Feb 12, 2013

Problematika Pembelajaran Matematika di SD

Identifikasi Problematika Pembelajaran Matematika di SD


1. Bagaimana pembelajaran matematika mempengaruhi kepribadian siswa di SD?
2. Bagaimana pandangan kita tentang prestasi belajar matematika di SD?
3. Apakah pembelajaran matematika mampu membawa nilai-nilai moral?
4. Bagaimana kita secara arif dan bijaksana menyikapi adanya sebagian guru atau siswa yang menghendaki cara-cara cepat atau trik dalam matematika?
5. Bagaimana mengimplementasikan metode penemuan secara baik pada pembelajaran matematika di SD?
6. Bagaimana guru mampu memfasilitasi agar siswa mampu belajar matematika dengan baik khususnya dalam mengembangkan kemampuan matematika (mathematical thinking)?
7. Apa sebetulnya hakekat matematika yang dipelajari di SD>
8. Bagaimana menfasilitasi adanya berbagai macam latar belakang dan kemampuan siswa dalam belajar matematika di SD?
9. Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit?
10. Bagaimana menerapkan pembelajaran PMRI di SD misalnya tentang Pembagian Pecahan?
11. Kreativitas apa saja yang diharapkan dari siswa SD dalam belajar matematika?
12. Apakah perbedaan mendasar antara matematika sekolah dan matematika murni?
13. Apakah yang disebut berpikir logis dan bagaimana membelajarkannya di SD>
14. Bagaimana perbandingan antara pembelajaran matematika SD di Luar Negeri dan di Indonesia?
15. Apakah benar bahwa matematika adalah seni dan bagaimana sikap guru dalam pembelajaran matematika di SD?
16. Apakah Taksonomi Bloom relevan dalam pembelajaran matematika di SD? Jika relevan maka jelaskanlah?

Di identifikasi oleh: Sabina Ndiung, Melly Andriani, Atiaturrahmaniah, Moh. Bisri, Kurnia Hidayati, Laelatul Badriah, Wahyudi, Syarifuddin. Pembimbing: Marsigit

146 comments:

  1. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    In syaa Allah saya akan mencoba menjawab soal nomor 6:

    6. Bagaimana guru mampu memfasilitasi agar siswa mampu belajar matematika dengan baik khususnya dalam mengembangkan kemampuan matematika (mathematical thinking)?

    Dalam Pelajaran matematika guru sekarang ini mengajak siswa untuk menghafal simbol bilangan, operasi bilangan yang sering kita kenal dengan hafalan perkalian, yang diakhiri dengan menghafal rumus-rumus matematika, tanpa disertai dengan pemahaman. Bisa kita bayangkan, beban yang amat berat bagi siswa dalam belajar matematika. Sesuatu yang pada awalnya tidak untuk dihafal menjadi hafalan bagi siswa, tentu akan menjadi beban tersendiri bagi siswa.

    Kondisi seperti ini dipengaruhi oleh sistem pendidikan yang sekuler-kapitalistik yang dipaksa untuk diterapkan pada bangsa ini, sehingga output yang dihasilkan sangat jauh dari profil muslim sesungguhnya yaitu khoiru ummah, generasi pemimpin yang akan mengubah peradaban dunia menjadi peradaban yang mulia.

    Lain halnya dengan pembelajaran berbasis akidah islam (talaqqiy). Pembelajaran matematika dihubungkan dengan realita yang sedang terjadi, sehingga siswa merasakan bahwa itu ada di sekelilingnya dan berkeinginan untuk menyampaikan kepada orang lain. Pengajaran akidah islam tentunya tidak lepas dari keberadaan Allah yang menciptakan segalanya. Sehingga, dalam belajar matematika, siswa tidak lupa akan perannya sebagai hamba Allah di mana ia memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu dan menyampaikan kepada orang lain.

    Pengajaran berbasis akidah islam telah mengantarkan ilmuwan sekaliber Muhammad Ibn Musa al-Khawarizmi di masa Khalifah Ma’mun ditetapkan sebagai Bapak Aljabar. Algoritma yang kita kenal dalam pelajaran matematik itu berasal dari nama seorang ahli matematik Muslim bernama Muhammad bin Musa Al-Khwarizmi (770-840 M).

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  2. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit?
    Langsung pada kontekstual dan tidak dimulai dari abstrak. Jika matematika dimulai dengan yang nyata (bisa dilihat dan nyata bentuknya) maka murid tersebut akan merasa matematika itu penting. Kalau dari saya pribadi, saya akan menggunakan fun teaching. Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat peserta didik tidak merasa bosan. Pengalaman pribadi, jika saya merasa nyaman/asik dengan guru tersebut maka saya akan senang hati menerima pelajaran tersebut. Namun sebaliknya semudah apapun pelajaran tetapi jika gurunya “killer” saya menjadi kurang suka dengan pelajaran itu. Metode yang digunakan juga harus bervariasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju cara menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit adalah dengan cara langsung pada kontekstual dan tidak dimulai dari abstrak. Jika matematika dimulai dengan yang nyata (bisa dilihat dan nyata bentuknya) maka murid tersebut akan merasa matematika

      Delete
  3. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama merupakan tujuan diberikannya mata pelajaran matematika di kelas. Dalam hal ini, siswa mampu berpikir logis, analitis, sistematis dan kritis jika mereka hanya menghafal bentuk dan rumus untuk setiap persoalan yang diberikan. Jika siswa telah memahami konsep maka ia akan tetap dapat menyelesaikannya. Menghadapi hal seperti ini, agar siswa tidak melulu melakukan penghafalan rumus, seorang guru hendaknya mengembangkan soal-soal problem solving yang dalam pengerjaannya memerlukan suatu prosedur yang tidak rutin. Artinya siswa menyelesaikan permasalahan dengan langkah-langkah yang tidak biasa ia lakukan.

    ReplyDelete
  4. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    5. Bagaimana mengimplementasikan metode penemuan secara baik pada pembelajaran matematika di SD?
    Metode penemuan diyakini dapat membuat peserta didik mengonstruksi sendiri pengetahuannya. Menurut saya, implementasi metode penemuan pada pembelajaran matematika di SD adalah dengan metode penemuan terbimbing dan konkret. Masa SD adalah masa perkembangan kognitif tahapan operasional konkret, peserta didik mulai menggunakan logika untuk berpikir dengan bantuan benda konkret sebagi medianya. Sehingga metode penemuannya dengan berbasis kontekstual dan menggunakan benda konkret sebagai medianya, selain itu juga dengan bimbingan guru diharap peserta didik dapat lebih mudah mengonstruksi pengetahuannya sehingga pembelajaran lebih bermakna.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Benar sekali pernyataan saudari Erlinda tentang masa SD adalah masa perkembangan kognitif tahapan operasional konkret, peserta didik mulai menggunakan logika untuk berpikir dengan bantuan benda konkret sebagi medianya. Sehingga metode penemuannya dengan berbasis kontekstual dan menggunakan benda konkret sebagai medianya, selain itu juga dengan bimbingan guru diharap peserta didik dapat lebih mudah mengonstruksi pengetahuannya sehingga pembelajaran lebih bermakna.

      Delete
  5. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Pada dasarnya untuk SD pelajaran matematika merupakan pembelajaran yang menjadi dasar untuk belajar matematika tingkat yang lebih tinggi di SMP dan SMA. Peran guru sangat diharapkan dapat meningkatkan kemampuan belajar matematika siswa karena dasar menjadi pondasi siswa. sehingga guru diharapkan menjadi lebih meningkatkan kemampuan belajar matematika bagi siswa dan guru harus mampu mencari solusi masalah dalam pembelajaran matematika untuk menciptakan siswa yang kompeten.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Sependapat dengan saudari Mifta bahwasannya peran guru sangat diharapkan dapat meningkatkan kemampuan belajar matematika siswa karena dasar menjadi pondasi siswa. sehingga guru diharapkan menjadi lebih meningkatkan kemampuan belajar matematika bagi siswa dan guru harus mampu mencari solusi masalah dalam pembelajaran matematika untuk menciptakan siswa yang kompeten.

      Delete
  6. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Bagaimana pandangan kita tentang prestasi belajar matematika di SD?
    Prestasi belajar matematika di SD saat ini bisa dikatakan belum baik, masih banyak sekali anak yang merasakan kesulitan dalam belajar matematika. Hal ini salah satunya akibat penanaman materi matematika belum terjadi dengan baik. Siswa terlalu takut dengan matematika. Matematika seharusnya dibuat lebih menarik dan dekat dengan kehidupan sehari-hari para siswa sehingga mereka bisa menyusun pengetahuan mereka tentang matematika dengan baik dan akan diperoleh prestasi belajar matematika yang baik pula.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya juga sependapat dengan saudara Bayu bahwa prestasi belajar matematika di SD saat ini bisa dikatakan belum baik, masih banyak sekali anak yang merasakan kesulitan dalam belajar matematika. Hal ini salah satunya akibat penanaman materi matematika belum terjadi dengan baik. Siswa terlalu takut dengan matematika.

      Delete
  7. Diah Nuraini Kartikasari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241006

    Kemampuan belajar matematika untuk siswa SD sangat dipengaruhi oleh kebiasaan berpikir kritis dan kreatifnya. Dalam belajar matematika, siswa cenderung untuk menghafalkan rumusnya saja dan tidak memahami konsepnya. Untuk mengatasi hal ini, guru sangat berperan dalam mengembangkan kemampuan berpikir siswa, misalnya dengan melaksanakan pembelajaran matematika di kelas dengan suatu pendekatan yang cocok untuk siswa, mengembangkan soal yang dapat membantu memunculkan kreativitas berpikir siswa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya sependapat dengan saudari Diah bahwa dalam belajar matematika, siswa cenderung untuk menghafalkan rumusnya saja dan tidak memahami konsepnya. Untuk mengatasi hal ini, guru sangat berperan dalam mengembangkan kemampuan berpikir siswa, misalnya dengan melaksanakan pembelajaran matematika di kelas dengan suatu pendekatan yang cocok untuk siswa. Contohnya dengan pembelajaran yang open ended. Sehingga siswa terlatih untuk berpikir kreatif

      Delete
  8. Nanang Ade Putra Yaman
    16709251025
    PPs PM B 2016

    Assalamualaikum

    Bagaimana pembelajaran matematika mempengaruhi kepribadian siswa di SD?
    Husain Mazhahiri (dalam Singgih D. Gunarsa, (2000:112), faktor-faktor yang membentuk kepribadian anak atau kepribadian siswa ada empat, yaitu: Peranan cinta kasih dalam pembinaan kepribadian, Tidak menghina dan mengurangi hak anak, Perhatian pada perkembangan kepribadian, Menghindari penggunaan kata kotor. Saya kira empat hal tersebut dapat kiranya dipahami dan diterapkan oleh guru dalam mengajar matematika SD. kemudians ebagaimana sifat matematika, penting untuk mengajarkan matematika dengan pendekatan yang membentuk sikap kritis, kreatif juga penalaran matematika yang kuat pada anak atau siswa SD. Hal ini dilakukan agar besarnya siswa menjadi terbiasa. Ibnu Qoyyim Al-Jauzi, sebagaimana dikutip oleh M. Athiyah al-Abrasy (1990:107) mengemukakan, bahwa pembentukan yang utama ialah waktu kecil, maka apabila seorang anak dibiarkan melakukan sesuatu (yang kurang baik) dan kemudian telah menjadi kebiasaannya, maka akan sukarlah meluruskannya. Tujuan utama dari kebiasaan ini, adalah penanaman kecakapan-kecakapan berbuat dan mengucapkan sesuatu agar cara-cara yang tepat dapat dikuasai oleh siterdidik yang terimplikasi mendalam bagi pembentukan selanjutnya.




    ReplyDelete
  9. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    14. Bagaimana perbandingan antara pembelajaran matematika SD di Luar Negeri dan di Indonesia?. Luar Negeri di sini saya coba batasi dan mengambil contoh SD di Finlandia, pada SD di Finlandia guru mengajarkan matematika dengan memberikan tugas kepada siswa agar dapat mencari suatu permasalahan-permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya yang berkaitan dengan materi yang diajarkan sehingga nanti pada saat di kelas guru dan siswa akan bersama-sama memecahkan permasalahan tersebut, sedangkan di Indonesia berbeda, dan yang saya coba tinjau daeraah saya yaitu kebanyakan guru masih banyak menjelaskan saja dan hanya membahas contoh-contoh yang ada dibuku pembelajaran yang telah disediakan disekolah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju dengan saudara Raizal bahwa guru SD di luar negri (Negara Maju) mengajarkan matematika dengan memberikan tugas kepada siswa agar dapat mencari suatu permasalahan-permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya yang berkaitan dengan materi yang diajarkan sehingga nanti pada saat di kelas guru dan siswa akan bersama-sama memecahkan permasalahan tersebut, sedangkan di Indonesia berbeda, dan yang saya coba tinjau daeraah saya yaitu kebanyakan guru masih banyak menjelaskan saja dan hanya membahas contoh-contoh yang ada dibuku pembelajaran yang telah disediakan disekolah.

      Delete
  10. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan 12. Apakah perbedaan mendasar antara matematika sekolah dan matematika murni?

    Menurut saya, perbedaan yang jelas nampak bahwa matematika sekolah dipergunakan untuk membuat anak mampu menyelesaikan permasalahan matematikanya dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan matematika murni itu adalah belajar matematika dengan pola berpikir tingkat tinggi dengan keabstrakan objek sehingga mampu menyelesaikan permasalahan yang tidak hanya kontekstual namun juga masalah abstrak. Sejak kecil kita juga diberikan pembelajaran matematika namun terkadang kita tidak tahu apa fugsinya belajar matematika seperti itu. Secara tidak sadar matematika memberikan kontribusi dalam pembetukan karakter anak. Yaitu disiplin sistematis, kritis, dan logis. Serta masih banyak lagi sikap lainnya yang dihasilkan dari belajar matematika.

    ReplyDelete
  11. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Pengaruh matematika terhadap kepribadian siswa sekolah dasar.
    Sangat penting mengajarkan matematika bagi siswa sekolah dasar untuk membentuk kepribadian mereka menjadi individu yang kritis, kreatif dan memiliki daya nalar yang kuat. Dengan kepribadian seperti itu maka diharapkan kelak siswa tersebut dapat berkembang dengan baik untuk tingkatan pendidikan selanjutnya

    ReplyDelete
  12. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Menurut saya, saat siswa di jenjang SD merupakan saat yang paling menentukan siswa untuk mengerti matematika sehingga kedepannya ia akan menyadari bahwa matematika itu sangat penting untuk dipelajari. Jika siswa memiliki keyakinan seperti itu, tentunya akan lebih mudah untuk mengajarkan matematika kepada siswa pada jenjang-jenjang berikutnya. Jadi matematika itu sendiri harus ditanamkan kepada siswa sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya tertarik dengan kalimat saudari Nilza bahwa siswa di jenjang SD merupakan saat yang paling menentukan siswa untuk mengerti matematika sehingga kedepannya ia akan menyadari bahwa matematika itu sangat penting untuk dipelajari. Jadi, matematika haruslah ditanam di hati anak2 agar mereka mencintai matematika

      Delete
  13. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Penerapan PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia) dapat dilakukan dengan menitikawalkan kegiatan pembelajaran dengan permasalahan kontekstual yang bermakna bagi siswa. Pembelajaran matematika difokuskan bukan pada matematika sebagai suatu sistem tertutup, melainkan pada aktivitas yang bertujuan untuk suatu proses matematisasi. Oleh karena itu, PMRI bukan memindahkan matematika dari guru ke siswa, melainkan menghubungkan pengetahuan informal matematika yang diperoleh siswa dari kehidupan sehari-hari dengan konsep formal matematika. Maka penerapan PMRI dalam bentuk pecahan dapat dilakukan dengan mengangkat masalah sehari-hari seperti potongan pizza, potongan kue bolu kemojo, dan contoh lainnya.

    ReplyDelete
  14. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Bagaimana pembelajaran matematika mempengaruhi kepribadian siswa sekolah dasar? Karakteristik kepribadian sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran karena pelajaran atau materi dapat dipahami oleh peserta didik saat peserta didik dapat fokus terhadap apa yang sedang dibahas. Sebelum membuat peserta didik fokus terhadap materi atau pelajaran yang pendidik berikan, langkah awal pendidik adalah membuat peserta didik fokus kepada pendidik. Apabila para pendidik telah berhasil membuat fokus para peserta didik kepada pendidik, maka dengan mudahnya para pendidik melangsungkan kegiatan belajarnya. Matematika merupakan ilmu yang membentuk sikap kritis, kreatif dan penalaran yang kuat, sehingga pendidik diharapkan dapat mempengaruhi kepribadian peserta didiknya sehingga kepribadian seperti itu dapat dimiliki oleh mereka, dan diharapkan kelak peserta didik dapat berkembang dengan baik untuk tingkatan pendidikan selanjutnya sehingga dapat bersaing di dunia kerja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju dengan saudari Misna bahwa sebelum membuat peserta didik fokus terhadap materi atau pelajaran yang pendidik berikan, langkah awal pendidik adalah membuat peserta didik fokus kepada pendidik. Apabila para pendidik telah berhasil membuat fokus para peserta didik kepada pendidik, maka dengan mudahnya para pendidik melangsungkan kegiatan belajarnya khususnya matematika.

      Delete
  15. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Bagaimana pandangan kita tentang prestasi matematika di Sekolah Dasar? Prestasi matematika siswa SD anak bangsa saat ini sudah terbilang membanggakan, mereka sudah mampu bersaing sampai dikancah internasional. Banyak ajang-ajang internasioal yang di raih oleh siswa-siswi SD Indonesia. Seperti Pikatan Arya Bramajati (11), seorang siswa SD Sokanegara 2 Purwokerto, Jawa Tengah, berhasil meraih emas dalam ajang Wizards at Mathematics International Competition (WIZMIC) 2014 di Lucknow India. Dia berhasil menyingkirkan pesaing lainnya yang berasal dari Filipina, Thailand, India, Afrika Selatan dan beberapa negara lainnya. Dalam ajang tersebut, Pikatan berhasil meraih medali emas dalam kategori individual. Dan masih banyak ajang-ajang internasional lain yang diraih oleh jagoan kecil siswa-siswi SD kita. Semoga guru-guru terus dapat mengajarkan ilmu mereka kepada siswa-siswanya, yang tidak hanya sekedar memberikan rumus, namun konsep dasar nya pula, agar siswa-siswa SD memiliki dasar pemahaman matematika yang kuat dan mumpuni untuk terus mengembangkan kemampuan mereka, sehingga dapat mengaplikasikan ilmu mereka kelak dan juga dapat terus bersaing di kancah internasional ntuk membawa nama harum Indonesia.

    ReplyDelete
  16. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Apakah pembelajaran matematika dapat membawa nilai-nilai moral? Matematika menekankan pada kepastian dari ilmu yang dipelajari, dimana semua yang dipelajari dapat dibuktikan dengan jelas sehingga tidak ada keragu-raguan pada setiap materi matematika. Matematika juga bersifat tetap pada setiap materi yang terkandung didalamnya, untuk ruang yang berbeda dan waktu yang berbeda, konsep matematika tersebut tetap sama. Hal ini pula berpengaruh pada perkembangan moral siswa, Pembelajaran matematika membentuk moral yang sesuai, seperti tidak ada ruang untuk perasaan yang merugikan, pandangan yang menyimpang, diskriminasi, dan berpikir tak masuk akal.

    ReplyDelete
  17. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Pandangan saya tentang prestasi matematika di Sekolah Dasar.
    Menurut saya matematika di sekolah dasar hanyalah pada pemahaman konsep terlebih dahulu bukanlah pada prestasi.

    ReplyDelete
  18. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Apakah pembelajaran matematika dapat membawa nilai-nilai moral?
    Dari konsep matematika yang pasti dan tetap, menurut saya dapat menjadi pesan moral bagi siswa bagaimana membentuk diri menjadi pribadi yang disiplin, jujur dan berpendirian kuat. Sikap seperti ini menurut saya sangat bagus bagi seorang siswa sekolah dasar bagi perkembangan moralnya

    ReplyDelete
  19. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Bagaimana mengimplementasikan metode penemuan secara baik pada pembelajaran matematika di sekolah dasar?
    metode penemuan sebagai prosedur pembelajaran yang mempunyai tekanan siswa berlatih cakap mencapai tujuan dan siswa aktif mengadakan percobaan atau penemuan sendiri sebelum membuat kesimpulan dari yang dipelajari. Dengan demikian, materi yang akan dipelajari siswa tidak disajikan dalam bentuk final. Siswa sekolah dasar belum memiliki kemampuan yang cukup untuk melaksanakan pembelajaran model penemuan karena dapat menyebabkan frustasi bagi siswa dan juga pembelajaran menjadi tidak efisien dalam hal waktu karena dibutuhkan waktu yang lama untuk membimbing siswa dalam melakukan penemuan.

    ReplyDelete
  20. Bagaimana kita secara arif dan bijaksana menyikapi adanya sebagian guru atau siswa menghendaki cara-cara cepat atau trik dalam matematika?
    Menurut saya, sebaiknya guru lebih cerdik menanggapinya, sehingga dalam pembelajaran matematika tetap menggunakan metode biasa untuk memperdalam materi, kemudian bisa ditambahkan menggunakan cara cepat setelah siswanya sudah bisa dan memahami metode yang biasa.

    ReplyDelete
  21. Bagaimana guru mampu memfasilitasi agar siswa mampu belajar metematika dengan baik. Khususnya dalam mengembangkan kemampuan matematika (mathematical thinking)?
    Mengembangkan kemampuan matematika siswa sangatlah kompleks. Pertama siswa harus memiliki kemauan untuk belajar matematika terlebih dahulu, kemudian memberikan motivasi mengenai pentingnya matematika bagi siswa. Kedua, Kemampuan matematika siswa dapat dikembangkan dengan memberikan latihan yang rutin bagi siswa untuk menyelesaikan soal-soal matematika sehingga siswa terbiasa yang secara langsung akan meningkatkan kemampuan matematika siswa.

    ReplyDelete
  22. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Bagaimana guru mampu memfasilitasi agar siswa mampu belajar metematika dengan baik. Khususnya dalam mengembangkan kemampuan matematika (mathematical thinking)?
    Mengembangkan kemampuan matematika siswa sangatlah kompleks. Pertama siswa harus memiliki kemauan untuk belajar matematika terlebih dahulu, kemudian memberikan motivasi mengenai pentingnya matematika bagi siswa. Kedua, Kemampuan matematika siswa dapat dikembangkan dengan memberikan latihan yang rutin bagi siswa untuk menyelesaikan soal-soal matematika sehingga siswa terbiasa yang secara langsung akan meningkatkan kemampuan matematika siswa.

    ReplyDelete
  23. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Bagaimana memfasilitasi adanya berbagai macam latar belakang dan kemampuan dalam belajar matematika di SD?
    Dalam menghadapi berbagai latar belakang siswa yang berbeda sudah menjadi keharusan bagi guru untuk lebih peka dalam menghargai berbagai keberagaman tersebut dengan berusaha mengakomodir setiap kebutuhan dan perbedaan siswa. Diharapkan guru dapat menjamin keadilan dan saling menghargai keberagaman yang ada.

    ReplyDelete
  24. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit?
    Untuk menghadapi persepsi tersebut, guru harus berusaha membelajarkan matematika menjadi pembelajaran yang menyenangkan. Dalam pembelajaran alangkah bagusnya kalau dimulai dari materi yang sangat mudah sehingga menarik perhatian siswa. Setelah siswa sudah terbiasa dengan materi yang mudah, setelah itu perlahan perlahan guru memberikan persoalan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
  25. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Kreativitas apa saja yang diperlukan siswa sekolah dasar dalam pembelajaran matematika?
    Salah satu kreativitas yang diperlukan oleh siswa sekolah dasar adalah perhitungan dengan menggunakan berbagai metode. Matematika sekolah dasar umumnya lebih banyak menyangkut masalah perhitungan sehingga siswa harus memiliki kemampuan dalam perhitungan ini untuk menunjang pemahaman pada materi-materi yang lain yang tentu saja membutuhkan perhitungan.

    ReplyDelete
  26. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Apa perbedaan mendasar antara matematika sekolah dengan matematika murni?
    Perbedaan antara matematika sekolah dengan matematika murni adalah pada pemamfaatannya. Matematika sekolah lebih menekankan pemamfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan pada matematika murni lebih mendalami konsep dari matematika itu sehingga kurang memperhatikan pemamfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  27. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Apa yang dimaksud berpikir logis dan bagaimana membelajarkannya di sekolah dasar?
    Berpikir logis dapat diartikan sebagai suatu kegiatan berpikir untuk memperoleh suatu pengetahuan menurut suatu pola tertentu atau logika tertentu .

    ReplyDelete
  28. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Bagaimana perbandingan pembelajaran matematika sekolah dasar di luar negeri dan di Indonesia?perbandingan pembelajaran matematika sekolah dasar di indonesia jika dibandingkan diluar negeri terletak pada materi yang dipelajari dan fasilitas penunjang pembelajaran matematika. Diluar negeri materi matematika yang dipelajari sudah setingkat diatas materi yang dipelajari siswa sekolah dasar di indonesia. Demikian juga dengan fasilitas penunjang diluar negeri khususnya di negara maju fasiltas penunjang sudah lengkap dibandingkan di Indonesia yang masih terbatas.

    ReplyDelete
  29. DARWIS CAHYO NUGROHO
    13301244014
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    Apa benar bahwa matematika adalah seni dan bagaimana sikap guru dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar?
    Dalam matematika mengajarkan kepada siswa bagaimana melatih kreativitas dalam menyelesaikan berbagai masalah. Untuk itu maka dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar guru juga diharapkan kreatif sehingga siswanya juga bisa menjadi lebih kreatif. Menerapkan berbagai jenis metode pengajaran dalam pembelajaran matematika sehingga menarik perhatian siswa seperti sebuah karya seni.

    ReplyDelete
  30. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Pembelajaran matematika di SD harus disesuaikan dengan apa yang menjadi kebutuhan siswa itu sendiri. Guru tidak boleh mengajarkan konsep dengan bahasa matematika untuk orang dewasa. Tetapi sebaliknya guru harus menggunakan bahasa anak untuk menjelaskan konsep yang ada. Dengan demikian, maka guru memperbaiki pembelajaran di kelas, sehingga permasalahan matematika di sekolah dan matematika murni dapat diatasi dengan baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya sependapat dengan pernyataan saudara Johanis bahwa pembelajaran matematika di SD harus disesuaikan dengan apa yang menjadi kebutuhan siswa itu sendiri. Sehingga guru tidak boleh mengajarkan konsep dengan bahasa matematika untuk orang dewasa yang mengakibatkan motivasi siswa turun dalam belajar matematika.

      Delete
  31. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Prestasi yang dicapai oleh siswa yang salah satunya adalah melalui pembelajaran matematika di sekolah, salah satunya dipengaruhi oleh faktor pribadi siswa tersebut. Tentang bagaimana cara ia belajar, seberapa sering ia mempelajari materi. Namun juga tak terlepas dari lingkungan di sekitarnya, apalagi lingkungan terdekatnya yaitu keluarga. Menurut saya, pembelajaran matematika di sekolah juga mempengaruhi kepribadian siswa, yaitu dapat dipengaruhi oleh guru yang mengajar maupun teman – teman yang ia kenal.

    ReplyDelete
  32. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menurut saya, guru atau siswa sebaiknya menggunakan langkah – langkah secara runtut untuk menyelesaikan masalah matematika, karena dalam menyelesaikan masalah matematika pun bertujuan agar siswa dapat berpikir dan bernalar secara runtut, atau dapat dikatakan berlatih dalam logika matematika. Jika dapat menyelesaikan masalah dengan langkah – langkah secara runtut, maka dapat mengggunakan cara alternatif yang lain, salah satunya dengan trik cepat. Namun, dalam penggunannya tidak semestinya langsung diberikan pada siswa, setidaknya guru memberikan langkah – langkah yang runtut. Biasanya, trik tersevut diberikan untuk mengerjakan sosal matematika dalam bentuk soal pilihan ganda agar dapat menyingkat waktu pengerjaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju dengan pernyataan saudari nauqi bahwa dalam pembelajaran sebaiknya menggunakan langkah – langkah secara runtut untuk menyelesaikan masalah matematika, karena dalam menyelesaikan masalah matematika pun bertujuan agar siswa dapat berpikir dan bernalar secara runtut, atau dapat dikatakan berlatih dalam logika matematika.

      Delete
  33. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Suatu pembelajaran yang diikuti oleh siswa dapat menjadikan siswa semakin ingin belajar lagi atau malah tdak menginginkannya lagi. Menurut saya, hal tersebut dipengaruhi oleh cara guru mengajar. Dalam persepsi masyarakat, matematika identik dengan guru yang killer atau menakutkan bagi siswa ataupun materi yang diajarkan dengan tempo yang cepat, hal ini sebenarnya mungkin untuk memenuhi target kurikulum. Sehingga, siswa menganggap bahwa pembelajaran matematika tidak menyenangkan sehingga dikatakan sulit untuk dipelajari. Sehingga, untuk menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit yaitu dengan membuat pembelajaran semenarik mungkin namun tetap memberikan pemahaman pada siswa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju dengan saudari Nauqi bahwa yang menjadikan siswa semakin ingin belajar lagi atau tidak adalah hal tersebut dipengaruhi oleh cara guru dalam mengajar. Dalam persepsi masyarakat, matematika identik dengan guru yang menakutkan bagi siswa ataupun materi yang diajarkan dengan tempo yang cepat, hal ini sebenarnya mungkin untuk memenuhi target kurikulum. Sehingga, siswa menganggap bahwa pembelajaran matematika tidak menyenangkan sehingga dikatakan sulit untuk dipelajari.

      Delete
  34. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat peserta didik tidak merasa bosan.metode penemuan sebagai prosedur pembelajaran yang mempunyai tekanan siswa berlatih cakap mencapai tujuan dan siswa aktif mengadakan percobaan atau penemuan sendiri sebelum membuat kesimpulan dari yang dipelajari.Dalam menghadapi berbagai latar belakang siswa yang berbeda sudah menjadi keharusan bagi guru untuk lebih peka dalam menghargai berbagai keberagaman tersebut dengan berusaha mengakomodir setiap kebutuhan dan perbedaan siswa.

    ReplyDelete
  35. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Siswa sekolah dasar belum memiliki kemampuan yang cukup untuk melaksanakan pembelajaran model penemuan karena dapat menyebabkan frustasi bagi siswa dan juga pembelajaran menjadi tidak efisien dalam hal waktu karena dibutuhkan waktu yang lama untuk membimbing siswa dalam melakukan penemuan. dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar guru juga diharapkan kreatif sehingga siswanya juga bisa menjadi lebih kreatif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju dengan pernyataan saudara Arfan jika Ssswa sekolah dasar belum memiliki kemampuan yang cukup untuk melaksanakan pembelajaran model penemuan karena dapat menyebabkan frustasi bagi siswa dan juga pembelajaran menjadi tidak efisien dalam hal waktu karena dibutuhkan waktu yang lama untuk membimbing siswa dalam melakukan penemuan.

      Delete
  36. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Bagaimana kita secara arif dan bijaksana menyikapi adanya sebagian guru atau siswa menghendaki cara-cara cepat atau trik dalam matematika? Dalam belajar matematika, setiap orang baik guru maupun siswa, pasti menginginkan cara cepat untuk menyelesaikan permasalahan matematika, karena cara tersebut dapat mempersingkat waktu dalam menyelesaikan soal. Namun jika dalam pembelajaran normal, kita hendaknya memberikan pengertian bahwa proses untuk menyelesaikan masalah lebih penting daripada menggunakan cara cepat, karena dari sana kemampuan pemahaman kita diasah, dan kita dapat mengetahui sampai dimana kemampuan kita, selain itu, kita dapat memahami secara menyeluruh tentang soal yang diberikan, jika kita hanya menggunakan cara cepat, otomatis pemahaman kita tidak sedalam saat kita mengerjakan secara manual, bisa saja cara cepat yang kita peroleh, tidak berlaku untuk semua jenis soal, dan cara cepat itu hanya berupa hapalan mengenai langkah-langkah dalam pengerjaan matematika, yang terpenting adalah pemahaman konsep, jika kita paham konsep, soal seperti apapun akan dapat diselesaikan, namun jika kita hanya mengandalkan cara cepat, itu tidak menjamin kita akan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan matematika. Dan kita juga perlu memberikan pemahaman, jika cara cepat hanya digunakan pada saat-saat tertentu saja, misal pada saat UN, karena waktu yang disediakan tidak banyak, maka boleh menggunakan cara cepat, namun juga dengan syarat, asalkan konsep dasar telah mereka pahami, karena cara cepat itu pun didapatkan karena kita telah memahami konsep dasarnya. Jika kita tidak paham konsep dasar, cara cepat pun tidak bisa kita temukan.

    ReplyDelete
  37. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Apa sebetulnya hakekat matematika yang dipelajari di SD? Hakikat matematika artinya menguraikan apa sebenarnya matematika itu, baik ditinjau dari arti kata matematika, karakteristik matematika sebagai suatu ilmu, maupun peran dan kedudukan matematika diantara cabang ilmu pengetahuan serta manfaatnya. Untuk itu diperlukanpemahaman yang mendasar tentang fungsi dan tujuan pembelajaran matematika khususnyadi Sekolah Dasar yang akan mendasari perkembangan pemahaman anak terhadap matematikaselanjutnya.

    ReplyDelete
  38. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Bagaimana memfasilitasi adanya berbagai macam latar belakang dan kemampuan dalam belajar matematika di sekolah dasar? Perbedaan latar belakang dan kemampuan dalam belajar matematika sudah pasti ada di setiap kelas, jadi guru harus mempunyai cara untuk mengatasi hal, tersebut, mungkin dengan cara memberikan perlakuan yang berbeda kepada setiap siswa, sesuai dengan kemampuannya, sehingga setiap siswa merasa mendapat kesempatan memperoleh pengetahuan yang sama, guru hendaknya mampu mengakomodir setiap kemampuan tersebut dengan tidak merugikan salah satu pihak. Misalnya dengan mengembangkan masyarakat belajar sehingga bisa terjadi transfer ilmu dari siswa yang memiliki kemampuan baik kepada siswa yang kemampuannya kurang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju dengan saudari Misna santi bahwa perbedaan latar belakang dan kemampuan dalam belajar matematika sudah pasti ada di setiap kelas, jadi guru harus mempunyai cara untuk mengatasi hal, tersebut, mungkin dengan cara memberikan perlakuan yang berbeda kepada setiap siswa, sesuai dengan kemampuannya, sehingga setiap siswa merasa mendapat kesempatan memperoleh pengetahuan yang sama, guru hendaknya mampu mengakomodir setiap kemampuan tersebut dengan tidak merugikan salah satu pihak

      Delete
  39. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit? Ketika siswa sudah punya keyakinan dalam hati dan fikirannya bahwa matematika itu sulit, maka matematika akan benar-benar terasa sulit. Akibatnya mereka tidak hanya akan kesulitan dalam mempelajari matematika, tetapi juga akan mencoba membuat harapan yang rendah terhadap hasil tesnya (misalkan, kalau pelajaran matematika dapat nilai 6 juga sudah bagus). Belum lagi ditambah oleh pandangan dari orang tua, guru, bahkan lingkungan yang menyatakan bahwa matematika itu sulit. Akibatnya bagi mereka (para siswa) matematika akan benar-benar terasa sulit. Bagi siswa sekolah dasar kesulitan dalam melakukan perhitungan menyebabkan matematika menjadi mata pelajaran yang dirasakan paling sulit. Untuk menghadapi persepsi tersebut menurut saya guru harus berusaha membelajarkan matematika menjadi pembelajaran yang menyenangkan. Dalam pembelajaran alangkah bagusnya kalau dimulai dari materi yang sangat mudah sehingga menarik perhatian siswa. Setelah siswa sudah terbiasa dengan materi yang mudah siswa akan mulai merasakan bahwa matematika itu mudah, barulah setelah itu perlahan perlahan guru memberikan persoalan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, namun dengan tidak menghilangkan esensi “menyenangkan” tadi dari diri siswa, sehingga siswa tetap menikmati pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Sependapat dengan saudari misnasanti bahwa Ketika siswa sudah punya keyakinan dalam hati dan fikirannya bahwa matematika itu sulit, maka matematika akan benar-benar terasa sulit. Akibatnya mereka tidak hanya akan kesulitan dalam mempelajari matematika, tetapi juga akan mencoba membuat harapan yang rendah terhadap hasil tesnya

      Delete
  40. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Apa perbedaan mendasar antara matematika sekolah dengan matematika murni. Matematika merupakan ilmu pasti sehingga digunakan dimanapun dan waktu kapanpun tetap sama baik konsep maupun penerapannya. Perbedaan mendasar yang membedakan antara matematika sekolah dengan matematika murni terletak pada pemanfaatannya. Matematika sekolah lebih menekankan matematika yang bisa secara langsung dipahami oleh siswa pemamfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. siswa mempelajari matematika yang sifat materinya masih elementer tetapi merupakan konsep esensial sebagai dasar untuk prasyarat konsep yang lebih tinggi, banyak aplikasinya dalam kehidupan di masyarakat, dan pada umumnya dalam mempelajari konsep-konsep tersebut bisa dipahami melalui pendekatan induktif. Hal ini sesuai dengan kemampuan kognitif siswa yang telah dicapainya. Konsep yang dipelajari bisa didekati dengan menggunakan pengalaman siswa atau benda-benda konkret yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan pada matematika murni lebih mendalami konsep dari matematika itu sehingga kurang memperhatikan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam matematika murni, penelitiannya didorong oleh keinginan mengembangkan matematika itu sendiri, terlepas apakah nanti penelitiannya bermanfaat atau tidak dalam kehidupan sehari-hari. Motivasi si matematikawan sendiri terkadang juga tidak lebih dari sekadar main-main dengan angka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Setuju dengan pernyataan saudari Misna bahwa matematika sekolah lebih menekankan matematika yang bisa secara langsung dipahami oleh siswaSedangkan pada matematika murni lebih mendalami konsep dari matematika itu sehingga kurang memperhatikan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

      Delete
  41. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Cara guru memfalisitasi siswa agar mampu belajar matematika dengan baik khususnya mengembangkan kemampuan matematika adalah banyaknya alat peraga yang terlihat dan dapat dipegang oleh siswa. sehingga siswa mengalaminya secara langsung, untuk menemukan apa, dan bagaimana menemukannya. Karena proses berpikirnya siswa SD masih awal, maka jangan membuat konsep matematika yang rumit tetapi kaitkan dengan kesehariannya siswa SD.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju dengan saudari Ummi bahwa cara guru memfalisitasi siswa agar mampu belajar matematika dengan baik khususnya mengembangkan kemampuan matematika adalah dengan alat peraga. sehingga siswa mengalaminya secara langsung bagaimana alat peraga itu bekerja

      Delete
  42. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Ada beberapa perbedaan mendasar antara matematika dengan matematika sekolah mulai dari penyajiannya, pola pikirnya, keterbatasan semestanya hingga pada tingkat keabstrakannya. Materi-materi matematika yang disajikan di sekolah merupakan hasil pilihan materi yang diolah sedemikian rupa dan disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif siswa, serta diformulasikan sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir (logis, kritis dan kreatif) bagi para siswa.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  43. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Matematika sekolah merupakan ranah yang sangat penting dalam perkembangan matematika anak kedepannya. Jika seorang anak matang dalam matematika sekolahnya maka kedepannya akan lebih mudah melenggang dalam mempelajari matematika tingkat lanjut. Oleh karena itu permasalahan-permasalahan yang terjadi pada matematika sekolah harus segera kita temukan jalan keluar atau solusi pemecahan masalahnya. Hal tersebut karena matematika merupakan suatu pelajaran yang sangat komprehensif terhadap kehidupan dan lifeskill yang akan menjadi modal anak di dalam menjalani kehidupan nantinya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  44. Darwis Cahyo Nugroho
    13301244014
    Pendidikan Matematika C 2013

    Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit?
    Mengajarkan kepada siswa melalui hal yang nyata. Setelah itu baru ke abstraknya. Contohnya, kita memberi tahu bentuk2 di sekitar kita sebelum memberi tahu jenis apakah benda itu

    ReplyDelete
  45. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016


    1. Bagaimana pembelajaran matematika mempengaruhi kepribadian siswa di SD?

    Pembelajaran matematika dapat mempengaruhi kepribadian siswa di SD bergantung bagaimana matematika itu disajikan atau dipahamkan kepada siswa. Apabila prosedur yang dilakukan guru melibatkan permainan matematika sebagai media, anak akan belajar bagaimana bekerjasama sosial dengan teman maupun pengembangan individual siswa. Apabila sumber belajar dari alam, maka anak akan belajar bagaimana menghargai alam dan menyelesaikannya dengan pendekatan matematika.

    ReplyDelete
  46. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    2. Bagaimana pandangan kita tentang prestasi belajar matematika di SD?

    Prestasi belajar matematika adalah hasil belajar matematika yang dinyatakan nilai angka atau huruf. Suharsimi Arikunto (2003: 276) berpendapat bahwa nilai prestasi harus mencerminkan tingkatan-tingkatan siswa sejauh mana telah dapat mencapai tujuan yang ditetapkan di bidang studi, terutama matematika. Pandangan saya tentang prestasi belajar matematika SD bisa dikatakan baik apabila persepsi mereka baik terhadap matematika begitu pula sebaliknya. Persepsi siswa tersebut diperngaruhi oleh cara mengajar guru, meliputi metode, materi serta pendekatan yang diberikan.

    ReplyDelete
  47. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    3. Apakah pembelajaran matematika mampu membawa nilai-nilai moral?

    Nilai moral merupakan suatu nilai terhadap perbuatan-perbuatan manusia yang selaras dengan dasar aturan atau norma yang berlaku diperoleh dengan akal budi manusia. Pembelajaran matematika yang disusun dengan baik akan dapat memberikan pengetahuan matematika sekaligus peningkatan nilai moral siswa. Seperti yang kita ketahui, bahwa ilmu matematika konsisten yang bisa direpresentasikan dengan moral jujur dan tidak munafik, kemudian matematika itu berisi kesepakatan, maka siswa yang telah dibiasakan belajar matematika yang penuh dengan kesepakatan yang harus ditaati, pastinya akan mudah memahami perlunya kesepakatan dalam hubungan masyarakat dan mempunyai kesadaran yang lebih tinggi untuk mentaati kesepakatan tersebut.

    ReplyDelete
  48. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    4. Bagaimana kita secara arif dan bijaksana menyikapi adanya sebagian guru atau siswa yang menghendaki cara-cara cepat atau trik dalam matematika?

    Sebenarnya guru-guru yang menggunakan cara cepat atau trik dalam matematika kebanyakan berasal dari bimbingan belajar. Tidak salah juga bimbingan memberikan iklan cara cepat karena dilandasi keinginan dan persepsi siswa ingin segera cepat menyelesaikan jawaban matematika yang dianggap terlalu ribet dan bertele-tele. Persepsi siswa juga tidak salah karena cara pembelajaran kurang mengkonstruksi pengetahuan siswa sehingga hanya sekedar hafalan rumus. Maka lingkaran ini akan putus jika proses pembelajaran matematika lebih meaningful dan siswa tidak hanya menghafal tpi juga memahami.

    ReplyDelete
  49. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    5. Bagaimana mengimplementasikan metode penemuan secara baik pada pembelajaran matematika di SD?

    Bruner mengungkapkan bahwa belajar dengan metode penemuan adalah belajar untuk menemukan dengan diberikan suatu masalah atau situasi sehingga siswa dapat mencari jalan pemecahan masalah. Kalau saya breakdown pengertian dari Bruner, maka ada 3 aspek pada metode penemuan yaitu masalah, bimbingan dan pemecahan masalah. Metode penemuan akan diimplementasikan dengan baik apabila masalah yang diberikan itu baik untuk mengungkap dan mengkonstruksi pengetahuan siswa. Kemudian, guru sebagai fasilitator membimbing siswa sesuai dengan sintaks metode penemuan. Sedangkan dalam pemecahan masalah, siswa dapat menemukan strategi pemecahan masalah yang tepat sesuai masalah dan bimbingan yang diberikan guru.

    ReplyDelete
  50. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    6. Bagaimana guru mampu memfasilitasi agar siswa mampu belajar matematika dengan baik khususnya dalam mengembangkan kemampuan matematika (mathematical thinking)?

    Guru yang mampu memfasilitasi, menurut saya, sama dengan peran guru sebagai fasilitator. Dalam hal ini guru wajib menyediakan sumber belajar dan media belajar yang cocok dalam setiap kegiatan pembelajaran matematika dan tidak menjadikan dirinya "dewa" yakni satu-satunya sumber belajar siswa. Ketika siswa diberikan permasalahan janganlah langsung di "judge" salah apabila jawabannya kurang tepat. Guru dapat memberika petunjuk lewat buku, media atau sumber belajar yang lain agar siswa dapat menemukan kesalahannya dimana hal itu sangan berperan besar dalam perkembangan mathematical thinkingnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju dengan saudari Yurizka bahwa guru wajib menyediakan sumber belajar dan media belajar yang cocok dalam setiap kegiatan pembelajaran matematika

      Delete
  51. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    7. Apa sebetulnya hakekat matematika yang dipelajari di SD?

    Sebelum merujuk pada hakekat matematika yang dipelajari di SD, maka kita harus mengetahui hakikat siswa yang berada di sekolah dasar dimana siswa SD merupakan suatu individu yang berbeda dengan orang dewasa. Selain itu, perkembangan kognitif anak SD termasuk dalam tahap operasional konkret. Sehingga hakekat matematika yang dipelajari di SD dapat digunkan oleh siswa SD dalam kepentingan kehidupannya sehari-hari dan membentuk pola pikir yang logis, sistenatis, kritis dan cermat sesuai dengan hakikat matematika yang bersifat deduktif, mencari pola dan hubungan dan lain lain.

    ReplyDelete
  52. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  53. 16701261003
    PPs PEP A 2016

    8. Bagaimana menfasilitasi adanya berbagai macam latar belakang dan kemampuan siswa dalam belajar matematika di SD?

    Setiap anak SD merupakan individu yang berbeda dan mempunyai latar belakang yang berbeda. Perbedaan pada tiap individu dapat dilihat dari minat, kemampuan kepribadian, pengalaman lingkungan,dll. Karena itu seorang guru dalam proses pembelajaran matematika hendaknya memperhatikan perbedaan-perbedaan latar belakang siswa dengan keberagaman atau variasi metode pembelajaran, sumber belajar, media belajar atau segala sesuatu yang berhubungan dengan proses pembelajaran. Sehingga tidak ada individu yang merasa tenggelam karena latar belakang kognitif, atau bahkan ekonomi tidak sesuai dengan pembelajaran yang diberikan.

    ReplyDelete
  54. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    9. Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit?

    Perlu ditelusuri apakah yang menyebabkan persepsi siswa yang mengatakan bahwa matematika itu sulit. Apakah karena cara menyampaikan materi? metode pengajaran guru? latar belakang siswa? pengalaman siswa terhadap matematika? ataukah yang lain. Setelah penyebab persepsi itu ditemukan maka guru harus mencari solusi yang relevan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi siswa.

    ReplyDelete
  55. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    10. Bagaimana menerapkan pembelajaran PMRI di SD misalnya tentang Pembagian Pecahan?

    Saat SD guru sering menjelaskan bahwaa jika pecahan a/b dibagi pecahan c/d maka cara mengerjakannya adalah a/b x d/c, jadi pecahan yang belakang posisinya dibalik. Bahkan sampai saat ini pernyataan guru tersebut masih melekat di telinga kita. Jangan-jangan tanpa sadar, kita juga mengajarkan anak-anak kita seperti itu tanpa mengetahui maknanya. Pendekatan PMRI yang dapat digunakan adalah dengan pendekatan konteks. 1/2 ; 1/4 dijelaskan dalam cerita : Misal ibu membeli minyak goreng refill 2 liter yang hanya tersisa minyak setengahnya dan ingin menuangkannya pada botol minyak goreng yang berukuran 500 ml. Berapa botol baru yang penuh terisi oleh minyak goreng?.

    botol yang diisi air setengah menyatakan 1/2 dari 2 liter
    botol yang berukuran 500 ml menyatakan 1/4 dari 2 liter

    Setelah dilakukan pengisian hanya 2 botol baru yang berisi minyak adalah 2 botol
    Jadi 1/2 : 1/4 = 2
    (Dikutip dari dhanymatika dengan pengubahan)

    ReplyDelete
  56. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    11. Kreativitas apa saja yang diharapkan dari siswa SD dalam belajar matematika?

    Secara harfiah, kreativitas didefinisikan sebagai kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Hal ini dapat dicapai oleh guru denhan memberikan stimulus-stimulus berupa permasalahan situasi yang dapat menekankan kepada keberagaman jawaban siswa dengan memperhatikan latar belakang siswa, pengetahuan dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kreativitas. Lebih jauh lagi, guru dapat mencoba problem possing dan meminta siswa untuk menyatakan persepsi, pertanyaan bahkan metode untuk mengajukan permasalahan. Karena pemikiran anak SD biasanya out of the box dan jauh dari yang kita perkirakan.

    ReplyDelete
  57. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    12. Apakah perbedaan mendasar antara matematika sekolah dan matematika murni?

    Matematika sekolah merupakan matematika yang telah diseleksi dan disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif siswa, serta digunakan sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir bagi para siswa. Sedangkan matematika murni mengarah ke hakikat ilmu matematika itu sendiri terdiri atas objek kajian yang abstrak, berdasarkan kesepakatan, pola pikir deduktif, mempunyai simbol kosong arti, memperhatikan semesta pembicaraan (ruang dan waktu) dan konsisten.

    ReplyDelete
  58. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    14. Bagaimana perbandingan antara pembelajaran matematika SD di Luar Negeri dan di Indonesia?

    Pembelajaran matematika SD, menurut saya, masih ditemukan guru yang pada rumus dan berpusat pada guru meskipun sudah menggunakan tematik Kurtilas, dan ada beberapa guru yang sudah menerapkan pembelajaran inovatif SD dengan PMRI. Sedangkan pembelajaran matematika SD di Luar Negeri sudah termasuk kategori inovatif, menggunakan pendekatan RME dan berpusat pada siswa sehingga siswa mengkonstruksi pengetahuan dengan peran guru sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju dengan saudari Yurizka bahwa pembelajaran di indonesia masih terpusat pada guru sedangkan di luar negeri sudah berpusat pada siswa.

      Delete
  59. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    15. Apakah benar bahwa matematika adalah seni dan bagaimana sikap guru dalam pembelajaran matematika di SD?

    Seni adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan dan mampu membangkitkan perasaan orang lain (Wikipedia). Menurut saya, matematika itu bisa menjadi seni karena mempunyai etik dan estetika. PAda pembelajaran matematika SD, seni dalam matematika dapat dikembangkan dalam bentuk kreativitas siswa dalam mempelajari pola dan hubungan konsep matematika misalhnya membuat pola dari geometri matematika.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darwis Cahyo Nugroho
      13301244014
      Pendidikan Matematika C 2013

      Saya setuju dengan pendapat saudari Yurizka tentang matematika itu bisa menjadi seni karena mempunyai etik dan estetika. Contohnya saja untuk mendapatkan jawaban , siswa harus menggunakan seninya dalam menentukan rumusnya.

      Delete
  60. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    16. Apakah Taksonomi Bloom relevan dalam pembelajaran matematika di SD? Jika relevan maka jelaskanlah?

    Menurut saya Taksonomi Bloom masih bisa dan relevan di gunakan di SD sesuai dengan level pengetahuan atau kognitif siswa SD. Bahkan sangat mungkin memberikan soal HOTS pada siswa SD. Salah satu relevansi pendekatannya adalah dengan menggunakan problem posing. Saat ini, sudah banyak prestasi siswa SD terutama matematika berbicara banyak di tingkat internasional. Meskipun secara keseluruhan siswa SD di Indonesia masih dalam tingkatan LOT.

    ReplyDelete
  61. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  62. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    In my opinion, primary school just has one big problem of mathematics learning. And that one problem can develope become many problem. That one problem is how to implant concept of mathematics to students of primary school. Students should get concept of mathematics from their teacher. In this grade, students must understand concept of mathematics. Just like that, students can develope their opinion about mathematics by understanding concept of mathematics. If students can really understand concept of mathematics, they will have many question about that. And that can be new problem for teacher to answer their question. That means teacher should give concept of mathematics with realistic problem. From realistic problem, can appear new problem "how to apply that problem". So exactly, from one problem can appear many new problem. And that means that the problem are endless, just like problem of mathematics learning in primary school. There are many problem about mathematics learning in primary school and teacher should try to solve that many problem. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  63. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Saya hari ini mendapatkan ilmu baru. terimakasih. Guru Sekolah Dasar sangatlah membutuhkan kesabaran dan dedikasi yang kuat untuk mendidik siswanya. Guru harus bisa menggambarkan ilmu pengetahuan termasuk matematika dengan lebih real dan visual-learning sehingga memberikan konsep dasar yang baik bagi siswa. Semuanya perlu persiapan yang matang dan kepekaan yang tinggi akan semua problematika anak sekolah dasar yang terjadi, baik dari segi siswa, segi lingkungan maupun yang lainnya. terimakasih.

    ReplyDelete
  64. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Saya penasaran bagaimana perbedaan pembelajaran matematika di Indonesia dan di luar negeri. Saya pernah membaca beberapa sumber yang menceritakan bahwa pembelajaran di Jepang sangat menyenangkan yaitu disajikan sebuah permasalahan dan siswa secara aktif menemukan penyelesaiannya dan melakukan diskusi dengan guru, sedangkan di Indonesia masih banyak pembelajaran matematika di sekolah dasar dengan metode ceramah dan menghapal rumus. Hal tersebut memberikan rasa takut kepada siswa yang tidak suka menghapal dan berhitung.

    ReplyDelete
  65. 16701251016
    PEP B S2

    Pertanyaan yang ada di atas adalah beberapa problematika yang ada dalam pembelajaran yang sesungguhnya. Suatu pernasalahan yang ada dan hendak dipecahkan dan mencari solusi tidak lain adalah dengan metode ilmiah penelitian, diperlukan observasi terkait problem tersebut. Penelitian bisa dilakukan dalam kelas yang dikenal dengan penelitian tindakan, dengan penelitian tersebut akan terjawab, dengan mungkin menerapkan beberapa metode pendekatan maupun suatu eksperimen terhadap perserta didik langsung, yang mana dapat melalui wawancara maupun teknik pengumpulan data yang lain.

    ReplyDelete
  66. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEPB
    Here let me take the second and the fourteenth points, the achivements of students in mathematics depends on different things; the capability of the teacher, the facilities found in the learning environment, motivation, the design of the curriculum, their own origin condition, their capacity of thinking, etc the fourteenth point relies more on the teaching of mathematics in elementary schools located in in Indonesia and Outside Indo. Here, it depends on how each country puts efforts in the design of mathematical curriculum. in europe, the SD learners are so active because the governments prepare them before time, in Indonesia?, i have no comment.

    ReplyDelete
  67. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Dalam implementasi pembelajaran matematika selama ini yang dikembangkan dalam Matematika Murni adalah tiga pilar (Structuralism Mathematics, logicism mathematics dan formalism mathematics) menampakan dirinya sebagai Pure-Formal-Axiomatics Mathematics. Sedangkan implementasi pembelajaran matematika di sekolah, tiga pilar tersebut menampakan diri sebagai architectonic mathematics yang muncul pada pikiran diri siswa masing-masing melalui interaksinya dengan dunia konkrit. Jadi dalam dunia sekolah aplikasinya pada kehidupan sehari-hari sehingga siswa mudah memahami matematika. Inilah salah satu tugas kita untuk membudayakan matematika di SD. Upaya membudayakan matematika adalah tanggungjawab semua pihak, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat agar kita semua mampu memproduksi intuisi matematika pada diri siswa.

    ReplyDelete
  68. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Sekolah dasar merupakan tempat awal pembelajaran dimulai tidak terkecuali pembelajaran matematika. Oleh sebab itu semua problematika pembelajaran matematika di SD dapat terjawab dengan memberikan pembelajaran matematika sesuai tahapan yang seharusnya, aktif, kreatif dan inovatif.

    ReplyDelete
  69. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Cara terbaik untuk mengatasi problematika pembelajaran matematika di SD ialah menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit dan mengubahnya menjadi matematika itu menyenangkan.

    ReplyDelete
  70. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    pendidikan matematika bisa mempengaruhi kepribadian siswa, kepribadian yang mungkn bisa diterpakn adalah kesabaran, ketenagna, kejujuran, ketelitian, kerapihan, keberaturan dst. kepribadian siswa bisa ditanamkan ketika guru bisa memodifikasi persoalan ke dalam bentuk cerita atau gambar yang memiliki pesan-pesan positif kepada siswa, karena dalam masa usia SD adalah usia yang baik untuk meanamkan kepribadiabn. apalagi pendidikan yang diberikan adalah pendidikan matematika realistik, jadi bisa sekaligus memberikan keteladanan kepada sisaw dialam kegiatan pemeblajaran terutama kpembelajaran praktek.

    ReplyDelete
  71. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    menurut saya, cara yang baik untuk menanggapi jika siswa menginginkan cara cepat yaitu dengan membimbing siswa untuk menmeukan cara yang cepta dalam melakukan perhitungan dalam matematika atau menmukan sebuah jawaban persoalan matematika. sehingga cara cepat itu siswa sendiri yang menmukan, kemudian setalh isswa paham, siswa bisa menghafal cara cepat tersebut kaarena sudah tahu dari mana asalnya cara tersebut.

    ReplyDelete
  72. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    sekolah dasar adalah sekolah usi anak-anak umur 7an tahun hingga 13an tahun, usi tersebut sangat senag dengan sesuatu yang nyata, seperti kueh nyata, binatang yang nyata hiup, dst. sehingga menurut saya untuk menerapkan penemuan yang baik untuk anak SD yaitu dengan membutanya tertarik duu dengan objeknya, setelah siswa tertarik maka masuk lah guru bertanya kepada objek nyata tesebut dan dikaitkan dengan matematika, materi apa yang in ditemukan dst.

    ReplyDelete
  73. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    matematika yang dipelajari di sekolah dasar adalah matematika nyata, matematika sehari-hari, matematika sesuai dengan apa yang dia hadapi dalam kehidupannya (kontekstual). matematika yang bebas (open ended).

    ReplyDelete
  74. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    untuk mefasilitasi bebrbagi macam latar belaakng siswa sekolah dasar dalam belajar matematika, guru bisa menerapkan metode open ended, dengan metode open ended berbagai macam soal disediakan untuk semua seisa baik siswa yang kemapuan rendah dan kemampuan tinggi, kemampuan tinggi bisa terfasilitasi dan kemapuan rendah tidak tertinggal. kemmapuan tinggi bisa terfailitasi kare dalam metiode open ended di LKS disediakan khsusu untuk masalh selanjutnya yang lebih tinggi, diawali denga npertanyaan "bagaimana jika tidak..?" dan pertanyaan lain yang tingkatnya lebih tinggi, kemampuan rendahg bisa terfaslitasi karen apertanyaan yang ada pda lks bisa membuat siswa bebas menjawab ssesuai dengan kemapuannya dalam menyelesakn amaslah matematika. dan bersifat kontekstual.

    ReplyDelete
  75. Nuha FAzlussalam
    13301244023
    s1 pendidikn matematika c 2013

    untuk menghilangkan persepsi bahwa matematika itu sulit adalah dengan memberikan pandangan bahwa matematika dalah keidupan kita, bahw sehari-harinya k kita telah melkaukan matematika, jika tidak guru bisa mebrikan materi matematika dengan penuh gmbar bahakan benda nyata yang dtunjukkan kepada siswa, dimana benda-benada tersebuit memiliki hbungan materi matematika yang ingin disapaian. matematika sulit itu karena matematik ayng ada dalam oikran, jika matematika di uar pikiran maka matematika toidak sulit, karena sulit itu ada di pikiran, jika kita mengeluarkannya dari dalam pikiran maka sudah tidak menjadi sulit.

    ReplyDelete
  76. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika

    menrapkan PMRI materi pecahan di sekolah dasar, mungkin bisa menggunakan yang ada di dalam kelsa, misalanya dengan membagi siswa menajdi berkelompok-kelompok, pecahan itu kan pembagian, mungkin pembagian kelompok bsia menjadi kegiatan yang berkaitan dengan pecahan atau benda lain misal kueh yang dibagi.

    ReplyDelete
  77. Nuha Fazlussaam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    kreatif seorang siswa di sekolah dasar bisa kreatif/lancar dalam menyelsaikan permaslahan, kreatif dalam menmeukan solusi dari permsalah nyang diberikan sesui dengan msalah nyata (kontekstual), kreatif dalam meiliki passion, passion dalam belajara matematika, senag dalam belajar matematika, tertarik dalam belajara matematka, siswa bebas berekspresi dalam belajar matematika, bermain secara ateatika, berkomunikasi matematika,

    ReplyDelete
  78. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    perbedaan mendasar matemati sekolah dengan matematika adaah objeknya, matematika sekolah objeknya nya nyata, objeknya ada di dunia nyata, objek nya kurang sempurna, objeknya bisa dilihta oleh siswa, objeknya bisa dipahami siswa, obnjeknya bisa dirsakan siswa. matematika murni objeknya abstrak, objeknya ada di dalm pikiran, ojeknya sempurna, objeknya hanya bisa dilihat oleh orang dewsa, objeknya asnya bisa dipahami oleh orang dewasa, objeknya hanya bis dilihat orang dewasa, objeknya hanya bisa dipahami orang dewasa.

    ReplyDelete
  79. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Banyak msiswa yang memiliki persepsi bahwa matematika itu sulit. Hal ini menjadi permasalahan di siswa tingkat Sekolah Dasar. Dengan adanya permasalahan tersebut, guru sebagai pendamping belajar mereka perlu memfasilitasi belajar mereka dengan baik sehingga persepsi tersebut tidak tertanam lagi pada siswa. Sebaiknya guru mengadakan aktivitas belajar matematika yang menyenangkan, sehingga siswa tidak merasa kesulitan. Dengan adanya aktivitas matematika yang menyenangkan tersebut, kemungkinan besar siswa tidak lagi memiliki persepsi bahwa matematika itu sulit.

    ReplyDelete
  80. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Pembelajaran Matematika bagi sebagian anak-anak sekolah dari tingkat SD sampai SMA merupakan pembelajaran yang merupakan “momok” bagi mereka. Paradigma sulit yang melekat di pelajaran tersebut menambah sugesti “negatif” bagi anak-anak yang kurang “pandai” dalam hal Eksak. Namun paradikma yang seram dari pelajaran matematika tersebut perlahan-lahan menjadi pudar dan sedikit-demi sedikit berubah menjadi pelajaran yang semakin diminati oleh anak-anak. Ada persoalan ada tantangan...Mampu menyelesaikan suatu masalah Matematika menjadi salh satu kepuasan batiniah bagi siswa untuk lebih giat belajar dan belajar demi memahami pelajaran matematika yang dimaksud.....

    ReplyDelete
  81. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    Paradigma matematika adalah sulit bisa tergantikan menjadi pelajaran yang menyenagkan bila disampaikan dengan cara dan metode yang menarik bagi siswa...

    ReplyDelete
  82. Intan Fitriani
    13301241024
    Pend. Matematika A 2013

    Ternyata begitu banyak problematika yang dihadapi guru SD. Itu karena para pendidik juga menginginkan matematika yang dapat dipahami oleh siswa, matematika yang dapat menanamkan nilai moral, dan matematika yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan banyaknya problematika ini, kita tidak boleh menyerah. Kita harus menjadikan ini sebagai pemicu untuk lebih mengembangkan pribadi calon pendidik.

    ReplyDelete
  83. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Berpikir logis adalah proses berpikir dengan menggunakan logika, rasional, dan masuk akal. Dalam pembelajaran matematika SD biasanya terjadi pembelajaran dengan cara menghafal, misalnya menghafal perkalian atau rumus yang sudah ada. Tetapi ketika pembelajaran dilakukan dengan cara menghafal, kemampuan berpikir logis siswa tidak akan berkembang. Untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis dalam siswa SD, maka guru dibiasakan untuk mengaitkan pembelajaran matematika dengan dunia nyata atau dengan contoh kongkrit, sehingga siswa akan mau menanggapi permasalahan yang terjadi dalam matematika.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  84. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Perbedaan yang mendasar antara matematika sekolah dan matematika murni adalah pada pola berpikirnya. pola berpikir matematika murni adalah deduktif. Pada matematika murni sifat atau teorema yang ditemukan secara induktif tetap harus dibuktikan kebenarannya secara deduktif. Berbeda halnya dengan matematika di sekiolah. Meskipun siswa pada akhirnya diharapkan mampu berfikir deduktif, namun dalam proses pembelajarannya dapat digunakan pola pikir induktif. Pola pikir induktif yang digunakan untuk menyesuaikan dengan tingkat kognitif dan psikologi siswa, sehingga tidak akan terjadi beban kognitif bagi siswa.

    ReplyDelete
  85. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Matematika sendiri pada dasarnya mengajarkan logika berfikir berdasarkan akal dan nalar. Namun, sifat umum matematika itu abstrak dan tidak nyata karena terdiri atas simbol-simbol. Hal inilah yang terkadang membuat peserta didik mengalami masalah dalam memahaminya. Dengan menerapkan model pembelajaran matematika yang baik, maka siswa akan mudah untuk memahaminya dan tujuan dari pembelajaran matematikapun bisa tercapai.

    ReplyDelete
  86. Bismillah Berkah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Matematika di sekolah dasar adalah dasar untuk belajar matematika tingkat yang lebih tinggi di SMP dan SMA. Peran guru sangat diharapkan dapat meningkatkan kemampuan belajar matematika siswa karena dasar menjadi pondasi siswa. Selain membimbing mereka bahwa matematika itu tidak sulit, guru juga harus meningkatkan kemampuannya dalam pembelajaran.

    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh 

    ReplyDelete
  87. 6. Bagaimana guru mampu memfasilitasi agar siswa mampu belajar matematika dengan baik khususnya dalam mengembangkan kemampuan matematika (mathematical thinking)?

    Guru dapat membuat strategi belajar yang menarik seperti dengan menggunakan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar dan sering ditemui anak. Seperti saat akan mempelajari tentang bangun ruang guru bisa meminta siswa untuk membawa kardus bekas dengan berbagai macam bentuk sebagai bahan. Dengan demikian diharapkan siswa lebih mudah memahami konsep bangun ruang karena tidak hanya membayangkannya melainkan langsung bersentuhan dengan bangun ruang itu. Dengan mengambil benda-benda di sekitar kita sebagai contoh langsung diharapkan menjadikan pembelajaran matematika lebih menarik karena mereka menemuinya setiap hari dalam kehidupan nyata, sehingga mereka tidak lagi berfikir bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, yang sekaligus menjawab pertanyaan no 9.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  88. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    12. Apakah perbedaan mendasar antara matematika sekolah dan matematika murni?
    Jika di sekolah, siswa tidak diajarkan untuk menemukan asal muasal rumus hingga ke dasarnya. Tidak memperdalam dari atas (topologi) hingga turunan-turunannya. Sedangkan di matematika murni, iya.
    15. Apakah benar bahwa matematika adalah seni dan bagaimana sikap guru dalam pembelajaran matematika di SD?
    Pengertian dari seni adalah ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan ke dalam kreasi dalam bentuk gerak, rupa, nada, syair, yang mengandung unsur-unsur keindahan, dan dapat mempengaruhi perasaan orang lain. Jika ada hubungan matematika dengan seni, menurut saya terletak pada keindahan matematika itu sendiri. Matematika adalah olah pikir menemukan sesuatu jawaban, yang harus teratur, urut cara penyelesaiannya, dan sangat berhubungan dengan logika. Atau jika dikait-kaitkan dengan seni, adalah suatu feeling (perasaan) yang halus dan ikhlas untuk mempelajarinya, agar dapat menemukan jawaban yang totalitas dan akurat. Jadi, tentu saja kedua hal tersebut saling berhubungan. Di dalam filsafat, tidak ada yang tidak saling berhubungan.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  89. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Perbedaan matematika sekolah dan matematika murni. Dalam implementasi pembelajaran matematika selama ini yang dikembangkan dalam Matematika Murni adalah tiga pilar (Structuralism Mathematics, logicism mathematics dan formalism mathematics) yang sering disebut kaum Pure-Formal-Axiomatics Mathematics, sehingga di perguruan timggi kita mengenal Struktur-struktur Aljabar dan Struktur Geometri. Sedangkan implementasi pembelajaran matematika di sekolah, tiga pilar tersebut menampakan diri sebagai architectonic mathematics yang muncul pada pikiran diri siswa masing-masing melalui interaksinya dengan dunia konkrit. Jadi dalam dunia sekolah aplikasinya pada kehidupan sehari-hari sehingga siswa mudah memahami matematika.

    ReplyDelete
  90. Mftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A 2016
    Pembelajaran matematika di SD memamang memprihatinkan. Siswa SD merupakan siswa yang pada umurnya mengenal dan mendapatkan mata pelajaran yang namanya matematika. sebagai anak baru mengenal sesuatu tentunya timbul pikiran yang bermacam-macam dalam pikirannya. apa itu "matematika"?. Tanggung jawab guru, bagaimana dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam pikiran anak SD. PR bagi guru bagaimana dapat memberikan jawaban yang enak, sehingga siswa kita menyenangi mata pelajaran matematika

    ReplyDelete
  91. Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A
    Guru-guru SD sering memberikan pembelajaran matematika dengan menggunakan defenisi. Padahal siswa SD belum mampu untuk memikirkan definisi tersebut, sehingga pembelajaran matematika belum berjalan sebagaimana mestinya. Kita ketahui, umurnya anak-anak paham ketika sudah terjadi. Mana mungkin kita memberikan penjelasan pakai definisi tanpa menyuruh siswa mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan materi. ini sangat berdampak buruk terhadap perkembangan anak-anak di tingkat SD. Padahal mereka siswa dasar sebagai pemula belajar matematika

    ReplyDelete
  92. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Bagaimana pembelajaran matematika mempengaruhi kepribadian siswa di SD?
    Sesuai dengan tujuan diberikannya matematika di sekolah, kita dapat melihat bahwa matematika sekolah memegang peranan sangat penting. Anak didik memerlukan matematika untuk memenuhi kebutuhan praktis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dapat berhitung, dapat menghitung isi dan berat, dapat mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menafsirkan data, dapat menggunakan kalkulator dan komputer. Selain itu secara tak sadar matematika memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter siswa. Seperti bagaiamana meanalar atau berfikir dengan sistematis, diperoleh dari bagaiaman siswa yang selalu dihadapakan masalah masalah matematika tetapi terkait dengan kehidupan nyata.

    ReplyDelete
  93. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    1. Bagaimana pembelajaran matematika mempengaruhi kepribadian siswa di SD ?
    Dalam pembelajaran matematika di SD, siswa diberikan materi tentang sikap kritis, kreatif dan penalaran yang kuat. Jadi menurut saya jika dapat diterapkan dengan baik disekolah maka hal ini akan membentuk kepribadian anak SD menjadi pribadi yang kritis, penuh dengan kreativitas dan mempunyai daya nalar yang tinggi.

    ReplyDelete
  94. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  95. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Bagaimana pandangan kita tentang prestasi belajar matematika SD?
    Jika dilihat dari ajang perlombaan tingkat dunia, kita sering mendengar putra dan putri kita dapat medali emas, perak atau prunggu. Hal ini membuktikan bahwa prestasi belajar matematika anak SD sudah sangat baik. Namun pemerataan kemampuan ini belum sepenuhnya dapat dimiliki oleh semua siswa. Masih banyak yang merasa kesulitan dibandingan yang menikmati pelajaran matematika.

    ReplyDelete
  96. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    3. Apakah pembelajaran matematika mampu membawa nilai-nilai moral?
    Dalam pembelajaran matematika, siswa diajarkan tentang materi ketetapan dan pinsip kepastian. Matematika adalah ilmu pasti dimana setiap materi yang terkandung didalamnya dapat dibuktikan nilai kebenarannya, tanpa ada keraguan. Selain itu matematika juga bersifat tetap, artinya dimanapun dalam ruang dan waktu yangberbeda maka matematika tetaplah sama. Sifat dan ketentuan tentang matematika ini yaitu pasti dan tetap menurut saya terkandung nilai moral pada diri siswa yaitu mendidik siswa menjadi pribadi yang kuat, tetap pada pendirian, dan selalu bersikap jujur.

    ReplyDelete
  97. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    4. Bagaimana kita secara arif dan bijaksana menyikapi adanya sebagian guru atau siswa yang menghendaki cara-cara cepat atau trik dalam matematika
    Fenomena yang terjadi belakangan ini adalah adanya trik dan cara cepat dalam belajar matematika yang diterapkan bimbingan belajar dan mulai ditiru oleh sebagian guru. Saya kurang setuju dengan cara seperti ini, karena pada dasarnya dalam belajar matematika kita dituntun untuk bernalar dan berlogika. Siswa dituntut untuk memahami bukan menghapal. Jika hapalan yang terjadi, maka ketika siswa diberikan soal dengan mengubah sedikit modelnya akan merasa kesulitan, karena siswa tidak memahami materi namun hanya menghapalnya

    ReplyDelete
  98. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    5. Bagaimana mengimplementasikan metode penemuan secara baik pada pembelajaran matematika di SD?
    Model penemuan merupakan model belajar yang dipopulerkan oleh Bruner, dimana pada model ini siswa dituntut aktif dalam memahami konsep dan prinsip- prinsip. Peran guru sebagai pembimbing dan mendorong siswa agar memiliki pengalaman dengan melakukan percobaan yang memungkinkan siswa menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri. Menurut saya metode penemuan dengan bimbingan guru dapat dianggap sebagai cara yang efektif dan efisien dalam pembelajaran matematika, dapat menumbuhkan motivasi, aktivitas dan pemahaman siwa, betujuan untuk memecahkan masalah yang relevan dengan perkembangan kognitif

    ReplyDelete
  99. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    6. Bagaimana guru mampu menfasilitasi agar siswa mampu belajar matematika dengan baik khususnya dalam mengembangkan kemampuan matematika (mathematical thinking)?
    Belajar matematika bukanlah hal yang mudah. Guru dituntut untuk lebih kreatif dalam membuat model dan moetode pembelajarannya, sehingga tidak menimbulkan rasa takut bagi siswa. Kemampuan siswa dalam belajar matematika dapat ditingkatkan dengan menumbuhkan keinginan untuk belajar matematika dulu kepada siswa, memberikan motivasi dan pentingnya belajar matematika. Siswa dapat diberikan latihan rutin mulai dari yang mudah, agak sulit dan sulit. Rutinitas yang dilakukan secara kontinu akan menimbulkan efek terbiasa dan secara langsung akan meningkatkan kemampuan matematika siswa

    ReplyDelete
  100. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    7. Apa sebetulnya hakekat matematika yang dipelajari di SD?
    Matematika adalah ilmu yang universal, logis dan sistematis. Dalam matematika kita belajar dan dilatih untuk berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, dapat mengembangkan aktivitas kreatif dan melibatkan imaginasi, dan dapat memecahkan masalah. Matematika selalu memiliki hubungan dengan disiplin ilmu lainnya, untuk pengembangan ilmu pengetahuan, terutama dibidang sains dan teknologi. Sesuai dengan kemampuan dan daya nalar siswa SD, maka hakekat matematika yang dipelajari di SD adalah untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerjasama. Belajar matematika bagi siswa merupakan pembentukan pola pikir dalam pemahaman suatu pengertian maupun penalaran suatu hubungan.

    ReplyDelete
  101. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY


    8. Bagaimana memfasilitasi adanya berbagai macam latar belakang dan kemampuan siswa dalam belajar matematika di SD?
    Setiap siswa memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda sehingga dengan perbedaan ini menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Untuk menghadapi perbedaan ini, sudah menjadi keharusan bagi guru untuk lebih peka dalam menghadapi keragaman tersebut dengan mengakomodir setiap kebutuhan dan perbedaan siswa. Guru diharapkan dapat bersikap adil dalam menyikapi setiap perbedaan. Siswa dalam kelas juga pasti memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-beda, ada yang cepat paham, namun ada juga yang butuh waktu lebih lama. Sehingga disinilah dibutuhkan kemampuan guru dalam mencari metode yang tepat serta bijaksana dalam menghadapinya

    ReplyDelete
  102. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    9. Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit?
    Matematiaka merupakan ilmu abstrak sehingga memerlukan ketelitian dlam pembelajaran. Bagi siswa sekolah dasar kesulitan dalam dalam melakukan penghitungan meneyebabkan matematika menjadi mata pelajaran yang dirasakan paling sulit. Untuk menghilangkan momok ini maka kita harus membuat belajar matematika itu menyenangkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagaimaana caranya ? untuk membuat belajar matematika menjadi menyenangkan maka bisa diwujudkan dengan metode pembelajaran aktif, Inovatif, Kreatif, dan Efektif. Pembelajaran matematika dapat melibatkan lingkungan sekitar dan keaktifan siswa. Peran guru sebagai fasilitator sangat penting disamping media dan sumber belajar. Mengubah suasana kelas, letak tempat dudu, teman sebangku, memberi kuis, memberi persoalan yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, teka-teki atau permainan matematika yang masih berkaitan dengan materi yang disampaikan.dengan membuat suasana belajar menyenangkan akan menghilangkan rasa takut terhadap belajar matematika.

      Delete
  103. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    10. Bagaimana menerapkan pembelajaran PMRI di SD misalnya tentang pembagian pecahan?
    PMRI adalah suatu teori pembelajaran yang dikembangkan untuk pembelajaran matematika. Pendekatan matematika realistik berlangsung secara interaktif, siswa mengajukan pertanyaan kepada guru, dan memberikan alasan terhadap pertanyaan dan jawaban yang diberikan. Guru harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif menyumbang pada proses belajar dirinya, dan secara aktif membantu siswa dalam menafsirkan persoalan riil. Dalam mempelajari pembagian pecahan dengan menggunakan metode PMRI, guru dapat memberikan kepada siswa dengan contoh masalah kehidupan sehari-hari yang masih berkaitan dengan pecahan, sehingga siswa dapat lebih memahami makna pecahan. Siswa juga mencari dan menemukan masalah pecahan lain dan menemukan jawaban, penggunaan potongan-potongan kertas juga dapat digunakan untuk lebih memahami materi pecahan, sehingga dapat juga mengembangkan jiwa seni dan kreatifitas siswa.

    ReplyDelete
  104. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    11. Kreativitas apa saja yang diharapkan dari siswa SD dalam belajar matematika?
    Dalam belajar matematika maka siswa diharapkan memiliki kreativitas untuk lebih memudahkan dalam memahami matematika. Kreativitas siswa dapat berupa motivasi, keingintahuan, rasa percaya diri, fleksibilitas, imajinasi dan penerimaan diri maupun orang lain. Mengembangkan berbagai metode untuk meningkatkan kemampuan berpiir kreatif serta aktif dalam menemukan sendiri menyelesaikan masalah

    ReplyDelete
  105. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    12. Apakah perbedaan mendasar antara matematika sekolah dan matematika murni?
    Matematika sekolah adalah matematika yang dipilah-pilah dan disesuaikan dengan tahap pekembangan intelektual siswa serta digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa, lebih menekankan pada matematika yang bisa secara langsung dipahami oleh siswa dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan Matematika murni lebih mendalami konsep dari matematika itu sendiri, sehingga kurang memperhatikan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  106. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    13. Apa yang disebut berpikir logis dan bagaimana pembelajarannya di SD?
    Cara berpikir anak-anak berbedadengan orang dewasa. Hal ini menjadi tantangan bagi guru untuk menemukan berbagai pola atau cara anak dapat berpikir. Berpikir secara logis pada anak akan dipengaruhi oleh usianya, anak usia kurang dari 7 tahun secara umum tidak mampu untuk menganalisa proses pemikiran. Sebaiknya anak pada usia itu diberikan pengertian sejak dini dengan kata-kata yang mudah dimengerti sehingga anak mampu untuk berpikir secara logis.

    ReplyDelete
  107. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    14. Pembelajaran pendidikan matematika di Indonesia masih banyak yang menggunakan pendekatan tradisional, yang mnekankan pada latihan mengerjakan soal atau drill and practice, prosedur serta penggunaan rumus. Siswa kurang terbiasa memecahkan masalah yang ada disekelling mereka. Sedangkan system pengajaran diluar negeri telah banyak yang menerapkan pola “open indeed approach” yaitu pendekatan yang menekankan pada soal aplikasi yang memungkinkan siswa untuk memecahkan persoalan dengan banyak solusi dan strategi, mendekatkan matematika ke alam nyata bagi siswa melalui aplikasi atau masalah kontekstual sehingga membangun sikap siswa kearah yang positif tentang matematika. Sudah saatnya system pengajaran matematika diIndonesia diubah dari system tradisional ke system modern yang lebih menekankan pada pendekatan realistic mathematic education (MRE), open ended, kontekstual, berbasis masalah dan lesson study

    ReplyDelete
  108. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    15.Apakah benar bahwa matematika adalah seni dan bagaimana sikap guru dalam pembelajaran matematika di SD?
    Matematika dikatakan sebagai seni karena matematika merupakan suatu karya dari berpikir yang kreatif, penalaran yang logis dan efisien serta kumpulan dari ide-ide dan pola pikir yang kreatif dan menakjubkan. Dalam mengajarkan matematika di SD maka sikap guru harus kreatif sehingga siswanya juga akan lebih kreatif. Pola penalaran dan logis yang diajarkan di SD tentu harus disesuikan dengan perkembangan dan kemampuan nalar anak.

    ReplyDelete
  109. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    16. Apakah taksonomi Bloom relevan dalam pembelajaran matematika di SD? Jika relevan maka jelaskanlah!
    Tujuan pendidikan menurut taksonomi Bloom dibagi menjadi tiga domain/ranah kemampuan intelektual (intellectual behaviors) yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Menurut saya taksonomi Bloon relevan bila diterapkan dalam pembelajaran matematika SD, karena dalam pembelajaran matematika juga memerluka 3 aspek yang diterapkan Bloom yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotorik, yang jika diterapkan pada siswa SD akan sangat membantu dalam proses belajar matematika

    ReplyDelete
  110. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    16 problematika di atas adalah yang paling sering kita jumpai dan tampak ke permukaan, namun menurut saya pribadi masih banyak lagi problematika pembelajaran matematika di SD saat ini.
    Terutama pada poin 1-6, menjadi pe-er besar bagi kita bersama. Setiap masalah menunggu solusinya. Dan menjadi tugas kita sebagai pelaku pendidikan di negeri tercinta ini.

    ReplyDelete
  111. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Dari postingan ini, saya akan mencoba untuk menjawab problematika nomor 3. Sebenarnya matematika itu mampu mengarahkan kita untuk lebih paham mengenai dunia transenden spiritual, meskipun dala ranah filsafat, moral erat kaitannya dengan filsafat etika, namun pemahaman kita akan dunia abstrak matematika akan mengarahkan kita pada ajaran agama dimana agama sendiri tidak hanya berisi tentang ritual-ritual, namun juga mengajarkan manusia dengan moral-moral. Sehingga pendidik yang mampu memahami hakekat mateatika InsyaAllah mampu mengajarkan kepada siswa kaitan mateatika dengan moral, seperti operasi aritmatika, jenis dan struktur bilangan, dll.

    ReplyDelete
  112. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Bagaimana pembelajaran matematika mempengaruhi kepribadian siswa di SD ?
    Kepribadian merupakan sesuatu yang melekat pada diri seseorang yang menjadi karakteristiknya. Berbicara tentang matematika yang bisa berpengaruh pada kepribadian siswa, kepribadian siswa bisa dipengaruhi oleh pembelajaran matematika jika pembelajaran matematika tersebut bisa melekat pada diri siswa, pembelajaran matematika bisa melekat jika cara pembelajaran tersebut mengesankan bagi siswa dan memang sudah terlatih mengaitkan apa yang sudah dipelajari dengan realita kehidupan, artinya dengan cara tersebut siswa semakin mengerti betapa pentingnya belajar matematika sebab dalam kehidupan nyata semuanya tidak terlepas dari matematika, sehingga matematika bisa dikatakan mempengaruhi kepribadian siswa, karena ketika matematika bisa mempengaruhi kepribadian siswa, hampir semua yang ada dalam kehidupan nyata diperhitungkan dan siswa semakin mengerti apa makna mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  113. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit ?
    Sulit adalah kata sebagian banyak siswa untuk pelajaran matematika, namun persepsi siswa tentang sulitnya matematika tidak sepenuhnya benar. Ada cara-cara atau trik-trik mempelajari matematika itu agar terkesan mudah dan menyenangkan untuk dipelajari. Salah satunya dengan banyak mengaitkan apa yang sudah dipelajari dengan contoh-contoh digunakannya matematika tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut, bukan menjadi alasan sepenuhnya guru yang memegang kendali dalam menciptakan pembelajaran yang sekiranya tepat untuk siswa, tetapi lebih sinkron jika ada kerja sama antara siswa dengan guru dalam pembelajaran matematika. Dengan banyak melibatkan siswa dalam pembelajaran menjadikan siswa lebih bisa berpikir kritis dan bertindak aktif, dan dengan dengan berjalannya suasana kerja sama tersebut akan melatih kekompakan siswa, siswa yang pandai akan mudah berbagi, dan siswa yang sekiranya sedikit tidak cepat memahami materi tidak menjadi beban dengan rasa malu jika harus bertanya pada temannya yang lebih bisa atau langsung bertanya kepada guru. Yang menjadi tolak ukur menepis tentang sulitnya matematika adalah suasana proses pembelajaran yang menyenangkan, nyaman, tidak ada ketegangan pada guru mata pelajaran yang bersangkutan, serta tidak ada persaingan yang begitu terlihat dipaksakan dan menjadi siswa yang diperhatikan oleh guru. Dengan begitu kesiapan siswa menerima materi pembelajaran dengan suasana yang nyaman dan menyenangkan akan lebih membuat siswa mudah memahami materi.

    ReplyDelete
  114. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Bagaimana perbandingan antara pembelajaran matematika SD di Luar Negeri dan di Indonesia ?
    Pada dasarnya pembelajran matematika SD di luar negeri sudah bisa kita simpulkan jelas lebih baik, meskipun kita tidak pernah secara langsung melihat bagaimana pembelajaran matematika SD di luar negeri sebenarnya. Namun, sudah banyak media massa menjadi perantara yang menggambarkan suasana pendidikan di luar negeri. Dibandingkan dengan pendidikan di Indonesia, pendidikan di luar negeri jauh lebih memiliki akses dan fasilitas pendidikan yang lengkap dan bagus. Dan hal ini bisa menjadi salah satu pendukung kesimpulan bahwa pembelajaran matematika SD di luar negeri lebih baik.

    ReplyDelete
  115. Faqih Mu'tashimbillah
    12313244030
    Pend. Matematika Internasional

    Assalamualaikum.wr.wb
    Terimakasih kepada bapak marsigit yang telah memposting tulisan yang bermanfaat bagi guru maupun calon guru.
    Dengan banyaknya problematika pembelajaran matematika di SD, hal ini tentu harus menjadi sebuah catatan bagi guru SD agar mempersiapkan pembelajaran dengan lebih baik lagi sehingga problematika-problematika ini dapat diatasi dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  116. Pertanyaan-pertanyaan ini alangkah baiknya jika didiskusikan antar sesama guru SD dengan dosen agar pertanyaan-pertanyaan ini dapat terjawab dan pembelajaran menjadi lebih optimal.
    Dalam hal ini diperlukan lesoon study agar problematika ini tidak menjadi penghambat dalam kemajuan pendidikan pada anak sekolah dasar. Dapatkah Bapak juga memposting tentang problematika pembelajaran matematika di SMP dan SMA?

    ReplyDelete
  117. Apakah Taksonomi Bloom relevan dalam pembelajaran matematika di SD? Jika relevan maka jelaskanlah?
    Ada tiga ranah dalam Taksonomi Bloom, yaitu ranah kognitif, afektif,dan psikomotor. Ketiga hal ini penting dalam menjadi titik tolak evaluasi pembelajaran oleh guru. Ketiga ranah tersebut dibagi lagi menjadi beberapa kategori dimana setiap jenjang pendidikan harus menyesuaikan batasan kategori yang tepat untuk diterapkan. Taksonomi Bloom mengidentifikasikan skills mulai dari tingkat yang rendah hingga yang tinggi. Tentunya untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, level yang rendah harus dipenuhi lebih dulu. Sebagai contoh, untuk ranah kognitif terdiri dari beberapa kategori, yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Realnya siswa SD belum mampu untuk memasuki level sintesis, sehingga guru hanya bisa melaksanakan pembelajaran dengan mengacu kategori pengetahuan dan pemahaman.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  118. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Untuk menghilangkan persepsi bahwa matematika itu sulit antara lain dapat dilakukan dengan merasa senang belajar matematika, suka kepada gurunya, jangan menunda tugas yang diberikan guru dan jangan menghafal rumus, pahami materi. Mau mencoba dan mempelajari matematika dengan sungguh-sungguh dan jangan ada rasa takut. selalu banyak mengerjakan soal latihan, dan terus mencoba jangan ada rasa bosan dengan semboyan pasti bisa.

    ReplyDelete
  119. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Persepsi matematika sulit dapat dihilangkan dengan menghilangkan kesan negatif dari kecil, jangan tanamkan persepsi bahwa matematika itu sulit kepada anak-anak yang akhirnya menjadikan sampai dewasa berpikiran bahwa matematika sulit dan menakutkan, jika dalam hati sudah ada rasa takut dan beranggapan tidak bisa maka akan merasa enggan dan malas berusaha untuk dapat mengerjakan matematika.

    ReplyDelete
  120. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016
    Sebagai pendidik hendaklah membuat suasana kelas yang menyenangkan dan jangan membuat kegiatan belajar mengajar terasa tegang, guru harus bersikap ramah sehingga siswa memiliki minat untuk belajar, gunakanlah metode mengajar beserta media pembelajaran yang bervariatif dan tepat agar siswa tidak merasa bosan, selalu bersemangat, dan termotivasi.

    ReplyDelete
  121. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Menjawab point nomor 15 matematika adalah seni tidak tergantung pada nilai-nilai ramalan bagi kebenarannya berdasarkan hukum-hukum dan mempunyai tingkat kebenaran yang tinggi dapat dibuktikan secara logika ketepatan, keteraturan, dan keakuratannya, dan ilmu matematika menghasilkan keindahan baik dalam pola angka, maupun pola-pola yang diimplementasikan pada sebuah bentuk bangunan contohnya piramida.

    ReplyDelete
  122. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    12. Apakah perbedaan mendasar antara matematika sekolah dan matematika murni?
    Matematika sekolah untuk memenuhi kebutuhan praktis, untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan membantu siswa mempelajari matematika di jenjang yang lebih tinggi. Sedangkan matematika murni adalah matematika yang tidak memikirkan tujuan praktisnya misalnya mempelajari bilangan. matematika murni lebih cocok untuk orang dewasa yang mampu berpikir abstrak, karena mengandung definisi-definisi.

    ReplyDelete
  123. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Untuk mengajarkan pembagian pecahan bisa menggunakan alat peraga atau media berupa benda konkret seperti kertas, sedotan, kue, dan sebagainya dengan cara dipotong-potong. Serta anak juga dilibatkan untuk secara langsung mempraktikkannya.

    ReplyDelete
  124. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Elegi ini sangat bermanfaat bagi pengajar, khususnya bagi guru Matematika tingkat sekolah dasar. Semua guru Matematika SD hendaknya perlu menjawab beberapa pertanyaan yang dipaparkan dalam elegi ini sebelum membuat sebuah perencanaan dalam pengajaran Matematika. Perencanaan harus dibuat dengan matang dengan mempertimbangkan jawaban atas berbagai pertanyaan di atas. Dengan melakukan perencanaan yang baik, proses belajar-mengajar akan bisa lebih efektif.

    ReplyDelete
  125. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Jawaban atas berbagai problematika pembelajaran Matematika SD di atas akan menunjukkan seperti apa paradigma guru SD dalam mengajar mata pelajaran ini. Hal ini perlu dilakukan supaya guru SD dapat memahami sepenuhnya esensi mengajar Matematika, dan esensi belajar Matematika pada murid-murid mereka.

    ReplyDelete
  126. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Pertanyaan ini sangat menarik bagi saya yang selama ini memandang matematika sebagai ilmu yang terpisah dari ilmu tentang moralitas, berdasarkan pengalaman belajar matematika yang selama ini saya lalui. Setelah direnungkan lebih mendalam, seharusnya semua ilmu yang dipelajari oleh seseorang bisa dikaitkan dengan aspek moralitas. Dengan mengaitkan semua ilmu dengan aspek moral, maka diharapkan akan dihasilkan siswa yang yang berprestasi dan berakhlak mulia.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id