Ditururkan oleh: Irma Wasiaty, Pembimbing: Marsigit dan Tuharto
Judul Penelitian: Upaya meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika pada siswa kelas VIII A dalam pembelajaran matematika dengan model Cooperative Learning Tipe Think Pair Share di SMP N 1 Mlati Sleman, Yogyakarta
Penelitian ini dilaksanakan karena ada beberapa masalah yang melatar belakanginya. Pada saat saya PPL di SMP N1 Mlati, saya menemukan beberapa hal yang dapat dijadikan penelitian. Kemudian saya berbincang-bincang dengan guru matematika disana, saya mengungkapkan bahwa saya menemukan hal-hal yang harus diperbaiki dalam pembelajaran matematika karena sebagian besar siswa disana belum bisa cara bagaimana mengerjakan soal dengan baik dan paham terhadap alur penyelesaiannya. Menurut analisa dari hasil tes mereka saat saya PPL, mereka sebagian besar hanya menjawab menyesuaikan dengan rumus dan memasukkan bilangan-bilangannya sesuai rumus. Padahal pemecahan masalah matematika harus diawali dengan pemahaman siswa terhadap materi kemudian siswa bisa mengikuti alur dari penyelesaian secara tepat. Siswa bukan hanya menghafal rumus lalu soal dikerjakan sesuai adanya bilangan-bilangan dan langsung dimasukkan ke dalam rumus.
Kemudian saya mengungkapkan bahwa saya akan melakukan penelitian tindakan kelas terhadap pembelajaran matematika pada siswa kelas VIII A karena kelas ini merupakan kelas yang menjadikan subyek yang paling rendah tingkat pemahamannya saat saya melakukan PPL. Menurut keterangan dari guru, siswa memang merasa kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika. Dalam mempelajari matematika yang sulit untuk dipahami konsepnya yaitu pada pokok bahasan Lingkaran. Jadi guru menyarankan pada saat mengambil data nantinya, jika saya mengambil aspek pemahaman konsep matematika maka dibatasi pada pokok bahasan Lingkaran saja. Sehingga nanti hanya mengamati pemahaman konsep Lingkaran. Aspek ini akhirnya saya ambil dan saya hanya membatasinya pada pokok bahasan Lingkaran. Saat melakukan penelitian saya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share.
Berdasarkan penalaran matematika, konsep matematika merupakan ilmu yang mempelajari gabungan dan pola (diambil dari kamus matematika). Sedangkan konsep Lingkaran adalah mempelajari tentang pola. Jadi konsep Lingkaran merupakan bagian dari konsep matematika. Persiapan awal saya bersama dengan guru yaitu pada perencanaan tindakan, saya bersama guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang materi yang diajarkan sesuai dengan pendekatan dan metode pembelajaran yang digunakan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ini berguna sebagai pedoman guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Guru berusaha seoptimal mungkin dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah dibuat. Usaha guru terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran seperti menggunakan waktu sebaik mungkin agar sesuai dengan rencana, menyampaikan materi sesuai dengan kaidah pembelajaran think pair share, dan menyimpulkan hasil pembelajaran dengan memberikan jawaban-jawaban yang tepat setelah diadakan diskusi kelas.
Guru bersama dengan saya mempersiapkan hal-hal yang akan diamati pada saat penelitian tindakan kelas berlangsung. Saya menerangkan kepada guru tentang kisi-kisi lembar observasi aktivitas siswa yang akan digunakan sebagai salah satu instrumen dalam penelitian, aspek yang diamati pada lembar observasi siswa terdiri dari lima aspek yaitu aspek motivasi, aspek percaya diri, aspek kerjasama, aspek kedisiplinan dan rasa tanggung jawab, dan yang terakhir aspek kreativitas.
Merencanakan usaha - usaha guna menunjang keberhasilan dari penelitian tindakan yang akan dilaksanakan seperti guru akan berusaha memberikan motivasi kepada siswa dengan cara membuat pembelajaran menjadi asyik dan siswa tidak cepat merasa lelah. Guru juga berusaha memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat atas jawaban yang telah diselesaikan siswa di depan kelas dan memberikan kesempatan atas jawaban-jawaban yang berbeda-beda agar sikap percaya diri dan kreativitas siswa dapat muncul dalam pembelajaran matematika. Untuk meningkatkan kerjasama antara siswa yang satu dengan yang lain, guru berusaha memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya kepada teman sekelasnya apabila mendapatkan kesulitan pada saat mengerjakan soal sebelum bertanya langsung kepada guru. Untuk meningkatkan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab, guru berusaha memberikan pertanyaan-pertanyaan langsung ketika pembelajaran baru dimulai tentang materi yang telah dipelajari pada saat pertemuan yang lalu dan guru berusaha memberikan tugas yaitu membawa benda-benda berbentuk lingkaran yang wajib dibawa pada pertemuan berikutnya.
Saya menjelaskan kepada guru tentang model pembelajaran kooperatif tipe think pair share yang akan digunakan dalam pembelajaran. Saya menjelaskan kaidah-kaidah yang ada pada tipe think pair share, tipe ini meliputi 3 tahapan yaitu think (berfikir), pair (berpasangan), dan share (berbagi). Pada tahap think, masing-masing siswa diberi Lembar Aktivitas Siswa (LAS) untuk diselesaikan secara individu dan masih ditempat duduk masing-masing, pada tahap pair siswa berpasangan dengan pasangannya dan membawa LAS yang sudah diselesaikan secara individu, kemudian pada tahap yang terakhir yaitu share, siswa pada tahap ini berbagi dengan pasangannya atas jawaban yang sudah dikerjakan secara individu agar memperoleh jawaban yang paling tepat menurut masing-masing pasangan. Kemudian setelah ketiga tahap sudah dilaksanakan, guru meminta beberapa pasangan untuk berbagi kepada teman sekelasnya melalui presentasi materi di depan kelas.
Setelah guru berusaha untuk mempelajari dan memahami model pembelajaran yang akan digunakan sebagai tindakan di kelas, kemudian guru menyiapkan tes kemampuan awal yang diambil dari materi sebelumnya yang hasilnya akan digunakan sebagai skor pengelompokkan untuk masing-masing pasangan sehingga dalam satu pasangan berbeda kemampuan akademiknya. Pada akhir bulan Januari 2008 saya sudah mulai melakukan pra tindakan, kemudian pada tanggal 4 Februari 2008 saya sudah mulai melakukan penelitian. Tindakan yang diberikan meliputi 2 siklus, siklus I terdiri dari 3 pertemuan dan siklus II terdiri dari 2 pertemuan. Pemahaman siswa selain dilihat dari hasil tes siklus I dan siklus II juga dilihat dari kegiatan saat think di kelas, kegiatan think pada siklus I belum bisa dikatakan mandiri, berdasarkan observasi yang dilakukan ada beberapa siswa yang masih bertanya pada teman sebangkunya, meskipun keadaan kelas tenang namun ada beberapa siswa yang bisa dilihat masih bertanya. Sedangkan pada siklus II, saat think berlangsung siswa mengerjakan sendiri dan tanpa melihat hasil dari pekerjaan teman lain, meskipun keadaan kelas gaduh karena banyak benda-benda berbentuk lingkaran yang berserakan di meja sehingga membuat para siswa ingin mencoba untuk melakukan percobaan pada benda yang lain.
Pemahaman siswa juga dilihat dari kegiatan saat share di kelas, saat siswa melakukan diskusi dengan pasangannya. Pada siklus II, siswa lebih bisa berdiskusi dari hasil yang telah diperoleh pada saat kegiatan think, mereka saling berdiskusi dengan yakin bahwa jawaban yang telah mereka kerjakan pasti benar. Sedangkan pada siklus I, siswa masih ragu dan malu untuk mengungkapkan jawabannya pada saat mereka think. Mereka tidak yakin dengan jawaban mereka, bahkan hanya beberapa pasangan saja yang mau berdiskusi. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang dibatasi pada pemahaman konsep Lingkaran dikatakan meningkat dari siklus I ke siklus II.
The purpose of this blog is to communicate aspects of life such as philosophy, spiritual, education, psychology, mathematics and science. This blog does not mean political, business oriented, pornography, gender and racial issues. This blog is open and accessible for all peoples. Google Translator may useful to translate Indonesian into English or vise versa. (Marsigit, Yogyakarta Indonesia)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Semoga Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kami selaku guru matematika yang sudah lebih dulu terjun menjadi pendidik, untuk adik irma selamat anda telah melkukan PTK, terus selalu melakukan penelitian, banyak problematika dilapangan yang belum terjamah oleh guru-guru kita yg sudah terjun duluan didunia pendidikan khususnya dunia KBM Matematika.
ReplyDeleteIrma is supposed to revise her thesis soon, , isn't she?
ReplyDeletea month has gone for her short honeymoon :D
Happy blogging!
Terima kasih informasinya. Dengan informasi ini dapat menambah pengetahuan dan kajian teori tentang model pembelajaran.
ReplyDeleteDari : Guru Sertifikasi-SUGIYANTA, S.Pd, M.A
Terima kasih informasi hasil penelitiannya. Informasi ini dapat menambah kajian teori tentang metode pembelajaran Cooperatif Learning
ReplyDeleteTipe Think Pair Share.
Terima kasih sudah berbagi pengalaman.
ReplyDeleteTrimaksih atas pengalaman penelitianya, dan dari sini saya bisa mendapat pengetahuan tambahan tentang pembelajaran kooperatif TPS
ReplyDeletePembelajaran Kooperatif tidak hanya bermanfaat pada peserta didik yang dikenai sebagai objek, namun juga bermanfaat untuk kerjasama antara mahasiswa dan guru, seperti tulisan di atas.
ReplyDeleteMahasiswa dengan idealismenya, dan guru dengan pengalamannya jika dipadu akan menghasilkan pembelajaran yang bermakna.
Mestinya juga akan berkembang pada kerjasama antara dosen dan guru, mungkin hasilnya jauh lebih baik. Semoga terwujud secara rutin dan merata.
NiRo arsihena
ReplyDelete05301244121
filsafat rabu 09.00
elegi yg bisa dijadikan bahan pertimbangan buat skrpisi saya.....
PM A PPs S2 UNY
ReplyDelete11709251043
Elegi yang memberikan pencerahan dan motivasi bagi saya sebagai seorang guru untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas kualitas pembelajaran dengan melakukan penelitian sambil mengajar.
Hasil penelitian yang disampaikan juga memberikan gambaran yang nyata bahwa proses pembelajaran dengan metode kooperatif bisa bisa meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi tertentu. Disamping itu juga meningkatkan ketrampilan sosial siswa dan juga keberanian mengemukakan pendapat.
Dengan metode kooperatif proses pembelajaran lebih memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa sebagai subyek belajar untuk berpartisipasi aktif melalui keterlibatannya dalam membangun pengetahuan barunya.
Hal yang paling berharga dari pengalaman penelitian tindakan kelas ini adalah bahwa sudah saatnya para guru saat ini memulai menemukan dan mengatasi masalah-masalah yang muncul dalam proses pembelajarannya dengan mencoba dan mencoba melakukan kegiatan serupa.
Terima kasih.
Ass..amin P Yulianto
ReplyDeleteAssalamualaikum,,Wr..WB....
ReplyDeletePenelitan yang menarik,semoga dilain waktu saya sempat meneliti seperti itu atau lebih baik dari itu seperti selain metode tersebut untuk menanamkan konsep tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada siswa atau bisa dikembangkan juga untuk membentuk karakter dari metode pembelajran tersebut. Penelitian PTK jika dilaksanakan dengan benar-benar dan dibimbing dengan sungguh-sungguh pasti akan mengasilkan penelitian yang kualitasnya sama dengan penelitan eksperimen, karena kalau tidak salah sempat saya dengan dari dosen bahwa dalam penelitan PTK akan memebrikan peluang subyektif kepada peneliti dalam mengambil data atau akan muncul masalah jika dilakukan oleh mahasiswa S1, akan sulit kerjasama jika kompetensi Guru atau rekan penelitian lebih tinggi daripada peneliti sendiri..
Syukrul Hamdi (11709251029) P. Mat C
ReplyDeleteFalsafah yang mendasari model pembelajaran kooperatif dalam pendidikan adalah falsafah homo homini socius. Berlawanan dengan Teori Darwin, falsafah ini menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kerja sama merupakan kebutuhan yang sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup. Tanpa kerja sama, tidak akan ada individu, keluarga, organisasi, atau sekolah.
Aktivitas Cooperative Learning digunakan 3 (tiga) tujuan berbeda yaitu: Dalam pelajaran tertentu siswa sebagai kelompok yang berupaya untuk menemukan sesuatu, kemudian setelah jam pelajaran habis siswa dapat bekerja sebagai kelompok-kelompok diskusi dan setelah itu siswa akan mendapat kesempatan bekerja sama untuk memastikan bahwa seluruh anggota kelompok telah menguasai segala sesuatu yang telah dipelajarinya untuk persiapan latihan, ujian atau kuis, bekerja dalam suatu format belajar kelompok.
Jadi ungkapan mahasiswa tentang pengalamannya melakukan penelitian bisa kita jadikan pelajaran bahwa MENGAJAR ADALAH KEGIATAN PENELITIAN dan menjadi guru juga harus bisa bekerja sama contohnya dengan peneliti yang berasal dari perguruan tinggi ataupun mahasiswa yang melakukan penelitian untuk tugas akhir guna mencari alternatif metode yang efektif dalam pembelajaran salah satunya Cooperative Learning.
NIM. 11709259004
ReplyDeleteP.Mat C
Seperti yang telah dituliskan pada elegi Permintaan Si Murid Cerdas kepada Gurunya, dipaparkan bahwa salah satu pembelajaran yang baik adalah memberikan kesempatan siswa untuk mandiri dan menggunakan kemampuannya. Dalam pembelajaran kooperatif, siswa juga dilatih bagaimana belajar berdiskusi atau bersosialisasi dalam berinteraksi dengan teman-temannya.
Serta dapat merubah paradigma guru, dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. Hal yang paling penting dalam pembelajaran kooperatif adalah siswa dapat menemukan sendiri secara aktif dan menjadi kebanggaan bagi siswa itu sendiri serta guru.
HUSNUL LAILI (P.MAT B)
ReplyDelete11709251003
penelitian yang lumayan menarik dan pastinya saat THESIS kita pasti akan melakukan sebuah penelitian.
semoga elegi ini bisa memberikan sedikit gambaran kepada kita semua untuk melakukan penelitian nanti...amiiiin...
dimana dalam hal ini peneliti menggunakan model cooperative learning dalam Upaya meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa, hal ini bisa menajadi acuan untuk kita mencoba menerapkan model-model pembelajaran cooperative lain yang dirasa perlu untuk diterapkan disekolah.
terimakasih
11709259002
ReplyDeletePMAT C
metode pembelajaran yang dilakukan pada penelitian di atas itu cukup bagus karena telah membuat siswa mandiri dan bisa membangun sendiri matematika dalam dirinya, membuat siswa lebih aktif, tidak lagi pembelajaran yang berpusat pada guru, tetapi menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa, seperti yang di harapkan oleh sistem pendidikan sekarang ini.
Kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Belajar dengan model Cooperative Learning sejalan dengan kebutuhan dasar manusia. Dengan Cooperative Learning siswa memiliki kesempatan untuk bersosialisasi dengan teman, saling berkomunikasi mengutarakan gagasan idenya, membangun rasa empati untuk berbagi pengalamannya dan sebagai sarana untuk aktualisasi dirinya. Dengan cara seperti ini berharap siswa benar-benar mendapatkan pengalaman belajarnya. Perencanaan yang baik tentang proses belajar siswa mendorong siswa untuk mengeksplorasi kemampuannya. Informasi tentang pengalaman melakukan penelitian ini mudah-mudahan bisa memotivasi guru untuk membenahi proses pembelajarannya. Kerjasama penelitian sangat penting dan perlu dikembangkan di sepanjang waktu karena ide dan masalah baru akan selalu muncul di sepanjang proses pembelajaran, tidak cukup hanya dengan 2, 3, atau 4 siklus saja. Mudah-mudahan ada banyak fihak yang semakin peduli dengan dunia pendidikan. Amin.
ReplyDeleteungkapan terima kasih saya haturkan pada Irma Wasiaty yang melakukan PTK bersama guru dan memberikan pengalamannya kepada kita melalui Elegi Bapak Marsigit. Memang Pembelajaran Kooperatif adalah model pembelajaran yang bisa membantu para guru untuk membangun kelasnya lebih baik dan menghargai siswa. pembelajaran kooperatif lebih menitik beratkan pada aspek bekerja sama. tipe yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe TPS,, sehingga dalam pembelajaranya, tentunya terdapat unsur Think, Pair dan share,,, siswa di ajak untuk berpikir, diskusi berpasangan dengan siswa lain dan yang terakhir menerangkannya di kelas,, sehingga dengan TPS ini proses pemebelajaran akan lebih kreatif dan dapat membangun pengetahuan siswa.
ReplyDeleteTri Wijayanti
ReplyDelete11709251048
P Mat C PPs UNY
Assalamu’alaikum, terima kasih Bapak atas elegy ini karena menambah pengetahuan saya bahwa sebagai seorang guru saya berkewajiban untuk selalu melakukan penelitian dan lingkup terkecil yang perlu kita teliti adalah siswa didik pada kelas yang saya ajar.
Betapa sederhananya sebenarnya penelitian itu kita lakukan pada saat kita menjagar karena kita telah mengetahui bagaimana peserta didik, kondisi mereka, lingkungan, fasilitas dan kemampuan peserta didik. Dengan modal pengetahuan awal tersebut, maka kita terbantu untuk merancang bagaimana seharusnya model atau pendekatan pembelajaran yang harus kita lakukan dan kembangkan untuk meningkatkan kualitas peserta didik kita dan memberikan sesuatu yang terbaik bagi mereka agar mereka lebih memahami konsep dari suatu masalah dan belajar menjadi terasa bermakna bagi siswa.
Sebagai guru baru saya sangat menyadari kekurangan yang ada pada diri saya, maka memalui pengetahuan awal yang baik ini semoga dapat menjadi bekal bagi saya untuk menerapkan pembelajaran sebagai suatu penelitian yang harus saya lakukan untuk meningkatakn kemampuan saya sebagai guru dan untuk pembelajaran yang lebih baik lagi. Aamiin.
NELLY RHOSYIDA (PPS PMAT B , 11709251016)
ReplyDeletePenelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa, saya rasa kalau sampai dua siklus saja kok masih belum bisa melihat signifikansinya ya? Dari kebanyakan PTK yang saya baca, hampir semua mencapai tujuan yang diinginkan hanya dengan dua siklus. Apakah tidak terlalu dini untuk menyebut atau menyimpulkan bahwa metode yang kita pakai itu akan benar-benar memberikan hasil yang kita inginkan?
Refleksi oleh : P. Matematika, PPs UNY 2011. kelas A (11709251011)
ReplyDeletePenelitian tindakan kelas ini sangat bagus karena sesuai dengan kondisi siswa di kelas tersebut, dimana siswa masih belum memahami tentang suatu konsep dalam matematika. Apapun pendekatan yang diambil dalam penelitian adalah tepat bila telah disesuaikan dengan karakter siswa. Bahkan menurut hemat saya penelitian ini perlu dikembangkan lagi misalnya dengan menggunakan pendekatan yang lain. Sehingga nanti dapat dibandingkan pendekatan pembelajaran yang mana yang paling tepat untuk sekolah ini.
ERNI GUSTIEN VIRGIANTI
ReplyDeletePPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)
Ungkapan seorang mahasiswi tentang pengalamannya melakukan penelitian bersama guru matematika di sekolah
Elegy ini memperlihatkan bagaimana penelitian tindakan kelas mulai dilakukan, dari kasus yang dirasakan oleh peneliti sampai dengan pelaksanaannya ditiap-tiap siklus. Dari penelitian yang dilakukan di peroleh bahwa metode yang digunakan dalam penelitian memberikan dampak yang positif bagi siswa. Dan hasil penelitian ini menambah wawasan kita bahwa pembelajaran kooperatif tip TPS dapat meningkatkan aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa.
Terima kasih telah berbagi pengalaman dengan kami, ini akan menginspirasi kami untuk melakukan penelitian tindakan kelas di sekolah kami.
Muhammad Istiqlal (S2 Pmat C)
ReplyDelete11709251041
Penelitian tindakan kelas ini memperkaya kita sebagai guru matematika akan metode2 pembelajaran yang bisa digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas. Dengan adanya metode kooperatif learning akan lebih memotivssi siswa untuk aktif dalam pembelajaran, berani mengeluarkan pendapat dan berpikit kreatif. Tantangan bagi kita guru matematika adalah untuk terus menggali kreativitas menggunakan metode2 belajar yang inovatif dalam pembelajaran agar pembelajaran tidak monoton dan bisa meningkatkan minat belajar siswa.
11709251031
ReplyDeletePMAT C
Pelaksanaan pembelajaran matematika ada banyak metode digunakan, termasuk salah satunya adalah cooperatif learning tipe TPS. dengan metode ini siswa diberi kebebasan untuk berpikir, mencari pasangan,dan berbagi/bekerja sama.siswa membangun sendri pengetahuannya.dengan metode ini diharapkan bisa memotivasi siswa untuk terus belajar dan mengembangkan pengetahuannya.namun dalam pelaksanaannya, hendaklah guru tidak hanya berpaku pada satu metode pembelajaran tetapi perlu digunakan metode-metode yang lain sehingga siswa tidak mudah bosan.
Sri Subekti
ReplyDelete11709251021PM A
Banyak macam metode pembelajaran matematika yang baik namun suatu metode yang baik untuk suatu materi pembelajaran matematika belum tentu baik/ cocok untuk materi yang lain. sehingga guru harus pandai-pandai memilih metode yang cocok untuk pembelajaran suatu materi. pada PTK tersebut memilih metode cooperative learning tipe PTS. Kaidah-kaidah yang ada pada tipe think pair share meliputi 3 tahapan yaitu think (berfikir), pair (berpasangan), dan share (berbagi). Pada tahap think, masing-masing siswa diberi Lembar Aktivitas Siswa (LAS) untuk diselesaikan secara individu dan masih ditempat duduk masing-masing, pada tahap pair siswa berpasangan dengan pasangannya dan membawa LAS yang sudah diselesaikan secara individu, kemudian pada tahap yang terakhir yaitu share, siswa pada tahap ini berbagi dengan pasangannya atas jawaban yang sudah dikerjakan secara individu agar memperoleh jawaban yang paling tepat menurut masing-masing pasangan. Kemudian setelah ketiga tahap sudah dilaksanakan, guru meminta beberapa pasangan untuk berbagi kepada teman sekelasnya melalui presentasi materi di depan kelas. Metode cooperative learning tipe TPS merupakan salah satu metode yang perlu dikembangkan dan digunakan oleh guru matematika karena dengan metode ini siswa diberi kebebasan berpikir dan bekerja sama dengan temannya untuk mengkonstruksi ilmu pengetahuannya sendiri, sehingga pembelajaran lebih bermakna.
Mira Rahmawati (09301244016)
ReplyDeletePendidikan Matematika Swadana (kelas C) 2009
thank you sir ... after reading a blog post entitled "Ungkapan seorang mahasiswi tentang pengalamannya melakukan penelitian bersama guru matematika di sekolah". I will be implementing service learning-PPL at least become aware of how the situation in schools regarding the students sailed mathematics.
If students only learn to apply the formula into the matter of just perhaps a lesson that is not attractive to students. by reading this post at least I will choose different ways according to the advice in this post with the type of cooperative learning model think pair share.
11709251018/PPs P.Mat B
ReplyDeleteSebagai seorang pendidik atau guru tentu sangat penting untuk memperhatikan setiap permasalahan dan peningkatan mutu pendidikan pada kelas suatu sekolah atau lingkungan pendidikan. Disinilah lahir suatu proses pelaksanaan rencana, observasi dan evaluasi terhadapa masalah apa saja yang menghambat mutu pendidikan dalam ruang lingkup pendidikan termasuk kelas sebagai tempat siswa atau anak didik menerima ilmu, dan lahirlah konsep Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK dijadikan acuan para profesional sebagai upaya pemecahan masalah dan peningkatan mutu di berbagai bidang.
Dalam PTK ada 3 (tiga) komponen yang menjadi sasaran utama PTK, yaitu siswa / pembelajaran, guru, dan sekolah. Tiga komponen itulah yang akan menerima manfaat dari PTK
ReplyDeletea. Manfaat bagi siswa dan pembelajaran
Dengan adanya pelaksanaan PTK, kesalahan dan kesulitan dalam proses pembelajaran (baik strategi, teknik, konsep, dan lain-lain) akan dengan cepat dapat dianalisis dan didiagnosis, sehingga kesalahan dan kesulitan tersebut tidak akan berlarut-larut. Jika kesalahan yang terjadi dapat segera diperbaiki, maka pembelajaran akan mudah dilaksanakan, menarik, dan hasil belajar siswa diharapkan akan meningkat.
b. Manfaat bagi guru.
1. Guru memiliki kemampuan memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu kajian yang mendalam terhadap apa yang terjadi dikelasnya.
2. Dengan melakukan PTK, guru dapat berkembang dan meningkatkan kinerjanya secara profesional, karena guru mampu menilai, merefleksi diri, dan mampu memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya.
3. Melalui PTK, guru mendapat kesempatan untuk berperan aktif dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sendiri
4. Dengan PTK, guru akan merasa lebih percaya diri
c. Manfaat bagi sekolah Sekolah yang para gurunya memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan atau perbaikan kinerjanya secara profesional, maka sekolah tersebut akan berkembang pesat.
NIM. 11709251005
ReplyDeleteP. Mat B Pasca UNY
Saya sangat setuju dengan pendapat mbak Nelly Rhosyida bahwa kesimpulan tidak dapat diambil hanya dengan 2 siklus saja. Sangat dimungkinkan peningkatan tersebut hanya karena faktor kebetulan semata, jadi belum dapat diambil kesimpulan. Yang kita harapkan bersama, jangan sampai pengambilan 2 siklus terjadi karena keterbatasan waktu penelitian sehingga terjadi pemaksaan data. mudah2an kita semua dijauhkan dari hal-hal sedemikian, amin..
PMatSub'09 (09301241011)
ReplyDeleteFrom this post, I can learn something, that we need try a new method in class and not only do once. The teacher must know how effective that method. The student also learns from time to time. In cycle1, the student isn’t common with thing pair share, so they still feel anxious. But in the cycle2, the student starts to feel comfortable and more confident how to solve the problem and share to other.
Thank you sir to share it. I hope that I also can do something good in the school later.
Arlian Bety Anjaswari
ReplyDeleteP.Matematika Subsidi 2009 / 09301241010
From this post I can take the lessons are very useful to me later, that is as teachers we must be familiar with classroom action research. It is useful when the problem happens in the classroom, where the problems will never be the same. As well as teachers we must develop and implement a variety of learning methods.
Paparan kegiatan penelitian yang dapat menjadi wacana bagi kita semua akademisi yang sudah dan kelak akan melakukan penelitian... dalam hal penelitian ini pendapat rekan rekan di atas sangat tepat,, semoga hal hal yang menjadi perhatian seperti waktu, dan hal hal yang ada kaitannya dengan PTK yang bersifat negatif dapat diminimalisir sesedikit mungkin,, semoga paparan diatas dapat memberikan ide, inspirasi dan menjadi pengetahuan baru bagi saya.. :D
ReplyDeleteI've just known that there is think-pair-share method to increase the student's understanding about material in mathematics. I think that it is a good way to make the teaching learning process more interesting. But, the question is, how to do this method to the school that have students in which the students are very lazy to learn because they have wrong motivation to go to school? In my opinion, this method will be totally effective if the teacher have a good way to attract the students and motivate the students.
ReplyDeleteBy : Siti Dwi Habibah Puji Lestari
ReplyDeleteNIM : 10305144024
matematia Swadana 2010
Solving mathematics problem must be started from understanding student about material then the student can follow plot of its correctly. In order to know especially the student of junior high school can know how to answer the question correctly and to understand about plot of solving problem and not only answering based on the formula and input numbers approriate with the formula. To maximalize students understanding, in learning mathematics is used cooperatif learning type think pair share formula that will be used in it. This type includes three stages, there are think, pair and share. Besides them,the visual tools of mathematics is very functionable for studying mathemathics more attractive and the student can be more understand in studying mathematics actually.
Pmatsub 09 (09301241023)
ReplyDeleteOne of the things that concerns educators when teaching in the classroom is how to embed math concepts to students so that students can understand the lesson. So the students are not just enter a formula to resolve the problem but the student can use his understanding as logic to solve a problem. So that, educators need to conduct research on the management of class actions is good. From this post can be seen that students can understand mathematics concepts through their own discoveries, through sharing with friends so they can understand math concepts. This study brings an inspiration for me to be able to do something that can make the learning better.
Sumarno
ReplyDeleteNIM 11709251028
P MAT Kelas A
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencobakan hal-hal baru pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil pembelajaran. Seperti yang sudah dilakukan peneliti di SMP N 1 Mlati dalam rangka penanaman konsep-konsep matematika, karena kalau dicermati memang untuk pemahaman konsep masih sangat kurang dalam pelajaran matematika,
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete"mereka (siswa) sebagian besar hanya menjawab menyesuaikan dengan rumus dan memasukkan bilangan-bilangannya sesuai rumus. Padahal pemecahan masalah matematika harus diawali dengan pemahaman siswa terhadap materi kemudian siswa bisa mengikuti alur dari penyelesaian secara tepat. Siswa bukan hanya menghafal rumus lalu soal dikerjakan sesuai adanya bilangan-bilangan dan langsung dimasukkan ke dalam rumus."
ReplyDeletehal diatas dalam perbincangan dengan sesama rekan guru, sering diakibatkan pembelajaran yang orientasinya menjawab soal, yang akar permasalahannya adalah guru dituntut spy siswa-siswanya sukses dalam UNAS,... dalam keterpaksaan ini banyak guru memaksakan kehendak dengan cara instan yang penting siswa hafal rumusnya untuk mengerjakan suatu soal
nah akar permasalahan inilah yang menurut saya malah jarang tersentuh,... guru diberikan kepercayaan diri untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna,... tidak dituntut berorientasi asal siswa bisa mengerjakan soal unas,... namun pemahaman perlu diberikan ...
selama ini kalau menurut saya sudah banyak penelitian yang mengkaji berbagai bentuk metode, strategi maupun pendekatan maupun apapun namanya,... namun tindak lanjut dari itu kadang terbentur dengan Instruksi supaya siswa dapat mengerjakan soal unas,...
ReplyDeleteironisnya lagi,.. banyak sekolah yang pada tingkat akhir (kelas 9 smp & 12 sma/smk) hanya mengadakan latihan soal UNAS saja dalam pembelajarannya terutama pada semester 2,.. bahkan materi yang seharusnya diajarkan di sem 2 sudah "dirapel" di sem 1,... jadi di sem genap tingkat akhir siswa hanya di-drill latihan soal saja,...
Aleksius Madu
ReplyDeleteP Mat B
Saya sangat tertarik dengan penlitian tindakan kelas.Jujur sj saya tidak pernah melakukan penelitian tindakan kelas karena saya lebih suka melakukan penelitian eksperiman atau R and D. Sy ingin mencobanya tetapi mungkin belum waktunnya saja.Dengan pengalaman dari saudari Irma Wasiaty lewat elegi ini dapat bermanfaat bagi saya. Banyak orang yang melakukan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan metode atau pemdekatan yang beraneka ragam tetapi sangat disayangkan terkadang metode atau pendekatan atau strategi pembelajaran itu tidak digunakan dalam pembelajaran oleh guru. Hal ini disebabkan karena guru mengejar targen agar siswannya lulus UNAS. Jadi, saya berharap ini juga menjadi bahan refleksi kita ketika menjadi seorang guru.... Trimaksih.
Anisa Jatus Anafauziah(10305144017)
ReplyDeletematematika swadana 2010
(www.anisa-icha-jatus.blogspot.com)
My opinion model of Cooperative Learning Type Think Pair Share is one of the great model for learning mathematics, especially of a circle. The purpose of the model think , pairs , and share. At this stage think, each of which students are given the Student Activity Sheet (LAS) to be completed individually and still seat each, at this stage students are paired with a partner pair and bring LAS already resolved individually, then at the last stage of the share , students at this stage to share with her partner for the answers that have been done individually in order to obtain the most appropriate response according to each partner. Then after the third stage has been implemented, the teacher asks some pairs to share with their classmates through the presentation of material in front of the class. I think this model is a model of good,interesting, and effective to be applied in a learning circle.
Ummi Aisyah 11709251049 PMAT A PPS UNY 2011
ReplyDeleteAssalamu’alaikum
Elegi ini memberi alternative bagi kita seorang guru untuk melaksanakan pembelajaran. Sudah banyak penelti yang membuktikan bahwa kooperatif dapat meningkatkan prestasi akademis siswa, toleransi, dan juga membangun kepercayaan dirinya. Karena dalam kooperatif siswa berusaha beserta teman – temannya menemukan hasil dari permasalahan yang diberikan, disana mereka menyatukan pengalaman – pengalaman dan ide – ide belajar yang berbeda yang diperoleh sebelumnya, sampai mereka menemukan pengalaman – pengalaman baru. Jadi bagi para guru yang menginginkan siswa untuk bisa mencapai kemampuan akademis matematika yang baik harus berani mencoba berbgai macam strategi, supaya anak mudah memahami dan senang dengan matematika.
mas Alex : ...
ReplyDeletebukankah penelitian tindakan kelas juga termasuk dalam penelitian eksperimen,.. hanya yang membedakannya untuk PTK tidak dapat di-generalisasikan?...
maaf jika saya juga salah,... masih baru dalam penelitian...
Ika Kusumawati
ReplyDelete(09301241020)
Pend. Matematika Subsidi 2009
First, thank you for this post Sir. From this post, I know that teachers have to know and understand students’ condition. Teachers must have capability to create interesting and meaningful learning so students can understand the material of learning that they have received. Understanding students is not necessarily at the time of PPL. Later when I do PPL, I will try to make meaningful class. One thing that I can conclude from this post is as a teacher, we should understanding students in every time. The important thing as a teacher is teacher must to be a pioneer for make a goodness in her/his class.
banyak penelitian yang sudah dilakukan namun minim tindak lanjut. itu adalah masalah yang kita hadapi. penelitian hanya berakhir dalam jilidan tanpa ada langkah riil untuk memberikan tindak lanjut terhadap hasil penelitian. mungkin hal itulah yang menjadikan kualitas pendidikan kita kurang cepat dalam menangkap kemajuan.
ReplyDeleteMuhamad Farhan (11709251034) PMAT C
ReplyDeletesuatu fenomena yang banyak terjadi, adanya penelitian yang tidak begitu maksimal dalam meningkatkan kualitas pendidikan dalam proses pembelajaran, misalnya untuk mendapatkan gelar S1 harus mengadakan penelitian namun esensi dari penelitian itu hanyalah sebuah buku yang di jilid rapi, indonesia membutuhkan para peneliti yang mahir dan memberikan solusi terhadap permasalahan pendidikan di indonesia terlebih lagi pada saat proses pembelajaran di sekolah (kelas), sebuah permasalahan yang sedang berkembang berdasarkan hasil pengamatan pakar pendidikan bahwa indonesia pada saat ini krisis akan 'kualitas", baik itu kualitas guru maupun siswa, sehingga penelitian yang mengarahkan pada perbenahan dan perbaikan kualitas pembelajaran haruslah benar-benar digalakkan. semoga kita sadar dan mari kita pikirkan bersama terhadap solusi-solusi dari permasalahan tersebut,.
Rini Dwi A
ReplyDeletePMat C
Pembelajaran adalah perpaduan antara aktivitas mengajar dan aktivitas belajar. Pembelajaran terutama pembelajaran matematika harus memberi kesempatan kepada siswa untuk emmbangun sendiri konsep pengetahuannya, sehingga siswa bisa menyelesaikan masalah=masalah yang dihadapinya. Tugas guru adalah memfasilitasi, mendorong siswa untuk dapat membangun pengetahunnya itu. Dalam proses pembelajaran tidak akan pernah terlepas dari model/ metode pembelajaran. Salah satunya yang dpat diterapkan adalah model pembelajaran kooperatif learning tipe TPS seperti yang diungkapkan dalam elegi ini. Pelaksanaan penelitian dengan tipe TPS ini telah berhasil membantu siswa untuk memahami konsep matematika khususnya konsep lingkaran. Dalam penelitian ini juga telah memberikan peluang kepada siswa untuk menemukan konsep itu sendiri dalam dirinya. SEmoga hasil penelitian ini menambah inspirasi dan wawasan bagi kami selaku guru matematika untuk selalu mengembangkan secara kreatif model/ metode pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk membangun konsep pengetahuannya sendiri. Terimakasih.
Suprihatin (09301241037)
ReplyDeleteP. Mat Sub 2009
This research give a lot of information. First, we know that teaching learning process in mathematics didn’t employ meaningful learning. It can obstruct student’s creativity in learning mathematics. Student’s just know the formula in mathematics and teaching learning just change the symbol in formula by numbers. How poor it is. Second, student’s actually have high competence if they are given a chance. They have their own skills in comprehend mathematics. Third, it inspiring us, that there are cances when we do KKN PPL to make the teaching learning process in the school get better.
Thanks for the information.
Tantri Mega Sanjaya
ReplyDelete11709251007
p. Mat B PPs
Setelah membaca pemaparan di atas yang saya rasakan adalah suasana kegiatan penelitian sekaligus proses pembelajaran yang sangat menyenangkan. Saya yakin penelitian yang dilaksanakan dilakukan dengan sepenuh hati :). Hal yang pertama yang saya rasakan adalah antusiasme dari Mbak Irma selaku peneliti yang mampu berkolaborasi secara 'apik' dengan guru mata pelajaran. Begitupula dengan Sang Guru yang sangat bersemangat belajar dan membelajarkan yang barangkali dengan metode yang dirasa baru bagi guru. Hal kedua yaitu akibat dari proses pembelajaran yang digawangi oleh Mbak Irma dan sang Guru, siswa merasa nyaman dan turut antusias dalam kegiatan pembelajaran. Sungguh pembelajaran yang sangat menyenangkan...Saluuut... :)
Pengalaman yang sangat inspiratif..dalam kesempatan mengajar akan sangat baik sekali jika sekaligus kita lakukan pengamatan-pengamatan untuk mengidentifikasi masalah-masalah atau kesulitan siswa. Dari sini, dapat kita kaji teori yang related untuk selanjutnya dikembangkan sebagai sebuah treatment untuk mengatasi masalah seperti yang telah dipaparkan..Penelitian tindakan semacam ini, memang sebaiknya dibudayakan agar selalu ada pembenahan-pembenahan untuk memperbaiki kualiatas pembelajaran kita..Terimakasih atas sharing informasi yang inspiratif ini..
ReplyDeletePenelitian tindakan kelas dapat dilakukan guru apabila menemui masalah-masalah di kelas. Karena PTK adalah untuk masalah praktis saja maka yang diteliti adalah masalah-masalah belajar siswa, metode yang digunakan, motivasi siswanya, dll yang berlaku di kelas saja. Bisa jadi penerapan suatu metode yang sama namun hasilnya berbeda di kelas lain. Namun ketika saya PPL dulu, guru-guru merasa kesulitan untuk menerapkan PTK tersebut. Mungkin karena PTK adalah tuntutan golongan. Seandainya dapat disadari bahwa PTK untuk menyelesaikan masalah siswa dan guru sendiri mungkin PTK dapat dilakukan guru setiap saat untuk memperbaiki kualitas pembelajarannya.
ReplyDeleteMuhammad Istiqlal (S2 Pmat C)
ReplyDelete11709251041
Yang perlu saya kritisi adalah pendapat tentang siswa harus memahami konsep terlebih dahulu sebelum mengerjakan soal, itu merupakan pandangan dalam pembelajaran yang sudah almarhum, kita kubur rapat-rapat, karena pembelajaran saat ini adalah bagaimana siswa mampu menemukan kosepnya secara mandiri dengan memberikan masalah-masalah yang mengarah kesana.
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletePalupi Sri Wijayanti
ReplyDeleteNIM. 11709251045
PPs Pend. Matematika Kelas C
Penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan oleh Sdri. Irma Wasiaty sangat memberikan inspirasi dalam inovasi pembelajaran matematika di kelas. Namun, kondisi sekolah di SMP N 1 Sleman belum tentu tidak sama dengan kondisi kelas di SMA dan SMP yang saya ampu. Hal ini menjadikan beberapa faktor dalam penelitian tersebut yang tidak dapat digeneralisasikan untuk setiap sekolah menengah di seluruh Yogyakarta atau bahkan di seluruh Indonesia. Tetapi, saya sangat mengapresiasi Penelitian Tindakan Kelas yang telah terlaksana karena ide-ide kreatif dan gagasan yang dapat saya terapkan di dalam pembelajaran pada kelas saya. Terima kasih.
Raekha Azka (11709251037)
ReplyDeleteInilah proses Tesis menemukan antitesis dan mensintesikannya. Dari menemukan masalah, menentukan Goal dan mencari cara mencapainya.
Penelitian oleh Sdri. Irma Wasiaty memberikan gambaran bahwa sebagai guru harus selalu melakukan inovasi agar dalam pembelajaran dapat tercapai apa yang diharapkan dari pembelajaran tersebut.
Namun tentu saja penelitian tersebut bukan tanpa kekurangan. Oleh karena itu kita sebagai guru harus bisa menangkap hal-hal apa yang masih kurang untuk bisa kita teliti lebih lanjut dan harapannya hasil penelitian lebih lanjut itu akan mampu semakin meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
Curie Putri Hijrihani
ReplyDelete11709251024
PMAT C
Assalamualaikum wr.wb.
Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun sendiri konsep pengetahuannya. Dalam penelitian yang telah dilakukan oleh Sdr. Irma terlihat bahwa proses pembelajaran menggunakan cooperative learning dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi tertentu. Selain itu juga dapat melatih keberanian siswa untuk mengemukakan pendapatnya dalam forum diskusi dan melatih kemampuan siswa dalam berinteraksi dengan teman-temannya (kerja sama) . Penggunaan model cooperative learning dalam pembelajaran lebih memberikan kesempatan siswa untuk berpartisipasi aktif sehingga siswa dapat membangun dan menemukan sendiri konsep pengetahuannya. Semoga hasil penelitian ini dapat memberkan inspirasi kepada guru agar mampu mengembangkan model pembelajaran yang membuat siswa dapat membangun konsep pengetahuannya sendiri. Terimakasih
Wassalamualaikum wr.wb.
My first impression on this writing of my senior is: “How Lucky you are” She had a cooperative teacher who wanted to share class problem and let her constructed lesson plan along with the teacher. Her result of researching was also going nice. The method was success, there was an increasing performance of students. I hope that in my Teaching Practical I can also get easiness from Allah. Will there be a chance that you become my guide lecturer on my final task Sir? hehe, Thank you Sir
ReplyDeletePendidikan Matematika Subsidi (09301241043)
ReplyDeleteFrankly , this article is very inspiring. InsyaAllah, I will take PPL in next semester, so I realize that we have lot of duty to do. I realize that being a teacher we are not just transfer the knowledge, but construct the concept in students’ minds. After read this article, I’m realize that there are many problems that may happened in the class. Students have different characteristic, and why not we use its to improve the students’ comprehension, like what Miss Irma Wasiaty had done.
I think the cooperative learning is proper method when the class has many students and the material is lot. Cooperative learning gives the students a chance to more confident, can construct their mind together, not only root learning.
So, I hope I can do the best for my student in PPL program.
Maria Rosari Anggun M.
ReplyDeletePmatsub 2009 – 09301241017
Cooperative Learning method in line with basic human needs as a social being. With Cooperative Learning, students have the opportunity to socialize with friends, communicate with each other to express ideas, build a sense of empathy for the sharing of experiences and as a means for self-actualization. In this way students are expected to get a learning experience. Good planning of the learning process will encourage students to explore its capabilities. Information about the experience of conducting research can hopefully motivate teachers to fix the learning process. Research collaboration is very important and need to be developed in all the time because of ideas and new problems will always arise throughout the learning process, not enough by 2, 3, or 4 cycles. Hopefully by reading this article I was inspired to do better research on PPL program this year.
Rusda Fauziah (09301241048)
ReplyDeletePmatsub 09
As a candidate teacher, this article is very useful for me. It opens my mind how be critic and creative person is very needed for teacher. Every people is different, every student is different they have ability themselves and they have different skill to understand something. So as a teacher we must know what we must do if we will teach and make lesson plan and use method correctly and can use to all student in the class.
For miss Irma Wasiaty, I’m glad of you to be mathematics teacher that critic and creative.
Lina Dwi Aris S
ReplyDelete09301241031
Pendidikan Matematika
From this post, we can know that as a teacher we need to prepare lesson plan well. In arrange the lesson plan, the teacher must observe characteristic of student. Because each student have different ability in think. By the lesson plan the teacher can choice the method of learning that compatible with the condition of the student. So, the student can follow the teaching learning mathematics well.
thanks for this story. its give me a inspiration and idea to arrange my minithesis.
ReplyDeleteits also give me an image about the way to find problem that can be researched and can be title of my minithesisi
Naafi Awwalunita (09301241024)
ReplyDeleteThis post make me realize that the field is really different from the theory on the textbook. Teaching mathematics isn’t an easy job. The teacher should implement a method so that the student can construct their understanding upon some subject. Each method has its own character. Sometimes the teacher would change the method that they already implemented because s/he find that the first method is not really effective. To avoid such situation, teachers should firstly make a lesson plan, observate the students, what kind of learning do they want. More importantly, that teaching learning process should put the student’s understanding on the first priority. After decide which method will we choose, we have to continuosly evaluate the result of each step and fix the weakness of our method. That’s what I understand from this post. Thanks for sharing it to us, sir
Eka Sulistyawati (09301244002)
ReplyDeleteS1 Pendidikan Matematika Swadana (Kelas C)
Thank you sir have been writing this elegy. This elegy reminds me of the words of my lecture, he said that if we do PTK for the thesis, school teachers are already bored to serve / help. He suggested giving her students about the course or problem, then we are careful in terms of certain. then how do you think? PTK in terms of what and what kind of mathematics courses for teachers at the school was willing and happy when we do research. Thank you.