilah bahwa aku tidak bermaksud mengabaikanmu. Aku menyadari bahwa terdapat dirimu bermilyar-milyar jumlahnya. Seperti juga ilmu, dunia, ada, tidak ada, ...dst, maka aku dapat letakkan TETAP itu pada sembarang sifat-sifatku dan juga sifat-sifatmu yang banyaknya bermilyar-milyar juga. Aku tahu bahwa adil tetaplah adil, tidak adil tetaplah tidak adil, hidup tetaplah hidup, mati tetaplah mati, subyek tetaplah subyek, obyek tetaplah obyek, ...walaupun aku tahu mereka semua tetap berubah. Maka aku juga tahu bahwa berubah juga tetap berubah walaupun aku tahu mereka tetap berubah. Maka sebenar-benar tetap adalah tetap absolut, yaitu dzat yang maha Agung, itulah Tuhan YME, beserta ketetapan Nya.

Para tetap:
Tetapi mengapa engkau terkesan mengabaikanku semua dan enggan menghampiriku?

Orang tua berambut putih:
Ketahuilah wahai para tetap. Sebetul-betulnya tidaklah mudah untuk mengetahui dan memahamimu semua. Diperlukan syarat-syarat agar logos itu mampu menjelaskanmu kepada para logos yang lain. Maka untuk memahami tetap sebenarnya diperlukan pemahaman tentang berubah. Ketahuilah bahwa dirimu itu merupakan tempat persembunyia bagi para mitos-mitos. Jika tidak hati-hati maka mitos-mitosmu itu akan melahap semua logos-logos. Itulah sebabnya tidaklah sembarang logos mampu bergaul denganmu. Wahai para tetap, ketahuilah bahwa logos itu juga berada di antara dirimu. yaitu bahwa sekali logos tetap logos. Maka logos itu juga bersifat tetap, walau terdapat perubahan pada dirinya. Hanya logos-logos yang kuat dan tangguhlah yang mampu bergaul denganmu dan menjelaskanmu. Itulah sebabnya mengapa logos terkesan mengabaikanmu, karena dia sebetulnya terancam oleh mitos-mitosmu. Sedangkan sekarang engkau dipersilahkan untuk mengutarakan pendapatmu serta mengenalkan dirimu semua, itu pertanda bahwa silogos itu sudah cukup tangguh bagimu.

19 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Mempertahankan tetap sangatlah sulit. Bukan berarti tetap dan berubah ada dua hal yang berlawanan. Justru di dalam perubahan ada ketetapan untuk berubah. Tetap seperti prinsip yang konsisten. Konsisten terhadap satu keyakinan. Maka di dalam tetap terdapat upaya menggapai logos, selain logos juga ada mitos-mitos. Oleh karena itu, untuk memahami tetap haruslah berhati-hati agar tidak terjebak pada mitos.

    ReplyDelete
  2. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Segala sesuatu itu bersifat tetap. Tetapi kita harus berhati- hati dengan tetap karena bahkan logos- logos yang tidak tangguh akan berubah menjadi mitos- mitos. Jika kita yakin bahwa segala sesuatu itu tetap maka hendaknya kita juga yakin bahwa perubahan itu tetap. Karena itulah kita tidak boleh diam dan harus berusaha berubah menjadi lebih baik. Kita tidak boleh diam tanpa mempelajari sesuatu karena perubahan itu tetap. Kita harus berubah dan terus berubah menjadi lebih baik, menjadi manusia yang lebih bermanfaat. Dengan terus berubah bahwa sejatinya kita sangatlah memahami tetap. Memahami bahwa kita harus tetap berubah menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  3. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Manusia tetaplah manusia dengan segala ketetapan bentuk serta sifatnya. Sifat manusia selalu bisa berubah seiring berjalannya waktu. Hari ini kita bisa senang besok belum tentu. Malah bisa sebaliknya. Tetap juga bisa dimaknai sebagai konsisten. Tetap bukan berarti hanya berdiam diri saja, kita harus tetap melakukan hal yang baik sesuai kaidanya agar terwujud kehidupan harmonis. Serta jangan samapi terjebak oleh mitos-mitos yang ada disekitar kita.

    ReplyDelete
  4. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dunia dan hidup ini selalu mengalami perrubahan, tidaklah tetap. Yang ada dna yang mungkin ada selalu berurbah. Sebenar-benar hidup adalah kontradiksi. Dan itu bersifat tetap, bahwa segala sesuatu mengalami perubahan. Untuk memahami tetap diperlukan pemahaman tentang perubahan. Sebenar-benar tetap adalah tetap absolut milik Tuhan YME.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  5. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sulit memahami tetap tanpa mengetahui berubah. Selalu ada perubahan di dunia ini dan juga akan selalu ada yang tepat. Perubahan itu bersifat tetap karena selalu terjadi. Sebenar-benar ketetapan adalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  6. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Berdasarkan elegi ini, pada dasarnya segala sesuatu di dunia ini bersifat tetap. Temasuk perubahan itu sendiri, Sekali berubah, tetap berubah, sehingga perubahan pun juga bisa bersifat tetap. Namun, segala yang di dunia bersifat relatif, termasuk tetap. Tetap absolut hanyalah Dzat Yang Maha Agung, itulah Allah, beserta segala ketetapan Nya.

    ReplyDelete
  7. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Keatatpan adalah hl yang mutlak. Bahkan perubahan pun merupakan suatu ketetapan. Tetap adalah tetap pada kadarnya. Seperti ilmu yang sudah menjadi ketetapan atau memiliki ketetapan akan terus mengalami perkembangan dan perkembangan itupun merupakan sesuatu yang berubah. Jadi apapun apapun sesuatu itu adalah sesuatu yang tetap. Itu semua bergantung pada ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  8. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Menjadi teteap dan tidak berubah berbeda dengan berubah yang sudah menjadi ketetapannya. Namun tetap akanlah tetap pada tempatnya akan terus menetap hingga ia membutuhkan diri untuk tidak lagi tetap menjadi berubah. Berubah pun hanya akan menjadi hal yang nisbi ketika berubah hanya berada dalam angan-angan dan tidak ditetapkan untuk menjadi berubah. Meskipun perubahan adalah mutlak adanya dan merupakan ketetapan, ia pun mestilah menjadi pengada bukan menjadi mengada agar terjadi perbuahan dalam diri tetap.

    ReplyDelete
  9. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Selama di dunia, tetap dan berubah ialah relatif, yaitu sensitif terhadap ruang dan waktu. Elegi ini memberikan gambaran bahwa meskipun yang ada di dunia ini selalu mengalami perubahan, tetapi tetap tetaplah ada. Sifat yang tetap adalah yang ada di dalam pikiran. Seperti yang diungkapkan dalam elegi ini bahwa biar bagaimanapun, sifat tetaplah sifat, berubah tetaplah berubah, ada tetaplah ada, logos tetaplah logos dan seterusnya. Namun selain tetap mereka juga sekaligus berubah dan yang berubah adalah esensinya. Misalnya, sifat yang tetap dalam diri kita ialah bahwa selamanya kita tetap merupakan makhluk ciptaan Allah SWT.

    ReplyDelete
  10. Vety Triyana
    13301241027
    P. Matematika Int 2013

    Keterbatasan manusia dalam memikirkan sesuatu menjadikan manusia memiliki kesulitan dalam memahami dan mengetahui sesuatu secara menyeluruh. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan agar logika manusia mampu menerima pemahaman dan pengetahuan tersebut. Sebelum sesuatu menjadi suatu ketetapan yang bersifat tetap, tak jarang sesuatu itu mengalami banyak perubahan. Seperti dalam pemikiran manusia, perubahan-perubahan pemikiran itu terjadi dikarenakan untuk menuju suatu ketetapan atau suatu keadaan yang lebih baik. Seperti intuisi dan insting seseorang yang selalu ingin menjadikan dirinya lebih baik maka seseorang tersebut melakukan perubahan-perubahan sehingga menuju ketetapan yang di ridhoi oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  11. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    tetap adalah suatu dimensi yang tidak akan pernah berubah, apabila terjadi perubahan maka tetap akan menjadi tetap berubah dalam perubahan itu. Sepertinya halnya negara kita saat ini telah terjadi perubahan kepemimpinan dan penurunan kekuasaan yang terjadi dari pimpinan negara kita, dari masa kemerdekaan (orde lama) , orba, hingga reformasi semua mengalami perubahan akan tetapi masa tersebut adalah masa yang tetap di jalani oleh bangsa Indonesia dan tetap menjadi Indonesia.

    ReplyDelete
  12. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Segala sesuatu di dunia ini tidak ada satupun yang bersifat tetap atau konsisten. Yang mempunyai sifat tetap itu hanyalah Sang Penguasa ruang dan waktu yaitu Allah SWT. Semua ketetapanNya bersifat tetap/absolut/mutlak. Bahwa jodoh, rizki, dan mati sudah ditetapkan olehNya untuk masing-masing dari kita. Manusia tidak akan mampu mengubahnya sekalipun dengan mengerahkan segala kemampuan yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  13. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari sekarang merupakan nasehat yang menuntut kita untuk selalu berubah menuju yang lebih baik sesuai dengan ruang dan waktu. Oleh karena itu sebenar-benarnya tetap adalah usaha kita untuk senantiasa berubah menuju keadaan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  14. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Kehidupan adalah kumpulan dan kaitan antara yang tetap dan berubah. Tetap, misalnya pada konteks sampai kapan pun aku tetap lah ciptaan Tuhan, tidak akan mungkin berubah penciptaku, yaitu Allah SWT. Jika dilihat dari segi atau aspek aku berubah fisik, kecil menjadi besar; aku berubah sifat, buruk menjadi baik, atau sebaliknya; aku berubah keadaan, sehat menjadi sakit, atau sebaliknya. Ya, dalam hidupku selalu ada perubahan juga. Jadi aku mengalami tetap dan berubah. Seperti yang pernah dijelaskan Prof Marsigit saat perkuliahan Filsafat Imu bahwa hidup adalah tetap di dalam perubahan dan berubah di dalam ketetapan. Wallahu a’lam..

    ReplyDelete
  15. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Semua yang ada di bumi ini akan mengalami perubahan, misalnya manusia, maka akan mengalami perubahan pertambahan tua usianya, perubahan tingkah laku, dan lain-lain. Namun setiap individu tetaplah akan menjadi individu itu sendiri, dan tidak akan menjadi individu yang lain, meskipun fisiknya berubah, si A tetaplah menjadi si A sampai kapanpun, tidak akan berubah menjadi si B, si C, si D. Hanya Allah SWT yang bersifat tetap dan absolut. Sehingga kita sebagai manusia harus tunduk dan patuh kepada Nya.

    ReplyDelete
  16. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Tetap bukan berarti berubah-berubah. Tidak ada yang bersifat tetap, jika kita menginginkan suatu perubahan maka kita tidak akan pernah tetap. Tetap sangatlah sulit karena adanya ruang dan waktu. Yang tidak berubah seiring berjalanya waktu adalah Yang Maha Pencipta.

    ReplyDelete
  17. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Berubah merupakan hal yang tetap yang ada di dunia ini. Karena berdasarkan ruang dan waktupun, tidak ada yang sama antara satu hal dengan yang lainnya. Karena waktu pun terus berjalan dan berubah setiap detiknya. Maka, berubah merupakan ketetapan. Apapun dapat berubah. Semoga apa yang berubah adalah menuju ke perubahan yang lebih baik lagi, karena perubahan tidak bisa terhindar dari kehidupan ini. Yang tak pernah berubah dan yang hanya satu adalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  18. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Menurut pemahaman saya tetap itu hanyalah ketika sesuatu hal itu berjalan sesuai apa yang telah ditetapkan oleh Allah SWT sesuai dengan kodratnya. Jadi dalam hal ini mereka tetap berubah-ubah sesuai dengan ketetapan yang telah Allah SWT takdirkan sebagaimana yang tertera di dalam kitab Lauful mahfuz.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  19. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Oleh karena itu, ketatapan dalam hal ini hanyalah miliki Allah yang membuat ketetapan, manusia dan seluruh makhluk ciptaannya, baik yang ada dan yang mungkin ada hanyalah menjalani ketetapannya tersebut.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id