Apr 19, 2013

Elegi Ritual Ikhlas 44: Kyai Mursidin 2




Oleh Marsigit

Ankala:
Ah..jam 12 malam seperti ini baiknya mikir apa ya? Eheh...kalau aku berlaku wajar saja tentu aku tidak bisa hidup wajar seperti orang lain. Itulah kerugianku dan mengapa Tuhan telah mentakdirkan hidupku yang demikian. Hidup kok susah amat...mau naik sepeda motor bagus tak bisa, makan enak tak bisa, piknik tak bisa. Sementara isteri dan anak selalu nguber-nguber minta uang dan kebutuhan yang lainya.

Mankala:
Wahai suamiku...kenapa tengah malam gini belum tidur. Kelihatannya bergumam dan ngomong sendiri ya? Sulit ya sulit ...kita kan masih punya waktu untuk berusaha?

Ankala:
Rennnnnng...rengggggg...renggggg...wah montor baru jebul enak tenan. Tarikannya kuat, kendalinya enak, dan larinya juga kencang.

Mankala:
Pak...pak...nyebut...nyebut..ini sudah malam...jangan bicara sendiri.

Ankala:
Hai...prajurit...segera ambilkan motor baru di tetangga sebelah itu. Jika tidak boleh ya paksa saja... saya ingin naik motor baru. Apakah yang melarang Mursidin? Suruh ke sini si Mursidin itu! Atau kalau nggak mau ke sini suruh pergi saja dia.

Mankala:
Pak...pak ...kamu bicara apa? Wahai Katola...itu kenapa anakmu? Dia ngronyam sendiri. Malah panggil saya prajurit....pak...pak...

Warga Kampung:
Telah terjadi keributan di rumah Ankala..ada apa? Kenapa bu Mankala suamimu itu?

Mankala dan Katola:
Wahai saudaraku warga kampung...tolong...tolong ...suami saya kesurupan. Tolong pak...

Warga Kampung:
Wah ini yang bisa menangani cuma Bapak Mursidin. Bapak Mursidin ...tolonglah ..tetangga bapak ada yang kesurupan? Mohon bapak bisa menyembuhkannya?

Mursidin:
Lho...kok saya...Saya tidak biasa dan tidak pernah menolong orang kesurupan.

Warga Kampung
Iya..pak..tetapi si Ankala selalu menyebut-sebut nama Bapak. Disamping itu ....diantara warga kampung sini juga tidak ada yang berani mendekat. Bapak di sini dikenal oarng yang ahli doa dan hapal Al Qur’an. Oleh karena itu warga kampung sepakat agar Bapak Mursidin bersedia mendatangi Ankala.

Mursidin:
Oh...lha saya harus bagaimana? Baiklah saya bisanya cuma berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Baiklah saya datang.

Ankala:
Waduh...waduh...panas...panas...kenapa engkau suruh Mursidin ke sini? Suruh dia pergi dari sini...pergi...pergi...pergi...

Mursidin:
Bismillahirrokhmaanirrakhiim...astagfirullah al adzim ...astagfirullah al adzim...astagfirulaah al adzim....Al Fatihah...

Ankala:
Mursidin pergilah...aku tidak kuat...panas badanku...pergilah!

Mursidin:
Ankala

Ankala:
Mursidin

Mursidin:
Berdoalah..

Ankala:
Umpatanku...

Mursidin:
Coba saya pegang tubuhmu...

Ankala:
Jangan...jangan...jangan pegang tubuhku!

Mursidin:
Ankala?

Ankala:
Bukan...aku bukan Ankala ...aku adalah Transenden Lokal Negatif Diraja.

Mursidin:
Lho...kamu itu siapa? Bukankah engkau itu Ankala? Jika engkau bukan Ankala maka asalmu darimana dan tempat tinggalmu itu di mana?

Ankala:
Sekali lagi aku adalah Transenden Lokal Negatif Diraja. Aku yang meguasai kerajaan Batu Keramat tidak jauh dari sini.

Mursidin:
Apa maksudmu mengganggu Ankala dan warga kamung sini?

Ankala:
Hemmm...aku tidak terima..karena semakin sedikit warga kampung sini yang memberikan sesaji di Batu Keramatku.

Mursidin:
Lho..lha...terus apa maumu? Tidaklah semestinya engkau berbuat seperti itu. Oleh karena itu maka pergilah dan kembalilah ke tempatmu semula!

Ankala:
Tidak mau. Aku tidak mau pergi sebelum semua permintaanku dikabulkan.

Mursidin:
Lho ..kalau tidak mau pergi apakah engkau akan melawan kekuasaan Allah SWT?

Ankala:
Siapa pembawa kuasa Allah di sini? Hai Mursidin terimalah pukulanku ini ...dhues ...dhuer...dhues...dhuer...ghoprak...ghabrus...

Mursidin:
Whait..lho...kenapa...ya Allah...ampunilah diriku... ...astagfirullah al adzim ...astagfirullah al adzim...astagfirulaah al adzim....Al Fatihah...

Ankala:
Kenapa tak membalas pukulanku. Aku pukul juga tidak pernah kena engkau? Balaslah pukulanku!

Mursidin:
Tidak..tidak akan saya balas pukulanmu...aku hanya ingin pegang yang ini saja...ini dia ...saya hanya akan pegang dan pijit bagian belakang lututmu.

Ankala:
Wuadhuhhhh....wuadhuhhh...ampunilah diriku...jangan..jangan...sakit..sakit. Kenapa engkau tahu tempat persembunyianku? Lihatlah wahai Mursidin...apa yang tampak di luar sana. Lihatlah aku telah mengundang sepuluh ribu prajuritmu untuk mengeroyok dirimu. Wahai prajurit sepuluh ribu...keroyoklah...keroyoklah ...Mursidin ini!

Prajurit Transenden Lokal Negatif Sepuluh Ribu:
Wahai sang Mursidin...jika engkau teruskan melawan Rajaku...maka akan saya binasakan engkau, keluargamu dan seluruh warga kampungmu. Sekarang tinggal pilih ...aku akan binasa dengan seluruh keluarga dan warga kamungmu atau engkau tidak saling mengganggu dengan kami?

Mursidin:
Lho...yang mengganngu siapa...bukankah dirimu para Jin semua yang telah mengganggu kampungku ini?

Ankala:
Begini saja ..aku sebagai Transenden Lokal Negatif Diraja meminta syarat-syarat agar aku pergi dari sini...?

Mursidin:
Apakah syarat-syaratmu itu?

Ankala:
Pertama aku minta dimandikan seperti orang memandikan mayat. Kedua aku minta air yang dipakai untuk memandikan saya itu berasal dari sepuluh sumur.

Mursidin:
Baiklah jika itu permintaanmu. Tetapi jika sudah aku turuti semua permintaanmu...saya minta engkau dan semua prajuritmu kembali ke tempat asalmu dan meninggalkan desa ini serta jangan mengganggu wargaku lagi.
Wahai warga ...siapkanlah semua syarat..syarat...nya..dan marilah kita mandikan si Ankala ini dengan cara memandikan mayat. Sediakan sepuluh ember dan isilah semuanya dengan air yang berasal dari sepuluh sumur.

Warga:
Huh...dasar Jin terkutuk...minta syarat macam-macam. Ini..airnya empat sepuluh ember tetapi dari empat sumur saja. Kalau dia memang Jin betulan pasti tahu kalau saya tipu.

Ankala:
Emoh..emoh ..aku tak mau dengan air itu. Engkau telah ingkar janji bukannya diambilkan air dari sepuluh sumur tetapi hanya diambilkan dari empat sumur.

Mursidin:
Baiklah semua akan saya penuhi janjiku. Marilah kita mandikan Ankala ini selayaknya kita memandikan mayat. Setelah itu marilah kita berdoa. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta. Amien

Ankala:
Oh terasa dingin kakiku...bergetar lututku...bergetar perutku...dan bergetar kepalaku...whusssss...Oh di mana diriku ini? Aku terasa lemas sekali. Lho kok banyak orang mengerubungiku? Lho kenapa aku dimandikan seperti orang mati. Aku ini masih hidup. Wahai saudaraku apa yang telah terjadi dan apa yang menimpa diriku? Maafkanlah daku. Mana isteri dan anakku?

Mursidin:
Wahai Ankala dan semua saudaraku. Marilah sekali lagi kita berdoa semoga kita dijauhkan dari segala macam godaan syaitan.

Mursidin, Ankala dan Waga Kampung:
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Mu keselamatan pada agama, kesehatan badan, tambahan ilmu pengetahuan, keberkahan rizqi, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati dan ampunan setelah mati. Ya Allah, ringankanlah sekarat-maut (kami), selamat dari neraka dan ampunan pada hari diperhitungkan amal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka. Maha Suci Tuhanku, Tuhan Pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka (orang-orang kafir) katakan. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para Utusan. Segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara alam semesta.

Amiiin..amiin..amiin.

41 comments:

  1. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Tidak jarang kita menjumpai orang yang berbuat buruk. Kadang orang tersebut sadar tetapi ada pula yang tidak sadar. Orang yang tidak sadar berarti telah sepenuhnya dikuasai oleh syaitan. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa setan memasuki manusia melalui jalannya yaitu penyakit hati, kefakiran untuk tidak mencari ilmu dunia akhirat merupakan kesombongan manusia. Oleh karena itu orang yang seperti itu mudah dipengaruhi oleh setan. Ankala dengan mudahnya menuruti keinginan setan, sedangkan Kyai Mursidin yang selalu beribadah pada-Nya dan percaya pada-Nya dengan tenangnya menghadapi perbuatan setan. Setan pada diri manusia akan hilang jika ia mau berikhtiar dan Allah telah memberi ridho agar ia bertaubat.

    ReplyDelete
  2. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Banyak melamun, dan berangan-angan tanpa usaha adalah celah yang sangat besar untuk masuknya pengaruh setan atas diri kita. Perbanyaklah istighfar dan mengingat Allah ketika cobaan hidup terasa sangat sulit bagi kita. Mendekatlah kepada Allah dengan terburu-buru, sebelum setan melihat ini sebagai kesempatan emas untuk menjerumuskan kita. Hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenang.

    ReplyDelete
  3. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Seringkali sebagai manusia biasa kita sering tergoda dan termakan oleh bujuk rayu syaitan apalagi ketika menghadapi kesulitan-kesulitan hidup yang dapat membuat mata hati kita tertutup, kita akan merasa seolah-olah Tuhan YME membiarkan kita dalam kesulitan dan menganggap syaitanlah yang paling peduli pada kita, tanpa kita sadari bahwa kita sendirilah yang tidak mengijinkan Tuhan YME masuk dan terlibat dalam kehidupan kita sehingga kita tidak berada di pihak yang sama dengan Tuhan YME dan akhirnya kita berjalan kearah yang salah dan sesat. Karena itu kita harus selalu sadar dan mengakui akan keMaha Kuasaan Tuhan dan selalu mohon ampun atas keberdosaan kita kepadanNYa dan berharap Tuhan YME menjauhkan kita dari hati yang sesat dan memberikan jaminan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  4. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Yang saya tangkap dari elegi ini adalah bahwa iri dan dengki adalah peyakit hati yang akan membuka jalannya syetan masuk dan merasuki alam bawah sadar sehingga kita berlaku atau dikendalikan oleh syetan. Oleh sebab itu hendaklah kita selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada kita, rejeki yang selalu kita dapatkan setiap detiknya. Sangat berharga dan nikmat Allah itu tak terhingga. Oleh sebab itu, sangatlah banyak yang harus kita syukurkan kepada Allah SWT. Cepat cepatlah beristighfar ketika penyakit hati mulai mendekat, dan banyak-banyaklah berdoa memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT dari godaan syetan-syetan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  5. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Setan selau menggoda manusia. Mereka sangat menyukai orang-orang yang sedang risau, tidak mau berusaha, dan terlebih lagi tidak mau beribadah. Dan itu semua juga merupakan keberhasilan dari godaan setan. Mereka mudah merasuki orang-orang yang sedang berpikiran kosong. Elegi ini menunjukkan bahwa untuk melawan godaan setan tidaklah memerlukan kekuatan apapun, kecuali dengan berdoa dan memohon pertolongan allah. Allah SWT akan selalu menjaga orang-orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya.

    ReplyDelete
  6. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Syaitan hanya akan menggoda orang yang iman lemah, maka kalahlah iblis dengan orang-orang yang berpengetahuan dan beramal saleh. Oleh karena itu, tetaplah berdoa kepada Allah untuk meminta pertolongan dan perlindungan kepadaNya agar dijauhkan dari godaan syaitan

    ReplyDelete
  7. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP/B
    tHE CONSIDERATION OF THE SOCIETY or how the society sees and perceives us shows how we are. in the elegi the people around the man who is said in the elegi decided to make him some one who can pray for the village because they are sure that he keeps the close relationship with God. ankala mean holy spirity and holy spirity always reached through praying.

    ReplyDelete
  8. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Seperti yang kita ketahui bahwa syaitan menggoda manusia di segala celah di setiap kesempatan dan manusia akan sangat gampang digoda bila imannya lemah. Maka elegi ini mengingatkan kepada kita agar senantiasa bersyukur, berfzikir serta berdoa untuk kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat, termasuk juga di dalamnya agar dikuatkan hati dan pikirannya dari segala godaan syaitan.

    ReplyDelete
  9. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B (Angkatan 2016)
    Dari sekian elegi yang sudah saya baca, elegi ini agakna saya rasa sulit dimengerti. Namun, banyak sekali makna yang dapat diambil dari elegi ini. Seperti Mursidin yang seringkali beristighfar menghadapi lawannya. Lawan terbesar manusia adalah syaithan, istighfar dapat meredakannya. Ketika marah, segeralah beristighfar agar kita terhindar dari kemarahan yang datangnya dari syaithan.

    ReplyDelete
  10. 16701251016
    PEP B S2

    Penciptaan malam dan siang adalah pergantian yang setiap hari kita saksikan, mungkin sebagian dan kbanyakan orang berfikir itu adalah hal biasa, hal yang sudah semestinya terjadi. Namun berbeda bagi mereka yang mau berfikir, mengkaji mendalam tentang kenapa malam ? Mengapa siang ? Kenapa separuh hari siang, dan sebgaian malam ? Dll. Banyak pertanaan muncul dari peristiwa yang dianggap biasa.
    Bukan tanpa alasan, pasti ada sesuatu di baliknya, hematnya dalna sebuah petunjuk, firman Allah, yang kurang lebih intinya adalah dijadikan malam adalah untuk beristirahat, dan siang adalah waktu untuk mencari nafkah, bekerja.
    Saya sendiri merasakan 24 jan waktu jika kita optimalkan selalu merasa kurang, waktu berjalan begitu cepat karena asik dengan segala aktivitasnya, akan tetapi kita perlu mensyukuri karena hari2 hari kita beraktivitas yang semoga dapat memberikan kerberkahan, dan ladang pahala untuk mencapai surganya.
    Namun lain dalam elegi ini yang ada, jika dicermati dengan seksama maka orang yang kesurupan ini adalah orang yang fikirannya kosong, orang yang menggerutu tentang keadaan, orang yang enggan bersyukur, orang yang enggan berusaha, dan orang yang dipenuhi dengan hati kotor untuk berbuat yang tidak semestinya. Sudah barang tentu, walaupaun hiduo terasa berat, maka ada saatnya kita beristirahat, terlebih pukul 12 malam, adalah waktu untuk istirahat. Jiajalau mungkin, tidak hanya sekedar begadang jika ingin berkeluh kesah, namun mibtalah, memohonlah, berdoalah kepada Allah atas segala kerendahan hati untuk dimudahkan urusan segala dunia, agar tercukupi kebutuhan anak istri dan nafkah, sehingga sebagai kepala rumah tangga dapat mencukupi semua kebutuan. Ini tidak lain adalah meditasi, shalat lail, shalat tahajud yang perlu dilakukan. Bukan malah berdialog dengan sendiri, entah siapa subjeknya tidak jelas. Bahwasanyya Allah akan malu jika tidak mengabuljan permintaan hambanya, jika hamba senantiasa memohon dan meminta, dengan cara cara yang baik.

    ReplyDelete
  11. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim

    Jika yang diderita adalah kerugian harta dunia, maka itu bisa kembali dicari. Namun, jika yang diderita adalah kerugian akhirat maka hal tersebut akan mengantarnya pada kebinasaan hakiki. Ada dua cara lindungi diri dari godaan jin dan manusia menurut Imam al-Ghazali yang bisa kita amalkan.
    1. Membaca Ta’awwudz
    Imam al-Ghazali berkata, “Jika engaku lengah, niscaya hatimu dipalingkan dari mengingat Allah ta’ala.
    Jika ada ajakan nyata dari setan golongan manusia untuk berbuat buuk atau ketika tiba-tiba terlintas dalam hati untuk melakukan kejahatan, segeralah berlindung kepada Allah Swt. Ucapkanlah ta’awwudz, kalimat yang bergaransi 100% bisa melindungi kita dari gangguan setan. Namun, kalimat ini harus benar-benar berasal dari hati, bukan mengalir begitu saja dari lisan dengan tanpa makna. Kita harus benar-benar berdoa momohon perlindungan diri kepada Allah Swt dari godaan setan yang terkutuk.
    2. Meninggalkan kesukaan setan
    Sibukkanlah diri dengan amal-amal soleh karena jika tidak demikian maka kita bisa terjerumus melakukan amal salah.
    Imam al-Ghazali berkata, “Demikian pula orang yang masih mengikuti kehendak syahwatnya, padahal syahwat merupakan kehendak setan dan dibenci Allah Ta’ala.
    Jangan sampai kita lengah dan siap sedia karena setan pun mengintip setiap saat. Tujuannya hanya satu, menggelincirkan sebanyak-banyaknya manusia untuk dijadikan teman di dalam neraka yang menyala-nyala. Na’udzu billahi min dzalik.

    ReplyDelete
  12. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Sebagai manusia kita diciptakan oleh ALLAH SWT adalah hanya untuk menyembah pada DIRINYA bukan dengan yang lain seperti batu keramat dan lain sebagainya. Ketika terjadi penyembahan selain ALLAH maka itu adalah salah satu tanda kita telah terjerumus oleh godaan-godaan syaitan, padahal syaitan itu sama sekali tidak membawa kebaikan kepada kita. syaitan itu bukan hanya dapat merusak hati kita akan tetapi dapat merusak pikiran, tubuh dan seluruh yang ada di dalam diri kita sehingga kita mampu untuk mempersekutukan ALLAH. Astaghfirullah Astaghfirullah Astaghfirullah semoga kita selalu berada dalam lindungan-NYA

    ReplyDelete
  13. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Elegi transeden lokal diraja telah menceritakan bahwa bagaimana sebenarnya mitos lokal Indonesia yang berkembang, masih banyak yang percaya benda mati adalah benda keramat dan dipuja-puja. Mitos yang seperti itu sesungguhnya perbuatan setan dan syirik. Seseorang yang tidak kuat imannya akan lebih mudah digoda syaitan.

    ReplyDelete
  14. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Memperbaiki kualitas ibadah dapat dilakukan dengan cara Sholat lima waktu dengan ontime, rajin berdzikir, dan membaca Al-Qur'an. Itu dilakukan dengan istiqomah. Semua perbuatan baik yang dilakukan pada dasarnya merupakan suatu ibadah asalkan sebelum melakukannya diniatkan untuk menggapai ridho Allah subhanahu wata'ala. Jadi, dalam menggapai ikhlas yang sebenar - benarnya baiklah bagi kita untuk memperbaiki niat ibadah kita senantiasa hanya untuk Allah semata. lalu dilanjutkan dengan melaksanakan kewajiban - kewajiban lain dan tentunya dengan niat yang ikhlas

    ReplyDelete
  15. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Elegi ini mau menjelaskan tentang transenden kearifan lokal di Indonesia. Bahwa berbagai mitos yang berkembang membuat bangsa ini terlalu percaya pada hal-hal yang bersifat mistik. Hal-hal yang sebenarnya tidak masuk akal, yang sering kita sebut sebagai mitos yang membuat kita masuk pada jebakan-jebakan setan jika kita tidak mampu untuk menjelaskan apa yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  16. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Menanggapi lanjutan dari elegi pertama, cara setan untuk menggoda manusia agar sesat adalah dengan cara memasuki jiwa manusia yang lemah. Syaitan itu ingin menunjukkan keberadaannya, maka dia mencari celah dengan memasuki jiwa manusia yang tidak dalam keadaan berdoa atau melamun. Permintaan syaitan yang masuk kedalam tubuh manusia itulah, sehingga manusia mengakui keberadaan syaitan sehingga jika dituruti kemauannya, kita sudah masuk ke dalam jebakan syaitan. Padahal seharusnya Allah SWT yang harus ditakuti, kenapa dalam hal ini kita menjadi takut dengan syaitan. Beristighfarlah kita untuk tidak memberikan solusi seperti itu. Karena ini adalah tipu muslihat syaitan agar iman kita lemah.

    ReplyDelete
  17. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    agar bisa mengusir gangguan setan yan terkutuk itu dengn mmeohon kepada allah dan berdoa agar setan tdak mengganggu dan menggoda kita dalam bentuk yang nyata tau pun tudaknyata (syahwat/nafsu) agar melakuakn dosa-dosa.

    ReplyDelete
  18. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dalam elegi ini diceritakan bahwa transenden lokal negatif diraja sdan mengganggu seorang warga yang benama angkala dan kemudian dibantu oleh mursidin dengan memberikan doa dan memohon pertolongan Allah sehingga akhirnya gangguan tersebut bisa dihilangkan.

    ReplyDelete
  19. Sebenar-benar Cendekiawan adalah yang tidak memamerkan ilmunya, namun menggunakan ilmunya untuk kemanfaatan orang banyak. Sebenar-benar Ulama adalah yang tidak mengaku-aku sebagai yang paling fasih atau yang paling ahli beribadah, namun menggunakan ilmu agamanya saat diperlukan orang lain, untuk membantu dan mengarahkan ke jalan yang diridhoi Allah SWT.

    Nur Tjahjono Suharto
    PEP S3 (A)
    16701261007

    ReplyDelete
  20. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Elegi ini mengingatkan kembali bagaimana kondisi masyarakat kita yang masih memeluk mitos leluhur. Keyakinan animisme dan dinamisme yang masih terjaga ini sangatlah berbahaya, karena ini merupakan salah satu bentuk kesyirikan kepada-Nya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  21. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Sesungguhnya Allah SWT selalu bersama kita, Allah SWT tidak tidur. Allah SWT senantiasa melindungi hambanya yang bertaqwa dan beramal sholeh. Syaiton akan selalu datang mengganggu kita dari mana saja datangnya, dari depan belakang, samping kiri dan kana, atas bawah. Oleh karena itu yang dapat kita lakukan adalah selalu meminta perlindungan dari Allah SWT agar dijauhkan dari gangguan dan godaan syaiton yang terkutuk. Pertebal iman dan taqwa dalam diri kita, senantiasa ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT. Amin…

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    ReplyDelete
  22. Bayu Adhiwibowo
    16709251015/S2 Pend. Matematika
    Setan akan selalu menggoda manusia, walaupun kita dalam keadaan tidur sekalipun. Oleh karena itu kita dalam setiap akan melakukan segala hal akan lebih baik berdoa dulu supaya terhindar dari godaan setan yang terkutuk. Selain itu kita juga harus senantiasa berdoa kepada Allah supaya terhindar dari setan yang terkutuk. Amin ya robbalalamin.

    ReplyDelete
  23. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Ada beberapa hikmah yang bisa saya petik dari elegi ikhlas ke 44 ini.
    Pertama, tentang cita-cita dan angan-angan. Keduannya merupakan sesuatu yang bersifat transenden, tidak tampak, ada dalam hati dan pikiran. Namun efek dari keduanya bisa berbeda. Cita-cita yang dilandasi oleh tekad dan keyakinan yang kuat, lalu disertai dengan ikhtiar, akan mendatangkan kemaslahatan, kesuksesan, dan keikhlasan baik ketika apa yang dicita-citakan itu tercapai maupun ketika tidak tercapai. Namun angan-angan hanya akan mendatangkan kemudhoratan, karena angan-angan tidak dilandasi oleh rencana, keyakinan, apalagi ikhtiar. angan-angan biasanya datang melalui stimulus yang diperantarai oleh indera kita, seperti yang dialami ankala, dia berangan-angan menggunakan sepeda motor baru karena melihat tetangganya menggunakan motor baru. sayangnya keinginan ankala itu tidak dilandasi ikhtiar.

    ReplyDelete
  24. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Hikmah yang kedua dari elegi ini adalah keikhlasan untuk berbagi. kita bisa dengan mudah melihat ketimpangan yang terjadi di sekitar kita, ketimpangan dalam ekonomi, penghasilan, karir, dsb. ketimpangan ini juga bisa menjadi sumber penyakit sosial. ketika yang miskin tambah miskin, dan yang kaya tambah kaya, maka semakin lama akan mengakibatkan munculnya kecemburuan sosial. kecembuuruan sosial akan menyulut nafsu manusia untuk melakukan apa saja demi melampiaskan rasa cemburu tersebut, sehingga muncullah berbagai penyakit sosial seperti pencurian, pembunuhan, penipuan, dll. dibutuhkan suatu keikhlasan dalam berbagi dari orang-orang yang diberikan kelebihan terhadap mereka yang kekurangan. dengan demikian, penyakit-penyakit sosial tadi sedapatmungkin diminimalisasikan.

    ReplyDelete
  25. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Keikhlasan dalam berbagi akan mendatangkan keselamatan. teringat sebuah cerita kawan dari surabaya. ada seorang pengusaha tambah udang yang beragama nasrani. sebelum pengusaha tersebut membeli tambak dari pemilik sebelumnya, usaha tambak udang di tempat itu selalu merugi karena sebagian besar udang-udangnya dicuri warga sekitar.lalu tambak tersebuut dijual kepada pengusa nasrani. ketika pengusaha nasrani tersebut memulai bisnisnya, dia memberikan kebebasan kepada warga sekita untuk memncing ikan mujair di tambaknya dengan syarat hanya ikan-ikannya saja yang diambil, udangnya tidak. setelah masa panen, keuntungan sang pengusaha melimpah dari penjualan ikannya. masyarakat sekita juga dapat mengais rejeki dari memancing ikan di tambak milik sang nasrani. ini adalah kisah nyata, dan cerita ini telah menggambarkan betapa keihklasan untuk berbagi dapat membawa keselamatan dan juga keberuntungan.

    ReplyDelete
  26. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Ceria yang berbeda datang dari sebuah pulau kecil di kepulauan Sapeken. seorang mantan kepala desa yang kaya raya, dan gagal mencalonkan diri sebagai kepala desa pada periode kedua, tewas diamuk massa. cerita berawal dari kekalahan sang mantan kades. dari kekalahannya itu,dia menutup akses jalan yang melewati tanahnya sehingga tida bisa dilewati warga, diajuga menutup sumur umum yang digali di atas tanahnya dia. memangtidak ada salahnya dia melakukan itu, toh sumur dan tanah juga diayang punya, tapi tentu itu jauh dari nilai dannorma sosial. masyarakat emosi, sang mantan kepala desa diamuk sampai mati, anak sang mantan kepala desa tidak terima dan berniat hendakmembantu ayahnya, sang anak pun diamuk sampai mati. cerita ini tentu merupakan ironi daricerita sebelumnya, bahwa keengganan untuk berbagi dengan sesama dan masyarakat sekitar dapat membawa malapetaka.

    ReplyDelete
  27. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Ankala terkena penyakit hati yaitu hasad. Orang yang hasad selalu memikirkan nikmat yang ada pada orang lain sehingga tidak pernah berdoa meminta karunia Allah padahal Allah ta’ala berfirman, “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. an Nisa’: 32)

    ReplyDelete
  28. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Kita tidak boleh takut dengan jin, karena kita memiliki Allah SWT. Allah akan selalu bersama kita, dan akan melindungi kita. Perkuat iman kita dengan selalu beribadah, menjalankan semua perintahNya. Janganlah melakukan perbuatan syirik dengan menyembah selain Allah, karena dosa syirik ini besar dan akan sulit untuk diampuni.

    ReplyDelete
  29. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Ibarat sebuah kontradiksi. Kita tidak dapat menemukan kebenaran jika kita tidak menemukan kontradiksi. Api jangan dilawan dengan api karena akan semakin besar dan musnah semua. Lawanlah api dengan air. Sehingga dingin dan terkendali. Bagaimana agar kita tidak terpancing mengeluarkan api? Selalu ingatlah kepada Allah dan meminta perlindungan Allah. Juga harus memiliki ilmu yang cukup. Begitu banyak faedah mencari ilmu. Kita bisa diangkat derajatnya dan menolong orang banyak.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  30. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Dari elegi di atas, disebutkan bahwa ankala dirasuki oleh transenden lokal negatif diraja adalah pada saat ankala berpikiran kosong dan hatinya pun juga sudah kotor. Maka kita senantiasa untuk selalu berpikiran positif, hindari melamun dan malas, karena jika kita terlalu banyak melamun dan malas maka akan semakin mudah bagi kita untuk tergoda oleh syaitan. Selain itu, sebagaimana di elegi sebelumnya, bahwa ikhlas itu merupakan senjata paling ampuh untuk menghindari godaan syaitan. Maka ikhlaslah serta tawakal kepada Allah.

    ReplyDelete
  31. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Elegi ini merupakan lanjutan dari elegi sebelumnya ketika sang transenden lokal diraja merasa terancam eksistensinya karena banyak manusia sudah tidak mempercayai batu keramat yang merupakan tempat tinggalnya. Sehingga dia perlu untuk mengembalikan kepercayaan orang-orang untuk kembali menyembahnya dan meminta kekuatannya dimana sasaran hambanya adalah orang-orang yang mempunyai iman yang lemah dan tidak terisi oleh keikhlasan. Salah satunya ankala.

    ReplyDelete
  32. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Ankala dikisahkan sebagai sosok yang fakir dan tidak memiliki bekal ilmu dunia dan akhirat, sehingga apa yang terjadi? Dia mengalami namanya krisis iman dan menjadi lupa bersyukur. Hal ini malah didukung pula oleh faktor keluarga yang ingin sesuatu di luar kemampuan atau kapasitas ankala. Sehingga memunculkan kecemburuan sosial dan memantik timbulnya kejahatan. Sehingga ankala berpikir bagaimana mencapai itu semua dalam. pikiran kosong sehingga mudah untuk dimasuki sesuatu.

    ReplyDelete
  33. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Bagaimana ketika ankala ditemukan dengan sosok Mursidin? dan bagaimana reaksi transenden lokal diraja yang sangat penasaran dengan mursidin?

    Seperti halnya orang yang sudah tidak mempunyai iman, dia gampang dimasuki oleh sesuatu yang buruk dan ketika cahaya mulai memasuki hatinya, mereka enggan membuka pintu dan menganggap bahwa kebaikan itu lemah tidak kuat seperti kejahatan. Itulah mengapa ankala yang dirasuki transenden lokal negatif diraja menolak untuk diajak memohon ampun kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  34. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Mursidin merupakan salah satu hamba Allah yang terkenal akan keikhlasannya, kebaikannya serta ketaqwaannya. Yang saya suka dari Mursidin adalah dia tidak merasa kalau dia mempunyai keikhlasan tertinggi dan dia adalah hamba Allah yang masih mencari RidhoNYA. Berbeda dengan fenomena yang terjadi sekarang, banyak orang yang mengaku dirinya ustadz entah untuk kepentingan pribadi atau ada motif yang lain. Semoga kita selalu menjadi sosok yang rendah hati seperti mursidin yang selalu membawa kesejukan bagi orang di sekita kita. Aamiin

    ReplyDelete
  35. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Dari elegi ini hikmah yang bisa kita ambil adalah selalu mengedepankan keikhlasan dalam kehidupan dengan selalu bersyukur terhadap rizki dan karunia yang diberikan Allah, dengan ikhtiar di jalanNYA. Yang terpenting bukan banyak rezeki yang diberikan akan tetapi bagaimana rizki tersebut mendatangkan barokah atau keberkahan dalam kehidupan kita. Aamiin.

    ReplyDelete
  36. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Setan akan terus menggoda manusia kejalan yang sesat dan menjadi pengikutnya. Hal itu akan terus dilakukan setan hingga akhir zaman. Godaan setan itu banyak bentuknya. Bahkan dalam hati seorang yang ilmu agamanya tinggi seperti ustad juga bisa dirasuki oleh setan. Apalagi orang biasa yang ilmu agamanya rendah, maka orang itu akan mudah dirasuki setan. Jika seseorang dalam keadaan pikiran kosong, maka setan akan masuk kedalam tubuhnya. Oleh karena itu, manusia saat dalam keadaan sadar, hati pikirannya harus diisi oleh doa-doa untuk mendapatkan rahmat dan dilindungi Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk.

    ReplyDelete
  37. Syaitan bisa dikalahkan dengan hati yang ikhlas dalam beribadah dan doa yang penuh kepasrahan akan kuasa Alla SWT. Perbanyaklah ibadah seperti berdzikir, membaca al-qur'an dan kebaikan-kebaikan lain yang bisa menjaga kebersihan hati kita agar terhindar dari godaan syaitan yang selalu berusaha mengajak dan menjerumuskan kita pada keburukan dan dosa-dosa. Maka berlindunglah kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete

  38. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Pikiran yang kosong akan menjerumuskan manusia ke alam syaitan, sama halnya dengan orang yang tidak bersyukur dan selalu suudzon kepada Allah, Syaitan akan menguasai pikiran dan hatinya seakan-akan manusia itu tidak sadar seperti Ankala yang dibawa ke sebuah alam yang asing, dirinya dirasuki oleh syaitan dan merasa seperti tersesat di dalam kegelapan.

    ReplyDelete
  39. Siti Mufidah
    13301240136
    Pendidikan Matematika A 2013

    "Elegi Ritual Ikhlas 44: Kyai Mursidin 2", Ankala adalah contoh manusia yang tergoda oleh bisikan jin atau syaitan, karena kekuatan iman dan islam yang dimiliki belum dalam. Mursidin menjadi contoh manusia yang tidak takut pada syaitan, karena sebenar-benarnya yang wajib kita takuti adalah Allah dan selalu memohon ampun serta pertolongan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Terima kasih.

    ReplyDelete
  40. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Keinginan manusia yang tak pernah ada batasannya. Begitu pula rasa tidak bersyukur terhadapa apa yang dimilikinya juga seringkali tidak menghampiri sisi hati manusia. Maka hanya dengan dua keadaan ini manusia selalu merasa dirinya berada pada titik atau posisi yang paling bawah dianata manusia yang lain. sesungguhnya jika diulas atau ditengok sedikit kehidupan yang lainnya, mereka merasakan dan berada pada kondisi yang sama. yang membedakan hanyalaha apa yang meliputi dan apa yang dimiliki dalam ruang dan waktu tertentu. Sekaya apapun manusia, ia selalu berfikir demikian. padahal sesungguhnya kebahagiaan dan kekayaan itu tidak dapat diukur dan dicari. Kebahagiaan akamn daatang jika manusia memulai dari rasa syukur.

    ReplyDelete
  41. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Allah akan membantu manusia siapapun yang berdoa dan meminta pertolongan kepada-Nya, karena sesungguhnya permintaan hanya akan dikabulkan oleh Allah. Dengan keimanan dan ketaqwaan, insyaallah selalu ada jalan untuk menghindarkan atau menjauhkan diri dari hal negatif seperti yang diceritakan pada ritual ikhlas 44 ini. Kyai Mursidin, sosok yang terkenal denga ahli ibadah dan ahli doa, dari hal itulah sekuat-kuat tenaga untuk mengusir syaithan, atas seijin Allah SWT.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id